Anda di halaman 1dari 22

CHEMICAL

HAZARD
Kelompok 3 :
1.
Ahmad Rio Fatullah
2.
Dini Budiarti
3.
Imas Ajeung Pangestu
4.
Ineu Ayu Oktapia
5.
Liza Luthfiatunisa
6.
Muhammad Taufan
7.
Novy Ardianti
8.
Pamella Devi Suteja
9.
Puspitasari
10. Richi Dwinanda
11. Sally Vicira
12. Uda Nurbaeti

Bahan Kimia Berbahaya

Bahan berbahaya adalah bahan-bahan yang pembuatan,


pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan penggunaanya
menimbulkan atau membebaskan debu, kabut, uap, gas,
serat, atau radiasi sehingga dapat menyebabkan iritasi,
kebakaran, ledakan, korosi, keracunan dan bahaya lain dalam
jumlah yang memungkinkan gangguan kesehatan bagi orang
yang berhubungan langsung dengan bahan tersebut.

Bahan kimia banyak digunakan dalam lingkungan kerja yang


dapat dibagi dalam dua kelompok besar yaitu :

Industri Kimia
Industri Pengguna Bahan Kimia Laboratorium

Klasifikasi Umum
Klasifikasi atau penggolongan bahan kimia berbahaya
diperlukan untuk memudahkan pengenalan serta cara
penanganan dan transportasi. Secara umum bahan
kimia berbahaya diklasifikasikan menjadi beberapa
golongan diantaranya sebagai berikut :

Bahan
Bahan
Bahan
Bahan
Bahan

Kimia
Kimia
Kimia
Kimia
Kimia

Beracun (Toxic)
Korosif (Corrosive)
Mudah Terbakar (Flammable)
Peledak (Explosive)
Oksidator (Oxidation)

KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK


Pengelompokkan bahan peledak secara ilmiah
berdasarkan komposisi senyawa kimia dibagi atas :

bahan peledak senyawa murni (tunggal)


bahan peledak campuran dan
bahan peledak lemah

BAHAN KIMIA SENYAWA MURNI


(TUNGGAL)
Dikelompokkan atas dua kelompok, yaitu bahan peledak murni
(Primary Explosive) dan bahan peledak kuat (High Explosive).

Yang termasuk di dalam


bahan peledak murni
(Primary Explosive) adalah :
Merkuri
Fulminate
timbal azida
Sianurat triazia (CTA)
Diazonitrofenol (DDNP)
Tetrasen
heksametilendiamin
Peroksida (HMTD) dll.

Yang termasuk di dalam bahan peledak


kuat (High Explosive) adalah :
Trinitrotoluen (TNT)
dinitrobenzene
dinitrotoluen (DNT)
Dinitrofenol
ammonium pitrat
trinitro-m-xylen (TMX)
trinitroanisol (TNA)
etilen gloikol dinitrat (EGDN)
nitroselulosa (NG)
nitrogliserin (NG)
ammonium nitrat
dipentaaeritritol (Dipen) dll.

BAHAN PELEDAK CAMPURAN

Bahan peledak campuran banyak digunakan


karena memiliki banyak keunggulan daripada
bahan peledak tunggal.
Bahan peledak campuran ini dikelompokkan
atas :
Bahan peledak kuat (High Explosive) dan
Bahan peledak lemah (Low Explosive).

Bahan peledak kuat (High


Explosive)

Bahan peledak kuat (High


Explosive) bahan peledak jenis ini
memiliki kecepatan denotasi
antara 1.000-8.500 m/s.

Yang tergolong bahan peledak


kuat adalah :
Amatol
Ammano
amonium nitrat fuel oil (ANFO)
Siklotol
Dinamit
Oktol
Pentolik
Pikratol
bomplastik.

Bahan peledak lemah (Low


Explosive)

Bahan peledak lemah (Lom


Explosive) bahan peledak
jenis ini memiliki kecepatan
detonasi antara 400-800
m/s.
Yang tergolong bahan
peledak jenis ini adalah :
bubuk hitam (black
powder)
bubuk tak berasap
(smokeless powder)
bahan pendorong roket
dan
bahan pendorong cair.

KRITERIA BAHAN PELEDAK

Bahan peledak Blasting, yaitu bahan peledak yang digunakan


untuk pertambangan. Sedangkan bahan peledak Bursting
adalah bahan peledak yang digunakan dalam sistem senjata,
seperti bom, granat, kepala ledak dan sejenisnya.
Bahan peledakk Catridge, digunakan sebagai pembentuk
metal projectile yang berkemampuan tembus atau memotong.
Bahan peledak Propellant, digunakan sebagai pembentuk gas
pendorong dalam peluru senjata atau motor roket.
Bahan peledak Fuse, bahan peledak yang dipergunakan
sebagai pembentuk panas, gas, warna dan sebagainya.
Bahan peledak Pyrotechnic, bahan peledak yang digunakan
sebagai pemula suatu rangkaian proses peledakan.

PENYIMPANAN BAHAN
KIMIA BERBAHAYA

Bahan kimia yang mudah


terbakar

Suatu gas dikatakan mudah terbakar jika gas itu menyala dalam
udara atau oksigen, hydrogen, propane, butane, etilene,
hydrogen sulfide, gas arang batu dan etana merupakan gas yang
mudah terbakar.
Bahan kimia cair yang mudah menyala dikelompokkan atas titik
nyalanya.
Bahan kimia yang mudah menyala harus disimpan ditempat
yang cukup sejuk, dengan tujuan mencegah nyala jika uapnya
tercampur udara.
Daerah penyimpanan harus terletak jauh dari sumber panas dan
terhindar dari bahaya kebakaran.
Dalam penyimpananya, bahan kimia ini harus dipisahkan dari
bahan oksidator kuat atau dari bahan yang dapat terbakar
sendiri (selfcombustible).

Bahan kimia beracun

Kemasan bahan kimia beracun tidak mungkin


dibuat sempurna, sehingga terjadi kebocorankebocoran, dan uap bahan kimia beracun yang
masuk kedalam udara perlu pertukaran udara
yang baik.
Tempat penyimpanan bahan kimia ini harus
sejuk dengan pertukaran udara yang baik, tidak
kena sinar matahari langsung, jauh dari sumber
panas.
Harus dipisahkan dengan bahan kimia lainnya.

Bahan kimia korosif

Bahan kimia ini dapat merusak kemasannya dan


bocor keluar atau menguap keudara.
Dalam penangananya bahan kimia tersebut
harus didinginkan diatas titik bekunya.
Tempat penyimpanan bahan kimia yang bersifat
korosif harus terpisah dari bangunan lainnya,
terbuat dari dinding dan lantai yang tahan korosi
dan tidak tembus serta dilengkapi fasilitas
penyalur tumpahan.

Cara Pengangkutan Bahan Kimia Berbahaya


Dalam pengangkutanya perlu dipertimbangkan factorfaktor antara lain: pengaturan muatan secara keseluruhan,
pengaruh gerakan alat pengangkutan dalam cuaca yang tidak
baik, pengaruh perubahan suhu, dan kelembaban terhadap
keselamatan bahan kimia yang diangkut dan lain-lain.
Dalam pengangkutan bahan kimia berbahaya, pengemudi
atau setiap orang yang terlibat dalam proses pengangkutan
harus dibekali pengetahuan tentang bahaya bahan kimia yang
diangkut dan upaya pencegahannya, tindakan bila terjadi
kebocoran, kebakaran atau kecelakaan dan alamat untuk
meminta petolongan.

Efek Bahan Kimia terhadap Kesehatan


Kerusakan jaringan atau sel tubuh terutama terjadi pada organ
target yakni bagian yang terserang bahan kimia.
Tergantung dari organ target, bahan kimia bisa bersifat :
o neurotoksik (meracuni saraf)
o hepatotoksik (meracuni liver/hati)
o nefrotoksik (meracuni ginjal)
o hematotoksik (meracuni darah)
o sistemik (meracuni seluruh fungsi tubuh) dan sebagainya.
Berdasar gejala yang ditimbulkan, bahan kimia dapat bersifat
asfiksian (gejala akibat berkurangnya Kadar oksigen), irritan
(mengakibatkan iritasi, merangsang), menimbulkan sensitasi
dan alergi.
Selanjutnya ditinjau dari lama atau waktu timbulnya gejala,
efek bahan kimia bisa terjadi secara akut dan kronik.

Faktor yang Ditimbulkan dari Bahan Kimia


Berbahaya di Lingkungan
Kerja

Jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh :


1) Pernapasan ( inhalation ),
2) Kulit (skin absorption )
3) Tertelan ( ingestion )

Bahaya Kimia di Lingkungan Kerja meliputi :


Korosi
Korosi

Kanker
Kanker

Iritasi
Iritasi

Efek
Efek Reproduksi
Reproduksi

Reaksi
Reaksi Alergi
Alergi

Racun
Racun Sistemik
Sistemik

KOROSI

Bahan kimia yang bersifat korosif menyebabkan kerusakan


pada permukaan tempat dimana terjadi kontak.
Kulit, mata dan sistem pencernaan adalah bagain tubuh
yang paling umum terkena.
Contoh : konsentrat asam dan basa , fosfor.

IRITASI

Iritasi menyebabkan peradangan pada permukaan


di tempat kontak.
Iritasi kulit bisa menyebabkan reaksi seperti eksim
atau dermatitis.
Iritasi pada alat-alat pernapasan yang hebat dapat
menyebabkan sesak napas, peradangan dan
oedema ( bengkak ).
Contoh : Kulit : asam, basa,pelarut, minyak .
Pernapasan : aldehydes, alkaline dusts, amonia,
nitrogen dioxide,
phosgene, chlorine ,bromine,
ozone.

REAKSI ALERGI

Bahan kimia alergen atau sensitizers dapat


menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau
organ pernapasan.
Contoh : Kulit : colophony ( rosin),
formaldehyde, logam seperti chromium atau
nickel, epoxy hardeners, turpentine.
Pernapasan : isocyanates, fibre-reactive dyes,
formaldehyde, nickel.

KANKER

Karsinogen pada manusia adalah bahan kimia


yang secara jelas telah terbukti pada manusia.
Kemungkinan karsinogen pada manusia adalah
bahan kimia yang secara jelas sudah terbukti
menyebabkan kanker pada hewan .
Contoh :Terbukti karsinogen pada manusia :
benzene ( leukaemia); vinylchloride ( liver
angiosarcoma); 2-naphthylamine, benzidine
(kanker kandung kemih ); asbestos (kanker
paru-paru , mesothelioma);

EFEK REPRODUKSI

Bahan-bahan beracun mempengaruhi fungsi


reproduksi dan seksual dari seorang manusia.
Perkembangan bahan-bahan racun adalah faktor
yang dapat memberikan pengaruh negatif pada
keturunan orang yang terpapar.
contoh :aborsi spontan.
Contoh :Manganese, carbondisulphide,
monomethyl dan ethyl ethers dari ethylene
glycol, mercury. Organic mercury compounds,
carbonmonoxide, lead, thalidomide.

RACUN SISTEMIK

Racun sistemik adalah agen-agen yang menyebabkan


luka pada organ atau sistem tubuh.
Contoh :
Otak : pelarut, lead,mercury, manganese
Sistem syaraf peripheral : n-hexane,lead,arsenic,carbon
disulphide
Sistem pembentukan darah : benzene,ethylene glycol
ethers
Ginjal : cadmium,lead,mercury,chlorinated hydrocarbons
Paru-paru : silica,asbestos, debu batubara
( pneumoconiosis )