Anda di halaman 1dari 8

Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 5

UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

5
Perhitungan
Level Daya
Daya unit pemancar, baik sisi BTS maupun sisi MS merupakan parameter yang sangat
menentukan dari beberapa parameter yang lain, agar komunikasi dapat berlangsung dengan sempurna. Nilai daya ini juga yang kemudian dapat menentukan jarak radius satu
sel. Pada Modul-4 telah dibahas bahwa, nilai daya efektif kuat medan listrik, E, dari sebuah pemancar berbanding terbalik dengan jarak penerimaan. Makin jauh jarak penerimaan, makin rendah level medan listrik efektif yang diterima. Sehingga level daya efektif pemancar yang diterima, berbanding terbalik dengan kuadrat jarak penerimaan, yang
merupakan perkalian dari dua level kuat medan, yaitu medan listrik (E, volt/meter) dan
medan magnet (H, amper/meter). Sedang daya efektif (ERP = effective radiated power)
pemancar ditentukan besarnya oleh gain antena pemancar seperti dinyatakan pada persamaan (5-1),
ERP = G.Ptx (watt)

...........................................

= 10 log G. Ptx (dBW)

...............................

(5-1)
(5-1a)

dimana, G
= gain antena terhadap antena dipole
Ptx = daya pemancar dalam watt
dBW = desibel watt, level daya terhadap 1 watt
Dalam sistem GSM, daya pemancar MS telah diklasifikasi menurut kelas daya yang terbagi dalam lima kelas seperti ditunjukkan dalam Tabel-1. Dalam Tabel-1, MS sistem
GSM juga dibandingkan dengan MS sistem DCS 1800. Level daya yang sangat sering
digunakan pada sistem GSM adalah level daya kelas-4, yaitu 2 watt. Sementara daya
BTS berkisar antara 2,5 watt dan 6 watt. Nampak juga pada Tabel-1, bahwa daya MS
sistem DCS 1800 sangat kecil dibandingkan dengan sistem GSM untuk klasifikasi kelas
yang sama.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

HIDAYANTO DJAMAL

PERENCANAAN SISTEM TERESTRIAL

Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 5
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

Tabel-1

Kelas Daya MS Sistem GSM

Kelas

GSM 900
(watt)

DCS 1800
(watt)

20

0,25

0,8

5.1. Penentuan radius sel


Dengan memperhitungkan, tinggi antena pemancar BTS dan MS, juga daya pemancar,
gain antena serta rugi-rugi karena kabel, tetapi dengan mengabaikan faktor penyerapan
oleh gedung-gedung, pengaruh fading serta difraksi yang terjadi, maka jarak antara BTS
dan MS dengan kuat medan yang memenuhi syarat teknis, tertentu dari persamaan (5-1).
Jarak antara BTS dan MS adalah radius sel, R, atau d sebagai notasi yang lain.

P1 P 2 G1 G 2 20 log h1 20 log h 2 Lkabel lain

40

R = 10

km

...................

(5-2)
dimana :

P1
P2
G1, G2
h1, h2
Lkabel+lain

=
=
=
=
=

daya pemancar, (dBm)


daya yang diterima, (dBm)
gain antena BTS, MS, (dBi)
tinggi antena BTS, MS, (meter)
rugi-rugi karena kabel, (dB)

Bila arah pancaran berasal dari BTS ('turun'), maka P1 adalah daya pemancar BTS dan
P2 adalah daya yang diterima oleh MS. Sebaliknya, bila arah pancaran dari MS ('naik'),
maka P1 adalah daya pemancar MS dan P 2 adalah daya yang diterima oleh BTS. Persamaan (5-2) dapat diturunkan dari konsep rambatan gelombang elektromagnetik tanpa
halangan yang diuraikan berikut ini.
Rambatan gelombang elektromagnetik tanpa halangan yang dimaksudkan adalah transmisi ruang bebas dimana tidak terdapat obyek yang menyerap atau memantulkan energi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

HIDAYANTO DJAMAL

PERENCANAAN SISTEM TERESTRIAL

Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 5
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

pancaran kecuali permukaan bumi. Bumi diasumsikan memantul sempurna. Pada kondisi ini, kuat medan pada satu jarak d dari antena pemancar dengan faktor gain G1, dapat
dinyatakan dalam persamaan berikut,

Eo =
dimana :

Eo
G1
P1
d

=
=
=
=

30G1 P1
d

(V/m)

(5-3)

kuat medan ruang bebas, (volt/m)


gain antena pemancar,
daya pemancar, (watt)
jarak dari pemancar, (m)

Pada kondisi tanpa halangan tersebut, gelombang yang diterima dapat berasal dari pancaran gelombang langsung dan pancaran gelombang yang dipantulkan oleh permukaan
bumi seperti ditunjukkan pada Gbr-1. Dengan adanya pantulan tersebut, dan dengan
asumsi bahwa beda fasa akibat pantulan sebesar 360 o atau 2 radian, maka kuat medan
resultan dapat dinyatakan dengan rumus,

E = EO.2 sin
dimana :

..

(5-4)

EO = kuat medan ruang bebas, (V/m)


= perbedaan fasa dalam radian akibat beda panjang kedua jalur tsb.

siny
al la
ngsu
sin
ng
yal
pan
tul

h 1- h 2

h 1+ h 2

A
D

BTS

C
E

Gbr-1 Perambatan gelombang pancaran

adalah perbedaan fasa kedua sinyal yang sampai pada antena penerima, yang dalam

hal ini adalah antena penerima MS, sinyal-langsung dan sinyal-pantul, seperti ditunjukkan pada Gbr-1 tersebut. Nilai perbedaan fasa kedua sinyal itu dapat dinyatakan dalam

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

HIDAYANTO DJAMAL

PERENCANAAN SISTEM TERESTRIAL

Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 5
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

rumus pendekatan persamaan (5-5). Penurunan persamaan itu secara ilmu-ukur-bidang


dapat diikuti sebagai berikut.
Dengan memperhatikan dua segitiga siku yang terbentuk oleh jalur sinyal-langsung
(BAC), dan jalur sinyal-pantul (BDE), tertentu hubungan,
(BC)2 = (h1 h2)2 + d2 ,
(BE)2 = (h1 + h2)2 + d2 ,
karena itu,

(BE)2 (BC)2 = (h1 + h2)2 (h1 h2)2


= 4 h1h2

---------------------------------

(5-5)

Juga, hubungan selisih dua kuadrat diatas menghasilkan,


(BE)2 (BC)2 = (BE + BC)(BE BC)
= (BE + BC). d
Untuk pendekatan diambil, BC BE d , sehingga,
(BE)2 (BC)2 = ( 2d ). d

-------------------------------

(5-6)

Dengan mempersamakan persamaan (5-5) dan (5-6), diperoleh hubungan,


( 2d ). d = 4 h1h2
sehingga,

d =

2h1 h2
d

--------------------------------

(5-7)

sehingga, perbedaan fasa kedua sinyal, yaitu sinyal-langsung dan sinyal-pantul ketika
sampai pada antena penerima, yang dinyatakan oleh perkalian konstanta fasa, , dan
perbedaan jarak rambatan, d, nilainya sebagai,

d =

2h1 h2
d

--------------------------------

(5-8)
Dengan mensubstitusikan persamaan (5-3) dan (5-8) ke persamaan (5-4) diperoleh persamaan kuat medan yang diterima sebesar,

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

HIDAYANTO DJAMAL

PERENCANAAN SISTEM TERESTRIAL

Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 5
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

30G1 P1

E = 2

2h1 h2

sin

----------------------------

(5-9)

Bila perbedaan fasa tersebut kurang dari 0,5 radian, maka persamaan (5-9) dapat disederhanakan menjadi,
30G1 P1 4h1 h2

E =

-----------------------------------

d 2

(5-10)
Hubungan antara kuat medan yang diterima dengan daya yang diterima pada terminal
antena dapat dinyatakan oleh hubungan,
2

G
E
. 2
2 120

P2 =
dimana :

P2
E

G2

=
=
=
=

---------------------------------------

(5-11)

daya yang diterima, (watt)


kuat medan yang diterima, (volt/m)
panjang gelombang sinyal, (m)
gain antena penerima

Dengan mensubstitusikan persamaan (5-10) ke persamaan (5-11) diperoleh,


hh
P2 = P1G1G2 1 22
d

------------------------------------

(5-12)

atau dalam satuan dB menjadi,


P2 = P1 + G1 + G2 + 20 log h1 + 20 log h2 - 40 log d

------------ (5-13)

Dari rumus (5-13) dapat diturunkan besar jarak antara pemancar dengan penerima seperti ditunjukkan oleh rumus (5-2) di depan.
Satu contoh misalnya, pada suatu sistem seluler bergerak,
disyarat-kan level minimum sinyal yang diterima MS sebesar
102 dBm dengan daya pemancar BTS rata-rata 34 dBm, serta

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

HIDAYANTO DJAMAL

PERENCANAAN SISTEM TERESTRIAL

Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 5
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

MS sebesar 29 dBm. Tinggi antena BTS dan MS masing-masing adalah 40 m dan


1,5 m (tinggi rata-rata orang). Bila gain antena BTS dan MS masing-masing adalah
11,2 dBi dan 2 dBi, serta rugi-rugi yang ada berjumlah 38 dB, maka radius
maksimum sel yang akan direncanakan tertentu sebesar 5011 meter atau lebih
kurang 5 km.
Coba para mahasiswa menghitungnya kembali !
Seperti telah dijelaskan di depan bahwa, rumus (5-2) berlaku untuk kedua arah, yaitu
arah downlink dan arah uplink, sehingga untuk P1 dan P2 berlaku untuk kedua arah itu.
Akibatnya, hasil yang diperoleh untuk kedua arah tersebut berbeda besarnya, yaitu,
untuk arah uplink nilainya lebih kecil daripada untuk arah downlink. Tetapi besar radius
area layanan satu BTS yang diambil dalam perhitungan itu adalah jarak radius yang
kecil, yaitu yang dihasilkan dari perhitungan untuk arah uplink (MS ke BTS).
Perlu ditambahkan bahwa, nilai level minimum yang diterima MS maupun BTS, yaitu
salah satu nilainya adalah 102 dBm, adalah satu nilai yang sudah memperhitungkan
loss path atau free space loss yang dibahas dalam Modul-3 [rumus (3-2)]. Jadi kalau
kita coba hitung nilai tersebut dengan frekuensi kerja sistem GSM, 900 MHz, dan jarak
BTS MS sebesar 4 km, maka besarnya sekitar 103 dBm. Nilai level minimum ini berbeda untuk alat dari pabrikan berbeda, yang merupakan spesifikasi teknik unit bersangkutan. Dapat juga spesifikasi ini disebut sebagai parameter sensitivitas unit penerima,
baik MS maupun BTS. Satu ilustrasi nilai misalnya, -12,1 dBm untuk unit MS, dan
128,1 dBm untuk unit BTS.

5.2. Bilangan dalam satuan dB


Dalam rumus (5-2) maupun (5-13), bilangan yang dijumlahkan semuanya adalah bilangan logaritmis dengan satuan desibel (dB) untuk redaman, tinggi antena, sementara untuk nilai gain antena dalam dBi, dan daya pemancar dalam dBm. dBi adalah nilai gain
antena terhadap antena isotropis, sedang dBm adalah nilai gain terhadap 1 miliwatt. Tetapi mengapa beberapa satuan yang berbeda tersebut dapat langsung dijumlahkan ?

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

HIDAYANTO DJAMAL

PERENCANAAN SISTEM TERESTRIAL

Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 5
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

Jawabannya adalah, bila kita lihat kembali bentuk persamaan daya yang diterima, P2,
yaitu persamaan (5-12), maka yang betul-betul mempunyai satuan adalah daya, dalam
miliwatt. Sedang faktor yang lain, baik gain maupun yang di dalam kurung kuadrat,
semuanya adalah bilangan tanpa satuan. Setelah dijadikan desibel, maka ruas kiri maupun kanan persamaan (5-12) dikalikan dengan (10log). Dengan kaidah logaritma, maka
faktor perkalian menjadi tanda tambah, sedang pembagian akan menjadi tanda kurang,
sementara yang tetap dominan adalah faktor yang mempunyai satuan, yaitu miliwatt.
Oleh karena nilai watt tersebut dibandingkan dengan nilai 1 miliwatt, maka satuannya
menjadi dBm. Sedang gain antena walaupun mempunyai satuan dBi, maka tetap saja dia
merupakan bilangan pengali asalnya, hanya direferensikan pada antena atau sumber
isotropis (perhatikan Modul-2). Oleh karena itu, seluruh bilangan tersebut dapat langsung ditambah dan dikurang sesuai tandanya.
Untuk satuan dBm juga tidak menjadi masalah apabila digunakan dBW sebagai penggantinya. Tentunya saja bilangannya akan berbeda untuk keduanya, karena yang dBm
direferensikan ke 1 miliwatt, sedang dBW direferensikan ke 1 watt. Tetapi karena selama kedua ruas persamaan (5-12) mempunyai satuan daya yang sama, maka perubahan
angka pada kedua satuan desibel tersebut tidak akan mempengaruhi nila d pada rumus
(5-2) di depan.
Tentang satuan dBi yang digunakan pada gain antena tersebut, disebabkan memang
karena penurunan gain tersebut didasarkan pada antena isotropis (perhatikan Modul-4).
Dalam contoh soal diatas misalnya,

Daya pemancar BTS; 34 dBm, itu berarti nilai dayanya adalah 103,4 atau 2512 mW

Gain antena BTS; 11,2 dBi, itu berarti nilai gain-nya adalah 101,12 atau 13,2 kali.

______________________________________

Soal
5-1. Tentukan dalam dBm nilai daya :
(a). 20 watt

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

HIDAYANTO DJAMAL

PERENCANAAN SISTEM TERESTRIAL

Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 5
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

(b). 1950 miliwatt


5-2. Tentukan dalam dBm nilai daya :
PX = 100 dBm + 50 dBW 25 dBV ( pada impedansi 50 )
5-3. Bila diperlukan untuk mencakup satu kawasan yang blank dengan radius 2 km,
antena BTS yang diijinkan di kawasan tersebut setinggi 30 meter, tentukan berapa
daya BTS yang diperlukan, dengan syarat level minimum handover sebesar
100 dBm, dan syarat yang lain sama dengan contoh kasus soal di atas ? Tentukan juga nilai free space loss pada komunikasi tersebut bila sistem seluler bekerja
pada pita 1800 MHz !
5-4. Berapa volt tegangan sinyal yang diterima pada terminal antena MS bila impedansi
antenanya 50 pada MS soal 5-3 ?
_______________________________________

Daftar Kepustakaan
1. Dayem, Rifaat A.; PCS & Digital Cellular Technologies-Assessing Your
Options, Prentice Hall PTR, New Jersey, 1997.
2. Kennedy, George; Electronic Communication Systems, McGraw-Hill Co.,
Singapore, 1988.
3. Roddy, Dennis, et all; Electronic Communication, Prentice Hall of India, Ltd.,
New Delhi, 1981.
4. Darmadi; Perhitungan dan Penggunaan Satuan Decibel (dB) pada
Enjeniring Televisi, SFB-Berlin, 1982.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

HIDAYANTO DJAMAL

PERENCANAAN SISTEM TERESTRIAL