Anda di halaman 1dari 8

TERMODINAMIKA

Ilmu yg membahas tentang hubungan panas dan kerja


Tujuan:
1. menerangkan suatu proses dapat berlangsung atau tidak pada temperatur dan
tekanan tertentu
2. menerangkan suatu reaksi menyerap panas atau menghasilkan panas
3. membuat suatu neraca energi atau neraca panas sehingga dapat diketahui
berapa jumlah reduktor atau oksidator yang diperlukan
Tahap pembangunan pabrik ekstraksi :
-thermodinamika : berhub dgn kemungkinan kelangsungan proses kimia serta keadaan
akhir yg akan dicapai
-kinetika : mempelajari laju/ kec reaksi dan pengendaliannya.
-transport fenomena : mempelajari ttg perpindahan massa dan kalor dr reaksi
-perekayasaan : hub dgn perencanaan dan perancangan pembangunan peralatan/ reaktor dan
sarana pendukung yg diperlukan utk merealisasikan proses yg direncanakan.
Peranan Thermodinamika:
1. Tahap Preparasi : termodinamika diterapkan pd diagram kellogg diagram kesetimbangan
logam-sulfur - oksigen
2. Tahap Ekstraksi : termodinamika dipakai utk memperkirakan berlangsungnya proses
redoks logam baik menggunakan reduktor C, H2, logam lainnya ( metallothermik) berdasar
data kesetimbangan pembentukan oksida berbagai logam dpt dibentuk diagram ellingham
4M/x + O2 = 2/x M2Ox
3. Tahap pemurnian :
-pd tahap ekstraksi reduksi mrpkn reaksi kimia yg sangat penting pd salah satumetode
pemurnian scr pirometalurgi justru sebaliknya yaitu reaksi oksidasi.
-pd metode ini unsur pengotor diubah mjd oksida yg secara fisik dpt dipisahkan dr logam
utamanya baik sbg oksida leleh, padatan maupun dlm btk gas
-diagram ellingham juga dpt utk menentukan penghilangan unsur tertentu dgn cara oksidasi
selektif
-proses pemurnian dilakukan utk menurunkan kandungan unsur2 pengotor
-pemurnian dpt dilakukan dgn elektrolitic
1. Dasar - DasarThermodinamika
1.Hukum Avogadro
pd 0 C dan 760 mmHg (STP), vol 1 mol gas = 22,415 Lt
2. Boyle-gay lussac
PV=nRT
R: bilangan reynold = 0,082 Lt atm/ mol K = 8,3144 Nm/mol K= 8,3144 Joule/ mol K =
1,987 kalori/ mol K
3. Dalton
Tekanan total gas yg tdk saling bereaksi mrpkn jml masing2 tekanan parsialnya.
P = P1+P2+Pn
4. Divusi Graham

V= 1/d = 1/M
V :difusi, d : kerapatan, M: berat molekul
HK Termodinamika I
Dalam suatu sistem dgn massa tetap energi tdk dpt diciptakan maupun dihancurkan tetapi dpt
berubah ke btk lain.
U=qw
Vkonstan = U = d
W = PV + w
Pkonstan U=q-PV
Hk Termodinamika 2
Adalah tdk mungkin membuat suatu mesin yg dpt merubah energi panas mjd kerja kecuali
sebagian energi itu berpindah dr T tinggi ke T rendah.
Hk Termodinamika 3:
Bahwa pertambahan entropi utk reaksi yg reversibel yg melibatkan kristal pdt sempurna pd 0
K adalah 0 (nernst 1906)
Entropi semua kristal padat sempurna pd 0 K = 0 (planck)
ENTROPI
Suatu fungsi keadaan yg mrpkn uk/keteraturan/ ketidakteratruran struktur atom suatu system.
Diagram Ellingham : diagram yg menggambarkan harga G (energi bebas) pembentukan
oksida berbagai unsur/ logam sebagai fungsi temperatur.
Informasi yg terdpt didlmnya:
-bila harga G<0 mk reaksi berlangsung spontan, suatu oksida akan stabil
-bila grafik perubahan energi bebas berada di bwh grs G = 0 mk oksida logam akan stabil.

Diagram Pourbaix
Diagram potensial/pH atau sering disebut sebagai diagram Pourbaix bisa dianggap sebagi
peta yang menunjukkan kondisi potensial (oxidizing power) dan pH (keasaman ataupun

kebasaan) untuk berbagai kemungkinan fase stabil dalam sistem elektrokimia. Garis batas
diagram membagi area kestabilan untuk fase yang berbeda yang diturunkan dari persamaan
Nerst. Diagram Pourbaix dapat digunakan untuk memperkirakan apakah logam akan berada
dalam kondisi terkorosi, imun ataukah dalam kondisi pasif. Namun, prediksi tentang laju
korosi tidak dapat dilakukan dengan diagram Pourbaix ini.

Diagram Kellog
Untuk menentukan berapa banyak gas yang harus diberikan dalam proses roasting ini, agar
membentuk senyawa oksida logam yang kita perlukan, maka diperlukan suatu perhitungan
kesetimbangan yang melibatkan bentuk-bentuk oksida logam yang mungkin terjadi. Garisgaris grafik kesetingangan tersebut, diplot pada suatu grafik. Grafik tersebut dikenal dengan
nama diagram Kellog

Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika


Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga,
maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.
Hukum Pertama Termodinamika
Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam
dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang
disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.
Hukum Kedua Termodinamika
Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total
entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan
meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.
Hukum Ketiga Termodinamika
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan
bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti
dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa
entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

Perbedaan unit operation dgn unit procesing :


Unit operation :
Dasar : sifat fisik
Produk : mineral
Fase : padat
Persiapan : kominusi, sizing
Hasil : Consentrat, midling, tailing
Unit Procesing:
Dasar : sifat kimia, fisik
produk : metal
fase : perubah , padat, cair, gas
persiapan : preparasi (fisik, kimia)
hasil : L, S, gas
Tahapan Metalurgi ekstraksi:
1. preparasi (fisik, kimia)
-preparasi fisik : aglomeration yg terdiri dari : peletizing, sintering, briquieting
-preparasi kimia : roasting, calcining
2. ekstraksi metal
-pyrometallurgi : menggunakan energi bahan bakar padat cair gas ( smelting, converting,
retorting, fire refining)
-hydrometalurgi : menggunakan reagen pelarut (leaching, presipitasi)
-ellectrometalurgi : menggunakan energi listrik (electrothermik (peleburan dgn energi listrik),
electrolisa dlm larutan air ( electro refining, electro winning, electro plating), fused salt
electrolisis (electrolisa garam lebut)).
3. Pemurnian
Perubahan fase
-gas liquid/liquid gas (kondensasi)
- gas Solid / solid gas (retorting)
-liquid solid/solid liquid (smelting)
Peralatan tanur :
-fixed bed (sintering), Fluidized bed (roasting), shaft furnace ( Fe, Pb blast furnace, lime),
rotary kiln ( drying, kalsinasi), retort ( retorting), reverberatory furnace (matte smelting),
electric furnace (electric matte smelting), cell utk electrolisa garam lebur
Urutan Ekstraksi :
Bijih - Preparasi PBG - Konsentrat - Preparasi Ekstraksi - Metalurgi ekstraksi - Logam
Preparasi Ekstraksi
Tujuan :
-pengeringan ( T : 110 C)
-mengubah senyawa logam

-mengubah ukuran/ sifat fisik bijih / konsentrat agar sesuai dgn persyaratan proses
selanjutnya
Pirometalurgi
PIROMETALURGI
Suatu proses yg dilakukan pd T tinggi .500 C
Tahapan :
-preparasi (fisik, kimia) yg berlangsung dibwh ttk lelehnya.
-ekstraksi logam berlangsung pd temp tinggi disertai peleburan, penguapan utk menghasilkan
logam
-pemurnian agar mudah dlm mengatur komposisi logam
prinsip ekstraksi pirometalurgi
-berlangsungnya reaksi kimia yg menghasilkan logam dr senyawa
-terbtknya 2 fase / lebih logam yg dihasilkan dpt terpisah dr senyawa yg tdk dikehendaki.
Reaksi yg berlangsung : reduksi, oksidasi, netral (tanpa redoks)
Proses reduksi:
- Dalam ekstraksi metalurgi proses reduksi memegang peranan penting
- Proses reduksi, proses pembentukan logam dr senyawa oksida dgn reduktor
- Oksida logam ada yg terdpt dialam sbg bijih ttp ada juga berbtk senyawa lain/ sulfida.
- Reduksi beberapa logam ada yg tjd pd T dibwh ttk lelehnya (NiO, FeO) sbg reduktor : C
(batubara, kokas, H2, CH4)
Peleburan Reduksi
Dilakukan pd bijih/ konsentrat oksida utk menghasilkan logam digunakan reduktor ( karbon
hidrogen)
Reaksi :
MO + CO M + CO2
Reaksi dgn C pdt
MO+ C = M + CO
CO yg terbtk dpt mjd reduktor. Unsur pengotor ada kemungkinan ikut tereduksi
XO + CO X + CO2
Reduksi menghasilkan uap logam
-Utk bbrp logam tertentu yg mpy tekanan uap relatif tinggi, ekstraksi dilakukan dg cara
reduksi pdt menghasilkan uap logam tsb.
-pemisahan antara pengotor + logam dpt dilakukan dgn mudah
-uap logam yg didpt dikondensikan
ZnS + 3/2 O2 = ZnO + SO2
ZnO + C = Zn + CO
Yg dominan
ZnO+CO = Zn + CO2

Didlm tanur retort tjd reaksi


CO2+C=2CO
Dgn demikian gas yang dihasilkan dr proses restoring ini mrpkn campuran uap Zn, gas CO,
CO2 dlm jml kecil.
Peleburan netral
-proses ini lebih dikenal sbg Matte Smelting atau Speiss Smelting tergantung senyawa logam
yg dilebur
-pengotor diupayakan mjd seng oksida (terak/slang) sedang logam berharga mjd fase leleh yg
disebut matte/ speiss
-matte : produk peleburan yg mrpkn logam2 sulfida ( Cu2SfeS, Ni2FeS)
-Speiss : produk peleburan yg merupakan seng logam dgn arsenit (As) atau antimon ( Sb)
(MxAsy) (MxSby)
-pd peleburan netral tdk dilakukan penambahan oksidator maupun reduktor
MSn MS + G
M : logam berharga, M : logam tdk berharga, G : pengotor
-Bila M mudah dioksidasi dr M mk bila dilakukan pemanggangan oksidasi partial :
MS(n-n)MS + nMO + G
-krn oksida logam bersifat basa, mk MO membutuhkan fluk asam (SiO2) shg dpt
membentuk silikat
-G dpt bersifat asam / basa
-MO dan G masuk ke terak
-Dlm pemanggangan partial: selalu dijaga agar tdk semua MS teroksidasi mjd MO sebab
dlm roasting MS dpt teroksidasi mjd MO, mk dlm peleburan matte dpt diubah kembali mjd
MS.
METALOTERMIK
- Proses peleburan reduksi suatu oksida logam dgn menggunakan logam lain sbg reduktor.
- Metode ini dilakukan bila logam yg direduksi sangat stabil, shg tdk dpt direduksi oleh
karbon, kecuali pd temp yg sangat tinggi/ oleh hydrogen, demikian juga logam membtyk
karbida tdk mungkin dihasilkan dgn reduktor karbon.
Keuntungan : sifat reaksi dr pembentukan oksida2 Al2O3 dan SiO2 eksotermik, shg keb kalor
utk peleburan sebag besar tercukupi dari reaksinya
Kerugian :
Reduktor sangat mahal shg penggunaan terbatas pd logam2 yg bernilai tinggi.
Cth :
Cr2O3 +2Al2Cr + Al2O3
2MgO + Si 2Mg +SiO2
Proses Oksidasi
Tujuan :
Mengubah senyawa sulfida (matte) logam pengotor mjd oksida msk ke terak
Sebagai oksidator digunakan udara
Cth : Pada proses converting
Peleburan Sulfidasi
Peleburan utk mendptkan matte ttp umpannya senyawa oksida. Pd bijih nikel min garnierite
NiO+CaS = NiS(matte) + CaO

XCaO + ySiO2 = (CaO)x(SiO2)y (terak)


Matte dilakukan converting hslnya bukan logam ttp tetap matte, dgn kandungan nikel tinggi
Peleburan Presipitasi
Proses ekstraksi berdasarkan reaksi pendesakan yaitu reaksi antara logam sulfida dgn logam
lain
MS + M = M +MS
PbS+Fe(scrap) = Pb+FeS (peleburan timbal)
Sb2S3+3Fe=2Sb+3FeS (peleburan antimon)
Peleburan semprot
Proses scr simultan, dr pemanggangan oksidasi partial-peleburan matte yg dilakukan dlm 1
reaktor
Konsntrat tembaga nikel berbutir hls disemprotkan bersama udara yg diperkaya oksigen.
Dlm reactor mula2 tjd proses pemanggangan
(msh pdt). Kalsin (hsl pemanggangan) akan
melebur matte
Keuntungan:
Penggunaan kalor lebih effisien.
KALSINASI
Pemanasan pd T
Tujuan :
- Penguraian karbonat
MCO3(p) MO(p) + CO2 (g)
M : Zn, Fe, Ag, Pb, Cd, Mn, Mg, Ca
GT = GT + RT In PCO2
- Penghilangan air kristal dan penguraian hidroksida
M(OH)2 = MO +H2O
GT = - RT ln PH2O
- Desagregasi bijih kompak
proses penguraian mekanis bijih yg sangat kompak dan penguraian senyawa organik
Cth : M3O4 (misal Fe3O4) sangat kompak (porositasnya rendah), jk direduksi dgn gas CO
reaksi diffusi gas lamban, mk Fe3O4 dipanaskan dan didinginkan mendadak (quenching) shg
timbul retakan2 yg mudah diterobos gas CO. Jk pd peleburan Fe3O4 (magnetit) yg
dikandung oleh bijh < 40% tdk perlu Quenching.

Diagram fasa
Diagram Fasa adalah diagram yang menampilkan hubungan antara temperatur dimana terjadi
perubahan fasa selama proses pendinginan dan pemanasan yang lambat.
Diagram fasa secara umum dipakai ada 3 jenis :
1. Diagram fasa tunggal/Uner ( 1 komponen/Komposisi sama dengan Paduan )
2. Diagram fasa Biner ( 2 komponen unsur dan temperatur)
3. Diagram fasa Terner ( 3 komponen unsur dan temperatur)