Anda di halaman 1dari 5

TUGAS II KIMIA DAN MASYARAKAT

RESUME SEMINAR ANALISIS KIMIA DI BIDANG GEOLOGI


oleh Bapak Oman Abdurrahman dan Bapak Priatna
(Intan Safarina / 10512002)
Geologi berhubungan erat dengan kimia. Ilmu geologi mempelajari batuan
dan mineral, sedangkan mineral tersebut adalah bahan kimia. Materi juga terdiri
dari mineral yang terubah oleh proses geologi seperti erosi, gempa bumi dan
geseran lempeng tektonik. Rasio mineral dalam batuan mungkin menjadi
indikator tentang bagaimana batuan dibentuk dan dalam keadaan lingkungan
apa batuan tersebut terbentuk. Hal-hal tersebut dapat dijelaskan dengan kimia,
karena kimia berkaitan dengan komposisi, sifat, dan struktur materi dan caracara bagaimana zat dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.Maka
dalam mempelajari geologi dibutuhkan pula pengetahuan kimia. Kimia
memberikan perspektif unik yang sangat penting dalam bidang geologi. Seperti
dalam pembuatan Tabel Periodik Ilmuwan Bumi yang telah dirancang sesuai
dengan sifat geologi unsur-unsur.
Contoh lainnya adalah, kimia dapat digunakan untuk mengidentifikasi
mineral yang dicari dalam geologi. Karena ada beberapa mineral yang sangat
mirip namun berbeda urgensinya dilihat dari segi harga dan kelimpahan.
Contohnya adalah Pirit (FeS2) dan Emas (Au). Keduanya memiliki bentuk dan
warna yang mirip satu sama lain, namun umumnya yang dicari adalah emas,
bukan pirit. Dengan mengetahui sifat-sifat kimia masing-masing mineral tersebut
maka mineral tersebut dapat dibedakan.
Menurut Goldschmidt, yang dijuluki sebagai bapak geokimia, geokimia
mempelajari jumlah dan distribusi unsur kimia dalam mineral, bijih, batuan
tanah, air, dan atmosfer. Geokimia tidak terbatas pada penyelidikan unsur kimia
sebagai unit terkecil dari material, juga kelimpahan dan distribusi isotop-isotop
dan kelimpahan serta distribusi inti atom. Definisi Goldschmidt ini menekankan
pada 2 aspek : 1) Distribusi unsur dalam bumi ; 2) Prinsip-prinsip yang mengatur
distribusi tersebut.
Eksplorasi geokimia khusus mengkonsentrasikan pada pengukuran
kelimpahan, distribusi, dan migrasi unsur-unsur bijih atau unsur-unsur yang
berhubungan erat dengan bijih, dengan tujuan mendeteksi endapan bijih. Dalam
pengertian yang lebih sempit eksplorasi geokimia adalah pengukuran secara
sistematis satu atau lebih unsur jejak dalam batuan, tanah, sedimen sungai aktif,
vegetasi, air, atau gas, untuk mendapatkan anomali geokimia, yaitu konsentrasi
abnormal dari unsur tertentu yang kontras terhadap lingkungannya (background
geokimia).
Lingkungan geokimia terbagi atas lingkungan geokimia primer dan
lingkungan geokimia sekunder. Lingkungan geokimia primer adalah lingkungan di
bawah zona pelapukan yang dicirikan oleh tekanan dan temperatur yang besar,
sirkulasi fluida yang terbatas, dan oksigen bebas yang rendah. Sebaliknya,

lingkungan geokimia sekunder adalah lingkungan pelapukan, erosi, dan


sedimentasi, yang dicirikan oleh temperatur rendah, tekanan rendah, sirkulasi
fluida bebas, dan melimpahnya O2, H2O dan CO2. Pola geokimia primer menjadi
dasar dari survey batuan sedangkan pola geokimia sekunder merupakan target
bagi survey tanah dan sedimen.
Aplikasi Geokimia di bidang geologi adalah :
1. Geokimia isotop. Bidang ini melibatkan penentuan konsentrasi relatif dan
mutlak dari unsur-unsur dan isotop mereka di bumi dan di permukaan
bumi.
2. Pemeriksaan distribusi dan gerakan elemen di berbagai belahan bumi
(kerak, mantel, hidrosfer, dan lain-lain) dan dalam mineral dengan tujuan
untuk mengetahui sistem yang mengaturnya.
3. Astrokimia. Bidang ini meliputi analisis distribusi unsur dan isotop mereka
dalam kosmos.
4. Biogeokimia. Bidang ini fokus pada efek hidup pada kimia bumi.
5. Geokimia organik. Bidang ini melibatkan studi tentang peran proses dan
senyawa yang berasal dari organisme hidup atau pernah hidup.
6. Geokimia air. Bidang ini mempelajari peran berbagai elemen di daerah
aliran sungai seperti tembaga, belerang, merkuri, dan bagaimana unsur
dipertukarkan melalui interaksi atmosfer-terestrial-akuatik. Air tanah
termasuk yang dipelajari pada bidang ini.
7. Geokimia regional, geokimia lingkungan dan geokimia eksplorasi termasuk
aplikasi untuk studi eksplorasi lingkungan, hidrologi , hidrogeologi, dan
mineral.
Contoh mineral yang berhubungan dengan geokimia dalam kehidupan
sehari-hari terdapat pada semikonduktor, superkonduktor, mesin jet, Magnetic
Resonance Imaging (MRI) Scanner, Lampu, Radioterapi, dan lain-lain.
Badan Geologi dan Penerapan Analisis Kimia.
Bumi sudah ada sejak 4,45 milyar tahun yang lalu. Banyak hal yang sudah
terjadi dalam rentang waktu tersebut dan masih banyak hal yang mungkin terjadi
di amsa depan. Geologi hadir agar kita belajar mengenali bumi kita dan
bagaimana kita harus bersikap.
Geologi berasal dari bahasa Yunani Gea dan Logos / Logia. Gea artinya
bumi sedangkan Logos/Logia artinya adalah ilmu mengenai. Sehingga dapat
diambil definisi bahwa geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi. Hal-hal yang
dipelajari meliputi : proses sejarah (bagaimana terbentuknya bumi?) ; komposisi
struktur (tersusun dari apa?) ; dan dinamika (bagaimana berevolusi dengan
waktu?).
Proses geologi yang masih berjalan sampai saat ini salah satunya adalah
pergerakan litosfer bumi akibat proses konveksi. Artinya sampai saat ini, gununggunung dan laut bergerak, tetapi pergerakannya hanya dalam orde sentimeter
per tahun. Tetapi, apabila proses ini terus berlangsung selama bertahun-tahun
maka akan memberi tekanan dan dampak yang hebat.

Secara geografis, Indonesia berada di pertemuan 3 lempeng tektonik utama


dunia. Dampak pergerakan lempeng tektonik di Indonesia adalah :
1.
2.
3.
4.

Indonesia memiliki alam yang indah.


Indonesia memiliki cekungan minyak.
Indonesia memiliki cekungan gas.
Terdapat jalur mineralisasi.Contohnya adalah jalur emas, jalur timah, jalur besi,
dan mineral-mineral lainnya. Mineral-mineral tersebut biasanya terdapat pada
urat-urat batuan dalam bentuk bijih, dimana bijih tersebut dapat dipisahkan
misalnya dengan raksa dan sianida sehingga mineral dapat diambil.
5. Indonesia memiliki banyak gunung api. Bahkan, Indonesia dijuluki sebagai
negara gunung api karena memiliki gunung api terbanyak di dunia. Adanya
gunung api ini memberikan efek positif bagi Indonesia yaitu sebgai sumber
inspirasi, sumber kehidupan masyarakat di sekitar gunung karena lahan di
sekitar gunung biasanya sangat subur, sebagai tempat rekreasi alam, dan
masih banyak manfaat lainnya mengingat masih banyak tempat-tempat
pegunungan yang belum terekplorasi contohnya adalah Pulau Satonda.
Adapun dampak negatif banyaknya gunung api di Indonesia adalah bencana
yang ditimbulkan saat gunung api tersebut aktif. Bencana yang terjadi bisa
diakibatkan aliran lahar dari gunung api, ataupun gempa bumi.

Gambar 1 : Dampak pergerakan lempeng tektonik di Indonesia


Berdasarkan dampak pergerakan lempengan tektonik di Indonesia diatas,
dapat disimpulkan dampak positif pergerakan lempek tektonik di Indonesia
adalah terdapatnya cekungan gas, mineral, dan minyak yang berpotensi menjadi
energi baru yang terbarukan, adanya pemandangan yang indah, dan tanah yang

subur. Sedangkan dampak negatif dari pergerakan lempeng tektonik di Indonesia


adalah terdapat banyak bencana.
Dampak positif ini harus kita eksplorasi dan eksploitasi dengan penelitian
multidisiplin agar dapat dimanfaatkan dalam segi ketahanan negara (pangan dan
energi) serta untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Sedangkan dampak
negatifnya harus kita antisipasi untuk mengurangi resiko bencana dan untuk
menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mitigasi bencana.
Mitigasi bencana akan lebih mudah jika terdapat kelembagaan geologi.
Landasan filosofis kelembagaan geologi adalah :
1. Negara wajib mengetahui potensi kekayaan alamnya, termasuk potensi
sumber daya geologi sebagai modal dasar pembangunan ekonomi untuk
sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat (implikasi UUD 45, Pasal 33 ayat 3).
2. Negara wajib melindungi segenap tumpah darahnya dari segenap ancaman,
termasuk dari ancaman bahaya geologi dan bahaya lingkungan (implikasi
Pembukaan UUD 1945).
3. Kondisi geologi Indonesia, terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik
yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik, membawa dampak pada kehadiran
sumber daya energi dan mineral serta sumber bahaya geologi.
4. Undang undang sektor ESDM, Tata Ruang, Penanggulangan Bencana dan
Sumber Daya Air, mewajibkan pemerintah menyediakan informasi geologi.
Sebagai badan publik, Badan Geologi wajib memberikan informasi geologi.
5. Informasi geologi sebagai insentif non-fiskal dan bentuk risk sharing bagi
resource industry.
Landasan filosofis tersebut merupakan sebab dibentuknya badan geologi
yang berfungsi sebagai wadah penelitian dan pelayanan bidang geologi. Dalam
badan geologi terdapat laboratorium analisis kimia.
Metode, analisis kimia dan pelayanan laboratorium kimia badan geologi :
Metode geokimia/analisis kimia untuk eksplorasi mineral, panas bumi,
batubara, coal-bed methane (CBM), penentuan kualitas air tanah.
Pelayanan laboratorium kimia mineral, batubara, panas bumi, dan coal-bed
methane (CBM).
Pelayanan laboratorium kimia air/air tanah.
Pelayanan laboratorium ke-gunung api-an.
Contoh kegiatan yang dilakukan adalah survey terpadu geologi, geokimia
dan geofisika panas bumi, mapos, Manggarai Timur, NTT, dan lain-lain.
Geokimia dan Eksplorasi Mineral.
Geokimia dan eksplorasi mineral didasarkan pada mobilitas unsur dari
sumbernya melalui sungai atau tanah dan batuan. Penyelidikan / eksplorasi
geokimia (pathfinder elements, distribusi, kelimpahan unsur; deskriptif
interpretasi) digunakan sebagai alat untuk membantu menemukan cebakan bijih
mineral, khususnya logam. Geokimia dan eksplorasi mineral dapat digunakan
untuk mengetahui keberadaan deposit bahan galian yang berada di permukaan
maupun bawah permukaan.
Mobilitas unsur adalah kemudahan unsur bergerak dalam lingkungan
geokimia tertentu. Beberapa unsur dalam proses dispersi dapat terpindahkan
jauh dari asalnya, ini disebut mudah bergerak atau mobilitasnya besar,

contohnya: unsur gas mulia seperti radon. Mobilias unsur akan berbeda dalam
lingkungan yang berbeda. Contohnya : F bersifat sangat mobil dalam proses
pembekuan magma (pembentukan batuan beku), cebakan pneumatolitik dan
hidrotermal, namun akan sangat tidak mobil (stabil sekali) dalam proses
metamorfose dan pembentukan tanah. Bila F masuk ke air akan menjadi sangat
mobil kembali.
Karena eksplorasi mineral makin lama makin sulit, mahal, dan kompetitif,
maka diperlukan sebuah perencanaan eksplorasi. Eksplorasi perlu dilakukan
seefisien mungkin, dengan biaya yang betul-betul efektif. Tiap eksplorasi
geokimia terdiri dari tiga komponen, yaitu sampling (pengambilan conto),
analisis, dan interpretasi. Ketiganya merupakan fungsi bebas yang saling terkait.
Kegagalan pada tahap yang satu akan mempengaruhi tahap berikutnya.
Pemilihan teknik/metode dalam eksplorasi mineral tergantung pada
mineralogi dan geokimia daerah target. Komposisi badan bijih akan menentukan
unsur yang dapat digunakan. Metode yang banyak digunakan dalam prospeksi
geokimia adalah kromatografi, kolorimetri, spektroskopi emisi, XRF, dan AAS.
Metode lain yang juga digunakan dalam kasus khusus adalah aktivasi neutron,
radiometri dan potensiometri.
Survey dan Analisis Kimia dalam Mitigasi Bencana Gunung Api.
Tantangan dalam survey geokimia adalah mendesign program yang efektif, pada
prakteknya adalah membuat keputusan tentang pemilihan point-point berikut ini :
1.

Material Sample.

2. Pola penyontoan.
3. Preparasi conto.
4. Prosedur Analitis.
5. Kriteria interpretasi hasil.

Referensi
https://wingmanarrows.wordpress.com/2012/05/16/eksplorasi-geokimia-1definisi-dan-konsep-dasar/ (diakses pada 01-03-2015 18:54)
http://artikelbiboer.blogspot.com/2009/11/geochemical-geokimia.html
(diakses pada 03-03-2015 17:23)