Anda di halaman 1dari 4

I.

Judul :

Efek Pergeseran Keteraturan Alam

Nama :

Nadina Sabila Amany

NPM :

1406533655

HG

Sumber / Referensi yang digunakan :


1. ----. Sudah Bergeserkah Keteraturan Alam yang Kita Nikmati?. 23 November 2014.
http://scele.ui.ac.id/berkas_kolaborasi/konten/mpktb_2014genap/127.pdf
2. USAID, IFACS. Dampak Perubahan Iklim. 23 November 2014.
http://www.ifacs.or.id/id/climate-change-forests-and-us/effects-of-climate-change/
3. Zakiya, Zika. Sumber: National Geographic News, BNPB, IUWASH. Enam Dampak
Perubahan Iklim pada Hidup Kita. 23 November 2014.
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/01/enam-hal-dampak-perubahan-iklimpada-hidup-kita
4. T.a. Dampak Perubahan Iklim terhadap Manusia. 23 November 2014.
http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/dampak_perubahan_iklim_terhadap_ma
nusia.htm
II. Peta konsep

III.

Penjelasan Peta Konsep


Pergeseran Keteraturan Alam
I.

Ditandai dengan : [1]

Berubahnya Pola Musim


Perubahan pola musim ini dapat dilihat dengan sulitnya menentukan
batas- batas antara musim hujan dan musim kemarau di Indonesia. Periode
yang seharusnya musim kemarau, ternyata banyak terjadi hujan, dan
sebaliknya.

Peristiwa Alam diluar Kebiasaan


Bergesernya keteraturan alam menyebabkan terjadinya peristiwa alam
berupa bencana alam atau fenomena alam di luar kebiasaan. Cuaca
ekstrem merupakan fenomena cuaca akibat pergeseran keteraturan alam.
Cuaca Ekstrem memiliki contoh seperti badai, angin topan, hujan salju,
dan es.

II.

Pergeseran Keteraturan Alam merupakan akibat dari Perubahan Iklim


Bagaimana iklim akan berubah di Indonesia? [2]
1. Musim kemarau yang lebih panas dan berkepanjangan, termasuk gelombang
panas.
2. Hujan yang berkurang di musim kemarau, dengan kekeringan yang parah.
3. Curah hujan yang berlebih di musim penghujan.
4. Naiknya permukaan air laut.

III.

WHO (2003) menyatakan bahwa perubahan iklim global akan mempengaruhi


kesehatan manusia melalui baik secara langsung maupun tidak langsung.
Demikian pula, dampaknya akan bervariasi tergantung pada kondisi geografis,
lingkungan, topografi dan kerentanan penduduk. Hal ini terjadi karena perubahan
iklim akan mengganggu atau mengubah berbagai macam sistem ekologi dan fisik
alami yang merupakan bagian integral dari sistem pendukung kehidupan bumi.

Dampak perubahan iklim pada manusia antara lain: [3]


1. Harga pangan meningkat
Untuk beberapa dekade mendatang, para pakar memprediksi hasil
tanaman pangan mulai dari jagung hingga gandum, beras hingga kapas,
akan menurun hingga 30 persen. Hasil yang menurun ini berujung pada
peningkatan harga pangan. Sebab, akan ada proses, penyimpanan, dan
transportasi pangan yang membutuhkan air dan energi lebih.
2. Siklus yang tidak sehat
Meningkatnya suhu ditambah dengan populasi global akan mencuatkan
permintaan energi. Ini akhirnya berujung pada produksi emisi yang
menyebabkan perubahan iklim dan, ironisnya, memicu lebih banyak lagi

emisi. Sedangkan curah hujan, diproyeksikan akan menurun sebanyak 40


persen di beberapa lokasi.
3. Rusaknya infrastruktur
Perubahan iklim memicu lebih banyak cuaca ekstrem yang menghasilkan
bencana.
4. Berkurangnya sumber air
Membludaknya jumlah penduduk menyebabkan tingginya permintaan air.
Ini menimbulkan penyedotan besar-besaran terhadap sumber air yang ada.
Khusus untuk Jakarta, naiknya muka air laut dapat membuat batas antara
air tanah dan air laut semakin jauh ke daratan. Sehingga mencemari lebih
banyak sumber air minum.
5. Meningkatnya penyakit pernapasan
Perubahan iklim juga menyebabkan polusi udara yang akhirnya
menurunkan fungsi dari paru-paru. Di kota besar seperti New York City,
Amerika Serikat, kasus asma akan meningkat sebanyak sepuluh persen.
6. Bencana hidrologi
Bencana alam, hasil dari perubahan iklim, meningkatkan badai dan cuaca
ekstrem. Hanya beberapa kota di dunia yang mempunyai sistem
penanggulan yang cukup baik untuk bencana-bencana tersebut.

Pergeseran keteraturan alam juga berdampak pada lingkungan. Dampak ini


timbul sebagai salah satu akibat dari Global Warming yang menyebabkan
perubahan iklim. Dampak perubahan iklim terhadap lingkungan: [4]
1.

Naiknya permukaan air laut.


Laporan kelompok kerja yang bertanggung jawab atas pengetahuan
dan teknologi (Scientific & Technology) bahkan memperkirakan
akhir abad 21, permukaan air laut akan naik setinggi 28 43 cm, jika
tidak ada upaya serius menurunkan konsentrasi Gas Rumah Kaca
(GRK).

2.

Meningkatnya suhu.
Pergeseran keteraturan alam mengakibatkan meningkatnya suhu
lingkungan. Hal ini akan memusnahkan mahkluk hidup di dalam
ekosistem yang tidak dapat beradaptasi dengan baik.

3.

Kerusakan lingkungan.
Kerusakan yang terjadi seperti, tanah mengalami penurunan tingkat
kesuburan, berkurangnya daerah resapan air.

4.

Rusaknya ekosistem.

Ekosistem yang mengalami kerusakan antara lain, punahnya spesies


daratan, rusaknya ekosistem laut (matinya terumbu karang), dan
rusaknya ekosistem air tawar(punahnya spesies ikan, kekeringan,dll).