Anda di halaman 1dari 3

1.

Fungsi POAC sendiri dalam suatu organisasi adalah untuk meningkatkan


efektifitas
dan
efisiensi
suatu
organisasi
dalam
pencapaian
tujuannya.Kesuksesan organisasi adalah mencapai tujuan yang telah disusun
oleh manajer pada periode awal membentuk organisasi. Planning adalah
sebuah proses di mana seorang manajer memutuskan tujuan, menetapkan
aksi untuk mencapai tujuan (strategi) itu, mengalokasikan tanggung jawab
unutk menjalankan strategi kepada orang tertentu, dan mengukur
keberhasilan dengan membandingkan tujuan. Pengorganisasian adalah
penentuan pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas dan
membagi pekerjaan kepada setiap karyawan, penetapan berbagai
departemen serta penentuan hubungan. Tujuan pengorganisasian ini adalah
untuk menetapkan peran serta struktur dimana karyawan dapat mengetahui
apa tugas dan tujuan mereka.Hal penting yang dipertimbangkan dalam
melakukan actuating adalah untuk memotivasi seorang karyawan untuk
melakukan sesuatu, misalnya saja:merasa yakin dan mampu melakukan
suatu pekerjaan,percaya bahwa pekerjaan telah menambahkan nilai untuk
diri mereka sendiri, Tidak terbebani oleh masalah pribadi atau tugas lain yang
lebih penting atau mendesak, tugas yang diberikan cukup relevan, hubungan
harmonis antar rekan kerja.Beberapa cara pengendalian yang harus
dilakukan oleh seorang manajer yang meliputi pengawasan langsung, adalah
pengawasan yang dilakukan sendiri secara langsung oleh seorang manejer.
Manajer memeriksa pekerjaan yang sedang dilakukan untuk mengetahui
apakah dikerjakan dengan benar dan hasilnya sesuai dengan yang
dikehendakinya. Secara sederhana, Manajemen merupakan suatu proses
tindakan atau seni perencanaan, mengatur, pengarahan dan pengawasan
yang dinamis yang menggerakan organisasi mencapai tujuannya. Secara
umum, ada empat fungsi manajemen yang sering orang menyebutnya
POAC, yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Dua fungsi
yang pertama dikategorikan sebagai kegiatan mental sedangkan dua
berikutnya dikategorikan sebagai kegiatan fisik. Suatu manajemen bisa
dikatakan berhasil jika keempat fungsi di atas bisa dijalankan dengan baik.
Kelemahan pada salah satu fungsi manajemen akan mempengaruhi
manajemen secara keseluruhan dan mengakibatkan tidak tercapainya proses
yang efektif dan efisien.
2. Jika suatu unit analisa administrasi diadakan dengan maksud hanya untuk
mengamati bagaimana sesuatu dikerjakan. Beberapa perbaikan mungkin
dapat diadakan oleh seorang pengawas dan oleh seorang juru analisa
system yang terlatih baik. unit analisa administrasi akan menanti datangnya
gagasan padanya sementara ia mengadakan pengamatan. Ia akan
memahami benar tentang keadaan system ditambah dengan suatu ingatan
yang baik, pandangan yang tajam, pikiran yang cerdas, sejumlah perbaikanperbaikan dapat diadakan olehnya. unit analisa administrasi juga dapat
menilai dengan lebih baik mutu dari gagasan-gagasannya bagi
kepentingannya sendiri, juru analisa akan menyiapkan alas an-alasan yang
diperlukan kemudian guna menyajikan gagasan-gagasanya tersebut kepada
pimpinan dan pegawai-pegawai perusahaan. Dalam hal ini juga dapat
disajikan suatu cara pendekatan yang sistematis guna membantu

mengadakan perbaikan-perbaikan semaksimal mungkin yaitu: (a) Menyusun


keterangan-keterangan menurut skema-skema grafis atau table; (b)
Menganalisa secara kritis terhadap system tadi yang akan memberikan
gambaran tentang prinsip-prinsip umum; (c) Bagankan usul-usul baru yang
diajukan dengan menganalisanya dengan baik.
GAMBAR
3. Banyak resiko kegagalan dalam menjalankan sistem unit admisntrasi dan
banyak pula kegagalan-kegagalan unit administrasi yang diakibatkan oleh
pendekatan yang tidak sempurna terhadap resiko-resiko ini. Suatus sistem
analisa administrasi dikatakan berjalan dengan baik apabila tercipta efisiensi
dan koordinasi pelaksanaan fungsi-fungsi intern dari unit analisa administrasi
dan adanya dukungan dari kondisi-kondisi di luar unit, seperti misalnya
pergolakan-pergolakan ekonomi nasional, peramalan yang tidak tepat atas
kondisi-kondisi persaingan dan sebagainya. Ada 2 macam cara pendekatan
terhadap problem peningkatan efisiensi kerja yaitu; (a) Mencoba mendorong
para pegawai untuk bekerja lebih giat dan lebih cepat; (b) Menyederhanakan
(menyempurnakan) prosedur-prosedur pelaksanakan kerja sedemikian rupa,
sehingga dengan usaha/ ikhtisar yang sama, dapat diselesaikan pekerjaan
yang lebih banyak. Bidang teknik sistem menitikberatkan pada cara
pendekatan yang kedua.
4. Dalam kasus ini tidak dibayarkannya tunjangan daerah kepada guru di
Kabupaten Limapuluh Kota disebabkan karena anggaran yang defisit. Hal ini
ditegaskan oleh surat edaran yang dukeluarkan oleh bupati. Jika dikaji maka
hal ini merupakan suatu keputusan yang tidak populer dan diluar rasionalitas
dari pemkab sebagai pelaksana administrasi negara. Herbert Simon
mengingatkan bahwa para administrator sebagai bagian dari analisa
administrasi ternyata dalam membuat keputusan cenderung didasarkan pada
pertimbangan-pertimbangan di luar rasionalitas atau diluar pertimbangan
ekonomi dan efisiensi. Adanya diskresi atau keleluasaan dalam pelaksanaan
pemerintahan membuat etika dan moral menjadi hal yang penting dalam
pelaksanaan administrasi negara. Aplikasi etika dan moral dalam prakteknya
dapat dilihat dari Kode Etik yang dimilki administrator publik. Kehadiran kode
etik sendiri lebih berfungsi sebagai kontrol langsung sikap dan prilaku dalam
bekerja. Dalam kasus pembayaran tunjangan daerah tersebut adanya
pelanggaran-pelanggaran kode etik. Mengutip dari etika administrasi publik
dari ASPA (American Society for Administration) bahwa pelayanan kepada
masyarakat yaitu pelayanan di atas pelayanan kepada diri sendiri. Dari
indikator pertama ini, tampak pemkab tidak memberikan pelayanan yang
baik kepada guru. Selain itu, dalam pemberian pelayanan publik diperlukan
adanya pemenuhan janji kepada publik dan menjalankan kewajiban. Pemkab
seharusnya merealisasikan anggaran tunjangan daerah yang telah disahkan
di dalam APBD. Namun, pemkab belum menjalankan kewajibannya untuk
agenda/janji tersebut. Sangat jelas, bahwa pemkab telah melakukan
pelanggaran etika administrasi negara dengan mengabaikan janji dan

kewajibannya kepada publik.Berdasarkan pada analisis administrasi negara


dalam kasus pembayaran tunujangan daerah di Kabupaten Limapuluh Kota
dengan melihat indikator yang ada maka dapat disimpulkan bahwa etika
pemkab dalam pemberian tunjangan kepada guru masih jauh dari yang
diharapkan terlihat adanya indikasi tindakan penyelewengan dan
pelanggaran etika administrasi negara. Ketidakjelasan dana tunjangan
daerah mengindikasikan pengabaian terhadap etika seperti ketidakjujuran,
tidak transparansinya pemerintah, pemenuhan janji kepada publik untuk
membayar tunajangan daerah. Selain itu, surat edaran yang menyatakan
bahwa anggaran devisit juga kontroversial dan membingungkan. Tidak
dibayarnya
tunjangan
daerah
tersebut
menunjukan
tidak
bertanggungjawabnya pemkab sebagai pelayan publik.