Anda di halaman 1dari 4

Kaizen

Oleh: Mayang Delima (21070112130065)


Definisi Kaizen
Dalam bahasa Jepang, kaizen berarti perbaikan yang berkesinambungan (continuous
improvement). Kaizen merupakan perbaikan yang melibatkan semua orang, mulai dari
manajer hingga karyawan, dan melibatkan biaya dalam jumlah yang tidak seberapa. Konsep
kaizen lebih berorintasi pada proses daripada hasil.
Filsafat kaizen menganggap bahwa cara hidup kita seperti kehidupan kerja atau
kehidupan sosial yang hendaknya terfokus pada upaya perbaikan terus menerus. Perbaikan
dalam kaizen bersifat kecil dan berangsur. Kaizen tidak bersifat dramatis dan proses kaizen
diterapkan berdasarkan akal sehat dan berbiaya rendah, menjamin kemajuan berangsur yang
memberikan imbalan hasil dalam jangka panjang. Jadi kaizen merupakan pendekatan dengan
risiko rendah.
Segmentasi Kaizen
Menurut konsep kaizen, kaizen dibagi menjadi 3 segmen, tergantung pada kebutuhan
masing-masing perusahaan, yaitu:
1.

Kaizen yang berorientasi pada manajemen, memusatkan perhatiannya pada masalah


logistik dan strategis yang terpenting dan memberikan momentum untuk mengejar
kemajuan dan moral.

2.

Kaizen yang berorientasi pada kelompok, dilaksanakan oleh gugus kendali mutu,
kelompok Jinshu Kanshi untuk manajemen sukarela menggunakan alat statistik untuk
masalah, menganalisa, melaksanakan, dan menetapkan standar atau prosedur baru.

3.

Kaizen yang berorientasi pada indivisu, dimanifestasikan dalam bentuk saran, dimana
seseorang harus bekerja lebih pintar apabila tindak ingin bekerja keras.

Konsep Kaizen
Konsep kaizen meliputi beberapa hal, yaitu:
1. Konsep 3M (Muda, Mura, dan Muri)
Konsep ini dibentuk untuk mengurangi banyaknya proses kerja, meningkatkan mutu,
mempersingkat waktu, dan mencapai efisiensi. Muda diartikan sebagai pengurangan
pemborosan, mura diartikan sebagai pengurangan perbedaan, dan muri diartikan sebagai
pengurangan ketegangan.
2. Gerakan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke)

Konsep 5S merupakan proses perubahan sikap dengan menerapkan penataan,


kebersihan, dan kedisiplinan di tempat kerja. Konsep ini merupakan budaya mengenai
bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya dengan benar. Apabila tempat
kerja tertata rapi, bersih, dan tertib maka kemudahan bekerja seseorang dapat diciptakan.
3. Konsep PDCA (Plan, Do, Check, dan Action)
Langkah pertama dari kaizen adalah menerapkan siklus PDCA sebagai sarana yang
menjamin terlaksananya kesinambungan dari kaizen. Hal ini berguna untuk mewujudkan
kebijakan untuk memelihara dan memperbaiki atau emningkatkan standar. Plan
berkaitan dengan identifikasi masalah, analisis masalah, serta perencanaan dan
penanggulangan. Do merupakan implementasi rencana solusi dan memastikan skill
pekerja yang diperlukan. Check merupakan kegiatan memeriksa hasil dan menentukan
tingkat pencapaiannya. Sedangkan action berkaitan dengan memberikan masukan
perubahan pada SOP dan melatih pekerja untuk menguasainya apabila hasil yang
diperoleh memuaskan.
4. Konsep 5W + 1H
Salah satu pola pikir untuk menjalankan roda PDCA dalam kegiatain kaizen adalah
dengan teknik bertanya dengan pertanyaan dasar 5W + 1H (what, who, why, where,
when, dan how)
Faktor Kegagalan Program Perbaikan Proses
Terdapat beberapa faktor kegagalan program perbaikan proses, diantaranya yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kurangnya kepemimpinan dan komitmen manajemen puncak


Harapan akan hasil yang cepat
Kurangnya pemberdayaan karyawan dengan benar
Kegagalan untuk mengakui perlunya perubahan budaya
Aplikasi ruang lingkup yang terbatas
Lebih menekankan internal daripada eksternal pelanggan

Kriteria Proses: Big-Q dan Little-q


Big-Q merupakan program perbaikan yang mengintegrasikan TQM dalam struktur dan
strategi perusahaan dengan dukungan penuh dari manajemen puncak. Sedangkan Little-q
merupakan program yang menekankan pada pelatihan, perangkat, dan teknik-teknik TQM,
tetapi tanpa perubahan mendasar pada budaya kerja.
Beberapa karakteristik dari Big-Q yaitu:
1. Diarahkan secara aktif dan agresif oleh manajemen puncak
2. Perubahan mendasar pada budaya, struktur, dan proses
3. Strategi yang terdefinisi dengan baik
4. Konsep teritegrasi secara nyata pada pabrik
5. Memberikan manfaat jangka panjang

1.
2.
3.
4.
5.

Sedangkan karakteristik dari Little-1 yaitu:


Kurangnya dukungan dari manajemen puncak
Bukan perubahan yang mendasar, hanya melibatkan training dan teknik
Tidak menyeluruh
Falsafah tidak terintegrasi pada produksi
Memberikan manfaat jangka pendek

Kaizen as an Umbrella Concept


Unsur-unsur kaizen terangkum dalam paying kaizen (Kaizen Umbrella), yang terdiri
atas:
1. Fokus pada pelanggan
2. Pengendalian kualitas terpadu (TQC)
3. Robotik
4. Gugus Kendali Kualitas
5. Sistem Saran
6. Otomatisasi
7. Disiplin di tempat kerja
8. Pemeliharaan produktivitas terpadu (TPM)
9. Kanban
10. Penyempurnaan kualitas
11. Tepat waktu (JIT)
12. Tanpa cacat (zero defect)
13. Aktivitas kelompok kecil
14. Hubungan kerja sama karyawan-manajemen
15. Pengembangan produk baru

Perbedaan Kaizen dan Inovasi


Beberapa perbedaan antara kaizen dan inovasi adalah sebagai berikut:
No
1
2
3
4
5
6

Kaizen
Orientasi umum
Orientasi pada manusia
Perhatian pada pendalaman
Dibangun dengan teknologi yang ada
Informasi terbuka, dibagikan
Kelompok kerja

Inovasi
Orientasi pada keahlian
Orientasi pada teknologi
Perhatian lompatan jauh
Cari teknologi baru
Informasi tertutup perorangan
Individual

Kunci Pelaksanaan Kaizen


Terdapat 8 kunci utama pelaksanaan kaizen dalam kegiatan industri, diantaranya yaitu:
1. Menghasilkan produk sesuai dengan jadwal yang didasarkan pada permintaaan
2.
3.
4.
5.

pelanggan
Memproduksi dalam jumlah kecil
Menghilangkan pemoborosan
Memperbaiki aliran produksi
Menyempurnakan kualitas produk

6. Orang-orang yang tanggap


7. Menghilangkan ketidakpastian
8. Penekanan pada pemeliharaan jangka panjang
Penerapan Kaizen
Dalam penerapan kaizen, pemimpin organisasi di Negara Jepang berpegang pada 2
prinsip, yaitu:
1. Memerlukan proses atau cara kerja yang baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal
Dengan proses atau cara kerja yang baik, maka kita bisa bekerja lebih cekatan. Untuk
mendapatkan proses yang baik, para pemimpin perusahaan perlu mngetahui sumber
masalah-masalah, kemudian meminta ide dari semua karyawannya. Bagaimanapun juga,
solusi terbaik adalah solusi yang paling sederhana, logis, dan mudah dilaksanakan.
2. Memilih gagasan-gagasan yang sekiranya bisa atau mungkin untuk dilaksanakan
kemudian menerapkannya dan bersabar menunggu hasilnya.
Suatu perbaikan kecil yang dilakukan dalam perusahaan atau organisasi akan dapat
menghasilkan dampak yang besar, dimana waktu dan uang dapat dihemat. Para
karyawan akan semakin semangat bekerja karena melihat ide-ide mereka diterima dan
dilaksanakan oleh perusahaan.
Sumber:
Dhimas. 2005. Problem Solving Approach dalam Pengendalian Kualitas. Departemen
Teknik Industri: ITB.
Irianto, Drajad. 2010. Manajemen Kualitas. Sistem Insutri I Apatur: Pusdiklat Departemen
Perindustrian.
Paramita Dhiana, Patricia. 2012. Penerapan Kaizen dalam Perusahaan. Universitas Ki
Ageng Pandanaran: Semarang.