Anda di halaman 1dari 9

TEKNIK & MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERANGKAT ELEKTRONIKA

1. PENDAHULUAN

Memahami Fungsi manajemen Pemeliharaan dan kegiatan lain yang


diterapkan sebagai asset fisik untuk mendapatkan biaya siklus-hidup
ekonomis; berhubungan dengan spesifikasi dan rancangan untuk
keandalan serta mampu-pelihara dari sistem elektronika, sistemsistem, peralatan, pengetesan, pemeliharaan, modifikasi dan
penggantian dan dengan umpan balik informasi untuk rancangan,
unjuk kerja dan biaya. Dapat mnenentukan suatu kombinasi dari
berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam,
atau memperbaikinya sampai, suatu kondisi yang dapat diterima

TEKNIK DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERANGKAT ELEKTRONIKA

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. MANAJEMEN PEMELIHARAAN
Sebelum menjelaskan lebih detail tentang pemeliharaan
sistem elektronika, maka definisi dari pemeliharaan sistem itu
harus sudah diketahui.
DEFINISI PEMELIHARAAN
Suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang
dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam, atau
memperbaikinya sampai, suatu kondisi yang dapat
diterima.
Oleh karena itu pemeliharaan sistem elektronika pada suatu
industri, kantor mempunyai tujuan utama sebagai berikut :
Tujuan utama Pemeliharaan :
1. Memperpanjang usia kegunaan asset (setiap bagian dari suatu
tempat kerja, bangunan dan isinya).
2. Menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang
untuk produksi (atau jasa) dan mendapatkan laba investasi
maksimum yang dimungkinkan.
3. Menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang
diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu, misalnya unit
cadangan, unit pemadam kebakaran, unit penyelamat.
4. Menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana
tersebut.
Pada prakteknya ada hubungan antara berbagai Bentuk
Pemeliharaan sebagai metode dalam manajemen pemeliharaan
yang diagram bloknya ditunjukkan pada gambar 1.1.

TEKNIK DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERANGKAT ELEKTRONIKA

Gambar 1.1. Diagram Blok hubungan antara berbagai bentuk


pemeliharaan
Gambar 1.1. menunjukkan bagaimana hubungan antara
berbagai bentuk pemeliharaan yang setiap blok mempunyai
fungsi yang berbeda. Fungsi setiap blok adalah :
PEMELIHARAAN TERENCANA (PLANNED MAINTENANCE)
Pemeliharaan yang diorganisasi dan dilakukan dgn
pemikiran ke masa depan, pengendalian dan pencatatan sesuai
dgn rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
PEMELIHARAAN DARURAT (EMERGENCY MAINTENANCE) :
Pemeliharaan yang perlu segera dilakukan untuk mencegah
akibat yang serius.
RUSAK (BREAKDOWN
Kegagalan yang menghasilkan ketidaktersediaan alat.
PEMELIHARAAN KOREKTIF (CORRECTIVE MAINTENANCE)
Pemeliharaan yang. dilakukan untuk memperbaiki suatu
bagian (termasuk penyetelan dan reparasi) yang telah terhenti
untuk memenuhi suatu kondisi yang dapat diterima.
PEMELIHARAAN
PENCEGAHAN
(PREVENTIVE
MAINTENANCE)
Pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu yang
ditentukan sebelumnya, atau terhadap kriteria lain yang
diuraikan, dan dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan
bagian-bagian lain tidak memenuhi kondisi yang dapat diterima.
PEMELIHARAAN
MAINTENANCE)
Pemeliharaan
beroperasi.

WAKTU
yang

dapat

BERJALAN
dilakukan

(RUNNING
selama

sistem

PEMELIHARAAN WAKTU BERHENTI


(SHUTDOWN MAINTENANCE)
Pemeliharaan yang hanya dapat dilakukan pada saat sistem
berhenti.
PERBAIKAN MENYELURUH (OVERHAUL)
Pengujian dan perbaikan menyeluruh dari suatu alat atau
sebagian besar bagiannya sampai suatu kondisi yang. dapat
diterima.
PERENCANAAN
PLANNING)

PEMELIHARAAN

(MAINTENANCE

TEKNIK DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERANGKAT ELEKTRONIKA

Penentuan sebelumnya pekerjaan, metode, bahan, alat,


sistem, pekerja, saat dan waktu yang diperlukan.
Untuk fungsi Departemental Perekayaan dibuat dengan
diagram blok yang merupakan struktur organisasi yang
ditunjukkan pada gambar 1.2.
Fungsi Departemental Perekayasaan
Struktur Organisasi

Gambar 1.2. Diagram Blok fungsi departemental perekaysaan


TIM MANAJEMEN PUNCAK DIWAKILI OLEH :
1. Direksi penjualan
2. Direksi produksi
3. Direksi pengembangan
4. Direksi keuangan
Manajer pemeliharaan berada di bawah Direktur produksi
dan bertanggungjawab atas lima fungsi pokok :
1. Pemeliharaan pabrik.
2. Perencanaan dan pengendalian pemeliharaan.
3. Pelayanan umum bagi pabrik.
4. Bengkel pusat.
5. Gudang pemeliharaan.
1.2. DEFINISI ISTILAHISTILAH
RELIABILITY (KEANDALAN)
Probabilitas sebuah unit akan berfungsi normal jika
digunakan sesuai dengan kondisi-kondisi yang telah ditentukan,
paling tidak untuk satu periode waktu tertentu.
MAINTAINABILITY
Probabilitas sebuah unit yang rusak dapat dibetulkan
kembali ke kondisi yang memuaskan dan dapat dipakai.
REDUNDANCY

TEKNIK DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERANGKAT ELEKTRONIKA

Adanya 2 unit atau lebih untuk melaksanakan 1 fungsi.


ACTIVITY REDUNDANCY
Redundancy dimana semua unit redundan bekerja pada
waktu yang sama, dan bukan diaktifkan jika diperlukan.
STANDBY REDUNDANCY
Unit-unit cadangan
dibutuhkan.

yang

tidak

diaktifkan

jika

tidak

FAILURE RATE
Failure (kegagalan) suatu produk persatuan pengukuran
hidup (misalnya waktu).
MEAN-TIME-TO-REPAIR (MTTF)
Waktu
total
perbaikan
korektif
terhadap
jumlah
dilakukannya perbaikan korektif dalam suatu periode waktu
tertentu.
FAILURE RATE (FR)
Kerusakan satu produk persatuan ukuran waktu hidup.
Contoh satuan ukuran waktu hidup adalah waktu, mil/km dan
siklus. Failure Rate juga disebut Hazard Rate.
Failure rate satu produk berubah terhadap waktu.
Perubahan ini umumnya digambarkan dan dinamakan Bathtub
hazard rate curve (kurva bak mandi) seperti ditunjukkan pada
gambar 1.3.

Gambar 1.3. Kurva bak mandi


PENYEBAB KERUSAKAN
Quality Control yang tidak tepat
Metode manufacturing yang tidak tepat
Material dan pengerjaan di bawah standar
Start-up dan instalasi yang salah
Kesulitan yang disebabkan oleh assembly
Proses yang tidak tepat dan human error
Metode penanganan yang tidak tepat dan pengepakan
yang salah.
USEFUL LIFE REGION, KERUSAKAN YANG TERGOLONG
DALAM RANDOM FAILURES

TEKNIK DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERANGKAT ELEKTRONIKA

PENYEBAB KERUSAKAN
Hal-hal yang tidak dapat dijelaskan
Human error, pemakaian yang kasar & kerusakan alami
Kerusakan yang tidak dapat dihindari, bahkan dengan
praktek pemeliharaan pencegahan yang paling efektif
Ketidaksempurnaan yang tidak terdeteksi
Faktor keselamatan yang rendah
WEAR OUT REGION
PENYEBAB KERUSAKAN :
Pemeliharaan yang tidak tepat
Aus karena friksi dan Aus karena usia produk tersebut
Praktek overhaul yang salah
Korosi dan rayap
Waktu design-in produk tersebut pendek.
1.3. PROSEDUR PEMELIHARAAN TERENCANA
TUJUAN
Memahami Fungsi Prosedur Pemeliharaan Terencana
dengan membuat Jadwal Pemeliharaan mulai dari pemeliharaan
yang bersifat pencegahan (Preventive Maintenance) sebelum
sistem mengalami kerusakan sampai dengan pemeliharaan yang
bersifat perbaikan (Corrective Maintenance).
Prosedur Pemeliharaan dapat digambarkan secara diagram
blok untuk memudahkan dalam hubungan antar bagian seperti
ditunjukkan pada gambar 1.4.

TEKNIK DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERANGKAT ELEKTRONIKA

Gambar 1.4. Diagram blok pemeliharaan terencana.


1.3.1.JADUAL PEMELIHARAAN
JADUAL PEMELIHARAAN
Daftar komprehensif dari tugas-tugas pemeliharaan
pencegahan
dan
kejadian-kejadiannya.
Jadual
pemeliharaan menentukan apa yang dipelihara dan
frekuensi pemeliharaan tersebut dilaksanakan.
ATURAN DASAR DALAM MEMPERSIAPKAN JADUAL
PEMELIHARAAN ADALAH
1.

PEMERIKSAAN OPERASIONAL (PO)


Berdasarkan prinsip rasakan, dengarkan dan
lihat dilaksanakan pada selang waktu yang pendek
sampai satu bulan. Pemeriksaan ini memenuhi lebih
dari 50% kunjungan pemeriksaan pemeliharaanpencegahan terencana keseluruhan. Pembagian
pemeriksaan dalam selang waktu harian, mingguan
dan bulanan yang sesuai untuk meminimumkan
masalah perancanaan dan penyediaan sumber daya
manusia. Termasuk juga tindakan keselamatan
seperti keamanan dan kondisi pelindung sistem.

2.

PEMERIKSAAN PEMBERHENTIAN (PB)


Meliputi bagian-bagian yang diketahui atau
dicurigai
keamanan
dan/atau
keausan
atau
penurunan mutunya telah di atas rata-rata.

TEKNIK DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERANGKAT ELEKTRONIKA

Pemeriksaan ini mempunyai frekuensi menengah dan


biasanya dilakukan dalam selang waktu tiga bulan
atau enam bulan.
3.

PEMERIKSAAN OVERHAUL
Ada beberapa sistem atau rakitan yang riwayat
keandalannya tinggi atu karena konstruksinya,
pemeriksaan pemberhentian tidak cukup hanya
dengan membuka pelindung dan tutup lubang
pemeriksaan. Misalnya otoklaf dan bejana tekan
dalam industri kimia atau kotak roda gigi, rumah roda
gigi dalam bengkel besar, ketel pembangkit uap dan
sebagainya. Pemeriksaan ini mungkin diprogram
untuk pemeriksaan tahunan atau dua tahunan.

4.

FREKUENSI PEMELIHARAAN
Tanpa terkecuali kesalahan yang dibuat oleh
para insinyur ketika menulis jadual pemeliharaan
untuk pertama kalinya ialah kecenderungan untuk
menspesifikasi frekuensi pemeliharaan terlalu sering.
Setiap hal yang dianggap perlu untuk diperiksa pada
waktu tertentu harus dimasukkan pada jadual
pemeliharaan, tetapi godaan untuk menaikkan
frekuensi.

Pemeriksaan
harus
diatasi.
Misalnya
:
pemeliharaan keausan, jarang dispesifikasi kurang
dari tiga bulanan kecuali ada kesalahan
serius
mengenai desain sistem, atau material produksi yang
sangat erosif atau korosif. Misalnya pada mobil,
pemeriksaan air radiator, tekanan ban, tinggi cairan
elektrolit baterai setiap hari hanyalah memboroskan
waktu saja, kecuali kilometer yang ditempuh setiap
harinya sangat tinggi.
5.
PROSEDUR
Cara yang paling sederhana dan memuaskan
untuk mempersiapkan jadual pemeliharaan sistem
sehingga tidak ada bagian sistem yang penting
terlewati adalah dengan memulai dari bagian
masukan atau penggerak utama dan menelusuri tiap
mekanisme sampai mencapai keluaran.
1.4. DAFTAR INVENTARIS PABRIK / DAFTAR ASSET
Catatan berbagai barang, termasuk informasi mengenai
rincian konstruksional dan teknisnya.
Daftar ini memuat keterangan umum mengenai barang
yang dimiliki oleh perusahaan dan berisi informasi mengenai :
Tanggal pembelian dan pemasangan
Biaya total masing masing-masing barang

TEKNIK DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERANGKAT ELEKTRONIKA

FUNGSI DARI DAFTAR INVENTARIS PABRIK


Mengetahui nilai harta milik perusahaan : bangunan,
pabrik dan peralatan
Perhitungan pajak perusahaan
Dasar menghitung depresiasi asset perusahaan
Identifikasi dan Penomoran sistem (lebih baik menggunakan
sistim Angka), berfungsi untuk :
Mempercepat identifikasi suatu sistem/alat.
Pembiayaan pemeliharaan pabrik.
Analisis jenis pekerjaan.
Pengkodean suku cadang.
Penggunaan sistem Angka jauh lebih mudah pengingatan
nomor sistem dan tidak membingungkan.
Contoh :
Sistem no. 5319
Sistem no. 6432
Sistem no. 7140

: Sistem Motor Universal no. 9


: Sistem timbangan jenis neraca no. 2
: Sistem konveyor roller bebas