Anda di halaman 1dari 66

SISTIM PERKEMIHAN,

SUSUNAN RANGKA, SISTIM


RESPIRASI
OLEH: dr. Aryenti. M.Sc

*Sistim rangka berkembang dari mesoderm paraksial dan


lempeng lateral dan krista neuralis.
Mesoderm paraksial membentuk jaringan tersegmentasi
di kedua sisi tabung saraf yang dikenal somitomer di
regio kepala dan somit dari regio oksipital ke kaudal
Somit berdiferensi menjadi bagian ventromedial,
sklerotom dan bagian dorsolateral , dermomiotom.
Pada akhir minggu keempat, sel2 sklerotom menjadi
polimorfik dan membentuk jaringan yg terjalin longgar,
mesenkim.
Sel mesenkim berdiferensiasi menjadi fibroblas,
kondroblas, osteoblas

Mesenkim di dermis berdiferensiasi


secara langsung menjadi tulang, suatu
proses yg dikenal osifikasi intramebranosa
Pd mesenkim menghasilkan model
kartilago hialin yg kemudian mengalami
penulangan yg disebut osifikasi
endokondral.

9.1

Gambar : 9.1 Pembentukan Somit.


Sel-sel mosoderm praksial tersusun mengelilingi sebuah rangka kecil
Akibat deperesiansi lebih lanjut sel-sel di dinding ventomedial kehilangan
susunan epitelnya dan menjadi mesenkim. Secara kolektif, sel-sel
tersebut dinamai sklerotom. Sel-sel didinding dorsollateral somit
membentuk otot dinding tubuh dan anggota badan, sedangkan sel-sel di
bagian dorsolmedial bermigrasi di bawah epitel dorsal yang tersedia
(dermatom) untuk membentuk miotom

Tengkorak :2
1. Neorokranium yang membentuk batok
pelindung disekitar kepala.
2.Viserokranium yang membentuk
kerangka wajah
Neurokranium :2
1. tulang2 gepeng yg mengelilingi otak
( Neurokranium membranosa)
2. dasar tengkorak ( Konrokranium).

Neurokranium Membranosa
Berasal dari sel krista neuralis dan mesoderm
paraksial, masuk keotak mengalami osifikasi
membranosa.
Mesenkim dari kedua sumber ini masuk ke otak
dan mengalami osifikasi membranosa
Terbentuklah sejumlah tulang pipih membranosa
yang ditandai adanya spikula2 tulang berbentuk
jarum
Seiring dengan pertumbuhan janin lebuh lanjut
pada masa pascanatal, tulang membranosa
membesar melalui aposisi lapisan2 baru
dipermukaan luar dan resorpsi secara
bersamaaan oleh osteoklas dari bagian dalam.

NEUROCRANIUM

Os.Parietale

Os.Frontale
Os.Lacrimale
Os.Nasale

Os.Occipitale

Os.Ethmoidale
Os.Zygomaticum
Os.Maxillae

Os.Mandibulae

Os.Temporale

Os.Sphenoidale

Os.Parietale

Os.Frontale
Os.Nasale

Os.Lacrimale

Os.Zygomaticum
Os.Ethmoidale

Os.Sphenoidale

Os.Vomer
Os.Maxillae

Os.Mandibulae

Processus mastoideus ossis temporalis tidak terbentuk hingga


lahir,akibtnya nervus facialis meninggalkan meninggalkan
tenggkorak melewati foramen stylomastoideus, dan dapat
mengalami kerusakan pada kelahiran dengan forseps
Viserokranium
Terdiri atas tulang2 wajah terutama dibentuk oleh 2 arkus faring
yang pertama
Lengkung yang pertama membentuk cabang dorsal,processus
maxillaris, yang meluas ke depan di bawah daerah mata dan
menghasilkan premaxilla, maxilla,oszygomaticum dan sebagian
tulang temporal
Cabang ventral di kenal sebagai rawan Meckel atau processus
mandibularis
Ujung dorsal processus mandibularis , bersama2 dengan ujung
dorsal lengkung insang ke dua menghasilkan inkus, malleus, dan
stapes. Pertulangani ini terjadi pada bulan keempat, sehinga
ketiga2nya adalh tulang2 pertama yang mengalami osifikasi lengkap
Osifikasi tulang pendengaran dimulai pada bulan ke4
Mesenkim untuk membentuk tulang wajah bersal dari sel krista
neuralis termasuk os nasale dan os lakrimale.

9.6

Gambar : 9.6 Pandangan lateral daerah kepala dan leher pada janin yang lebih t
membentuk tulang-tulang wajah.

Tengkorak bayi baru lahir


Saat lahir , tulang2 pipih tengkorak dipisahkan
oleh anyaman kecil yang disebut: Sutura
Sutura berasal dari krista neuralis dan
mesoderm paraksial
Dititik2 tempat lebih dari 2 tulang bertemu,
sutura tampak melebar disebut fontanel
Fontanel anterior , terletak pada tempat
pertemuan tulang parietal dan dua tulang frontal
Sutura dan fontanel memungkinkan tulang
tengkorak untuk bertumpang tindih ( Molase)
saat lahir.

Pertumbuhan tulang2 ini cepat pada tahunpertama


setelah lahir, berlangsung hingga umur 7 tahun.
Pertumbuhan dan perkembangan pesat pesat tulang2
gepeng terutama disebabkan oleh pertumbuhan otak.
Kordadorsalis memainkan peranan penting pada
pembentukan dasar tengkorak.
Pembentukan rawan pada mesenkim disekitar ini
mengakibatkan pembentukan parakordal.
Lempeng ini meluas dari sella tursika hinga ke somit2
oksipital yang membentuk empat buah skelorotom yang
sangat khas, sklerotom yang paling atas menghilang,
tetapi sisanya yang tiga tetap ada dan membentuk
rawan yang bersatu membentuk dengan lempeng basal.
Kemudian tulang oksipital meluas ke arah dorsal di
sekitar pembuluh sarf untuk membentuk tektum oksipital.

Pada beberapa tahun pertama setelah


lahir, palpasi pontanel anterior ( ubun2
besar) dapat memberi informasi berharga
tentang apakah osifikasi tulang2
tengkorak berjalan dengan normal dan
apakah tekanan intrakranial normal.

Gambar : 9.4 Tengkorak Neonatus, dilihat dari atas


A. Dan sisi kanan
B. Perhatikan fontenel anterior dan posterior serta sutura-sutura.
Fontanel posterior menutup pada usia sekitar 3 bulan : fontenel
anterior menutup pada sekitar pertengahan tahun kedua. Banyak
sutura lenyap pada masa dewasa.

EKSTREMITAS
# Tunas anggota mulai nampak sebagai tunas
yang berbentuk dayung pd permulaan minggu
ke lima.
#Perkembangan ekstremitas atas dan bawah
serupa, ekstremitas bawah tertinggal sekitar 1-2
hari dibanding ekstremitas atas.
# Pada mulanya tunas terdiri atas inti mesenkim
yang berasal dari lapisan mesoderm somatik
dan lapisan ektoderm
# Pada ujung ektoderm agak menebal dan
penebalan ini dikenal Apical Rigi ektoderm
(AER) menginduksimesekim sekitarnya yg mulai
tumbuh cepat dan berdiferensiasi.

Gambar : Perkembangan Tunas Ektermitas pada embrio manusia


A. 5 minggu. B. 6 minggu C. 8 minggu. Perkembangan ektremitas
bawah tertinggal dibandingkan dengan anggota badan atas selama
1-2 hari.

Pada embrio 6 minggu, bagian trminal tunas menjadi pipih untuk


membentuk lempeng tangan ( handplat) dan lempeng kak
i( Footplate) dan dipisahkan dari segmen proksimal oleh suatu
konstriksi melingkar.
Konstriksi kedua membagi bagian proksimal menjadi dua bagian.
Jari tangan dan kaki terbentuk saat kematian sel di AER
memisahkan bumbungan menjadi lima bagian
Perkembangan ekstremitas atas dan bawah serupa kecuali
marfogenesis ekstremitas bawah tertinggal sekitar 1-2 hari
dibanding dengan ekstremitas atas
Selama minggu ketujuh gestasi, ekstremitas juga berputar kearah
yang berlawanan . Berputar 90 derajat ke lateral sehingga otot2
ekstensor terletak di permukaan lateral dan posterior, ibu jari
terletak dilateral
Ekstremitas bawah berputar sekitar sekitar 90 derajat ke medial
sehingga otot2 ekstensor terletak dipermukaan anterior dan ibu jari
medial.
Bentuk luar sedang terwujud mesenkim di tunas ekstremitas
mengalami pemadatan, sel2 berdiferensiasi menjadi kondrosit.

Gambar : A. Hari ke 48 kematian sel di apical ectodermal


ridge,menciptakan bumbungan pemisah untuk setiap jari B. Hari ke
51, kematian sel diruang antar jari menyebabkan pemisahan jari
C. Hari Ke 56, pemisahan jarim sudah tuntas.

Sementara bentuk luar sedang terwujud,


mesenkim di tunas ekstremitas mulai
mengalami pemadatan, dan sel2
berdiferensiasi menjadi kondrosit

Pada minggu ke 6 terbentuk model kartialago


hialin pertama yg mengawali pembentukan
tulang ekstremitas
terbentuk zona antar sendi
Osifikasi endokodral pada periode akhir embrio.
Pada minngu ke 12 terbentuk pusat2osifikasi.
Dari pusat primer dibatang atau diafisis tulang,
osifikasi endokondral menyeber keujung2 model
kartilago..
Lempeng epifisis berperan dalam pembentukan
tulang panjang

Vertebra dan Kolumna Vertebralis


*Vertebra terbentuk dari bagian sklerotom somit yang berasal dari
mesoderm paraxial
*Vetebra terdiri: Arkus vetebra dan foramen vetebra, korpus, prosesus
tranversus, prosesus spinosus
Bagian sklerotom dari masing2 somit mengalami suatu proses yang
disebut resegmentasi.
Resegmentasi terjadi ketika separuh kaudal dari masing2 sklerotom
tumbuh kedalam dan menyatu dengan separuh sefalik
Sel mesenkim di antara bagian sefalik dan kaudal segmen
sklerotom asli tidak berproliferasi, tetap mengisi ruang antara
antara dua korpus vertebrae prekartilaginosa, selini ikut menbentuk
Diskus intervertebralis
Notokord yang menetap akan membentuk nukleus pulposus, yang
dikelilingj oleh serat2 sirkular anulus fibrosus

Korelasi Klinis
* Kraniosis yaitu suatu kubah kranium gagal
terbentuk, dan jaringan otak masuk
kejaringan amnion mengalami degenerasi
sehingga terjadi anensefalus.
* Kraniosinostosis disebabkan penutupan
prematur satu atau lebih sutura
* Mikrosefalus merupakan kegagalan
pertumbuhan otak dan perkembanga
tengkorak.

IGA DAN STERNUM


Iga terbentuk dari prosessus kostalis pada
vertebra torakal sehingga berasal dari
mesoderm paraksial.
Ekstremitas terbentuk dari tunas di
sepanjang dinding tubuh muncul pada
minggu ke 4.

SISTIM PERNAPASAN
Saat embrio berusia 4minggu terbentuk
divertikulum respiratorium / tunas bakal paru
sebagai suatu benjolan dari dinding ventral
usus.
Lokasi tunas sepanjang tabung usus ditentukan
oleh faktor transkripsi TBX4 yg diekspresikan di
endoderm tabung usus ditempat divertikulum
respiratorium
TBX4 menginduksi pembentukan tunas serta
pertumbuhan dan diferensiasi paru lebih lanut.

Pada awalnya tunas paru mempunyai


hubungan dengan usus depan, ketika
divertikulum membesar kearah kaudal,
terbentuk dua hubungan longitudinal yaitu
tracheosophangeal ridge yang
memisahkan dari usus depan.
Selanjutnya saat kedua bubungan
tersebut menyatu membentuk septum
trakeosofagale, usus depan dibagi
menjadi dorsal, esofagus dan bagian
ventral, trakea dan tunas paru.

13.1B

Keterangan gambar
A. Embrio pada kehamilan sekitar 25 hari
yang memperlihatkan hubungan
divertikulum resopiratorius degan
jantung dan lambung.
B. Potongan sagital melalui ujung sefalik
embrio 5 minggu yang memperlihatkan
lubang2 kantong faring dan aditus
laringotrakealis.

13.2

A- C Urutan tahapan perkembangan


divertikulun respiratorius yang
memperlihatkan tracheoesophageal ridge
dan pembentukan septum, memisahkan
usus depan menjadi osefagus dan trakea
dengan tunas paru.
D Nagian ventral faring tampak dari atas
yang memperlihatkan aditus laring dan
penebalan sekelilingnya.

LARING
- Berasal dari endoderm, tapi kartilago & otot berasal dari
mesenkim arkus faring keempat dan keenam
- Akibat proliferasi cepat mesenkim ini, penempakan
aditus laringis berubah dari celah sgital berubah menjadi
celah lubang berbentuk T
- Pada orang dewasa mesenkim kedua arkus berubah
kartilago tiroidea,krikoidea & arittenoidea.
- Terjadi vakolisasi dan rekanalisasi yang menghasilkan
ventrikulus laringis.
- Cekungan ini dibatasi oleh lipatan2 yang berdiferensiasi
menjadi pita suara sejati dan palsu
- Semua otot laring dipersyarafi oleh cabang2 saraf
karniak ke X yaitu nervus vagus, nervus laringieus
superior menyarafi turunana arkus faring keempat.
- Nervus laringeus rekurens menyarafi turunan arkus
faring keenam.

13.4

TRAKEA, BRONKUS DAN PARU


- Tunas paru terbentuk pada awal minggu
kelima , membentuk bronkus kanan dan
kiri
- Kedalam rongga tubuh
- Ruang untuk paru, kanalis
perikardioperitonalis cukup sempit .
- Rongga pleura primitip
- Pleura viceralis
- Pleura parietalis

_ Sepuluh bronkus tersier diparu kanan


- --------------------------------- diparu kiri
- Pada akhir bulan keenam telah terbentuk
sekitar 17 generasi anak cabang.
- Sebelum bronkus mencapai bentuk
akhirnya, terbentuk enam cabang
tambahan selma masa pascanatal

13.5B,C

13.6

A. Tunas paru dilihat dari ventral


B. Potongan melintang melalui tunas paru
yang memperlihatkan lipatan
pleuroperikardium yang membagi bagian
toraks rongga tubuh menjadi rongga
pleura dan rongga [perikardium.

PEMATANGAN PARU
Sampai bulan ketujuh pranatal, bronkiolus terus
bercabang ( periode kanalikular), dan jumlah
pembuluh darah terus meningkat.
Pernapasan sudah berlangsung saat sel bronkiolus
respiratorius berbentuk kuboid berubah menjadi sel
gepeng tipis. Sel ini menempel erat dengan sejumlah
kapiler darah dan limfe dan ruang sekitarnya yang
Sakus terminalis
Selama 2 bulan terakhir kehidupan prenatal dan
selama beberapa tahun selanjutnya, jumlah sakus
terus meningkat.
Sel2 yang melapisi sakus : sel epitel alveolus tipe 1,
menjadi lebih tipis sehingga kapiler di sekitarnya
menonjol kedalam sakus alveolaris.

13.8

Gambar : A. Priode kanalikular berlangsung dari minggu ke 16


hingga ke 26 ada sel kuboid B. Periode Sakus Terminal dimulai pada
akhir bulan ke 6 dan awal ke 7 pranatal, sel kuboid menjadi sangat
tipis dan menempel erat dengan endotel kapiler darah dan limfe.

Hubungan erat antara sel epitel dan endotel membentuk


sawar darah- udara.
Pada akhir bulan keenam terbentuk sel epitel alveolus
tipe II menghasilkan surfaktan yang merupakan suatu
cairan yang kaya fosfolifid yang dapat menurunkan
tegangan permukaan.
Jumlah surfaktan dalam cairan meningkat, terutama
selama 2 minggu terakhir sebelum lahir.
Surfaktan sangat penting untuk kelangsungan hhidup
bayi prematur.
Jika jumlah surfaktan kurang memadai, tegangan
mebran permukaan udara- air ( darah) menyebebakan
kolapsnya alveolus selama ekspirasi, yang
mengakibatkan sindrom gawat pernapasan , ini sering
menyebabkan kematian bayi prematur ( RDS).

Gambar : jaringan paru pada bayi baru lahir,sel epitel


gepeng yang tipis( sel epitel alveolus tipe 1)

Surfaktan sangat penting untuk kelangsungan


hidup bayi prematur, jika jumlah surfaktan
kurang cukup, tegangan permukaan udara- air
( darah menjadi tinggi) yang berisiko
menyebabkan kolapsnya alveolus selama
ekspirasi.Akibatnya timbul sindrom gagal
pernapasan(RDS).
RDS disebut juga penyakit membran hialin .

KORELASI KLINIS
Lobus paru ektofik yang timbul dari trakea
atau esofagus disebabkan oleh lobus2
terbentuk dari tunas2 pernapasan dari
usus depan yg berkembang sendiri dari
sisitim pernapasan pertama.
Kista paru kongenital akibat dilatasi
bronkus terminalis

SISTIM URINARIUS
Terdiri dari
REN (GINJAL)
URETER
VESICA URINARIA
URETHRA

Selama kehidupan intrauterus, tedapat


sistim ginjal dengan urutan kranial ke
kaudal: pronefros, mesonefros, metanefros
Pronefros terbentuk pada awal minggu
keempat, 7-10 kelompok sel solid di di
regio vertikal, kelompok2 sel ini
membentuk unit ekskretorik vestigal. Pada
akhir minggu keempat, semua tanda sistim
pronefros menghilang.

15.1

* Potongan melintang embrio pada


berbagai tahapan perkembangan yang
memperlihatkan pembentukan tubulustubulus renalis A) 21 hari. B) 25 hari,
terlihat pembentukan glomerulus eksterna
dan interna serta hubungan langsung
antara rongga intraembrional dan tubulus
renalis.

15.2

A) hubungan mesoderm intermediat sistem


pronefros, mesonefros, dan metanefros. Di
Regio servikal dan torakal atas, mesoderm
intermediat bersegmen2 diregio torakal bawah,
lumbal, dan sakral, mesoderm ini membentuk
massa jaringan solid yang tidak bersegmen
yaitu korda nefrogenik.
B. Tubulus ekstretorik sistim pronefros dan
mesonefros pada embrio 5 minggu.

Mesenefros dan duktus mesonefrikus berasal


dari mesoderm intermediat dari segmen torakal
atas hingga lumbal atas
Pada awal minggu keepat perkembangan,
selama regresi muncul tubulus ekskretorik
pertama. Lengkung S
Disekelilingi glomerulus terbentuk kapsula
bowman
Korpuskulum renale
Isebelah lateral, tubulus masuk ke duktus
koligentes longitudinal yang dikenal duktus
mesonefrikus( duktus wolffii)

15 31

A. Potongan melintang urogenital ridge torakal


bawah pada emrio 5 minggu yang
memperlihatkan tubulus ekskretorik sistim
mesonefros. Munculnya kapsula bowman dan
gonadai ridge.Mesonefros dan gonad melekat
kedinding posterior oleh suatu tubulus
mesentrium urogenital yang lebar.
Hubungan gonad dan mesonefros, ukuran
mesonefros, terdapat duktus mesonefrikus
( duktus wolffi ) sepanjang lateral.

Pertengahan bulan kedua mesonefros


membentuk sebuah organ ovoid besar di
kedua sisi garis tengah
Karena gonad yang sedang terbentuk
berada disisi medial, bubungan yang
dibentuk kedua organ dikenal dengan
Urogenital ridge.

Metanefros
Ginjal permanen muncul pada minggu ke lima
Unit ekskretoriknya terbentuk dari mesoderm
metanefros
Sistim pengumpul.Duktus koligentes
( saluran pengumpul) terbentuk dari tunas
ureter, suatu pertumbuhan keluar dari duktus
mesonefrikus dekat muaranya kloaka
Tunas ini menembus jaringan metanefros,
kemudian tunas ini melebar membentuk pelvis
renalis primitif dan membelah menjadi bagian
kranial dan kaudal, yaitu bkal kaliks mayor

15.4

Masing kaliks membentuk dua tunas baru


menembus jaringan metanefros, membelah
sampai terbentuk 12 gerasi tubulus
Diferifer sampai akhir bulan ke 5 banyak tubulus
yang terbentuk.
Tubulus2 ordo kedua ini membentuk kaliks
minor.
Perkembangan selanjutnya tubulus koligenetes
memanjang membentuk piramid renalis.
Tunas ureter membentuk ureter, pelvis renalis,
kaliks mayor dan minor.

15.5

Sistim eksretorius
* Setiap tubulus koligentes yang baru terbentuk
ditutupi ujung distalnya oleh suatu jaringan
metanefros
* Vesikel2 ginjal
* Tubulus kecil berbentuk huruf S
* Glomerulus
* Tubulus2 brsama dengan glomerulus
membentuk nefron
* Tubulus ekrestorius terus memanjang
menghasilkan tubulus kontortus proksimalis,
ansa henle, tubulus kontortus distalis

Korelasi klinis
Tumor Wilms adalh kanker ginjal, pada
anak umur 5 thn .
Diplasia dan agenesis ginjal
Ginjal diplastik multikistik , duktus2
dikelilingi oleh sel yang tidak
berdiferensiasi.
Ginjal polikistik kongenital, terbentuk
banyak kista
Ginjal polikistik resesif otonom
Ginjal polikistik domina otosom.

Posisi ginjal
Ginjal terletak pd regio panggul, bergeser
kranial di abdobmen.
Ginjal definitif ini mulai berfungsi pada
minggu ke-12, urin masuk kedalam rongga
amnion dan beercampur dengan cairan
amnion. Cairan ini ditelan olehn janin dan
dialur ulang melalui ginjal. Selama
kehidupan dalam kandungan, ginjal tidak
bertanggung jawab untuk ekskresi zatsisa

Naiknya ginjal perubahan antara sistim mesonefros dan


matanefros .Sistim mesonefros hampir seluruhnya berdegenerasi,
dan hanya sedikit sisa yang menetap dan berkontak erat dengan
gonad. Pada embrio pria dan wanita, gonad turun dari ketinggian
semula posisi yang jauh lebih redah.

Kandung Kemih dan Uretra


Selam minggu keempat sampai ketujuh
perkembngan, kloaka menjadi sinus urogenitalis
disebelah anterior dan kanalis analis disebelah
posterior
Septum urorektale adalah suatu lapisan
mesoderm antara kanalis primitif dan sinus
urogenitalis.
Ujung septum akan membentuk korpus perinale
Bagian paling atas & besar adalah kandung
kemih.

15.12

Gambar : 15.12 Pembagian kloaka


menjadi sinus urogenitalis A. pada akhir
minggu ke 5 B. 7 Minggu C. 8 Minggu

Pada awalnya kandung kemih


bersambungan dengan alantois, tetapi
ketika lumen alantois mengalami
obliterasi, suatu korda fibrosa tebal,
urakus menetap dan menghubungkan
apeks kandung kemih dengan umbilikus.
Pada orang dewasa urakus dikenali
sebagai ligamentum umbilikale
medianum.

Uretra
Berasal dari endoderm; jaringan ikat dan otot
polos disekitarnya berasal dari mesoderm
splanink
Minggu ketiga, epitel uretra pars prostatika mulai
brproliferasi dan membentuk sejumlah
pertumbuhan keluar yang menembus mesenkim
sekitarnya.
Pada pria tunas ini membentuk kelenjar prostat
Pada wanita, bagian kranial uretra membentuk
kelenjar uretra dan parauretra.

Gambar : Pandangan dorsal kandung kemih yang memperlihatkan


hubungan ureter dan duktus mesonefrikus sewaktu perkembangan, pada
awalnya kedua ureter dibentuk oleh pertumbuhan keluar duktus
mesonefrikus A) keduanya memiliki Muara terpisah kedalam kandung
kemih. B_D Trigonum kandung kemih yang dibentuk oleh menyatunya
duktus mesonefrikus.

Anda mungkin juga menyukai