Anda di halaman 1dari 127

TUGAS KELOMPOK

KAJIAN STUDI KASUS


PEMBANGUNAN GUDANG DAN PERLUASAN PABRIK KEMASAN
diajukan untuk memenuhi salah satu syarat tugas pada mata kuliah:

Analisis Dampak Lingkungan


Dosen:

Dr. Rina Marina, M.Si.

Disusun oleh :
HANA RIZKIA ARMIS

1103800

INDRA HARFANI

1106595

RUSTAM WIDARTO

1105668

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S-1


JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas
Berkah, Rahmat Dan Hidayah-Nyalah sehingga laporan tugas makalah ini dapat
terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Atas tersusunnya laporan ini, tak lupa penyusun mengucapkan terima
kasih kepada :
1. Dr. Rina Marina Masri, MP, selaku dosen mata kuliah AMDAL
2. Serta semua temanteman yang telah memberi sumbangsih dan sarannya
sehingga laporan ini dapat terselesaikan.
3. Berbagai macam media, yang memberikan banyak informasi mengenai
praktikum terkait.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dalam hal teknik penulisan, tata bahasa maupun isinya. Oleh
karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapakan demi
penyempurnaan laporan ini pada masa yang akan datang. Akhir kata, semoga
laporan ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya
para pembaca sekalian.

Bandung, Juni 2014

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................ i
Daftar Isi ........................ .............................................................................. ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................. 2
1.3 Tujuan Penulisan ................................................................... 2
1.4 Sistematika Penulisan ............................................................ 3

BAB II

DOKUMEN AMDAL PEMBANGUNAN GUDANG DAN

PERLUASAN PABRIK KEMASAN


2.1 Pengertian AMDAL................................................................ 4
2.2 KA-ANDAL ......................................................................... 24
2.3 ANDAL ............................................................................... 44
2.4 RKL-RPL ............................................................................. 58
BAB III HASIL ANALISIS PENILAIAN DOKUMEN AMDAL
PEMBANGUNAN GUDANG DAN PERLUASAN PABRIK KEMASAN
MENURUT PERMEN LH NO.16 TAHUN 2012
3.1 Lampiran I-III Menurut Permen LH No.16 Tahun 2012 ....................... 65
BAB I

PENUTUP

4.1 Kesimpulan .......................................................................................... 122


4.2 Saran

............................................................................................ 123

DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Perkembangan industri konsumsi (consumer goods) cukup pesat ditandai dengan
banyak ragam jenis produk yang dihasilkan mulai berasal dari industri skala besar sampai
industri rumah tangga. Kemampuan industri rumah tangga pun tidak kalah bersaing
dengan skala industry besar terutama dalam bidang olahan makanan dan minuman. Salah
satu hal yang cukup penting dalam proses produksi kagiatan tersebut adalah pengemasan
produk. Hal ini selain sebagai daya Tarik dalam penjualan juga untuk jaminan kualitas
mutu yang tidak cepat rusak. Bidang penyedia kemasan inilah yang dijalankan oleh pabrik
PT. Purinusa Ekapersada yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta No. 791, Kelurahan
Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung.
Bidang utama kegiatan dari PT. Purinusa Ekapersada adalah industry kertas
industry dan kemasan dari kertas/karton dan merupakan salah satu bagian dari perusahaan
multi nasional Sinar Mar Group. Pada kegiatan di pabrik ini tidak melakukan produktas,
tetapi mengolah kertas jadi yang disuplai dari pabrik induk PT. indah kiat di Serang
Banten untuk dijadikan barang-barang kemasan dengan desain sesuai permintaan klien.
Selain membuat kemasan juga terdapat bagian painting yang melakukan pencetakan
label/sabln pada kardus/karton kemasan menggunakan zat warna sintesis/buatan berupa
zat kimia an organic.
Operasional pabrik PT. Ekapersada ditinjau dari proses dan terutama bahan-bahan
baku serta bahan penolong yang digunakan akan menghasilkan buangan yang dapat
berdampak negative terhadap lingkungan fisik sekitar lokasi kegiatan. Oleh karena itu
harus dilakukan penanganan bersifat teknis untuk dapat meminimalisir dampak negative
yang muncul. Untuk itulah disusun Dokumen AMDAL yang terdiri dari Dokumen KAANDAL, ANDAL, RKL dan RPL sesuai Undang-undang RI No. 32 Tahun 2009, tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah RI No. 27 tahun
2012 tentang izin Lingkungan dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05
Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan /atau kegiatan yang wajib memiliki Analisi
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, Bidang Industri untuk kota besar dengan luas
AMDAL KELOMPOK 1

lahan > 10 Ha, maka kegiatan ini wajib AMDAL dan berdasarkan PERMEN LH No. 05
Tahun 2008, tentang tata kerja komisi penilai ANDAL lampiran IV, luas lahan > 10 Ha
adalah kewenangan komisi penilai kota dan dalam penyusunannya berpedoman pada
peraturan menteri Negara lingkungan hidup republic Indonesia Nomor 16 tahun 2012
tentang pedoman penyusunan dokumen lingkungan hidup.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari laporan ini adalah :
a. Menganalisis bagaimana dokumen KA-ANDAL Pembangunan Gudang dan Perluasan
Pabrik Kemasan oleh PT. Purinusa Ekapersada sesuai dengan Lampiran I Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup?
b. Menganalisis bagaimana dokumen ANDAL Pembangunan Gudang dan Perluasan
Pabrik Kemasan oleh PT. Purinusa Ekapersada sesuai dengan Lampiran I Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup?
c. Menganalisis bagaimana dokumen RKL-RPL Pembangunan Gudang dan Perluasan
Pabrik Kemasan oleh PT. Purinusa Ekapersada sesuai dengan Lampiran I Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup?

1.3 Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan dari laporan ini adalah :
d. Menganalisis dokumen KA-ANDAL Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik
Kemasan oleh PT. Purinusa Ekapersada sesuai dengan Lampiran I Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman
Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.
e. Menganalisis dokumen ANDAL Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik
Kemasan oleh PT. Purinusa Ekapersada sesuai dengan Lampiran I Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman
Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.
AMDAL KELOMPOK 1

f. Menganalisis dokumen RKL-RPL Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik


Kemasan oleh PT. Purinusa Ekapersada sesuai dengan Lampiran I Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman
Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

1.4 Sistematika Penulisan


BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan, dan
sistematika penulisan laporan ini.
BAB II DOKUMEN AMDAL PEMBANGUNAN GUDANG DAN PERLUASAN PABRIK
KEMASAN
Bab ini menjelaskan tentang pendahuluan, pelingkupan, metode studi dari dokumen kaandal, andal dan rkl rpl.
BAB III HASIL ANALISIS PENILAIAN DOKUMEN AMDAL PEMBANGUNAN
GUDANG DAN PERLUASAN PABRIK KEMASAN
Bab ini menjelaskan tentang hasil analisis penilaian dokumen amdal
BAB VI KESIMPULAN
Bab ini menjelaskan kesimpulan dari hasil analisis dokumen amdal

AMDAL KELOMPOK 1

BAB II
DOKUMEN AMDAL PEMBANGUNAN GUDANG DAN PERLUASAN PABRIK
KEMASAN

2.1. Pengertian AMDAL


Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun
2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup dalam Pasal 1 ayat 1 Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut Amdal adalah kajian mengenai
dampak penting suatu Usaha dan/atau Kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang
diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan Usaha dan/atau
Kegiatan.

2.1.1. Syarat Atau Ketentuan Dalam Penentuan Jenis Usaha Yang Memerlukan AMDAL
Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun
2006 disebutkan bahwa
A. Bidang Pertahanan
Secara umum, kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas militer dengan skala/besaran
sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini berpotensi menimbulkan risiko lingkungan
dengan terjadinya ledakan serta keresahan sosial akibat kegiatan operasional dan
penggunaan lahan yang cukup luas.
Skala
NO Jenis Kegiatan

/ Alasan

Besaran

Ilmiah

Khusus

Pembangunan
1.

Pangkalan

Kegiatan pengerukan dan reklamasi berpotensi

Kelas A dan
TNI AL

mengubah ekosistem laut dan pantai.


- Kegiatan pangkalan berpotensi menyebabkan
dampak akibat limbah cair dan sampah padat.

2.

Pembangunan

Kelas A dan

Pangkalan

AMDAL KELOMPOK 1

- Kegiatan pangkalan berpotensi menyebabkan

TNI AU

dampak akibat limbah cair, sampah padat dan


kebisingan pesawat.

Pembangunan
3.

Pusat

> 10.000 ha

- Bangunan pangkalan dan fasilitas pendukung,

Latihan Tempur

termasuk daerah penyangga, tertutup bagi

-Luas

masyarakat.
Kegiatan

latihan

tempur

berpotensi

- menyebabkan
dampak akibat limbah cair, sampah padat dan
kebisingan akibat ledakan.
(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

B. Bidang Pertanian
Pada umumnya dampak penting yang ditimbulkan usaha budidaya tanaman pangan,
hortikultura, dan perkebunan berupa erosi tanah, perubahan ketersediaan dan kualitas air
akibat kegiatan pembukaan lahan, persebaran hama, penyakit dan gulma pada saat
beroperasi, serta perubahan kesuburan tanah akibat penggunaan pestisida/herbisida.
Disamping itu sering pula muncul potensi konflik sosial dan penyebaran penyakit endemik.
Skala/besaran yang tercantum dalam tabel di bawah ini telah memperhitungkan potensi
dampak penting kegiatan terhadap ekosistem, hidrologi, dan bentang alam. Skala/besaran
tersebut merupakan luasan rata-rata dari berbagai ujicoba untuk masing-masing kegiatan
dengan mengambil lokasi di daerah dataran rendah, sedang, dan tinggi.
Skala
NO Jenis Kegiatan
1.

Besaran

/ Alasan

Ilmiah

Khusus

Budidaya tanaman pangan

Kegiatan akan berdampak terhadap

dan hortikultura

ekosistem, hidrologi dan bentang alam

a. Semusim dengan atau


tanpa unit pengolahannya
-luas

AMDAL KELOMPOK 1

> 2.000 ha

b. Tahunan dengan atau


tanpa unit pengolahannya
-luas
Budidaya
2.

> 5.000 ha
tanaman

perkebunan
a. Semusim dengan atau
tanpa
pengolahannya:
- Dalam kawasan budidaya
non
kehutanan, luas

> 3.000 ha

- Dalam kawasan budidaya


Semua
kehutanan, luas

besaran

b. Tahunan dengan atau


tanpa
unit pengolahannya :
- Dalam kawasan budidaya
non
kehutanan, luas

> 3.000 ha

- Dalam kawasan budidaya


Semua
kehutanan, luas

besaran

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

C. Bidang Perikanan

Pada umumnya dampak penting yang ditimbulkan usaha budidaya tambak udang, ikan adalah
perubahan ekosistem perairan dan pantai, hidrologi, dan bentang alam. Pembukaan hutan

AMDAL KELOMPOK 1

mangrove akan berdampak terhadap habitat, jenis dan kelimpahan dari tumbuh-tumbuhan dan
hewan yang berada di kawasan tersebut.

Skala /
NO Jenis Kegiatan
Usaha
1.

Besaran Alasan Ilmiah Khusus

budidaya

perikanan
a.

- Rusaknya ekosistem mangrove yang menjadi

Budidaya

tambak

tempat pemijahan dan pertumbuhan ikan (nursery

udang/ikan
tingkat
teknologi

areas) akan mempengaruhi tingkat produktivitas


maju

dan
madya

daerah setempat.
dengan

atau

- Beberapa komponen lingkungan yang akan terkena

tanpa unit

dampak adalah: kandungan bahan organik,

pengolahannya

perubahan BOD, COD, DO, kecerahan air, jumlah

- Luas

> 50 ha

phyoplankton maupun peningkatan virus dan


bakteri.
- Semakin tinggi penerapan teknologi maka produksi
limbah yang diindikasikan akan menyebabkan
dampak negatif terhadap perairan/ekosistem di
sekitarnya.

b.

Usaha

budidaya
perikanan
terapung

- Perubahan kualitas perairan.


(jaring

apung
dan pen system):

AMDAL KELOMPOK 1

- Pengaruh perubahan arus dan penggunaan ruang


perairan.

Di

air

tawar

(danau)

- Pengaruh terhadap estetika perairan.


>

-Luas, atau

ha
>

-Jumlah

2,5

500

unit

Di air laut
-Luas, atau

> 5 ha

- Mengganggu alur pelayaran.

> 1.000
-Jumlah

unit

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

D. Bidang Kehutanan

Pada umumnya dampak penting yang ditimbulkan adalah gangguan terhadap ekosistem hutan,
hidrologi, keanekaragaman hayati, hama penyakit, bentang alam dan potensi konflik sosial.

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

AMDAL KELOMPOK 1

E.

AMDAL KELOMPOK 1

Bidang

Perhubunga

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

AMDAL KELOMPOK 1

10

F. Bidang Teknologi Satelit

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

AMDAL KELOMPOK 1

11

G. Bidang Perindustrian

AMDAL KELOMPOK 1

12

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

AMDAL KELOMPOK 1

13

H. Bidang Pekerjaan Umum


Beberapa kegiatan pada bidang Pekerjaan Umum mempertimbangkan skala/besaran kota
yang menggunakan ketentuan berdasarkan jumlah populasi, yaitu :
- kota metropolitan : > 1.000.000 jiwa
- kota besar : 500.000-1.000.000 jiwa
- kota sedang : 200.000-500.000 jiwa
- kota kecil : 20.000-200.000 jiwa

AMDAL KELOMPOK 1

14

AMDAL KELOMPOK 1

15

AMDAL KELOMPOK 1

16

AMDAL KELOMPOK 1

17

AMDAL KELOMPOK 1

18

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

I.

Bidang Pariwisata

Pada umumnya dampak penting yang ditimbulkan adalah gangguan terhadap ekosistem,
hidrologi, bentang alam dan potensi konflik sosial.

AMDAL KELOMPOK 1

19

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

J. Bidang Pengembangan Nuklir


Secara umum, kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan dan penggunaan
teknologi nuklir selalu memiliki potensi dampak dan risiko radiasi. Persoalan kekhawatiran
masyarakat yang selalu muncul terhadap kegiatan-kegiatan ini juga menyebabkan
kecenderungan

AMDAL KELOMPOK 1

terjadinya

dampak

sosial.

20

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

K.Bidang Pengelolaan Limbah B3


Kegiatan yang menghasilkan limbah B3 berpotensi menimbulkan dampak terhadap
lingkungan

dan

kesehatan

manusia,

terutama

kegiatan

yang

dipastikan

akan

mengkonsentrasikan limbah B3 dalam jumlah besar sebagaimana tercantum dalam tabel.


Kegiatan-kegiatan ini juga secara ketat diikat dengan perjanjian internasional (konvensi
basel) yang mengharuskan pengendalian dan penanganan yang sangat seksama dan
terkontrol.

AMDAL KELOMPOK 1

21

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

L.Bidang Rekayasa Genetika


Kegiatan-kegiatan yang menggunakan hasil rekayasa genetik berpotensi menimbulkan
dampak terhadap kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem.

AMDAL KELOMPOK 1

22

(sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006)

M. DAFTAR KAWASAN LINDUNG


Jenis rencana usaha yang wajib dilengkapi dengan AMDAL yang merupakan daftar kawasan
lindung menurut Peraturan Mentri Lingkungan Hidup No 11 tahun 2006 , adalah sebagai berikut:
1. Kawasan Hutan Lindung.
2. Kawasan Bergambut.
3. Kawasan Resapan Air.
4. Sempadan Pantai.
5. Sempadan Sungai.
6. Kawasan Sekitar Danau/Waduk.
7. Kawasan Sekitar Mata Air.
8. Kawasan Suaka Alam (terdiri dari Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Hutan Wisata, Daerah
Perlindungan Plasma Nutfah, dan Daerah Pengungsian Satwa).
9. Kawasan Suaka Alam Laut dan Perairan lainnya (termasuk perairan laut, perairan darat,
wilayah pesisir, muara sungai, gugusan karang atau terumbu karang dan atol yang
mempunyai ciri khas berupa keragaman dan/atau keunikan ekosistem).

10. Kawasan Pantai Berhutan Bakau (mangrove).


11. Taman Nasional.

AMDAL KELOMPOK 1

23

12. Taman Hutan Raya.


13. Taman Wisata Alam.

2.2 KA-ANDAL
Pada dokumen KA-ANDAL adalah Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup
dalam Pasal 1 ayat 1 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut
Amdal adalah kajian mengenai dampak penting suatu Usaha dan/atau Kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang
penyelenggaraan Usaha dan/atau Kegiatan (Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan
Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012).

2.2.1 Pendahuluan
Uraian Rencana Kegiatan
Lokasi kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan terletak di Jl. Soekarno
Hatta No. 791, kelurahan Babakan Penghulu, kecamatan Cinambo, kota Bandung. Adapun
batas-batas lokasi kegiatan adalah sebagai berikut:
-

Sebelah utara

: Lahan kosong (PT. Nusantara Cemerlang)

Sebelah timur

: PT. sampoerna

Sebelah selatan

: Jl. Soekarno Hatta

Sebelah Barat

: Jl. Cisantren Wetan

AMDAL KELOMPOK 1

24

Gambar 2.1 Lokasi Rencana Kegiatan


Tujuan dan Manfaat Rencana Kegiatan
Tujuan dari rencana ini adalah :
1. Menyediakan gudang untuk penyimpanan barang kemasan.
2. Meningkatkan nilai wilayah melalui penataan wilayah dan lingkungan sekitar.
3. Memberiksn lapangan pekerjaan dan peluang berusaha pada masyarakat, terutama
disekitar lokasi kegiatan.
4. Meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) kota Bandung, melalui sector pajak dan
retribusi.
Sedangkan manfaat pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan adalah:
1. Mendukung pengembangan wilayah di sekitarnya.
2. Tersedianya gudang untuk barang kemasan.
Pelaksanaan Studi

Pemrakarsa dan Penanggung Jawab Rencana Usaha dan/atau Kegiatan


Nama Perusahaan

: PT. Purinusa Ekapersada

Pimpinan

: Jap Bangbang Hartono

Alamat

: Jl. Soekarno Hatta No. 79 (Cisantren Wetan) Bandung.

Telepon / Fax

: (022) 7838190 / (022) 7838192

AMDAL KELOMPOK 1

25

Kegiatan

: Pembangunan Gudan dan Perluasan Pabrik Kemasan

Penanggung Jawab Pengelolaan Lingkungan

Nama

: Dedi Supriadi

Jabatan

: Kepala GA

Alamat Kantor

: Jl. Soekarno Hatta No. 79 (Cisantren Wetan) Bandung

Telepon/Fax

: (022) 7838190 / (022) 7838192

Pelaksanaan Studi AMDAL


Tim Penyusunan Studi AMDAL :
Tabel 2.1 Tim penyusun studi AMDAL
No.

Posisi

Nama

Ketua
Lingkungan

Ahli Teknik Sipil dan Ir. Didin Sukma, RZ


Transportasi

Ahli
Kesehatan Agus Azhari, SKM
Masyarakat

Tim/Ahli Ir. Kirbrandiati

Sertifikasi
AMDAL A, B,
(Kualifikasi KTPA)
No:
000759/SKPA-PI/LSKINTAKINDO/I/2013
Audit Lingkungan
KLHS
AMDAL A, B,
KTPA
INTAKINDO
No.000794/SKPS-PI/LSKINTAKINDO/I/2013
Audit Lingkungan
AMDAL, A, B
ATPA
INTAKINDO
No.000033/SKPA/LSKINTAKINDO/IX/2012

2.2.2 Pelingkupan
Deskripsi Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan

Status Studi AMDAL


Berdasarkan Peraturan Pemerintah Rebulik Indonesia Nomor 27 Tahun 2012, tentang Izin
Lingkungan, AMDAL merupakan bagian studi kelayakan rencana kegiatan. Oleh karena
itu dalam Kerangka Acuan merupakan ruang lingkup kajian AMDAL hasilnya merupakan
bagian dari studi kelayakan yang akan digunakan oleh pengambil keputusan dari

AMDAL KELOMPOK 1

26

perencanaan, dimana AMDAL lebih menunjukkan identifikasi dampak yang dapat


ditimbulkan oleh kegiatan tersebut.
Amdal merupakan bagian dari studi kelayakan rencana usaha dan/atau kegiatan. Oleh
karena itu dalam ka-andal yang merupakan ruang lingkup kajian andal hasilnya
merupakan bagian dari studi kelayakan yang akan digunakan oleh pengambilan keputusan
dalam perencanaan pengembangan wilayah. Studi amdal rencana kegiatan Pembangunan
Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan oleh PT. purinusa Ekapersada. Disusun
berdasarkan pra desain, dimana amdal lebih menunjukan pendugaan dampak yang dapat
ditimbulkan oleh kegiatan tersebut dalam lingkungan hidup.

Kesesuaian Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Dengan Rencana TATA


Ruang
Lokasi rencana kegiatan eksisting merupakan lahan kosong bekas sawah dan yang saat ini
sudah dimiliki PT. purinusa Ekapersada yang termasuk kedalam wilayah kelurahan
Babakan Penghulu, kecamatan Cinambo, kota Bandung. Dengan merujuk pada surat
keterangan rencana kota No. 503.64/KRK.285.DISTARCIP/I.2012 peruntukan lahan
untuk industry dan pergudangan dan merujuk surat persetujuan pemanfaatan ruang
no.0640/1165/Bappeda serta peraturan daerah kota bandung No. 10 tahun 2011 tentang
rencana tata ruang wilayah kota Bandyung tahun 2011-2031, rencana lokasi diperuntukan
untuk industry dan pergudangan.

Deskripsi Rencana Kegiatan Penyebab Dampak


a. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan terletak di Jl.
Soekarno Hatta No. 791, kelurahan Babakan Penghulu, kecamatan Cinambo, kota
Bandung. Adapun batas-batas lokasi kegiatan adalah sebagai berikut:

Sebelah utara

: Lahan kosong (PT. Nusantara Cemerlang)

Sebelah timur

: PT. sampoerna

Sebelah selatan

: Jl. Soekarno Hatta

Sebelah Barat

: Jl. Cisantren Wetan

b. Rencana Kegitan
Membangun gudang dan perluasan pabrik kemasan dengan sarana penunjang,
antara lain bangunan utama yaitu bangunan perluasan pabrik, gudang bahan baku,
AMDAL KELOMPOK 1

27

gudang bahan jadi, ruang produksi, ruang mesin, ruang pengepakan produksi. Sarana
penunjang merupakan bangunan terpisah yang didalamnya berfungsi sebagai
penunjang bangunan utama yaitu ruang kantor, ruang karyawan, pos satpam, mushola,
kamar wc perempuan dan wc laki-laki, bengkel mobil angkutan, barang dan mobil
karyawan, kantin karyawan, parker mobil dan motor karyawan, TPS IPAL, ruang
batubara, dan ruang genset area panel, travo listrik, dengan total luas bangunan 85.348
m2.

Komponen Kegiatan Yang Ditelaah


Penyajian dikelompokkan berdasarkan tahapan pelaksanaannya seperti disajikan
pada gambar dibawah ini :
Pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan dibagi dalam tiga tahapan, yaitu :
1. Tahap Pra-konstruksi
Pada tahap pra kontruksi beberapa aktivitas dilakukan meliputi :
- Survey, perencanaan dan perijinan
Survey yang dilakukan adalah survey lokasi, perencanaan yang sudah
dilaksanakan yaitu site plan dan master plan.
- Penyediaan lahan
Pada kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan, lahan yang
digunakan adalah lahan dengan status HGB (Hak Guna Bangunan).
2. Tahap konstruksi
Kegiatan pada tahap konstruksi merupakan kegiatan pembangunan fisik yang
secara umum diawali dengan mobilisasi tenaga kerja, mobilisasi alat dan material,
pematangan tanah dan pembangunan sarana dan prasarana.
3. Tahap operasional
PT. Purinusa Ekapersada dalam melakukan kegiatan operasional di pabrik ini tidak
melakukan produksi kertas, tetapi mengolah kertas jadi yang disuplai dari pabrik
induk PT> indah Kiat di Serang Banten untuk dijadikan barang-barang kemasan
dengan desain sesuai permintaan klien.

Tahap Pra Konstruksi

.
1. Penetapan Lahan (Suvey
Pengukuran)
AMDAL KELOMPOK 1

28

Tahap Konstruksi
1. Mobilisasi Tenaga Kerja
Konstruksi
2. Mobilisasi alat dan bahan
3. Pematangan Lahan
4. Pembangunan Pabrik

Tahap Operasional
1. Perekrutan Tenaga Kerja
Operasional
2. Operasional Pabrik

Gambar 2.2 Tahapan Kegiatan Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan

Deskripsi Rona Lingkungan Hidup Awal


kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan ini merupakan kegiatan yang
diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup. Berarti akan menyebabkan
terjadinya perubahan-perubahan terhadap komponen lingkungan hidup. Komponen lingkungan
yang akan ditelaah yaitu komponen yang diperkirakan akan terkena dampak penting oleh rencana
kegiatan. Adapun komponen lingkungan yang akan ditelaah ini dibagi menjadi tiga komponen
utama yaitu komponen Geofisik-kimia, komponen sosekbud dan kesehatan masyarakat.
1. Komponen Geofisik-Kimia
AMDAL KELOMPOK 1

29

Terdiri dari:
1. Iklim
-

Curah hujan

Hari hujan

Arah dan kecepatan angina

2. Geologi
-

Batuan dan Tanah Pelapukan

Bentang Alam

3.

Hidrogeologi

Hidrogeologi Regional

Hidrogeologi Lokal (Lokasi Studi)

4.

Daerah Resapan

5.

Pola Aliran Air Tanah dan Pengambilannya

Pola Aliran Air Tanah

Pengambilan Air Tanah oleh Sumur bor

6.

Kuantitas Air Tanah

7.

Kegempaan Wilayah Bandung

2. Komponen Sosial, Ekonomi dan Budaya


Terdiri dari:
1. Kependudukan
2. Sosial Ekonomi
3. Sosial Budaya
3. Kesehatan Masyarakat
Terdiri dari :
1.

Kondisi Kesehatan

2.

Penyediaan Air Bersih

3. Penanganan Sampah

AMDAL KELOMPOK 1

30

Hasil Perlibatan Masyarakat


Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang
Pedoman Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan Izin
Lingkungan, maka kegiatan Konsultasi Publik sangat diperlukan sebagai langkah awal
penyusunan Dokumen AMDAL. Adapun maksud dari kegiatan sosialisasi adalah betujuan untuk
menampung aspirasi/harapan dan tanggapan masyarakat. Secara umum pendapat mereka adalah
sebagai berikut:
-

Terdapat kekhawatiran dari warga terhadap banjir, seperti penyedian sumur resapan.

Terdapat kekhawatiran terhadap terjadinya peningkatan untuk debu untuk mencegahnya,


maka diharapkan adanya dust collector.

Terdapat kekhawatiran terhadap kerusakana jalan desa karena pengangkutan material.

Terdapat kekhawatiran terhadap kebisingan pada saat konstruksi pembangunan proyek.

Jarak pabrik dengan rumah masyarakat terlalu dekat.

Tenaga kerja local diprioritaskan.

Pengadaan air bersih bagi masyarakat sekitar pabrik dengan cara membuat bak umum
untuk masyarakat.

Saluran irigasi sawah agar tetap terkontrol dengan baik.

Dampak Penting Hipotetik

Identifikasi Dampak Potensial

Identifikasi dampak potensial merupakan tahap awal dari proses penentuan dampak penting
hipotetik (DPH). Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi segenap dampak lingkungan
baik primer maupun sekunder yang mungkin timbul pada rencana kegiatan mulai tahap pra
konstruksi, konstruksi sampai operasi. Identifikasi dampak potensial ini dilakukan melalui:
1) Penelaahan pustaka
2) Penggalian informasi rencana kegiatan
3) Survey pendahuluan
4) Matsrik interaksi
Hasil penentuan dampak potensial adalah sebagai berikut:
AMDAL KELOMPOK 1

31

1. Tahap pra-konstruksi
- Persepsi masyarakat.

Tahap
Pra-Konstruksi

Survei Perencanaan
dan
Perijinan

Persepsi Masyarakat

Gambar bagan alir dampak potensial pata tahap pra konstruksi


2. Tahap konstruksi
- Penurunan kualitas udara dan kebisingan
- Penurunan kuantitas air tanah
- Penurunan kualitas air permukaan
- Peningkatan kuantitas air permukaan dan peningkatan air larian (run off)
- Penurunan estetika lingkungan
- Gangguan lalu lintas
- Kerusakan jalan
- Terganggunya flora dan fauna
- Kesempatan kerja dan berusaha
- Terganggunya kesehatan masyarakat
3. Tahap operasonal
- Penurunan kualitas air tanah
- Penurunan kuantitas air tanah
- Kualitas air permukaan
AMDAL KELOMPOK 1

32

- Peningkatan kuantitas ai r permukaan dan peningkatan air larian (run off)


- Penurunan estetika lingkungan
- Gangguan lalu lintas
- Kesempatan kerja dan berusaha
- Persepsi masyarakat
- Ketertiban dan keamanan
- Terganggunya kesehatan masyarakat

Tabel Matriks Interaksi Hubungan Antara


Rencana Kegiatan Dengan Komponen Lingkungan
Komponen Kegiatan
Komponen Lingkungan
GEOFISIKA-KIMIA
Kualitas Udara dan Kebisingan
Kualitas Air Tanah
Kuantitas Air Tanah
Kualitas Air Permukaan
Kuantitas Air Permukaan dan Air Larian (Run off)
RUANG LAHAN DAN TRANSPORTASI
Estetika Lingkungan
Lalu Lintas
Kerusakan Jalan
SOSIAL EKONOMI BUDAYA
Kesempatan Kerja dan Berusaha
Persepsi Masyarakat
Ketertiban dan Keamanan
KESEHATAN MASYARAKAT

Pra Kontruksi
1

Kontruksi
2 3 4 5

Operasional
6
7

keterangan
ada
tidak ada

AMDAL KELOMPOK 1

33

Evaluasi Dampak Potensial


Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap dampak potensial yang telah di identifikasi
intuk mendapatkan dampak berpotensi penting yang merupakan dampak hipotetik dan
selanjutnya akan ditelaah dalam dokumen ANDAL. Berdasarkan pertimbangan beberapa
factor yaitu: lokasi tapak proyek dan kondisi lingkungan fisik, dan social disekitarnya
serta hasil konsultasi publik, maka diperoleh dampak penting pada setiap tahap kegiatan.
Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa dampak penting hipotetik adalah
sebagai berikut :
a. Terciptanya kesempatan kerja
b. Terciptanya peluang usaha
c. Penurunan/peningkatan pendapatan
d. Keresahan masyarakat dan gangguan kamtibmas
e. Gangguan arus lalu lintas
f. Kerusakan jalan
g. Penurunan kualitas udara
h. Peningkatan Intensitas kebisingan
i. Penurunan muka air/Kuantitas air tanah
j. Peningkatan air larian (run off)
k. Penurunan kualitas air permukaan
l. Penurunan tingkat kesehatan pekerja
m. Peningkatan keanekaragaman hayati
n. Peningkatan laju timbulan limbah padat (Sampah)

Dampak Penting Hipotetik


Penentuan dampak penting hipotetik dimaksudkan untuk menentukan jenis
dampak penting hipotetik dengan derajat kepentingannya akibat rencana kegiatan yang
akan dikaji dalam ANDAL sesuai hasil pelingkupan, juga dengan melihat kegiatan lain
yang sejenis. Hasil penentuan dampak penting hipotetik adalah sbb:
4. Tahap pra-konstruksi
- Persepsi masyarakat
5. Tahap konstruksi
- Penurunan kualitas udara dan kebisingan

AMDAL KELOMPOK 1

34

- Penurunan kuantitas air tanah


- Penurunan kualitas air permukaan
- Peningkatan kuantitas air permukaan dan peningkatan air larian (run off)
- Penurunan estetika lingkungan
- Gangguan lalu lintas
- Kerusakan jalan
- Kesempatan kerja dan berusaha
- Terganggunya kesehatan masyarakat
6. Tahap operasonal
- Penurunan kualitas air tanah
- Penurunan kuantitas air tanah
- Peningkatan kuantitas ai r permukaan dan peningkatan air larian (run off)
- Penurunan estetika lingkungan
- Gangguan lalu lintas
- Kesempatan kerja dan berusaha
- Ketertiban dan keamanan
- Terganggunya kesehatan masyarakat
Matriks Dampak Penting Hipotetik
Komponen Kegiatan
Komponen Lingkungan
GEOFISIKA-KIMIA
Kualitas Udara dan Kebisingan
Kualitas Air Tanah
Kuantitas Air Tanah
Kualitas Air Permukaan
Kuantitas Air Permukaan dan Air Larian (Run off)
RUANG LAHAN DAN TRANSPORTASI
Estetika Lingkungan
Lalu Lintas
Kerusakan Jalan
BIOLOGI
Flora Fauna
SOSIAL EKONOMI BUDAYA
Kesempatan Kerja dan Berusaha
AMDAL KELOMPOK 1

Pra Kontruksi
1
2 3

Kontruksi
4 5 6 7

Operasional
8
9

P
-

P
-

P
-

P
TP
P
P
P

P
P
P

P
P
TP
P

P
P

P
-

P
-

P
P
-

TP TP

35

Persepsi Masyarakat
Ketertiban dan Keamanan
KESEHATAN MASYARAKAT
keterangan
P penting
TP tidak penting

AMDAL KELOMPOK 1

P
-

TP
-

P
-

P
-

P
TP
P

P
P
P

TP
P

36

KOMPONEN KEGIATAN

DAMPAK POTENSIAL

DAMPAK PENTING HIPOTETIK

1. pra konstruksi

1. Tahap Pra Konstruksi

1. Tahap Pra Konstruksi

2. kontruksi

persepsi masyarakat

persepsi masyarakat

3. operasional

2. Tahap pra-konstruksi

2. Tahap pra-konstruksi

kegiatan lain

- Penurunan kualitas udara dan kebisingan

- Penurunan kualitas udara dan kebisingan

disekitas lokasi

- Penurunan kuantitas air tanah

- Penurunan kuantitas air tanah

- Penurunan kualitas air permukaan

- Penurunan kualitas air permukaan

- Peningkatan kuantitas air permukaan dan peningkatan air larian (run off)

- Peningkatan kuantitas air permukaan dan peningkatan air larian (run off)

- Penurunan estetika lingkungan

- Penurunan estetika lingkungan

- Gangguan lalu lintas


kegiatan

dampak

pembangunan
gudang dan

- Gangguan lalu lintas

- Kerusakan jalan

Evaluasi

- Kerusakan jalan

identifikasi

- Terganggunya flora dan fauna

Dampak

- Kesempatan kerja dan berusaha

potensial

- Kesempatan kerja dan berusaha

Potensial

- Terganggunya kesehatan masyarakat

perluasan pabrik

- Terganggunya kesehatan masyarakat

3. Tahap Operasional

kemasan

3. Tahap Operasional

Penurunan kualitas air tanah

Penurunan kualitas air tanah

Penurunan kuantitas air tanah

KOMPONEN LINGKUNGAN

Penurunan kuantitas air tanah

- Kualitas air permukaan

komponen Geofisik-kimia

- Kualitas air permukaan

komponen sosekbud

bagan alir

kesehatan masyarakat

matriks

- Peningkatan kuantitas ai r permukaan dan peningkatan air larian (run off)


- Penurunan estetika lingkungan

- Peningkatan kuantitas ai r permukaan dan peningkatan air larian (run off)


Diskusi
tim AMDAL

- Penurunan estetika lingkungan


- Gangguan lalu lintas

Saran,pendapat&tanggapan

- Gangguan lalu lintas

- Kesempatan kerja dan berusaha

masyarakat sekitar

- Kesempatan kerja dan berusaha

- Persepsi masyarakat

- Persepsi masyarakat

- Ketertiban dan keamanan

- Ketertiban dan keamanan

- Terganggunya kesehatan masyarakat

- Terganggunya kesehatan masyarakat

Bagan Alir Pelingkupan

AMDAL KELOMPOK 1

37

Batas Wilayah Studi dan Batas Waktu Kajian


Penentuan lingkup wilayah studi disesuaikan dengan karakteristik kegiatan proyek yang
akan dilakukan, besarnya dampak yang akan dilakukan, besarnya dampak yang akan terjadi serta
jangkauan atau penyebaran dampaknya. Lingkup wilayah studi ditentukan sebagai resultance dari
batas proyek, ekologis, sosial dan batas administrasi.

Batas Wilayah Studi


Pelingkupan wilayah studi didalam ANDAL dimaksudkan untuk mengarahkan studi
pada hal-hal yang menjadi pokok bahasan dengan harapan kajian yang cukup berarti
sehingga didapat kejelasan mengenai lingkup studi, kedalaman dan strategi studi.
Batas Proyek
Batas proyek ini adalah batas lahan keseluruhan yaitu lahan yang digunakan untuk
kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan seluas 25.098 m2 .
Wilayah proyek tersebut dibatasi oleh:

Sebelah utara

: Lahan kosong (PT. Nusantara Cemerlang)

Sebelah timur

: PT. sampoerna

Sebelah selatan

: Jl. Soekarno Hatta

Sebelah Barat

: Jl. Cisantren Wetan

Batas Ekologis
Ruang penebaran dmpak dari rencana kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik
kemasan menurut media transportasi limbah (air dan udara), dimana proses alami yang
berlangsung didalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. Jadi
batas wilayah ekologis dalam studi ini adalah drainase yang menuju ke riool kota dan limbah gas
dan debu serta kebisingan yang sebarannya ditentukan oleh arah angina dominan yang terjadi kea
rah barat.

Batas Sosial
Mengingat dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh rencana kegiatan menyebar tidak merata,
maka batas wilayah social ditetapkan dengan membatasi batas-batas terluar dengan
memperhatikan hasil identifikasi komunitas masyarakat yang terdapat dalam batas wilayah
AMDAL KELOMPOK 1

39

proyek, ekologis serta komunitas masyarakat yang berada diluar batas wilayah proyek dan
ekologis namun berpotensi terkena dampak yang mendasar dari rencana kegiatan melalui tenaga
kerja.

Batas Administratif
Adapun batas wilayah administrasi dari rencana kegiatan adalah:
-

Sebelah utara

: Kelurahan Cisantern Kidul (kec. Gedebage)

Sebelah timur

: Kelurahan Pakemitan dan Kelurahan Cisantren Wetan

Sebelah selatan

: Kelurahan Cimincrang (kec. Gedebage)

Sebelah Barat

: Kelurahan Cisantren Kulon (kec. Arcamanik)

Batas Wilayah Studi


Dalam melakukan studi ANDAL pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan yang
merupakan batas wilayah studi merupakan hasil resultante dari batas proyek, batas ekologis,
batas social, dan batas administrative.

Batas Waktu Kajian


Batas waktu kajian ANDAL ditentukan berdasarkan batas waktu berlangsungnya dampak
sesuai dengan tahapan kegiatan yaitu tahap pra konstruksi, konstruksi, operasional dan
pemeliharaan

2.2.3 Metode Studi


Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode pengumpulan data dalam studi AMDAL rencana Pembangunan Gudang dan
Perluasan Pabrik Kemasan ini selengkapnya digambarkan pada gambar dibawah ini :

AMDAL KELOMPOK 1

40

Maksud dan Tujuan Studi

Pengumpulan Data

Pra Studi

Rancangan dan Modifikasi


Metode

Pengumpulan Data Sekunder

Maksud dan Tujuan Studi

Kompilasi Data

Maksud dan Tujuan Studi

Identifikasi, Prediksi dan Evaluasi Dampak

Laporan Studi ANDAL, RKL dan RPL

Gambar 2.4 Bagan Alir Metode Pengumpulan Data


Langkah-langkah Studi
Langkah-langkah dalam penyusunan amdal secara garis besar terdiri dari:
a. Pengumpulan data dan informasi
b. Identifkasi dampak
c. Prakiraan dampak
d. Evaluasi dampak
e. Rekomendasi atau saran tindak

Metode Pengumpulan Data


Berdasarkan hasil pelingkupan, komponen lingkungan yang diperkirakan akan terkena
dampak pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan, meliputi komponen
lingkungan fisik-kimis serta komponen social ekonomi dan budaya serta kesehatan
masyarakat. Untuk keperluan identifikasi, perakiraan dan evaluasi dampak akibat
kegiatan tersebut perlu dilakukan pengumpulan dan analisis data yang relevan (dapat
menjamin reliability dan validity) dari setiap parameter yang dikaji.

AMDAL KELOMPOK 1

41

Dalam analisis mengenai AMDAL, pengumpulan data dilakukan secara lngsung


maupun tidak langsung. Pengumpulan secara langsung akan ditempuh dengan cara
pengambilan contoh (sampling), akan menghasilkan data primer, sedangkan
pengumpulan data secara tidak langsung akan dilakukan dengan cara pengumpulan
data sekunder dari hasil-hasil studi yang telah dilaksanakan di wilayah studi maupun
melalui pengumpulan data dari lembaga/instansi terkait.
Tujuan pengambilan contoh dan analisis data dalam studi AMDAL ini adalah:
1. Mengidentifikasi sumber dampak (diikuti oleh jenis dampak),
2. Penyelidikan kualitas lingkungan sebagai proses koreksi dalam jangka
waktu pendek.
3. Pengelompokan kualitas lingkungan sebagai elemen program pemantauan
dalam jangka panjang.

Pengumpulan Data Sekunder


Metode pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara menghubungi instansi terkait
dan pencatatan data tersebut sesuai dengan kebutuhan. Adapun jenis data sekunder yang
diperlukan dalam ANDAL ini meliputi data rencana kegiatan, metoda konstruksi,
pengadaan tanah, peta topografi dan peta geologi, data iklim, hidrologi, dan
kependudukan, kesehatan dan social ekonomi masyarakat, rencana tata ruang wilayah
((RTRW) kota.

Pengumpulan Data Primer


Jenis data primer yang dibutuhkan dalam studi AMDAL meliputi aspek geofisik-kimia
yaitu hidrologi dan kualitas air, fisiografi dan geologi, ruang lahan dan tanah: yaitu flora,
fauna dan biota air; serta aspek social, ekonomi dan budaya yaitu mengenai persepsi
masyarakat terhadap rencana kegiatan, data kesehatan dan data-data terkait lainnya.

AMDAL KELOMPOK 1

42

Metode Prakiraan Dampak Penting


Prakiraan dampak merupakan salah satu kegiatan dalam studi AMDAL yang bertujuan
untuk menduga besarnya perubahan kualitas lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan yang
akan dilaksanakan. Ukuran dampak penting mengacu pada Keputusan Kepala Badan
Pengendalian Dampak Lingkungan RI Nomor 056 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai
Ukuran Dampak Penting.
Berdasarkan pedoman umum dan pedoman teknis yang berlaku, maka sasaran prakiraan dampak
penting adalah:
a) Memperkirakan besarnya perubahan yang terjadi terhadap komponen
lingkungan pada kondisi tanpa proyek (Rona Awal) dan pada kondisi
setelah ada proyek (Rona Proyek)
b) Menjelaskan mengenai mekanisme aliran dampak yang bersifat langsung
maupun tidak langsung.
c) Memberikan indikasi tentang arti pentingnya perubahan tersebut dengan
mengacu kriteria penentuan dampak penting sebagaimana tertera dalam
keputusan kepala bapedal nomor 32 tahun 2009.
d) Memberi interpretastasi terhadap prakiraan dampak dengan skala penilaian
dampak baik positif maupun negative.
e) Menjelaskan mengenai mekanisme aliran dampak yang bersifat langsung
maupun tidak langsung.

Metode Evaluasi Dampak Penting


Setelah tahap Identifikasi dan prakiraan dampak selesai dilakukan, tim penyusun
AMDAL akan mengevaluasi terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan menggunakan
metode bagan alir (flow chart) dan matriks sederhana sebagai berikut:
1. Penelusuran hubungan ausatif antara komponen kegiatan dengan
komponen lingkungan yang diduga akan terkena dampak.
2. Menggambarkan dengan jelas karakteristik dampak lingkungan yang
akan terkena dampak.
3. Kesenjangan perubahan lingkungan yang diinginkan dan perubahan
lingkungan yang mungkin akan terjadi.
AMDAL KELOMPOK 1

43

4. Luas persebaran masing-masing dampak, baik didalam wilayah kajian


maupun diluar wilayah kajian.
5. Memilih alternatif pendekatan dengan rangka pengendalian dampak
lingkungan baik yang positif maupun negative, terutama dari aspekn
pendekatan teknologi, ekonomi dan institusi.
6. Berdasarkan penapisan dampak pepnting pada prakiraan dampak, maka
diperoleh resume dampak penting yang harus dikelola. Dalam evaluasi
secara holistic, maka dampak yang akan dikategorikan bersumber dari
kegiatan yang sama diulas dan dievaluasi secara bersama-sama yang
disajikan dalam bentuk uraian dan bagan alir serta matriks sederhana.
Metode untuk mengevaluasi derajat kepentingan dampak akan menggunakan factor-faktor
penentuan dampak penting, yaitu :
-

Jumlah manusia yang terkena dampak

Luas wilayah persebaran dampak

Intensitas dan lamanya dampak berlangsung

Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang akan terkena dampak

Sifat kumulatif dampak

Berbalik atau tidak berbaliknya dampak

Ilmu pengetahuan dan teknologi

2.3 ANDAL
Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 08 Tahun
2013 Tentang Tata Laksana Penilaian Dan Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup Serta
Penerbitan Izin Lingkungan dalam Pasall 1 ayat 3 menyatakan bahwa Analisis Dampak
Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut Andal adalah telaahan secara cermat dan mendalam
tentang dampak penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
2.3.1 Pendahuluan
Ringkasan Deskripsi Rencana Usaha
AMDAL KELOMPOK 1

44

Lokasi kegiatan pembangunan gudang dan perluasan pabrik kemasan terletak di Jl. Soekarno
Hatta No. 791, kelurahan Babakan Penghulu, kecamatan Cinambo, kota Bandung. Adapun batasbatas lokasi kegiatan adalah sebagai berikut:
-

Sebelah utara

: Lahan kosong (PT. Nusantara Cemerlang)

Sebelah timur

: PT. sampoerna

Sebelah selatan

: Jl. Soekarno Hatta

Sebelah Barat

: Jl. Cisantren Wetan

Rencana Kegiatan

Membangun Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan dengan sarana penunjang, antara lain
bangunan utama yaitu bangunan perluasan pabrik, gudang bahan baku, gudang bahan
jadi, ruang produksi, ruang mesin, ruang pengepakan produksi. Sarana penunjang
merupakan bangunan terpisah yang didalamnya berfungsi sebagai penunjang bangunan
utama yaitu kantor, ruang karyawan, pos satpam, mushola, WC.

Lokasi rencana kegiatan eksisting merupakan lahan kosong bekas sawah dan yang saat ini
sudah dimiliki oleh PT. Purinusa Ekapersada yang termasuk kedalam wilayah Kelurahan
Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung.
Hubungan antara lokasi rencana kegiatan dengan jarak tersedianya suber daya air, sumber
energi, sumber daya manusia yang diperlukan :
Kebutuhan air bersih

: Direncanakan akan menggunakan sumber air tanah

yang berbeda di lokasi kegiatan


Kebutuhan energi listrik

: Penyediaan kebutuhan aliran listrik direncanakan

bersumber dari PLN


Kebutuhan sumber daya manusia

: Kebutuhan sumber daya manusia di sekitar lokasi

kegiatan dengan berbagai keahlian dan keterampilan.

Ringkasan Dampak Penting Hipotetik yang Ditelaah


Penentuan dampak penting hipotetik dimaksudkan untuk menentukan jenis dampak
penting hipotetik dengan derajat kepentingannya akibat rencana kegiatan yang akan dikaji dalam

AMDAL KELOMPOK 1

45

ANDAL sesuai hasil pelingkupan. Hasil penentuan dampak penting hipotetik dalam
pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan adalah sebagai berikut :
Tahap Pra Konstruksi :

Persepsi Masyarakat
Pada tahap ini dilakukan survey lokasi, perencanaan dan perijinan, sehingga
menimbulkan persepsi masyarakat maka dampak tersebut merupakan dampak penting
hipotetik.

Tahap Konstruksi :

Penurunan Kualitas Udara dan Peningkatan Kebisingan


Kegiatan mobilisasi alat berat dan material akan menimbulkan dampak penurunan
kualitas udara dan peningkatan kebisingan dimana alat yang digunakan adalah dump
truck, molen, bulldozer, crane, back hoe, alat tiang pancang, concrete pump dan mixer
car. Serta material yang digunakan dengan jumlah ritasi secara keseluruhan selama 12
bulan, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Penurunan Kualitas Air Tanah


Kegiatan pelaksanaa konstruksi, tidak mengganggu kualitas air tanah, sehingga tidak
berdampak terhadap penurunan kualitas air tanah, sehingga dampak tersebut merupakan
bukan dampak penting hipotetik.

Penurunan Kuantitas Air Tanah


Kegiatan pelaksanaan konstruksi membutuhkan air tanah yang akan memakai air sumur
di lokasi kegiatan, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Peningkatan Kuantitas Air Permukaan dan Air Larian (Run Off)


Kegiatan pelaksanaan konstruksi, dapat menyebabkan timbulnya peningkatan air larian
yang dapat meningkatkan kuantitas air permukaan tertama saat musim hujan. Sehingga
dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Penurunan Kualitas Air Permukaan


Penambahan air larian pada umumnya membawa sedimen yang menyebabkan
kekeruhan air sungai, demikian pula adanya limbah cair saat operasional yang dapat
mengakibatkan penurunan terhadap kualitas badan air penerima, sehingga dampak
tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Penurunan Estetika Lingkungan

AMDAL KELOMPOK 1

46

Sampah ditimbulkan dari kegiatan operasional dan pelaksanaan penghijauan yang


berdampak lanjutan terhadap estetika lingkungan dan kesehatan masyarakat, sehingga
dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Peningkatan Bangkitan/Tarikan Lalu Lintas


Selama tahap konstruksi akan terjadi mobilisasi alat berat dan material yang membebani
jalan akses yang sudah tersedia, sehingga timbul bangkitan/tarikan arus lalu lintas. Hal
ini ditunjukkan dengan peningkatan volume kendaraan di jalan, yang menuju ke lokasi
kegiatan. Pada tahap operasional juga menyebabkan peningkatan arus lalu lintas keluarmasuk yang dapat menimbulkan kemacetan di ruas-ruas jalan sekitar lokasi kegiatan,
sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Kesempatan Kerja
Kegiatan mobilisasi tenaga kerja baik pada tahap kostruksi maupun operasional, dalam
perekrutannya akan memberikan prioritas kepada penduduk sekitar secara proporsional
sesuai dengan persyaratan kemampuan yang diperlukan dan dapat mengurangi, sehingga
dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Kesempatan Berusaha
Pada tahap konstruksi dan tahap operasional, masyarakat sekitar dapat mempnyai
kesempatan berusaha, yaitu membuka kios makanan dan minuman, serta ketika tahap
operasional masyarakat dapat lebih luas lagi mengembangkan kesempatan berusahanya,
misalnya membuka kios warnet, kios isi ulang pulsa, isi ulang air minum, swalayan,
toko obat, resto makanan siap saji, bidang jasa misalnya konsultan hukum, ekonomi, dan
sebagainya, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Keresahan Masyarakat
Pada tahap konstruksi diperkitakan akan meresahkan warga karena kebisingan, debu, dll.
Akan tetapi keadaan di lokasi dan sekitarnya dalam keadaan mendukung pembangunan,
sehingga dampak tersebut bukan merupakan dampak penting hipotetik.

Sikap dan Persepsi Masyarakat


Sikap dan persepsi masyarakat dimaksudkan sebagai tingkat dukungan, persetujuan atau
penolakan warga terhadap proyek, sehingga dampak tersebut merupakan dampak
penting hipotetik.

Gangguan Ketertiban dan Keamanan

AMDAL KELOMPOK 1

47

Lokasi proyek cukup rawan terhadap kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan
ketertiban, antara lain timbul ketidak sepahaman antara penduduk pendatang dengan
penduduk lokal, sehingga dampak tersebut merupakan dampak penting hipotetik.

Penurunan Kesehatan Masyarakat


Pada tahap konstruksi dan operasional, kegiatan pembangunan akan berdampak lanjutan
terhadap kesehatan masyarakat, baik karena adanya limbah padat, limbah cair serta
peningkatan intensitas kebisingan, sehingga dampak tersebut merupakan dampak
penting hipotetik.

Klasifikasi dan prioritas


Klasifikasi dan prioritas merupakan proses penentuan kelompok dampak penting tertentu
yang perlu dikaji lebih dalam berkaitan dengan rencana kegiatan yang akan dilakukan. Proses
penentuan tersebut dilakukan dengan mengkaji keterkaitan dan tingkat besaran dan kepentingan
antara dampak-dampak hipotetik. Berikut adalah prioritas dampak Penting Hipotetik:
1.

Peningkatan bangkitan/tarikan lalu lintas

2.

Penurunan estetika lingkungan

3.

Peningkatan kuantitas air permukaan dan air larian (run off)

4.

Adanya kesempatan kerja

5.

Adanya kesempatan berusaha

6.

Penurunan kualitas air permukaan

7.

Penurunan kualitas udara

8.

Peningkatan intensitas kebisingan

9.

Adanya sikap dan Persepsi masyarakat

10. Gangguan keamanan dan ketertiban


11. Penurunan kesehatan masyarakat

Lingkup Wilayah Studi dan Batas Waktu Kajian


Pelingkupan wilayah studi didalam ANDAL dimaksudkan untuk mengarahkan studi pada
hal-hal yang menjadi pokok bahasan dengan harapan kajian yang cukup berarti sehingga didapat
kejelasan mengenai lingkup studi, kedalaman dan strategi studi.
Batas Proyek
AMDAL KELOMPOK 1

48

Batas proyek dalam proyek pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan ini
adalah batas lahan keseluruhan yaitu lahan seluas 25.098 m2. Wilayah proyek tersebut
dibatasi oleh :

Sebelah Utara

: lahan kosong

Sebelah Timur

: PT. Sampoerna

Sebelah Selatan : Jl. Soekarno Hatta

Sebelah Barat

: Jl. Cisaranten Wetan

Batas Ekologis
Ruang penyebaran dampak dari rencana Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik
Kemasan menurut media transportasi limbah (air dan udara), dimana proses alami yang
berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar.
Termasuk dalam ruang ini adalah ruang di sekitar rencana kegiatan yang secara ekologis
memberi dampak terhadap aktifitas tersebut. Jadi batas wilayah ekologis dalam studi ini adalah
saluran drainase yang riool kota dan limbah gas dan debu serta kebisingan yang sebarannya
ditentukan oleh arah angin dominan yang terjadi ke arah Barat.

Batas Sosial
Batas sosial adalah ruang di sekitar rencana kegiatan yang merupakan tempat
berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tertentu yang
sudah mapan (sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok
masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat suatu rencana
kegiatan. Batas wilayah sosial ini sangat penting bagi pihak-pihak yang terlibat dalam studi
ANDAL mengingat adanya kelompok-kelompok masyarakat yang kehidupan ekonomi dan
sosial budayanya akan mengalami perubahan mendasar akibat aktifitas usaha atau kegiatan.
Mengingat dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh rencana kegiatan menyebar tidak
merata, maka batas wilayah sosial ditetapkan dengan membatasi batas-batas terluar dengan
memperhatikan hasil identifikasi komunitas masyarakat yang terdapat dalam batas wilayah
proyek, ekologis serta komunitas masyarakat yang berada di luar batas wilayah proyek dan
ekologis namun berpotensi terkena dampak yang mendasar dari rencana kegiatan melalui
penyerapan tenaga kerja.
AMDAL KELOMPOK 1

49

Batas Administratif
Batas wilayah administratif merupakan batas studi yang pelingkupannya ditentukan
berdasarkan segi pemerintahan yang erat kaitannya dengan kelembagaan, tata nilai masyarakat,
serta peraturan yang berlaku di daerah tersebut. Adapun batas wilayah administrasi dari
rencana kegiatan adalah:

Sebelah Utara

Sebelah Selatan : Kelurahan Cimincrang (Ke. Gedebage)

Sebelah Barat

: Kelurahan Cisaranten Kulon (Kec. Arcamanik)

Sebelah Timur

: Kelurahan Pakemitan dan Kelurahan Cisaranten

: Kelurahan Cisaranten Kidul (Kec. Gedebage)

Wetan

Batas Wilayah Studi


Dalam melakukan studi ANDAL Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan
yang merupakan batas wilayah studi merupakan hasil resultante dari batas proyek, batas
ekologis, batas sosial, dan batas administratif.

Batas Waktu Kajian


Batas waktu kajian ANDAL ditentukan berdasarkan lamanya dampak berlangsung, artinya
batas waktu kajian ditentukan berdasarkan batas waktu berlangsungnya dampak sesuai dengan
tahapan kegiatan yaitu tahap pra konstruksi 1 (satu) tahun, konstruksi 1 (satu) tahun dan
operasional 5 (lima) tahun.
2.3.2 Deskripsi Rinci Rona Lingkungan Awal
Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal

Komponen Lingkungan Fisik Kimia


Curah Hujan.

Kualitas Udara Ambien dan Tingkat Kebisingan


Kualitas Udara Ambien dan Kebisingan, Dapat diketahui bahwa kualitas udara ambien
jika dibandingkan dengan baku mutu lingkungan Peraturan Pemerintah
No. 41 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidupn No.
50 Tahun 1996 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun

AMDAL KELOMPOK 1

50

1996 serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.
13/Men/X/2011 (untuk di ruang produksi) semua parameter yang diukur
masih tergolong baik (memenuhi baku mutu yang disyaratkan).
Debu (TSP), Berdasarkan Hasil Pengukuran konsentrasi debu tersebut diperkirakan
karena pada halaman depan pabrik banyak dilalui berbagai jenis kendaraan
bermotor roda empat dan roda dua yang melintas di Jalan Bandung-Cianjur
yang mencapai 83,05 g/Nm.
Karbon Monoksida (CO), Konsentrasi CO di lokasi studi masih dibawah baku mutu
menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 sebesar 30.000 g/Nm sehingga tidak
membahayakan kesehatan masyarakat.
Sulfur Dioksida (SO2), Dari hasil pengukuran konsentrasi SO2 di dua lokasi sampling
sangat kecil sekali yaitu < 17,15 g/Nm.
Nitrogen Dioksida (NO2), Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi NO2 di dua lokasi
sampling sebesar < 10 g/Nm. Konsentrasi tersebut masih dibawah baku
mutu pemerintah no. 41 sebesar 400 g/Nm. Hal ini menandakan ventilasi
pada ruang potong bakar tersebut cukup baik.
Tingkat Kebisingan, Hasil analisa tingkat kebisingan pada ruang cutting itu sendiri,
tingkat krbisingan tersebut masih memenuhi baku mutu yang disyaratkan
sebesar 85 dBA berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Tansmigrasi No. Per. 13/Men/X/2011 tentang nilai Ambang Batas Faktor
Fisika dan Kimia di Tempat Kerja.

Geologi dan Hidrogeologi


Morfologi, Berdasarkan klasifikasi kemiringan lereng dan satuan morfologi dari Nichols
and Edmunson, J.R., 1975, bentuk bentang alam daerah rencana pabrik ini
dengan kemiringan antara < 5 % (<3%) termasuk morfologi dataran,
dengan karakteristik penggunaan lahan cocok untuk pengembangan /
perluasan kota dan pertanian, lapangan terbang, indutri berat. Namun
berpotensi banjir dengan system drainasi kurang baik.
Litologi (Tanah/Batuan), Secara regional wilayah pabrik ini tersusun dari batuna hasil
endapan gunung api yaitu G. Gede. Susunan batuan hasil pengendapan

AMDAL KELOMPOK 1

51

kegiatan G.Gede terdiri atas : Hasil gunung api tua (Qot), Bongkahbongkah Basalt (Qyc), Breksi dan Lahar dari G.Gede (Qyg), dan Endapan
Alluvial (Qa). Rancana lokasi pabrik boneka sendiri terdapat pada formasi
batuan breksi dan Lahar G.Gede.
Hidrogeologi.
Kegempaan, Daerah studi termasuk ke dalam jalur gempa sedang (Zona 3) dengan
percepatan 0,2 0,25 g.
Hidrologi, Saluran-saluran irigasi tersebut pada umumnya merupakan saluran suplesi
yang digunakan untuk memasok kebutuhan air lahan persawahan disekitar
lokasi proyek. Adapun system drainase yang digunakan sebagai badan air
penerima dari rencana kegiatan maupun kegiatan yang ada disekitar tapak
proyek, system drainase (selokan) merupakan tipe drainase terbuka yang
akan bermuara ke sungai Cisokan yang berada di timur tapak proyek.
Dengan debit rata-rata 800 lt/detik.

Kualitas Air
Kualitas Air Permukaan, dapat diketahui bahwa kualitas air permukaan (selokan) yang
digunakan sebagai badan air penerima limbah domestic masih memenuhi
baku mutu berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (Kelas IV). Hal ini
menandakan bahwa pengolahan terhadap limbah domestic tersebut cukup
baik.
Kualitas Air Minum, Terdapat 4 parameter yang telah melebihi baku mutu berdasarkan
Permen Kesehatan No. 492/Men-Kes/Per/IV/2010 tentang persyaratan
kualitas air minum, parameter-parameter tersebut adalah suhu, besi (Fe),
coliform dan E.Coli, dimana untuk parameter biologi khususnya E.coli
tidak boleh terdapat pada air minum karena akan menyebabkan diare.
Sehingga air minum tersebut tidak layak untuk diminum.

Ruang, Lahan dan Transportasi


Ruang dan Lahan.

AMDAL KELOMPOK 1

52

Transportasi, Sebagai bahan analisis system transportasi pada pembahasan yang lebih
mendalam pada dokumen ANDAL, antara lain perlu diketahui kondisi
jaringan jalan dan tingkat pelayanan jalan eksisting serta ketersediaan
angkutan umum, sehingga nantinya akan diketahui permasalahan yang ada
dan cara untuk mengatasi permasalahannya tersebut termasuk untuk
kebutuhan pengembangan sarana-prasarananya.

Komponen Biologi
Flora Darat. Beberapa flora yang terdapat dilokasi kegiatan dan sekitarnya merupakan
flora yang menjadi tanaman budidaya yang sengaja ditanam oleh manusia
seperti : Padi, Jagung dan Singkong. Diluar lokasi kegiatan, beberapa jenis
lain merupakan tumbuhan yang produktif menghasilkan buah seperti :
Mangga, Kelapa, Jambu batu, Pisang dan Pepaya.
Fauna Darat, Secara umum tidak teridentifikasi jenis satwa yang tergolong dilindungi
karena langka maupun endemik di wilayah studi. Umumnya jenis satwa
yang teridentifikasi merupakan satwa binaan ataupun satwa liar yang dapat
hidup berdampingan dengan lingkungan sekitarnya. Beberapa jenis satwa
yang ditemukan dilokasi kegiatan dan sekitarnya yaitu : Kupu-kupu, Tikus,
Belalang dan Walet Sapi.

Komponen Sosial, Ekonomi dan Budaya


Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk
Mengacu kepada standar kepadatan penduduk menurut badan pusat
statistik, kepadatan penduduk dikelompokkan kedalam tiga kriteria
kepadatan, yaitu :
Kriteria kepadatan tinggi apabila penduduk berjumlah lebih dari
2000 jiwa per k

Kriteria kepadatan sedang apabila penduduk berjumlah antara 1000


jiwa sampai 2000 jiwa per k

Kriteria kepadatan rendah apabila penduduk berjumlah kurang dari


1000 jiwa per k

Sesuai dengan standar tersebut, maka kategori kepadatan penduduk di


Desa Selajambe termasuk Kategori Sedang.
AMDAL KELOMPOK 1

53

Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan.


Jenis-Jenis Mata Pencaharian Penduduk.
2.3.3 Prakiraan Dampak Penting
Tahapan Konstruksi

Mobilisasi Tenaga Kerja Konstruksi


Terciptanya Kesempatan Kerja, Memperhatikan dampak positif yang berlangsung lama
dan jumlah penduduk yang direkrut menjadi tenaga kerja juga cukup
banyak, maka dampak ini digolongkan Positif Penting.
Terciptanya Peluang Usaha, Memperhatikan dampak positif yang berlangsung 6 bulan
juga cukup banyak material yang digunakan untuk pembangunan
pengembangan pabrik pembuatan boneka ini, maka dampak yang terjadi
dapat digolongkan Positif Penting.
Penignkatan Pendapatan, Mereka dapat menjadi pemborong bagian-bagian tertentu dari
pekerjaan konstruksi sehingga dampaknya menjadi Positif Penting. Secara
umum dampak dari penigkatan pendapatan masyarakat dapat digolongkan
Penting.

Mobilisasi Alat dan Bahan


Kerusakan Jalan, Skala kualitas lingkungan untuk kondisi jalan termasuk Baik (skala 4).
Dan dapat berpotensi jalan rusak akibat kendaraan proyek sehingga skala
lingkungan tergolong buruk (skala 2). Berdasarkan skala kepentingan
komponen lalulintas tergolong Penting.
Penurunan Kualitas Udara, Masih berada di bawah baku mutu menurut PP No. 41 Tahun
1999. Maka skala kualitas udara tergolong Baik (skala 4). Setelah ada
kegiatan mobilisasi alat dan bahan sudah terjadi peningkatan parameter CO
dan Debu. Oleh karena itu, maka kegiatan mobilisasi alat dan bahan
terhadap penurunan kualitas udara memberikan kualitas lingkungan yang
tergolong Sedang (skala 3). Skala kepentingan komponen kualitas udara
tergolong Penting.
Penignkatan Intensitas Kebisingan, Skala kepentingan komponen kebisingan tergolong
Tidak Penting.

AMDAL KELOMPOK 1

54

Keresahan Masyarakat, Meninjau besarnya jumlah manusia yang terkena dampak, maka
sifat dampak adalah Nagatif Penting.

Pematangan Lahan
Peningkatan Air Larian, Berdasarkan skala kepentingan komponen hidrologi/air larian
tergolong Penting.
Penurunan Kualitas Udara, Tergolong Penting.
Peningkatan Intensitas Kebisingan, Tergolong Tidak Penting.
Penurunan Tingkat Kesahatan Pekerjan, Tergolong Penting.

Pembangunan Pabrik
Peningkatan Air Larian, Berdasarkan skala kepentingan komponen hidrologi/air larian
tergolong Penting.
Penurunan Kualitas Air Permukaan, Tergolong Penting.
Peningkatan Keanekaragaman Hayati, Tergolong Penting.

Tahapan Operasional

Perekrutan Tenaga Kerja Operasional


Terciptanya Kesempatan Kerja, Tergolong Penting.
Peningkatan Pendapatan, Tergolong Penting.

Operasional Pabrik
Gangguan Arus Lalulintas, Tergolong Penting.
Penurunan Kualitas Udara, Tergolong Tidak Penting.
Peningkatan Intensitas Kebisingan, Tergolong Penting.
Penurunan Kuantitas/Muka Air Tanah, Tergolong Penting.
Peningkatan Air Larian, Tergolong Tidak Penting.

AMDAL KELOMPOK 1

55

Penurunan Kualitas Air Permukaan, Tergolong Tidak Penting.


Peningkatan Laju Timbulan Limbah Padat/Sampah, Tergolong Penting.
Penurunan Kesehatan Pekerja, Tergolong Penting.
2.3.4 Evaluasi Dampak Penting
Evaluasi ini dilakukan secara holistik yaitu telaahan secara totalitas terhadap berbagai
dampak kesatuan yang saling terkat dan saling pengaruh mempengaruhi sehingga diketahui
sejauhmana perimbangan dampak penting yang bersifat positif dengan yang bersifat negative
dengan menggunakan Metoda Matrik Fisher dan Davies atau matrik evaluasi dasar.

Tabel 2.4 Matriks Interaksi Dampak Lingkungan pada Pembangunan Gudang dan
Perluasan Pabrik Kemasan
Komponen Kegiatan
Komponen Lingkungan

Pra Kontruksi

Kontruksi

Operasional

Kualitas Udara dan Kebisingan

Kuantitas Air Tanah

Kualitas Air Permukaan


Kuantitas Air Permukaan dan Air Larian (Run off)

Estetika Lingkungan

Lalu Lintas

Kerusakan Jalan

Kesempatan Kerja dan Berusaha

Persepsi Masyarakat

Ketertiban dan Keamanan

KESEHATAN MASYARAKAT DAN PEKERJA KONSTRUKSI

GEOFISIKA-KIMIA

RUANG LAHAN DAN TRANSPORTASI

SOSIAL EKONOMI BUDAYA

keterangan
P penting
TP tidak penting

AMDAL KELOMPOK 1

56

AMDAL KELOMPOK 1

Gambar 2.3 Bagan Alir Evaluasi Dampak

57

2.4 RKL-RPL
Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 08 Tahun
2013 Tentang Tata Laksana Penilaian Dan Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup Serta
Penerbitan Izin Lingkungan dalam Pasall 1 ayat 4 menyatakan bahwa Rencana Pengelolaan
Lingkungan Hidup yang selanjutnya disingkat RKL adalah upaya penanganan dampak
terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
Dan Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 08
Tahun 2013 Tentang Tata Laksana Penilaian Dan Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup
Serta Penerbitan Izin Lingkungan dalam Pasall 1 ayat 5 Rencana Pemantauan Lingkungan
Hidup yang selanjutnya disingkat RPL adalah upaya pemantauan komponen lingkungan
hidup yang terkena dampak akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

2.4.1 Pendahuluan
Latar Belakang
Penyusunan studi AMDAL proyek ini mengacu pada PP No. 27 Tahun 2012 tentang
Izin Lingkungan dan Permen LH No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen
Lingkungan Hidup. Untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi system pengelolaan yang
dilaksanakan maka perlu disusun suatu dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), dimana dengan adanya dokumen tersebut akan
digunakan sebagai acuan pengelolaan lingkungan kegiatan proyek ini dan akan terus dipantau
secara optimal dalam RPL.
Maksud dan Tujuan
Adapun Maksud dan Tujuan RKL-RPL proyek ini yaitu :
-

Menjelaskan dampak penting yang timbul akibat dari setiap kegiatan proyek ini.

Menentukan langkah-langkah kegiatan untuk menangani/menanggulangi dampak


negative dan mengembangkan dampak positif dari kegiatan proyek ini.

Memperjelas badan-badan atau instansi-instansi pemerintah yang bertugas mengawasi


langkah-langkah pemrakarsa kegiatan dalam upaya mengelola dan menangani dampak
lingkungan.

AMDAL KELOMPOK 1

58

Kebijaksanaan Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan


Telah diatur dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup. Dalam rangka melaksanakan UU tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
tersebut telah ditetapkan PP No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.
Kegunaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Dokumen RKL yang disusun ini sebagai:
1. Pedoman bagi pemrakarsa kegiatan
2. Pedoman bagi instansi pemerintahan
3. Sebagai informasi bagi masyarakat disekitarnya
Dokumen RPL yang disusun ini sebagai:
1. Bagi Pemrakarsa
2. Bagi Instansi Terkait
3. Bagi Masyarakat

2.4.2 Pendekatan Pengelolaan Lingkungan


Dalam upaya mencapai keberhasilan pengelolaan lingkungan yang sesuai
dengan harapan maka diperlukan berbagai peralatan, biaya dan pelaksanaan yang
harus memadai tetapi secara ekonomi tidak memberatkan pihak pemrakarsa kegiatan
(PT. Purinusa Ekapersada). Peralatan yang diperlukan sangat erat kaitannya dengan
teknologi dan biaya yang tersedia.
Dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan pemrakarsa kegiatan tidak dapat
berjalan sendiri tetapi akan melibatkan berbagai satuan kerja perangkat daerah
(SKPD) terkait hal ini akan dituangkan dalam pendekatan institusional.
Pendekatan teknologi, ekonomi dan institusi dalam rangka pengelolaan
lingkungan rencana Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan adalah
sebagai berikut :
Pendekatan Teknologi
Pendekatan teknologi dimaksudkan untuk mengelola dampak lingkungan
akibat kegiatan pengembangan pabrik pembuatan bonek PT. Aurora World Cianjur
yang berhubungan dengan masalah fisik dan tata cara pelaksaan kegiatan. Aspek dan
dampak lingkungan yang akan dikelola melalui pendekatan teknologinya diantaranya
adalah :
a. Melakukan pengolahan air limbah domestik yang banyak mengandung bahan
organik sebelum memasuki badan air penerima.
AMDAL KELOMPOK 1

59

b. Penataan dan pembuatan saluran-saluran drainase air aliran permukaan di area


pabrik pembuatan boneka agar tidak menggenang di jalan dan area parkir.
c. Pengelolaan / pengaturan lalu lintas kendaraan saat keluar masuk kendaraan serta
terjadinya peningkatan jumlah kendaraan dan karyawan dengan pola rekayasa.
Pendekatan Sosial, Ekonomi dan Budaya
Prinsip pendekatan ekonomi, sosial dan budaya yang akan dilakukan oleh PT.
Purinusa Ekapersada adalah memilih metoda pengelolaan lingkungan yang layak, baik
dari segi kualitas maupun pembiayaan, yaitu dengan cara mengoptimasikan
penggunaan alat dan sumber daya serta potensi daerah.
Oleh karena pengelolaan lingkungan tidak saja terbatas pada tapak proyek
tetapi juga pada daerah sekitarnya, dan juga memerlukan biaya yang cukup besar,
maka PT. Purinusa Ekapersada jika merasa perlu akan memohon bantuan pada
instansi terkait baik tingkat pusat maupun daerah yang berupa, misalnya bantuan
pengamanan arus lalu lintas daerah sekitar tapak proyek.
Pendekatan Institusi
Pengelolaan dampak lingkungan Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik
Kemasan PT. Purinusa Ekapersada berdampak lintas sektoral, dalam pelaksanaannya
akan menyangkut berbagai instansi pemerintah maupun berbagai lapisan masyarakat.
Dengan adanya keterkaitan dengan isntansi lain, maka pemrakarsa kegiatan, dalam
pelaksanaan pengelolaan lingkungannya akan melakukan koordinasi dengan instansi
terkait dan masyarakatyang erat kaitannya dengan masalah dampak yang akan timbul.
Secara umum pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan
berdasarkan pendekatan institusi adalah berupa :
a. Secara aktif mengadakan kontak dengan berbagai instansi terkait di lingkungan
pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) untuk mendapat informasi
tentang hal-hal yang menyangkut masalah lingkungan dan kebijaksanaannya.
b. Mengadakan komunikasi aktif dengan masyarakat di daerah wilayah dampak
melalui lembaga masyarakat yang ada (LSM) untuk mengetahui tanggapannya
tentang upaya-upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh PT.
Purinusa Ekapersada.
Menyampaikan dokumen ANDAL, RKL dan RPL dan laporan hasil kegiatan
pengelolaan serta pemantauan kepada instansi terkait dengan upaya pengelolaan
lingkungan hidup kegiatan Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan.

AMDAL KELOMPOK 1

60

2.4.3 Analisis RKL


Tabel 2.5 Matriks Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)

No

Dampak
Lingkungan yang
dikelola

Tahap Pra Konstruksi


1
Persepsi
Masyarakat

Sumber
Dampak

Indikator
Keberhasilan
Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Dari
Tidak terjadi
kegiatan
persepsi masyarakat
survey,
yang negatif
perijinan dan
perencanaan

Bentuk Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Memberikan
penjelasan secara
transparan tentang
rencana kegiatan
Gudang dan
Perluasan Pabrik
Kemasan kepada
tokh masyarakat
serta aparat
kelurahan dan
kecamatan setempat

Lokasi
Pengelolaa
n
Lingkungan
Hidup

Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup

Di lokasi
dan sekitar
lokasi
kegiatan
khususnya
kelurahan
Babakan
Penghulu

Selama tahap
pra
konstruksi
pada
kegiatan
survey
perijinan dan
perencanaan

Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


Pelaksana
Pengawas
Pelaporan

PT. Purinusa Aparat


Ekapersada
kelurahan
dan
kecamatan
setempat

BPLH
Kota
Bandung

Tahap Konstruksi

AMDAL KELOMPOK 1

61

Penurunan
Kualitas Udara
dan Peningkatan
Kebisingan

Tahap Operasi
1
Penurunan
Kualitas dan
Kuantitas Air
Tanah

AMDAL KELOMPOK 1

Dari
kegiatan
mobilisasi
alat berat
dan material,
pekerjaan
tanah dan
pelaksanaan
konstruksi
berupa gas
polutan
(CO2, SO2,
Pb) dan
debu serta
peningkatan
intensitas

Peraturan
Pemerintah No. 41
tahun 1999 tentang
Pencemaran
Kualitas Udara.
Kep.MenLH No.
48/MenLH/11/1996
. tentang Baku
Tingkat Kebisingan
peruntukan
Perumahan dan Jasa

Pemakaian masker
bagi pekerja yang
berhubungan dengan
sumber pencemar
udara dan debu.
Menutup alat
transportasi/truk
dengan plastik, agar
material tidak
tercecer ke jalan.
Membersihkan banban kendaraan
pengangkut alat

Di lokasi
kegiatan

Selama
kegiatan
mobilisasi
alat berat dan
material,
pekerjaan
tanah dan
pelaksanaan
konstruksi

PT. Purinusa BPLH Kota BPLH


Ekapersada
Bandung
Kota
Bandung

Dari
kegiatan
operasional
Gudang dan
Perluasan
Pabrik
Kemasan

Tidak terjadi
penurunan kualitas
dan kuantitas air
tanah

Pembatasan
pemakaian air tanah
disesuaikan dengan
kebutuhan.
Pembuatan STP

Di lokasi
dan sekitar
lokasi
kegiatan

Selama
kegiatan
operasional
Gudang dan
Perluasan
Pabrik
Kemasan

PT. Purinusa Dinas


Ekapersada
Kesehatan
Kota
Bandung

BPLH
Kota
Bandung

62

2.4.4 Analisis RPL


Dalam rangka untuk menghindari, mencegah, meminimalisasi dan/atau mengendalikan dampak negatif dan meningkatkan dampak positif, maka
diuraikan bentuk-bentuk dari rencana pengelolaan lingkungan terhadap kegiatan lingkungan Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan PT.
Purinusa Ekapersada.
Tabel 2.6 Matriks Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
No

Dampak Lingkunga Yang Dipantau


Jenis Dampak yang Indikator/Parameter Sumber Dampak
Timbul

Tahap Pra Konstruksi


1
Persepsi Masyarakat Tidak terjadi
persepsi
masyarakat yang
negatif

Dari kegiatan
survey, perijinan
dan perencanaan

Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup


Metode
Lokasi
Waktu &
Pengumpulan
Pantau
Frekuensi
dan Analisis
Data
Observasi dan
wawancara
dengan tokoh
masyarakat

Di lokasi
dan
sekitar
lokasi
kegiatan

Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


Pelaksana
Pengawas
Pelaporan

Selama tahap pra PT. Purinusa


konstruksi pada
Ekapersada
kegiatan survey
perijinan dan
perencanaan
serta kepemilikan
lahan dengan
frekuensi setiap 6
(enam) bulan
sekali

Aparat
kelurahan
dan
kecamatan
setempat

BPLH
Kota
Bandung

Tahap Konstruksi

AMDAL KELOMPOK 1

63

Penurunan Kualitas
Udara dan
Peningkatan
Kebisingan

Tahap Operasi
1
Penurunan Kualitas
dan Kuantitas Air
Tanah

AMDAL KELOMPOK 1

Gas polutan (CO2,


SO2, Pb) dan debu
serta peningkatan
intensitas
kebisingan

Pada saat
mobilisasi alat
berat dan
material,
pekerjaan tanah
dan pelaksanaan
konstruksi
berupa gas
polutan (CO2,
SO2, Pb) dan
debu serta
peningkatan
intensitas
kebisingan

Pengambilan
sampel
kualitas udara
dianalisa di
labolatorium,
kemudian
dibandingkan
dengan baku
mutu serta
pengukuruan
kebisingan
dengan alat
sound level
meter

Di lokasi
kegiatan

Selama kegiatan
mobilisasi alat
berat dan
material,
pekerjaan tanah
dan pelaksanaan
konstruksi
dengan frekuensi
setiap 6 (enam)
bulan sekali

PT. Purinusa BPLH


Ekapersada Kota
Bandung

BPLH
Kota
Bandung

Dari kegiatan
operasional
Gudang dan
Perluasan Pabrik
Kemasan

Tidak terjadi
penurunan
kualitas dan
kuantitas air
tanah

Pembatasan
pemakaian air
tanah
disesuaikan
dengan
kebutuhan.
Pembuatan
STP

Di lokasi
dan
sekitar
lokasi
kegiatan

Selama kegiatan
operasional
Gudang dan
Perluasan Pabrik
Kemasan

PT. Purinusa Dinas


Ekapersada Kesehatan
Kota
Bandung

BPLH
Kota
Bandung

64

BAB III
HASIL ANALISIS PENILAIAN DOKUMEN AMDAL PEMBANGUNAN GUDANG DAN
PERLUASAN PABRIK KEMASAN
MENURUT PERMEN LH NO.16 TAHUN 2012

3.1. Lampiran I-III Menurut Permen LH No.16 Tahun 2012


KA-ANDAL
Dalam dokumen amdal terdapat KA-ANDAL dengan mengacu pada Peraturan Mentri
No.16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup mengatakan :
A. Tujuan dan fungsi KA
1. Tujuan penyusunan KA adalah:
a. merumuskan lingkup dan kedalaman studi Andal;
b. mengarahkan studi Andal agar berjalan secara efektif dan efisien
sesuai dengan biaya, tenaga, dan waktu yang tersedia.
2. Fungsi dokumen KA adalah:
a. sebagai rujukan penting bagi pemrakarsa, penyusun dokumen Amdal, instansi
yang membidangi rencana usaha dan/atau kegiatan, dan instansi lingkungan
hidup, serta tim teknis Komisi Penilai Amdal tentang lingkup dan kedalaman
studi Andal yang akan dilakukan;
b. sebagai salah satu bahan rujukan bagi penilai dokumen Andal
untuk mengevaluasi hasil studi Andal.
B. Muatan dokumen KA
1. Pendahuluan
Pendahuluan pada dasarnya berisi informasi tentang latar belakang, tujuan
rencana usaha dan/atau kegiatan serta pelaksananaan studi Amdal.
Latar belakang berisi uraian mengenai:
a. justifikasi dilaksanakannya rencana usaha dan/atau kegiatan, termasuk
penjelasan mengenai persetujuan prinsip yang menyatakan bahwa jenis usaha
kegiatan tersebut secara prinsip dapat dilakukan dari pihak yang berwenang.
Bukti formal atas persetujuan prinsip tersebut wajib dilampirkan;
b. alasan mengapa rencana usaha dan/atau kegiatan ini wajib

AMDAL KELOMPOK 1

65

memiliki Amdal dan pendekatan studi yang digunakan (tunggal, terpadu, atau
kawasan); dan
c. alasan mengapa rencana usaha dan/atau kegiatan ini dinilai oleh Komisi Penilai
Amdal (KPA) Pusat, Provinsi, atau Kabupaten/Kota.
Tujuan rencana kegiatan berisi:
a. uraian umum maupun rinci mengenai tujuan dilaksanakannya rencana usaha
dan/atau kegiatan; dan
b. justifikasi manfaat dari rencana kegiatan kepada masyarakat sekitar dan
peranannya terhadap pembangunan nasional dan daerah.
Pelaksanaan Studi, yang berisi informasi tentang:
a. pemrakarsa dan penanggung jawab rencana usaha dan/atau kegiatan; dan
b. pelaksana studi amdal yang terdiri dari tim penyusun dokumen
amdal, tenaga ahli dan asisten penyusun dokumen amdal.
Berdasarkan uraian tersebut, susunan pelaksana studi Amdal sebagai berikut:
a. Tim Penyusun Amdal, terdiri atas:
1) Ketua Tim, yang memiliki sertifikat kompetensi penyusun Amdal
Ketua Tim Penyusun Amdal (KTPA);
2) Anggota Tim, minimal dua orang yang memiliki sertifikat kompetensi
penyusun Amdal Anggota Tim Penyusun Amdal (ATPA);
b. Tenaga Ahli, yaitu orang yang memiliki keahlian tertentu yang diperlukan
dalam penyusunan dokumen amdal seperti tenaga ahli yang sesuai
dengan dampak penting yang akan dikaji atau tenaga ahli yang
memiliki keahlian terkait dengan rencana usaha dan/atau kegiatan.
c. Asisten Penyusun amdal, yaitu orang yang dapat menjadi asisten penyusun
amdal adalah setiap orang yang telah mengikuti dan lulus pelatihan
penyusunan amdal di LPK yang telah teregistrasi/terakreditasi di KLH.
Tim penyusunan amdal dan tenaga ahli bersifat wajib, sedangkan
asisten penyusun amdal bersifat pilihan. Biodata dan surat pernyataan
bahwa personil tersebut benar-benar melakukan penyusunan dan
ditandatangani di atas materai wajib dilampirkan.

AMDAL KELOMPOK 1

66

2. Pelingkupan
Muatan pelingkupan pada dasarnya berisi informasi tentang:
a. Deskripsi rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dikaji.
1) Status studi amdal, apakah dilaksanakan secara terintegrasi,
bersamaan atau setelah studi kelayakan teknis dan ekonomis.
Uraian ini diperlukan sebagai dasar untuk menentukan
kedalaman informasi yang diperlukan dalam kajian amdal.
2) Kesesuaian lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan dengan rencana tata
ruang sesuai ketentuan peraturan perundangan.
3) Deskripsi rencana usaha dan/atau kegiatan dengan focus kepada
komponen-komponen kegiatan yang berpotensi menyebabkan dampak
lingkungan berdasarkan tahapan kegiatan, termasuk alternatifnya (jika
terdapat alternatifalternatif terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan)
dan pengelolaan lingkungan hidup yang sudah disiapkan/direncanakan
sejak awal sebagai bagian dari rencana kegiatan (terintegrasi dalam
desain rencana usaha dan/atau kegiatan).
Di samping itu, penyusun dokumen amdal melakukan analisis
spasial kesesuaian lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan dengan
peta indikatif penundaan izin baru (PIPIB) yang tercantum dalam
Inpres Nomor 10 Tahun 2011, atau peraturan revisinya maupun
terbitnya ketentuan baru yang mengatur mengenai hal ini.
b. Deskripsi rona lingkungan hidup awal (environmental setting).
Deskripsi umum rona lingkungan hidup awal berisi uraian mengenai rona
lingkungan hidup (environmental setting) secara umum di lokasi rencana usaha
dan/atau kegiatan yang mencakup:

AMDAL KELOMPOK 1

67

1) Komponen lingkungan terkena dampak (komponen/features


lingkungan yang ada disekitar lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan
serta kondisi lingkungannya), yang pada dasarnya paling sedikit
memuat:
a) komponen geo-fisik-kimia, seperti sumber daya geologi, tanah, air
permukaan, air bawah tanah, udara, kebisingan, dan lain sebagainya;
b) komponen biologi, seperti vegetasi/flora, fauna, tipe ekosistem,
keberadaan spesies langka dan/atau endemic serta habitatnya, dan
lain sebagainya;
c) komponen sosio-ekonomi-budaya, seperti tingkat pendapatan,
demografi, mata pencaharian, budaya setempat, situs arkeologi, situs
budaya dan lain sebagainya;
d) komponen kesehatan masyarakat, seperti perubahan tingkat
kesehatan masyarakat.
2) Usaha dan/atau kegiatan yang ada di sekitar lokasi rencana usaha
dan/atau

kegiatan

yang

diusulkan

beserta

dampak

yang

ditimbulkannya terhadap lingkungan hidup. Tujuan penjelasan ini


adalah memberikan gambaran utuh tentang kegiatankegiatan lain (yang
sudah ada di sekitar lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan) yang
memanfaatan sumberdaya alam dan mempengaruhi lingkungan
setempat.
c. Hasil pelibatan masyarakat.
Pelibatan masyarakat merupakan bagian proses pelingkupan. Pelibatan
masyarakat dilakukan melalui pengumuman dan konsultasi publik. Prosedur
pelibatan masyarakat dalam proses Amdal harus mengacu pada peraturan
perundang-undangan.
d. Dampak Penting Hipotetik.
Dampak Penting Hipotetik, pada bagian ini penyusun dokumen amdal
menguraikan dampak penting hipotetik terkait dengan rencana usaha dan/atau
kegiatan yang diusulkan. Proses untuk menghasilkan dampak penting hipotetik
dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah yang berlaku secara
AMDAL KELOMPOK 1

68

nasional dan/atau internasional di berbagai literatur yang sesuai dengan 7


kaidah ilmiah metode penentuan dampak penting hipotetik dalam Amdal.
e. Batas Wilayah Studi dan Batas Waktu Kajian
Batas wilayah studi ini merupakan batas terluar dari hasil tumpang susun
(overlay) dari batas wilayah proyek, ekologis, sosial dan 8 administratif setelah
mempertimbangkan kendala teknis yang dihadapi. Batasan ruang lingkup
wilayah studi penentuannya disesuaikan dengan kemampuan pelaksana yang
biasanya memiliki keterbatasan sumber data, seperti waktu, dana, tenaga,
teknis, dan metode telaahan. Setiap penentuan masing-masing batas wilayah
(proyek, ekologis, sosial dan administratif) harus dilengkapi dengan justifikasi
ilmiah yang kuat. Bagian ini harus dilengkapi dengan peta batas wilayah studi
yang dapat menggambarkan batas wilayah proyek, ekologis, sosial dan
administratif. Peta yang disertakan harus memenuhi kaidah-kaidah kartografi.
Batas wilayah studi dibentuk dari empat unsur yang berhubungan dengan
dampak lingkungan suatu rencana kegiatan.
Batas wilayah studi dibentuk dari empat unsur yang berhubungan dengan
dampak lingkungan suatu rencana kegiatan, yaitu:
1) Batas proyek, yaitu ruang dimana seluruh komponen rencana kegiatan akan
dilakukan, termasuk komponen kegiatan tahap pra-konstruksi, konstruksi,
operasi dan pasca operasi. Dari ruang rencana usaha dan/atau kegiatan
inilah bersumber dampak terhadap lingkungan hidup disekitarnya. Batas
proyek secara mudah dapat diplotkan pada peta, karena lokasilokasinya
dapat diperoleh langsung dari peta-peta pemrakarsa. Selain tapak proyek
utama, batas proyek harus juga meliputi fasilitas pendukung seperti
perumahan,

dermaga,

tempat

penyimpanan

bahan,

bengkel,

dan

sebagainya.
2) Batas ekologis, yaitu ruang terjadinya sebaran dampak-dampak lingkungan
dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dikaji, mengikuti
media lingkungan masing-masing (seperti air dan udara), dimana proses
alami yang berlangsung dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami
perubahan mendasar. Batas ekologis akan mengarahkan penentuan lokasi
AMDAL KELOMPOK 1

69

pengumpulan data rona lingkungan awal dan analisis persebaran dampak.


Penentuan batas ekologis harus mempertimbangkan setiap komponen
lingkungan biogeofisikkimia yang terkena dampak (dari daftar dampak
penting hipotetik). Untuk masing-masing dampak, batas persebarannya
dapat diplotkan pada peta sehingga batas ekologis memiliki beberapa garis
batas, sesuai dengan jumlah dampak penting hipotetik.
3) Batas sosial, yaitu ruang disekitar rencana usaha dan/atau kegiatan yang
merupakan tempat berlangsungsunya berbagai interaksi sosial yang
mengandung norma dan nilai tertentu yang sudah mapan (termasuk sistem
dan struktur sosial), sesuai dengan proses dan dinamika sosial suatu
kelompok masyarakat, yang diperkirakan akan mengalami perubahan
mendasar akibat suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. Batas ini pada
dasarnya merupakan ruang di mana masyarakat, yang terkena dampak
lingkungan seperti limbah, emisi atau kerusakan lingkungan, tinggal atau
melakukan kegiatan. Batas sosial akan mempengaruhi identifikasi
kelompok masyarakat yang terkena dampak sosial-ekonomi-kesehatan
masyarakat dan penentuan masyarakat yang perlu dikonsultasikan (pada
tahap lanjutan keterlibatan masyarakat).
4) Batas administratif, yaitu wilayah administratif terkecil yang relevan
(seperti desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi) yang wilayahnya
tercakup tiga unsur batas diatas. 9 Dengan menumpangsusunkan (overlay)
batas administrative wilayah pemerintahan dengan tiga peta batas seperti
tersebut di atas, maka akan terlihat desa/keluruhan, kecamatan, kabupaten
dan/atau provinsi mana saja yang masuk dalam batas proyek, batas
ekologis dan batas sosial. Batas administratif sebenarnya diperlukan untuk
mengarahkan

pemrakarsa dan/atau

penyusun

Amdal

untuk dapat

berkoordinasi ke lembaga pemerintah daerah yang relevan, baik untuk


koordinasi administratif (misalnya penilaian Amdal dan pelaksanaan
konsultasi masyarakat), pengumpulan data tentang kondisi rona lingkungan
awal, kegiatan di sekitar lokasi kegiatan, dan sebagainya.

AMDAL KELOMPOK 1

70

3. Metode Studi
Pada prinsipnya metode studi ini berisi tentang penjelasan dan informasi
mengenai:
a. Metode pengumpulan dan analisis data yang akan digunakan.
Metode pengumpulan dan analisis data; Bagian ini berisi metode pengumpulan
data primer dan sekunder yang sahih serta dapat dipercaya (reliable) untuk
digunakan dalam penyusunan rona lingkungan hidup awal yang rinci dan sebagai
masukan dalam melakukan prakiraan besaran dan sifat penting dampak.
b. Metode prakiraan dampak penting yang akan digunakan.
Metode prakiraan dampak penting yang akan digunakan dalam Andal; Bagian ini
menjelaskan

metode

prakiraan

dampak

penting

yang

digunakan

untuk

memprakirakan besaran dan sifat penting dampak dalam studi Andal untuk masingmasing dampak penting hipotetik, termasuk rumus-rumus dan asumsi prakiraan
dampaknya disertai argumentasi/alasan pemilihan metode tersebut. Penyusun
dokumen Amdal dapat menggunakan metodemetodeilmiah yang berlaku secara
nasional dan/atau internasional di berbagai literatur untuk melakukan prakiraan
dampak penting yang sesuai dengan kaidah ilmiah metode prakiraan dampak.
penting dalam Amdal.
c. Metode evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan.
Metode evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan; Evaluasi secara
holistik terhadap dampak lingkungan yang terjadi dilakukan untuk menentukan
kelayakan atau ketidaklayakan lingkungan hidup. Bagian ini menguraikan metodemetode yang lazim digunakan dalam studi Andal untuk mengevaluasi keterkaitan
dan interaksidampak lingkungan yang diprakirakan timbul (seluruh dampak penting
hipotetik) secara keseluruhan dalam rangka penentuan karakteristik dampak
rencana usaha dan/atau kegiatan secara total terhadap lingkungan hidup. Metode
evaluasi dampak menggunakan metode-metode ilmiah yang berlaku secara nasional
dan/atau internasional di berbagai literatur yang sesuai dengan kaidah ilmiah
metode evaluasi dampak penting dalam Amdal.

AMDAL KELOMPOK 1

71

4. Daftar Pustaka dan Lampiran


Pada bagian daftar pustaka, penyusun menguraikan pustaka atau literatur yang
digunakan untuk keperluan penyusunan dokumen KA. Pengambilan (pencuplikan)
sumber referensi harus mengikuti tata cara penulisan akademis yang dikenal secara
luas.

5. Lampiran
Pada bagian lampiran, penyusun dokumen Amdal melampirkan informasi
tambahan yang terkait dengan:
a. Bukti Formal yang menyatakan bahwa jenis usaha kegiatan tersebut secara prinsip
dapat dilakukan;
b. copy sertifikat kompetensi penyusun Amdal;
c. copy tanda registrasi lembaga penyedia jasa penyusunan (LPJP) Amdal untuk
dokumen Amdal yang disusun oleh LPJP atau tanda registrasi penyusun
perorangan, untuk dokumen amdal yang disusun oleh tim penyusun perorangan;
d. Keputusan Pembentukan Tim Pelaksana Studi Amdal, untuk dokumen amdal yang
disusun oleh tim penyusun perorangan;
e. biodata singkat personil penyusun Amdal;
f. surat pernyataan bahwa personil tersebut benar-benar melakukan penyusunan dan
ditandatangani di atas materai;
g. Informasi detail lain mengenai rencana kegiatan (jika dianggap perlu); 14
h. bukti formal bahwa rencana lokasi Usaha dan/atau Kegiatan telah sesuai dengan
rencana tata ruang yang berlaku (kesesuaian tata ruang ditunjukkan dengan adanya
surat dari Badan Koordinasi Perencanaan Tata Ruang Nasional (BKPTRN), atau
instansi lain yang bertanggung jawab di bidang penataan ruang);
i. Data dan informasi mengenai rona lingkungan hidup, antara lain berupa tabel, data,
grafik, foto rona lingkungan hidup, jika diperlukan;
j. Bukti pengumuman studi Amdal;
k. Butir-butir penting hasil pelibatan masyarakat yang antara lain dapat berupa:
1) hasil konsultasi publik;
2) diskusi dengan pihak-pihak yang terlibat; dan
AMDAL KELOMPOK 1

72

3) pengolahan data hasil konsultasipublik; dan 1 Data dan informasi lain yang
dianggap perlu.
Tabel 3.1 Perbandingan Sistematika KA-ANDAL Menurut Permen LH No.16 Tahun 2012
dengan Dokumen Proyek

AMDAL KELOMPOK 1

73

Tabel 3.2 Panduan Penilaian Rinci Dokumen KA-ANDAL


No.
1.

Hal Yang
Dinilai/Diperiksa
Apakah dokumen KA
terdiri atas muatan
dokumen sesuai dengan
Lampiran I Peraturan
Menteri LH Nomor 16
Tahun 2012?

Hasil Penilaian/ Pemeriksaan


Ya
Tidak

Apakah dalam muatan


Pendahuluan telah
disajikan informasi
mengenai latar belakang
dilaksanakannya
rencana usaha dan/atau
kegiatan?

BAB II PELINGKUPAN
BAB
III
STUDI

Hal Yang
Dinilai/Diperiksa

AMDAL KELOMPOK 1

METODE

DAFTAR PUSTAKA
Ya
Tidak

LAMPIRAN
Telah
termuat
Pendahuluan
pada
Pembangunan Gudang dan
Perluasan Pabrik Kemasan
menurut Permen LH No.
16 Tahun 2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen
KA-ANDAL
halaman 1-1

(Perhatikan bahwa
informasi mengenai latar
belakang ini wajib berisi
uraian tentang:
a. Justifikasi
dilaksanakannya
rencana usaha
dan/atau kegiatan,
termasuk penjelasan
mengenai
persetujuan prinsip
yang menyatakan
bahwa jenis usaha
kegiatan tersebut
secara prinsip dapat
dilakukan dari pihak
yang berwenang.
Bukti formal atas
persetujuan prinsip
tersebut wajib

No.

KA-ANDAL
Pembangunan Gudang dan
Perluasan Pabrik Kemasan
terdiri dari :
BAB I PENDAHULUAN

(terdiri atas:
a. Pendahuluan
b. Pelingkupan
c. Metode Studi
d. Daftar Pustaka
e. Lampiran)
2.

Keterangan

Hasil Penilaian/ Pemeriksaan

Keterangan

74

dilampirkan;
b. alasan mengapa
rencana usaha
dan/atau kegiatan
ini wajib memiliki
Amdal dan
pendekatan studi
yang digunakan
(tunggal, terpadu,
atau kawasan); dan
c.

3.

alasan mengapa
rencana usaha
dan/atau kegiatan
ini dinilai oleh KPA
Pusat, Provinsi, atau
Kabupaten/Kota)

Apakah dalam muatan


Pendahuluan telah
disajikan informasi
mengenai tujuan
dilaksanakannya
rencana usaha dan/atau
kegiatan?
(Perhatikan bahwa
informasi mengenai
tujuan ini wajib berisi
uraian tentang:
a. uraian umum
maupun rinci
mengenai tujuan
dilaksanakannya
rencana usaha
dan/atau kegiatan;
dan

Ya
Tidak

Telah
termuat
Pendahuluan
pada
Pembangunan Gudang dan
Perluasan Pabrik Kemasan
menurut Permen LH No.
16 Tahun 2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen
KA-ANDAL
halaman 1-1

b. justifikasi manfaat
dari rencana
kegiatan kepada
masyarakat sekitar
dan peranannya
terhadap
pembangunan
nasional dan daerah)

AMDAL KELOMPOK 1

75

4.

Apakah dalam muatan


Pendahuluan telah
disajikan informasi
mengenai Pelaksana
Studi Amdal?
(Perhatikan bahwa
informasi mengenai
Pelaksana ini wajib
berisi uraian tentang:
a. Siapa yang bertindak
sebagai pemrakarsa
dan penanggung
jawab rencana usaha
dan/atau kegiatan;
dan
b. Siapa yang bertindak

AMDAL KELOMPOK 1

Ya
Tidak
Rincian Bagian a. Pemrakarsa
Ya
Tidak
Rincian Bagian b. Pelaksana
Studi Amdal
a. Adakah deskripsi rinci
pelaksana studi amdal?
Ya
Tidak
b. Apakah terdapat keterangan
yang menjelasakan bahwa
penyusunan amdal
dilakukan sendiri oleh

Catatan:
a. Pada bagian b
dalam muatan ini
perlu
dicantumkan
lebih dulu
pernyataan
apakah
penyusunan
dokumen amdal
dilakukan sendiri
oleh pemrakarsa
atau meminta
bantuan kepada
pihak lain.
b. Apabila
pemrakarsa

76

No.

Hal Yang
Dinilai/Diperiksa

Hasil Penilaian/ Pemeriksaan

Keterangan

(untuk pertanyaan ini, wajib


dicek kembali apakah tanda
bukti registrasi yang
dilampirkan masih berlaku,
pada website:
www.kompetensilingkungan
.menlh.go.id dan
www.amdal.intakindo.org)
g. Apabila penyusunan amdal
dibantu oleh LPJP, apakah
telah disampaikan pula
informasi mengenai nama
dan alamat lengkap
embaga/perusahaan
disertai nomor tanda bukti
registrasi kompetensi (dan
dilampiri dengan kopi tanda
bukti registrasi)?
Ya
Tidak
(untuk pertanyaan ini, wajib
dicek kembali apakah tanda
bukti registrasi yang
dilampirkan masih berlaku,
pada website:
www.kompetensilingkungan
.menlh.go.id dan
www.amdal.intakindo.org)
h. Apakah tenaga ahli yang
terlibat dalam penyusunan
amdal telah
mencukupi/relevan dengan
dampak penting hipotetik
yang menjadi kesimpulan
dari proses pelingkupan?
Ya
Tidak

AMDAL KELOMPOK 1

77

5.

Apakah dalam muatan


Pelingkupan telah
disajikan informasi
mengenai Deskripsi rinci
atas rencana usaha
dan/atau kegiatan yang
akan dikaji?
(Perhatikan bahwa
informasi mengenai
deskripsi rinci rencana
kegiatan ini wajib berisi
uraian tentang:
a. Status studi amdal,
apakah dilaksanakan
secara terintegrasi,
bersamaan atau
setelah studi
kelayakan teknis dan
ekonomis. Uraian ini
diperlukan sebagai
dasar untuk
menentukan
kedalaman informasi

AMDAL KELOMPOK 1

Ya
Tidak
Rincian Bagian b. Kesesuaian
dengan rencana tata ruang
a. Adakah analisis spasial
yang menguraikan secara
singkat dan menyimpulkan
kesesuaian tapak proyek
dengan tata ruang?
(apakah seluruh tapak
proyek sesuai dengan tata
ruang, atau ada sebagian
yang tidak sesuai, atau
seluruhnya tidak sesuai)
Ya
Tidak

Telah
termuat
Pembangunan Gudang dan
Perluasan Pabrik Kemasan
menurut Permen LH No.
16 Tahun 2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen
KA-ANDAL
halaman 2-1

(catatan: Dalam hal masih


ada hambatan atau keraguraguan terkait informasi
kesesuaian dengan RTRW,
maka pemrakarsa dapat

78

Hal Yang
Dinilai/Diperiksa
yang diperlukan
dalam kajian amdal.

No.

b. Kesesuaian lokasi
rencana usaha
dan/atau kegiatan
dengan rencana tata
ruang sesuai
ketentuan peraturan
perundangan.
c.

Deskripsi rencana
usaha dan/atau
kegiatan dengan
fokus kepada
komponenkomponen kegiatan
yang berpotensi
menyebabkan
dampak lingkungan
berdasarkan tahapan
kegiatan, termasuk
alternatifnya (jika
terdapat alternatifalternatif terhadap
rencana usaha
dan/atau kegiatan)
dan pengelolaan
lingkungan hidup
yang sudah
disiapkan/direncana
kan sejak awal
sebagai bagian dari
rencana kegiatan
(terintegrasi dalam
desain rencana
usaha dan/atau
kegiatan).

AMDAL KELOMPOK 1

Hasil Penilaian/ Pemeriksaan

Keterangan

meminta bukti formal/fatwa


dari instansi yang
bertanggung jawab di
bidang penataan ruang
seperti BKPTRN atau
BKPRD, dan bukti ini wajib
dilampirkan)
b. Adakah analisis spasial
yang menguraikan secara
singkat dan menyimpulkan
kesesuaian lokasi rencana
usaha dan/atau kegiatan
dengan peta indikatif
penundaan izin baru (PIPIB)
yang tercantum dalam
Inpres Nomor 6 Tahun
2013, atau peraturan
revisinya?
Ya
Tidak
Rincian Bagian c. Deskripsi
Rencana Usaha dan/atau
Kegiatan
a. Apakah dalam muatan
deskripsi rencana usaha
dan/atau kegiatan telah
disampaikan deskripsi rinci
per tahapan kegiatan?
(termasuk di dalamnya
deskripsi kegiatan utama,
kegiatan pendukung,
beserta skala dan
besarannya)
Contoh:
Dapat digunakan sebagian
dari form informasi awal
rencana kegiatan
sebagaimana tercantum
dalam lampiran V
PERMENLH 05/2012
tentang Jenis Rencana
Usaha dan/atau Kegiatan
Wajib Amdal

79

No.

Hal Yang
Dinilai/Diperiksa

Hasil Penilaian/ Pemeriksaan


pula informasi rinci
mengenai
bentuk-bentuk alternatif
yang digunakan, antara lain
alternatif lokasi,
penggunaan alat-alat
produksi, kapasitas,
spesifikasi teknik, sarana
usaha dan/atau kegiatan,
tata letak bangunan, waktu,
durasi operasi, dan/atau
bentuk alternatif lainnya?
Ya
Tidak
c.

6.

Apakah dalam muatan


Pelingkupan telah
disajikan informasi
mengenai Deskripsi rona
lingkungan hidup awal

Keterangan

Jika terdapat alternatif,


apakah telah disampaikan
penjelasan kerangka kerja
proses pemilihan alternatif
tersebut?
Ya
Tidak
(catatan: penjelasan
dimaksud terdiri atas:
1) Penjelasan dasar
pemikiran dalam
penentuan faktor-faktor
yang dipertimbangkan
dalam mengkaji
alternatif.
2) Penjelasan prosedur
yang akan digunakan
untuk melakukan
pemilihan terhadap
alternatif-alternatif yang
tersedia, termasuk cara
identifikasi, prakiraan
dan dasar pemikiran
yang digunakan untuk
memberikan
Ya pembobotan, skala atau
Tidak

Rincian bagian a Komponen


Lingkungan Terkena Dampak:

Telah
termuat
Pendahuluan
menurut
Permen LH No. 16 Tahun
2012
Dan dapat dilihat pada

No.

Hal Yang
Dinilai/Diperiksa

AMDAL KELOMPOK 1

Hasil Penilaian/ Pemeriksaan

Keterangan

80

(Perhatikan bahwa
informasi mengenai
Deskripsi rona
lingkungan hidup awal
ini wajib berisi uraian
tentang:
a. Komponen
lingkungan terkena
dampak
(komponen/features
lingkungan yang ada
disekitar lokasi
rencana usaha
dan/atau kegiatan
serta kondisi
lingkungannya)
b. Usaha dan/atau
kegiatan yang ada di
sekitar lokasi
rencana usaha
dan/atau kegiatan
yang diusulkan
beserta dampak yang
ditimbulkannya
terhadap lingkungan
hidup)

terkena dampak telah


menyampaikan mengenai
komponen/features
lingkungan yang ada
disekitar lokasi rencana
usaha dan/atau kegiatan
serta kondisi lingkungannya
yang pada dasarnya paling
sedikit memuat:
1) komponen geo-fisikkimia, seperti sumber
daya geologi, tanah, air
permukaan, air bawah
tanah, udara,
kebisingan, dan lain
sebagainya;
2) komponen biologi,
seperti vegetasi/flora,
fauna, tipe ekosistem,
keberadaan spesies
langka dan/atau
endemik serta
habitatnya, dan lain
sebagainya;
3) komponen sosioekonomi-budaya,
seperti tingkat
pendapatan, demografi,
mata pencaharian,
budaya setempat, situs
arkeologi, situs budaya
dan lain sebagainya;
4) komponen kesehatan
masyarakat, seperti
perubahan tingkat
kesehatan masyarakat
Ya
Tidak
b. Apabila terdapat alternatifalternatif lokasi rencana
kegiatan, apakah
disampaikan pula deskripsi
rona lingkungan hidup awal
untuk setiap alternatif
lokasi?
Ya
Tidak
Rincian bagian b Usaha
dan/atau Kegiatan lain yang
Ada di Sekitar
a. Apakah terdapat penjelasan
yang memberikan gambaran
utuh tentang kegiatankegiatan lain (yang sudah

AMDAL KELOMPOK 1

81

No.

Hal Yang
Dinilai/Diperiksa

Hasil Penilaian/ Pemeriksaan

Keterangan

b. Apakah terdapat
permasalahan tumpang
tindih lahan dengan
kegiatan-kegiatan lain yang
sudah ada di lokasi rencana
kegiatan?
Ya
Tidak
(catatan: dalam hal terdapat
permasalahan tumpang
tindih lahan, sebaiknya
diselesaikan terlebih dahulu
di luar mekanisme amdal,
sebelum proses amdal dapat
dilanjutkan)

AMDAL KELOMPOK 1

82

7.

Apakah dalam muatan


Pelingkupan telah
disajikan informasi
mengenai Analisis Hasil
pelibatan masyarakat?

Ya
Tidak
Rincian bagian analisis hasil
pelibatan masyarakat:
a. Apakah dalam bagian ini
terdapat uraian hasil proses
pelibatan masyarakat yang
diperlukan dalam proses
pelingkupan?
Ya
Tidak

Telah
termuat
Pendahuluan
menurut
Permen LH No. 16 Tahun
2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen
KA-ANDAL
halaman 2-49

(Perlu diingat bahwa saran,


pendapat dan tanggapan
yang diterima dari
masyarakat harus diolah
sebelum digunakan sebagai
input proses pelingkupan)
b. Apakah dilampirkan pula
Bukti pengumuman dan
hasil pelaksanaan
konsultasi publik?
Ya
Tidak
c.

Apakah bukti pengumuman


dan hasil konsultasi publik
telah sesuai dengan
ketentuan yang diatur
dalam PERMENLH 17/2012
tentang Pedoman
Keterlibatan Masyarakat
dalam Amdal dan Izin
Lingkungan?
Ya
Tidak

d. Apakah terdapat
kesimpulan mengenai hal
kunci (keypoints) yang
harus menjadi perhatian
bagi pengambil keputusan,
yaitu informasi apa yang
dibutuhkan oleh pengambil
keputusan terkait dengan
hasil pelibatan masyarakat?

No.

Hal Yang
Dinilai/Diperiksa

AMDAL KELOMPOK 1

Hasil Penilaian/ Pemeriksaan

Keterangan

83

Ya
Tidak
(catatan:
beberapa contoh
kesimpulan hal kunci ini
antara lain:
1) Informasi deskriptif
tentang keadaan
lingkungan sekitar (ada
hutan bakau atau
banyak pabrik
membuang limbah ke
sungai X).
2) Nilai-nilai lokal terkait
dengan rencana usaha
dan/atau kegiatan yang
diusulkan.
3) Kebiasaan adat
setempat terkait dengan
rencana usaha
dan/atau kegiatan yang
diusulkan.
4) Aspirasi masyarakat
terkait dengan rencana
usaha dan/atau
kegiatan yang
diusulkan, antara lain
kekhawatiran tentang
perubahan lingkungan
yang mungkin terjadi
(jangan sampai kita
kekurangan air atau
tidak senang adanya
tenaga kerja dari luar);
dan harapan tentang
perbaikan lingkungan
atau kesejahteraan
akibat adanya rencana
kegiatan (minta
disediakan air bersih
atau minta pemuda
setempat
diperkerjakan))

AMDAL KELOMPOK 1

84

8.

Apakah dalam muatan


Pelingkupan telah
disajikan uraian
mengenai Proses
Penentuan Dampak
Penting Hipotetik (DPH)?

Ya
Tidak
Rincian bagian proses
penentuan DPH:
a. Apakah terdapat proses
identifikasi dampak
potensial beserta uraian
analisisnya?
Ya
Tidak

Telah termuat Pendahuluan


menurut Permen LH No. 16
Tahun 2012
Dan

dapat

dokumen

dilihat

pada

KA-ANDAL

halaman 2-52

b. Apakah terdapat hasil


identifikasi dampak
potensial berupa daftar
dampak potensial?
Ya
Tidak
c.

AMDAL KELOMPOK 1

Apakah seluruh dampak

85

potensial yang mungkin


timbul atas adanya rencana
usaha dan/atau kegiatan
telah diidentifikasi?
Ya
Tidak
(catatan: Pada tahapan ini
hanya diinventarisasi
dampak potensial yang
mungkin akan timbul tanpa
memperhatikan
besar/kecilnya dampak,
atau penting tidaknya
dampak. Dengan demikian
pada tahap ini belum ada
upaya untuk menilai
apakah dampak potensial
tersebut merupakan
dampak penting atau tidak)
d. Apakah terdapat proses
evaluasi dampak potensial
beserta uraian analisisnya
untuk setiap dampak
potensial yang dievaluasi?
Ya
Tidak
e. Apakah dalam proses
evaluasi dampak potensial
telah dijelaskan mengenai
dasar penentuan bagaimana
suatu dampak potensial
dapat disimpulkan menjadi
dampak penting hipotetik
(DPH) atau tidak?
Ya
Tidak
f. Apakah dalam melakukan
evaluasi dampak potensial
juga digunakan kriteria
yaitu dengan menguji
apakah pihak pemrakarsa
telah berencana untuk
mengelola dampak tersebut
dengan cara-cara yang
mengacu pada Standar
Operasional Prosedur (SOP)
tertentu, pengelolaan yang
menjadi bagian dari rencana
kegiatan, panduan teknis
tertentu yang diterbitkan
pemerintah dan/atau
standar internasional, dan
lain sebagainya?
Ya

AMDAL KELOMPOK 1

86

9.

Apakah dalam muatan


Pelingkupan telah
disajikan penjelasan
mengenai Proses
penentuan Batas
Wilayah Studi dan Batas
Waktu Kajian?

AMDAL KELOMPOK 1

Ya
Tidak
Rincian bagian proses
penentuan batas wilayah studi:
a. Apakah dalam bagian ini
disampaikan mengenai
proses penentuan batas
terluar dari hasil tumpang
susun (overlay) dari batas
wilayah proyek, ekologis,
sosial dan administratif
setelah mempertimbangkan
kendala teknis yang
dihadapi?
Ya
Tidak
b. Apakah dalam bagian ini
disajikan penentuan
masing-masing batas
wilayah (proyek, ekologis,
sosial dan administratif)
yang dilengkapi dengan
justifikasi ilmiah yang kuat?
Ya
Tidak
c. Apakah bagian ini juga
dilengkapi dengan peta
batas wilayah studi yang
merupakan hasil tumpang
susun (overlay) dari batas
wilayah proyek, ekologis,
sosial dan administratif?
Ya
Tidak

Telah termuat Pelingkupan


menurut Permen LH No. 16
Tahun 2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen
KA-ANDAL
halaman 2-77

87

No.

Hal Yang
Dinilai/Diperiksa

AMDAL KELOMPOK 1

Hasil Penilaian/ Pemeriksaan

Keterangan

88

(catatan: peta batas wilayah


studi dan 4 peta unsur
pembentuknya tidak harus
dalam peta terpisah
maupun dalam satu peta
gabungan, melainkan
disesuaikan dengan
kebutuhan dengan
menekankan pada tampilan
yang informatif, sesuai
dengan kaidah kartografi
dan bermanfaat bagi proses
pengambilan keputusan)
Rincian bagian proses
penentuan batas waktu kajian:
a. Apakah terdapat
uraian/penjelasan yang
menyimpulkan mengenai
batas waktu kajian untuk
setiap DPH?
Ya
Tidak
(catatan: Setiap dampak
penting hipotetik yang dikaji
memiliki batas waktu kajian
tersendiri. Penentuan batas
waktu kajian ini selanjutnya
digunakan sebagai dasar
untuk melakukan
penentuan perubahan rona
lingkungan tanpa adanya
rencana usaha dan/atau
kegiatan atau dengan
adanya rencana usaha
dan/atau kegiatan)
b. Apakah dalam bagian ini
telah disampaikan
justifikasi penentuan batas
waktu kajian untuk setiap
DPH?
Ya
Tidak
c. Apakah batas waktu kajian
yang disampaikan relevan
dengan input-input
pelingkupan (deskripsi
kegiatan, deksripsi rona
lingkungan, dan hasil
pelibatan masyarakat)?
Ya
Tidak

AMDAL KELOMPOK 1

89

10.

Apakah dalam muatan


Pelingkupan juga
dilengkapi dengan tabel
ringkasan proses
pelingkupan?

Ya
Tidak
(catatan: contoh tabel ringkasan
proses pelingkupan terdapat
pada Lampiran I PERMENLH
16/2012)

Telah termuat Pelingkupan


menurut Permen LH No. 16
Tahun 2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen
KA-ANDAL
halaman 2-74

digunakan?
Ya
Tidak
g. Apakah Parameter yang
dikumpulkan dan dianalisis
datanya sesuai dengan
dampak penting hipotetik?
Ya
Tidak
h. Apakah Metode/alat yang
digunakan sesuai dengan
parameter yang dianalisis?
Ya
Tidak
Rincian bagian Metode
prakiraan dampak penting yang
akan digunakan:
a. Apakah pada bagian ini
telah diuraikan metode
prakiraan dampak penting
yang digunakan untuk
memprakirakan besaran
dan sifat penting dampak
dalam studi Andal untuk
masing-masing DPH?
Ya
Tidak
b. Untuk prakiraan dampak
dengan menggunakan
metode kuantitatif, apakah
Benar dapat digunakan
untuk DPH yang dapat
dikuantifikasikan?
Ya
Tidak
c. Apabila menggunakan
metode analogi, apakah
menjelaskan kegiatan yang
dianalogikan dan lokasi
kegiatan tersebut?
Ya
Tidak
d. Terkait angka 3 di atas,
apakah kegiatan dan lokasi
tersebut dapat

AMDAL KELOMPOK 1

90

11.

Apakah dalam muatan


Metode Studi telah
disajikan penjelasan dan
informasi mengenai:
a. Metode
pengumpulan dan
analisis data yang
akan digunakan
b. Metode prakiraan
dampak penting
yang akan
digunakan
c. Metode evaluasi
secara holistik
terhadap dampak
lingkungan?

AMDAL KELOMPOK 1

Ya
Tidak
Rincian bagian metode
pengumpulan dan analisis data:
a. Apakah pada bagian ini
telah dicantumkan secara
jelas metode yang
digunakan dalam proses
pengumpulan data berikut
dengan jenis peralatan,
instrumen, dan tingkat
ketelitian alat yang
digunakan dalam
pengumpulan data?
Ya
Tidak
b. Apakah pada bagian ini
telah diuraikan metode yang
digunakan untuk
menganalisis data hasil
pengukuran dengan
mencantumkan jenis
peralatan, instrumen, dan
rumus yang digunakan
dalam proses analisis data?
Ya
Tidak
(catatan: metode pengumpulan
dan analisis data wajib
disajikan untuk setiap DPH
yang akan dikaji dalam Andal)
c. Apakah pada bagian ini
menjelaskan jumlah dan
lokasi pengambilan sampel?
Ya
Tidak
d. Apakah pada bagian ini
menjelaskan alasan
Penetapan Titik Sampling?
Ya
Tidak
e. Apakah pada bagian ini
disampaikan peta titik
sampling yang di-overlaykan dengan batas wilayah
studi (batas proyek, batas
ekologis, batas sosial, batas
administrasi)?
Ya
Tidak
f. Untuk aspek sosial,
ekonomi, budaya dan
kesehatan,

Telah termuat Pelingkupan


menurut Permen LH No. 16
Tahun 2012
Dan dapat
dokumen
halaman 3-1

dilihat pada
KA-ANDAL

91

digunakan?
Ya
Tidak
g. Apakah Parameter yang
dikumpulkan dan dianalisis
datanya sesuai dengan
dampak penting hipotetik?
Ya
Tidak
h. Apakah Metode/alat yang
digunakan sesuai dengan
parameter yang dianalisis?
Ya
Tidak
Rincian bagian Metode
prakiraan dampak penting yang
akan digunakan:
a. Apakah pada bagian ini
telah diuraikan metode
prakiraan dampak penting
yang digunakan untuk
memprakirakan besaran
dan sifat penting dampak
dalam studi Andal untuk
masing-masing DPH?
Ya
Tidak
b. Untuk prakiraan dampak
dengan menggunakan
metode kuantitatif, apakah
Benar dapat digunakan
untuk DPH yang dapat
dikuantifikasikan?
Ya
Tidak
c. Apabila menggunakan
metode analogi, apakah
menjelaskan kegiatan yang
dianalogikan dan lokasi
kegiatan tersebut?
Ya
Tidak
d. Terkait angka 3 di atas,
apakah kegiatan dan lokasi
tersebut dapat
dianalogikan?
Ya
Tidak
e. Apabila menggunakan
metode penilaian ahli,
apakah tenaga ahli tersebut
sesuai dengan keahliannya?
Ya

AMDAL KELOMPOK 1

92

a. KEPKABAPEDAL
056/1994;
b. UU 32/2009;
c. PP 27/2012; atau
d. Kriteria lain?
Ya
Tidak
g. Terkait dengan nomor 6 di
atas, apabila menggunakan
kriteria lain, apakah
menjelaskan kriterianya?
Ya
Tidak
Rincian bagian Metode evaluasi
secara holistik terhadap
dampak lingkungan
a. Apakah pada bagian ini
telah diuraikan metode yang
akan digunakan dalam
studi Andal untuk
mengevaluasi keterkaitan
dan interaksi dampak
lingkungan yang
diprakirakan timbul
(seluruh dampak penting
hipotetik) secara
keseluruhan dalam rangka:
a) penentuan karakteristik
dampak rencana usaha
dan/atau kegiatan
secara total terhadap
lingkungan hidup; dan
b) menentukan kelayakan
atau ketidaklayakan
lingkungan hidup?
Ya
Tidak
b. Jika pada bagian ini
disampaikan akan
digunakan metode matriks
evaluasi holistik, apakah
disampaikan nama metode
dan cara penggunaan
metodenya (Leopold, Lohani
Than, Fisher Davis, dll)?
Ya
Tidak
c. Jika pada bagian ini
disampaikan bahwa akan
digunakan metode evaluasi
holistik berupa matriks
evaluasi, Apakah telah
dijelaskan pula indeks skala

AMDAL KELOMPOK 1

93

dijelaskan pula referensi


yang digunakan untuk
indeks skala kualitas
lingkungan?
Ya
Tidak
12.

13.

14.

15.

Apakah dalam muatan


Metode Studi telah
dilengkapi pula dengan
tabel ringkasan metode
studi?

Ya
Tidak
(catatan: contoh tabel ringkasan
proses metode studi terdapat
pada Lampiran I Permen LH
16/2012)

Telah termuat Metode Studi


menurut Permen LH No. 16
Tahun 2012

Apakah dalam muatan


Daftar Pustaka telah
diuraikan pustaka atau
literatur yang digunakan
untuk keperluan
penyusunan dokumen
KA?

Ya
Tidak

Telah termuat Metode Studi


menurut Permen LH No. 16
Tahun 2012

Apakah dalam muatan


Daftar Pustaka
disampaikan pustaka
atau literatur yang
relevan atau sesuai
dengan uraian dalam
dokumen KA?
Apakah penulisan
muatan Daftar Pustaka
sesuai dengan kaidah
penulisan kepustakaan
ilmiah yang mutakhir?

Ya
Tidak

AMDAL KELOMPOK 1

Dan dapat dilihat pada


dokumen
KA-ANDAL
halaman 3-35

Dan dapat dilihat pada


dokumen KA-ANDAL

Telah termuat Metode Studi


menurut Permen LH No. 16
Tahun 2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen KA-ANDAL

Ya
Tidak

Telah
termuat
Daftar
Pustaka menurut Permen LH
No. 16 Tahun 2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen KA-ANDAL

94

16.

Apakah dalam muatan


Lampiran telah
dilampirkan informasi
tambahan sebagai
berikut:
a. Bukti Formal yang
menyatakan bahwa
jenis usaha kegiatan
tersebut secara
prinsip dapat
dilakukan;
b. copy sertifikat
kompetensi
penyusun Amdal;
c. copy tanda registrasi
lembaga penyedia
jasa penyusunan
(LPJP) Amdal untuk
dokumen Amdal
yang disusun oleh
LPJP atau tanda
registrasi penyusun
perorangan, untuk
dokumen amdal
yang disusun oleh
tim penyusun
perorangan;

AMDAL KELOMPOK 1

Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak

Telah
termuat
menurut
Permen LH No. 16 Tahun
2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen KA-ANDAL

95

d. Keputusan
Pembentukan Tim
Pelaksana Studi
Amdal, untuk
dokumen amdal
yang disusun oleh
tim penyusun
perorangan;
e. biodata singkat
personil penyusun
Amdal;
f.
surat pernyataan
bahwa personil
tersebut benarbenar melakukan
penyusunan dan
ditandatangani di
atas materai;
g. Informasi detail lain
mengenai rencana
kegiatan (jika
dianggap perlu);
h. bukti formal bahwa
rencana lokasi
Usaha dan/atau
Kegiatan telah
sesuai dengan
yang terlibat;
dan
3) pengolahan data
hasil konsultasi
publik; dan
l.
Data dan informasi
lain yang dianggap
perlu

Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak

Ya
Tidak

ANDAL
Dalam dokumen amdal terdapat ANDAL dengan mengacu pada Peraturan Mentri No.16
Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup mengatakan :
A. PENJELASAN UMUM
1. Pengertian
Yang dimaksud Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup selanjutnya
disebut Amdal adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan
yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Yang dimaksud dampak
AMDAL KELOMPOK 1

96

penting adalah perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang diakibatkan
oleh suatu usaha dan/atau kegiatan. Analisis Dampak Lingkungan Hidup selanjutnya
disebut Andal, adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak penting
suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
2. Fungsi pedoman penyusunan dokumen Andal
Pedoman penyusunan Andal digunakan sebagai dasar penyusunan Andal.
3. Tujuan dan fungsi Andal
Andal disusun dengan tujuan untuk menyampaikan telaahan secara cermat dan
mendalam tentang dampak penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. Hasil kajian
dalam Andal berfungsi untuk memberikan pertimbangan guna pengambilan keputusan
kelayakan atau ketidaklayakan dari rencana usaha dan/atau kegiatan yang diusulkan.
B. MUATAN DOKUMEN ANDAL
1. Pendahuluan
Pendahuluan ini memuat ringkasan deskripsi rencana usaha dan/atau kegiatan,
dampak penting hipotetik, batas wilayah studi dan batas waktu kajian berdasarkan
hasil pelingkupan dalam Kerangka Acuan (termasuk bila ada alternatif-alternatif).
Masing-masing butir yang diuraikan pada bagian ini disusun dengan mengacu pada
hasil pelingkupan dalam dokumen Kerangka Acuan. Surat Persetujuan Kesepakatan
Kerangka Acuan atau Pernyataan Kelengkapan Administrasi Dokumen Kerangka
Acuan (dalam hal jangka waktu penilaian Kerangka Acuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan
telah terlampaui dan Komisi Penilai Amdal belum menerbitkan keputusan persetujuan
Kerangka Acuan) wajib dilampirkan.

2. Deskripsi Rinci Rona Lingkungan Hidup Awal


Deskripsi rinci rona lingkungan hidup awal berisi uraian mengenai rona
lingkungan hidup (environmental setting) secara rinci dan mendalamdi lokasi rencana
usaha dan/atau kegiatan, yang mencakup:
a. Komponen lingkungan terkena dampak penting rencana usaha dan/atau kegiatan
(komponen/features lingkungan yang ada disekitar lokasi rencana usaha dan/atau
kegiatan serta kondisi lingkungannya), yang pada dasarnya paling sedikit memuat:
AMDAL KELOMPOK 1

97

1) komponen geo-fisik-kimia, seperti sumber daya geologi, tanah, air permukaan,


air bawah tanah, udara, kebisingan, dan lain sebagainya.
2) komponen biologi, seperti vegetasi/flora, fauna, tipe ekosistem, keberadaan
spesies langka dan/atau endemik serta habitatnya, dan lain sebagainya.
3) komponen sosio-ekonomi-budaya, seperti tingkat pendapatan, demografi, mata
pencaharian, budaya setempat, situs arkeologi, situs budaya dan lain sebagainya.
4) komponen kesehatan masyarakat, seperti perubahan tingkat kesehatan
masyarakat.
b. Usaha dan/atau kegiatan yang ada di sekitar lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan
yang diusulkan beserta dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan hidup.
Tujuan penjelasan ini adalah memberikan gambaran utuh tentang kegiatan-kegiatan
lain (yang sudah ada di sekitar lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan) yang
memanfaatkan sumber daya alam dan mempengaruhi lingkungan setempat.

3. Prakiraan Dampak Penting


Analisis prakiraan dampak penting pada dasarnya menghasilkan informasi
mengenai besaran dan sifat penting dampak untuk setiap dampak penting hipotetik
(DPH) yang dikaji. Karena itu dalam bagian ini, penyusun dokumen Amdal
menguraikan hasil prakiraan secara cermat mengenai besaran dan sifat penting dampak
untuk setiap dampak penting hipotetik (DPH) yang dikaji. Perhitungan dan analisis
prakiraan dampak penting hipotetik tersebut menggunakan metode prakiraan dampak
yang tercantum dalam kerangka acuan. Metode prakiraan dampak penting
menggunakan metode-metode ilmiah yang berlaku secara nasional dan/atau
internasional di berbagai literature yang sesuai dengan kaidah ilmiah metode prakiraan
dampak penting dalam Amdal.
Dalam menguraikan prakiraan dampak penting tersebut, penyusun dokumen Amdal
hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Penggunaan data runtun waktu (time series) yang menunjukkan perubahan kualitas
lingkungan dari waktu ke waktu.
b. Prakiraan dampak dilakukan secara cermat mengenai besaran dampak penting dari
aspek biogeofisik-kimia, sosial, ekonomi, budaya, tata ruang, dan kesehatan
AMDAL KELOMPOK 1

98

masyarakat pada tahap prakonstruksi, konstruksi, operasi, dan pascaoperasi usaha


dan/atau kegiatansesuai dengan jenis rencana usaha dan/atau kegiatannya. Tidak
semua jenis rencana usaha dan/atau kegiatan memiliki seluruh tahapan tersebut.
c. Telaahan dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas
lingkungan hidup yang diprakirakan dengan adanya usaha dan/atau kegiatan, dan
kondisi kualitas lingkungan hidup yang diprakirakan tanpa adanya usaha dan/atau
kegiatan dalam batas waktu yang telah ditetapkan, dengan menggunakan metode
prakiraan dampak.
d. Dalam melakukan telaahan tersebut perlu diperhatikan dampak yang bersifat
langsung dan/atau tidak langsung.
e. Dalam hal rencana usaha dan/atau kegiatan masih berada pada tahap pemilihan
alternatif komponen rencana usaha dan/atau kegiatan (misalnya: alternatif lokasi,
penggunaan alat-alat produksi, kapasitas, spesifikasi teknik, sarana usaha dan/atau
kegiatan, tata letak bangunan, waktu dan durasi operasi, dan/atau bentuk alternatif
lainnya).
f. Proses analisis prakiraan dampak penting dilakukan dengan menggunakan metodemetode ilmiah yang berlaku secara nasional dan/atau internasional di berbagai
literatur. Dalam melakukan analisis prakiraan besaran dampak penting tersebut
sebaiknya digunakan metode-metode formal secara matematis, terutama untuk
dampak-dampak penting hipotetik yang dapat dikuantifikasikan. Penggunaan
metode non formal hanya dilakukan bilamana dalam melakukan analisis tersebut
tidak tersedia formulaformula matematis atau hanya dapat didekati dengan metode
non formal.

4. Evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan


Dalam bagian ini, pada dasarnya penyusun dokumen Amdal menguraikan hasil
evaluasi atau telaahan keterkaitan dan interaksiseluruh dampak penting hipotetik
(DPH) dalam rangka penentuan karakteristik dampak rencana usaha dan/atau kegiatan
secara total terhadap lingkungan hidup. Dalam melakukan evaluasi secara holistik
terhadap DPH tersebut, penyusun dokumen Amdal menggunakan metode evaluasi
dampak yang tercantum dalam kerangka acuan. Metode evaluasi dampak tersebut
AMDAL KELOMPOK 1

99

menggunakan metode-metode ilmiah yang berlaku secara nasional dan/atau


internasional di berbagai literatur yang sesuai dengan kaidah ilmiah metode evaluasi
dampak penting dalam Amdal. Dalam hal rencana usaha dan/atau kegiatan masih
berada pada pemilihan alternatif, maka evaluasi atau telaahan tersebut dilakukan untuk
masing-masing alternatif.
Berdasarkan hasil telaahan keterkaitan dan interaksi dampak penting hipotetik (DPH)
tersebut dapat diperoleh informasi antara lain sebagai berikut:
a. Bentuk hubungan keterkaitan dan interaksi DPHbeserta karakteristiknya antara lain
seperti frekuensi terjadi dampak, durasi dan intensitas dampak, yang pada akhirnya
dapat digunakan untuk menentukan sifat penting dan besaran dari dampak-dampak
yang telah berinteraksi pada ruang dan waktu yang sama.
b. Komponen-komponen rencana usaha dan/atau kegiatan yang paling banyak
menimbulkan dampak lingkungan.
c. Area-area yang perlu mendapat perhatian penting (area of concerns) beserta
luasannya (lokal, regional, nasional, atau bahkan international lintas batas negara).

5. Daftar Pustaka
Pada bagian daftar pustaka, penyusun menguraikan rujukan data dan pernyataanpernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta
disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku.

6. Lampiran
Pada bagian lampiran, penyusun dokumen Amdal dapat melampirkan hal-hal
sebagai berikut:
a. Surat Persetujuan Kesepakatan Kerangka Acuan atau Pernyataan Kelengkapan
Administrasi Dokumen Kerangka Acuan.
b. Data dan informasi rinci mengenai rona lingkungan hidup, antara lain berupa tabel,
data, grafik, foto rona lingkungan hidup, jika diperlukan.
c. Ringkasan dasar-dasar teori, asumsi-asumsi yang digunakan, tata cara, rincian
proses dan hasil perhitungan-perhitungan yang digunakan dalam prakiraan dampak.

AMDAL KELOMPOK 1

100

d. Ringkasan dasar-dasar teori, asumsi-asumsi yang digunakan, tata cara, rincian


proses dan hasil perhitungan-perhitungan yang digunakan dalam evaluasi secara
holistik terhadap dampak lingkungan.
e. Data dan informasi lain yang dianggap perlu atau relevan.

Tabel 3.3 Perbandingan Sistematika ANDAL Menurut Permen LH No.16 Tahun 2012
dengan Dokumen Proyek

AMDAL KELOMPOK 1

101

Tabel 3.4 Panduan Penilaian Rinci Dokumen ANDAL


No.
1.

Hal yang
Dinilai/Diperiksa
Apakah dokumen Andal
terdiri atas muatan
dokumen sesuai dengan
Lampiran II Peraturan
Menteri LH Nomor 16
Tahun 2012?

Hasil Penilaian/Pemeriksaan
Ya
Tidak

Apakah dalam muatan


Pendahuluan telah
disajikan informasi
mengenai:
a. ringkasan deskripsi
rencana usaha
dan/atau kegiatan;
b. ringkasan dampak
penting hipotetik
yang ditelaah/dikaji;
c. batas wilayah studi
dan Batas waktu
kajian

AMDAL KELOMPOK 1

Dokumen
ANDAL
Pembangunan Gudang dan
Pabrik Kemasan terdiri
dari :
BAB I PENDAHULUAN
BAB
II
DESKRIPSI
RINCI
RONA
LINGKUNGAN AWAL

(terdiri atas:
a. Pendahuluan
b. Deskripsi Rinci Rona
Lingkungan Hidup
Awal
c. Prakiraan Dampak
Penting
d. Evaluasi secara
holistik terhadap
dampak lingkungan
e. Daftar Pustaka
f. Lampiran)
2.

Keterangan

BAB III PRAKIRAAN


DAMPAK PENTING
BAB IV EVALUASI
DAMPAK PENTING
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Ya
Tidak

Telah
termuat
PENDAHULUAN
menurut Permen LH No.
16 Tahun 2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen ANDAL I-1
sampai I-28

102

3.

Apakah dalam sub


muatan ringkasan
deskripsi rencana usaha
dan/atau kegiatan telah
menguraikan secara
singkat mengenai
deskripsi rencana usaha
dan/atau kegiatan
dengan fokus pada
komponen-komponen
kegiatan yang berpotensi
menimbulkan dampak
lingkungan, berikut
alternatif-alternatif dari
rencana usaha dan/atau
kegiatan tersebut jika
ada?

Ya
Tidak

Telah
termuat
PENDAHULUAN
menurut Permen LH No.
16 Tahun 2012
Dan dapat dilihat pada
dokumen ANDAL I-1

Catatan:
perlu diingat bahwa
uraian ini disampaikan
dengan mengacu pada
proses pelingkupan yang
tercantum dalam
dokumen KA
4.

Apakah dalam sub


muatan Ringkasan
Dampak Penting
Hipotetik yang Ditelaah
telah diuraikan secara
singkat mengenai daftar
dampak penting
hipotetik (DPH) yang
akan dikaji dalam
dokumen Andal
mengacu pada hasil
pelingkupan dalam
dokumen KA?

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL I-24
Dan dapat dilihat pada

Catatan:
Uraian singkat tersebut
agar dilengkapi dengan
bagan alir proses
pelingkupan

AMDAL KELOMPOK 1

103

5.

Apakah dalam sub


muatan Batas wilayah
studi dan batas waktu
kajian, telah diuraikan
mengenai:
a. wilayah studi dan
menampilkannya
dalam bentuk peta
atau data informasi
spasial batas wilayah
studi yang dapat
menggambarkan
batas wilayah proyek,
ekologis, sosial dan
administratif dengan
mengacu pada hasil
pelingkupan dalam
dokumen KA
b. batas waktu kajian
yang akan digunakan
dalam melakukan
prakiraan setiap
dampak penting
hipotetik yang akan
dikaji dalam Andal
dengan mengacu
pada batas waktu
kajiaan hasil
pelingkupan?

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL I-27-I28

6.

Apakah dalam muatan


Deskripsi Rinci Rona
Lingkungan Hidup Awal
telah disajikan informasi
mengenai rona
lingkungan hidup
(environmental setting)
secara rinci dan
mendalam di lokasi
rencana usaha dan/atau
kegiatan, yang
mencakup:
a. Komponen
lingkungan terkena
dampak dari rencana
usaha dan/atau
kegiatan

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL II-1
sampai dengan II-38

AMDAL KELOMPOK 1

Catatan:
a. Uraian rona lingkungan
hidup awal pada dasarnya
memuat data dan informasi
dalam wilayah studi yang
relevan dengan dampak
penting yang akan dikaji
dan proses pengambilan
keputusan atas rencana
usaha dan/atau kegiatan
yang diusulkan.
b. Data dan informasi rinci
terkait dengan rona
lingkungan hidup dimaksud

104

7.

(komponen/features
lingkungan yang ada
disekitar lokasi
rencana usaha
dan/atau kegiatan
serta kondisi
lingkungannya); dan
b. Usaha dan/atau
kegiatan yang ada di
sekitar lokasi
rencana usaha
dan/atau kegiatan
yang diusulkan
beserta dampak yang
ditimbulkannya
terhadap lingkungan
hidup?
Apakah dalam sub
muatan mengenai
Komponen lingkungan
terkena dampak dari
rencana usaha dan/atau
kegiatan telah memuat
informasi mengenai
komponen lingkungan
yang paling sedikit
mencakup:
a. komponen geo-fisikkimia, seperti sumber
daya geologi, tanah,
air permukaan, air
bawah tanah, udara,
kebisingan, dan lain
sebagainya.
b. komponen biologi,
seperti vegetasi/flora,
fauna, tipe
ekosistem,
keberadaan spesies
langka dan/atau
endemik serta
habitatnya, dan lain
sebagainya.
c. komponen sosioekonomi-budaya,
seperti tingkat
pendapatan,
demografi, mata
pencaharian, budaya
setempat, situs
arkeologi, situs
budaya dan lain
sebagainya.

AMDAL KELOMPOK 1

dapat disampaikan dalam


lampiran.
c. Dalam hal terdapat
beberapa alternatif lokasi,
maka uraian rona
lingkungan hidup awal
tersebut dilakukan untuk
masing-masing alternatif
lokasi tersebut.
d. Uraian rona lingkungan
hidup sedapat mungkin
agar menggunakan data
runtun waktu (time series).
e. komponen lingkungan
hidup yang memiliki arti
ekologis dan ekonomis perlu
mendapat perhatian.
Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL II-1

105

d. komponen kesehatan
masyarakat, seperti
perubahan tingkat
kesehatan
masyarakat
8.

Apakah dalam sub


muatan mengenai Usaha
dan/atau kegiatan yang
ada di sekitar lokasi
rencana usaha dan/atau
kegiatan telah
memberikan gambaran
utuh tentang kegiatankegiatan lain (yang
sudah ada di sekitar
lokasi rencana usaha
dan/atau kegiatan) yang
memanfaatkan sumber
daya alam dan
mempengaruhi
lingkungan setempat?

AMDAL KELOMPOK 1

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL II-18

Catatan:
a. Pada bagian ini penyusun
dokumen Amdal juga harus
menguraikan kondisi
kualitatif dan kuantitatif
berbagai sumberdaya alam
yang ada di wilayah studi
rencana usaha dan/atau
kegiatan, baik yang sudah
atau yang akan
dimanfaatkan maupun yang
masih dalam bentuk
potensi.
b. Penyajian kondisi sumber
daya alam ini perlu
dikemukakan dalam peta
dan/atau label dengan skala
memadai dan bila perlu
harus dilengkapi dengan
diagram, gambar, grafik
atau foto sesuai dengan
kebutuhan.

106

9.

10.

11.

12.

13.

Apakah dalam muatan


mengenai Prakiraan
Dampak Penting telah
disajikan proses analisis
dampak lingkungan yang
menghasilkan informasi
mengenai:
a. besaran dampak dan
b. sifat penting dampak
untuk setiap dampak
penting hipotetik (DPH)
yang dikaji?

Apakah prakiraan
dampak penting telah
dilakukan dengan
memperhatikan
penggunaan data runtun
waktu (time series) yang
menunjukkan
perubahan kualitas
lingkungan dari waktu
ke waktu.
Apakah prakiraan
dampak penting telah
dilakukan dengan
cermat mengenai
besaran dampak penting
Apakah prakiraan
dampak penting telah
dilakukan dengan cara:
a. menganalisis
perbedaan antara
Apakah prakiraan
dampak penting telah
dilakukan dengan telah
memperhatikan dampak
yang bersifat langsung
dan/atau tidak
langsung?

AMDAL KELOMPOK 1

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-1
sampai dengan III-32

Catatan:
a. dalam bagian ini, penyusun
dokumen Amdal
menguraikan hasil
prakiraan secara cermat
mengenai besaran dan sifat
penting dampak untuk
setiap dampak penting
hipotetik (DPH) yang dikaji.
b. Perhitungan dan analisis
prakiraan dampak penting
hipotetik tersebut
menggunakan metode
prakiraan dampak yang
tercantum dan disetujui
dalam kerangka acuan.
c. Ringkasan dasar-dasar
teori, asumsi-asumsi yang
digunakan, tata cara,
rincian proses dan hasil
perhitungan-perhitungan
yang digunakan dalam
prakiraan dampak, dapat
dilampirkan sebagai bukti.
Ya
Tidak

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-1

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-14

Ya
Tidak
Catatan:
Dampak langsung adalah
dampak yang ditimbulkan
secara langsung oleh adanya
usaha dan/atau

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-23

107

14.

Apakah prakiraan
dampak penting
dilakukan untuk
masing-masing
alternatif, apabila
rencana usaha dan/atau
kegiatan masih berada
pada tahap pemilihan
alternatif komponen
rencana usaha dan/atau
kegiatan?

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-30

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-30

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-30

(beberapa contoh
alternatif yang mungkin
ada misalnya: alternatif
lokasi, penggunaan alatalat produksi, kapasitas,
spesifikasi teknik,
sarana usaha dan/atau
kegiatan, tata letak
bangunan, waktu dan
durasi operasi, dan/atau
bentuk alternatif lainnya)
15.

Apakah prakiraan
dampak penting
dilakukan dengan
mengutamakan
penggunaan metodemetode formal secara
matematis, terutama
untuk dampak-dampak
penting hipotetik yang
dapat dikuantifikasikan?
Perlu diingat bahwa
penggunaan metode non
formal hanya dilakukan
bilamana dalam
melakukan analisis
tersebut tidak tersedia
formula-formula
matematis atau hanya
dapat didekati dengan
metode non formal.

16.

Apakah yang
diprakirakan dampaknya
konsisten dengan
Dampak Penting
Hipotetik (termasuk
sumber dampaknya)?

AMDAL KELOMPOK 1

108

17.

18.

19.

20.

Apakah dalam muatan


Evaluasi secara holistik
terhadap dampak
lingkungan telah
dilakukan proses
evaluasi holistik dengan:
a. menguraikan hasil
evaluasi atau
telaahan keterkaitan
dan interaksi seluruh
dampak penting
hipotetik (DPH)
dalam rangka
penentuan
karakteristik dampak
rencana usaha
dan/atau kegiatan
secara total terhadap
Jika kajian Andal
memberikan beberapa
alternatif komponen
rencana usaha dan/atau
kegiatan, apakah dalam
muatan evaluasi secara
holistik terhadap
dampak lingkungan
telah diuraikan dan
Apakah dalam muatan
Evaluasi secara holistik
terhadap dampak
lingkungan telah
menghasilkan
kesimpulan mengenai:
a. Bentuk hubungan
keterkaitan dan
interaksi DPH
ruang dan waktu
yang sama.
b. Komponenkomponen rencana
usaha dan/atau
kegiatan yang paling
banyak
menimbulkan
dampak lingkungan.
Apakah dalam muatan
evaluasi secara holistik
terhadap dampak
lingkungan, penyusun
dokumen Amdal telah
melakukan telahaan atas
berbagai opsi
pengelolaan dampak
lingkungan yang

AMDAL KELOMPOK 1

Ya
Tidak

Ya
Tidak

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-32

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-32

109

untuk melakukan opsi


pengelolaan terbaik (best
achievable technology)
dan relevansi opsi
pengelolaan yang
tersedia dengan kondisi
local.
21.

22.

Apakah dalam muatan


evaluasi secara holistik
terhadap dampak
lingkungan telah
disajikan rumusan
arahan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan
hidup yang menjadi
dasar bagi penyusunan
RKL-RPL yang lebih
detail/rinci dan
operasional?

Apakah dalam muatan


evaluasi secara holistik
terhadap dampak
lingkungan,
pemrakarsa/penyusun
Amdal dapat
menyimpulkan atau
memberikan pernyataan
kelayakan lingkungan
hidup atas rencana
usaha dan/atau
kegiatan yang dikaji,
dengan
mempertimbangkan
kriteria kelayakan
lingkungan hidup?

AMDAL KELOMPOK 1

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-32

Catatan:
Perlu diingat bahwa arahan
pengelolaan dilakukan terhadap
seluruh komponen kegiatan
yang menimbulkan dampak,
baik komponen kegiatan yang
paling banyak memberikan
dampak turunan (dampak yang
bersifat strategis) maupun
komponen kegiatan yang tidak
banyak memberikan dampak
turunan. Arahan pemantauan
dilakukan terhadap komponen
lingkungan yang relevan untuk
digunakan sebagai indikator
untuk mengevaluasi penaatan
(compliance), kecenderungan
(trendline) dan tingkat kritis
(critical level) dari suatu
pengelolaan lingkungan hidup.
Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-32

110

23.

Apakah terdapat analisis


mengenai kesimpulan
kelayakan/ketidaklayaka
n lingkungan hidup dari
rencana usaha dan/atau
kegiatan terhadap
kriteria kelayakan
lingkungan hidup
berupa rencana tata
ruang sesuai ketentuan
peraturan perundangundangan?
Catatan:

a.

24.

Perlu diingat bahwa


penyusun amdal
harus:
1) Menyimpulkan
kesesuaian tapak
proyek dengan
tata ruang
apakah seluruh
tapak proyek
sesuai dengan
tata ruang, atau
ada sebagian
yang tidak
sesuai, atau
seluruhnya tidak
sesuai
(Dalam hal masih
ada hambatan
Apakah terdapat analisis
mengenai kesimpulan
kelayakan/ketidaklayaka

AMDAL KELOMPOK 1

Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL III-32

Pertanyaaan rincian nomor 23:

a.

Apakah lokasi tapak


proyek rencana usaha
dan/atau kegiatan telah
sesuai dengan RTRW yang
berlaku sesuai ketentuan
peraturan perundangundangan?;
Ya
Tidak
Catatan:
1) Telahaan mengenai
benar tidaknya
kesesuaian tata ruang
dilakukan oleh
anggota KPA atau tim
teknis dari instansi
yang bertanggung
jawab mengenai
penataan ruang;
2) Perlu diperhatikan
berbagai peraturan
perundangan terkait
penataan ruang
seperti: UU 26/2007;
PP 26/2008; KEPPRES
04/2009; PERMENPU
16/2009; PERMENPU
20/2011; dan lainYa
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL IV-2

111

n lingkungan hidup dari


rencana usaha dan/atau
kegiatan terhadap
kriteria kelayakan
lingkungan hidup
berupa kebijakan di
bidang perlindungan dan
pengelolaan lingkungan
hidup serta sumber daya
alam (PPLH dan SDA)
yang diatur dalam
peraturan perundangundangan?
Catatan:
Perlu diingat bahwa
kebijakan di bidang
PPLH dan SDA sangat
banyak, variatif dan
spesifik. Sehingga setiap
anggota KPA maupun
tim teknis memiliki
peran penting untuk
melakukan telahaan
mengenai benar tidaknya
rencana usaha dan/atau
kegiatan yang diusulkan
adalah diperbolehkan
berdasarkan seluruh
ketentuan peraturan
perundang-undangan
mengenai PPLH dan SDA

AMDAL KELOMPOK 1

Pertanyaaan rincian nomor 24:


a. Apakah rencana usaha
dan/atau kegiatan yang
diusulkan adalah
diperbolehkan untuk
dilakukan pada rencana
lokasi tapak proyek sesuai
ketentuan peraturan
perundangan?
Ya
Tidak
Sebagai contoh:
1) Dalam PP 24 tahun
2010 Penggunaaan
Kawasan Hutan, telah
diatur bahwa hanya
ada 12 kegiatan yang
dibolehkan di kawasan
hutan lindung;
2) Dalam PP 28 tahun
2011 tentang Kawasan
Suaka Alam dan
Kawasan Pelestarian
Alam, terdapat
beberapa kegiatan
yang dibolehkan
dilakukan di kawasan
tersebut;
3) Dalam UU 26/2007
tentang Penataan
Ruang dan Keppres 32
Tahun 1990 telah
diatur bahwa suatu
area hanya dapat
dikatakan sebagai
kawasan lindung jika
memenuhi kriteria dan
telah ditetapkan sesuai
ketentuan peraturan
perundangan;
4) Berbagai peraturan
perundangan lainnya
yang mengatur caracara memanfaatkan
sumber daya alam dan
melakukan
perlindungan dan
pengelolaan
lingkungan hidup.
b. Apakah seluruh kajian
dalam Andal dan RKL-RPL
menunjukkan bahwa
rencana usaha dan/atau
kegiatan yang diusulkan

112

25.

Apakah terdapat analisis


mengenai kesimpulan
kelayakan/ketidaklayaka
n lingkungan hidup dari
rencana usaha dan/atau
kegiatan terhadap
kriteria kelayakan
lingkungan hidup
berupa Kepentingan
pertahanan keamanan
negara?

Ya
Tidak
Pertanyaaan rincian nomor 25:
Apakah rencana usaha
dan/atau kegiatan yang
diusulkan tidak menggangu
kepentingan pertahanan dan
keamanan negara sesuai
dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan?
Ya
Tidak
Catatan:
Perlu diingat bahwa informasi
mengenai hal ini harus hadir
dari anggota KPA yang
merupakan wakil dari instansi
yang bertanggung jawab
terhadap pertahanan dan
keamanan negara, sebagai
contoh:
Terdapat beberapa wilayah laut
NKRI yang merupakan zona
latihan militer, atau zona lain
terkait kepentingan pertahanan
dan keamanan negara

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL IV-3

26.

Apakah terdapat analisis


mengenai kesimpulan
kelayakan/ketidaklayaka
n lingkungan hidup dari
rencana usaha dan/atau
kegiatan terhadap
kriteria kelayakan
lingkungan hidup
berupa Prakiraan secara

Ya
Tidak
Pertanyaaan rincian nomor 26:
a. Apakah setiap dampak yang
diprakirakan telah
menyajikan prakiraan
besaran dan sifat
pentingnya?

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL IV-4

No.

Hal yang
Dinilai/Diperiksa

Hasil Penilaian/Pemeriksaan

Keterangan

AMDAL KELOMPOK 1

113

cermat mengenai
besaran dan sifat
penting dampak dari
aspek biogeofisik kimia,
sosial, ekonomi, budaya,
tata ruang, dan
kesehatan masyarakat
pada tahap
prakonstruksi,
konstruksi, operasi, dan
pasca operasi Usaha
dan/atau Kegiatan?

27.

Apakah terdapat analisis


mengenai kesimpulan
kelayakan/ketidaklayaka
n lingkungan hidup dari
rencana usaha dan/atau
kegiatan terhadap
kriteria kelayakan
lingkungan hidup
berupa Hasil evaluasi
secara holistik terhadap
seluruh dampak penting
sebagai sebuah kesatuan
yang saling terkait dan
saling mempengaruhi
sehingga diketahui
perimbangan dampak

Ya
Tidak
Sebagai contoh:
atau
b. Apakah dalam menentukan
kelayakan atau
ketidaklayakan lingkungan
telah mempertimbangkan
hasil prakiraan cermat
mengenai besaran dan sifat
penting dari keseluruhan
dampak yang diprakirakan
timbul?
Ya
Tidak
Contoh dampak spesifik
pada pembangunan
struktur di pesisir pantai
Ya
Tidak
Pertanyaaan rincian nomor 27:
Apakah hasil evaluasi holistik
digunakan sebagai salah satu
acuan dalam menentukan
kelayakan atau ketidaklayakan
lingkungan?
Ya
Tidak

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL IV-6

penting yang bersifat


positif dengan yang
bersifat negatif?
Catatan:
Perimbangan dampak
penting positif dengan
dampak penting negatif
berarti bahwa dapat
disajikan daftar dampak
positif dan dampak
negatif beserta arahan
pengelolaan dan
pemantauan
lingkungannya sehingga
dapat menjadi referensi
bagi KPA untuk
menentukan kesimpulan
kelayakan atau
ketidaklayakan
rencana usaha dan/atau

AMDAL KELOMPOK 1

114

28.

Apakah terdapat analisis


mengenai kesimpulan
kelayakan/ketidaklayaka
n lingkungan hidup dari
rencana usaha dan/atau
kegiatan terhadap
kriteria kelayakan
lingkungan hidup
berupa Kemampuan
pemrakarsa dan/atau
pihak terkait yang
bertanggung jawab
dalam menanggulanggi
dampak penting negatif
yang akan ditimbulkan
dari Usaha dan/atau
Kegiatan yang
direncanakan dengan
pendekatan teknologi,
sosial, dan
kelembagaan?

Ya
Tidak
Catatan:
Sebagai contoh, untuk rencana
kegiatan pembangunan dan
pengoperasian bendungan,
pasti akan timbul dampak
berupa erosi dan sedimentasi
yang nantinya akan
berpengaruh terhadap masa
layan/umur bendungan itu
sendiri.
Namun demikian, pengendalian
terhadap dampak ini tidak
mungkin menjadi tanggung
jawab pemrakarsa sendiri saja
(ada beberapa lokasi, terutama
yang di hulu sungai yang di
luar ruang kendali pemrakarsa
untuk mengendalikan
dampaknya)
Sehingga untuk lokasi tersebut
sesungguhnya adalah tanggung
jawab pemerintah atau
pemerintah daerah yang
memiliki ruang kendali
dampaknya.
Untuk kasus seperti ini, maka
kesimpulan kelayakan atau
ketidaklayakan lingkungan dari
rencana usaha dan/atau
kegiatan yang dinilai wajib
mempertimbangkan pula
kemampuan pihak terkait
(dalam kasus bendungan,
adalah pemerintah atau
pemerintah daerah) untuk
mengendalikan dampak erosi
dan sedimentasi, khususnya
pada lokasi di hilir sungai yang
dibendung.

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL IV-6

29.

Apakah terdapat analisis


mengenai kesimpulan
kelayakan/
ketidaklayakan

Ya
Tidak
Sebagai contoh:

Dan dapat dilihat pada


dokumen ANDAL IV-6

AMDAL KELOMPOK 1

115

RKL-RPL
Dalam dokumen amdal terdapat RKL-RPL dengan mengacu pada Peraturan Mentri
No.16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup mengatakan :
A. PENJELASAN UMUM
1. Pengertian
Yang dimaksud Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup selanjutnya
disebut Amdal adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan
yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
Yang dimaksud dampak penting adalah perubahan lingkungan hidup yang sangat
mendasar yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup selanjutnya disebut RKL adalah upaya
penanganan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari rencana usaha dan/atau
kegiatan.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup selanjutnya disebut RPL adalah upaya
pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak dari rencana usaha
dan/atau kegiatan.
RKL-RPL harus memuat mengenai upaya untuk menangani dampak dan
memantau komponen lingkungan hidup yang terkena dampak terhadap keseluruhan
dampak, bukan hanya dampak yang disimpulkan sebagai dampak penting dari hasil
proses evaluasi holistik dalam Andal.Sehingga untuk beberapa dampak yang
disimpulkan sebagai bukan dampak penting, namun tetap memerlukan dan
direncanakan untuk dikelola dan dipantau (dampak lingkungan hidup lainnya), maka
tetap perlu disertakan rencana pengelolaan dan pemantauannya dalam RKL-RPL.

2. Lingkup rencana pengelolaan lingkungan hidup


RKL memuat upaya-upaya mencegah, mengendalikan dan menanggulangi
dampak penting lingkungan hidup dan dampak lingkungan hidup lainnya yang bersifat
AMDAL KELOMPOK 1

116

negatif dan meningkatkan dampak positif yang timbul sebagai akibat dari suatu
rencana usaha dan/atau kegiatan. Dalam pengertian tersebut upaya pengelolaan
lingkungan hidup antara lainmencakup kelompok aktivitas sebagai berikut:
a. Pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk menghindari atau mencegah dampak
negatif lingkungan hidup;
b. Pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk menanggulangi, meminimisasi,
atau mengendalikan dampak negative baik yang timbul pada saat usaha dan/atau
kegiatan; dan/atau
c. Pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat meningkatkan dampak positif sehingga
dampak tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar baik kepada
pemrakarsa maupun pihak lain terutama masyarakat yang turut menikmati dampak
positif tersebut.

3. Lingkup rencana pemantauan lingkungan hidup


Pemantauan lingkungan hidup dapat digunakan untuk memahami fenomenafenomena yang terjadi pada berbagai tingkatan, mulai dari tingkat proyek (untuk
memahami perilaku dampak yang timbul akibat usaha dan/atau kegiatan), sampai ke
tingkat kawasan atau bahkan regional; tergantung pada skala masalah yang dihadapi.
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam merumuskan rencana pemantauan
lingkungan dalam Dokumen RKL-RPL, yakni:
a.

Komponen/parameter

lingkungan

hidup

yang

dipantau

mencakup

Komponen/parameter lingkungan hidup yang mengalami perubahan mendasar, atau


terkena dampak penting dan komponen/parameter lingkungan hidup yang terkena
dampak lingkungan hidup lainnya.
b. Aspek-aspek yang dipantau perlu memperhatikan benar dampak penting yang
dinyatakan dalam Andal dan dampak lingkungan hidup lainnya, dan sifat
pengelolaan dampak lingkungan hidup yang dirumuskan rencana pengelolaan
lingkungan hidup.
c. Pemantauan dapat dilakukan pada sumber penyebab dampak dan/atau terhadap
komponen/parameter lingkungan hidup yang terkena dampak. Dengan memantau
AMDAL KELOMPOK 1

117

kedua hal tersebut sekaligus akan dapat dinilai/diuji efektivitas kegiatan


pengelolaan lingkungan hidup yang dijalankan.
d. Pemantauan lingkungan hidup harus layak secara ekonomi. Biaya yang dikeluarkan
untuk pemantauan perlu diperhatikan mengingat kegiatan pemantauan senantiasa
berlangsung sepanjang usia usaha dan/atau kegiatan.
e. Rencana pengumpulan dan analisis data aspek-aspek yang perlu dipantau
f. Rencana pemantauan lingkungan perlu memuat tentang kelembagaan pemantauan
lingkungan hidup. Kelembagaan pemantauan lingkungan hidup yang dimaksud di
sini adalah institusi yang bertanggungjawab sebagai pelaksana pemantauan,
pengguna hasil pemantauan, dan pengawas kegiatan pemantauan.
B. MUATAN DOKUMEN RKL-RPL
1. Pendahuluan
Dalam bagian ini, penyusun dokumen Amdal menjelaskan atau menguraikan halhal sebagai berikut:
a. Pernyataan tentang maksud dan tujuan pelaksanaan RKL-RPL secara umum dan
jelas. Pernyataan ini harus dikemukakan secara sistematis, singkat dan jelas.
b. Pernyataan kebijakan lingkungan dari pemrakarsa. Uraikan dengan singkat tentang
komitmen pemrakarsa usaha dan/atau kegiatan untuk memenuhi (melaksanakan)
ketentuan peraturan perundangundangan di bidang lingkungan yang relevan, serta
komitmen untuk melakukan penyempurnaan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup secara berkelanjutan dalam bentuk mencegah, menanggulangi
dan mengendalikan dampak lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatannya
serta melakukan pelatihan bagi karyawannya di bidang pengelolaan lingkungan
hidup.

2. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup


Dalam bagian ini, penyusun dokumen Amdal menguraikan bentuk-bentuk
pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan atas dampak yang ditimbulkan dalam
rangka untuk menghindari, mencegah, meminimisasi dan/atau mengendalikan dampak
negatif dan meningkatkan dampak positif. Uraian tersebut dicantumkan secara singkat

AMDAL KELOMPOK 1

118

dan jelas dalam bentuk matrik atau tabel yang berisi pengelolaan terhadap terhadap
dampak yang ditimbulkan, dengan menyampaikan elemen-elemen sebagai berikut:
a. Dampak lingkungan (dampak penting dan dampak lingkungan hidup lainnya).
b. Sumber dampak (dampak penting dan dampak lingkungan hidup lainnya).
c. Indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup.
d. Bentuk Pengelolaan lingkungan hidup.
e. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup.
f. Periode pengelolaan lingkungan hidup.
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Dalam kolom ini, penyusun dokumen Amdal menjelaskan secara rinci upayaupaya pengelolaan lingkungan hidup yang akan dilakukan. Secara umum, bentuk
pengelolaan lingkungan dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok yaitu:
a. Pendekatan teknologi
Pendekatan ini adalah cara-cara atau teknologi yang digunakan untuk
mengelola dampak penting lingkungan hidup.
b. Pendekatan sosial ekonomi
Pendekatan ini adalah langkah-langkah yang akan ditempuh pemrakarsa
dalam upaya menanggulangi dampak penting melalui tindakan-tindakan yang
berlandaskan pada interaksi sosial, dan bantuan peran pemerintah.
c. Pendekatan institusi
Pendekatan ini adalah mekanisme kelembagaan yang akan ditempuh
pemrakarsa dalam rangka menanggulangi dampak penting lingkungan hidup.

3. Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup


Pada bagian ini, penyusun dokumen Amdal menguraikan secara singkat dan jelas
rencana pemantauan dalam bentuk matrik atau table untuk dampak yang ditimbulkan.
Matrik atau tabel ini berisi pemantauan terhadap terhadap dampak yang ditimbulkan.
Matrik atau tabel tersebut disusun dengan menyampaikan elemen-elemen sebagai
berikut:

AMDAL KELOMPOK 1

119

a. Dampak yang dipantau, yang terdiri dari: jenis dampak yang terjadi, komponen
lingkungan yang terkena dampak, dan indikator/parameter yang dipantau dan
sumber dampak.
b. Bentuk pemantauan lingkungan hidup yang terdiri dari metode pengumpulan dan
analisis data, lokasi pemantauan, waktu dan frekuensi pemantauan.
c. Institusi pemantau lingkungan hidup, yang terdiri dari pelaksana pemantauan,
pengawas pemantauan dan penerima laporan pemantauan.

4. Jumlah dan Jenis Izin PPLH yang Dibutuhkan


Dalam hal rencana usaha dan/atau kegiatan yang diajukan memerlukan izin
PPLH, makadalam bagian ini, penyusun dokumen Amdal sudah mengidentifikasi dan
merumuskan daftar jumlah dan jenis izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan
hidup yang dibutuhkan berdasarkan rencana pengelolaan lingkungan hidup.

5. Pernyataan komitmen pelaksanaan RKL-RPL


Pernyataan pemrakarsa memuat pernyataan dari pemraksarsa untuk melaksanakan
RKL-RPL yang ditandatangani di atas kertas bermaterai.
6. Daftar pustaka
Pada bagian ini utarakan sumber data dan informasi yang digunakan dalam
penyusunan RKL_RPL baik yang berupa buku, majalah, makalah, tulisan, maupun
laporan hasil-hasil penelitian. Bahan-bahan pustaka tersebut agar ditulis dengan
berpedoman pada tata carapenulisan pustaka.

7. Lampiran
Penyusun dokumen Amdal juga dapat melampirkan data dan informasi
lain yang dianggap perlu atau relevan.

AMDAL KELOMPOK 1

120

Tabel 3.5 Perbandingan Sistematika ANDAL Menurut Permen LH No.16 Tahun 2012
dengan Dokumen Proyek

AMDAL KELOMPOK 1

121

BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Dalam pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan terdapat tiga
tahap proses pembangunan yang perlu dilihat apakah perlu AMDAL atau tidak,
yaitu tahap prakonstruksi, tahap konstruksi dan tahap operasional. Berdasarkan
matrik identifikasi dampak potensial didapat sebagai berikut :
1. Tahap pra-konstruksi
- Persepsi masyarakat

2. Tahap konstruksi
- Penurunan kualitas udara dan kebisingan
- Penurunan kuantitas air tanah
- Penurunan kualitas air permukaan
- Peningkatan kuantitas air permukaan dan peningkatan air larian
(run off)
- Penurunan estetika lingkungan
- Gangguan lalu lintas
- Kerusakan jalan
- Terganggunya flora dan fauna
- Kesempatan kerja dan berusaha
- Terganggunya kesehatan masyarakat

3. Tahap operasonal
- Penurunan kualitas air tanah
- Penurunan kuantitas air tanah
- Kualitas air permukaan
- Peningkatan kuantitas ai r permukaan dan peningkatan air larian
(run off)
- Penurunan estetika lingkungan

AMDAL KELOMPOK 1

122

- Gangguan lalu lintas


- Kesempatan kerja dan berusaha
- Persepsi masyarakat
- Ketertiban dan keamanan
- Terganggunya kesehatan masyarakat

Metode studi dilakukan sebagai berikut :


a. Pengumpulan data dan informasi
b. Identifkasi dampak
c. Prakiraan dampak
d. Evaluasi dampak
e. Rekomendasi atau saran tindak
Dalam dokumen AMDAL ini mencakup KA ANDAL, ANDAL, RKL dan RPL
sehingga dapat menentukan apakah proyek pembangunan gudang dan perluasan
pabrik kemasan ini dapat dilakukan sampai tingkat AMDAL atau hanya sebatas
RKL dan RPL.

4.2. Saran
Dalam penentuan AMDAL perlu diperhatikan sedetail mungkin agar dampak
dari pembanguan yang dilakukan tidak merugikan bagi lingkungan setempat dan
pada penyusunan dokumen AMDAL perlu diperhatikan sistematika penyusunan
sehingga dokumen tersebut dapat dimengerti dan sesuai dengan perturan yang
berlaku serta peraturan-peraturan yang digunakan dalam penentuan AMDAL
harus yang paling terbaru.

AMDAL KELOMPOK 1

123

DAFTAR PUSTAKA

Tjahjono.Muljadi, 2013, Kerangka Acuan (KA) Studi Analisis Mengenai


Dampak Lingkungan Pembangunan Gudang dan Perluasan Pabrik
Kemasan, PT.Purinusa Ekapersada: Bandung

Tjahjono.Muljadi, 2013, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Pembangunan


Gudang dan Perluasan Pabrik Kemasan, PT.Purinusa Ekapersada:
Bandung

Tjahjono.Muljadi, 2013, Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana


Pemantauan Lingkungan (RPL) Pembangunan Gudang dan Perluasan
Pabrik Kemasan, PT.Purinusa Ekapersada: Bandung