Anda di halaman 1dari 3

TUMBUH KEMBANG ANAK

USIA TODDLER

Oleh:
PROFESI NERS UPNVJ

APA ITU TODDLER??

Anak usia toddler adalah anak usia


12 36 bulan ( 1 3 tahun ).
Pada periode ini anak berusaha
mencari tahu bagaimana sesuatu
bekerja
dan
bagaimana
menngontrol orang lain melalui
kemarahan,
penolakan,
dan
tindakan keras kepala.

PERKEMBANGAN
Merupakan
bertambah
sempurnanya fungsi alat tubuh
yang dapat dicapai melalui tumbuh
kematangan belajar.

Faktor yang memperngaruhi


tumbuh kembang anak :
a. Faktor Internal
1. Genitika
2. Pengaruh Hormon
PERTUMBUHAN ??
b. Faktor
Eksternal
Pertumbuhan
merupakan
suatu
(Lingkungan)
proses alamiah yang terjadi pada
1. Lingkungan Prenatal
individu secara bertahap anak akan
2. Faktor intranatal
semakin bertambah berat dan
3. Faktor pasca natal
tinggi.

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UPN VETERAN JAKARTA
2015

Konsep Tumbuh Kembang Anak


Usia Toddler :
Karakteristik Fisik

a) Berat Badan
d) Gigi
1) Berat
badan
toddler
Gigi molar pertama dan kedua
bertambah 2,2 kg per tahun
serta gigi taring mulai muncul.
2) Penambahan
berat
badan
menurun secara seimbang

g) Peran orang tua; Untuk mencapai


kontinensia yang tanpa control
yang terlalu ketat atau terlalu
membiarkan.

PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
a) Tugas perkembangan; Beljar untuk
asertif
dalam
mengungkapkan
kebutuhan, keinginan, dan kemauan
dirinya.
b) Krisis perkembangan; Toilet training

b) Tinggi badan
1) Tinggi
badan
meningkat
sekitar 7,5 cm per tahun
2) Proporsi
tubuh
berubah;
lengan dan kaki tumbuh
dengan laju yang lebih cepat
dibandingkan dengan kepala
dan badan

c) Lingkar kepala
1) Fontanel anterior menutup
pada usia 15 bulan
2) Lingkar kepala meningkat 2,5
cm per tahun

PERKEMBANGAN
PSIKOSEKSUAL (TAHAP ANAL)
a) Focus tubuh; Area anal
b) Belajar mengatur defekasi dan
berkemih
c) Krisis perkembangan; Toilet training
d) Keterampilan koping yang umum;
negativism, bermain dengan feses
dan
urine,
perilaku
regresif,
mengisap ibu jari, mengeriting
rambut, menangis, iritabilitas dan
mencibir.
e) Kebutuhan
seksual;
Sensasi
menyenangkan
berhubungan
dengan fungsi eksretori, anak
mengeksplorasi tubuh secara aktif.
f) Bermain; Anak senang bermain
dengan eksreta yang dibuktikan
dengan mengorek-ngorek feses.

c) Menangis, aktivitas fisik, negativism,


menahan nafas, mencari perhatian,
bermain regresi.

d) Bermain; anak melakukan dan mencari


kesempatan dan aktivitas bermain.

e) Peran orang tua; Berperan sebgai agen


pensosialisasi untuk peran dasar
tingkah laku, melakukan retriksi untuk

pertamakalinya
anak, berfokus

terhadap
langsung

perilaku
terhadap

gratifikasi primer dan segera terhadap


kebutuhan anak.