Anda di halaman 1dari 15

BIOKIMIA KARDIOLOGI

DR. KARTONO ICHWANI, Sp.BK

OTOT JANTUNG
Otot Jantung secara Struktur dan Fungsional
mirip Otot Tipe I:
Banyak pembuluh darah
Banyak Mioglobin
Banyak Mitokondria
Dapat berkontraksi secara teratur dan terus
menerus seumur hidup bila Vaskularisasi dan
Oksigen Cukup
Oleh karena banyak Mitokondria maka
Metabolisme Otot Jantung Berlangsung melalui:
Glikolisis Aerobik
Oksidasi-Asam Lemak
Siklus Asam Sitrat

Sebagai sumber energinya Otot Jantung


dapat menggunakan:
Glukosa
Asam Lemak
Benda-benda Keton
Bila terjadi Hipoksia/Anoksia oleh karena
Penyempitan atau penyumbatan
pembuluh darah, maka okisdasi -Asam
Lemak dan S.A.S tidak dapat berlangsung
sedangkan Glokolisis beralih dari Aerobik
ke Anaerobik

Pada keadaan normal hasil energi dari oksidasi


1 Mol Glukosa menjadi CO2 dan H2O melalui
Glikolisis Aerobik dan SAS sebanyak 38 Mol
ATP
1 Mol Asam Lemak (Palmitat) menjadi CO2
dan H2O melalui Oksidasi dan SAS
menghasilkan 129 Mol ATP
1 Mol Benda Keton (Aseto Asetat) akan
teroksidasi menjadi CO2 dan H2O melalui
SAS dengan menghasilkan 24 Mol ATP
Pada keadaan Nomal total terbentuk 191 Mol
ATP

Pada Anoksia Otot Jantung, Asam


Lemak dan Benda Keton tidak dapat
dioksidasi sehingga tidak
menghasilkan ATP
Sedangkan Glikolisis beralih dari
Aerobik ke Anaerobik
Pada Glikolisis Anaerobik hanya
terbentuk 2 ATP
1 Glukosa glikolisis 2 Laktat + 2
ATP
Anaerobik

Jadi perolehan ATP untuk KerjaOtot


Jantung pada keadaan
Anoksia/Hipoksia jauh dari
mencukupi
Untuk mengatasi DefisitATP Otot
Jantung meningkatkan aktivitas
Enzym Kreatin Kinase (Kreatin Fosfo
Kinase) disingkat CK (CPK)
Enzym ini bekerja sbb:
Kreatine Fosfat +ADP CK(CPK)
Kreatine + ATP

Jadi pada penyempitan/penyumbatan


pembuluh Koroner:
I. Aktivitas CK (CPK) meningkat
II. Pada Anoksia/Hipoksia Otot Jantung
terjadi Glokolisis Anaerobik
Pada proses ini terjadi pembentukan
Laktat dari Piruvat. Reaksi ini
dikatalisis oleh Enzym Laktat
Dehidrogenase (LDH)
Pada Anoksia Otot Jatung LDH
meningkat

GLC
ATP 2 NAD +
2 NODH + H+

Piruvat ---- 2 Laktat


LDH

Pada keadaan Aerobik, Piruvat sebagai Zat


antara Glikolisis masuk ke Mitokondria
Didalam Mitokondria Piruvat mengalami
Dekarboksilasi Oksidatis menjadi Asetil
Koenzim A (Asetil KoA)
2KoA 2CO2
O
O
2CH3 C-COOH 2KoASH 2CH3 C
SKoA
Piruvat AsetilKoA
2NAD+ 2NADH + 2H+

Disini terbentuk 6ATP dari reoksidasi 2 NADH melalui


rantai pernapasan menjadi NAD + kembali
Asetil KoA kemudian Dioksidasi melalui SAS menjadi
CO2 dan H2O dengan membentuk 12 ATP/AsetilKoA
CO
Jadi 2 AsetilKoA ----- SAS --- 24 ATP
CO2
Jadi pada Glikolisis Aerobik:
Glukosa --- CO2 + H2O + 38 ATP
8 ATP dari Glukosa Piruvat
6 ATP dari 2 Piruvat 2 AsetilKoA
24 ATP dari 2 AsetilKoA
CO2

SA
S

CO2

BIOMARKER PJK
Pada PJK terjadi Peningkatan Aktivitas Enzym-Enzym Darah:
1. LDH meningkat oleh karena terjadi perubahan Glikolisis
Aerobik ke Anaerobik dimana terjadi perubahan Priruvat
Laktat
2. CK/CPK meningkat untuk memperoleh tambahan ATP
Kreatin Fosfat + ADP -- CK -- Kreatine + ATP
Pada PJK sel-sel otot jantung rusak membran rapuh dan bocor
enzym-enzym keluar dari sitoplasma otot jantung ke
aliran darah sehingga terjadi peningkatan aktivitas
3. Serum Glutamat Oksalonsetat Transminase enzym ini
mengkatalisasi reaksi
Glutamat + Oksoloasetat - Asparat + -Ketoglutamat
4. Serum Glutamat Piruvat Transminase, enzym ini
mengkatalisis Reaksi
Alanin + -Ketoglutarat
SGPT
Piruvat + Glutamat