Anda di halaman 1dari 21

Komponen nonptotoplasmik dalam sel

Komponen nonprotoplasmik dalam sel


dibedakan atas :
Cair
disimpan dalam vakuola sel
berupa asam-asam organik, karbohidrat, protein,
alkaloid, zat penyamak, zat warna antosianin
Padat : kristal kalsium oksalat, aleuron, amilum
Benda ergastik bersifat padat berupa:
1. Amilum (butir-butir amilum) (C6H10O5)n
- Terdapat di dalam plastida yang berupa karbohidrat atau
polisakarida berbentuk tepung.
- AMILOPLAS (plastida pembentuk tepung) dapat dibedakan
menjadi :
a) Leukoamiloplas, berwarna putih menghasilkan tepung
cadangan makanan
b) Kloroamiloplas, berwarna hijau menghasilkan tepung
asimilasi
Menurut banyaknya hilus dalam amilum, amilum dibedakan menjadi :
a) Butir amilum tunggal (monoadelf): pada sebutir amilum terdapat sebuah
hilus

b) Butir amilum setengah majemuk : terdapat dua hilus yang masingmasing dikelilingi oleh lamelae, tetapi kemudian terbentuk lamelae
yang mengelilingi seluruhnya.
c) Butir amilum majemuk (diadelf) : tiap butir mempunyai lebih dari satu
hilus dan setiap hilus dikelilingi oleh lamelae yang terpisah satu
dengan yang lainnya.
HILUS (HILUM) : Titik initial (permulaan) terbentuknya amilum
Berdasarkan letak hilus, butir amilum dibedakan menjadi :
- amilum yang konsentris, hilus berada di tengah
- amilum yang eksentris, hilus berada di tepi
Di dalam amilum ada lamela-lamela yang mengelilingi hilus.
Adanya lamela disebabkan karena saat pembentukan amilum, tiap
lapisan berbeda kadar airnya indeks pembiasannya berbeda.
Lamela-lamela (lamellae) akan hilang jika dibubuhi alkohol keras (air
diserap alkohol) indeks pembiasan menjadi sama.

KOROSI : Peristiwa dimana di bagian tengah amilum kadang-kadang


tampak seperti terkerat.
Korosi terjadi pada butir-butir amilum dalam biji yang sedang
berkecambah.
Butir amilum biji Phaseolus vulgaris (kacang), kadang-kadang tampak
retak bagian tengah. Hal ini terjadi pada biji kering karena kepekatan
di bagian tengah butir amilum itu berkurang.
Reaksi pengenal untuk amilum : J-KJ (memberi warna biru / hitam).
2. Aleuron dan kristaloid putih telur
Di tempat-tempat penyimpanan makanan cadangan, (biji), selain
amilum, ada zat putih telur.
Biji masih muda, vakuola sel banyak, kecil-kecil. Biji menjelang tua
vakuola mesatu, besar. Biji mengering air dalam vakuola semakin
sedikit konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya (zat putih telur,

garam, lemak) semakin besar vakuola pecah menjadi beberapa


vakuola kecil zat putih telur, garam-garam dan lemak mengkristal.
Vakuola yang berisi kristal tersebut disebut ALEURON.
Sebuah aleuron berisi satu atau lebih kristaloid putih telur dan satu
atau beberapa globoid, yaitu bulatan kecil yang tersusun oleh zat
fitin (garam Ca- dan Mg- dari asam meseinesit hexafosfor). Di
samping itu ada zat putih telur amorf, yang bila diberi larutan Jodium
kuning coklat.
Pada biji padi dan jagung, butir-butir aleuron ada di dalam lapisan
aleuron (terdiri atas sel-sel jaringan endosperm yang letaknya paling
luar). Lapisan ini biasanya terbuang bila mencuci beras terlalu bersih
sebelum dimasak.
Pada biji jarak, butir aleuron letaknya tersebar dan berukuran besar.

3. Kristal Ca-oksalat

Hasil reaksi suatu pertukaran zat yang terjadi dalam sitoplasma.


Dugaan : asam oksalat bebas merupakan racun bagi tumbuhan
diendapkan berupa garam Ca-oksalat.
Larut dalam asam kuat; Tidak larut dalam asam cuka.
Terdapat dalam berbagai bentuk :
a) Kristal pasir, bentuk piramida kecil,
misal: pada tangkai daun bayam (Amaranthus sp), tangkai daun
tembakau (Nicotiana tabacum), dan Begonia sp.
b) Kristal tunggal besar, berbentuk prisma atau poliedris, terdapat pada
daun jeruk (Citrus sp).
c) Rafida, berbentuk seperti jarum atau sapu lidi, terdapat pada daun
bunga pukul empat (Mirabilis jalapa), batang dan akar lidah buaya
(Aloe sp) dan daun nanas (Ananas commosus).
d) Kristal sferit, bentuk kristal tersusun atas bagian-bagian yang teratur
secara radier, terdapat pada batang Phyllocactus sp.
e) Kristal majemuk, berbentuk seperti bintang atau roset (disebut kristal
drussen), terdapat pada korteks batang mlinjo (Gnetum gnemon),
daun kecubung (Datura metel), korteks batang delima (Punica
granatum) dan batang jarak (Ricinus communis)

Benda ergastik bersifat cair ada dalam cairan sel berupa zat-zat
yang larut di dalamnya : asam organik, karbohidrat, protein,
lemak, zat penyamak, antosian, alkaloid, minyak eteris atau
minyak atsiri dan hars.
Cairan sel terdapat di dalam vakuola. Zat yang terlarut di dalam
cairan sel berbeda-beda untuk setiap sel, bahkan dalam sebuah
sel komposisi zat yang terlarut di masing-masing vakuola
mungkin berbeda satu sama lain.
1. Asam organik : asam oksalat, asam sitrat, asam malat dll, kadangkadang ada dalam bentuk garam-garamnya. Konsentrasi asam

organik yang tinggi ada dalam vakuola sel-sel buah yang masih
muda.
2. Karbohidrat : sakarida terlarut
ex : disakarida (sakarose, maltose), monosakarida (glukose, fruktose)
3. Protein : asam amino dan peptida sederhana
4. Lemak : lemak atau minyak; sebagai cadangan makanan. Ex: asam
palmitat dan asam stearat pada biji kacang tanah dan daging buah
kelapa
5. Zat penyamak (tanin) : diduga berfungsi sebagai bahan pelindung,
ex : pada gambir (Uncaria gambir).
6. Antosian : pigmen vakuola, ex : pada epidermis mahkota bunga dan
epidermis daun yang tidak hijau, organ itu berwarna-warni.
7. Alkaloida : fungsi bagi tumbuhan belum jelas, ex :
- Cofein pada Cofea robusta (kopi)
- Capsein pada Capsicum sp. (lombok)
- Papain pada Carica papaya (pepaya)
- Theobromin pada Theobroma cacao (coklat)
8. Minyak eteris (minyak atsiri = minyak menguap)
: Punya daya membias cahaya yang kuat bagian yang mengandung
minyak eteris tampak mengkilat.
Terdapat misalnya pada :
- kulit buah jeruk (Citrus sp.)

- kulit buah lombok (Capsicum sp.)


- kaun kayu putih (Melaleuca leucadendron)
- kulit batang kayu manis (Cinnamomum zeylanicum)
- rizoma jahe (Zingiber officinale)
- daun mahkota bunga mawar (Rossa sp)
9. Hars
- Pada Pinus merkusii yang disadap untuk memperoleh terpentin

Vacuoles and vesicles are storage organelles in cells.


Vacuoles are larger than vesicles. Either structure may
store water, waste products, food, and other cellular
materials. In plant cells, the vacuole may take up most
of the cell's volume.
The membrane surrounding the plant cell vacuole is called the tonoplast.

Diposkan oleh justforeuis di 3/07/2011 07:27:00 AM 2 komentar


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Link ke posting ini
Label: Struktur Perkembangan Tumbuhan

Sel dengan bagian yang Hidup


Pandey, membagi komponen penyusun sel tumbuhan dalam dua
kelompok besar, yaitu :
Komponen protoplasmik : inti, mitokondria, plastida, retikulum endoplasma,
ribosom, sferosom, mikrotubul, badan golgi
Komponen non-protoplasmik : vakuola dan hasil-hasil metabolisme, antara lain
kristal, minyak atsiri, amilum, aleuron
Sel dikatakan masih hidup : di dalam sel masih dijumpai adanya protoplasma
Protoplasma : Zat hidup penyusun protoplas
Sitoplasma :
dibagi menjadi 3 bagian

1. plasmolema (plasmoderma / ektoplas) : bagian

sitoplasma yang berbatasan

dengan dinding sel


2. polioplasma = polioplas : sitoplasma bagian tengah atau di sebelah dalam
plasmolema. Mengandung Mikrosoma atau Fisoda (butir-butir halus) yang terdiri
dari tetes-tetes minyak, air dan kristal-kristal kecil.
3. tonoplasma : bagian sitoplasma yang berbatasan dengan vakuola
- Hialoplasma : Bahan dasar penyusun sitoplasma, tampak jernih seperti kaca dan dapat membias cahaya

Nucleus
Nucleus- The nucleus is the control center of the cell. It is the largest organelle in the cell and
it contains the DNA of the cell. The DNA of all cells is made up of chromosomes.
DNA (Deoxyribonucleic Acid) contains all the information for cells to live, perform their
functions and reproduce. Inside the nucleus is another organelle called the nucleolus. The
nucleolus is responsible for making ribosomes. The circles on the surface of the nucleus are
the nuclear pores. These are where ribosomes, and other materials move in and out of the cell.
NUKLEUS
Terdiri dari :
1. dinding sel (membran inti) : selaput pembungkus inti.
2. angka inti (retikulum)
3. anak inti (nukleolus) : benda bulat kecil dalam inti.
4. cairan inti, berupa larutan kental dalam ruang inti.
Fungsi inti sel :
1. mengatur proses-proses hidup dari protoplasma

2. sebagai pembawa sifat-sifat yang dapat diturunkan


Mitochondria
Mitochondria are membrane-enclosed organelles distributed through the cytosol of most
eukaryotic cells. Their main function is the conversion of the potential energy of food
molecules into ATP. Every type of cell has a different amount of mitochondria.. There are
more mitochondria in cells that have to perform lots of work, for example- your leg muscle
cells, heart muscle cells etc. Other cells need less energy to do their work and have less
mitochondria.

Mitokondria

Mitochondria have:
an outer membrane that encloses the entire structure
an inner membrane that encloses a fluid-filled matrix
between the two is the intermembrane space
the inner membrane is elaborately folded with shelflike cristae projecting into the matrix.

Plastida
Merupakan benda kecil-kecil, dengan bentuk yang bervariasi yang tersusun
atas zat putih telur dengan struktur dan fungsi spesifik.
Plastida merupakan perkembangan lebih lanjut dari proplastida.
Berdasarkan warnanya, dibedakan atas
Leukoplas : leukoamiloplas, elaioplas, proteinoplas
Kromatofora : kromoplas, kloroplas, feoplas, redoplas

Chloroplast-

The cell organelle in which photosynthesis takes place. In this organelle the light energy of the sun
is converted into chemical energy.
Chloroplasts are found only in plant cells not animal cells. The chemical energy that is produced
by chloroplasts is finally used to make carbohydrates like starch, that get stored in the plant.
Chloroplasts contain tiny pigments called chlorophylls. Chlorophylls are responsible for trapping
the light energy from the sun.
-Di dalam kloroplas terdapat : Klorofil (butir-butir hijau daun) dan Karotenoid
- Tumbuhan tinggi umumnya mengandung klorofil yang terdiri dari :
1. Klorofil a (C55H72O5N4Mg), berwarna hijau kebiru- biruan
2. Klorofil b (C55H70O6N4Mg), berwarna hijau kekuning-kuningan
-Karotenoid, terdiri dari :
1. Karotin (C40H56 ), berwarna jingga merah
2. Xantofil (C40H56O2 ), berwarna kuning
-Menurut bentuknya kloroplas dibagi menjadi :
1. Kloroplas bentuk lensa, misal pada Hydrilla verticillata
2. Kloroplas bentuk bintang, terdapat pada ganggang Zygnema
3. Kloroplas bentuk jala, terdapat pada ganggang Cladophora
4. Kloroplas bentuk pita, terdapat pada ganggang Spyrogyra
-Di dalam kloroplas terdapat PIRENOID, yaitu benda-benda yang terdiri dari zat putih telur dan tampak
mengkilat. KLOROAMILOPLAS : Kloroplas pembentuk tepung.

Endoplasmic reticulum (ER)It is a network of membranes throughout the cytoplasm of the cell. There are two types of ER.

When ribosomes are attached it is called rough ER and smooth ER when there are no ribosomes
attached.
The rough endoplasmic reticulum is where most protein synthesis occurs in the cell. The function of
the smooth endoplasmic reticulum is to synthesize lipids in the cell. The smooth ER is also
helps in the detoxification of harmful substances in the cell.

RibosomesOrganelles that help in the synthesis of proteins. Ribosomes are made up of two parts, called
subunits.
They get their names from their size. One unit is larger than than the other so they are called large
and small subunits.
Both these subunits are necessary for protein synthesis in the cell. When the two units are docked
together with a special information unit called messenger RNA, they make proteins.
Some ribosomes are found in the cytoplasm, but most are attached to the endoplasmic reticulum.
While attached to the ER, ribosomes make proteins that the cell needs and also ones to be
exported from the cell for work elsewhere in the body.
Diktiosom (badan golgi): sekresi gula, polisakarida (bahan dinding sel), dan
kompleks protein-polisakarida
Sferosom :sintesis lemak, didlmnya dijumpai timbunan lemak, diduga
sebagai intermedia sintesis lilin, kutin, dan beberapa senyawa penghasil
lilin dan kutin penyusun dinding sel
Mikrobadan :
peroksisom : berhubungan dg kloroplas dan merupakan tempat fotorespirasi
asam glikolat
glioksisom : terlibat dalam penggunaan asetil Co A pada wkt pengerahan
cadangan makanan-lipid, terutama setelah perkecambahan biji yang
mengandung minyak

Sel muda sebagian besar berisi sitoplasma, vakuola banyak dan kecilkecil. Menjelang tingkat pertumbuhan memanjang, beberapa
vakuola bersatu beberapa vakuola yang agak besar.
Untuk transport hasil metabolisme, ada gerakan sitoplasma di dalam
sel. Karena adanya beberapa vakuola, terjadi gerakan SIRKULASI
pada sitoplasma.
Pada tingkat akhir pertumbuhan, sel cukup tua,
beberapa vakuola bergabung menjadi sebuah vakuola besar
di tengah sel, sitoplasma terdesak ke tepi sel menyerupai selaput
tipis, maka gerakan plasma menjadi gerakan ROTASI (berputar).

Selain benda-benda hidup, didalam sel hidup juga terdapat bendabenda yang tidak hidup yang disebut benda ergastik. Benda ergastik ada
yang besifat cair dan padat.
Benda

ergastik

yang

bersifat

1. Amilum (butir-butir amilum)

padat

antara

lain

Terdapat didalam plastida yang berupa karbohidrat/ polisakarida


berbentuk tepung. Plastida dengan bentuk tepung disebut amiloplas,
yang dibedakan menjadi :

Leukoamiloplas, berwarna putih menghasilkan tepung cadangan

makanan.
Kloroamiloplas, berwarna hijau menghasilkan tepung asimilasi.
Titik initial (permulaan) terbentuknya amilum disebut hilus
(hilum). Di dalam amilum terdapat lamela-lamela yang mengelilingi
hilus. Berdasarkan letak hilus, butir amilum dibedakan menjadi :
a. Amilum Konsentris, jika hilus berada ditengah.
b. Amilum Eksentris, jika hilus berada ditepi.
Menurut banyaknya hilus dalam amilum, amilum dibedakan menjadi:
a. Butir amilum tunggal: pada sebutir amilum terdapat sebuah hilus.
b. Butir amilum setengah majemuk: terdapat dua hilus yang masingmasing dikelilingi oleh lamella, tetapi kemudian terbentuk lagi lamella
yang mengelilingi seluruhnya.
c. Butir amilum majemuk : tiap butir mempunyai lebih dari satu hilus dan
hilus-hilus ini dikelilingi oleh lamella masing-masing.

2. Aleuron
Ditempat-tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya biji,
selain

amilum

terdapat

pula

antara

lain

zat

putih

telur.

(http://sahlahalhudzaifah.blogspot.com)

Pada saat biji masih muda : vakuola banyak dan kecil-kecil


Menjelang biji menjadi tua : vakuola menjadi satu dan besar
Setelah biji mengaring : air dalam vakuola menjadi semakin sedikit
sehingga konsentrasi zat-zat yang terlarut didalamnya yang berupa putih
telur, garam dan lemak semakin besar.

Karena peristiwa pengeringan inimaka vakuola tadi pecah menjadi


beberapa vakuola kecil-kecil yang berisi zat-zat tersebut. Kemudian zat
putih telur, garam-garam dan lemak itu mengkristal. Vakuola yang berisi
kristal ini disebut aleuron.
Pada biiji padi dan jagung butir-butir aleuron terdapt didalam selsel jaringan endosperm yang letaknya paling luar yang disebut lapisan
aleuron. Lapisan ini biasanya akan terbuang bila mencucui beras
terlalu bersih sebelum dimasak.
3. Kristal Ca-Oksalat
Kristal ini merupakan hasil akhir/ hasil rekresi dari suatu
pertukaran zat yang terjadi didalam sitoplasma. Kristal Ca-Oksalat tidak
larut dalam asam cuka tetapi larut dalam asam kuat.
Kristal Ca-Oksalat terdapat dalam berbagai bentuk, misalnya :
a. Kristal pasir, bentuk piramida kecil, teradapat misalnya pada tangkai
daun bayam (Amaranthus sp), tangkai daun tembakau (Nicotiana
tabacum)

b. Kristal tunggal besar, berbentuk prisma/poliendris, terdapat pada daun


jeruk (Citrus sp).

c. Rafida, berbentuk seperti jarum/sapu lidi, terdapt pada daun bunga


pukul empat (Mirabilis jalapa), pada batang dan akar lidah buaya (Aloe
sp) dan daun nanas (Ananas commosus).

d. Kristal sferit, bentuk kristal tersusun atas bagian-bagian yang teratur


secara radier, terdapat pada batang Phyllocactus sp.
e. Kristal majemuk, berbentuk seperti bintang atau roset disebut kristal
drussen, terdapat pada korteks batang mlinjo (Gnetum gnemon), daun
kecubung (Datura metel), korteks batang delima (Punica granatum),
dan batang jarak (Ricinus communis).
Benda Ergastic yang bersifat cair terdapat didalam cairan sel
berupa zat-zat yang larut didalamnya, antara lain ; asam organic,
karbohidrat, protein, lemak, zat penyamak, antosianin, alkaloid minyak
eteris/minyak atsiri dan hars.

Cairan Sel
a.

Asam organic, antra lain asam oksalat,asam sitrat, asam malat.

Konsentrasi asam organic yang tinggi dijumpai didalam vakuola sel-sel


buahan yang masih muda.
b.
Karbohidrat berupa sakarida terlarut, misalnya disakarida (sukrosa,
maltosa), monosakarida (glukosa, fruktosa).
c.
Protein, berupa asam amino dan peptide sederhana.
d.
Zat penyamak (tanin) : berfungsi sebagai bahan pelindung, misalnya
terdapat pada tumbuhan gambir (Uncaria gambir).

e.

Antosianin ; merupakan pigmen vakuola, misalnya terdapat pada

epidermis mahkota bunga dan epidermis daun yang tidak hijau,


sehingga organ itu berwarna warni.
f.
Alkaloid,; senyawa yang berfungsi

bagi

tumbuhan

yang

bersangkutan belum jelas, misalnya:


Cofein pada kopi (Cofea robusta)
Papain pada papaya (Carica papaya)
Capsein pada lombok (Capsicum sp)
Theobromin pada coklat (Theobroma cacao)

Minyak dan Lemak


Lemak, berupa lemak/minyak sebagai cadangan makanan. Biasanya
terdapat pada biji kacang tanah dan daging buah kelapa.
Minyak yang Mudah menguap
1. Minyak eteris (Minyak astiri=minyak menguap)
Merupakan senyawa yang mempunyai daya membias cahaya kuat.
Sehingga bagian yang minyak eteris tampak mengkilat. Terdapat
misalnya pada :

Kulit buah jeruk (Citrus sp)


Kulit batang kayu manis (Cinnamomun zeylanicum)
Kulit buah lombok (Capsicum sp)
Rhizome jahe (Zingiber offficinale)

Daun kayu putih (Melaleuca leucadendron)


Daun mahkota bunga mawar (Rosa sp)

2. Hars, terdapat pada Pinus merkusii yang disadap untuk memperoleh


terpentin