Anda di halaman 1dari 65

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Pendahuluan

Fasilitas komunikasi dan transportasi dunia mengalami kemajuan pesat selama


beberapa

dasawarsa

belakangan

ini,

termasuk

perdagangannya.

memudahkan perdagangan ini, standarisasi internasional

Untuk

di segala bidang

memegang peranan yang sangat penting, namun untuk itu dibutuhkan kegiatan
kerja yang sangat berat. Beberapa komisi nasional bekerja sama dengan komisikomisi internasional tergabung dalam suatu staf yang besar, bekerja keras
mencapai kemajuan yang diharapkan.
Dalam pelajaran Gambar Teknik kita mengikuti standar I.S.O (International
Organization for Standardization).
Cabang dari I.S.O. adalah I.E.C (International Electotechnical Commisson).
I.E.C. Meliputi semua standarisasi peralatan listrik, seperti cara penggambaran
dan kode-kode pengaman dalam pemasangannya. Dalam tingkat internasional,
I.E.C. menyusun semua rekomendasi dalam bentuk buku, dan komisi-komisi
nasional dari semua negara anggota bertanggung jawab atas pelaksanaannya.
Karena Indonesia adalah negara anggota I.E.C. maka menjadi tanggung jawab kita
untuk menggunakan dan menyesuaikan semua rekomendasi I.E.C. tersebut.
1.2.

Penyajian

Distribusi Tenaga Sistem TN


Sistem distribusi tegangan rendah AC (Alternating Current) di Indonesia
mengalami perubahan dari 3 x 220/110 V ke 3 x 380/220V. Oleh karena itu, pada
bab-bab selanjutnya dan pelajaran ini, kita hanya berkonsentrasi pada sistem 3 x
380/220V.
Ditinjau dari segi keamanan, suatu jaringan distribusi tenaga listrik, di
samping penghantar-penghantar yang bertegangan juga harus dilengkapi dengan
penghantar-penghantar Neutral dan Protective Earth (dalam bahasa Prancis Terre).
Sistem jaringan distribusi tenaga listrik yang demikian disebut: Distribusi Tenaga
Sistem TN.

Gambar 1.1 Distribusi Tenaga Listrik Sistem TR


Sistem Pentanahan
Keterangan :
L1

: Line 1

(biasa disebut dengan phasa R)

L2

: Line 2

(biasa disebut dengan phasa S)

L3

: Line 3

(biasa disebut dengan phasa T)

: Neutral

PE

: Protective Earth

PEN

: Gabungan dari Protective Earth dan Neutral

Istilah-istilah

asing

yang

tidak

diterjemahkan,

telah

ditetapkan

secara

internasional.
Sistem ini dan sistem-sistem lainnya akan dibahas lebih lanjut dalam pelajaran
Instalasi Listrik.
Sementara ini penting untuk kita ketahui:

Mengapa sistem tersebut dinamakan sistem TN

Dari sistem 3 x 380/220V dapat diabaikan 6 tegangan yang berbeda

Bagaimana perbedaan-perbedan penghantar dari sistem tersebut dan


warna-warna, isolasi apa yang harus digunakan.

1.3.

Penutup

3.1.

Kesimpulan

Menjelaskan pentingnya simbol-simbol dalam menggambar instalasi


Menggambar dengan simbol-simbol berdasarkan standar
Dasar Pengaturan Penerangan dan Simbol-Simbol Umum. Deskripsi singkat.
Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari akan pentingnya suatu acuan berupa
standar internasional dalam setiap produksi barang maupun jasa, termasuk dalam
membuat perencanaan instalasi listrik dan menggambar dengan benar simbolsimbol yang diterapkan di Indonesia. Pengetahuan dasar ini berguna bagi anda
untuk melakukan perencanaan instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku,
sebagai mana pada perkuliahan berikutnya tentang menggambar simbol-simbol
dengan benar dalam pengaturan dengan saklar satu arah.
3.2.

Tugas

Suatu perusahaan konsultan mendapat pekerjaan untuk membuat suatu perencanaa


instalasi penerangan listrik suatu gedung, sehingga membutuhkan beberapa
karyawan untuk melakukan pekerjaan perencanaan instalasi tersebut.
Pengetahuan dasar apa yang harus dimiliki oleh karyawan yang akan diterima.
Gambarkan simbol-simbol umum yang digunakan dalam diagram lokasi.
Gambarkan simbol-simbol umum yang digunakan dalam diagram pengawatan
atau diagram kerja.

BAB II
INSTALASI RUMAH TANGGA
2.1. Pendahuluan
Dasar Pengaturan-Pengaturan Penerangan
Semua bagian-bagian yang berbeda untuk peralatan-peralatan listrik
digambarkan berupa simbol-simbol. Sehubungan dengan itu, IEC mengeluarkan
ketentuan-ketentuan internasional untuk simbol-simbol tersebut, tersusun dalam
peraturan-peraturan yang berbeda. Tetapi yang paling penting bagi kita adalah
peraturan No. 117 Recomended Graphical Simbols, yaitu tentang simbol-simbol
gambar yang disetujui.
2.2. Penyajian
Pusat Pengembangan Politeknik telah menyusun sebagian besar dari
simbol-simbol yang umum dipergunakan dan sesuai dengan peraturan-peraturan
di atas. Simbol tersebut disusun dalam sebuah buku kecil untuk menambah bahan
bacaan kita pada waktu belajar dan seterusnya.
Kebiasaan menggambar simbol-simbol dengan benar adalah sangat penting,
karena selain saling berkaitan juga akan terulang kembali pada bab-bab
selanjutnya dalam pelajaran perancangan listrik.
3.3.

Simbol-Simbol Umum
Simbol-simbol untuk diagram lokasi (rencana instalasi)
_____________
4
Atau

: Pengertian umum untuk pipa


: Pipa dengan 4 penghantar
: Kotak hubung
: Saklar tunggal; satu arah; kutub satu
: Pengertian umum untuk lampu: titik sadap lampu

Simbol-simbol untuk diagram pengawatan atau diagram kerja:


_____________

: Pengertian umum untuk penghantar. Bagian aktif


(bertegangan)
: Penghantar netral
: Penghantar pengaman; Hantaran pentanahan

: Persilangan hantaran-hantaran; tanpa sambungan.

: Sambungan dari hantaran-hantaran.

: Titik penyambungan dengan terminal.

: Titik penyambungan tanpa terminal (disolder).


0
0

: Pengaman hubung singkat dan beban lebih


(miniature circuit breaker)

: Pengaman lebur; Dalam bentuk umum.


: Titik sadap untuk lampu; pengertian umum untuk
Lampu
0
0

: Kontak dalam keadaan terbuka pada kondisi


normal, pengertian umum; Normally open
: Tangkai saklar; Dioperasikan dengan tangan;
Dengan jepitan; Pengertian umum

: Tangkai saklar, dioperasikan dengan tangan,


dengan jepitan, model toggle.
: Tangkai saklar, pengoperasian dengan tangan;
dengan jepitan; model tekan.
: Tangkai saklar; pengopersaian dengan tangan;
dengan jepitan, model putar
0
0

: Model toggle atau rocker dari saklar satu arah satu


kutub.
: Pelindung untuk peralatan listrik.

2.3. Penutup
3.1. Kesimpulan
Mahasiswa diharapkan dapat:
1.

Menggambar diagram lokasi, diagram pengawatan dan diagram kerja dari


pengaturan satu-arah.

2.

Menetukan material yang yang dibutuhkan.

3.

Merangkai pengaturan satu arah.

Sistem Pengaturan Saklar Satu Arah.


Dalam pertemuan ini Anda akan mempelajari cara menggambar instalasi
penerangan, melalui diagram lokasi, diagram pengawatan, dan diagram kerja dari
suatu pengaturan saklar satu arah. Kemudian dilanjutkan dengan latihan-latihan
merangkai pengaturan saklar satu arah dengan menggunakan alat peraga di kelas,
yang diperagakan oleh dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa.
Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan instalasi

3.2 Tugas
Sebagai seorang tenaga perencana mendapat tugas untuk membuat suatu
perencanaan instalasi penerangan listrik suatu ruangan yang menggunakan
pengaturan dengan saklar satu arah dengan satu lampu, yang diminta untuk
membuat gambar:
a. Diagram dan pengaturan satu arah.
b. Diagram pengawatan pengaturan satu arah.
c. Diagram kerja atau diagram fungsi dan pengaturan satu arah.
d. Buat rangkaian pengaturan satu arah pada papan peraga dan sambungkan
pada sumber tegangan 220 Volt jika sudah diperiksa oleh dosen atau
instruktur yang bertugas.

BAB III
FUSE DAN PENGAMAN CIRCUIT BREAKER
3.1. Pendahuluan
Mari kita amati kembali gambar 2 (penggambaran dalam bentuk nyata).
Apa yang anda lihat pada gambar tersebut ?
........... buah saklar penerangan
............ buah lampu penerangan
Benar; rangkaian-rangkaian penerangan dengan hanya satu saklar dinamakan
sistim pengaturan penerangan satu-arah.
Walaupun dalam rangkaian-rangkaian penerangan tersebut, dipasang beberapa
buah lampu penerangan yang berbeda, tetapi hanya diatur oleh satu saklar.
Sistim rangkaian yang demikianpun disebut pengaturan penerangan satu-arah.
Pada pembahasan berikut, dalam gambar 3a ditunjukkan suatu rangkaian
pengaturan penerangan satu-arah. Gambar tersebut memperlihatkan suatu
lokasi (penempatan) peralatan dengan menggunakan simbol-simbol yang
sesuai. Penggambaran yang demikian disebut sebagai diagram lokasi.
3.2. Penyajian
Peralatan apa dan berapa banyak kebutuhannya untuk suatu instalasi yang
sesuai dengan diagram lokasi? Ada beberapa benuk symbol diagaram
pengawatan berikut ini:

Gambar 3.1 Simbol-simbol komponen

Gambar 3.2 Diagram lokasi sistim pengaturan penerangan satu-arah

Gambar 3.3 Diagram pengawatan dengan garis jamak


sistim pengaturan penerangan satu-arah

Gambar 3.4 Diagram kerja dengan satu garis sistim pengaturan


penerangan satu-arah

10

Keterangan:
1.

Pada sistim TN, (lihat gambar 1) hanya penghantar aktif (line 1, 2, dan 3 )
yang bertegangan, sedangkan penghantar pentanahan (N, PE dan PEN) tidak
bertegangan. (Hal ini dibahas lebih lanjut dalam pelajaran Rangkaian
Listrik). Berdasarkan ketentuan ini, maka saklar harus selalu dikawati
dengan penghantar aktif. Mengapa ?
Jika saklar dikawati dengan penghantar pentanahan, maka alat pemakai
(beban) dan pentanahannya akan selalu bertegangan, walaupun saklar dalam
posisi Off. Keadaan yang demikian akan berbahaya sekali bagi kita,
contohnya jika kita akan mengangkati bola lampu.

2.

Titik terminal untuk penghantar aktif pada saklar-saklar biasanya ditandai


dengan huruf P atau L dengan bulatan merah. Penandaan ini penting sekali
untuk saklar-saklar yang mempunyai lebih dari dua terminal.

3.

Untuk menghindari kekeliruan dan kesalahan pengoperasian, maka


pengertian untuk pengoperasian suatu saklar pengatur adalah ditentukan
sebagai berikut: Kita ambil contoh, suatu saklar satu-arah pada posisi On:

4.

Penghantar aktif setelah melalui saklar disebut penghantar saklar.

5.

Perhatikan pada suatu bola lampu. Disitu terdapat titik terminal untuk
kaki-kontak dan yang lain untuk ulir pemegang lampu. Pada suatu pegangan
lampu dengan perangkat yang terbuat dari metal biasanya terminal tambahan
untuk penghantar pentanahan. Dimanakah akan anda hubungkan penghantar
pentanahan tersebut ? Jawab:
Alasan: Penghantar pentanahan (PE) harus dipasang,
karena pengaman lampu mudah sekali tersentuh.
Latihan 3:
Mari kita lengkapi diagram pengawatan pada gambar 3b sesuai dengan
diagram lokasi gambar 3a, dengan menggunakan simbol-simbol penghantar
yang benar.
1.

Kita mulai dengan penghantar netral: Tarik lurus melalui kotak hubung
ke titik terminal lampu.

11

2.

Penghantar PE, dihubungkan ke kotak hubung kemudian ke titik


terminal pada pelindung lampu.

3.

Penghantar line setelah melalui kotak hubung, tarik ke bawah dan


hubungkan pada titik terminal saklar.

4.

Terakhir adalah penghantar saklar dihubungkan ke kotak hubung,


kemudian ke titik terminal lampu.

5.

Lengkapi diagram pengawatan ini, dengan memberi tanda N, PE dan L


1 pada ketiga penghantar.

6.

Bandingkan diagram pengawatan ini dengan jawaban pertanyaan pada


Latihan 3.

Latihan 4:
Fungsi rangkaian ini, diterangkan sebagai berikut:
Pengaturan satu arah merupakan suatu hubungan seri dari saklar satu-arah
dengan satu penerangan dalam suatu jaringan sumbar tenaga listrik ~ 220V.
Lampu penerangan disini, hanya bekerja seandainya dalam saklar pada posisi
ON.
Kini anda telah merancang dan mengambar rangkaian penerangan listnk yang
pertama bagi anda dalam dua penggambaran yang berbeda. Sekaramg mari
kita praktek pengetahuan dari teori kita ini.
3.3 Penutup
3.1 Kesimpulan:
Saklar satu arah, satu katup digunakan sebagai pengatur suatu rangkaian hanya
dari satu tempat untuk ON dan OFF.
Rangkaian pengaturan penerangan satu arah terutama digunakan pada suatu
ruangan kecil dengan suatu pintu.
3.2 Tugas
Sekarang kita lengkapi diagram kerja pada gambar 3.3, sesuai dengan
gambar 3.2. Untuk menyederhanakan diagram ini, penghantar PE kita abaikan.

12

Diagram kerja sering juga di sebut sebagai diagram fungsi sebab diagram ini
merupakan penggambaran yang sangat sederhana untuk menerangkan fungsi
suatu rangkaian.

13

BAB IV
LAMPU PIJAR
4.1. Pendahuluan
Sistem Pengaturan Saklar Satu Arah dengan Lampu Tanda Deskripsi singkat.
Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari cara menggambar instalasi
penerangan, melalui diagram pengawatan dan diagram kerja dari suatu pengaturan
saklar satu arah dengan lampu tanda. Kemudian dilanjutkan dengan latihanlatihan merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang diperagakan
oleh dosen dan selanjutnva dilakukan oleh setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini
berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan instalasi listrik berdasarkan
standar yang berlaku, serta menerapkan dalam pemasangan instalasi penerangan
listrik pada bangunan atau gedung-gedung.
4.2. Penyajian
Sebagai seorang tenaga perencana mendapat tugas untuk membuat suatu
perencanaan instalasi penerangan listrik dengan kasus antara saklar dengan lampu
yang dikontrol tidak dapat terlihat langsung.
a. Sistim pengaturan apa yang digunakan sehingga pemakai dapat
mengetahui jika lampu yang dikontrol dalam keadaan padam atau
menyala?
b. Gambarkan diagram kerja dari pengaturan saklar satu arah dengan lampu
tanda ON.
c. Gambarkan diagram kerja atau diagram fungsi dari pengaturan satu arah
dengan lampu tanda OFF.
d. Buat rangkaian pengaturan satu arah dengan lampu tanda ON, kemudian
lanjutkan dengan lampu tanda OFF pada papan peraga dan sambungkan
pada sumber tegangan 220 Volt jika sudah diperiksa oleh dosen atau
instruktur yang bertugas.

14

Pengaturan Satu Arah dengan Lampu Tanda (Pilot Lamp)


Memasamg kembali rangkaian pengaturan satu arah pada Kit Board.
Pengoperasian rangkaian hanya dilakukan atas izin instruktur.
Ukurlah tegangan pada kedua titik terminal dari saklar dengan menggunakan Voltmeter. Isilah tabel 2 berikut sesuai dengan hasil pengukuran.
Matikan rangkaian kemudian ganti volt-meter dengan sebuah lampu tanda,
selanjutnya operasikan kembali rangkaian anda.
Tuliskan keadaan dari lampu tanda kedalam tabel 3 berikut.
Pengamatan berdasarkan tabel 4.1 Saklar pada Posisi OFF, lampu penerangan dan
lampu tanda terhubung seri pada tegangan sumber ~ 220V. Tahanan listrik pada
lampu tanda adalah sangat besar jika dibandingkan dengan tahanan pada lampu
penerangan.
Maka sebahagian besar tegangan sumber (~ 220V) didrop oleh lampu tanda,
akibatnya lampu tanda ini menyala.
Seandainya saklar kita ON kan, maka lampu tanda akan terjembatani (terhubung
singkat) sehingga tidak akan menyala.
Lengkapi diagram pengawatan pada gambar 4.1 berikut,

Gambar 4.1 Diagram pengawatan untuk pengoperasian lampu tanda pada posisi
OFF.
Keterangan:

15

Sistim pengaturan demikian biasanya dilakukan langsung pada saklar-saklar


itu sendiri, fungsinya adalah sebagai tanda untuk saklar, pada saat gelap.
Lampu tanda ini, biasa juga disebut lampu orientasi / Lampu tanda.
Pada suatu rangkaian yang menggunakan lampu tanda untuk keadaan OFF,
maka lampu tanda tersebut kita hubungkan paralel dengan saklar satu-arah.

Gambar 4.2 Diagram kerja, penggambaran satu garis untuk suatu rangkaian
penerangan dengan lampu tanda pada keadaan OFF.
Sekarang, apa yang kita lakukan agar lampu tanda tersebut menyala dan
padam bersamaan dengan lampu penerangan?
Lengkapi diagram kerja (gambar 4.3) berikut ini.

Gambar 4.3 Diagram kerja lampu tanda untuk pengoperasian pada keadaan Off.
Gambarlah diagram pengawatan dengan mengacu pada diagram kerja pada
gambar 4.4 berikut,

16

Gambar 4.4 Diagram pengawatan untuk pengaturan satu-arah dengan lampu


tanda pada keadaan ON.

17

Gambar 4.5 Diagram pengawatan untuk pengaturan satu-arah dengan lampu


tanda pada keadaan ON.

18

BAB V
LAMPU TABUNG
5.1.

Pendahuluan
Sistem Pengaturan Saklar Satu Arah dengan Kotak Kontak. Dalam

pertemuan ini anda akan mempelajari cara menggambar instalasi penerangan,


melalui diagram lokasi, diagram pengawatan. Kemudian diagram kerja suatu
pengaturan saklar satu arah dengan kotak-kontak dan dilanjutkan dengan
latihan-latihan merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang
diperagakan oleh dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa.
Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan
instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam
pemasangan instalasi penerangan listrik pada bangunan atau gedung-gedung.
5.2.

Penyajian

Sebagai seorang tenaga perencana mendapat tugas untuk membuat suatu


perencanaan instalasi penerangan listrik suatu ruangan yang menggunakan
pengaturan dengan saklar satu arah yang dikombinasi dengan kotak-kontak,
yang diminta adalah:
Diagram lokasi dari pengaturan satu arah dengan kotak-kontak.
Diagram pengawatannya.
Diagram kerja atau diagram fungsi dari pengaturan satu arah dengan kotakkontak.
Buat rangkaian pengaturan satu arah dengan kotak kontak pada papan peraga
dan sambungkan pada sumber tegangan 220 Volt jika sudah diperiksa oleh
dosen atau instruktur yang bertugas.
Penggambaran dengan diagram pengawatan
Simbol dari kotak kontak dengan pentanahannya, untuk diagram lokasi
adalah sebagai berikut:

19

Gambar 5.1 Diagram pengawatan untuk lampu tabung

20

Gambar 5.2 Diagram pengawatan, lokasi, dan instalasi lampu tabung.


Pada instalasi-instalasi listrik dikenal dua hal berbahaya yang perlu kita
perhatikan:
1.

Kontak langsung dari bagian-bagian yang bertegangan dalam suatu


instalasi listrik seperti pada penghantar telanjang yang mengalami
kerusakan pada line. Dalam hal ini hanya satu yang perlu diperhatikan
yaitu, sikap waspada dan hati-hati !

2.

Kontak

dengan

bagian-bagian

yang

menurut

kita

tidak

bertegangan, tetapi seandainya terjadi kebocoran isolasi, misalnya pada


pelindung dari peralatan atau mesin-mesin listrik yang terbuat dari

21

konduktor (metallic). Dalam hal ini kita akan mengalami kontak pada
bagian-bagian yang bertegangan secara tidak langsung. Bahaya semacam
im sangat sering kita alami karena perlindungan pelindung suatu peralatan
atau mesin-mesm listrik tersebut. Sangat mudah tersentuh. Dan
kecelakaan akibat kontak tidak langsung ini, dapat menyebabkan kematian
!
Suatu cara pengamanannya untuk mencegah bahaya dari tegangan sentuh
yang dalam hal ini kotak tidak langsung adalah dengan pemutus hubungan
secara otomatis untuk bagian-bagian aktif (penghantar line) dalam waktu
yang relatif singkat. (Definisi dari Tegangan sentuh dan waktu yang
relatif singkat akan dibahas secara terperinci dalam pelajaran Instalasi
Listrik).
Pengamanan secara demikian bisa dilaksanakan jika pelindung tersebut di
ketanahkan melalui suatu penghantar*.
Penghantar tersebut akan melakukan arus listrik langsung ke tanah, dan
mengoperasikan peralatan pengaman seperti fuse, miniature circuit breaker
(MCB). Penghantar pengaman mengalirkan arus pemutus IB dari MCB, yang
harus selalu kita perhatikan dalam menginstalasi atau menghubungkan
penghantar adalah bahwa konduktansi penghantar-penghantar harus sama
dengan konduktansi penghantar aktif (line) atau berdasarkan PUIL.
Pengaman untuk keamanan merupakan bagian dari pelajaran Instalasi
Listrik.
Teori tersebut di atas adalah sebagai gambaran, bahwa betapa pentingnya
peralatan pengaman dalam instalasi-instalasi listrik. Akan dipelajari lebih
lanjut, shingga kita akan selalu memperhatikan keamanan, baik dalam latihan
praktek ataupun dalam instalasi-instalasi.
Kita konsentrasi kembali ke Rancangan Listrik.

22

Gambar 5.3. Diagram lokasi pengaturan satu-arah dengan kotak-kontak

Gambar 5.4. Diagram kerja dengan satu garis pengaturan satu-arah dengan
kotak-kontak
Catatan:

Penempatan peralatan pada pagan praktek sesuai dengan diagram


lokasi.

Pengawatan sesuai dengan diagram pengawatan gambar 9b. Gunakan


kode warna penghantar yang benar.
kotak-kontak.

23

Gambar 5.5. Diagram pengawatan dengan garis jamak pengaturan satu-arah


dengan kotak-kontak

Gambar 5.6. Diagram kerja dengan satu garis pengaturan satu-arah dengan
kotak-kontak

24

Rangkaian satu-arah pada gambar 5.8. telah dikawati secara salah, seperti
terlihat dalam diagram pengawatan berikut ini :

Gambar 5.7. Sistim pengaturan satu-arah dengan kotak-kontak


5.3 Penutup
3.1 Kesimpulan
Penghantar pengaman mengalirkan arus pemutus IB dari MCB, yang harus
selalu kita perhatikan dalam menginstalasi atau menghubungkan penghantar
adalah bahwa konduktansi penghantar-penghantar harus sama dengan
konduktansi penghantar aktif (line) atau berdasarkan PUIL.
Pengaman untuk keamanan merupakan bagian dari pelajaran Instalasi
Listrik.
3.2 Tugas
Mengapa harus ada standardisasi ?
1. Apa fungsi standardisasi dalam perancangan listrik ?
2. Bagaimana sistem distribusi tenaga listrik di Indonesia ?

25

BAB VI
SISTEM DISTRIBUSI
6.1.

Pendahuluan
Sistem distribusi memegang peranan penting dalam pembagian
penyaluran energy listrik dalam suatu sistem. Dalam pertemuan ini anda
akan mempelajari cara menggambar instalasi penerangan, melalui diagram
lokasi, diagram pengawatan, dan diagram kerja suatu pembagian system
distribusi aliran listrik, dan melakukan pengaturan saklar seri kemudian
dikombinasi dengan kotak kontak. Kemudian dilanjutkan dengan latihanlatihan merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang
diperagakan oleh dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa.
Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan
instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam
pemasangan instalasi penerangan listrik pada bangunan atau gedunggedung.

6.2.

Penyajian

Perancangan pengaturan penerangan senantiasa mengacu pada keandalan. Tanpa


mengabaikan faktor biaya yang dibutuhkan untuk menginstalasi, serta biaya
operasinya. Salah satu contoh adalah jika pada suatu ruangan membutuhkan
beberapa buah lampu penerangan, maka apabila digunakan saklar satu arah (saklar
tunggal) maka lampu tersebut akan ON/OFF secara bersamaan, dimana biaya
yang dibutuhkan untuk pemasangan instalasinya akan lebih murah jika
dibandingkan dengan menggunakan saklar seri, tetapi biaya pemakaian akan lebih
mahal karena penggunaan lampu tidak dapat diatur ON/OFF sebahagian,
walaupun kebutuhan dapat temenuhi dengan menyalakan sebahagian saja. Hal ini
dapat diantisipasi dengan menggunakan saklar seri.

26

Simbol-simbol Komponen
Peralatan listrik yang baru berikut ini, serta simbol-simbol yang biasa
digunakan adalah sebagai berikut:
Saklar seri atau saklar dengan rangkaian jamak berkutub satu.
Perangkat lampu untuk dua rangkaian terpisah.
Pembahasan pada sub bab 2.2 telah dibahas jenis-jenis bahaya yang terjadi
untuk para pemakai listrik. Oleh karena itu, jika terjadi kesalahan isolasi
(kerusakan yang mudah tersentuh, maka tegangan pada penghantar peralatan
listrik akan mengalami perubahan. Kita juga telah membahas bila terjadi
hubungan tanah, penghantar pengaman akan menghantarkan arus listrik ke
dalam tanah maka rangkaian akan segera terputus. Akan sering kita jumpai
simbol berikut ini terutama pada perangkat suatu jaringan distribusi yang ada
pada industry rumah tangga, menengah, maupun industry besar. Simbolsimbol itu seperi pada gambar berikut:

27

Gambar 6.1 Diagram instalasi sistem distribusi jaringan

6.3.

Penutup

1.1. Kesimpulan
menggambar instalasi penerangan, melalui diagram lokasi, diagram
pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar seri kemudian
dikombinasi dengan kotak kontak. Kemudian dilanjutkan dengan latihan-

28

latihan merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang


diperagakan oleh dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa.
Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan
instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam
pemasangan instalasi penerangan listrik pada bangunan atau gedunggedung.
1.2. Tugas
Jika dalam suatu ruangan dibutuhkan beberapa buah lampi penerangan,
dimana lampu tersebut diharapkan dapat diatur sebahagian atau secara
keseluruhan berdasarkan kebutuhan maka digunakan saklar seri untuk
pengaturan.
1.

Gambarkan diagram instalasi system distribusi dirumah anda masingmasing.

2.

Diagram pengawatan pengaturan saklar seri.

3.

Diagram kerja atau diagram fungsi pengaturan saklar seri.

29

BAB VII
LAYANAN PENGHUBUNG
INSTALASI RUMAH TANGGA
7.1. Pendahuluan
Sistem Pengaturan Saklar Seri dengan Kotak-Kontak. Dalam pertemuan ini anda
akan mempelajari cara menggambar instalasi penerangan, melalui diagram lokasi,
diagram pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar seri. Kemudian
dikombinasi dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihan-latihan
merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang diperagakan oleh
dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini
berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan instalasi listrik berdasarkan
standar yang berlaku, serta menerapkan dalam pemasangan instalasi penerangan
listrik pada bangunan atau gedung-gedung.
7.2. Penyajian
Sistim Penghubung jaringan dari PLN ke konsumen biasanya dipisahkan dengan
meteran dari PLN. Dalam pertemuan ini akan digambar beberapa bentuk dan
symbol dari meteran tersebut.
Gambar 7.1 menunjukkan diagram pengawatan dari meteran.

30

Gambar 7.1 Diagram pengawatan bel dan meteran PLN

31

Gambar 7.2 Diagram pengawatan meteran PLN

32

7.3. Penutup
3.1. Kesimpulan
Mempelajari cara menggambar instalasi penerangan, melalui diagram lokasi,
diagram pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar seri
3.2. Tugas
Jika dalam suatu ruangan dibutuhkan beberapa buah lampu penerangan,
dimana lampu tersebut diharapkan, dapat diatur sebahagian atau secara
keseluruhan berdasarkan kebutuhan maka digunakan saklar seri untuk
pengaturan.
1. Gambarkan diagram pengawatan meteran PLN di tempat anda
2. Diagram pengawatan dengan pemakaian sekurang-kurangnya 3 jenis
beban
3. Diagram kerja atau diagram fungsi pengaturan saklar seri.

33

BAB VIII
TRANSFORMATOR SATU FASA, TIGA FASA,
DAN PENGUKURAN
8.1. Pendahuluan
Sistem Pengaturan transformator satu fasa, tiga fasa, dan transformator
pengukuran. Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari cara menggambar
instalasi tranformator, melalui diagram lokasi, diagram pengawatan, dan diagram
kerja dalam sebuah sistem. Kemudian dikombinasi dengan kotak kontak dan
dilanjutkan dengan latihan-latihan merangkai dengan menggunakan alat peraga di
kelas, yang diperagakan oleh dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap
mahasiswa. Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan
instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam
pemasangan instalasi transformator pada industri-industri.
8.2. Penyajian
Suatu tempat usaha atau pabrik dapat dirancang penggunaan bebannya dengan
menggunakan tranformator apakah trafo satu fasa atau tiga fasa sehingga stabil
dan terjamin aliran listriknya sedemikian rupa berdasarkan fungsinya, misalnya
ruang rapat yang mempunyai dua pintu masuk, atau pada tangga bangunan
berlantai dua, dimana pengguna ruangan atau tangga harus secara leluasa memilih
pintu mana atau dari lantai berapa ia masuk. Jika terjadi hal seperti pada kondisi
tersebut, maka tidak akan mungkin dapat dipenuhi jika pengaturan penerangannya
menggunakan saklar satu arah atau saklar seri. Oleh karena itu maka dibutuhkan
saklar dua arah, dimana pengaturan penerangannya dapat dilakukan dari dua
tempat secara bebas sesuai kebutuhan pemakai.

34

Gambar 8.1 Diagram pengawatan trafo satu fasa, 3 fasa, dan pengukuran
Buatlah sistim pengaturan seperti berikut, dengan satu perangkat lampu ganda
dan sebuah trafo serta menggunakan saklar dua arah. Tempatkan peralatan dan
kawatilah sesuai dengan diagram pengawatan di bawah ini. Gunakanlah warna
penghantar yang benar.

35

Gbr 8.2. Sistim pengaturan satu saklar dua arah dan sebuah trafo.
Pengamatan:
Saklar satu kutub dua arah. Mempunyai dua posisi pengoperasian saklar ini
hanya bisa menyalakan salah satu lampu E 1 atau E 2 secara bergantian.
Saklar satu kutub dua arah digunakan untuk mengoperasikan dua pemakai
secara bergantian dengan sumber tegangan yang sama atau dengan sumber
tegangan yang berbeda untuk satu pemakai.
Kemungkinan lainnya adalah bisa digunakan sebagai pengganti saklar satu
arah dalam suatu rangkaian penerangan.
Apa yang harus dilakukan untuk mematikan kedua lampu pada gambar 17
secara serentak ?
Dapatkan sistim pengaturan demikian digunakan dalam suatu rangkaian
penerangan untuk umum?
Sistim penerangan dalam suatu rangkaian dapat diatur OFF dan ON dari dua
tempat yang berlainan. Dua saklar satu arah digunakan untuk sistim
pengaturan demikian.

36

Lengkapi diagram pengawatan (gambar 8.3) sesuai dengan diagram lokasi


pada gambar 8.2, dimana untuk saklar Q2 digunakan sebuah saklar dua arah.
Dan lampu diganti dengan sebuah trafo.

Gambar 8.3. Diagram pengawatan untuk sistim pengaturan penerangan satu arah
dan menambahkan sebuah trafo ke beban.
Lengkapi diagram pengawatan (gambar 8.4) sesuai dengan diagram lokasi
pada gambar 8.2, dimana untuk saklar Q2 digunakan sebuah saklar dua arah.
Dan lampu diganti dengan sebuah trafo.

37

8.3 Penutup
3.1 Kesimpulan
Gambar instalasi dan pengawatan trafo dapat menyerderhanakan dalam
penggambaran dalam suatu system distribusi. Karena itu mulak harus dipahami
berdasarkan standar yang baku.
3.2 Tugas
Jika dalam suatu ruangan dipasang satu atau sekelompok lampu penerangan,
dimana lampu tersebut diharapkan dapat diatur dari dua tempat maka digunakan
saklar dua arah untuk pengaturan lampu yang bersangkutan.
1. Gambarkan diagram lokasi pengaturan dengan saklar dua arah dan sebuah
trafo satu fasa
2. Diagram pengawatan pengaturan saklar dua arah dan sebuah trafo
3. Diagram kerja atau diagram fungsi pengaturan saklar dua arah.

38

Sesi/Perkuliahan Ke: 9
TIK: Setelah menyelesaikan kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat:

Menggambar diagram lokasi, diagram pengawatan, dan diagram kerja


transformator pengukuran.

Menentukan jenis-jenis transformator pengukuran.

Merangkai pengaturan dengan kontaktor

Pokok Bahasan. Transformator Pengukuran.


Deskripsi singkat. Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari cara
menggambar instalasi transformator, melalui diagram lokasi, diagram
pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar dua arah. Kemudian
dikombinasi dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihan-latihan
merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang diperagakan oleh
dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini
berguna bagi Anda untuk melakukan perencanaan instalasi listrik berdasarkan
standar yang berlaku, serta menerapkan dalam, pemasangan instalasi
penerangan listrik pada bangunan atau gedung-gedung.
I.

Pertanyaan Kunci
Jika Anda membaca bahan bacaan berikut, gunakan pertanyaan-pertanyaan
berikut ini untuk memandu anda:
1.

Bagaimana mengontrol satu atau sekelompok lampu dari dua


tempat ?

2.

Berapa terminal penyambungan yang terdapat pada saklar dua


arah ?

II.

Tugas
Jika dalam suatu ruangan dipasang satu atau sekelompok lampu penerangan,
dimana lampu tersebut diharapkan dapat diatur dari dua tempat maka
digunakan saklar dua arah untuk pengaturan lampu yang bersangkutan.
1.

Gambarkan diagram lokasi pengaturan dengan saklar dua arah.

2.

Diagram pengawatan pengaturan saklar dua arah.

39

3.

Diagram kerja atau diagram fungsi pengaturan saklar dua arah.

4.

Sebutkan material yang digunakan.

9.1. Pendahuluan
menggambar

instalasi

transformator,

melalui

diagram

lokasi,

diagram

pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar dua arah. Kemudian
dikombinasi dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihan-latihan
merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang diperagakan oleh
dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini
berguna bagi Anda untuk melakukan perencanaan instalasi listrik berdasarkan
standar yang berlaku, serta menerapkan dalam, pemasangan instalasi penerangan
listrik pada industri-industri
9.2. Penyajian
Pengaturan transformator pengukuran
Telah kita pelajari tentang penggambaran trafo satu fasa dan tiga fasa.
Selanjutnya ada lagi trafo yang tidak kalah pentingnya dalam kedudukan dan
fungsinya yakni trafo pengukuran. Trafo ini, gambar diagram pengawatannya
adalah seperti berikut ini:

40

Gambar 9.1 Diagram pengawatan Transformator Pengukuran

41

Gambar 9.1 Diagram pengawatan Transformator Pengukuran


9.3. Penutup
3.1 Kesimpulan
Keadaan pengoperasian dari pemakai dapat ditunjukkan oleh lampu tanda.
Biasanya diletakkan dalam saklar itu sendiri. Untuk pengaturan keadaan ON,
dihubungkan paralel dengan pemakai, sedangkan untuk pengaturan keadaan
OFF, dihubungkan paralel dengan saklar. Jika dinyatakan untuk keadaan
OFF, maka lampu tanda biasanya berada dalam perangkat saklar itu sendiri.
Maka kita biasa menyebutnva sebagai lampu orientasi.
3.2 Tugas
Jika dalam suatu ruangan dipasang satu atau sekelompok lampu penerangan,
dimana lampu tersebut diharapkan dapat diatur dari dua tempat maka
digunakan saklar dua arah untuk pengaturan lampu yang bersangkutan.
1. Gambarkan diagram lokasi pengaturan transformator pengukuran.
2. Diagram pengawatan pengaturan transformator pengukuran.
3. Diagram kerja atau diagram fungsi transformator pengukuran.

42

BAB X
GENERATOR
10.1. Pendahuluan
Sistem Pengaturan generator dengan Kotak-Kontak.
Deskripsi singkat. Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari cara
menggambar instalasi generator, melalui diagram lokasi, diagram pengawatan
dan diagram kerja dari suatu pengaturan saklar dua arah kemudian
dikombinasi dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihanlatihan
merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang diperagakan oleh
dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini
berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan instalasi generator
berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam pemasangan
instalasi generator pada industri-industri.
10.2. Penyajian
Sistim Pengaturan Generator dengan Kotak-kontak. Telah dipahami
bersam bahwa generator sangat banyak dijumpai gambarnya pada mata
kuliah yang lain maupun dalam pembicaraan di mana-mana karena punya
peranan penting dalam setiap hari. Pembahasan kali ini akan ditunjukkan
gambar pengawatan dari generator DC seperti berikut ini:

43

Gambar 10.1 Diagram pengawatan Generator DC

Gambar 10.2 Diagram pengawatan Generator DC

44

10.3.

Penutup
3.1. Kesimpulan

menggambar instalasi generator, melalui diagram lokasi, diagram pengawatan


dan diagram kerja dari suatu pengaturan saklar dua arah kemudian
dikombinasi dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihanlatihan
merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang diperagakan oleh
dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini
berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan instalasi generator
berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam pemasangan
instalasi generator pada industri-industri.
3.2. Tugas
Jika dalam suatu ruangan dipasang satu buah lampu penerangan, dimana
lampu tersebut diharapkan dapat diatur dari dua tempat, serta tersedianya
kotak-kontak untuk kebutuhan pemakai lain. Anda diminta menggambar:
1. Diagram lokasi lokasi sebuah generator
2. Diagram pengawatan sebuah generator
3. Diagram kerja sebuah generator

45

BAB XI
MOTOR DC SERI DAN SHUNT
11.1. Pendahuluan
Sistem Pengaturan Motor Seri dan Shunt. Dalam pertemuan ini anda akan
mempelajari cara menggambar motor seri dan shunt, melalui diagram pengawatan
dan diagram kerja dari suatu pengaturan saklar dua arah pada keadaan khusus.
Kemudian dilanjutkan dengan latihan-latihan merangkai dengan menggunakan
alat peraga di kelas, yang diperagakan oleh dosen dan selanjutnya dilakukan oleh
setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan
perencanaan instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan
dalam pemasangan motor-motor DC pada industri-industri.
11.2.Penyajian
Sistim Pengaturan motor DC Seri dan Shunt. Diagram pengawatan gambar 11.1
dibawah, menunjukkan suatu sistem pengaturan penerangan dua-arah dengan
suatu kotakkontak. Bandingkanlah dengan sistem pengaturan penerangan duaarah pada keadaan normal (gambar 11.2). Banyaknya penghantar diantara kedua
kotak- hubung berkurang 1 penghantar dan banyak penghantar diantara kotakhubung dengan saklar/kombinasi kotak kontak berkurang 2 penghantar.

46

Gambar 11.1 Diagram pengawatan motor seri

47

Gambar 11.2. Diagram pengawatan motor shunt

48

11.3.Penutup
3.1.

Kesimpulan

Mempelajari cara menggambar motor seri dan shunt, melalui diagram


pengawatan dan diagram kerja dari suatu pengaturan saklar dua arah pada keadaan
khusus. Kemudian dilanjutkan dengan latihan-latihan merangkai dengan
menggunakan alat peraga di kelas, yang diperagakan oleh dosen dan selanjutnya
dilakukan oleh setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk
melakukan perencanaan instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta
menerapkan dalam pemasangan motor-motor DC pada industri-industri.
3.2.

Tugas

Pada keadaan tertentu pengaturan dua arah dapat dilakukan dengan cara
tertentu untuk membuat instalasi dengan pengaturan dua arah pada keadaan
khusus. Anda diminta untuk membuat gambar:
1.

Diagram lokasi

2. Diagram pengawatan
3. Diagram kerja atau diagram fungsinya

49

BAB XII
MOTOR DC KOMPON
12.1. Pendahuluan
Sistem Pengaturan motor DC kompon. Dalam pertemuan ini anda akan
mempelajari cara menggambar motor DC kompon, melalui diagram lokasi,
diagram pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar silang. Kemudian
dikombinasi dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihan-latihan
merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang diperagakan oleh
dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini
berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan instalasi listrik berdasarkan
standar yang berlaku, serta menerapkan dalam pemasangan motor-motor DC
kompon di rumah-rumah industri.
12.2.

Penyajian

Simbol-simbol motor kompon:


Untuk mengetahui fungsi kerja dari saklar silang kita buat suatu sistim
pengaturan sesuai dengan diagram pada gambar 1 di bawah ini, tempatkan
peralatan sesuai dengan diagram lokasi kemudian kawati dengan penghantar
dalam kode warna yang benar.

50

Gambar 12.1. Diagram pengawatan motor kompon.

51

12.3.

Penutup

3.1. Kesimpulan
Mempelajari cara menggambar motor DC kompon, melalui diagram lokasi,
diagram pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar silang.
Kemudian dikombinasi dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihanlatihan merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang
diperagakan oleh dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa.
Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan
instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam
pemasangan motor-motor DC kompon di rumah-rumah industri.
3.2. Tugas
Jika dalam suatu ruangan dipasang satu atau sekelompok lampu yang
dikontrol dari tiga tempat, sehingga dibutuhkan suatu saklar silang untuk
memenuhi kebutuhan pengaturan.
1.

Gambarkan diagram lokasi dari pengaturan dengan saklar silang

2.

Gambarkan diagram pengawatan dari pengaturan saklar silang

3.

Gambarkan diagram kerja dari pengaturan saklar silang

4.

Buat rangkaian pengaturan saklar silang kemudian kombinasikan dengan


kotak-kontak pada papan peraga dan sambungkan pada sumber tegangan
220 Volt jika sudah diperiksa oleh dosen atau instruktur yang bertugas.

52

BAB XIII
MOTOR SATU FASA
13.1. Pendahuluan
Sistem Pengaturan motor DC kompon. Dalam pertemuan ini anda akan
mempelajari cara menggambar motor DC kompon, melalui diagram lokasi,
diagram pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar silang. Kemudian
dikombinasi dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihan-latihan
merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang diperagakan oleh
dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini
berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan instalasi listrik berdasarkan
standar yang berlaku, serta menerapkan dalam pemasangan motor-motor DC
kompon di rumah-rumah industri.

53

13.2.

Penyajian

Simbol-simbol motor AC satu fasa:

54

55

56

13.3.

Penutup

3.1. Kesimpulan
Mempelajari cara menggambar motor DC kompon, melalui diagram lokasi,
diagram pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar silang.
Kemudian dikombinasi dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihanlatihan merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang
diperagakan oleh dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa.
Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan
instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam
pemasangan motor-motor DC kompon di rumah-rumah industri.
3.2. Tugas
Jika dalam suatu ruangan dipasang satu atau sekelompok lampu yang
dikontrol dari tiga tempat, sehingga dibutuhkan suatu saklar silang untuk
memenuhi kebutuhan pengaturan.
1. Gambarkan diagram lokasi dari pengaturan dengan saklar silang
2. Gambarkan diagram pengawatan dari pengaturan saklar silang
3. Gambarkan diagram kerja dari pengaturan saklar silang
4. Buat rangkaian pengaturan saklar silang kemudian kombinasikan dengan
kotak-kontak pada papan peraga dan sambungkan pada sumber tegangan
220 Volt jika sudah diperiksa oleh dosen atau instruktur yang bertugas.

57

BAB XIV
RANGKAIAN STARTING MOTOR TIGA FASA
14.1. Pendahuluan
Sistem Pengaturan motor tiga fasa. Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari
cara menggambar motor tiga fasa, melalui diagram lokasi, diagram pengawatan,
dan diagram kerja suatu motor tiga fasa. Kemudian dikombinasi dengan
menggunakan kontaktor. Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk
melakukan perencanaan instalasi motor penggerak berdasarkan standar yang
berlaku, serta menerapkan dalam pemasangan motor-motor AC tiga fasa di
rumah-rumah industri.
14.2.

Penyajian

Simbol-simbol motor AC tiga fasa:

Gambar 14.1 Diagram pengawatan transformator tiga fasa

58

Untuk mengetahui fungsi kerja dari saklar silang kita buat suatu sistim
pengaturan sesuai dengan diagram pada gambar 1 di bawah ini, tempatkan
peralatan sesuai dengan diagram lokasi kemudian kawati dengan penghantar
dalam kode warna yang benar.

Gambar 14.2 Diagram pengawatan transformator tiga fasa

59

Gambar 14.3 Diagram control dan diagram daya motor tiga fasa

14.3.

Penutup

3.1. Kesimpulan
Mempelajari cara menggambar motor DC kompon, melalui diagram lokasi,
diagram pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar silang.
Kemudian dikombinasi dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihanlatihan merangkai dengan menggunakan alat peraga di kelas, yang
diperagakan oleh dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa.
Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan
instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam
pemasangan motor-motor DC kompon di rumah-rumah industri.

60

3.2. Tugas
Jika dalam suatu ruangan dipasang satu atau sekelompok lampu yang
dikontrol dari tiga tempat, sehingga dibutuhkan suatu saklar silang untuk
memenuhi kebutuhan pengaturan.
1. Gambarkan diagram control motor induksi tiga fasa
2. Gambarkan diagram pengawatan dari motor induksi tiga fasa
3. Gambarkan diagram daya pengoperasian motor induksi tiga fasa
menggunakan kontaktor.

61

BAB XV
MESIN-MESIN SET
15.1. Pendahuluan
Sistem mesin-mesin set. Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari cara
menggambar diagram control dari mesin-mesin set, melalui diagram lokasi,
diagram pengawatan, dan diagram kerja.
15.2.

Penyajian

Simbol-simbol diagram lokasi dari motor sinkron:

Gambar 15.1 Diagram lokasi motor sinkron

62

Gambar 15.2 Diagram control sebuah escalator


15.3.

Penutup

3.1. Kesimpulan
Mempelajari cara menggambar sebuah mesin set, motor sinkron dan asinkron,
melalui diagram lokasi, diagram pengawatan, dan diagram kerja. Gambar ini
dilengkapi dengan diagram kontrolnya menggunakan kontaktor dan on delay.
Sistem ini akan bekerja secara otomatis setelah star awal dengan menekan
push button on off. suatu pengaturan saklar silang. Kemudian dikombinasi
dengan kotak kontak dan dilanjutkan dengan latihan-latihan menggambar.
Menggambar dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan
instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam
pemasangan motor-motor sinkron dan asinkron di rumah-rumah industri.

63

3.2.

Tugas

Jika dalam suatu ruangan dipasang satu atau sekelompok lampu yang
dikontrol dari tiga tempat, sehingga dibutuhkan suatu saklar silang untuk
memenuhi kebutuhan pengaturan.
1. Gambarkan diagram control motor induksi tiga fasa
2. Gambarkan diagram pengawatan dari motor sinkron tiga fasa
3. Gambarkan

diagram

daya

pengoperasian

motor

asinkron

fasa

menggunakan kontaktor.

64

DAFTAR PUSTAKA
BSN, 2000, Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000). SNI
Jakarta.
E. Setiawan. 1985, Instalasi Listrik Arus Kuat 1. Binacipta Bandung.
Michael Neidle. 1999, Teknologi Instalasi Listrik. Erlangga Jakarta.
PEDC. 1989. Rancangan Listrik 1. Bandung.
PEDC. 1980, Instalasi Listrik 1. Bandung.
PLN 2005, SPLN No. 1. PLN Jakarta.

65