Anda di halaman 1dari 3

Ardesty Bachdani (1306462014)

Muthia Khairunnisa (1306461895)


Nur Iman Affandi (1306461983)
Shabrina Adzhani Dewi (1306397974)

Definisi subsidi
1. Menurut Milton H. Spencer dan Orley M. Amos, Jr. dalam
Economics
Subsidi adalah pembayaran yang

Contemporary

dilakukan pemerintah kepada perusahaan atau

rumah tangga untuk mencapai tujuan

tertentu yang membuat mereka dapat

memproduksi atau mengkonsumsi suatu produk dalam kuantitas yang lebih besar
atau pada harga yang lebih murah.
2. Menurut Erwan dalam tulisannya (Erwan, 2010) yang menjelaskan lebih jauh tentang
subsidi bahwa subsidi adalah suatu pemberian (kontribusi) dalam bentuk uang atau
finansial yang diberikan oleh pemerintah atau suatu badan umum.
3. Menurut Nota Keuangan dan RAPBN 2014
Subsidi merupakan alokasi anggaran yang disalurkan melalui perusahaan/lembaga
yang memproduksi, menjual barang dan jasa, yang memenuhi hajat hidup orang
banyak sedemikian rupa, sehingga harga jualnya dapat dijangkau masyarakat.
4. Menurut Michael P. Todaro subsidi adalah bentuk bantuan keuangan yang dibayarkan
kepada suatu bisnis atau sektor ekonomi.
Jenis subsidi
Ada dua kelompok besar jenis subsidi yaitu: subsidi energi dan subsidi non-BBM.
Subsidi energi ditujukan untuk menstabilkan harga BBM, sedangkan subsidi non-BBM
terdiri atas subsidi listrik, subsidi pangan atau raskin, subsidi pupuk, subsidi benih,
subsidi bunga kredit program, dan subsidi public service obligation (PSO). Sumber:
Website Direktorat Jenderal Anggaran (www.anggaran.depkeu.go.id)
Subsidi energi adalah alokasi anggaran yang disalurkan melalui perusahaan atau
lembaga yang menyediakan dan mendistribusikan Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar
Nabati (BBN), Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3kg dan Liquefied Gas for Vehicle
(LGV).
Subsidi non-energi adalah alokasi anggaran yang disalurkan melalui perusahaan atau
lembaga yang memproduksi dan/atau menjual barang dan/atau jasa tertentu yang ditetapkan

oleh Pemerintah selain produk energi sehingga harga jualnya terjangkau oleh masyarakat
berpendapatan rendah.
Termasuk dalam subsidi energi juga ditujukan untuk bahan bakar gas cair (LPG
tabung 3 kg).

Tambahan bentuk subsidi non-BBM adalah subsidi pajak ditanggung

pemerintah (DTP) yang terdiri dari PPh-DTP dan fasilitas Bea Masuk (Sumber: Majalah
Kontan Mobile, dikutip dari setkab.go.id).
Tujuan subsidi
Tujuan subsidi menurut Badan Pusat Statistik:
1. Menjaga kestabilan harga barang dan jasa
2. Menutupi kerugian yang diderita perusahaan
Menurut Leo Kusuma
3. Menekan harga penjualan di bawah harga yang umumnya berlaku
Menurut sumber lainnya (Memahami Pengertian dan Kebijakan Subsidi dalam
APBN oleh Dungtji Munawar):
4. Melindungi masyarakat berpendapatan rendah
5. Meningkatkan produksi pertanian serta insentif bagi dunia usaha dan masyarakat
Pembagian tujuan subsidi menurut jenisnya:
1. Subsidi Pangan
Bertujuan untuk menjamin distribusi dan ketersediaan beras dengan harga yang
terjangkau oleh masyarakat.
2. Subsidi Listrik
Bertujuan agar harga jual listrik dapat terjangkau oleh pelanggan dengan golongan
tarif tertentu.
3. Subsidi Pupuk
Bertujuan agar harga pupuk di tingkat petani dapat terjangkau oleh petani sehingga
dapat mendukung peningkatan produktivitas petani dan mendukung program
ketahanan pangan.
4. Subsidi Pajak
Bertujuan untuk mendukung program stabilisasi harga kebutuhan pokok dan
perkembangan industri nasional yang strategis.
5. Subsidi Public Service Obligation
Bertujuan agar harga jual pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat
dijangkau. Termasuk di dalamnya adalah pendidikan, kesehatan,
6. Subsidi Bunga Kredit Program
Bertujuan agar menutup selisih antara bunga pasar dengan bunga yang ditetapkan
lebih rendah oleh Pemerintah untuk berbagai skim kredit program seperti kredit
ketahanan pangan (KKP), kredit koperasi primer untuk anggota (KKPA), kredit usaha
tani, dan lain-lain.