Anda di halaman 1dari 18

http://www.geocities.ws/fmipa_uim/jurusan/ekosist.

html
http://softilmu.blogspot.com/2014/01/pengertian-dan-komponen-ekosistem.html

KAIDAH EKOSISTEM
1. Suatu Ekosistem diatur dan dikendalikan secara ilmiah
2.

Suatu Ekosistem mempunyai daya kemampuan yang optimal dalam keadaan


berimbang. Di atas kemampuan tersebut ekosistem tidak lagi terkendali, dengan
akibat menimbulkan perubahan perubahan lingkungan atau krisis
lingkungan dan TIDAK LAGI DALAM KEADAAN LESTARI.

3.

Terdapat interaksi antara seluruh unsur-unsur lingkungan yang saling


mempengaruhi dan bersifat timbal balik.

4.

Interaksi terjadi antara : Komponen biotis dengan komponen abiotis, Sesama


komponen biotis, Sesama komponen-komponen abiotis

5.

Interaksi itu senantiasa terkendali menurut suatu dinamika yang stabil, untuk
suatu optimum mengikuti setiap perubahan yang dapat ditimbulkan terhadapnya
dalam ukuran batas-batas kesanggupannya.

6.

Setiap ekosistem memiliki sifat yang khas disamping yang umum dan secara
bersama-sama dengan ekosistem lainnya mempunyai peranan terhadap
ekosistem keseluruhannya .

7.

Setiap ekosistem tergantung dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor tempat,


waktu dan masing-masing membentuk basis-basis perbedaan di antara
ekosistem itu sendiri sebagai pencerminan sifat-sifat yang khas.

8.

Antara satu dengan yang lainnya, masing-masing ekosistem juga melibatkan


diri untuk memilih interaksinya pula secara tertentu.

Pengertian dan Komponen Ekosistem


Posted by abdul hadi Wednesday, 1 January 2014 28 comments
Pengertian ekosistem, komponen dalam ekosistem, satuan makhluk hidup dalam
ekosistem, macam-macam ekosistem, dan pencemaran ekosistem, itu merupakan
point-point yang akan kami bagikan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi sahabat
semuanya. Langsung saja ya

A.PENGERTIAN EKOSISTEM
Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik
antara makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi kita tahu bahwa ada komponen biotik
(hidup) dan juga komponen abiotik(tidak hidup) yang terlibat dalam suatu ekosistem ini,
kedua komponen ini tentunya saling mempengaruhi, contohnya saja hubungan heewan
dengan air. Interaksi antara makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu
kesatuan dan keteraturan. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masingmasing, dan selama tidak ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan dari
ekosistem ini akan terus terjaga.

Ekosistem
B.KOMPONEN DALAM EKOSISTEM
Berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya, ekosistem dapat dibedakan menjadi
dua komponen, yaitu sebagai berikut.
Komponen Abiotik, yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan tidak hidup
(nonhayati), yang meliputi komponen fisik dan kimia, seperti tanah, air, matahari, udara,
dan energi.
Ada 2 pembagian komponen biotik dalam suatu ekosistem, yaitu Organisme Autotrof
dan Organisme Heterotrof, nah tentu saja sahabat sudah sering mendengar kedua kata
ini, silahkan saja disimak lagi lanjutannya ya :
Organisme Autotrof adalah semua organisme yang mampu membuat atau mensintesis
makanannya sendiri, berupa bahan organik dan bahan-bahan anorganik dengan
bantuan energi matahari melalui proses fotosintesis. Semua organisme yang
mengandung klorofil terutama tumbuhan hijau daun disebut organisme autotrof. Ada
dua pembagian atas Organisme autotrof ini yaitu :
1.Fotoautotrof yang merupakan organisme pemanfaat energi cahaya untuk mengubah
bahan anorganik menjadi bahan organik.
2.Kemoautotrof yang merupakan organisme pemanfaat energi dari reaksi kimia untuk
membuat bahan makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya adalah bakteri besi,
dalam menjalankan proses ini mereka membutuhkan oksigen.

Organisme

Heterotrof adalah

semua

organisme

yang

tidak

dapat

membuat

makanannya sendiri, akan tetapi meman faat kan bahan-bahan organik dari organisme
lainnya sebagai bahan makanannya. Organisme ini terdiri atas 3 tingkatan yaitu :

Konsumen yang secara langsung memakan organisme lain

Pengurai yang mendapatkan makanan dari penguraian bahan organik dari


bangkai

Detritivor yang merupakan pemakan partikel organik atau jaringan yang telah
membusuk, contoh nya adalah lintah dan cacing

C.SATUAN MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM

Individu merupakan satu makhluk hidup, contohnya seekor burung.

Populasi merupakan sekumpulan makhluk hidup yang menetap disuatu tempat


dalam jangka waktu tertentu dan mampu berkembangbiak, contohnya
sekumpulan semut.

Komunitas merupakan kumpulan dari populasi yang menempati daerah yang


sama dalam waktu jangka waktu yang panjang.

Ekosistem merupakan kumpulan dari komunitas tadi yang melibatkan interaksi


yang muantap antara makhluk hidup.

D.MACAM-MACAM EKOSISTEM
Ada dua macam ekosistem yang terbentuk di bumi kita ini, yaitu
Ekosistem

alamiah

Ekosistem Alami
Ekosistem ini adalah ekosistem yang tercipta dengan sencirinya tanpa ada campur
tangan dari manusia, oleh karena itu lah kita sebut sebagai ekosistem Alamiah.
Contohnya adalah ekosistem laut dan sungai.
Ekosistem

Buatan

Ekosistem Buatan
Seperti namanya, ekosistem ini merupakan yang terbentuk dengan adanya campur
tangan manusia, Dibuat kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun
keanekaragaman hayati di sini terbatas, karena bukan itu tujuan dari membuat
ekosistem ini. Contohnya adalah sawah.
E.INTERAKSI DALAM EKOSISTEM

Tentunya setelah mengetahui komponen dalam suatu ekosistem kita bertanya-tanya


bagaimana sesungguhnya hubangan antara makhluk hdup yang tinggal menetap dalam
suatu ekositem, nah begini nih sahabat
Setiap makhluk hidup akan berusaha untuk mempertahankan populasinya, tentu
dengan cara mencari makanan dan terus berkembang biak, seperti yang kita ketahui
ada makhluk hidup karnivora dan herbivora hal ini akan menimbulkan hubungan erat
yang biasa dinamakan rantai makanan dan jaring jaring makanan. Saya akan
menambahkan gambar saja ya, mudah-mudahan sahabat semuanya dapat mengerti
melalui gambar ini
1.Rantai

makanan

Rantai Makanan
2.

Jaring-jaring

makanan

Jaring - jaring makanan

F.PENCEMARAN

EKOSISTEM

Ekosistem ini sebenarnya memberikan banyak keuntungan dalam kehidupan manusia,


namun banyak dari kita tidak menyadarinya sehingga bertindak hanya demi
kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampaknya bagi kehidup anak cucu kita, betapa
tidak, banyak orang melakukan penebangan liar, pembakaran hutan, membuang limbah
berbahaya ke laut, nah lihatlah dampaknya !!

Log In

Sign Up

Perairan Lotik dan Lentik

Uploaded by
M. Mutmainnah

521

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan-hubungan timbal


balik antar organisme hidup dengan lingkungannya. Salah satu kajian dari ekologi
adalah ekosistem tempat organism itu hidup. Ekosistem (satuan fungsi dasar dalam
ekologi) adalah suatu sistem yang didalamnya terkandung komunitas hayati dan saling
mempengaruhi antara komponen biotik dan abiotik. Dua per tiga bagian dari bumi
merupakan daerah perairan yang k e m u d i a n m e m b e n t u k e k o s i s t e m
p e r a i r a n a t a u d i s e b u t j u g a e k o s i s t e m a k u a t i k . Ekosistem akuatik
terbentuk karena adanya interaksi antara makhluk hidup akuatik dengan
lingkungannya. Ekosistem akuatik sendiri merupakan ekosistem yang
memiliki substrat berupa cairan. Berdasarkan tingkat salinitasnya ekosistem
perairan dibagi menjadi ekosistem air tawar dengan tingkat salinitas rendah
yaitu kurang dari 5%, air payau dengan tingkat s a l i n i t a s 5 - 3 0 % d a n a i r
l a u t d e n g a n t i n g k a t s a l i n i t a s t e r t i n g g i y a i t u a n t a r a 3 0 - 40% (Odum,
1998). Ekosistem air laut dibedakan menjadi ekosistem pantai, mangrove,
pasang surut (intertidal), terumbu karang (coral reef), subtidal dan laut dalam.
Sedangkan ekosistem air tawar dibedakan menjadi lotik dan lentik. Lotik
merupakan ekosistem air tawar yang airnya mengalir, sedangkan lentik
merupakan ekosistem air tawar yang airnya tergenang. Pada ekosistem lentik
terdapat organisme yang tidak pernah berubah dan tidak memiliki
kemampuan adaptasi khusus karena airnya yang tenang, tidak mengalir
bahkan tidak bergelombang. Perairan tergenang atau lentik meliputi danau, rawa,
kolam, waduk dan sebagainya.

BAB II PERAIRAN LENTIK DAN LOTIC A.

Perairan Lentik (menggenang) Perairan menggenang (lentik) adalah suatu bentuk


ekosistem perairan yang di dalamnya aliran atau arus air tidak memegang peranan
penting. Hal ini karena aliran air tidak begitu besar atau tidak mempengaruhi kehidupan
organisme yang ada di dalamnya. Pada perairan ini faktor yang amat penting
diperhatikan adalah pembagian wilayah air secara vertikal yang memiliki perbedaan
sifat untuk tiap lapisannya, contoh dan jenis perairan ini adalah danau, rawa, situ, kolam
dan perairan menggenang lainnya. Perairan menggenang di bagi dalam tiga lapisan
utama yang didasari oleh ada tidaknya penetrasi cahaya matahari dan tumbuhan air,
yaitu: Littoral, limnetik dan profundal, sedangkan atas dasar perbedaan temperatur
perairannya, perairan menggenang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: metalimnion,
epilimnion, dan hipolimnion. Kelompok organisme di perairan menggenang berdasarkan
niche utama dalam kedudukan rantai makanan meliputi produser (autotrof), makro
konsumer (heterotrof) dan mikrokonsumer (dekomposer). Kelompok organisme yang
ada di perairan menggenang berdasarkan cara hidupnya meliputi: benthos, plankton,
perifiton, nekton dan neuston.
1.

Distribusi Organisme di Perairan Menggenang Pada zona litoral, produser utamanya


adalah tanaman yang berakar (anggota spermatophyta) dan tanaman yang tidak
berakar (fitoplankton, ganggang dan tanaman hijau yang mengapung). Sedangkan
konsumernya meliputi beberapa larva serangga air seperti, platyhelminthes, rotifer,
oligochaeta, moluska, amphibi, ikan, penyu, ular dan lain sebagainya. Pada zone
limnetik, produsernya terutama fitoplankton dan tumbuhan air yang terapung bebas
seperti, water hyacinth (Eichornia crassipes), Cerratophyllum spp, Utricularia spp,
Hydrilla verticillata, duckweed (Lemna spp); dan vascular plants, seperti: Equisetum
spp; Ioetes spp dan Azolla spp. Sedangkan konsumernya meliputi zooplankton dari
copepoda, rotifera dan beberapa jenis

ikan. Pada zona profundal, banyak dihuni oleh jenis-jenis bakteri dan fungi, cacing
darah, yang meliputi larva chironomidae, dan annelida yang banyak mengandung
haemoglobin, jenis-jenis kerang kecil seperti anggota famili sphaeridae dan larva
"phantom" atau Chaoboras (corethra). Rantai makanan adalah suatu transfer energi
dari tumbuhan melalui serangkaian organisme dengan jalan makan-memakan. Pada
tiap transfer ada 80-90% energi potensial yang hilang sebagai panas. Oleh karena itu
rantai makanan dalam satu deretan jumlahnya terbatas, biasanya 4 - 5 tingkat. Makin
pendek rantai makanan, maka lebih banyak tersedia energi yang dapat dimanfaatkan.
2.

Jenis Ekosistem Perairan secara Tergenang (Lentik) :


a.

Danau Danau merupakan kumpulan air yang seolah-olah berda dalam suatu baskom
dan tidak mempunyai hubungan dengan laut atau merupakan suatu badan air yang
menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter
persegi. Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari.
Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut
daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di
danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin.
Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan
jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai
berikut.
o

Daerah litoral Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus
dengan optimal. Contohnya berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi,
reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa
mamalia yang sering mencari makan di danau.
o

Daerah limnetik

Job Board

About

Press

Blog

Stories

Terms

Privacy

Copyright

We're Hiring!

Help Center

Academia 2015