Anda di halaman 1dari 3

2/16/2015

GembongNarkobaLayakDihukumMatiwww.inilah.comTelinga,Mata,danHatiRakyat

HOME

POPULER

INDEKS

PILIH KANAL

INILAHKORANCOM
Pilih

LAINNYA
Senin, 15 Desember 2014 | 13:19 WIB

Gembong Narkoba Layak Dihukum Mati


Oleh:

inilahcom

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) memutuskan menolak permohonan grasi yang diajukan 64
terpidana mati kasus narkoba. Langkah Jokowi yang menolak grasi para bandar (gembong)
narkoba tersebut merupakan suatu gebrakan dalam rangka penegakan hukum di Indonesia.
Karena kita seperti kita ketahui, bandar yang sudah dijatuhi hukuman mati, tapi sampai saat
ini belum dieksekusi.
Di dalam penjara, mereka justru masih bisa dengan leluasa mengendalikan bisnisnya memproduksi
narkoba. Akibat ulah mereka, setiap hari ada sekitar 40-50 orang Indonesia terutama generasi muda
meninggal karena narkoba. Saat ini ada 4,5 juta orang yang terkena narkoba. Dari jumlah itu, 1,2 juta
http://m.inilah.com/news/detail/2162730/gembongnarkobalayakdihukummati

1/3

2/16/2015

GembongNarkobaLayakDihukumMatiwww.inilah.comTelinga,Mata,danHatiRakyat

tidak bisa direhabilitasi karena sudah sangat parah.


Keputusan Presiden Joko Widodo yang menolak grasi terpidana mati kasus narkoba dikritik oleh
kelompok dan aktivis pegiat HAM. Menurut mereka, hukuman mati bukan cara yang tepat untuk
menghukum gembong narkoba, karena hukuman seperti itu belum tentu akan membuat jera. Justru
sebaliknya, presiden berpotensi melakukan pelanggaran HAM.
Soal hukuman mati, sejak dari dulu memang telah menimbulkan pro dan kontra. Meskipun demikian,
langkah yang sudah diambil oleh Presiden Jokowi patut diapresiasi oleh semua pihak. Karena langkah
ini dinilai sejalan dengan amanat undang-undang yang tidak memberi ruang kepada para bandar
narkoba.
Kejahatan narkotika tidak hanya membunuh individu saja, namun bisa merusak dan membunuh satu
generasi. Mereka membunuh secara perlahan-lahan. Oleh karena itu, kepada para pegiat HAM diminta
untuk melihat masalah ini secara berimbang. Kematian pengguna narkoba juga harus dilihat sebagai
pelanggaran HAM oleh gembong narkoba. Mereka sudah terlebih dahulu melanggar HAM, namun
tidak ada yang memprotesnya.
Nurhadi Syahputra
Jalan Letjen S. Parman 110A Sidoarjo
Jawa Timur

JadwalSholat
Dzuhur

12.08

Ashar Jakarta15.21

http://m.inilah.com/news/detail/2162730/gembongnarkobalayakdihukummati

16Februari2015

Maghrib

18.18

Isya

19.28

2/3

2/16/2015

GembongNarkobaLayakDihukumMatiwww.inilah.comTelinga,Mata,danHatiRakyat

search
Kembali ke atas
Copyright 2008 - 2015 inilah.com, All rights reserved inilah.com

http://m.inilah.com/news/detail/2162730/gembongnarkobalayakdihukummati

3/3