Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRATIKUM

INDIVIDU

Judul Pratikum / No
: Menentukan besarnya
resistansi dari
susunan resistor
menggunakan
transformasi delta
bintang ( Y)
/4
Mata Kuliah / Kode
Elektro

Praktek Dasar Teknik

Semester/ SKS

1 (Satu) / 2 SKS

Nama Mahasiswa :
NIM
Dosen
Nilai

:
:
:

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

Praktikum Mengetahui Resistansi dari Susunan


Resistor Menggunakan Transformasi Delta
Bintang ( Y)
1.

Tujuan
Setelah melakukan praktikum mahasiswa diharapkan dapat :
Menentukan besarnya resistansi dari susunan resistor menggunakan
transformasi delta bintang ( Y)

2.

Dasar Teori
Multimeter adalah suatu peukur yang dapat digunakan untuk mengukur
resistansi (sebagai ohm meter), tegangan (sebagai voltmeter) dan arus
(sebagai ampere meter), baik gelombang bolak balik (AC) atau searah ( DC)
Pengukuran resistansi suatu resistor bias di ukur pada apembacaan skala
meter. Perhatikan untuk pengukuran perkalian 1 k , 1 , 10 dan
sebagainya. Pengukuran ini disebut pengukuran secara langsung , demikian
juga untuk pengukuran tegangan/voltmeter dan perhatikan skala volt meter
serta baca jarum penunjukan harga tegangan yang dapat.
Jika sekumpulan resistansi yang membentuk hubungan tertentu saat
dianalisis ternyata bukan merupakan hubungan seri ataupun hubungan
paralel yang telah kita pelajari sebelumnya, maka jika rangkaian resistansi
tersebut membentuk hubungan star atau bintang atau rangkaian tipe Y,
ataupun membentuk hubungan delta atau segitiga atau rangkaian tipe ,
maka diperlukan transformasi baik dari star ke delta ataupun sebaliknya.
Tidak semua susunan resistor, resistansinya dapat ditentukan
menggunakan prinsip susunan seri, paralel, atau kombinasi keduanya secara
langsung. Untuk itu perlu digunakan metode lain. Salah satu metode yang
akan diterapkan pada percobaan ini adalah menggunakan prinsip
transformasi Y.

Pada susunan berlaku persamaan :


Rxy = Rc // ( Ra + Rb )............(1)
Rxz = Rb // ( Ra + Rc )............(2)
Ryz = Ra // ( Rb + Rc )............(3)
Sedangkan pada susunan Y berlaku persamaan :
Rxy = R1 + R2............(4)
Rxz = R1 + R3...........(5)
Ryz = R2 + R3............(6)
Dari persamaan (1) sampai dengan (6) dapat dibuktikan bahwa :

3.

Alat dan Bahan


1. Treiner Resistor
2. Multimeter
3. Kabel Konektor

4. Langkah Kerja
1. Persiapkan alat dan bahan
2.
3. Normalkan multimeter
4. Pastikan probe positif (+) dan negatif ( - ) dipasang dengan benar

5.

5 . Hasil Pengamatan
Rtot :

1
470

3500
1

1+1645000
470

= 0,0002
= 2. 10-1
=

0,2 k

*Hasil Pengukuran terukur = 110


RAB :

R A+(R B+ R 2)(Rc+ R 5)
(R B+ R 2)(Rc+ R 5)
= 100 +

(470+ 200)(1000+ 2200)


470+200+( 1000+ 2200)

= 100 +

670 x 3200
670+3200

= 100 +

2144000
3870

= 654
*Hasil Pengukuran terukur = 700

6. Kesimpulan
Resistor adalah suatu perlawanan yang menghambat / menahan arus
listrik yang mengalir. Setiap resistor pasti memiliki toleransi , jadi resistor
rangkaian campuran ini terdapat toleransinya . Hasil perhitungan dan hasil
pengukuran tidak pasti sama, tetapi apabila hasil perhitungan dan pengukuran
jauh berbeda maka rangkaian tersebut tidak layak digunakan .
Besarnya nilai resistansi suatu resistor tergantung urutan warna yang
tertera pada cincin resistor. Perbedaan hasil pengukuran suatu resistansi dengan

pembacaan pada warna cincin disebabkan oleh keadaan multimeter yang tidak
stabil.
Dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan multimeter (ohm
meter) analog, pada saat melakukan perubahan batas ukur , perlu melakukan
kalibrasi atau menghubung singkat pada mengatur jarum multimeter analog pada
posisi 0 agar pengukuran menjadi akurat.
Dan di dalam percobaan ini , telah dibuktikan bahwa hasil pengukuran
tertulis dan terukur adalah sama
Dan kesimpulannya adalah untuk mempermudah penghitungan dapat
ditranformasikan ke bintang segitiga