Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN BUDIDAYA

KERAMBA JARING APUNG (KJA)


KELOMPOK I
SUMIYATI
KAHARUDDIN
SELVI SETIA PJ
HASAN

MANAJEMEN TATA LINGKUNGAN


AKUAKULTUR

PENDAHULUAN
Biota air membutuhkan lingkungan yang nyaman
agar dapat hidup sehat dan tumbuh optimal.
Pertimbangan faktor-faktor yang mempengaruhi
lingkungan perairan adalah penting karena
kualitas air sangat mempengaruhi semua jenis
organisme yang hidup di air
Adapapun permasalahan yang timbul yaitu
penurunan fungsi perairan akibat pencemaran
yang secara langsung mengakibatkan
menurunnya produksi perikanan
Sehingga perlu adanya manajemen budidaya ikan
sistem KJA yang berkelanjutan yang sesuai
dengan konsep dasar pemikiran pembangunan

PEMBAHASAN
Penempatan Lokasi Media Budidaya
Faktor Resiko
Pencemaraan
Manusia
Konflik penggunaan lahan
Gangguan alam (badai dan gelombang besar)
Pasang surut
Faktor Kemudahan
Sarana dan prasarana transportasi
Ketersediaan benih
Ketersediaan pakan
Pemasaran
Faktor Hidrologi
Faktor Fisika
Faktor Kimia
Faktor Biologi

Faktor Fisika
Suhu perairan: 27 - 32 oC, dengan fluktuasi harian < 5
oC.
Kedalaman perairan < 5 meter.
Kecerahan > 5 meter.
Kecepatan arus 15 - 30 cm/det.
Dasar perairan. khusus untuk ikan kerapu macan, dasar
perairan haruslah berkarang atau berpasir.

Faktor Kimia

Salinitas: 30 - 33 o/oo.
pH: 8,0 - 8,2.
DO >5 ppm.
BOD <5 ppm selama 5 hari.
Amoniak (NH3) < 1,0 ppm.

Faktor Biologi
Predator
Total koloni bakteri

Pola dan perizinan usaha


Perlu pendekatan sosial budaya dan sosialisasi
peraturan yang tepat pada strategi
pengurangan jumlah KJA dan penataan kembali
lokasi budidaya ikan sistem KJA.
Perlu koordinasi antara pembudidaya, pengelola
waduk, pemerintah, masyarakat sekitar waduk
dalam memanfaatkan danau/waduk dan
menjaga kelestariannya.
Perlu dukungan sarana dan prasarana yang
terkait budidaya KJA dalam upaya manajemen
budidaya ikan sistem KJA yang lestari dan
berkelanjutan.

Sarana Budidaya
Sarana Utama

Scop Net

Sarana
penunjang

Proses sampling pertumbuhan

Pemilihan Benih
Tidak mengancam keanekaragaman hayati di
perairan waduk;
Mempunyai nilai ekonomis tinggi;
Dalam proses budidaya menghasilkan limbah
organik yang sedikit.
Pemilihan benih bertujuan untuk mendapatkan
benih yang sehat dan bermutu. Beberapa hal
yang harus diperhatikan:
Benih ditebar sesuai SNI yang dijamin dengan
sertifikat sistem mutu perbernihan dan padat
penebaran sesuai dengan SNI pembesaran di
KJA;
Sebelum ditebar benih harus dilakukan
penyesuaian dengan kondisi perairan.

Manajemen Pakan
Pakan diberikan dengan cara ditebar keseluruh jarring.
Fase pendederan, pakan diberikan secara ad libitum
Fase penggelondongan, pakan diberikan 8-10% dari total
biomass/hari
Fase pembesaran pakan diberikan 5-8%.
Pemberian pakan dilakukan pada pagi & sore hari berupa ikan
rucah (tanjan, tembang & lamuru) & pakan buatan.

Hama & Penyakit


Jenis hama yang potensial mengganggu usaha budidaya kerapu
dalam KJA adalah: ikan buntal, burung & penyu
Penyakit akibat Serangan Virus
Penyakit Akibat Protozoa
Penyakit Akibat Jamur (fungi)
Penyakit Akibat Serangan Bakteri

Panen
Panen pada ukuran konsumsi pada pagi dan sore hari
Panen total dan panen selektif
Dipuasakan selama 24 jam sebelum dipanen

PENUTUP
Kesimpulan
Adapun yang menjadi kesimpulan pada penyusunan makalah
manajemen budidayaKJA ini adalah sebagai berikut :
Komponen KJA yang berkualitas baik akan menghasilkan konstruksi KJA
yang baik pula.
Pemilihan lokasi yang sesuai dengan lingkungan kebutuhan organisme
yang dibudidayakan dapat menghasilkan hasil produksi optimal.
Selain faktor teknis, faktor tata letak juga perlu diperhatikan agar
kelangsungan usaha pembesaran ikan di KJA dapat berjalan lancar.

Saran
Adapun saran yang dapat kami berikan ialah sebaiknya
dilakukan kjunjungan lapangan pada usaha/kegiatan budidaya
Keramba Jaring Apung, sehingga kita dapat melihat secara
langsung proses budidaya KJA dan dapat melengkapi informasi
yang telah ada pada makalah ini.

Terima
Kasih