Anda di halaman 1dari 9

ASKEB PADA IBU HAMIL DENGAN TBC

Tanggal

: 4 Maret 2015

Waktu : 10.00 WIB

Tempat: BPM Bidan Lila, Amd.Keb


3.1 Pengkajian Data
3.1.1

Data Subyektif

Identitas

Nama klien

: Ny. P

Nama suami : Tn. S

Umur

: 25 tahun

Umur

: 30 tahun

Suku / bangsa : Jawa/Indonesia

Suku / bangsa : Jawa/Indonesia

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMP

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Pekerjaan

: Karyawan pabrik

Penghasilan

: -

Penghasilan

: Rp1.700.000,00/bln

Alamat

: Kedungsroko 50A

Alamat

: Kedungsroko 50A

No. Telp

: 089777722229

No. Telp

: 089972165473

Anamnesa

1. Keluhan Utama

: ibu mengatakan usia kehamilanya 7 bulan dengan mengeluh

sering batuk, kadang batuk keluar darah, pusing, cepat lelah, mata berkunangkunang, sakit dada, nafsu makan menurun, dan mengaku sering keluar keringat
dingin di malam hari. Ibu mengatakan pernah menderita TBC ketika masih SMA
dan dalam keluarga satu rumah terdapat anggota keluarga yang menderita TBC.
2. Riwayat Menstruasi
Menarche

12 tahun

Siklus

28 hari

Banyaknya

Sedang

Lamanya haid

6 hari

Sifat darah

Merah segar

Dismenorhea

Tidak

Fluor albus

Tidak

3. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu


Ibu mengatakan kehamilan ini merupakan kehamilannya yang pertama.
4. Riwayat kehamilan sekarang
HPHT

: 18 Agustus 2015

TP

: 11 Mei 2016

Pergerakan anak pertama kali

: pada usia kehamilan 5 bulan

Penyuluhan yang didapatkan

: gizi, kebersihan diri, istirahat

Imunisasi : pelaksanaan imunisasi TT sebanyak 5 kali


5. Riwayat Penyakit yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit jantung, asma, hepatitis, diabetes
mellitus, ataupun tekanan darah tinggi. Tetapi ibu pernah menderita TBC ketika
masih SMA.
6. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak pernah menderita penyakit jantung,
asma, hepatitis, diabetes mellitus, ataupun tekanan darah tinggi. Tetapi keluarga
ibu terdapat anggota keluarganya yang pernah menderita TBC.
7. Riwayat Alergi Obat
Ibu mengatakan ibu tidak memiliki alergi obat tertentu.
8. Riwayat Perkawinan
Status perkawinan:

kawin

Kawin

1x

Lamanya

1 tahun

Usia pertama kawin

: 24 tahun

9. Riwayat Psikososial
Ibu mengatakan kehamilannya saat ini adalah kehamilan yang direncanakan.
Selain itu, Ibu mengatakan cemas dengan kehamilan dan penyakit yang
dideritanya. Ibu mengatakan tidak menganut tradisi apa-apa, tidak ada tradisi
pantangan makanan dalam kehamilan dan lainnya
10. Pola Aktivitas sehari-hari
o Pola Nutrisi
Ibu mengatakan nafsu makannya menurun yaitu makan 2x sehari dengan porsi
1 piring dengan jenis makanan yaitu nasi, sayur, dan lauk.. Ibu mengatakan
minum 6-7 gelas sehari dan jenis minumannya air putih.
o Pola Eliminasi
Ibu mengatakan BAB 1x sehari dengan warna kuning dan konsistensi lembek,
sedangkan BAK 4-5x sehari dengan warna kuning jernih. Tidak ada keluhan
mengenai BAK dan BAB selama kehamilan.

o Pola Istirahat Tidur


Ibu mengatakan sulit tidur pada malam hari dikarenakan seringnya batuk yang
dialami ibu serta dada yang terasa sakit. Selain itu ibu juga menalama keringat
dingin pada malam hari.
o Personal Hygene
Ibu mengatakan mandi 2x sehari, gosok gigi 3x sehari, dan mencuci rambut 3x
seminggu.
o Pola Aktivitas
Ibu mengatakan aktivitas sehari-harinya adalah mengerjakan pekerjaan rumah
tangga seperti menyapu, mencuci baju. memasak, namun sudah mengurangi
pekerjaan yang berat.
o Pola Seksual
Ibu mengatakan selama hamil mulai jarang melakukan hubungan suami istri,
yaitu 1 minggu satu kali.
o Pola Spiritual
Ibu mengatakan selalu sholat 5 waktu dan rajin mengikuti pengajian di
daerahnya.
o Pola Persepsi Diri
Ibu mengatakan merasa sangat bahagia atas kehamilannya yang pertama ini
o Pola Kebiasaan
Ibu mengatakan tidak punya kebiasaan minum jamu, tidak minum alkohol,
tidak merokok, dan tidak memakai narkoba.
3.1.2

Data Obyektif

Status Generalis
Keadaan umum : kurang baik / lemas

Kesadaran

: menurun

Tinggi Badan

: 150 cm

Berat Badan

: 48 kg

Tanda Vital
Tekanan darah : 100/50 mmHg
Nadi

85 x/menit

Suhu

360C

Pernapasan :

30 x/menit

Inspeksi
1. Rambut :

hitam, lebat, tidak rontok, tidak berketombe,

tidak berbau
2. Muka

tidak ada chloasma gravidarum, tidak ada oedem

3. Mata

tidak kabur, konjungtiva tidak anemis, sclera

tidak ikhterus
4. Hidung

tidak ada sekret, tidak ada polip

5. Telinga

pendengaran tidak menurun, kebersihan baik

6. Mulut

tidak ada caries, kebersihan mulut baik, tidak

ada stomatitis
7. Bibir

berwarna merah muda, tidak kering

8. Leher

terdapat pembesaran kelenjar thyroid.

9. Dada

adanya tanda-tanda penarikan paru, diafragma,

pergerakan napas yang tertinggal, suara napas melemah.


10. Abdomen:

tidak terdapat striae gravidarum, tidak ada bekas

operasi.
11. Vagina

fluor albus tidak ada, tidak ada condiloma, tidak

ada herpes vaginalis, tidak ruam, tidak ada luka perineum, tidak
ada infeksi kelenjar bertolini maupun kelenjar skene, tidak ada
kemerahan di vagina.
12. Ekstrimitas atas : tidak ada oedema, tidak ada kram tangan, tugor kulit menurun.
13. Ekstrimitas bawah :

tidak ada varices, tidak ada kram kaki, tugor kulit

menurun. Lila : 22,5 cm.

Palpasi
1. Leopold I

TFU = 3 jari diatas pusat

Teraba tidak bulat, tidak keras, kurang melenting yaitu kesan


bokong.
2. Leopold II

Kanan : teraba bagian kecil janin yaitu

kesan ekstremitas
Kiri

: teraba datar, keras, dan memanjang yaitu kesan

punggung
3. Leopold III

: teraba keras, bulat, dan melenting yaitu kesan

kepala. Bagian terendah janin belum masuk PAP

4. Leopold IV

: Tidak dilakukan

Mc Donald.

TFU

: 28 cm

TBJ

: (28-13)x155 gr = 2.325 gr

Auskultasi
Suara jantung lupdup, terdengar bunyi wheezing pada paru.
DJJ positif dengan keteraturan 12 11 11 dengan frekuensi 136x/menit

Perkusi
Suara ketok redup
Reflek patela kanan / kiri : positif / positif

Pemeriksaan Penunjang
Darah

HB :11 gr%

Urine

albumin

= negatif

reduksi

= negatif

Sputum

ditemukan adanya Basil Tahan Asam (BTA) pada sputum


yang terdapat pada penderita tuberkulosis paru

Test Tuberkulosis :

Mantoux test positif

Pemeriksaan Lain
USG

tidak dilakukan

3.2 Intrepetasi Data


3.2.1 Diagnosa Kebidanan
G1P0000Ab000, usia kehamilan 30-32 minggu, tunggal, hidup, intrauteri, letak kepala,
dengan TBC.
Dasar
DS :

Ibu mengatakan berumur 25 Tahun

Ibu mengatakan ini adalah kehamilan yang pertama

Ibu mengatakan HPHTnya tanggal 14 Agustus 2015

Ibu mengatakan usia kehamilanya 7 bulan dengan mengeluh sering batuk, kadang
batuk keluar darah, pusing, cepat lelah, mata berkunang-kunang, sakit dada, nafsu
makan menurun, dan mengaku sering keluar keringat dingin di malam hari. Ibu

mengatakan pernah menderita TBC ketika masih SMA dan dalam keluarga satu
rumah terdapat anggota keluarga yang menderita TBC.
DO :
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : kurang baik / lemas
Kesadaran

: menurun

Tinggi Badan

: 150 cm

Berat Badan

: 48 kg

Tekanan darah

: 100/50 mmHg

Nadi

: 85 x/menit

Suhu

: 360C

Pernapasan

: 30 x/menit

LILA

: 22,5 cm

DJJ teratur, 136x/menit

Pemeriksaan dada : adanya tanda-tanda penarikan paru, diafragma, pergerakan

napas yang tertinggal, suara napas melemah, dan terdengar bunyi wheezing pada
paru..
Pemeriksaan Penunjang
Darah

: HB =11 gr%

Urin

: albumin = negatif
reduksi = negatif

Sputum

: ditemukan adanya Basil Tahan Asam (BTA) pada sputum yang


terdapat pada penderita tuberkulosis paru

Test Tuberkulosis : Mantoux test positif


3.2.2 Masalah
Ibu merasa cemas dengan kehamilan dan penyakit yang dideritanya.
Dasar: Ibu mengatakan cemas dengan kehamilan dan penyakit yang dideritanya.
3.2.3 Kebutuhan segera
KIE tentang TBC dalam kehamilan, penanganan penyakit dengan pemberian obat
dan konseling.
3.3

Diagnosa Potensial
Pada ibu

: Hemoptisis berat (perdarahan dari saluran napas bawah), kolaps spontan

karena kerusakan jaringan paru, penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang,

persendian, ginjal dan sebagainya, insufisiensi Kardio Pulmoner (Cardio Pulmonary


Insufficiency), dan Preeklampsia dan Eklampsia
Pada Janin : Prematuritas, IUGR
3.4 Antisipasi Masalah / Tindakan Segera
Berkolaborasi dengan dokter ahli SPOG dan Paru-Paru dalam pemberian obat.
3.5

Perencanaan

3.5.1

Beritahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu saat ini kurang baik.

3.5.2

Anjurkan ibu untuk istirahat cukup seperti tidur yang cukup untuk menghilangkan
atau mengurangi rasa pusing dan cepat lelah.

3.5.3

Anjurkan ibu untuk minum air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

3.5.4

Anjurkan ibu untuk minum susu ibu hamil untuk menambah kebutuhan nutrisi.

3.5.5

Anjurkan ibu untuk sering makan meskipun sedikit-sedikit.

3.5.6

Beritahu ibu untuk mengurangi pekerjaan yang berat untuk mengurangi rasa lelah.

3.5.7

Lakukan kolaborasi dengan dokter ahli SPOG dan Paru-Paru dalam pemberian obat
kepada ibu yaitu Rifampisin 450-600 mg/hari, INH 400 mg/hari, dan Ethambutol
1000 mg/hari

3.5.8

Berikan KIE tentang pencegahan penularan penyakitnya seperti menutup mulut pada
saat batuk, minum dan makan di tempat yang terpisah, untuk mencegah penularan
pada anggota keluarga lainnya.

3.5.9

Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 2 minggu kemudian atau jika
mendapatkan keluhan.

3.5.10 Dokumentasikan semua hasil pemeriksaan kedalam SOAP.


3.6 Pelaksanaan
3.6.1

Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu saat ini kurang baik dengan
hasil TD = 120/80 mmHg, N=85x/menit, R = 30x/menit, BB=48 kg, ada pembesaran
kelenjar thyroid, dan hasil pemeriksaan laboraturium menunjukkan ibu positif
menderita penyakit TBC.

3.6.2

Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup seperti tidur yang cukup untuk
menghilangkan atau mengurangi rasa pusing dan cepat lelah.

3.6.3

Menganjurkan ibu untuk minum air putih untuk mengganti cairan tubuhyang hilang.

3.6.4

Menganjurkan ibu untuk minum susu ibu hamil untuk menambah kebutuhan nutrisi.

3.6.5

Menganjurkan ibu untuk sering makan meskipun sedikit-sedikit.

3.6.6

Memberitahu ibu untuk mengurangi pekerjaan yang berat untuk mengurangi rasa
lelah.

3.6.7

Melakukan kolaborasi dengan dokter ahli SPOG dan Paru-Paru dalam pemberian obat
kepada ibu yaitu Rifampisin 450-600 mg/hari, INH 400 mg/hari, dan Ethambutol
1000 mg/hari

3.6.8

Memberikan ibu KIE tentang pencegahan penularan penyakitnya seperti menutup


mulut pada saat batuk, minum dan makan di tempat yang terpisah, untuk mencegah
penularan pada anggota keluarga lainnya.

3.6.9

Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 2 minggu kemudian atau jika
mendapatkan keluhan.

3.6.10 Mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan kedalam SOAP.


3.7 Evaluasi
3.7.1

Ibu telah mengerti dan mengetahui hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu saat ini
kurang baik.

3.7.2

Ibu mengerti dan berjanji untuk istirahat cukup seperti tidur yang cukup untuk
menghilangkan atau mengurangi rasa pusing dan cepat lelah.

3.7.3

Ibu mengerti dan berjanji akan lebih sering minum air putih untuk mengganti cairan
tubuh yang hilang.

3.7.4

Ibu mengerti dan berjanji akan minum susu ibu hamil untuk menambah kebutuhan
nutrisi.

3.7.5

Ibu mengerti dan mau mencoba untuk lebih makan.

3.7.6

Ibu mengerti dan mau melaksanakannya untuk mengurangi pekerjaan yang berat

3.7.7

Ibu mengerti dan berjanji akan tetap mengonsumsi obat yaitu Rifampisin 450-600
mg/hari, INH 400 mg/hari, dan Ethambutol 1000 mg/hari

3.7.8

Ibu mengerti dan melakukan pencegahan penularan penyakitnya seperti menutup


mulut pada saat batuk, minum dan makan di tempat yang terpisah, untuk mencegah
penularan pada anggota keluarga lainnya.

3.7.9

ibu bersedia untuk melakukan kunjungan ulang 2 minggu kemudian atau jika
mendapatkan keluhan.

3.7.10 Semua hasil pemeriksaan telah didokumentasikan kedalam SOAP.