Anda di halaman 1dari 3

Tiga Jurus Bangun Rumah Murah

Sebuah artikel yang kami sadur dari


http://properti.kompas.com/read/xml/2009/08/07/11140686/tiga.jurus.bangun.rumah.
murah
KOMPAS.com - Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil seperti sekarang ini,
membangun rumah ideal dengan biaya murah tampaknya sebuah impian. Tetapi di
mata arsitek sekaligu penulis buku Mimpi Rumah Indah, Yu Sing, membangun
rumah berbiaya minim bukanlah sesuatu yang mustahil.
Untuk mewujudkan sebuah rumah murah, Yu Sing memberi sejumlah panduan
penting yang merupakan hasil pengalamannya dalam mendesain beberapa rumah
murah, baik yang sudah terbangun,yang sedang dibangun, maupun yang masih dalam
proses desain.
"Tentunya pengalaman mendesain rumah murah ini tidak dapat menjadi acuan akhir,
tapi sebagai pemberi dorongan semangat bagi mereka yang ingin membangun rumah
dengan biaya terbatas," ungkapnya.
Setidaknya ada tiga hal penting menurut Yu Sing yang harus dipenuhi untuk
mewujudkan rumah murah yakni penggunaan tenaga arsitek, perencanaan struktur
rumah dan penggunaan material yang tepat.
Untuk hal pertama, Yu Sing mengakui masih banyak masyarakat yang terjebak pada
anggapan keliru soal arsitek. Masyarakat menilai jasa arsitek itu selalu mahal
sehingga pembangunan dirasa murah tanpa arsitek.
"Padahal itu tidaklah benar, memang arsitek masih terkesan eksklusif, tetapi ada juga
yang tidak menetapkan tarif mahal," ujar Yu Sing.
Ia menegaskan, tidak semua arsitek menetapkan tarif yang tinggi. Tak sedikit arsitek
yang siap memberikan jasanya dengan tarif yang sesuai dengan kantong.
Dengan menggunakan jasa arsitek, lanjut Yu Sing, masayarakat dapat menghemat
biaya karena arsitek bisa membantu dalam membuat struktur, ruangan, dan pemilihan
material yang efisien dan efektif. Menggunakan jasa arsitek juga membantu Anda
dalam membuat desain rumah yang baik.
"Rumah yang didesain dengan baik, dapat mempengaruhi hidup seseorang menjadi
lebih positif dan berkualitas. Begitu juga dalam konteks sebaliknya. Kalau ruang-

ruang hidup sehari-hari sumpek, sikap hidup juga dapat terpengaruh menjadi
sumpek," ujar Yu Sing.
Hal kedua yang harus dipenuhi adalah perencanaan struktur. Agak berbeda dengan
desain rumah beranggaran dana longgar, desain rumah murah justru dimulai dengan
desain sistem strukturnya terlebih dahulu, bukan dimulai dari desain arsitekturnya.
"Sistem struktur yang efisien sangat menentukan anggaran konstruksi rumah, karena
biasanya biaya struktur rumah sekitar 40-50 persen dari biaya keselururuhan," ungkap
Yu Sing.
Salah contohnya adalah merencanakan struktur atap. Untuk bagian ini, penggunaan
atap fiber semen (tanpa kandungan asbestos) misalnya akan jauh lebih murah bila
dibandingkan dengan atap genteng, karena tidak diperlukan kaso dan reng.
Selain itu, kalau lebar rumah tidak lebih dari 400 cm, maka tidak diperlukan struktur
kuda-kuda. Jarak antara lantai satu dengan dua sebenarnya cukup 250 cm jika
memiliki bukaan dan ventilasi cukup untuk ukuran ruangnya. Hal ini bisa menghemat
biaya dinding, struktur kolom, dan tangga.
Struktur lantai dua juga dapat menggunakan struktur rangka multipleks yang dapat
dilapisi cor semen tipis dengan pelapis keramik. Struktur lantai ini akan lebih ringan
dibandingkan lantai beton sehingga kolom dan balok penyangganya bisa jauh lebih
kecil.
Poin terakhir yang tak kalah penting dalam menekan biaya pembangunan rumah
adalah penggunaan material atau bahan bangunan dengan harga relatif murah. Cukup
banyak material mendasar atau murah yang dapat dieksplorasi pemakaiannya atau
cara pemasangannya untuk membentuk sensasi ruang yang menarik.
Misalnya bata merah saja dapat memiliki banyak sekali kemungkinan cara
penyusunannya. Dapat dipasang seperti biasa, atau diberi jarak antara bata merahnya
sehingga dindingnya berlubang-lubang, atau bata dipasang dengan variasi susunan
satu bata dan setengah bata, dan lain-lain.
Contoh lain material murah adalah bambu. Biasanya bambu dipandang sebagai bahan
sekunder, tapi saat ini sedang menjadi material yang digemari karena kekuatan
seratnya yang dapat menggantikan baja tulangan. Dengan sistem pengawetan yang
baik, bambu dapat menjadi material primer rumah yang mampu bertahan puluhan
rumah. Selain itu, juga bisa memanfaatkan material bekas atau daur ulang seperti
kusen atau daun pintu.

demikan artikel dari kompas.com


Pemilihan material yang murah untuk rangka atap rumah juga harus
dipertimbangkan. Dewasa ini penggunaan atap sedang trend di pakaiAtap baja
Ringan. Memang atap baja ringandibandingkan dengan atap rumah kayu lebih
mahal sedikit akan tetapi untuk jangka panjang atap baja ringan dapat
lebih murah dikarenakan atap baja ringan tidak memerlukan perawatan sama sekali.
sedangkan atap rumah dari kayu memerlukan perawatan yaitu rawan terkena rayap
dan dapat lapuk termakan usia dalam jangka waktu tertentu sehingga perlu
penggantian atap kayu sehingga biaya atap rumah jadi dua kali. dengan memakai atap
baja ringan maka biaya atap rumah hanyya sekali. jadi untuk jangka panjang atap
baja ringan dapat lebih murah. bila atap baja ringan untuk rumah dibandingkan
dengan baja berat maka atap baja ringan juga lebih murah dibandingkan dengan atap
baja berat.
http://www.atap-bajaringan.com/artikel/atap%20baja
%20ringan_tigajurusbangunrumah.htm