Anda di halaman 1dari 5

FG 2

Bentuk-bentuk Komunikasi
Menurut Nasir,et al terdapat 3 bentuk komunikasi:
1. Agresif
Sikap agresif dalam komunikasi ditunjukkan dengan adanya dominasi dari satu pihak dalam
berkomunikasi dengan pihak lainnya. Dalam menyampaikan pendapatnya, pihak yang agresif
akan bersikap keras dan bermusuhan.
Selain itu, terdapat pula ciri-ciri lain yang menunjukkan sikap yang agresif dari seseorang saat
melakukan komunikasi, yaitu:

Sering menginterupsi lawan bicara bila menyampaikan ide yang bertentangan


Bertindak mau menang sendiri dan menyalahkan orang lain
Dalam berkomunikasi tubuhnya akan condong ke depan, kepala mendongak, muka tegas,
dan mata cenderung melotot

2. Pasif
Sikap yang cenderung mengalah dan tidak dapat mempertahankan kepentingannya sendiri.
Dalam jangka waktu pendek, sikap pasif membuat komunikator merasa lega, terhindar dari rasa
bersalah, dan menghindari konflik. Dalam jangka waktu yang lebih panjang, rasa percaya diri
dan hormat pada diri sendiri dapat hilang.
Sikap seseorang yang pasif dalam komunikasi memiliki ciri ciri sebagai berikut:

Menghindari konflik dan mengorbankan kepentingan sendiri


Cenderung mengiyakan pendapat orang lain
Sulit mengambil keputusan
Sikap tubuh seorang komunikator yang pasif cenderung bungkuk dan menjauhi lawan
bicara, tidak berani kontak mata dengan lawan biacara, dalam berbicara terlihat gugup,

terkadang disertai dengan tangan yang berkeringat


Cenderung tersenyum walaupun sedang marah
Nada bicara pelan dan ragu

3. Asertif
Asertif merupakan sikap yang paling baik dalam melakukan komunikasi. Sikap asertif
merupakan suatu sikap yang mampu menyatakan pendapatnya sendiri dan tetap menghargai hak
orang lain. Sikap asertif mengakomodir terjadinya komunikasi yang baik karena baik pemberi
pesan maupun lawan bicara memiliki kesempatan dalam mengungkapkan pendapatnya dan
dihargai pula haknya.
Ciri-ciri orang yang bersikap asertif adalah :

Berbicara secara terbuka dan jelas, langsung berbicara kepada orang yang bersangkutan

Jujur, tepat dalam bersikap, dan memberikan umpan balik


Dapat mengemukakan pendapatnya sendiri tanpa mengorbankan perasaan orang lain,

mendengarkan dan memahami pendapat orang lain


Mampu menghargai diri sendiri tanpa menimbulkan konflik
Tidak mudah tersinggung, terbuka untuk menerima kritikan

Menurut Perry dan Potter (2009) komunikasi dapat disampaikan secara verbal dan non
verbal:
1. Komunikasi verbal
Merupakan komunikasi yang menggunakan rangkaian kata yang ditulis maupun
diucapakan . komponen utama yang melandasi komunikasi verbal yaitu penggunaan
bahasa
Ada beberapa aspek yang melandasi komunikasi verbal menurut Potter dan
Perry(2009):,diantaranya:
a. Perbendaharaan kata. Komunikasi tidak akan berjalan lancar dan efektif jika salah
satu pihak tidak dapa menangkap maksud dari kata atau frase yang digunakan
b. Arti denotative dan konotatif
Makna denotative akan dipahami oleh individu yang menggunakan dan paham
dengan bahasa yang sama
Makna konotatifindividu yang berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda.
c. Kecepatan,mempengaruhi pemaknaan dalam suatu komunikasi.komunikasi yang
dilakukan secara cepat tanpa memperhatikan artikulasi dapat menyebabkan
kesalahpahaman dalam penyampaian maksud tersebut.
d. Intonasi
Pernyataan yang disampaikan dengan intonasi yang tidak tepat akan mengubah
makan informasi tersebut.
e. Kejelasan dan keringkasan,komunikasi yang efektif bersifat sederhana,artinya bahasa
yang digunakan mudah dipahami dan tidak berbelit.
f. Waktu dan kesesuaian,proses komunikasi akan berjalan efektif jika dilaksanakan
dengan waktu dan tempat yang tepat
2. Komunikasi Non-verbal
Mencakup pross komunikasi yang melibatkan seluruh indera dan semua hal yang
tidak melibatkan kata tertulis maupun terucap.komunikasi non verbal sangat
dipengaruhi oleh latar belakang budaya.
Selain budaya terdapat hal penting lainnya yang mempengaruhi proses komunikasi
secara non verbal menurut potter dan Perry(2009),diantaranya:
1. Penampilan Pribadi,mencangkup karakteristik fisik,ekspresi wajah,cara
berpakaian dan berdandan.

2. Kinesik meliputi postur dan gaya berjalan,ekspresi wajah,kontak mat dan gerak
tubuh.
3. Suara(Paralingualistik)
4. Hapik (Zero-prosemik),meliputi tindakan atau kontak fisik yang dapat
mendukung proses komunikasi.
5. Tritorialitas dan ruang pribadi(prosemik)
Merupakan kebutuhan untuk memperoleh,mempertahankan,dan membela hak
seseorang akan ruang.
6. Komuikasi simbolik merupakan symbol lisan maupun nonverbal yang digunakan
pihak lai untuk menyampaikan arti dari suatu komunikasi.
7. Metakomunikasi
Merupakan suatu istilah yang merujuk pada seluruh faktor yang memengaruhi
komunikasi.
Pada dasarnya,disadari ataupun tidak proses komunikasi selalu melibatkan baik komunikasi
verbal maaupun Non verbal. Keduanya saling terkait dan memperjelas satu sama lain. Semua
bentuk komunikasi tersebut saling terintegrasi dlam rangka memberikan bentuk komunikasi yang
jelas dan efektif.
Hambatan-hambatan dalam komunikasi
1. Hambatan Umum (menurut Alo Liliweri)
2. Hambatan dari sudut pandang pasien (Menuru schiavo)
Menurut Alo Liliweri ,hambatan-hambatn dalam komunikasi terbagi kedalam beberapa
jenis,yaitu:
1. Hambatan Fisik
Berupa gangguan gangguan fisik yang mengganggu komunikasi/proses penyampaian
suatu pesan.contoh: suara bising kendaraan
2. Hambatan teknis
Berupa rusaknya alat-alat teknis seperti microphone ketika sedang seminar
3. Hambatan Psikologis
Merupakan hambatan yang behubungan dengan kejiwaan (psikis) manusia. Hambatan ini
sering menjadi faktor penghambat utama dalam berkomunikasi.contoh: perasaan grogi
dan cemas saat sedang presentasi.
4. Hambatan Sosiologi dan Antropologi
Hambatan ini berkaitan dengan nilai dan norma yang ada dimasyarakat. Contoh:
diskriminasi terhadap suatu golongan tertentu.
5. Hambatan bahasa

Banyaknya suku bangsa,etnis dan bahasa daerah di Indonesia menyebabkan


micomunication antara orang daerah a dengan orang daerah b. contoh: perbedaan bahasa
daerah sumatera dan jawa.
6. Hambatan Persepsi
Adanya perbedaan persepsi antara satu orang dengan orang lain atau melihat dunia secara
berbeda.

Menurut Schiavo (2007) hambatan dalam komunikasi kesehatan dari sudut pandang pasien
terdiri dari:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Level pendidikan
Tingkat pengetahuan tentang kesehatan
Bahasa
Budaya dan Etnik
Umur
Keterbatasan kognitif
Ketidakpahaman terhadap istilah medis dan ilmiah
Stress terkait penyakit
Ketidaksetaraan antara pasien dan tenaga kesehatan

Hambatan komunikasi tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan kualitas interaksi dan
menyederhanakan informasi,penggunaan bahasa yang sederhana sangatlah penting bagi
kenyamanan pasien.
Tenaga kesehtan sebaiknya diberikan kesempatan untuk mengikuti training komunikasi,
dengan harapan dapat meningkatkan skill dan metode yang belum pernah terbayangkan oleh
mereka namun bisa menghemat waktu,meningkatkan kepuasaan pasien,dan mengindari konflik
atau situasi pasien yang terkait stress.
Hanya fokus kepada kemampuan komunikasi ahli-kesehtan mungkin tidak cukup untuk
menciptakan hubungan yang baik antara pasien dan provider.pelatihan dapat membantu pasien
dalam berbagai hal :
1.
2.
3.
4.

Menanyakan pertanyaan yang tepat


Tetap focus
Menjadi familiar dengan istilah medis
Memahami bagaimana cara membedakan antara sumber informasi yang kerdibel
(dipercaya) dan Non kredibel (tidak dapat dipercaya)

5. Memahami dan mengatasi konflik atau hambatan lainnya yang mungkin akan
mempengaruhi mereka untuk tidak mengikuti atau mempercayai rekomendasi ahli
kesehatan.
6. Menunjukan rasa hormat terhadap waktu dan pengalaman ahli kesehatan
Dalam bidang kesehatan hambatan tersebut dapat berasal dari ahli kesehatan atau dari
pasien.Oleh karena itu, pelatihan pendidikan komunikasi dirasa penting dalam usaha untuk
mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
Daftar Pustaka:

Arwani. 2002. Komunikasi dalam Keperawatan. Jakarta: EGC.

Cangara, Hafied. 2007. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Jakarta: Citra Aditya Bakti.

Liliweri,Alo. 2006. Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

M. Hardjana, Agus. 2003. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Yogyakarta : Penerbit


Kanisius.

Nasir A,Muhith A, Sajidin M, Mubarak WI. 2009.Komukasi dalam Keperawatan :Teori dan Aplikasi.
Jakarta :Salemba Medika.

Omar,HasuriaChe. 2009. Bahasa Verbal dan Bukan Verbal I:Komunikasi,Pendidikan dan


Penterjemahan .Salak Selatan: Attin Press Adn Bhd.

Potter,Patricia dan Anne G.Peery. 2009. Fundamental of Nursing. Windsland: Elsevier

Schiavo,Renata. 2007. Health Communication:From Theory to Practice. San Francisco: Jossey


Bass