Anda di halaman 1dari 5

Nama

: canna suprianofa

Kelas

: 3 KD

NIM

: 061330401009

PENJERNIHAN AIR DENGAN METODE SEDIMENTASI

Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi


disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Secara
volume hal ini sangat besar, namuntidak jarang pula kita mengalami kesulitan
mendapatkan air dalam hal ini air bersih, terutama saat musim kemarau. Pada
musim kemarau, secara kuantitas air akan berkurang dan secara kualitas air
lebih bau dan tercemar karena konsentrasi kotorannya meningkat.
Pengertian sedimentasi (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah
pengendapan atau hal mengendapkan benda padat krn pengaruh gaya berat.
Oleh karena itu metode yang dibahas dalam modul ini adalah mengendapkan
partikel kotoran dalam air baku, sehingga tercipta supernatant yang jernih dan
siap pakai untuk aktivitas manusia .
Koagulasi dan flokulasi merupakan rangkaian proses tak terputuskan yang
dikenakan ke air baku siap olah, berupa proses pengumpulan partikel halus yang
tidak dapat diendapkan secara gravitasi sehingga menjadi partikel berukuran
besar dan siap diendapkan secara gravitasi, melalui penambahan bahan
koagulan.
Teknik Pengolahan Air Sumur dengan Metode Sedimentasi
Beberapa syarat yang perlu diperhatikan dalam pengolahan dengan
metode ini sebagai berikut :
1.

2.

3.

Pemilihan air baku merupakan tingkat kesuksesan pengolahan


dengan metode ini. Pengecekan awal dilakukan terhadap pH, TSS,
kekeruhan dan pemantauan warna air baku.
Proses koagulasi-flokulasi menggunakan alum/tawas akan efektif
pada pH air berkisar antara 4.5-8 (Reynolds, 1982) dan kondisi
ini menunjang proses koagulasi dan flokulasi karena biasanya
koagulan dapat efektif bekerja pada pH
netral
Beberapa proses membutuhkan bak/tandon dengan ukuran yang
berbeda dan alat pengaduk yang kestabilan pengadukannya baik

Prosesnya
1. Siapkan 1 bak besar berukuran 2 m x 1 m x 1,25 m
2. Buat bafel penyangga di dalam Tangki Sedimentasi yang tingginya sama
dengan tinggi air
3. Pasangkan pipa inlet untuk mengalirkan air baku sungai/sumur. Pipa inlet ini
bisa disambungkan dengan pompa dari air sungai/sumur untuk meringankan
beban manusia.
4. Pasangkan pipa inlet (untuk pengaliran supernatan/air jernih menuju bak
penampungan air terolah)
5. Pasangkan pipa outlet (buangan lumpur endapan), menuju saluran buangan
6. Pasangkan pengaduk. Pengaduk bisa berupa pengaduk manual (digerakkan
oleh tenaga manusia) ataupun pengaduk motorik (digerakkan oleh motor listrik).
7. Adapun dasar tangki sedimentasi merupakan dasar dengan kemiringan
tertentu, 1 m panjang lantai turun 10 cm. Hal ini untuk mempermudah proses
pengendapan dan sekaligus menjadi tempat penyimpanan lumpur endapan
(hasil olahan).

8.Pemakai mengalirkan air baku menuju bak sedimentasi dengan cara


menyalakan pompa (apabila pengaliran dilakukan secara motorik) atau mengisi
bak secara manual.
9. Pemakai memasukkan tawas yang sudah dicampur dengan air (50 gram tawas
2 Liter air bersih) ke dalam bak dan pengadukan dilakukan secara konstan
a. Pertama dilakukan pengadukan dengan cepat, 50 putaran per menit, selama
10 menit
b. Selanjutnya dilakukan pengadukan dengan lambat, 10-20 putaran per menit,
selama 15 menit. Pada saat ini, pengadukan dilakukan secara konstan untuk
menjamin pembentukan flok ukuran besar sehingga siap mengendap alamiah.
10.Tahap berikutnya adalah mendiamkan air tersebut agar terjadi proses
pengendapan (sedimentasi) secara alamiah. Tidak boleh ada gangguan apapun
dalam proses ini, seperti getaran akibat pengadukan lainnya, penambahan zatzat lain dll)
11. Proses berikutnya merupakan pemisahan air terolah (supernatant) melalui
outlet yang sudah disiapkan. Pemakai harus memperhatikan tidak terikutnya
endapan yang terbentuk.
12.Endapan yang terbentuk merupakan kumpulan flok yang sebenarnya masih
bisa dimanfaatkan kembali dalam proses pengolahan berikutnya. Untuk itu tidak
perlu dibuang.
13. Apabila supernatant sudah dipisahkan, maka pemakai membubuhkan
desinfektan (berupa tablet/bubuk/cair) dan kemudian diaduk. Adapun dosis
optimum desinfektan disesuaikan dengan bahan baku air yang digunakan.

Peralatan lain yang digunakan dalam penjernihan air

Tangki sedimentasi

Pemisahan dapat berlangsung karena adanya gaya gravitasi yang terjadi pada butiran tersebut. Proses
sedimentasi

dalam

industri

kimia

banyak

digunakan

,misalnya

pada

proses

pembuatan

kertas

dimana slurry berupa bubur selulose yang akan dipisahkan menjadi pulp dan air, proses penjernihan air (water
treatment),dan proeses pemisahan buangan nira yang akan diolah menjadi gula.
Proses sedimentasi dalam dunia industri dilakukan secara sinambung dengan menggunakan alat yang dikenal
dengan nama thickener,sedangkan untuk skala laboratorium dilakukan secara batch. Data-data yang diperoleh
dari prinsip sedimentasi secara batch dapat digunakan untuk proses yang sinambung.
Di industri aplikasi sedimentasi banyak digunakan, antara lain :
1.

Pada unit pemisahan , misalnya untuk mengambik senyawa magnesium dari air laut

2.

Untuk memisahkan bahan buangan dari bahan yang akan diolah, misalnya pada pabrik gula

3.

Pengolahan air sungan menjadi boiler feed water.

4.

Proses pemisahan padatan berdasarkan ukurannya dalam clarifier dengan prinsip perbedaan terminal
velocity

yaitu slurry dan supernatant. Slurry adalah bagian dengan konsentrasi partikel terbesar, dansupernatant adalah
bagian cairan yang bening. Proses ini memanfaatkan gaya gravitasi, yaitu dengan mendiamkan suspensi hingga
terbentuk endapan yang terpisah dari beningan Sedimentasi adalah suatu proses pemisahan suspensi secara
mekanik menjadi dua bagian.
Kecepatan sedimentasi didefinisikan sebagai laju pengurangan atau penurunan ketinggian daerah batas
antara slurry (endapan) dan supernatant (beningan) pada suhu seragam untuk mencegah pergeseran fluida
karena konveksi (Brown, 1950).
Pada keadaan awal, konsentrasi slurry seragam di seluruh bagian tabung. Kecepatan sedimentasi
konstan, terlihat pada grafik hubungan antara ZL dan L membentuk garis lurus untuk periode awal
(dZ/dt=V=konstan ). Periode ini disebut free settling, dimana padatan bergerak turun hanya karena gaya
gravitasi. Kecepatan yang konstan ini disebabkan oleh konsentrasi di lapisan batas yang relatif masih kecil,
sehingga pengaruh gaya tarik-menarik antar partikel, gaya gesek dan gaya tumbukan antar partikel dapat
diabaikan. Partikel yang berukuran besar akan turun lebih cepat, menyebabkan tekanan ke atas oleh cairan
bertambah, sehingga mengurangi kecepatan turunnya padatan yang lebih besar. Hal ini membuat kecepatan
penurunan semua partikel (baik yang kecil maupun yang besar) relatif sama atau konstan.
Semakin banyak partikel yang mengendap, konsentrasi menjadi tidak seragam dengan bagian
bawah slurry menjadi lebih pekat. Konsentrasi pada bagian batas bertambah, gerak partikel semakin sukar dan
kecepatan turunnya partikel berkurang. Kondisi ini disebuthindered settling.
Kondisi free settling dan hindered settling dapat diamati pada grafik hubungan antara Z L dan L. Dimana
untuk kondisi free settling ditunjukkan saat grafik masih berupa garis lurus, sedangkan saat grafik mulai
melengkung merupakan kondisi hindered settling.