Anda di halaman 1dari 2

Internal Control

Paradigma baru di Indonesia di sektor publik ataupun di sektor privat, dalam


menerapkan internal control di perusahaan ataupun di pemerintahan daerah sudah
menggunakan elemen-elemen internal control yang diperkenalkan oleh COSO, demikian pula
Auditor Internal, Auditor Eksternal termasuk BPK dalam melakukan evaluasi pengendalian
internal pada auditee/klien mengacu pada internal control COSO. menurut pengertiannya,
Internal Control adalah:
1. Sebuah proses
2. Dipengaruhi oleh manusia
3. Diharapkan dapat memberikan jaminan yang memadai
4. Untuk mencapai tujuan:

Pelaporan keuangan yang handal

Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku

Efektivitas dan efisiensi operasional


COSO (Committee of Sponsoring Organizations) menyatakan bahwa untuk
menyediakan suatu struktur dalam mempertimbangkan banyak kemungkinan pengendalian
yang berhubungan dengan tujuan entitas, laporan COSO mengidentifikasi lima komponen
pengendalian internal yang saling berhubungan, yaitu :
1. Lingkungan Pengendalian (control environment)
2. Penilaian Risiko (risk assessment)
3. Informasi dan Komunikasi (information and communication)
4. Aktivitas Pengendalian (controlling activities)
5. Pemantauan (monitoring)
1. Lingkungan Pengendalian (control environment)
Lingkungan pengendalian menetapkan suasana dari suatu organisasi yang mempengaruhi
kesadaran akan pengendalian dari orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan
pondasi dari semua komponen pengendalian intern lainnya yang menyediakan disiplin dan
struktur.
Sejumlah faktor yang membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu entitas diantaranya
adalah sebagai berikut :
1. Integritas dan nilai etika
2. Komitmen terhadap kompetensi
3. Dewan direksi dan komite audit
4. Filosofi dan gaya operasi manajemen
5. Struktur organisasi
6. Penetapan wewenang
7. Tanggung jawab
8. Kebijakan dan praktik sumberdaya manusia
2. Penilaian Risiko
Penilaian risiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah identifikasi, analisis, dan
pengelolaan risiko suatu entitas yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang
disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Penilaian risiko oleh manajemen harus mencakup pertimbangan khusus atau risiko yang
dapat muncul dari perubahan kondisi seperti :
1. Perubahan dalam lingkungan operasi
2. Personel baru
3. Sistem informasi yang baru atau dimodifikasi

4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pertumbuhan yang cepat


Teknologi baru
Lini, produk, atau aktifitas baru
Restrukturisasi perusahaan
Operasi di luar negeri
Pernyataan akuntansi

3. Informasi dan Komunikasi


Sistem informasi dan komunikasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan,terdiri dari
metode-metode dan catatan-catatan yang diciptakan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan,
menganalisis, mangklasifikasi, mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi entitas, dan juga
kejadian-kejadian serta kondisi-kondisi dan untuk memelihara akuntabilitas dari aktiva-aktiva
dan kewajiban-kewajiban yang berhubungan. Sedangkan komunikasi melibatkan penyediaan
suatu pemahaman yang jelas mengenai peran dan tanggung jawab individu berkenaan dengan
pengendalian internal atas laporan keuangan.
4. Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang membantu memastikan
bahwa perintah manajemen telah dilaksanakan. Aktivitas pengendalian membantu
memastikan bahwa tindakan yang diperlukan berkenaan dengan risiko telah diambil untuk
pencapaian tujuan entitas. Aktivitas pengendalian memiliki berbagai tujuan dan diaplikasikan
pada berbagai tingkatan organisasional dan fungsional.
Aktivitas pengendalian dapat dilakukan dalam berbagai cara, yaitu :
1. Pemisahan tugas
2. Pengendalian pemrosesan informasi :
-Pengendalian umum
-Pengendalian aplikasi
3. Pengendalian fisik
4. Review kinerja
5. Pemantauan
Pemantauan (monitoring) adalah suatu proses yang menilai kualitas kinerja pengendalian
internal pada suatu waktu. Pemantauan melibatkan penilaian rancangan dan pengoperasian
pengendalian dengan dasar waktu dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.