Anda di halaman 1dari 9

BERWUDHU

Oleh: AsianBrain.com Content Team


Berwudhu adalah tindakan yang harus dilakukan seorang Muslim sebelum
melaksanakan shalat, karena wudhu sendiri merupakan salah satu syarat
sah shalat.
Pengertian wudhu sendiri menurut syara adalah, membersihkan anggota
wudhu untuk menghilangkan hadats kecil.
A. Fardhu Wudhu
Fardhunya wudhu ada enam perkara, yaitu:
1. Niat:
Nawaitul wudhuua lirafil-hadatsil-ashghari fardhal lillaahi taaalaa
Artinya: "Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu
karena Allah".
2. Membasuh seluruh muka (mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga
bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri)
3. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
4. Mengusap sebagian rambut kepala
5. Membasuh kedua belah kaki sampai mata kaki
6. Tertib (berturut-turut), artinya mendahulukan mana yang harus
didahulukan, dan mengakhirkan mana yang harus diakhirkan.
B. Syarat-syarat Wudhu
Syarat-syarat wudhu ialah:
1. Islam
2. Tamyiz, yakni dapat membedakan baik buruknya sesuatu pekerjaan
3. Tidak berhadats besar
4. Dengan air suci, lagi mensucikan
5. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air, sampai ke anggota wudhu,
misalnya getah, cat dan sebagainya
6. Mengetahui mana yang wajib (fardhu) dan mana yang sunnah

C. Sunnah-sunnah Wudhu
1. Membaca basmallah pada permulaan wudhu
2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan
3. Berkumur-kumur
4. Membasuh lubang hidung sebelum berniat
5. Menyhapu seluruh kepala dengan air
6. Mendahulukan naggota kanan daripada kiri
7. Menyapu kedua telinga luar dan dalam
8. Menigakalikan membasuh
9. Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki
10.

Membaca doa sesudah wudhu

D. Yang Membatalkan Wudhu


1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur, misalnya buang air kecil maupun
besar, atau keluar angin dan sebagainya
2. Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk dan tidur nyenyak
3. Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya
dengan tidak memakai tutup, (muhrim artinya keluarga yang tidak
boleh dinikah)
4. Tersentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan tapak tangan atau jarijarinya yang tidak memakai tutup (walaupun kemaluannya sendiri)
E. Cara Berwudhu
1. Membaca Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, sambil mencuci kedua belah
tangan sampai pergelangan tangan dengan bersih
3. Selesai membersihkan tangan terus berkumur-kumur tiga kali, sambil
membersihkan gigi
4. Selesai berkumur lalu mencuci lubang hidung tiga kali
5. Setelah itu, mencuci muka tiga kali, mulai dari tempat tumbuhnya rambut
kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri, sambil niat
wudhu sebagai berikut:
Nawaitul wudhuua lirafil-hadatsil-ashghari fardhal lillaahi taaalaa

Artinya:
Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah.
6. Lalu membasuh muka, serta mencucui kedua belah tangan hingga siku
tiga kali
7. Setelah itu lalu menyapu sebagian rambut kepala tiga kali
8. Diteruskan dengan menyapu sebagian rambut kepala, terus menyapu
kedua belah tangan tiga kali.
9. Yang terakhir adalah mencuci kedua belah kaki tiga kali sampai mata kaki
F. Doa Setelah Berwudhu
Setelah berwudhu, disunahkan membaca doa sambil menghadap ke kiblat,
dan mengangkat kedua belah tangan. Doanya adalah:
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, wa
asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuuluh.
Allaahummajalnii minat-tawwaabiin, wajalnii minal mutathahiriin,
wajalnii min ibaadikash-shaalihiin
Artinya:
Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusanNya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku
orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hambamu yang
saleh.
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat
pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan
oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia.
Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com

MANDI
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Mandi adalah hal yang biasa kita lakukan setiap hari, tidak hanya manusia,
bahkan binatang pun biasa mandi, sebut saja gajah, kerbau atau kudanil.
Hewan-hewan tersebut sangat senang membenamkan tubuhnya ke dalam
air.
Islam sebagai agama yang diturunkan Allah untuk seluruh umat manusia,
juga mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan kebiasaan mandi ini.
Hal ini disebabkan karena mandi berkaitan dengan membersihkan diri untuk
menghilangkan hadats besar, sebelum melakukan aktivitas ibadah. Berikut
ini hal yang menyebabkan seorang wajib mandi:
1. Bersenggama
2. Keluar mani disebabkan senggama atau sebab lain yang menyebabkan
seseorang keluar mani
3. Mati yang tidak etrmasuk mati syahid
4. Selesai nifas (bersalin)
5. Wiladah (setelah melahirkan)
6. Karena haid
A. Fardhu Mandi
1. Niat:
Nawaitul-gusla li rafil-hadatsil-akbari fardhal lillaahi taaalaa.
Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardhu
karena Allah.
2. Membasuh seluruh badan dengan air, meratakan airnya ke senua rambut
dan kulit
3. Menghilangkan najis
B. Sunah Mandi

1. Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dan seluruh badan


2. Membaca Bismillaahir-rahmaanir-rahiim pada permulaan mandi
3. Menghadap kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan bagian kanan
daripada kiri
4. Membasuh badan sampai tiga kali
5. Membaca doa sebagaimana membaca doa sesudah berwudhu
6. Mendahulukan mengambil air wudhu, yakni sebelum mandi
disunahkan berwudhu lebih dahulu
C. Larangan Bagi Orang yang Sedang Junub
Bagi mereka yang sedang berjunub, yakni mereka yang masih berhadats
besar, tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Melakukan shalat
2. Melakukan thawaf di Baitullah
3. Membaca al-Quran
D. Larangan Bagi yang Sedang Haid
1. Bersenggama
2. Berpuasa
3. Dijatuhi talak
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat
pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan
oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia.
Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com

TAYAMMUM
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Tayammum adalah mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu
yang suci.
Tayammum dilakukan sebagai pengganti wudhu jika seseoarang yang akan
melaksanakan shalat tidak menemukan air untuk berwudhu.
A. Syarat-syarat Tayammum
Seseoarang dibolehkan untuk bertayammum jika:
1. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya, tetapi tidak bertemu
2. Berhalangan mengguankan air, misalnya karena sakit yang apabila
menggunakan air akan kambuh sakitnya
3. Telah masuk waktu shalat
4. Dengan debu yang suci
B. Fardhu Tayammum
1. Niat:
Nawaitut-tayammuma li istibaahatish-shalaati fardhal lillaahi
taaalaa.
Artinya: Aku berniat bertayammum untuk dapat mengerjakan shalat, fardhu
karena Allah.
2.
3.
4.
5.

Mengusap muka dengan debu tanah, dengan dua kali usapan


Mengusap dua belah tangan hingga siku-siku dengan debu tanah dua kali
Memindahkan debu kepada anggota yang diusap
Tertib

C. Sunat Tayammum
1. Membaca basmalah
2. Mendahulukan anggota yang kanan daripada yang kiri

3. Menipiskan debu
D. Batal Tayammum
1. Segala hal yang membatalkan wudhu
2. Melihat air sebelum shalat, kecuali yang bertayammum karena sakit
3. Murtad, keluar dari Islam
E. Cara Menggunakan Tayammum
Tayammum hanya dapat dipakai sekali untuk satu kali shalat fardhu,
meskipun belum batal (berhadats). Untuk shalat sunah boleh dipakai berkalikali.
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat
pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan
oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia.
Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com

MACAM MACAM NAJIS


Oleh: AsianBrain.com Content Team
Macam-macam najis dibicarakan dalam Islam, mulai dari pembagian najis
dan bagaimana tata cara menghilangkan.
Dengan demikian, hal tersebut menjadi salah satu pedulinya Islam akan
kebersihan diri.
Najis yang secara syara siartikan sebagai benda yang kotor, ada beberapa,
di antaranya:
1. Bangkai, keculai manusia, ikan dan belalang
2. Darah
3. Nanah
4. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur
5. Anjing dan Babi
6. Bagian anggota badan binatang yang terpisah karena dipotong dan
sebagainya, selagi masih hidup
A. Pembagian Najis
Najis dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam, yakni:
1. Najis Mukhaffafah (ringan)
Ialah air kencing bayi laku-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum
pernah makan seseuatu kecuali air susu ibunya.
2. Najis Mugallazhah (besar)
Adalah najis anjing dan babi dan keturunannya.
3. Najis Mutawassithah (sedang)
Adalah najis yang selain dari dua najis tersebut di atas, seperti segala
sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan bianatang, kecuali air
mani, barang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan,
bangkai, juga tulang dan bulunya, kecuali bangkai-bangkai manusia dan ikan

serta belalang.
Najis mutassithah dibagi menjadi dua:
Najis ainiyah
Ialah najis yang berujud/terlihat
Najis hukmiyah
Ialah najis yang tidak kelihata bendanya, seperti bekas kencing, atau arak
yang sudah kering dan sebagainya.
B. Cara Menghilangkan Najis
1. Barang yang kena najis mugallazhah seperti jilatang anjing atau babi,
wajib dibasuh 7 kali dan salah satu di antaranya dengan air yang
bercampur tanah.
2. Barang yang kena najis mukhaffafah, cukup diperciki air pada tempat
najis itu.
3. Barang yang terkena najis mutawassithah dapat suci dengan cara
dibasuh sekali, asal sifat-sifat najisnya (warna, baud an rasanya) itu
hilang. Adapun dengan cara, tiga kali cucian atai siraman lebih baik.
Demikianlah hal-hal yang berkaitan dengan najis, semoga uraian di atas
bermanfaat.
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat
pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan
oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia.
Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com