Anda di halaman 1dari 10

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Umum
Dalam perkembangannya, air bersih menjadi sumber daya yang makin langka dan relatif
tidak ada sumber penggantinya. Meskipun Indonesia termasuk 10 negara kaya air, namun dalam
pemanfaatannya terdapat permasalahan mendasar yang masih terjadi. Pertama, adanya variasi
musim dan ketimpangan spasial ketersediaan air. Pada musim hujan, beberapa bagian di
Indonesia mengalami kelimpahan air yang luar biasa besar sehingga berakibat terjadinya banjir
dan kerusakan lain yang ditimbulkannya. Di sisi lain, pada musim kering kekurangan air dan
kekeringan menjadi bencana di beberapa wilayah lainnya. Permasalahan mendasar yang kedua
adalah terbatasnya jumlah air yang dapat dieksplorasi dan dikonsumsi, sedangkan jumlah
penduduk Indonesia yang terus bertambah menyebabkan kebutuhan air baku meningkat secara
drastis. Masalah kualitas air semakin mempersempit alternatif sumber-sumber air yang bisa
dimanfaatkan oleh masyarakat (Arya W.1995).
Penyediaan air bersih untuk masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting dalam
meningkatkan kesehatan lingkungan atau masyarakat, yakni mempunyai peranan dalam
menurunkan angka penderita penyakit, khususnya yang berhubungan dengan air, dan berperan
dalam meningkatkan standar atau taraf/kualitas hidup masyarakat.
Sampai saat ini, penyediaan air bersih untuk masyarakat diindonesia masih dihadapkan pada
beberpa permasalahan yang cukup kompleks dan sampai saat ini belum dapat diatasi
sepenuhnya. Salah satu masalah yang masih dihadapi sampai saat ini yakni masih rendahnya
tingkat pelayanan air bersih untuk masyarakat (Wikipedia,2001).
Berdasarkan

Keputusan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor

1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan


industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan
sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005
Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, didapat beberapa pengertian mengenai :

1. Air baku untuk air minum rumah tangga, yang selanjutnya disebut air baku adalah air
yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan/atau air hujan
yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum.
2. Air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau tanpa
proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.
3. Air limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah tangga termasuk tinja manusia
dari lingkungan permukiman.
4. Penyediaan air minum adalah kegiatan menyediakan air minum untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif.
5. Sistem Penyediaan Air Minum yang selanjutnya disebut SPAM merupakan satu kesatuan
sistem fisik (teknik) dan non fisik dari prasarana dan sarana air minum.
6. Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan membangun, memperluas dan/atau
meningkatkan sistemfisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan, manajemen,keuangan,
peran masyarakat, dan hukum) dalam kesatuan yang utuh untuk melaksanakan
penyediaan air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.
7. Penyelenggaraan pengembangan SPAM adalah kegiatan merencanakan, melaksanakan
konstruksi, mengelola, memelihara, merehabilitasi, memantau, dan/atau mengevaluasi
sistem fisik (teknik) dan non fisik penyediaan air minum.
8. Penyelenggara pengembangan SPAM yang selanjutnya disebut Penyelenggara adalah
badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah, koperasi, badan usaha swasta,
dan/atau kelompok masyarakat yang melakukan penyelenggaraan pengembangan sistem
penyediaan air minum.

2.2 Sumber Air Bersih


Berdasarkan petunjuk Program Pembangunan Prasarana Kota Terpadu perihal Pedoman Perencanaan dan
Desain Teknis Sektor Air Bersih, disebutkan bahwa sumber air baku yang perlu diolah terlebih dahulu adalah:
1. Mata air, Yaitu sumber air yang berada di atas permukaan tanah. Debitnya sulit untuk diduga, kecuali jika
dilakukan penelitian dalam jangka beberapa lama.
2. Sumur dangkal (shallow wells), Yaitu sumber air hasil penggalian ataupun pengeboran yang
kedalamannya kurang dari 40 meter.
3. Sumur dalam (deep wells), Yaitu sumber air hasil penggalian ataupun pengeboran yang kedalamannya
lebih dari 40 meter.
4. Sungai, Yaitu saluran pengaliran air yang terbentuk mulai dari hulu di daerah pegunungan/tinggi sampai
bermuara di laut/danau. Secara umum air baku yang didapat dari sungai harus diolah terlebih dahulu,
karena kemungkinan untuk tercemar polutan sangat besar.
5. Danau dan Penampung Air (lake and reservoir), Yaitu unit penampung air dalam jumlah tertentu yang
airnya berasal dari aliran sungai maupun tampungan dari air hujan.
Sumber-sumber air yang ada dapat dimanfaatkan untuk keperluan air minum adalah (Budi D. Sinulingga,
Pembangunan Kota Tinjauan Regional dan Lokal, 1999):
1. Air hujan. Biasanya sebelum jatuh ke permukaan bumi akan mengalami pencemaran sehingga tidak
memenuhi syarat apabila langsung diminum.
2. Air permukaan tanah (surface water). Yaitu rawa, sungai, danau yang tidak dapat diminum sebelum
melalui pengolahan karena mudah tercemar.
3. Air dalam tanah (ground water). Yang terdiri dari air sumur dangkal dan air sumur dalam. Air sumur
dangkal dianggap belum memenuhi syarat untuk diminum karena mudah tercemar. Sumber air tanah ini
dapat dengan mudah dijumpai seperti yang terdapat pada sumur gali penduduk, sebagai hasil budidaya
manusia. Keterdapatan sumber air tanah ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti topografi,
batuan, dan curah hujan yang jatuh di permukaan tanah. Kedudukan muka air tanah mengikuti bentuk
topografi, muka air tanah akan dalam di daerah yang bertopografi tinggi dan dangkal di daerah yang
bertopografi rendah.
Di lain pihak sumur dalam yang sudah mengalami perjalanan panjang adalah air yang jauh lebih murni, dan
pada umumnya dapat langsung diminum, namun memerlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan
kualitasnya. Keburukan dari pemakaian sumur dalam ini adalah apabila diambil terlalu banyak akan

menimbulkan intrusi air asin dan air laut yang membuat sumber air jadi asin, biasanya daerah-daerah sekitar
pantai.
1. Mata air (spring water). Sumber air untuk penyediaan air minum berdasarkan kualitasnya dapat
dibedakan atas:
1. Sumber yang bebas dari pengotoran (pollution).
2. Sumber yang mengalami pemurniaan alamiah (natural purification).
3. Sumber yang mendapatkan proteksi dengan pengolahan buatan (artificial treatment).
Sumber daya air adalah sumber daya berupa air yang berguna atau potensial bagi manusia.
Kegunaan air meliputi penggunaan di bidang pertanian,industri, rumah tangga, rekreasi, dan
aktivitas lingkungan. Sangat jelas terlihat bahwa seluruh manusia membutuhkan air tawar. 97%
air di bumi adalah air asin,dan hanya 3% berupa air tawar yang lebih dari 2 per tiga bagiannya
berada dalam bentuk es di glasier dan es kutub. Air tawar yang tidak membeku dapat ditemukanterutama di
dalam tanah berupa air tanah, dan hanya sebagian kecil berada di atas permukaan tanah dan di
udara (Sudiono,1996).
Air tawar adalah sumber daya terbarukan, meski suplai air bersih terus berkurang.
Permintaan air telah melebihi suplai di beberapa bagian di dunia dan populasi dunia terus
meningkat yang mengakibatkan peningkatan permintaanterhadap air bersih. Perhatian terhadap
kepentingan global dalammempertahankan air untuk pelayanan ekosistem telah bermunculan,
terutamasejak dunia telah kehilangan lebih dari setengah lahan basah bersama dengan
nilai pelayanan ekosistemnya. Ekosistem air tawar yang tinggi biodiversitasnya saat initerus
berkurang lebih cepat dibandingkan dengan ekosistem laut ataupun darat (Sudiono,1996).
2.1.2 Air permukaan
Air permukaan adalah air yang terdapat di sungai, danau, atau rawa air tawar. Air
permukaan secara alami dapat tergantikan dengan presipitasi dan secara alami menghilang
akibat

aliran

menuju

lautan,

penguapan,

dan

penyerapan

menuju

ke

bawah

permukaan.Meski satu-satunya sumber alami bagi perairan permukaan hanya presipitasi


dalam area tangkapan air, total kuantitas air dalam sistem dalam suatu waktu bergantung
pada banyak faktor. Faktor-faktor tersebut termasuk kapasitas danau, rawa, dan reservoir
buatan, permeabilitas tanah di bawah reservoir, karakteristik aliran pada area tangkapan air,

ketepatan waktu presipitasi dan rata-rata evaporasi setempat. Semua faktor tersebut juga
memengaruhi besarnya air yang menghilang dari aliran permukaan (Wikipedia,2004)
Aktivitas manusia memiliki dampak yang besar dan kadang-kadang menghancurkan
faktor-faktor tersebut. Manusia seringkali meningkatkan kapasitas reservoir total dengan
melakukan pembangunan reservoir buatan, dan menguranginya dengan mengeringkan lahan
basah. Manusia juga sering meningkakan kuantitas dan kecepatan aliran permukaan dengan
pembuatan sauran-saluran untuk berbagai keperluan, misalnya irigasi.Kuantitas total dari air
yang tersedia pada suatu waktu adalah hal yang penting. Sebagian manusia membutuhkan
air pada saat-saat tertentu saja. Misalnya petani membutuhkan banyak air ketika akan
menanam padi dan membutuhkan lebih sedikit air ketika menanam palawija. Untuk
mensuplai petani dengan air, sistem air permukaan membutuhkan kapasitas penyimpanan
yang besar untuk mengumpulkan air sepanjang tahun dan melepaskannya pada suatu waktu
tertentu. Sedangkan penggunaan air lainnya membutuhkan air sepanjang waktu, misalnya
pembangkit listrik yang membutuhkan air untuk pendinginan, atau pembangkit listrik tenaga
air. Untuk mensuplainya, sistem perairan permukaan harus terisi ketika aliran arus rata-rata
lebih rendah dari kebutuhan pembangkit listrik (Wikipedia,2004)
Perairan permukaan alami dapat ditambahkan dengan mengambil air permukaan dari
area tangkapan hujan lainnya dengan kanal atau sistem perpipaan. Dapat juga ditambahkan
secara buatan dengan cara lainnya, namun biasanya jumlahnya diabaikan karena terlalu
kecil.Manusia dapat menyebabkan hilangnya sumber air permukaan dengan menjadikannya
tidak lagi berguna, misalnya dengan cara polusi.
Brazil adalah negara yang diperkirakan memiliki suplai air tawar terbesar di dunia,
diikuti oleh Rusia, Kanada, dan Indonesia.
a. Sungai
Sungai merupakan jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut,
atau ke sungai yang lain.Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana
mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan
melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan

untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri
dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai.
Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air
biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah
kiri dan kanan. Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai
muara sungai.

No Nama Sungai

Lokasi

Panjang

Bengawan Solo

Jawa Tengah

548,53 km

Ci Sadane

Jawa Barat

126 km

Ciliwung

Jakarta

120 km

Ci Manuk

Jawa Barat

180 km

Batang Hari

Jambi

800 km

Sungai Barito

Kalimantan Tengah

909 km

Sungai Kapuas

Kalimantan Barat

1.178 km.

Sungai Kahayan

Palangka Raya

250 km.

Sungai Mahakam

Kalimantan Timur

920 km

10

Sungai Mamberamo

Papua

670 km

b. Laut
laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan luas yang
menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Jadi laut adalah
merupakan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas dan umumnya
mengandung garam dan berasa asin. Biasanya air mengalir yang ada di darat akan
bermuara ke laut.

No
1

Nama Laut
Laut Arafura

Laut Banda

Laut Flores

Laut Sawu

Laut Jawa

Laut Maluku

Laut Sawu

Laut Seram

Laut Halmahera

10

Laut Timor

Lokasi
sebelah selatan
Kepulauan Aru
sebelah selatan
Pulau Seram
sebelah utara Pulau
Flores
Pulau Sawu.

Kedalaman
650.000 km
470.000 Km2
5.123 meter
105.000 Km2

sebelah utara Pulau


Jawa
sebelah barat Pulau
Halmahera
sebelah selatan
Pulau Flores
sebelah utara Pulau
Seram
sebelah utara Pulau
Sulawesi

1,790,000
Km2
200,000 Km2

sebelah timur Pulau


Timor

5.300 km2

105.000 Km2
12.000 Km2
95.000 km2

c. Danau
Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat
yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau
karena adanya mata air. Biasanya danau dapat dipakai sebagai sarana rekreasi, dan
olahraga. Danau adalah cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi oleh
air bisa tawar ataupun asin yang seluruh cekungan tersebut dikelilingi oleh
daratan. Kebanyakan danau adalah air tawar dan juga banyak berada di belahan
bumi utara pada ketinggian yang lebih atas.

No Nama Danau

Lokasi

Luas

Sumatera Barat

107,8 km

Danau Singkarak

Danau Laut Tawar

Nanggre

Aceh 5.472 hektar

Darussalam
3

Danau Maninjau

Sumatra Barat

99,5 km

Danau Ranau

Lampung

128km
persegi

Danau Towuti

Sulawesi Selatan

561,1Km
persegi

Danau Tempe

Kabupaten Wajo

13.000 hektar

Danau Sembuluh

Kalimantan Tengah

7.832,5 ha

Danau Sentani

Papua

9.360 ha

Danau Wanayasa

Purwakarta

7 ha

10

Situ Lengkong

Ciamis

70 Ha

d. Waduk
Waduk adalah kolam besar tempat penyimpanan air sediaan untuk berbagai kehidupan

No Nama Waduk

Lokasi

Luas

Waduk Cirata

Jawa Barat

43.777,6 ha,

Waduk Jatiluhur

Jawa Barat

8.300 ha

Waduk karangkates

Jawa Timur

6 hektar

Waduk Malahayu

Jawa Tengah

944 hektare

Waduk Saguling

Jawa Barat

5.607 ha

Way Rarem

Lampung

49,2 ha,

waduk Cacaban

Jawa Tengah

6.792,71 ha

WadukRiam Kanan

Kalimantan Selatan

6.800 Ha

Bendungan Bilibili

Sulawesi Selatan

40.428 hektar

10

waduk darma

Jawa Barat

425 ha

2.1.2 Air tanah


Air tanah adalah air tawar yang terletak di ruang pori-pori antara tanah dan bebatuan
dalam. Air tanah juga berarti air yang mengalir di lapisan aquifer di bawah water table.
Terkadang berguna untuk membuat perbedaan antara perairandi bawah permukaan yang
berhubungan erat dengan perairan permukaan dan perairan bawah tanah dalam di aquifer (yang
kadang-kadang disebut dengan "air fosil").Sistem perairan di bawah permukaan dapat
disamakan dengan sistem perairan permukaan dalam hal adanya input, output, dan
penyimpanan. Perbedaanyang paling mendasar adalah kecepatan dan kapasitasnya; air tanah
mengalir dengan kecepatan bervariasi, antara beberapa hari hingga ribuan tahun
untuk muncul kembali ke perairan permukaan dari wilayah tangkapan hujan, dan air tanah
memiliki kapasitas penyimpanan yang jauh lebih besar dari perairan permukaan.Input alami
dari air tanah adalah serapan dari perairan permukaan,terutama wilayah tangkapan air hujan.
Sedangkan output alaminya adalah mata air dan serapan menuju lautan.Air tanah
mengalami ancaman berarti menghadapi penggunaan berlebihan,misalnya untuk mengairi
lahan pertanian. Penggunaan secara belebihan di area pantai dapat menyebabkan
mengalirnya air laut menuju sistem air tanah,menyebabkan air tanah dan tanah di atasnya
menjadi asin (intrusi air laut). Selainitu, manusia juga dapat menyebabkan air tanah
terpolusi, sama halnya dengan air permukaan yang menyebabkan air tanah tidak dapat
digunakan.
a. Air tanah dangkal
Air freatis adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air tidak jauh dari
permukaan tanah.Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya.
Pada musim kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan
jumlah air freatis akan bertambah. Air freatis dapat diambil melalui sumur atau
mata air.

b. Air tanah dalam


Air artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan
kedap air.Lapisan di antara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer.
Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami
air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air
artesis. Air artesis dapat dapat diperoleh melalui pengeboran. Sumur
pengeborannya disebut sumur artesis