Anda di halaman 1dari 14

SELEKSI, ISOLASI, PEMELIHARAAN

PENGAWETAN DAN
PENGEMBANGAN INOKULUM
UNTUK
PROSES PEMBENTUKAN PRODUK
SKALA INDUSTRI

PENGGUNAAN INOKULUM DALAM INDUSTRI


FERMENTASI

INOCULUM/
SEED CULTURE

ISOLASI DAN PENGAWETAN KULTUR

Isolasi
Waktu,
biaya
isolat
(improvement / pengembangan strain)
Pemeliharaan &pengawetan

| Inokulum = Seed Culture |


Inokulum/Seed culture dalam industri Fermentasi :
Mikrobia : (Bakteri, Jamur, Yeast) yang digunakan
untuk proses pembentukan Produk
Inokulum :
ditumbuhkan secara khusus ke dalam medium
yang diformulasi untuk pembentukan biomasaa sel,
bukan untuk pembentukan produk.
Inoculum harus :
Sehat, aktif, jumlahnya proporsional dengan medium
produksi dan bebas dari kontaminan

Maksud pembuatan Inokulum


Untuk memperbanyak sel/membentuk sel
yang tinggi/aktif (dalam kemampuannya
membentuk produk)
Tidak untuk membentuk produk
Meminimalkan fase lag, sehingga
mempercepat proses pembentukan
produk
Meningkatkan yield produk

Resiko Kontaminasi pada proses


pembentukan produk
Adanya kontaminan dapat menyebabkan:
1. Perebutan substrat sebagai produk sehingga
membuat produk samping.
2. Merubah kondisi lingkungan sehingga tidak
cocok dengan mikrobia yang diinginkan yang
menyebabkan proses menjadi lebih lama dan
produk yang dihasilkan menjadi sedikit.
3. Kontaminan memakan produk yang diinginkan
sehingga menjadi produk lain.

Medium untuk mengembangkan


inokulum
1. Medium diformulasi sedemikian rupa
sehingga sesuai untuk pembentukan massa
sel/ biomassa.
2. Menghasilkan yield produk atau biomassa
yang maksimum
3. Salah satu komposisi medium tidak boleh
memacu terbentuknya produk selain
biomassa sel.
4. Tidak memacu pertumbuhan bakteri
kontaminan atau senyawa metabolit yang
merupakan hasil samping..

Medium untuk mengembangkan


inokulum
1. Menghasilkan konsentrasi biomassa
sel dalam waktu yang relatif singkat.
2. Harga relatif murah, kualitas konsisen,
ketersediaan terjamin.
3. Tidak menimbulkan adaptasi yang
lama dalam medium
fermentasi/produksi.

Pemeliharaan inokulum
Dapat dibedakan menjadi :
1. Penyimpanan dalam bentuk basah.
2. Penyimpanan dalam bentuk kering.
a. kultur tanah basah.
b. kering beku (Liofilisasi).

Pengawetan Isolat
A. Penyimpanan dalam bentuk basah
a. Minyak mineral yang di tambahkan di atas
streak isolat bakteri pada medium NA miring,
kemudian di simpan pada suhu dingin (-20
sampai 5C)
b. Spora yang di dapat dari hasil isolasi bakteri di
pindahkan dalam tabung reaksiyang berisi H2O
steril dan kemudian di simpan pada suhu 5C.
c. Nitrogen cair.
Isolat bakteri yang di dapat dari hasil isolasi di
pindahkan ke tabung reaksi berisi nitogen cair
kemudian di simpan dalam suhu 150 sampai
dengan 196C.

b. Penyimpanan bentuk kering


1. Kultur tanah Tanah basah
Tanah di sterilisasi

di inokulasi dengan kultur inkubasi beberapa hari

di keringkan pada temperatur kamar : 2 minggu

di simpan suhu kamar / refrigenator (umumnya untuk jamur


tahan 20% dan tingkat kematian 50%).

2.Kering beku (liofilisasi)


pembekuan kultur diikuti pengeringan vakum.
1. Sel di tumbuhkan sampai fase stasioner
2. Sel di suspensikan (contoh pada
susu,serum,sodium glutamat
3. Tetes suspensi di masukkan dalam ampul
4. Di bekukan (vakum)
5. Ampul di tutup
6. Di simpan pada suhu 5C
(awet > 10 tahun).

Pengembangan inokulum untuk yeast :

produksi bir dan baker yeast

sering mengambil inokulum dari kultur


proses fermentasi sebelumya untuk
inokulasi adonan yang baru.
Hanya di lakukan 5 10 kali
Setelah itu menggunakan kultur yang
baru.
Memberi resiko kontaminasi,berani
mengambil resiko karena kemungkinan
kontaminasi yang terjadi tidak banyak

Pengembangan Inokulum
untuk bakteri

Tujuan : memperoleh massa sel aktif sehingga


mempunyai fase lag pendek,panjangnya fase
lag tergantung ukuran / jumlah inokulum dan
kondisi fisiologi sel.
Umur inokulum penting untuk bakteri yang
punya endospora,endospora terbentuk pada
akhir fase log,inokulum yang banyak
mengandung endospora yang akan
memperpanjang fase lag pada proses
fermentasi