Anda di halaman 1dari 4

VERTIGO POSISIONAL PAROKSISMAL BENIGNA

PENEKANAN PADA DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN

Vertigo atau pusing adalah suatu keluhan subyektif berupa ilusi gerakan
berputar yang dirasakan oleh pasien. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan
pada organ keseimbangan, seperti penyakit Meniere, neuritis vestibular, labirinitis
atau iskemia vertebrabasilar, namun vertigo posisional paroksismal benigna (VPPB)
memiliki porsi terbesar sebagai penyebab vertigo. Penyebab VPPB adalah adanya
partikel bebas kalsium karbonat (CaCO 3) yang disebut otokonia di dalam kanalis
semisirkularis posterior system labirin. Dan mempunyai karateristik klinis berupa
vertigo dan nistagmus yang muncul tiba-tiba (paroksismal) dan dicetuskan oleh
perubahan posisi kepala.
Dalam hal ini farmakoterapi memiliki peran yang kecil dalam
penatalaksanaannya karena hanya bersifat simptomatik, sehingga dilakukan
manuver Epley dan Semont untuk mengatasi VPPB.
ANATOMI
Sistem vestibular, bersama dengan mata, system proprioseptif
dan
serebellum berfungsi untuk mengendalikan posisi dan pergerakan tubuh. Reseptor
vestibular perifer terdiri dari kanalis semisirkularis dan organ otolith. Tiga buah
kanalis semisirkularis (posterior, lateral, anterior) membentuk sudut dikanan satu
dengan yang lain, berespon terhadap akselerasi angular (seperti rotasi) dan
berkoordinasi dengan pergerakan mata dan kepala.
PATOFISIOLOGI
TEORI KUPULOLALITAS
Ditemukan oleh Harold Schuknecht bahwa trdapat partikel basofilik yang
berikatan dengan kupula yang terutama ditemukan pada kanalis semisirkularis
posterior. Kelemahannya ditunjukkan oleh penelitian lain bahwa deposit partikel
pada kupula seharusnya menghasilkan nistagmus posisional yang persisten, bukan
hanya serangan nistagmus yang bersifat paroksismal yang tampak pada VPPB
TEORI KANALOLITIASIS
Ditemukan oleh Hall, Ruby dan McClure dan diperkuat oleh Epley,
menyatakan bahwa VPPB lebih relevan bila disebabkan oleh partikel yang bebas
bergerak dalam endolimfe pada kanalis semi-sirkularis daripada partikel yang
terfiksasi pada kupula. Partikel ini biasanya merupakan oto-konia yang terlepas dari
macula dan bersirkulasi pada kanalis semisirkularis posterior karena kanalis ini

merupakan bagian labirin vestibular yang paling dipengaruhi oleh gaya gravitasi
pada posisi tegak dan terlentang.
GAMBARAN KLINIS
Vertigo atau pusing yang dirasakan penderita timbul secara tiba-tiba
(paroksismal) dan dicetuskan oleh perubahan posisi kepala seperti berganti posisi
tidur dari miring kiri ke kanan dan sebaliknya, menundukkan atau mengadahkan
kepala. Kadang disertai mual, muntah, dan gangguan keseimbangan. Durasi
serangan berlangsung selam 10-20 detik, namun dapat timbul lagi dalam hitungan
hari, bulan hingga tahun.
DIAGNOSIS
Pasien dengan keluhan vertigo tanpa gangguan pendengaran dan deficit
neurologis lainnya. Pemeriksaan fisik jantung, telinga, dan pemeriksaan saraf
cranial bertujuan untuk menyingkirkan penyebab vertigo yang bersumber dari otak
dan batang otak (sentral).
Tes Dix-Hallpike
Pasien diposisikan duduk tegak, kemudian pemeriksa memutar kepala pasien
ke arah salah satu telinga sejauh 30-45 derajat. Pasien diinformasikan untuk tetap
membuka mata dan memfokuskan mata pada pemeriksa dengan menyokong
kepala pasien, membaringkan pasien dalam posisi terlentang dengan kepala sedikit
hiperekstensi sehingga posisi kepala melewati tepi ranjang pemeriksa. Criteria
diagnosis VPPB dengan maneuver Dix-Hallpike:

Vertigo dengan ciri nistagmus campuran torsional dan vertical saat dilakukan
prosedur Dix-Hallpike
Periode laten (1-2 detik) antara akhir prosedur Dix-Hallpike dengan timbulnya
vertigo dan nistagmus
Vertigo dan nistagmus yang timbul bersifat paroksismal (peningkatan dan
penurunan intensitas dalam waktu 10-20 detik)
Kelelahan (fatigability) yaitu penurunan intensitas vertigo dan nistagmus bila
prosedur Dix-Hallpike diulang.
PENATALAKSANAAN
PROSEDUR REPOSISI KANALITH
Adalah mereposisi otolith yang terlepas kembali ke dalam utrikulus.
Kelebihannya adalah tingkat keberhasilannya tinggi dan reliabilitasnya yang tinggi
sehingga prosedur ini dapat dilakukan oleh dokter maupun pasien sendiri.
Manuver Epley :
1. Pasien duduk di tempat tidur pemeriksaan dengan mata terbuka dan kepala
menoleh seebesar 45 derajat ke arah telinga yang terganggu
2. Pasien berbaring terlentang tiba-tiba
3. Kepala pasien diputar sebesar 45-60 derajat ke arah berlawanan. Posisi ini
dipertahankan selama 20 detik

4. Pasien memutar badannya sesuai arah kepala dan kepala diputar lagi sebesar
45 derajat . posisi ini dipertahankan selama 20 detik.
5. Pasien diminta untuk tegak kembali. Posisi ini dipertahankan selama 24 jam
atau minimal membentuk sudut 45 derajat dari bidang datar.
Maneuver Semont:
Secara umum, tata cara dan prinsip maneuver Epley yang telah dijelaskan di
atas. Hanya saja tahap 3 dihilangkan.
Manuver Brandt-Daroff :
1. Pasien duduk tegak di tempat tidur.
2. Pasien berbaring pada salah satu sisi tubuh dengan posisikepala
menengadah ke atas. Posisi ini dipertahankan selama 30 detik atau
hingga vertigonya hilang. Setelah itu pasien kembali ke posisi tegak awal
selama 30 detik.
3. Kemudian berbaring kembali pada sisi tubuh yang berlawanan arah
selama 30 detik atau hingga vertigonya hilang.
TERAPI MEDIKAMENTOSA
Pada dasarnya, terapi medikamentosa hanya diberikan untuk mengendalikan
suatu vertigo yang akut dan belum jelaspenyebab definitifnya. Penggunaannya
tidak dapat menurunkan frekuensi serangan vertigo, namun dapat mengurangi
intensitasnya. Obat terdiri dari golongan supresan vestibular (meclizine,
dimenhidrinat, skopolamin, prometazin, dan lorazepam) dan golongan anti-emetik
(prochlorperazine, metoklopramid dan droperidol).
Vibrasi tulang mastoid
Penggunaan vibrator tulang yang diletakkan ditulang mastoid dengan tujuan
untuk menggoyahkan debris otolith yang terfiksasi pada membrane kanalis
semisirkularis. Vibrator tulang dengan frekuensi 85 Hz diletakkan di tulang mastoid
pada sisi telinga yang terganngu setelah nistagmus timbul saat maneuver DixHallpike dilakukan.
TERAPI OPERATIF
1. Neurektomi Singular
Bertujuan untuk merusak nervus singular yang berfungsi untuk
mengirimkan impuls dari kanalis semisirkularis posterior ke system saraf
pusat menjaga keseimbangan. Berdasarkan percobaan Gacek, tindakan ini
mempunyai tingkat kesuksesan yang tinggi. Meskipin demikian, teknik ini
sekarang kurang popular karena selain membutuhkan tingkat keahlian
operator yang tinggi, juga terdapat risiko yang tinggi untuk timbulny
gangguan penndengaran sensorineural.
2. Oklusi Kanalis Semisirkularis Posterior
Tujuan dari teknik operasi ini adalah menghambat fungsi dari kanalis
semisirkularis posterior tanpa merusak struktur lain dari labirin atau koklea,
sehingga kanalis semisirkularis posterior tidak berespon terhadap partikel
yang bergerak bebas dalam endolimfe atau deposit kupular, bahkan terhadap
akselerasi angular normal.
KESIMPULAN

VPPB merupakan kelainan system vestibular yang paling sering ditemukan.


Penyebab VPPB diduga karena partikel berupa otokonia yang terlepas dari macula
dan kemudian beredar bebas dalam endolimfe pada kanalis semisirkularis.
Gambaran klinis VPPB adalah serangan vertigo yang timbul secara tiba-tiba,
dicetuskan oleh perubahan posisi kepala, dan berlangsung selama 10-20 detik.
Pemeriksaan umum, pemeriksaan kepala dan leher serta pemeriksaan fisik umum,
pemeriksaan neurologis dapat membantu menegakkan diagnosis VPPB dan
menyingkirkan diagnosis banding. Pemeriksaan fisik yang khas didapatkan daari
pasien dengan VPPB addalah maneuver Dix-Hallpike. Nistagmus yang
patognomonik untuk VPPB adalah yang muncul setelah periode laten selama 2-20
detik, memiliki karakteristik nistagmmus yang bersifat rotatorik dengan batas atas
dari bola mata yang berputar mendekati telinga bermasalah dan bertahan selama
10-20 detik, bila maneuver ini diulang maka akan terjadi pengurangan respon yang
terjadi. Terapi reposisi kanalith seperti maneuver Epley, Semont, dan prosedur
latihan Brandt-Daroff yang memiliki tingkat keberhasilan terapi yang tinggi pada
VPPB.sedangkan terapi medikamentosa diberikan untuk vertigo yang akut dan
belum jelas penyebab definitifnya. Terapi operatif diindikasikan untuk penderita
VPPB dengan gejala berat dan tidak responsive terhadap terapi lain serta
kemungkinan adanya diagnosis lain telah disingkirkan. Terapi operatif yang saat ini
lebih banyak dipilih adalah oklusi kanalis semisirkularis posterior.

Anda mungkin juga menyukai