Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PERAWATAN

LUKA PERINIUM PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN III


RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT DAERAH
Dr. SOEBANDI

Di Susun oleh kelompok 7:


Tutik Winarsih
Dewi Nurfita Sari
Renol Ferdianata
M. Kamilul Khoir
Siti sulaiha

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


UNIVERSITAS BONDOWOSO
2015
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Judul / Pokok Bahasan

: Perawatan Luka Perinium

Sub Judul / Sub Pokok Bahasan

: 1. Pengertian perawatan luka perinium


2. Tujuan perawatan luka perinium
3. Lingkup perawatan perinium
4. Waktu yang tepat untuk perawatan luka perinium
5. penatalaksanaan luka perinium
6. Dampak perawatan luka peerinium

Waktu

: 09.00 wib 09.30 wib

Sasaran

: pasien dan keluarga pasien di ruang dahlia Rumah Sakit


Daerah Dr. soebandi - Jember

1. Tujuan Penyuluhan Umum


Setelah diberikan penyuluhan, ibu mampu melakukan perawatan perineum
dan vulva secara mandiri sehingga resiko infeksi dapat terhindari.
2. Tujuan Penyuluhan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan ibu dapat :
1) mengetahui pengertian dari perawatan perineum.
2) mengetahui tujuan dilakukan perawatan perineum.
3) mengetahui lingkup perawatan luka perineum.
4) mengetahui waktu yang tepat untuk perawatan luka perineum.
5) mengetahui penatalaksanaan luka perineum.
6) mengetahui dampak dari perawatan perineum.
3.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
4.

Materi
Pengertian dari perawatan perineum
Tujuan dilakukan perawatan perineum
Lingkup perawatan luka perineum
Waktu yang tepat untuk perawatan luka perineum
Penatalaksanaan luka perineum
Dampak dari perawatan perineum
Kegiatan penyuluhan

NO

WAKTU

TAHAPAN

2 menit

Pembukaaan

JENIS KEGIATAN
Penyusun
Klien
Mengucapkan salam

Menjawab salam

2 menit

Menjelaskan kegiatan
yang akan di lakukan

Menjelaskan tujuan

Menyimak

13 menit

Kegiatan inti

Pembacaan materi

Memperhatikan

10 menit

evaluasi

Bertanya hasil, penjelasan


materi.

Menjawab

3 menit

penutup

Memberikan kesimpulan
dan mengucapkan salam

Memperhatikan
dan menjawab

5. Media
Laeflet
6. Metode
Ceramah dan tanya jawab
7. Evaluasi
a.Sebutkan pengertian perawatan luka perinium!
b.Jelaskan tujuan dilakukan perawatan perinium!
c.Sebutkan penatalaksanaan luka perinium!
d.jelaskan dampak dari perawatan perinium!
Materi Penyuluhan
Perawatan Luka Perinium

Masa nifas (puerpurium) dimulai sejak plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat
kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung kira-kira 6
minggu. Puerpurium (nifas) berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu
yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal (Ambarwati
dan Wulandari, 2010).

Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai
sampai alatalat kandungan kembali seperti pra hamil (Rustam Mochtar, 2002).
Masa nifas atau post partum disebut juga puerpurium yang berasal dari bahasa latin
yaitu dari kata Puer yang artinya bayi dan Parous berarti melahirkan. Nifas yaitu
darah yang keluar dari rahim karena sebab melahirkan atau setelah melahirkan (Anggraeni,
2010).
Masa nifas (Puerperium) adalah mulai partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6
minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti sebelum ada
kehamilan dalam waktu 3 bulan. (Prawirohardjo, 2005).
Jadi masa nifas adalah masa yang dimulai dari plasenta lahir sampai alat-alat
kandungan kembali seperti sebelum hamil, dan memerlukan waktu kira-kira 6 minggu.
A. Pengertian Perawatan Luka Perineum
Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia (biologis, psikologis,
sosial dan spiritual) dalam rentang sakit sampai dengan sehat (Aziz, 2004). Perineum
adalah daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva dan anus (Danis, 2000).
Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya
organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil (Mochtar, 2002). Perawatan perineum
adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi vulva
dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya
organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil.
B. Tujuan Perawatan Perineum
Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton (2002), adalah mencegah terjadinya
infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan.
Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001), adalah pencegahan terjadinya infeksi
pada saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari setelah kelahiran anak atau aborsi.

Tujuan perawatan luka perineum menurut APN adalah sebagai berikut:


a. Menjaga agar perineum selalu bersih dan kering.
b. Menghindari pemberian obat trandisional.
c. Menghindari pemakaian air panas untuk berendam.
d. Mencuci luka dan perineum dengan air dan sabun 3 4 x sehari.
C. Bentuk Luka Perineum
Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu :
1.

Rupture
Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara

alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan. Bentuk
rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit dilakukan penjahitan.
(Hamilton, 2002).
2. Episotomi
Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar muara
vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A., 1996).
Episiotomi, suatu tindakan yang disengaja pada perineum dan vagina yang sedang
dalam keadaan meregang. Tindakan ini dilakukan jika perineum diperkirakan akan robek
teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi perineum dengan anestasi lokal,
kecuali bila pasien sudah diberi anestasi epiderual. Insisi episiotomi dapat dilakukan di
garis tengah atau mediolateral. Insisi garis tengah mempunyai keuntungan karena tidak
banyak pembuluh darah besar dijumpai disini dan daerah ini lebih mudah diperbaiki (Jones
Derek, 2002).
Menurut Syaifuddin (2007) indikasi episiotomi adalah:
a.

Penyebab Maternal

1) Partus precipitatus yang tidak dikendalikan dan tidak ditolong,

2) Pasien tidak mampu berhenti mengejan,


3) Partus diselesaikan secara tergesa-gesa dengan dorongan fundus yang berlebihan,
4) Edema dan kerapuhan pada perineum.
b. Faktor Janin
1) Bayi besar,
2) Posisi kepala yang abnormal,
3) Kelahiran bokong,
4) Ekstraksi forsep yang sukar
5) Distosia bahu.
D. Lingkup Perawatan
Lingkup perawatan perineum ditujukan untuk pencegahan infeksi organ-organ
reproduksi yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme yang masuk melalui vulva
yang terbuka atau akibat dari perkembangbiakan bakteri pada peralatan penampung lochea
(pembalut) (Feerer, 2001).
Sedangkan menurut Hamilton (2002), lingkup perawatan perineum adalah
1. Mencegah kontaminasi dari rektum
2. Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma
3. Bersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau.
E. Waktu Perawatan
Menurut Feerer (2001), waktu perawatan perineum adalah
1. Saat mandi
Pada saat mandi, ibu post partum pasti melepas pembalut, setelah terbuka maka ada
kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yang tertampung pada pembalut,

untuk itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut, demikian pula pada perineum ibu,
untuk itu diperlukan pembersihan perineum.
2. Setelah buang air kecil
Pada saat buang air kecil, pada saat buang air kecil kemungkinan besar terjadi kontaminasi
air seni padarektum akibatnya dapat memicu pertumbuhan bakteri pada perineum untuk itu
diperlukan pembersihan perineum.
3. Setelah buang air besar.
Pada saat buang air besar, diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar anus, untuk
mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus ke perineum yang letaknya
bersebelahan maka diperlukan proses pembersihan anus dan perineum secara keseluruhan.
F. Penatalaksanaan Perawatan Perineum
1. Persiapan
a. Ibu Pos Partum
Perawatan perineum sebaiknya dilakukan di kamar mandi dengan posisi ibu jongkok
jika ibu telah mampu atau berdiri dengan posisi kaki terbuka.
b. Alat dan bahan
Alat yang digunakan adalah botol, baskom dan gayung atau shower air hangat dan
handuk bersih. Sedangkan bahan yang digunakan adalah air hangat, pembalut nifas baru
dan antiseptik (Fereer, 2001).
2. Penatalaksanaan
Perawatan khusus perineal bagi wanita setelah melahirkan anak mengurangi rasa
ketidaknyamanan, kebersihan, mencegah infeksi, dan meningkatkan penyembuhan dengan
prosedur pelaksanaan menurut Hamilton (2002) adalah sebagai berikut:
1.

Ganti pembalut wanita yang bersih setiap 4-6 jam. Letakkan dengan baik sehingga

tidak bergeser.

2. Lepaskan pembalut dari muka ke belakang untuk menghindari penyebaran bakteri dari
anus ke vagina.
3. Alirkan atau bilas dengan air hangat atau cairan antiseptik area perineum setelah buang
air kecil atau besar. Keringkan dengan kain pembalut atau anduk dengan cara tepuk-tepuk,
selalu dari arah muka ke belakang.
4. Jangan dipegang sebelum area tersebut pulih.
5. Rasa gatal pada area sekitar jahitan normal dan merupakan tanda penyembuhan.
Namun, untuk meredakan rasa tidak enak, atasi dengan merendam air hangat atau kompres
dingin dengan kain pembalut yang telah di dinginkan.
6. Berbaring pada sisi tubuh, hindari berdiri atau duduk lama, untuk mengurangi tekanan
pada daerah tersebut,
7. Lakukan latihan kegel sesering mungkin guna merangsang peredaran darah disekitar
perineum. Dengan demikian, akan mempercepat penyembuhan dan memperbaiki otot-otot.
8. Jangan terkejut jika anda tidak merasakan apa-apa saat pertama kali berlatih karena
area tersebut akan tebal setelah persalinan. Dan pulih secara bertahap dalam beberapa
minggu.
Parameter yang digunakan dalam evaluasi hasil perawatan adalah:
1. Perineum tidak lembab
2. Posisi pembalut tepat
3. Ibu merasa nyaman
G. Dampak Dari Perawatan Luka Perineum
Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan hal berikut
ini :
1. Infeksi
Kondisi

perineum

yang

terkena

lokia

dan

lembab

akan

sangat

menunjang

perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum.

2. Komplikasi
Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun
pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih
maupun infeksi pada jalan lahir.
3. Kematian ibu post partum
Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu
post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah (Suwiyoga, 2004).

DAFTAR PUSTAKA
Ladewig,Praticia W,dkk.2006.Buku Saku Asuhan Ibu & Bayi Baru Lahir.Jakarta:EGC.
Stright, Barbara R.2004.Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir.Jakarta:EGC.
WHO.2003.Perawatan Ibu dan Bayi.Jakarta:EGC.
Danuatmaja,Bonny dkk.2003.40 Hari Pasca Persalinan.Jakarta:Puspa Swara.
Wheeler,Linda.2004.Asuhan Perinatal&Pascapartum.Jakarta:EGC

Anda mungkin juga menyukai