Anda di halaman 1dari 2

Prinsip COD

SNI .6
KOK (Chemical Oxygen Demand = COD) adalah jumlah oksidan Cr2O7
yang bereaksi dengan contoh uji dan dinyatakan sebagai mg O2 untuk tiap 1000 mL contoh
uji.
2-

Senyawa organik dan anorganik, terutama organik dalam contoh uji dioksidasi oleh Cr
dalam refluks tertutup menghasilkan Cr
3+
2

. Jumlah oksidan yang dibutuhkan dinyatakan


dalam ekuivalen oksigen (O
2

mg /L) diukur secara spektrofotometri sinar tampak. Cr


kuat
mengabsorpsi pada panjang gelombang 400 nm dan Cr
3+

kuat mengabsorpsi pada panjang


gelombang 600 nm.
Untuk nilai KOK 100 mg/L sampai dengan 900 mg/L ditentukan kenaikan Cr
pada panjang
gelombang 600 nm. Pada contoh uji dengan nilai KOK yang lebih tinggi, dilakukan
pengenceran terlebih dahulu sebelum pengujian. Untuk nilai KOK lebih kecil atau sama
dengan 90 mg/L ditentukan pengurangan konsentrasi Cr
2

O
7
2-

pada panjang gelombang 420


nm.
3+
2

O
7
22

O
7
2DAVID HARVEY 362

The COD is determined by refluxing the sample in the presence of excess


K
2

Cr
2

O
7

, which serves as the oxidizing agent. The solution is acidified with H


,
and Ag
2

SO
is added as a catalyst to speed the oxidation of low-molecular-weight
fatty acids. Mercuric sulfate, HgSO
4

, is added to complex any chloride that is present,


thus preventing the precipitation of the Ag
4
+

catalyst as AgCl. Under these conditions,


the efficiency for oxidizing organic matter is 95100%. After refluxing for
2h,
the solution is cooled to room temperature, and the excess Cr
is determined
by a back titration, using ferrous ammonium sulfate as the titrant and ferroin
as the indicator. Since it is difficult to completely remove all traces of organic
matter
from the reagents, a blank titration must be performed. The difference in the
amount
of ferrous ammonium sulfate needed to titrate the blank and the sample is
proportional
to the COD