Anda di halaman 1dari 7

PENGERTIAN KERAK BENUA, KERAK SAMUDERA,

LITOSFER, ASTENOSFER, DAN ISOSTASI

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah


Tektonofisik

Oleh
Dian Aris Sandi

12113063

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015

A. KERAK BENUA
Kerak benua adalah lapisan batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf yang
membentuk benua dan daerah dangkal dasar laut di dekat pantai, yang dikenal sebagai paparan
kontinental.

Sebagian besar terdiri dari batuan granit, kerak benua memiliki kepadatan sekitar 2,7 g/cm3 dan
kurang padat dibandingkan bahan mantel bumi (kepadatan sekitar 3,3 g/cm3), yang terdiri dari
batuan mafik. Kerak benua juga kurang padat dari kerak samudera (kepadatan sekitar 2,9 g/cm3),
meskipun jauh lebih tebal, sebagian besar 25-70 km dibandingkan rata-rata ketebalan laut sekitar
7-10 km. Sekitar 40% dari permukaan bumi kini dilapisi dengan kerak benua, dengan komposisi
sekitar 70% dari volume kerak bumi.

B. KERAK SAMUDERA

Kerak samudera adalah bagian dari lithosfer bumi yang permukannya berada di cekungan
samudera. Kerak samudera tersusun oleh batuan mafic, atau sima. Kerak ini lebih tipis
dibandingkan dengan kerak benua (sial), dengan ketebalan lebih sedikit dari 10 kilometer, tetapi
massa jenisnya lebih besar, memiliki massa jenis rata-rata sekitar 3.3 gram per sentimeter kubik.

C. LITHOSFER
Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata Yunani dimana
lithos () artinya batuan, dan sphere () artinya lapisan. Secara harfiah litosfer adalah
lapisan Bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit Bumi. Pada lapisan ini pada
umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer sering
dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian,
yaitu Litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian) dan Litosfer
bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian).

Litosfer Bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel Bumi yang mengakibatkan
kerasnya lapisan terluar dari planet Bumi. Litosfer ditopang oleh astenosfer, yang merupakan
bagian yang lebih lemah, lebih panas, dan lebih dalam dari mantel. Batas antara litosfer dan
astenosfer dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan: litosfer tetap padat dalam jangka
waktu geologis yang relatif lama dan berubah secara elastis karena retakan-retakan, sednagkan
astenosfer berubah seperti cairan kental.
Litosfer terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik yang mengakibatkan terjadinya gerak
benua akibat konveksi yang terjadi dalam astenosfer. Konsep litosfer sebagai lapisan terkuat dari
lapisan terluar Bumi dikembangkan oleh Barrel pada tahun 1914, yang menulis serangkaian
paper untuk mendukung konsep itu. konsep yang berdasarkan pada keberadaan anomali gravitasi
yang signifikan di atas kerak benua, yang lalu ia memperkirakan keberadaan lapisan kuat (yang
ia sebut litosfer) di atas lapisan lemah yang dapat mengalir secara konveksi (yang ia sebut
astenosfer). Ide ini lalu dikembangkan oleh Daly pada tahun 1940, dan telah diterima secara luas
oleh ahli geologi dan geofisika. Meski teori tentang litosfer dan astenosfer berkembang sebelum
teori lempeng tektonik dikembangkan pada tahun 1960, konsep mengenai keberadaan lapisan
kuat (litosfer) dan lapisan lemah (astenosfer) tetap menjadi bagian penting dari teori tersebut.
Terdapat dua tipe litosfer

Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak samudra dan berada di dasar

samudera. Litosfer samudra memiliki ketebalan 50-100 km


Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak benua. Litosfer litosfer benua memiliki
kedalaman 40-200 km. Kerak benua dibedakan dengan lapisan mantel atas karena
keberadaan lapisan Mohorovicic

Struktur Lapisan Kerak Bumi


Di dalam litosfer terdapat lebih dari 2000 mineral dan hanya 20 mineral yang terdapat dalam
batuan. Mineral pembentuk batuan yang penting, yaitu Kuarsa (Si02), Feldspar, Piroksen, Mika
Putih (K-Al-Silikat), Biotit atau Mika Cokelat (K-Fe-Al-Silikat), Amphibol, Khlorit, Kalsit
(CaC03), Dolomit (CaMgCOT3), Olivin (Mg, Fe), Bijih Besi Hematit (Fe2O3), Magnetik
(Fe3O2), dan Limonit (Fe3OH2O). Selain itu, litosfer juga terdiri atas dua bagian, yaitu lapisan
Sial dan lapisan Sima. Lapisan Sial yaitu lapisan kulit Bumi yang tersusun atas logam silisium
dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Pada lapisan sial (silisium dan
alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit, andesit, jenis-jenis batuan metamorf,
dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan Sima (silisium magnesium) yaitu lapisan
kulit Bumi yang tersusun oleh logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan
MgO lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada lapisan sial karena
mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Batuan
pembentuk kulit Bumi selalu mengalami siklus atau daur, yaitu batuan mengalami perubahan
wujud dari magma, batuan beku, batuan sedimen, batuan malihan, dan kembali lagi menjadi
magma.

D. ASTENOSFER

Astenosfer merupakan lapisan dibawah litosfer dan diatas mantel atas bumi. Astenosfer
berasal dari bahasa Yunani, asthenes yang berarti lemah dan sphere yang berarti
lapisan/bulatan. Secara definitif, Astenosfer adalah lapisan yang terletak dibawah litosfer dan
diatas mantel atas bumi yang terliat dalam pergerakan lempeng tektonik dan penyesuaian
isotatic. Dasar Astenosfer berada pada kedalaman sekitar 700 km.
E. ISOSTASI

Teori isostasi menjelaskan tentang kesetimbangan atau keberimbangan antara batuanbatuan berat dan ringan dalam kerak bumi. Istilah isostasi diciptakan pada tahun 1889 oleh
ahli geologi Amerika Serikat C.E. Dutton dari kata Yunani yang berarti kesamaan tekanan.
Teori ini menjelaskan mengenai keberadaan kerak bumi yang solid mengapung di atas mantel
yang viscous. Pada sistem keseimbangan ini, densitas menjadi kunci utama. Apa jadinya jika
rasio densitas keduanya berubah? Sudah barang tentu salah satu material akan
menenggelamkan satu dengan yang lain, atau bahkan salah satu material menjadi semakin
mobile di atasnya.

Menurut konsep isostasi, material kerak bumi mengapung karena kesetimbangan antara
berat material dengan gaya ke atas yang dikerjakan oleh lapisan fluida. Dalam teori tektonik
lempeng, lapisan luar bumi (litosfer) terdiri dari kerak bumi dan bagian padat mantel atas,
sampai kedalaman kira-kira 80 km. Material di bawah litosfer yang dianggap cukup panas,
sehingga mudah dibentuk ulang dan mampu mengalir, dinamakan asthenosfer