Anda di halaman 1dari 2

PENDEKATAN KONSTITUENSI-STRATEGIS

Pendekatan konstituensi-strategis mengemukakan bahwa organisasi dikatakan


efektif apabila dapat memenuhi tuntutan dari konstituensi yang terdapat di
dalam lingkungan organisasi tersebut, yaitu konstituensi yang menjadi
pendukung kelanjutan eksistensi organisasi tersebut.
Pendekatan ini sama dengan pandangan sistem, tetapi penekanannya berbeda.
Keduanya memperhitungkan adanya saling ketergantungan, tetapi pandangan
konstituensi strategis tidak memperhatikan semua lingkungan organisasi.
Asumsi-asumsi
Pandangan kontituensi mengasumsikan organisasi sebagai arena politik tempat
kelompok-kelompok yang berkepentingan bersaing untuk mengendalikan
sumber daya. Dalam konteks ini, keefektifan organisasi menjadi sebuah penilaian
tentang sejauh mana keberhasilan sebuah organisasi dalam memenuhi tuntutan
konstituensi kritisnya yaitu pihak-pihak yang menjadi tempat bergantung
organisasi tersebut untuk kelangsungan hidupnya di masa depan.
Kiasan arena politik selanjutnya mengasumsikan bahwa organisasi mempunyai
sejumlah konstituensi dengan berbagai tingkat kekuasaan, yang masing-masing
mencoba untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi, setiap konstituensi juga
mempunyai sekumpulan nilai yang unik, sehingga preferensi mereka tidak
mungkkin bisa sesuai.
Akhirnya, pendekatan konstituensi strategis mengasumsikan bahwa para
manajer mengejar sejumlah tujuan dan bahwa tujuan yang dipilih mewakili
respons terhadap kelompok-kelompok berkepentingan yang mengendalikan
sumber daya yang dibutuhkan organisasi untuk kelangsungan hidupnya.
Membuat Konstituensi Strategis Menjadi Operasional
Manajer yang ingin memulai prespektif ini bisa memulai dengan meminta para
anggota dominant coalition untuk mengidentifikasi konstituensi yang mereka
rasakan kritis bagi kelangsungan hidup organisasi. Masukan ini dapat
dikombinasikan dan disatukan sehingga akan diperoleh sebuah daftar
konstituensi strategis.
Daftar tersebut kemudian dievaluasi untuk menentukan kekuasaan relatif
masing-masing. Ini berarti melihat setiap konstituensi dari sudut sejauh mana
organisasi kita bergantung kepadanya. Langkah ketiga mengidentifikasi harapanharapan yang dimiliki konstituensi-konstituensi tersebut untuk organisasi.
Pendekatan konstituensi strategis akan diakhiri dengan membandingkan
berbagai harapan tersebut,menentukan harapan-harapan yang umum dan yang
tidak sesuai, memberi bobot relatif kepada berbagai konstituensi tersebut, dan
merumuskan sebuah urutan preferensi dari berbagai tujuan bagi organisasi
secara keseluruhan. Kemudian organisasi akan dinilai bedasarkan
kemampuannya untuk memenuhi tujuan-tujuan tersbut.
Pendekatan Pemegang Saham Untuk Efektivitas
Seperti yang telah kita lihat, pendekatan konstituensi strategis menilai
keefektivitasan secara politik. Pendekatan pemegang saham mengakui tidak
hanya pentingnya konstituen strategis tetapi juga mereka yang mungkin tidak

memiliki kekuatan politik untuk mempengaruhi keberadaan organisasi atau


bahkan arah.
Pendekatan pemegang saham telah dikembangkan oleh ahli teori seperti Archie
Carroll sebagai tandingan ke pandangan bahwa organisasi bisnis hanya ada
untuk memaksimalkan keuntungan bagi para pemegang saham mereka. Carroll
menganggap bahwa ini tidak hanya mengarah ke fokus yang sempit dalam
pengambilan keputusan, tetapi juga mengabaikan masyarakat di mana
organisasi ini merupakan bagiannya. Pendekatan pemegang saham menganggap
bahwa organisasi ini hanya efektif jika memperhitungkan masyarakat luas yang
memiliki kepentingan dalam keputusan organisasi, bahkan jika ini adalah pada
biaya keuntungan.
Para pembela pendekatan pemegang saham melihat keuntungan sebagai
mengambil sisi kasar dari pengambilan keputusan organisasi dan
membudayakan apa yang tampaknya menjadi sistem murni berfokus pada
keuntungan. Namun, sebagian besar organisasi menyadari setidaknya beberapa
tanggung jawab yang lebih luas. dan kepentingan stakeholder dan pemegang
saham lain mungkin bertepatan ketika keuntungan meningkat karena pelanggan
puas, atau ketika kondisi kerja menarik staf terbaik

Masalah-masalah
Karena lingkungan yang berubah dengan cepat, maka sulit untuk memisahkan
konstituensi strategis dari lingkungannya. Sehingga apa yang kemarin kritis bagi
organisasi mungkin tidak lagi untuk hari ini. Bahkan jika konstituensi dapat
diidentifikasi dan diasumsikan relatif cukup stabil, apa sebenarnya yang
memisahkan konstitusi strategis dari yang hampir merupakan konstituensi
strategis? Dimanakan anda membuat pemisahan itu? Dan bukankah kepentingan
dominant coalition sangat mempengaruhi apa yang ia presepsikan sebagai
sesuatu yang strategis? Akhirnya, mengidentifikasikan harapan yang dianut oleh
konstituensi strategis mengenai organisasi menimbulkan masalah. Bagaimana
anda dapat memperoleh informasi tersebut secara tepat?
Nilai Bagi Manajer
Jika kelangsungan hidup penting bagi sebuah organisasi, maka adalah kewajiban
para menajer untuk mengerti kepada siapa (dalam arti konstituensi) organisasi
itu bergantung untuk kelangsungan hidupnya. Dengan menjalankan konstituensi
strategis, para manajer mengurangi kemungkinan bahwa mereka mungkin
mengabaikan atau sangat mengganggu sebuah kelompok yang kekuasaannya
dapat menghambat kegiatan-kegiattan sebuah organisasi secara nyata. Jika
manajemen mengetahui dukungan dari siapa mereka butuhkan supaya
organisasi dapat mempertahankan kesehatannya, maka mereka dapat
memodifikasi urutan preferensi tujuan-tujuannya sesuai dengan kebutuhannya
untuk mencerminkan hubungan kekuasaan yang berubah dengan para
konstituensi strategisnya.