Anda di halaman 1dari 12

NUTRISI TANAMAN

MEKANISME SERAPAN HARA (SELEKTIVITAS, PERPANJANGAN


AKAR, PROSES TRANSPORT, DIFUSI, DAN ALIRAN MASSA)
Dosen Pengampu: Dr. Ir. Moch. Dawam Maghfoer, M.S.

Oleh:
Kelas D, Kelompok 6
Dwi Novia Sari

125040201111279

Philip G.B.P Simanjutak

125040201111308

Fransiscus Asisi Kresna J.

125040202111001

Handang Y.

125040207111010

Peni Mugi Lestari

125040207111021

Arsyanti Nur Inina

125040207111037

Achmad Fariz Isman

125040207111046

Maria Ani Novita Atuk

125040218113003

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

I. PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang
Suatu ciri khas dari mahluk hidup adalah kemampuan atau kapabilitas
sel-sel untuk mengambil zat-zat

makanan dari komponen sel itu sendiri

sebagai sumber energi. Suplai dan absorpsi dari senyawa-senyawa kimia yang
diperlukan untuk proses pertumbuhan dan metabolisme disebut nutrisi. Dan
senyawa kimia yang diperlukan oleh organisme disebut nutrien (unsur hara).
Mekanisme bagaimana unsur hara dikonversi menjadi material selular atau
digunakan sebagai sumber energi dikenal dengan proses metabolisme. Istilah
metabolisme mencakup berbagai reaksi yang terjadi pada sel hidup untuk
mempertahankan hidup dan untuk pertumbuhan. Dengan demikian nutrisi dan
metabolisme mempunyai hubungan timbal balik. Pada dasarnya tumbuhantumbuhan hijau sangat berbeda dengan manusia, binatang dan mikroorganisme
lainnya yang membutuhkan senyawa organik dari luar. Elemen esensial adalah
elemen yang harus ada agar siklus hidup yang normal dari organisme bisa
terjadi dan fungsinya tidak bisa diganti oleh senyawa kimia lainnya. Tambahan
pula unsur-unsur itu harus mencakup nutrisi sebagai bahan pokok untuk proses
metabolisme yang diperlukan dalam aktivitas enzim. Oleh karena itu pada
makalah ini kami mencoba membahas tentang mekanisme proses penyerapan
unsure hara tanaman.
I.2 Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
a. Memaparkan mekanisme penyerapan unsure hara
b. Mengetahui proses transport serapan hara
c. Mengetahui faktor-factor yang mempengaruhi proses penyerapan hara.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Unsur hara dapat tersedia disekitar akar tanaman melalui 3 mekanisme


penyediaan unsur hara:
1. aliran massa
Aliran massa adalah ion dan bahan lain yang larut berpindah bersama
aliran larutan air ke akar tanaman akibat transpirasi tanaman (Afandhie
Rosmarkam & Nasih Widya Yuwono, 2002). Transpirasi menggerakkan
perpindahan air dan melarutkan nutrisi melalui tanah ke akar dengan aliran
massa (Cramer et al., 2008).
2. Difusi
Kata difusi berarti suatu penyebaran yang disebabkan oleh pergerakan
panas secara acak, sebagai gerak dari partikel koloid. Dalam hal ini
perpindahan terjadi oleh adanya perbedaan konsentrasi larutan pada dua
tempat yang berjarak tertentu dimana pergerakan terjadi dari konsentrasi
yang tinggi ke konsentrasi yang rendah. Tanaman menyerap ion dari bulu
akar sehingga di sekitar bulu akar kadarnya rendah.
3. intersepsi akar
Menjelaskan tentang gerakan akar tanaman yang memperpendek jarak
dengan keberadaan unsur hara. Peristiwa ini terjadi karena akar tanaman
tumbuh dan memanjang, sehingga memperluas jangkauan akar tersebut.
Perpanjangan akar tersebut menjadikan permukaan akar lebih mendekati
posisi dimana unsur hara berada, baik unsur hara yang berada dalam
larutan tanah, permukaan koloid liat dan permukaan koloid organik.
Hara yang telah berada disekitar permukaan akar dapat diserap tanamn
melalui dua proses, yaitu: Proses aktif dan proses selektif.
1. Proses aktif, yaitu proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif atau
proses penyerapan hara yang memerlukan adanya energi metabolik, dan
2. Proses selektik, yaitu prose penyerapan unsur hara yang secara selektif.

III.
III.1 Penyerapan Unsur hara

PEMBAHASAN

Tanaman dapat menyerap unsur hara melalui akar atau melalui daun.
Misalnya untuk unsur C dan O dapat diambil tanaman dalam

bebas yang

ada di udara melaui stomata daun dalam proses fotosintesis. Unsur H dapat
diambil tanaman dalam bentuk

O yang berada didalam tanah melalui akar.

Dalam jumlah sedikit air juga diserap tanaman melalui daun. Penelitian dengan
unsur radioaktif menunjukkan bahwa hanya unsur H dari air yang digunakan
tanaman, sedang oksigen dalam air tersebut dibebaskan sebagai gas yang akan
dikeluarkan sebagai hasil dari fotosintesis dalam bentuk

ke udara melalui

stomata (Donahue, Miller, Shickluna, 1977). Unsur unsur hara lain diserap
akar tanaman dari tanah. Walaupun demikian banyak unsur hara yang bila
disemprotkan sebagai larutan hara dapat diserap tanaman melaui daun.
Tanaman menyerap unsur hara dalam tanah umumnya dalam bentuk ion. Unsur
hara yang telah berada disekitar permukaan akar dapat diserap tanamn melalui
dua proses, yaitu : Proses aktif dan proses selektif.
3.1.1 Proses Aktif
Proses Aktif, yaitu: Proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif
dapat berlangsung apabila tersedia energi metabolik. Energi metabolik
tersebut dihasilkan dari proses pernapasan akar tanaman. Selama proses
pernapasan akar tanaman berlangsung akan dihasilkan energi metabolik dan
energi ini mendorong berlangsungnya penyerapan unsur hara secara proses
aktif. Apabila proses pernapasan akar tanaman berkurang akan menurunkan
pula proses penyerapan unsur hara melalui proses aktif. Bagian akar
tanaman yang paling aktif adalah bagian dekat ujung akar yang baru
terbentuk dan rambut rambut akar. Bagian akar ini merupakan bagian
yang melakukan kegiatan respirasi (pernapasan) terbesar.
3.1.2 Proses Selektif
Proses Selektif, yaitu: Bagian terluar dari sel akar tanaman terdiri dari:
(1) dinding sel, (2) membran sel, (3) protoplasma. Dinding sel merupakan
bagian sel yang tidak aktif. Bagian ini bersinggungan langsung dengan
tanah. Sedangkan bagian dalam terdiri dari protoplasma yang bersifat aktif.
Bagian ini dikelilingi oleh membran. Membran ini berkemampuan untuk

melakukan seleksi unsur hara yang akan melaluinya. Proses penyerapan


unsur hara yang melalui mekanisme seleksi yang terjadi pada membran
disebut sebagai proses selektif.
Proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif dapat berlangsung
apabila tersedia energi metabolik. Energi metabolik tersebut dihasilkan dari
proses pernapasan akar tanaman. Selama proses pernapasan akar tanaman
berlangsung akan dihasilkan energi metabolik dan energi ini mendorong
berlangsungnya penyerapan unsur hara secara proses aktif. Apabila proses
pernapasan akar tanaman berkurang akan menurunkan pula proses
penyerapan unsur hara melalui proses aktif. Bagian akar tanaman yang
paling aktif adalah bagian dekat ujung akar yang baru terbentuk dan rambut
rambut akar. Bagian akar ini merupakan bagian yang melakukan kegiatan
respirasi (pernapasan) terbesar.
Proses selektif terhadap penyerapan unsur hara yang terjadi pada
membran diperkirakan berlangsung melalui suatu carrier (pembawa).
Carrier (pembawa) ini bersenyawa dengan ion (unsur) terpilih. Selanjutnya,
ion (unsur) terpilih tersebut dibawa masuk ke dalam protoplasma dengan
menembus membran sel. Mekanisme penyerapan ini berlangsung sebagai
berikut:
a. Saat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk kation
(K+,Ca2+, Mg2+, dan NH4+) maka dari akar akan dikeluarkan kation
H+ dalam jumlah yang setara.
b. Saat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk anion (NO3-,
H2PO4 - , SO4-) maka dari akar akan dikeluarkan HCO3 dengan
jumlah yang setara.
Tanaman menyerap unsur hara esensial dari dalam tanah melalui akar
(bulu akar) dan dari udara (yakni C dan O) melalui daunnya. Penyerapan
hara dalam tanah terjadi melalui pertukaran kation, dimana bulu bulu akar
memompa ion hidrogen (H) ke luar memasuki ke dalam tanah melalui
pompa proton. Kation hidrogen ini menggantikan kation yng terikat pada
permukaan partikel tanah yang bermuatan negatif sehingga kation ini
mnejadi tersedia bagi akar. Pada daun, stomata membuka untuk menyerap
karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Tumbuhan hijau mendapatkan
pasokan karbohidratnya dari karbon dioksida di udara melalui proses
fotosintesis.

Nitrogen jumlahnya melimpah di atmosfer bumi, namun hanya sedikit


tanaman yang mampu melakukan fiksasi nitrogen (konversi nitrogen
atmosfer menjadi bentuk yang bermanfaat secara biologis). Oleh karena itu
kebanyakan tumbuhan memerlukan senyawa nitrogen tersedia dalam tanah
tempat tumbuhnya. Hal ini dapat disuplai oleh bahan organic yang
mengalami dekompoisisi, bakteri fiksasi nitrogen, kotoran hewan, atau
melalui aplikasi pupuk nitrogen dalam budidaya tanaman pertanian.
Hara bergerak di dalam tubuh tanaman menuju tempat dimana ia
paling diperlukan. Misalnya, tanaman mencoba untuk memasok lebih
banyak hara untuk daun muda yang sednag tumbuh daripada daun daun
yang lebih tua. Sehingga kalau hara bersifat mobil, kekurangan hara
pertama kali terlihat pada daun daun tua. Namun, kalau hara bersifat
tidak mobil mengalami kekuranagan maka daun muda menderita paling
serius karena hara tidak dapat bergerak (dipindahkan) dari daun daun tua.
Nitrogen, fosfor, dan kalium adalah hara mobil, sedangkan hara lainnya
memiliki tingkat mobilitas yang beragam. Fenomena ini sangat membantu
dalam menentukan hara apa yang mungkin kekurangan dalam tanaman.
3.2 Faktor-Faktor Tanah yang Mempengaruhi Penyerapan Unsur Hara
1. Temperatur
Kenaikan temperatur mempercepat penyerapan karena menaikkan
kecepatan difusi ion ke akar dan mempercepat respirasi akar. Semakin
tinggi temperatur, semakin cepat transpirasi sehingga menaikkan difusi
unsur hara dalam bentuk ion ke akar.
2. Cahaya
Tumbuhan yang hidup pada intensitas cahaya tinggi menyerap ion lebih
banyak dari intensitas cahaya rendah. Karena fotosintesis yang lebih besar
memberi gula lebih banyak pada akar untuk direspirasi. Cahaya juga
berhubungan dengan transpirasi. Semakin tinggi intensitas cahaya,
semakin cepat transpirasi sehingga menaikkan difusi unsur hara dalam
bentuk ion ke akar.
3. Aerasi

Aerasi tidak baik menghambat penyerapan karena oksigen diperlukan


untuk respirasi dan kenaikan kadar CO2 dapat meracuni

akar. Aerasi

yang baik, akan mempercepat penyerapan unsure hara.


4. pH
Pada pH rendah, ion H akan bersaing dengan kation sehingga penyerapan
kation terhambat dan penyerapan anion terpacu. Ph yang sesuai
mempercepat penyerapan unsur hara.
5. Interaksi antar ion
Penyerapan ion dipengaruhi ion lain. Pada umumnya ion bervalensi satu
lebih mudah diserap daripada ion bervalensi dua.
6. Pertumbuhan
Pertumbuhan jaringan akan menambah luas permukaan, menambah
jumlah sel, dan menambah carrier. Pertumbuhan juga berarti penambahan
bahan organik, ini akan menurunkan kadar zat hara tertentu yang dapat
menyebabkan pemacuan penyerapan. Semakin tinggi pertumbuhan,
semakin cepat penyerapan.
3.3 Mekanisme Penyerapan Unsur Hara
3.3.1 Difusi
Difusi dapat didefinisikan sebagai suatu pergerakan molekul (atau ion)
dari daerah yang konsentrasinya tinggi menuju ke daerah yang
konsentrasinya rendah. Molekul akan bergerak mengikuti suatu arah gradien
konsentrasi. Sebagai akibat dari proses difusi adalah keadaan yang
setimbang dimana mereka tersebar secara merata dalam suatu volume/ruang
tertentu.
Ketersediaan unsur hara ke permukaan akar tanaman, dapat juga
terjadi karena melalui mekanisme perbedaan konsentrasi. Konsentrasi unsur
hara pada permukaan akar tanaman lebih rendah dibandingkan dengan
konsentrasi hara dalam larutan tanah dan konsentrasi unsur hara pada
permukaan koloid liat serta pada permukaan koloid organik. Kondisi ini
terjadi karena sebagian besar unsur hara tersebut telah diserap oleh akar
tanaman. Tingginya konsentrasi unsur hara pada ketiga posisi tersebut
menyebabkan terjadinya peristiwa difusi dari unsur hara berkonsentrasi
tinggi ke posisi permukaan akar tanaman. Peristiwa pergerakan unsur hara
yang terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi unsur hara tersebut

dikenal dengan mekanisme penyediaan hara secara difusi. Perbedaan


konsenterasi tersebut terdiri dari aktif dan pasif. Beberapa unsur hara yang
tersedia melalui mekanisme difusi ini, adalah: fosfor (90,9%) dan kalium
(77,7%).
Bebera senyawa memiliki molekul atau ion yang dapat melewati suatu
membran dengan cara difusi. Kecepatan suatu senyawa untuk dapat
berdifusi melewati suatu membran dipengaruhi oleh beberapa faktor,
diantaranya adalah:
a. Perbedaan konsentrasi
Jika antar dua sisi terdapat perbedaan konsentrasi, semakin besar
perbedaan konsentrasi antar dua daerah, semakin tinggi kecepatan
perpindahan molekul sehingga dicapai kondisi kesetimbangan antar
dua sisi tersebut.
b. Temperatur
Pada temperatur yang tinggi, molekul atau ion memiliki energi kinetik
yang lebih tinggi dibandingkan pada kondisi temperatur yang lebih
rendah, sehingga mereka dapat bergerak lebih cepat dan proses difusi
berjalan lebih cepat.
c. Luas permukaan proses difusi
Semakin lebar permukaan tempat difusi berlangsung, maka semakin
banyak molekul atau ions dapat melewatinya pada saat yang
bersamaan, dan karenanya proses difusi menjadi semakin cepat.
d. Sifat molekul atau ion
Molekul molekul besar memerlukan lebih banyak energi untuk
memungkinkan mereka bergerak dibandingkan molekul-molekul
kecil. Oleh karena itu, molekul yang besar memerlukan waktu yang
lebih lama untuk berdifusi dibandingkan molekul-molekul yang lebih
kecil. Demikian juga dengan molekul-molekul yang non-polar akan
berdifusi lebih mudah melalui membran sel dibandingkan molekulmolekul yang polar akibat mereka terlarut di dalam ekor fosfolipid
yang bersifat non-polar.
3.3.2 Aliran Massa
Aliran massa dan difusi merupakan dua proses yang menyebarkan
bahan terlarut dalam profil tanah seperti pupuk dan pestisida. Kata difusi
berarti suatu penyebaran yang disebabkan oleh pergerakan panas secara

acak, sebagai gerak Brown dari partikel koloid (Wild, 1981 dalam
Mukhlis, 2003). Dalam hal ini perpindahan terjadi oleh adanya perbedaan
konsentrasi larutan pada dua tempat yang berjarak tertentu dimana
pergerakan terjadi dari konsentrasi yang tinggi ke konsentrasi yang rendah.
Aliran massa atau aliran konveksi berbeda dengan difusi karena
pergerakannya terjadi oleh adanya perpindahan air atau gas (Hillel, 1980
dalam Mukhlis, 2003).
Aliran massa adalah gerakan unsur hara di dalam tanah menuju
permukaan akar tanaman bersama sama gerakan massa air. Aliran massa
pada tanah disebut juga konveksi, meliputi pergerakan dalam fase larutan
maupun gas. Gerakan massa air di dalam tanah menuju permukaan akar
tanaman berlangsung secara terus menerus karena diserap oleh akar dan
menguap melalui transpirasi. Aliran massa merupakan proses penyediaan
hara yang terpenting

bagi unsur unsur N (98,8%), Ca (71,,4%), S

(95,0%), dan Mo (95,2%) (PusLit Kopi & Kakao Indonesia, 2004).


Aliran massa yang mengandung nutrisi dimungkinkan terjadi secara
spesial pada tumbuhan yang densitas akarnya sangat kecil, menyediakan
mekanisme

untuk

mendapatkan

nutrisi

pada

saat

tidak

terjadi

perkembangbiakan secara besar besaran oleh sistem akar (Cramer et al.,


2008).
Peran utama aliran massa adalah dalam membantu tumbuhan
mensuplai bahan makanan. Beberapa unsur yang cara pengambilannya
dapat

menggunakan

aliran

massa

adalah

unsur

Ca.

Unsur

Ca

ditransportasikan ke xilem terjadi dengan cara aliran massa dari Ca 2+ yang


bebas dan beberapa Ca organik yang kompleks (Clarckson, 1984).
Persentase kebutuhan hara yang dapat dipenuhi oleh aliran massa
tergantung pada:
1. Kebutuhan tanaman akan unsur hara,
2. Konsentrasi hara dalam larutan tanah,
3. Jumlah air yang ditrans pirasikan per unit bobot jaringan, dan
4. Volume efektif air, yang bergerak karena gradien potensial dan yang
kontak dengan permukaan akar.
Faktor yang mempengaruhi aliran masa adalah:
1. Kadar lengas tanah: tanah yang kering tidak ada gerakan hara,

2. Temperatur : temperatur yang rendah mengurangi transpirasi dan


evaporasi,
3. Ukuran sistem perakaran: mempengaruhi serapan air.
4. Difusi
3.3.3 Intersepsi Akar
Mekanisme intersepsi akar sangat berbeda dengan kedua mekanisme
sebelumnya. Kedua mekanisme sebelumnya menjelaskan pergerakan unsur
hara menuju ke akar tanaman, sedangkan mekanisme ketiga ini menjelaskan
gerakan akar tanaman yang memperpendek jarak dengan keberadaan unsur
hara. Peristiwa ini terjadi karena akar tanaman tumbuh dan memanjang,
sehingga memperluas jangkauan akar tersebut. Perpanjangan akar tersebut
menjadikan permukaan akar lebih mendekati posisi dimana unsur hara
berada, baik unsur hara yang berada dalam larutan tanah, permukaan koloid
liat dan permukaan koloid organik. Akar tanaman tumbuh memasuki
ruangan ruangan pori tanah yang ditempati unsur hara, sehingga antara
akar dan unsur hara terjadi kontak yang sangat dekat (kontak langsung),
yang selanjutnya terjadi proses pertukaran ion. Ion ion yang terdapat pada
permukaan akar bertukaran dengan ion ion pada permukaan komplek
jerapan tanah. Jadi absorpsi unsur hara (ion) langsung dari permukaan
padatan partikel tanah. Jumlah unsur hara yang dapat diserap melalui cara
intersepsi akar dipengaruhi oleh sistim perakaran dan konsentrasi unsur hara
dalam daerah perakaran. Hampir semua unsur hara dapat diserap melalui
intersepsi akar, terutama Ca, Mg, Mn, dan Zn. Mekanisme ketersediaan
unsur hara tersebut dikenal sebagai mekanisme intersepsi akar. Unsur hara
yang ketersediaannya sebagian besar melalui mekanisme ini adalah: kalsium
(28,6%).

DAFTAR PUSTAKA
Afandhie Rosmarkam & Nasih Widya Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah.
Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Cramer, M. D., Hoffman, V. & Verboom, G. A. 2008. Nutrient Availability
Moderates Transpiration in Ehrharta calycina. New Physiologist, 179:
1048-1057
Clarkson, D. T. 1984. Calcium Transport Between Tissues and Its Distribution in
The Plant. Plant, Cell and Environment, 70: 449-456

Dwijoseputro, D. 1988. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Penerbit PT. Gramedia


Jakarta.
Fosket D.E., 1994, Plant Growth and Development. A Molecular Approach,
Academic Press, Toronto
Harahap, F dan Nusyirwan. 2007. Fisiologi Tumbuhan, Suatu Pengantar.
UNIMED press. Medan.
Salisbury, F.B and Ross, C. 1984. Plant Phisiology. Third plant. Penerbit
PT. Gramedia. Jakarta
Santosa. 1990. Fisiologi Tumbuhan. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta.