Anda di halaman 1dari 5

Kasus Informed

Consent 2

Pasien

Dokter / Rumah Sakit

Pasien tidak merasa


diberikan informasi
mengenai resiko tindakan
medis yang dilakukan oleh
dokter.
Dia memiliki konsep seperti
ini, bahwa kematian istrinya
kematian yang sia-sia. Tetapi
dia ingin kematian istrinya
bermanfaat bagi semua
orang. Jadi biarlah ini
menjadi efek jera, sehingga
rumah sakit dapat melayani
pasien dengan baik, tidak
ada lagi hal serupa yang
terjadi dikemudian hari,"
tegas suami pasien.

Dokter sudah merasa


memberikan informasi yang
dirasa perlu terkait dengan
tindakan medis yang
dilakukan.
Dokter BHS sudah
memberi penjelasan kepada
keluarga dan operasi yang
dilakukan. Di 'informed
consent' (persetujuan
tindakan medis) itu, dokter
juga sudah menjelaskan
efek samping atau risiko
setelah dilakukan operasi
sehingga keluarga tahu,
tutur pihak Rumah Sakit.

Analisis
Kemungkinan yang terjadi:
Terjadi miskomunikasi, keluarga pasien
tidak sepenuhnya mengerti apa yang
dijelaskan dokter.
Dokter lalai menyampaikan informasi
terkait dengan tindakan serta risiko operasi.
Kurang terjalin hubungan yang baik antara
dokter dengan pasien.

Solusi
Komunikasi yang baik
Perlunya informed consent dan
memastikan bahwa keluarga pasien
sudah mengerti isi dari informed
consent saat menandatanganinya.

Anda mungkin juga menyukai