Anda di halaman 1dari 4

Keterkaitan Identitas Nasional Dengan Globalisasi, dan Integrasi Nasional

Indonesia, serta Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas


Nasional
Dilihat dari pengertiannya, identitas secara etimologis berasal dari bahasa
inggris yaitu identity yang dapat diartikan sebagai ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati
diri. Yang dimaksudkan dengan ciri-ciri itu adalah sesuatu yang menandai apakah
itu benda ataupun seseorang. Identitas atau ciri dapat dibedakan menjadi dua
yakni ciri-ciri fisik dan ciri-ciri non fisik. Ciri fisik yang dapat kita sendiri lihat
dan rasakan contohnya saja seperti orang cina yang matanya sipit, kulitnya putih,
orang irian atau papua yang kulitnya hitam dan rambutnya yang ikal. Ciri-ciri non
fisik biasanya dapat dilihat dari gaya seseorang ketika berbicara, ketika bermain,
ketika belajar dan lain sebagainya.
Identitas juga di definisikan sebagai pengenalan atau pengakuan terhadap
seseorang yang termasuk dalam suatu golongan yang dilakukan berdasarkan atas
serangkaian ciri ciri yang merupakan suatu kesatuan bulat dan menyeluruh, serta
menandainya sehingga dapat dimasukkan dalam golongan tersebut (Parsudi
Suparlan: 1999).
Dan nasional menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah bersifat
kebangsaan; berkenaan atau berasal dr bangsa sendiri; ataupun meliputi suatu
bangsa. Jadi dapat dikatakan bahwa Identitas Nasional Indonesia adalah ciri-ciri
atau sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsabangsa lain di dunia. Identitas nasional memilikki faktor-faktor yang mendukung
kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia, yang pertama yaitu faktor objektif,
yang meliputi faktor geografis, ekologis dan juga demografis. Dan yang kedua
faktor subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan yang dimiliki
bangsa Indonesia (Suryo, 2002).
Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional,
yang berkemungkinan akan berkaitan dengan globalisasi. Yang menurut asal
katanya, kata globalisasi diambil dari kata global, yang maknanya ialah
universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses
menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia

ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Tentu saja hal ini yang akan mengakibatkan
dampak-dampak bagi Indonesia baik positif maupun negatif. Misalnya saja pasar
bebas yang merupakan ciri khas globalisasi. Pasar bebas dapat menghancurkan
siapa saja yang tidak mampu bertahan. Hal ini merupakan ciri bahwa pasar bebas
membawa aspek liberalis dalam pelaksanaannya. Yang kaya semakin kaya,
sementara yang miskin semakin miskin, sehingga terbentuklah suatu jurang
kesenjangan ekonomi dan sosial yang dalam. Hal tersebut jelas berbeda dengan
nilai-nilai bangsa dan negara Indonesia. Seharusnya bangsa Indonesia
membangun perekonomian berdasarkan pada asas kekeluargaan sesuai yang
tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945, yakni pembangunan perekonomian
harus berjalan seimbang bagi seluruh rakyat sehingga dapat tercapai kemakmuran
yang merata. Namun, dengan adanya desakan globalisasi dalam wujud pasar
bebas ini, asas kekeluargaan menjadi terabaikan. Swasta semakin egois mengikuti
arus pasar bebas, sementara mereka yang tidak dapat mengikuti terlindas dan
semakin sengsara. Jika demikian, dimanakah rasa persatuan dan kekeluargaan
kita?
Kemudian bagaimana keterkaitan identitas nasional dengan integrasi
nasional Indonesia ? Integrasi sendiri berasal dari bahasa inggris "integration"
yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai
proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan
masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki
keserasian fungsi.
Definisi lain mengartikan integrasi adalah suatu keadaan di mana
kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap
kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan
kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi sendiri memiliki 2 pengertian, yang
pertama yaitu pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam
suatu sistem sosial tertentu, dan yang kedua membuat suatu keseluruhan dan
menyatukan unsur-unsur tertentu.

Indonesia sendiri memiliki berbagai suku atau bangsa yang berbeda-beda,


oleh karena itu diperlukanlah adanya integrasi nasional sebagai suatu cara untuk
mempersatukan bangsa, sesuai dengan pancasila sila ke tiga yakni Persatuan
Indonesia dan sesuai dengan moto atau semboyan Indonesia Bhineka tunggal
ika yang diartikan dengan berbeda tetapi tetap satu jua atau tujuan. Dengan kata
lain integrasi diperlukan demi mewujudkan dan mendukung tujuan dari bangsa
Indonesia.
Revitalisasi pancasila sebagaimana manifestasi identitas nasional harus
diarahkan pada pembinaan dan pengembangan moral sedemikian rupa sehingga
moralitas Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah. Harus kita sadari bahwa
moralitas Pancasila akan menjadi tanpa makna apabila tidak disertai dukungan
suasana kehidupan dibidang hukum secara kondusif. Dalam merevitalsasi
Pancasila sebagai manifestasi identitas nasional, dan penyelenggaraan pendidikan
kewarganegaraan dikaitkan dengan wawasan seperti halnya yang pertama yaitu
spiritual sebagai landasan untuk meletakkan etika, moral, religiusitas sebagai
dasar dan arah pengembangan suatu profesi. Kedua yaitu akademis yang
fungsinya untuk menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan merupakan
aspek menjadi yang tidak kalah pentingnya, bahkan lebih penting daripada
aspek mempunyai dalam kerangka penyiapan sumber daya manusia (SDM)
yang bukan sekedar instrumen, melainkan subjek pembaharuan dan pencerahan.
Ketiga yakni kebangsaan, dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran
nasionalismenya agar dalam

pergaulan antarbangsa, tetap setia kepada

kepentingan bangsanya, dan bangga kepada jatidiri bangsanya yang memiliki


ideologi tersendiri. Dan keempat yaitu mondial yang bertujuan untuk mampu
segera beradaptasi dengan perubahan yang terus-menerus dan mampu pula
mencari jalan keluarnya sendiri.
Sehingga

untuk

memvitalisasikan

kembali

pancasila

dibutuhkan

pembinaan dan perkembangan moral yang kian merosot. Dan revitaisasi pancasila
sebagai pemberdayaan identitas nasional adalah sebagai bentuk kritik terhadap
penyimpangan-penyimpangan dewasa ini demi mempertahankan dan terwujudnya
identitas nasional itu sendiri.

Daftar Pustaka

http://www.academia.edu/8436219/Pengertian_identitas_Identitas
http://www.academia.edu/7011989/Kewarganegaraan_Identitas_Nasional_
http://id.wikipedia.org/wiki/Integrasi_sosial
http://id.wikipedia.org/wiki/Bhinneka_Tunggal_Ika
https://www.scribd.com/doc/50501757/Revitalisasi-Pancasila-sebagaiPemberdayaan-Identitas-Nasional
http://www.academia.edu/9814504/Revitalisasi_Pancasila
https://prezi.com/w7wna6oja6op/identitas-nasional/