Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN

PENGAWASAN
HASIL PEMBELAJARAN
Di
SMPS BPS&K Terpadu Cileungsi
Tahun Pelajaran 20./20.

Jl. Raya Cileungsi-Jonggol Km.10 Desa Cipeucang Kecamatan Cileungsi , Kabupaten Bogor
Jawa Barat

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah juga mengamanatkan
tentang tugas pokok kepala sekolah pada semua jenjang mencakup tiga bidang, yaitu: (a) tugas
manajerial, (b) supervisi dan (c) kewirausahaan Tugas pokok tersebut dalam implementasinya
perlu dikawal oleh pemangku kepentingan untuk mengetahui keterlaksanaannya.
Permendiknas no.41 tahun 2007 tentang standar proses mengamanatkan bahwa setiap
guru wajib melaksanakan: perencanakan pembelajaran , melaksanakan pembelajaran
,melakukan penilaian dan adanya pengawasan oleh kepala sekolah dan pengawas satuan
pendidikan .Guru merupakan salah satu variable yang sangat menentukan mutu pendidikan di
sekolah.Untuk itu pelaksanaan standar prosesi harus dikawal oleh pemangku kepentingan
yaitu pengawas sekolah .Karena hal ini merupakan teknis pendidikan yang mendasar.
Kinerja guru dan kepala sekolah mewarnai kualitas pendidikan dan berujung pada mutu
pendidikan di sekolah .Untuk itu peraturan peratuturan yang telah ada wajib dikawal akan
implementasi di sekolah .
Eksistensi pengawas sekolah dinaungi oleh sejumlah dasar hukum. Undang-undang
Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 dan PP No.19 Tahun 2005 adalah landasan hukum yang
terbaru yang menegaskan keberadaan pejabat fungsional itu. Selaian itu secara tegas dikatakan
dalam Keputusan Menpan No.118 / 1996 sebagai berikut :Pengawas sekolah adalah Pegawai
Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggungjawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat
yang berwenang untuk melakukan pengawasan pendidikan di sekolah dengan melaksanakan
penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan
pendidikan prasekolah, dasar, dan menengah.
Permendiknas nomor 12 tahun 2007 mengamanatkan bahwa seorang pengawas sekolah
harus mampu dan menguasai melakukan penilaian kinerja baik kinerja guru ,kepala sekolah
,dan staf (tenaga administrasi sekolah ) merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai
pengawas sekolah/madrasah. Kompetensi tersebut termasuk dalam dimensi kompetensi
evaluasi pendidikan .
Dalam laporan ini, teknis pendidikan menyajikan penilaian kinerja guru dan kinerja hasil
pengawasan monitoring ulangan akhir semester dan pelaksanaan peneriman peserta didik .
Penulis berharap laporan semester ini dapat memeberikan kontribusi kepada Dinas Pendidikan
Kabupaten Bogor untuk memberikan pertimbangan dalam membuat kebijakan yang lebih
tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Cileungsi .
B. FOKUS MASALAH

Sesuai latar belakang di atas ,maka focus permasalahan pada pengawasan ini adalah :
1. Apakah guru sudah merencanakan perispan pembelajaran berupa,;
a. Progran tahunan dan program semester?
b. Melakukan analisis SK/KD ?
c. Mnyususun Silabus dan RPP sesuai dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007
tentang standar Proses ?
d. Melakukan analisis KKM ?
e. Membuat buku absensi siswa?
f. Membuat buku penialain hasil belajar siswa?
g. Membuat kisi-kisi soal UH,UTS,dan UAS ?
h. Melakukan analisis Ulangan Harian?
i. Membuat program remedial dan pengayaan?
2. Apakah sekolah dalam penerimaan peserta didik obyektif , transparan dan akuntable ?
3. Apakah sekolah dalam melaksanakan ulangan akhir semester sesuai dengan permendiknas
nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian ?
C. TUJUAN DAN SASARAN PENGAWASAN
1. TUJUAN PENGAWASAN
a. Untuk mengetahui kinerja guru dalam merencanakan persiapan pembelajaran
b. Untuk mengetahui kinerja guru dalam melaksnakan pembelajaran
c. Untuk mengetahui ketercapaian Standar Nasional Pendidikan di sekolah
d. Untuk mengetahui pelaksanaan penerimaan peserta didik
2. SASARAN PENGAWASAN
a. Teknis Pendidikan
Untuk focus masalah nomor 1 dan nomor 2 sasarannya adalah guru mata pelajaran
dalam merencanakan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas
b. Administrasi pendidikan
Untuk focus masalah pada nomor 3, 4 dan nomor 5 sasaranya pada administrasi
pendidikan yang berupa bukti fisik .
D. RUANG LINGKUP PENGAWASAN
Sesuai tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah ,ruang lingkup pengawasan semester ke-2
tahun pelajaran 2010/2011 meliputi :
1. Penilaian
Penilaian yang dimaksud yaitu
a. Penilaian terhadap kinerja guru.Penilaian kinerja guru mencakup menilai guru dalam
merencanakan proses pembelajaran (memmbuat silabus dan RPP serta pendukung
lainya) dan
b. Menilai guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran .
Hal ini sesuai dengan isi pada Permendiknas nomor 41 tahun 2007.Dalam penilaian
kinerja guru ,pengawas sekolah menggunakan kemampuan yang dimiliki yaitu
kemampuan supervise akademik.
2. Pemantauan
Tujuan pemantauan yang dilakukan pengawas sekolah adalah
a. Untuk mengetahui ketercapaian program sekolah .Pemantauan tersebut adalah
pemantauan 8 standar Nasional pendidikan dan pemantauan penerimaan peserta didik .
b. Untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan 8 standar nasional pendidikan dan

c. Transparansi penerimaan peserta didik


(Pengawas sekolah menggunakan kemampuan supervise managerial) .
3. Pembinaan
Pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah terhadap sekolah adalah pembinaan
sekolah yg mencakup teknik educative dan administrative educative .

BAB II
KERANGKA BERPIKIR DAN PEMECAHAN MASALAH
A. KERANGKA BERPIKIR
Siklus Kerangka perpikir pengawasan dan pemecahan masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan
pengawasan sekolah sebagai berikut .

a. Kegiatan pengawasan sekolah diawali dengan penyusunan program kerja yang


dilandasi oleh hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. Dengan berpedoman pada
program kerja yang disusun, dilaksanakan kegiatan inti pengawasan meliputi
penilaian, pembinaan, dan pemantauan pada setiap komponen sistem pendidikan di
sekolah binaannya.
b. Pada tahap berikutnya dilakukan pengolahan dan analisis data hasil penilaian,
pembinaan, dan pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil pengawasan dari setiap
sekolah dan dari semua sekolah binaan.
c. Berdasarkan hasil analisis data, disusun

laporan

hasil

pengawasan

yang

menggambarkan sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam meningkatkan


kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah binaannya.
d. Sebagai tahap akhir dari satu siklus kegiatan pengawasan sekolah adalah menetapkan
tindak lanjut untuk program pengawasan tahun berikutnya. Tindak lanjut pengawasan
diperoleh berdasarkan hasil evaluasi komprehensif terhadap seluruh kegiatan
pengawasan dalam satu periode.
Gambar 1.1. Siklus kerangka pikir pengawasan

PROGRAM
PENGAWASAN
TINDAL LANJUT

LAPORAN

EVALUASI

PENILAIAN

PEMBINAAN

PEMANTAUAN

ANALISIS HASIL
PENGAWASAN
B. PEMECAHAN MASALAH

Optimalisasi pencapaian satuan pendidikan dapat terwujut jika seluruh proses yang mencakup
perencanaan ,pelaksanaan , monitoring , evaluasi dan pelaporannya dapat terlaksana secara
intens,komprehensif dan terjadwal .
Sekolah dan Dinas pendidikan seyogyanya memiliki kemampuan dalam membuat kebijakan dan
program yang terarah dan tepat sasaran dengan memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang
(opportunity) yang dimiliki serta menanggulangi kelemahan dan ancaman yang mungkin dapat menjadi
factor penghambat .Karena setiap satuan pendidikan haruslah memiliki team work yang kompak
,cerdas dan dinamis serta adanya partisipasi yang tinggi dari seluruh warga sekolah ./Setiap mereka
wajib membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan ,baik akademik maupun managerial yang
dapat mereka peroleh melalui pendidikan dan l;atian ,workshop maupun pengkajian dari pustaka dan
dokumentasi .
Sungguhpun demikian dalam kenyataannya tidak semua warga sekolah memiliki kemampuan dan
kesempatan untuk kegiatan yang dimaksud.Begitu pula dalam hal upaya pengembangan potensi diri
melalui studi pustaka pun ternyata belum dapat diharap banyak dan masih membutuhkan motivasi
eksternal .Dari rtealita di atas ,maka peran pengawas satuan pendidikan dalam menilai dan membina
warga sekolah memiliki arti yang teramat urgen .
Pemberia pembinaan,bimbingan dan motivasi yang dilakukan secara intensif berkesinambungan
merupakan solusi logis pencapaian program dan acuan dalam upaya mewujutkan target secara
maksimal .

BAB III
PENDEKATAN DAN METODE
A. PENDEKATAN

1. Kooperatif
Yaitu kegiatan yang dilakukan dalam suatu kelompok untuk kepentingan bersama
(mutual benefit)
2. Kolaboratif
Yaitu kerja sama dalam pemecahan masalah dan atau penyelesaian tugas dimana tiap
anggota melaksanakan fungsinya yang saling mengisi dan melengkapi .
B. METODE
Dalam melaksanakan program kepengawasan yang telah dibuat , pengawas sekolah menggunakan
berbagai metode yaitu :

1. Observasi
Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala
yang tampak pada objek penelitian. Keunggulan metode ini adalah banyak gejala yang
hanya dapat diselidiki dengan observasi, hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah,
banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi.
Kelemahan metode ini adalah observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan
mengingat,
Metode tersebut oleh pengawas digunakan untuk melakukan supervise kunjungan
kelas untuk mengamati penampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran .
2. Kuesioner tertutup
Kuesioner tertutup adalah pernyataan atau pertanyaan yang sudah disiapkan
jawabannya sehingga responden mengisi dengan memilih jawaban yang sudah
disiapkan .
Metode ini digunakan untuk menggali data tentang keterlaksanaan 8 (delapan standar
nasional pendidikan ) di sekolah yang diisi oleh stakeholder sekolah .
3. Wawancara
Metode tersebut digunakan untuk menggali data dari beberapa stakeholder sekolah
terhadap :
a. pemenuhan delapan standar nasional pendidikan .
b. penerimaan peserta didik
Dan data tersebut untuk cross check dengan data yang diperoleh dari pengisian
kuesioner tertutup .
Dari beberapa pendekatan dan metode diatas pada intinya digunakan untuk saling
melengkapi dalam upaya mendapatkan data yang valid dan akuntabel untuk dijadikan
dasar pembuatan pelaporan .

BAB IV
HASIL PENGAWASAN DAN REKOMENDASI
A. HASIL PENGAWASAN
1. Penilaian Kinerja Guru
Data hasil penilaian kinerja guru disajikan dalam bentuk tabel /matrik .
1.1. Penyajian Hasil dalam bentuk Tabel
(Terlampir)
B. REKOMENDASI
Bagi Pemangku kepentingan di tingkat Kabupaten :
1. Untuk Peningkatan kinerja guru :
a. Untuk meningkatkan kinerja guru , pemangku kepentingan tingkat Kabupaten perlu
membuat kebijakan tentang pemenuhan standar sarana dan prasarana .Seperti yang
segera dipenuhi RKB,Ruang multi media ,Lap Top , LCD .
b. Sosialisasi Permendiknas no.41 th.2007 tentang standar proses terus dilakukan selama
penyusunan RPP belum mengacu ke sana .
c. Adanya pelatihan pemanfaatan computer mikro sebagai alat bantu / media
pembelajaran .Misal dengan aplikasi software : power point ,Ms word dan Exel atau
yang lain selama membantu guru dalam PBM.
Bagi Kepala sekolah
1. Meningkatkan intensitas pemeriksaan perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru
2. Meningkatkan intensitas supervise akademik /kunjungan kelas untuk mengetahui
penampilan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru sebagai bentuk implementasi
penyusunan RPP.

Cileungsi,20..

Agus Sri Buana, S.E