Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena


dengan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah
Kimia Organik dengan judul Aldehid.
Makalah Aldehid ini membahas tentang struktur aldehid,
tata nama aldehid, sifat fisik & kimia, pembuatan dan kegunaan
aldehid.
Kami sadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, oleh
karena itu sangat diharapkan kritik dan saran yang membangun
sehingga makalah ini dapat diterima disemua kalangan. Tidak
lupa kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang
membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Pontianak, Februari 2014

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Dalam kehidupan seharihari, seyawa kimia memegang

peranan penting, seperti

dalam makhluk hidup, sebagai zat

pembentuk atau pembangun di dalam sel, jaringan dan organ.


Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam nukleat, karbohidrat,
protein dan lemak. Proses interaksi organ memerlukan zat lain
seperti enzim dan hormon. Tubuh kita juga memiliki sistem
pertahanan dengan bantuan antibodi. Demikian pula dengan
alam sekitar kita seperti tumbuhan dan minyak bumi, juga
disusun oleh molekul-molekul yang sangat khas dan

dibangun

oleh atom-atom dengan kerangka atom karbon ( C ).


Dalam

berikatan,

sesama

atom

karbon

terdapat

tiga

kemukinan, pertama membentuk ikatan tunggal, ikatan rangkap


dua dan ikatan rangkap tiga. Untuk penyederhanaan dapat kita
ibaratkan ikatan tunggal terjadi dari orbital s dan disebut ikatan
sigma pada orbital hibrid sp3 dan bentuk molekul tetrahedron
dengan sudut 109,5 derajat. Senyawa dengan ikatan tunggal
disebut dengan senyawa hidrokarbon jenuh.
Aldehida merupakan senyawa organik yang memiliki gugus
karbonil terminal. Gugus fungsi ini terdiri dari atom karbon yang
berikatan dengan atom hidrogen dan berikatan rangkap dengan
atom oksigen. Golongan aldehida juga dinamakan golongan
formil atau metanoil. Kata aldehida merupakan kependekan dari

alcohol

dehidrogenasi

yang

berarti

alkohol

yang

terdehidrogenasi. Golongan aldehida bersifat polar.


1.2

Rumusan Masalah

Dengan mengacu latar belakang masalah, maka dapat


dirumuskan beberapa masalah, yaitu:
1. Bagaimanakah struktur aldehid ?
2. Bagaimana aturan tata nama pada aldehid ?
3. Bagaimana sifat fisik dan kimia aldehid ?
4. Bagaimana proses pembuatan aldehid ?
5. Apa saja kegunaan aldehid ?

1.3
1.
2.
3.
4.
5.

Tujuan
Untuk mengetahui struktur pada aldehid
Mengetahui cara pemberian nama pada aldehid
Mengetahui sifat-sifat fisik maupun kimia aldehid
Untuk mengetahui proses pembuatan aldehid
Mengetahui kegunaan aldehid dalam kehidupan sehari-hari

BAB II
PEMBAHASAN
4

2.1 Struktur Aldehida


Aldehida merupakan senyawa organik yang mengandung unsur
C, H, dan O dengan rumus R-CHO, dimana :
R

: Alkil

-CHO : Gugus fungsi aldehida


Contoh :

Sudut yang dibentuk oleh gugus fungsi CHO sebesar 120


derajat dan panjang ikatan rangkap C=O sebesar 0,121 nm.
Contoh struktur :

2.2 Tatanama Aldehida


a. IUPAC

1. Pemberian nama aldehida dilakukan dengan mengganti


akhiran a pada nama alkana dengan al.
Contoh :

2. Tentukan rantai utama (rantai dengan jumlah atom karbon


paling panjang yang terdapat gugus karbonil.
Contoh :

3. Tentukan substituen yang terikat pada rantai utama.


Contoh :

4. Penomoran substituen dimulai dari atom C gugus karbonil.


Contoh :

5. Jika terdapat 2/lebih substituen berbeda dalam penulisan


harus disusun berdasarkan urutan abjad huruf pertama
nama substituen.
Contoh :

6. Awalan di-, tri-, sek-, ters-, tidak perlu diperhatikan dalam


penentuan urutan abjad sedangkan awalan yang tidak
dipisahkan dengan tanda hubung (antara lain : iso-, dan
neo-) diperhatikan dalam penentuan urutan abjad.
Contoh:

b. Trivial

1. Aldehida tak bercabang


Berikut ini daftar nama trivial beberapa aldehida yang tidak
bercabang:

2. Aldehida bercabang
a) Tentukan rantai utama (rantai dengan jumlah atom
karbon paling panjang yang terdapat gugus karbonil.
Contoh :

b) Tentukan substituen yang terikat pada rantai utama.


Contoh

c) Penomoran substituen dimulai dari atom karbon yang


mengikat gugus karbonil dengan huruf , , .
8

Contoh :

2.3 Sifat fisik dan kimia Aldehida

Sifat Fisik Aldehida:

Aldehida dengan 1-2 atom karbon (formaldehida, dan


asetaldehida) berwujud gas pada suhu kamar dengan bau
tidak enak.

Aldehida dengan 3-12 atom karbon berwujud cair pada


suhu kamar dengan bau sedap.

Aldehida dengan atom karbon lebih dari 12 berwujud padat


pada suhu kamar.

Aldehida suku rendah (formaldehida, dan asetaldehida)


dapat larut dalam air.

Aldehida suku tinggi tidak larut air.

Sifat Kimia aldehida

Oksidasi oleh kalium bikromat dan asam sulfat


Oksidasi aldehida dengan campuran kalium bikromat dan
asam sulfat akan menghasilkan asam karboksilat.

Contoh :

Oksidasi oleh larutan Fehling


Aldehida dapat mereduksi larutan Fehling menghasilkan
endapan merah bata dari senyawa tembaga(I) oksida.
Contoh :

Oksidasi oleh larutan Tollens


Aldehida dapat mereduksi larutan Tollens menghasilkan
cermin perak.

2.4 Pembuatan Aldehida

Oksidasi alkohol primer


Alkohol primer dapat teroksidasi menghasilkan suatu
aldehida dengan katalis kalium bikromat dan asam sulfat.
Contoh :

Mengalirkan uap alkohol primer di atas tembaga panas


Uap alkohol primer teroksidasi menghasilkan suatu
aldehida dengan katalis tembaga panas.
10

Contoh :

Memanaskan garam kalsium suatu asam monokarboksilat


jenuh dengan kalsium format.
Pemanasam campuran garam kalsium asam
monokarboksilat jenuh dengan kalsium format akan
menghasilkan aldehida.
Contoh :

2.5 Kegunaan Aldehida

Formaldehida (metanal) digunakan sebagai pembunuh


kuman dan mengawetkan.

Formaldehida digunakan untuk membuat plastik termoset


(plastic tahan panas).

Paraldehida digunakan sebagai akselerator vulkanisasi


karet

11

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
1.

Pembentukan pada senyawaan aldehid bias didapat kan dari


Oksidasi alcohol primer, Ozonolisis alkena dan Oksidasi metil
benzena.

2.

Reaksi yang terjadi pada aldehid diantaranya Reaksi-reaksi


pereaksi Grignard, Reduksi menjadi alcohol, Addisisianida
pembentukan sinohidrin, Addisi NaHSO3, Addisi derivatederivat

amino,

Addisi

alcohol,

Reduksi

asil

klorida,

Kondensasi ldol dll.


3.

Sedangkan untuk mengidentifikasi kandungan gugus fungsi


aldehid dalam suatu senyawaan tertentu, dapat digunakan
beberapa

metode

diantaranya,

Uji

Fehling,

Uji

2,4-

dinitrofenilhidrazin, Uji Iodoform, Reaksi Triiodo metana


(Iodoform) serta Penggunaan larutan kalium iodida dan
natrium klorat(I).

12

DAFTAR PUSTAKA

13

14