Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH PENDIDIKAN BIOLOGI

Pemanfaatan Constructivist Learning Approach dalam


Pembelajaran Biologi Kelas X SMA N 1 Wedi

Disusun oleh :
NAMA
NIM
PRODI

: Ruchyan Intani
: 13304241073
: Pendidikan Biologi Internasional

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014

BAB I
PENDAHULUAN
Merupakan hal yang sangat disayangkan tetapi benar- benar terjadi, beberapa lembaga
pembelajaran mengajar siswa tanpa memiliki pemahaman formal yang cukup mengenai
bagaimana siswa belajar. Banyak pengajar yang mengetahui bagaimana mereka dapat belajar
dengan baik, tetapi tidak mempertimbangkan bagaimana siswa mereka belajar dan jika cara
mereka mengajar dapat disebut sebagai cara mengajar yang memungkinkan sebuah
pembelajaran terjadi (Fry, 2009).
Dalam psikologi, terdapat beberapa pemikiran mengenai bagaimana pembelajaran
terjadi dan berbagai macam penggolongan yang lain. Rasionalisme atau idealisme adalah
salah satu teori pembelajaran yang sedang digemari atau banyak diminati belakangan ini.
Chomsky adalah salah satu tokoh yang paling terkenal dengan pemahaman rasionalisme ini.
asosiasionisme adalah pemahaman kedua, yang memusatkan gagasan pembentukan asosiasi
di antara stimulus dan respons. Pavlov dan Skinner juga termasuk ilmuwan yang menganut
pemahamn asosiasionisme ini. Pada abad 21, teori- teori kognitif dan sosial adalah teori yang
paling banyak digunakan, dengan konstrukstivisme menjadi salah satu yang paling dikenal
(Fry, 2009).
Teori konstruktivisme adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran dimana siswa
harus membangun pemahamannya sendiri dari kehidupan sehari- hari mereka. Pembelajaran
konstruktivis didasarkan pada pemahaman jika pembelajaran berlangsung lebih baik ketika
siswa secara aktif terlibat dalam proses pembangunan pemahaman dan pengetahuan
dibandingkan ketika siswa secara pasif hanya diam menerima informasi yang diberikan oleh
pengajar. Jadi siswa adalah pembuat pemahaman dan pengetahuan. Pembelajaran
konstruktivis membantu dalam berpikir kritis dan membentuk siswa yang memiliki motivasi
dan independen (Gray, 2010).
Makalah ini akan membahas

pemanfaatan pendekatan pembelajaran constructivist

dalam pelaksanaan pembelajaran biologi kelas X SMA Negeri 1 Wedi yaitu dengan materi
pokok Ruang Lingkup Biologi tepatnya pada sub materi Cabang- cabang ilmu Biologi
menurut obyek, persoalan, dan tingkat organisasi

BAB II
PEMBAHASAN
A. Materi Pembelajaran
Standar Kompetensi : Memahami hakikat Biologi sebagai ilmu
Kompetensi Dasar
: Mengidentifikasi ruang lingkup Biologi
Indikator
:
1. Mendeskripsikan objek- objek dan persoalan biologi pada tingkat molekul, sel,
jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, dan bioma.
2. Mengidentifikasi cabang- cabang biologi menurut objek dan persoalan yang dikaji.
3. Menganalisis manfaat biologi bagi manusia dan lingkungannya.
Materi Pokok
: Ruang Lingkup Biologi
Sub Materi
: Cabang- cabang ilmu Biologi menurut obyek, persoalan, dan tingkat
organisasi
B. Constructivism dan Pendidikan
Apabila kita berfokus kepada deskripsi edukasional dari constructivism, pemahaman
merupakan suatu hal yang erat kaitannya dengan pengalaman. Siswa yang masuk ke dalam
ruang kelas memiliki pengalaman mereka masing- masing dan struktur kognitif berdasarkan
pengalaman- pengalaman tersebut. Struktur ini dapat dipertimbangkan sebagai sebuah hal
yang valid, invalid, ataupun tidak lengkap. Siswa akan membangun kembali struktur- struktur
yang telah ada hanya jika informasi atau pengalaman- pengalaman baru dihubungkan dengan
pengetauan yang sudah mereka miliki dalam memori mereka. Kesimpulan, elaborasi, dan
hubungan antara persepsi yang lama dengan gagasan- gagasan baru harus digambarkan
secara personal oleh siswa agar gagasan yang baru tersebut menjadi sebuah memori yang
terintegrasi dan berguna (Hanley, 1994).
Hal ini mengasumsikan bahwa, siswa harus membangun pengetahuan mereka sendiri
baik secara individual maupun kolektif. Setiap siswa harus memiliki sebuah konsep dan
keterampilan yang digunakan untuk membangun pengetahuan untuk memecahkan masalah
yang muncul di lingkungan. Peran dari komunitas- selain siswa dan guru- adalah untuk
menyediakan setting, menyajikan permasalahan, dan menyediakan dukungan yang dapat
mendorong pembangunan konsep oleh siswa (Davis, 1990).
C. Proses Construtivist dan Pendidikan
Constructivist meyakini bahwa pengetahuan yang telah ada sebelumnya pada diri
seseorang berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Dalam rangka memecahkan masalah
baru, kesamaan perseptual dan konseptual antara pengetahuan yang ada dengan masalah baru
dapat mengingatkan seseorang mengenai hal yang sudah meereka ketahui. Pembelajaran
constructivist didasarkan pada partisipasi aktif dari siswa dalam memecahkan masalah dan
berpikir kritis mengenai masalah yang diberikan. Kurikulum yang didasarkan pada

pendekatan pembelajaran constructivist menyajikan agenda didasarkan pada apa yang siswa
sudah ketahui, apa yang mereka permasalahkan, dan tujuan pembelajaran oleh guru (Lamon,
2007).
D. Langkah- Langkah Pembelajaran Berdasarkan Materi
Dalam pembelajaran yang didasarkan pada pendekatan constructivist, siswa dianggap
sudah memiliki pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman yang mereka telah mereka
dapat. Untuk pembelajaran dengan sub materi cabang- cabang ilmu Biologi menurut obyek,
persoalan, dan tingkat organisasi, maka langkah- langkah pembelajaran yang dapat diambil
yaitu:
Pengajar

Siswa

Kegiatan Awal
Mengeksplor pengetahuan peserta didik,

misal dengan mengadakan pretest.

Membahas dan mendiskusikan bersama

siswa jawaban pretest.


Menyebutkan topik dan tujuan

Mengerjakan soal pretest yang diberikan.


Menulis dan memahami topik dan tujuan
pembelajaran.

pembelajaran.
Kegiatan Inti
Pengajar mulai menerangkan materi.

Salah satunya yaitu dengan membentuk

Siswa didorong untuk lebih aktif dalam

kelompok dan menugaskan membuat

presentasi atau menerangkan video yang

peta konsep atau mengerjakan LKPD

terkait dengan materi.


Duduk
dalam
kelompok

kemudian mendiskusikannya.

pembelajaran, misal dengan membuat

dan

mendiskusikan materi bersama kelompok.


Kegiatan Penutup
Mengadakan posttest

Menugaskan murid untuk mencari

Mengerjakan soal posttest yang diberikan.


Melaksanakan tugas yang diberikan guru.

artikel terkait materi materi.


BAB III
PENUTUP
Pengetahuan dan persepsi awal siswa menentukan informasi yang akan menjadi
perhatian dan pemahaman siswa. Selain memahami konsep secara menyeluruh, siswa juga
harus melaksanakan proses kognitif yang membentuk relasi antara elemen- elemen informasi

dari konsep. Pendekatan pembelajaran constructivist bisa menjadi salah satu cara yang efektif
untuk meningkatkan nilai siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Davis, R., et al. 1990. Introduction: Constructivist Viewa on The Teaching and Learning of
Mathematics. Reton: national Council of Teachers of Mathematics.
Fry, Heather., et al. 2009. A Handbook for Teaching and Learning in Higher Education:
Enhancing Academic Practice 3rd Edition. New York: Taylor & Francis.

Gray, Audrey. 2010. Constructivist Teaching and Learning. SSTA Research Centre Report.
Hanley, S. 1994. On Constructivism Maryland Collaborative for Teacher Preparation melalui
http://www.inform.umd.edu.
Lamon, M. 2007. Constructivist Approach melalui http://www.answers.com