Anda di halaman 1dari 13

INDIKATOR QPS MANAJERIAL

STANDAR
QPS 3. Manajerial 1 : Pengadaan suplai serta obat-obatan penting bagi
pasien yang dibutuhkan secara rutin
JUDUL INDIKATOR
Jumlah kekosongan stok obat esensial
TIPE INDIKATOR
Struktur
Proses
Outcome
Proses & Outcome
TUJUAN
Tergambarnya mutu menejemen obat dengan ketersediaan stok obat esensial
rumah sakit
DEFINISI
Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan
OPERASIONAL
kesehatan mencakup upaya diagnosis, profilaksis, therapi dan rehabilitasi yang
diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan
tingkatnya.
ALASAN/ IMPLIKASI/ Jumlah kekosongan ini merupakan alat ukur untuk mengetahui menejemen obat
RASIONALISASI
yang dilaksanakan di rumah sakit. Apabila obat esensial telah dapat dipenuhi
oleh rumah sakit maka keterlambatan pelayanan obat tidak akan terjadi.
FORMULA
NUMERATOR
DENOMINATOR
TARGET
0
SAMPLING
Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat/observasi seluruh stok obat esensial yang kosong.
KRITERIA INKLUSI
Seluruh item obat esensial
KRITERIA EKSKLUSI PENCATATAN
Pencatatan dilaksanakan setiap bulan, dilakukan oleh staf Instalasi Farmasi
apabila ada obat esensial yang stoknya kosong dalam satu bulan.
ANALISA &
Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Instalasi Farmasi
PELAPORAN
sebagai informasi awal untuk unitnya, kemudian setiap bulannya data akan
dilaporkan kepada Tim Peningkatan Mutu dan Direksi. Secara umum data akan
dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah setiap tiga
bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Peningkatan Mutu.
AREA
Instalasi Farmasi
PIC
Kepala Instalasi Farmasi
FORMAT
PENCATATAN
JUMLAH
NAMA
JUMLAH
OBAT
OBAT
OBAT
NO TANGGAL
ESENSIAL
ESENSIAL
KET
SELURUH
YANG
YANG
ESENSIAL
KOSONG
KOSONG
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Verifikasi :

INDIKATOR QPS MANAJERIAL

STANDAR
JUDUL INDIKATOR
TIPE INDIKATOR
TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL

ALASAN/ IMPLIKASI/
RASIONALISASI
FORMULA
NUMERATOR
DENOMINATOR
TARGET
SAMPLING
KRITERIA INKLUSI
KRITERIA EKSKLUSI
PENCATATAN
ANALISA &
PELAPORAN

AREA
PIC
FORMAT
PENCATATAN

QPS 3. Manajerial 2 : Pelaporan kegiatan, seperti diatur oleh undangundang dan peraturan
Ketepatan Waktu Laporan Insiden Keselamatan Pasien
Struktur
Proses
Outcome
Proses & Outcome
Tergambarnya ketepatan waktu laporan sesuai dengan Laporan Kegiatan Rumah
Sakit dari ruang atau unit ke Tim Mutu setiap tanggal 05 pada bulan berikutnya,
untuk mendapatkan feed back yang lebih cepat.
Jumlah laporan bulanan tentang insiden keselamatan pasien yang dapat dikirim
tepat waktu (setiap tanggal 05 bulan berikutnya) ke Tim Mutu Rumah Sakit.
Laporan yang dikirim yaitu :
1. Laporan kasus KNC
2. Laporan indikator Keselamatan pasien
Ketepatan waktu pengiriman laporan merupakan kewajiban setiap ruangan/unit
untuk memberikan data kepada tim Mutu Rumah Sakit. Sebagai bahan evaluasi
penyelenggaraan pelayanan kesehatan pada unit kerja masing-masing.
Jumlah Laporan terkirim pada tgl 05 (pcs) : Jumlah Laporan yang harus
terkirim pada tgl 05 (pcs) x 100% = ___%
Jumlah Laporan Bulanan yang terkirim pada tanggal 05 bulan berikutnya
Jumlah Laporan Bulanan yang harus terkirim pada tanggal 05 bulan berikutnya
100 %
Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan mencatat
laporan yang dikirim setiap bulan Tim Mutu Rumah Sakit.
Laporan yang dikirim setiap bulan ke Tim Mutu Rumah Sakit yaitu :
1. Laporan kasus KNC
2. Laporan indikator Keselamatan pasien
Pencatatan dilaksanakan setiap bulan, dilakukan oleh kepala ruang/unit
Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh kepala ruang/unit sebagai
informasi awal untuk unitnya, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Direksi. Secara umum data akan dievaluasi serta
dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah setiap tiga bulan yang
dikoordinasikan oleh Tim Mutu
Rumah Sakit Umum Budi rahayu
Kepala Ruang/unit

NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Verifikasi

INDIKATOR QPS MANAJERIAL

NAMA LAPORAN
2

TANGGAL
PENGIRIMAN
LAPORAN
3

KET
4

STANDAR
JUDUL

QPS 3. Manajerial 3 : Manajemen risiko


Insiden Tertusuk Jarum

INDIKATOR
TIPE

Struktur

Proses

Outcome

Proses

&

INDIKATOR
TUJUAN

Outcome
Mengetahui peran menejemen rumah sakit dalam mengidentifikasi insiden tertusuk

DEFINISI

jarum serta kualitas manajemen dalam perlindungan petugas


Insiden tertusuk jarum adalah kondisi cidera yang tidak diinginkan yang berisiko terjadi

OPERASION

pada seluruh staf yang berada di RSU Budi Rahayu baik staf medis, penunjang atau non

AL

medis. Penanganan ini sesuai dengan prosedur tindakan penanganan pajanan di tempat

ALASAN/

kerja oleh Risk Management.


Menejemen ini perlu dilaksanakan untuk mencegah terjadinya insiden yang terus

IMPLIKASI/

menerus, dengan melaksanakan FMEA. Pencegahan ini dapat terlaksana jika data

RASIONALIS

insiden ini dapat teridentifikasi secara rutin oleh Risk Management.

ASI
FORMULA
NUMERATO

R
DENOMINAT

OR
TARGET
SAMPLING

0
Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan mencatat laporan

KRITERIA

insiden tertusuk jarum yang terjadi setiap bulan.


Seluruh insiden tertusuk jarum

INKLUSI
KRITERIA

EKSKLUSI
PENCATATA

Pencatatan dilaksanakan setiap ada insiden tertusuk jarum, dilakukan oleh Tim PPI-RS

N
ANALISA &

dari laporan setiap unit yang mengalami insiden.


Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Tim PPI-RS sebagai

PELAPORAN

informasi awal untuk unitnya, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan kepada
Tim Mutu Mutu dan Direksi. Secara umum data akan dievaluasi serta dideseminasikan
kepada seluruh komponen rumah setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mut

AREA
PIC

Mutu
Rumah Sakit Umum Budi Rahayu
Tim PPI-RS

FORMAT
PENCATATA
N
N
O

TANGGAL

DILAKSANAK

1
2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Verifikasi:

NAMA

TEMPA

TEMPAT

KRONOLO

PETUG

KEJADI

GIS

AS

TUGAS

AN

KEJADIAN

AN
PENANGANA

KE

N DENGAN

TEPAT
(YA/TIDAK)
7

INDIKATOR QPS MANAJERIAL


STANDAR
QPS 3. Manajerial 4 : Manajemen utilisasi
JUDUL
Pemanfaatan alat CT-Scan, untuk CT-Scan kepala dalam proses penegakan
INDIKATOR
TIPE
INDIKATOR
TUJUAN

diagnosa pasien yang dilaksanakan di Unit Radiologi


Struktur
Proses
Outcome

Proses
Outcome

Mengetahui menejemen utilisasi alat rumah sakit yang efektif dan efisien

&

DEFINISI

Pemanfaatan alat CT-Scan adalah angka yang menunjukkan jumlah pemakaian alat CT-

OPERASIONAL

Scan sesuai dengan indikasi dan urgensi keperluan penggunaan alat CT-Scan. Alat CTScan yang digunakan memang benar-benar sesuai dengan indikasi perawatan yang
dibutuhkan untuk melihat gambaran yang lebih baik dari foto konvensional. Dalam
pengukuran indikator ini akan difokuskan untuk CT-Scan kepala dalam proses

ALASAN/

penegakan diagnosa pasien yang dilaksanakan di Unit Radiologi.


Pemanfaatan alat CT-scan ini harus dipantau untuk mengurangi unit cost pengeluaran

IMPLIKASI/

rumah sakit, sehingga sumber daya rumah sakit dapat dihemat secara efektif dan efisien.

RASIONALISASI
FORMULA
Jumlah pemeriksaan CT-Scan kepala yang dicatat sesuai dengan indikasi dan urgensi
pasien dalam satu bulan (kali) : Jumlah seluruh pemeriksaan CT-Scan Kepala dalam
NUMERATOR

bulan yang sama (kali) x 100% = ___%


Jumlah pemeriksaan CT-Scan kepala yang dicatat sesuai dengan indikasi dan urgensi

DENOMINATOR
TARGET
SAMPLING

pasien dalam satu bulan


Jumlah seluruh pemeriksaan CT-Scan Kepala dalam bulan yang sama
100%
Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan mencatat seluruh

KRITERIA

pasien yang dilaksanakan pemeriksaan CT-Scan kepala setiap bulan.


Seluruh pasien yang dilaksanakan pemeriksaan CT-Scan kepala

INKLUSI
KRITERIA

EKSKLUSI
PENCATATAN

Pencatatan dilaksanakan setiap ada pasien yang dilaksanakan pemeriksaan CT-Scan,

ANALISA &

dilakukan oleh staf Instalasi Radiologi


Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Instalasi Radiologi

PELAPORAN

sebagai informasi awal untuk unitnya, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Direksi. Secara umum data akan dievaluasi serta dideseminasikan

AREA
PIC
FORMAT

kepada seluruh komponen rumah setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu
Instalasi Radiologi
Kepala Instalasi Radiologi

PENCATATAN
N
O

1
1
2
3
4
5

TANGGAL

UNIT/DOKTER

NAM

YANG

NO.

DIAGN

MEMBUAT

PASI

RM

OSA

PERMINTAAN

EN

CT-SCAN

KEPALA
6

PEMANFAAT
AN

KESESUAIA

N INDIKASI

(YA/TIDAK)
7

6
7
8
9
d
st
Verifikasi :

INDIKATOR QPS MANAJERIAL


STANDAR
QPS 3. Manajerial 5 : Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga pasien
JUDUL INDIKATOR
Kepuasan Pasien Rawat Inap
TIPE INDIKATOR
Struktur
Proses
Outcome
Proses & Outcome
TUJUAN
Tergambarnya persepsi pasien terhadap mutu pelayanan Rumah sakit
DEFINISI

berdasarkan elemen elemen tingkat kepuasan pelanggan yang ditetapkan.


Kepuasan pasien rawat inap adalah pernyataan puas oleh pasien yang dirawat

OPERASIONAL

inap terhadap pelayanan Rumah Sakit dengan indeks kepuasan 3 berdasarkan


elemen-elemen tingkat kepuasan pelanggan yang ditetapkan.
Pasien yang dimaksud adalah pasien dewasa yang telah dirawat inap minimal

ALASAN/ IMPLIKASI/

tiga hari, tanpa diit khusus dan pulang hidup setiah hari Senin dan Kamis.
Kepuasan pasien menggambar kan kualitas pelayanan yang diberikan. Kualitas

RASIONALISASI

harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada presepsi pelanggan
(Kotler, 1994). Hal ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukanlah
berdasarkan

sudut

pandang

atau

persepsi

pihak

penyedia

jasa,

melainkanberdasarkan sudut pandang atau presepsi pelanggan. Persepsi


pelanggan terhadap kualitas jasa merupakan penilaian menyeluruh atas
FORMULA

keunggulan suatu jasa.


Jumlah pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan rumah sakit (indeks

kepuasan 3) dalam satu bulan (orang) : Jumlah seluruh pasien yang disurvey
NUMERATOR

dalam bulan yang sama (orang) x 100% = ___%


Jumlah pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan rumah sakit (indeks

DENOMINATOR
TARGET
SAMPLING

kepuasan 3) dalam satu bulan


Jumlah seluruh pasien yang disurvey dalam bulan yang sama
90%
Pengumpulan data dilaksanakan dengan total sampling sesuai kriteria inklusi,

PENCATATAN

dilakukan oleh staf perawat rawat inap setiap hari Senin dan Kamis.
1. Pasien dewasa (umur 21 tahun)
2. Pasien telah dirawat inap minimal tiga hari
3. Pasien tanpa diit khusus
4. Pasien pulang hidup setiap hari Senin dan Kamis
1. Penunggu pasien
2. Keluarga pasien
3. Pasien dengan gangguan jiwa
4. Pasien pulang meninggal
Pencatatan dilaksanakan setiap ada pasien pulang dilakukan oleh perawat setiap

ANALISA &

hari Senin dan Kamis.


Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala ruang sebagai

PELAPORAN

informasi awal untuk unitnya, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan

KRITERIA INKLUSI

KRITERIA EKSKLUSI

kepada Tim Mutu dan Direksi. Secara umum data akan dievaluasi serta
dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah setiap tiga bulan yang

PENCATATAN
NO

TANGGAL

AREA
PIC
FORMAT

dikoordinasikan oleh Tim Mutu


Seluruh area rawat inap
Kepala ruang
Format kuesioner terlampir

1
2
1
2
3
4
5
6
7
dst
Verifikasi

KODE
RESP
3

NILAI
AREA

INDEKS
KEPUASAN

KETERANGAN
(puas/tidak puas)
6

INDIKATOR QPS MANAJERIAL


STANDAR
QPS 3. Manajerial 6 : Harapan dan kepuasan staf
JUDUL INDIKATOR
Kepuasan Pegawai (menggunakan Two Factor Teory Hygiene dan
Motivasi)
TIPE INDIKATOR
Struktur
Proses
Outcome
Proses & Outcome
TUJUAN
Tergambarnya persepsi pegawai terhadap elemen Two Factor Teory Hygiene
dan Motivasi dalam mengetahui tingkat kepuasan staf di RSUP Sanglah.
DEFINISI
Kepuasan pegawai adalah pernyataan puas oleh pegawai terhadap elemen Two
OPERASIONAL
Factor Teory Hygiene dan Motivasi yang ditetapkan rumah sakit dengan
indeks kepuasan 3.
Pegawai yang dimaksud adalah pegawai yang telah bekerja minimal 1 tahun,
tidak sedang cuti, dan secara aktif masih bekerja di RSUP Sanglah Denpasar.
ALASAN/ IMPLIKASI/ Kepuasan kerja karyawan adalah terpenuhi atau tidaknya keinginan mereka
RASIONALISASI
terhadap pekerjaan. Apabila dalam lingkungan kerja seorang karyawan tidak
mendapatkan apa yang diharapkan diantarannya peluang promosi yang adil,
pendapatan yang baik, rekan kerja dan atasan yang menyenangkan serta
kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri maka dapat dipastikan kinerja karyawan
akan buruk(Timmreck, 2001).
FORMULA
Jumlah pegawai yang menyatakan puas terhadap elemen elemen tingkat
kepuasan pegawai yang ditetapkan rumah sakit (indeks kepuasan 3) dalam 1
tahun (orang) : Jumlah seluruh pegawai yang disurvey dalam periode yang sama
(orang) x 100% = ___%
NUMERATOR
Jumlah pegawai yang menyatakan puas terhadap elemen elemen tingkat
kepuasan pegawai yang ditetapkan rumah sakit (indeks kepuasan 3) dalam 1
tahun
DENOMINATOR
Jumlah seluruh pegawai yang disurvey dalam periode yang sama
TARGET
90%
SAMPLING
Jumlah sampel digunakan adalah dengan proporsi minimal 15 % dari
keseluruhan populasi pegawai di RSUP Sanglah
KRITERIA INKLUSI
1. Pegawai yang telah bekerja minimal 1 tahun
2. Pegawai yang secara aktif masih bekerja di RSUP Sanglah Denpasar
KRITERIA EKSKLUSI
1. Pegawai yang sedang cuti
2. Pegawai yang sedang tugas belajar
3. Pegawai yang sedang sakit
PENCATATAN
Rekapitulasi dilaksanakan oleh staf pegawai SDM pada Bulan Januari tahun
berikutnya.
ANALISA &
Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Bagian SDM
PELAPORAN
sebagai informasi awal untuk unitnya, analisa dan pelaporan dilaksanakan
Kepala Bagian SDM, maksimal terselesaikan tanggal 30 bulan Januari tahun
berikutnya sebagai laporan tahun sebelumnya, kemudian dilaporkan kepada Unit
Penjaminan Mutu dan Direksi. Secara umum data akan dievaluasi serta
dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah setiap triwulan pertama yang

NO

LTANGGA

AREA
PIC
FORMAT
PENCATATAN

dikoordinasikan oleh Unit Penjaminan Mutu


Seluruh area RSUP Budi Rahayu
Kepala Bagian SDM
Format kuesioner terlampir

1
2
1
2
3
4
dst
Verifikasi

KODE RESP

AREA

NILAI
INDEKS
KEPUASAN

KETERANGAN
(puas/tidak puas)

INDIKATOR QPS MANAJERIAL


STANDAR
QPS 3. Manajerial 7 : Demografi dan diagnosis klinis pasien
JUDUL INDIKATOR
Trend 10 besar diagnosa dan data demografi yang bersangkutan
TIPE INDIKATOR
Struktur
Proses
Outcome
Proses & Outcome
TUJUAN
Tergambarnya distribusi 10 besar diagnosa dan data demografi yang
bersangkutan untuk dapat dilaksanakan pelaporan dengan cepat dan tindak lanjut
DEFINISI
10 besar diagnosa dan data demografi yang dimaksud adalah 10 penyakit yang
OPERASIONAL
memiliki jumlah pasien paling banyak yang dirawat di RSU Budi Rahayu
berdasarkan data demografi yang meliputi Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan,
Pekerjaan, Suku Bangsa, Daerah Asal dan Agama.
ALASAN/ IMPLIKASI/ Pencatatan yang regular sangat diperlukan untuk memberikan informasi kepada
RASIONALISASI
unit kesehatan masyarakat dalam rangka kegiatan preventif untuk mengurangi
penyebaran penyakit yang dapat terjadi.
FORMULA
NUMERATOR
DENOMINATOR
TARGET
SAMPLING
KRITERIA INKLUSI
KRITERIA EKSKLUSI PENCATATAN
Rekapitulasi dilaksanakan oleh staf Rekam Medis.
ANALISA &
Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Instalasi Rekam
PELAPORAN
Medis sebagai informasi awal untuk unitnya, kemudian setiap bulannya data
akan dilaporkan kepada Tim Mutu dan Direksi. Secara umum data akan
dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah setiap tiga
bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu
AREA
Instalasi Rekam Medis
PIC
Kepala Instalasi Instalasi Rekam Medis

INDIKATOR QPS MANAJERIAL


STANDAR
QPS 3. Manajerial 8 : Manajemen Keuangan
JUDUL INDIKATOR
Cash Ratio
TIPE INDIKATOR
Struktur
Proses
Outcome
Proses & Outcome
TUJUAN
Mengetahui tingkat likuiditas rumah sakit
DEFINISI
Perbandingan kas dan setara kas dengan kewajiban lancar
OPERASIONAL
ALASAN/ IMPLIKASI/ Kas, Bank dan Surat Berharga Jangka Pendek adalah posisi masing-masing pada
RASIONALISASI
akhir tahun, dengan mengetahui cash ratio dapat dilakukan pengembanganpengembangan yang sejalan dengan likuiditas RS.
FORMULA
Kas + Bank + Surat Berharga Jangka Pendek / Current Liabilities x 100%
NUMERATOR
Current Asset
DENOMINATOR
Current Liabilities
TARGET
35%
SAMPLING
KRITERIA INKLUSI
KRITERIA EKSKLUSI PENCATATAN
Rekapitulasi dilaksanakan oleh Direktorat Keuangan setiap tiga bulan.
ANALISA &
Analisa sederhana dilaksanakan oleh Direktorat Keuangan sebagai informasi
PELAPORAN
awal untuk direktoratnya, kemudian setiap tiga bulannya data akan dilaporkan
kepada Unit Penjaminan Mutu dan Direksi. Secara umum data akan dievaluasi
serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah setiap tiga bulan yang
dikoordinasikan oleh Unit Penjaminan Mutu
AREA
Finansial
PIC
Direktorat Keuangan
FORMAT
PENCATATAN
CASH +
CURRENT
CASH RATIO
NO PERIODE
KET
BANK
LIABILITIES
(%)
1
2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Verifikasi

INDIKATOR QPS MANAJERIAL


STANDAR
QPS 3. Manajerial 9 : Pencegahan dan pengendalian peristiwa yang
membahayakan keselamatan pasien, keluarga pasien dan staf
JUDUL INDIKATOR
Ketaatan Penggunaan APD
TIPE INDIKATOR
Struktur
Proses
Outcome
Proses & Outcome
TUJUAN
Tergambarnya pemeliharaan akurasi alat ukur medis untuk keselamatan pasien
DEFINISI
Kalibrasi adalah pengujian kembali terhadap kelayakan peralatan alat ukur oleh
OPERASIONAL
Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) sesuai standar waktu yang
ditentukan.
ALASAN/ IMPLIKASI/ Kalibrasi ini perlu dilaksanakan untuk memastikan agar alat ukur medis
RASIONALISASI
memiliki fungsi yang baik, sebelum digunakan untuk melayani pasien, guna
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
FORMULA
Jumlah peralatan ukur medis yang terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan
ketentuan kalibrasi BKFK dalam 1 tahun (pcs) : Jumlah seluruh peralatan ukur
medis dalam 1 tahun (pcs) x 100% = ___%
NUMERATOR
Jumlah peralatan ukur medis yang terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan
ketentuan kalibrasi BPFK dalam 1 tahun
DENOMINATOR
Jumlah seluruh peralatan ukur medis yang harus dikalibrasi
TARGET
80%
SAMPLING
Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan mencatat
seluruh Peralatan ukur medis yang terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan
ketentuan kalibrasi BPFK.
KRITERIA INKLUSI
Seluruh alat ukur medis yang dipakai untuk pasien
KRITERIA EKSKLUSI Alat ukur medis yang rusak dan/atau sedang afkir/perbaikan
PENCATATAN
ANALISA &
Analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala IPSMNP sebagai informasi awal
PELAPORAN
untuk unitnya, kemudian setiap tahun data akan dilaporkan kepada Unit
Penjaminan Mutu dan Direksi. Secara umum data akan dievaluasi serta
dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah setiap tahun yang
dikoordinasikan oleh Unit Penjaminan Mutu
AREA
IPSMNP
PIC
Kepala IPSMNP
FORMAT
Sesuai instrument IPSMNP
PENCATATAN