Anda di halaman 1dari 3

Kelas : A

Nama : Lia Armaya


NIM : 120403047

Social Benefit = Manfaat Sosial


Social Benefit dalam Marketing
Menurut Kotler dan Armstrong (2001:304) dalam membentuk ikatan yang lebih
kuat dengan pelanggan, relationship marketing dapat dilakukan melalui 3 (tiga)
pendekatan yaitu:
1. Manfaat keuangan (financial benefit) adalah pendekatan dengan
membangun nilai bagi pelanggan terutama mengandalkan manfaat keuangan
dan penghematan biaya dengan cara pemberian diskon khusus dan promo.
2. Manfaat sosial (social benefit) adalah pendekatan dengan
menambahkan manfaat sosial dan berusaha meningkatkan ikatan sosial dengan
cara meneliti kebutuhan dan keinginan pelanggan dan memberikan pelayanan
lebih pribadi.
3. Ikatan struktural (structural ties) adalah membangun hubungan yang lebih kuat
dengan pelanggan, dengan cara memberikan penghargaan dan
pengertian kepada pelanggan. Perusahaan akan selalu membantu pelanggan
untuk memberikan informasi mengenai segala sesuatu yang dibutuhkan
pelanggan.
Social Benefit dalam Proyek
Proyek-proyek yang dinilai dari segi social benefit adalah proyek yang
dinilai dari segi manfaat yang diberikan proyek terhadap perkembangan
perekonomian masyarakat secara keseluruhan. Dan kegiatan usaha atau proyek
yang dinilai dari segi financial benefit adalah usaha yang dinilai dari segi
penanaman modal atau investasi yang diberikan untuk pelaksanaan usaha tersebut.
Umumnya, proyek yang dalam proyek atau yang berkepentingan dalam proyek.
Sasaran yang ingin dicapai dalam analisis financial adalah hasil dari modal saham
(equity capital) yang ditanam dalam usaha. Kegiatan usaha yang yang lebih
mengutamakan penilaian social benefit disebut dengan analisis evaluasi proyek,
sedangkan kegiatan usaha yang lebih dinilai dari segi social benefit adalah
proyek-proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah dan organisasi-organisasi

sosial. Sedangkan proyek yang dinilai dari segi financial benefit pada umumnya
adalah proyek-proyek yang dilaksanakan oleh pengusaha secara individu yang
menanamkan modalnya mengutamakan financial benefit sering disebut
dengan analisis studi kelayakan bisnis. Dari ruang lingkup
pembahasannya, analisis evaluasi proyek lebih luas daripada analisis studi
kelayakan bisnis. Studi Kelayakan Bisnis lebih mengutamakan kelayakan dari
suatu gagasan usaha dilihat dari pengusaha secara individu. Sedangkan evaluasi
proyek melihat kelayakan suatu proyek tidak hanya secara individu tetapi juga
melihat dampak proyek terhadap masyarakat secara keseluruhan.
Manfaat yang dilihat dari segi social benefit pada umumnya lebih luas,
seperti dampak proyek terhadap terbukanya kesempatan kerja, bertambahnya
pendapatan ragional, bertambahnya sarana prasarana produksi, terbukanya daerah
dari keterbelakangan, terjadinya perubahan pendidikan masyarakat, dan
sebagainya. Untuk penilaian yang dilakukan dari segi social benefit kendatipun
kurang memberi manfaat dari segi financial benefit, proyek tersebut dianggap
layak (feasible) untuk dikembangkan. Demikian pula sebaliknya, apabila dilihat
dari segi penanaman investasi dari private investor (perseorangan), kendatipun
mempunyai tujuan utama financial benefit, dampak proyek banyak yang
bersifat social benefit yang membantu tugas-tugas pemerintah baik dalam
penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan, perubahan pola kerja, dan
sebagainya.
http://29mooneclipse-e-business.blogspot.com/2009/05/studi-kelayakan-usaha.html

Social Benefit dalam Bisnis


Bagi pengusaha tentu tidak bisa main slonong begitu saja dalam membangun
sebuah bisnis. Harus ada banyak hal yang diperhitungkan sebelum membangun
sebuah bisnis. Salah satu hal penting yang hendaknya menjadi perhatian bagi
setiap pengusaha dalam membangun sebuah bisnis adalah masalah sosial
benefit. Sosial benefit mempertanyakan apakah bisnis yang hendak dibangun
memberikan keuntungan bagi kesejahteraan masyarakat dimana bisnis itu berada.

Keuntungan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Materi


maupun non materi (termasuk rasa aman). Jika sebuah bisnis yang dibangun lebih
banyak memberikan keuntungan sosial dibandingkan dampak negatif yang
ditimbulkannya, maka layaklah kiranya sebuah bisnis itu dibangun. Jika
sebaliknya, ada baiknya mencari jalan keluar yang lebih bijaksana. Sejatinya,
pebisnis adalah pelayan masyarakat. Maka sewajarnya jika bisnis yang dibangun
mejadi alat pelayanan yang mensejahterkan.
http://tipsbisnisuang.wordpress.com/2010/07/28/social-benefit-dalam-bisnis/