Anda di halaman 1dari 8

Kecamatan Kalisat

Kabupaten Jember
Studio Perencanaan Kota 2014

EXECUTIVE SUMMARY

Kawasan perkotaan memiliki keheterogenitas dan kekompleksan kegiatan


berdasarkan fungsi kawasan perkotaan sehingga menuntut perkotaan selalu berkembang.
Salah satu faktor utama penyebab perkembangan kota adalah pertumbuhan penduduk yang
cenderung meningkat setiap tahunnya dan mengakibatkan adanya pertumbuhan
pembangunan yang dapat dikembangkan atau menjadi potensi wilayah tetapi dapat pula
menimbulkan permasalahan-permasalahan pembangunan atau eksploitasi alam yang
berlebihan.
Perencanaan tata ruang dibutuhkan untuk mencapai paradigma pembangunan yang
berkelanjutan. Perencanan tata ruang merupakan salah satu proses dari penataan ruang yang
akan dilanjutkan dengan pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Tata
ruang terbagi dalam struktur ruang dan pola ruang sehingga untuk merencanakan tata ruang
diperluakan koordinasi dalam perencanaan struktur ruang dan pola ruang. Perencanaan tata
ruang juga harus memiliki keterpaduan dan keterkaitan dengan tata ruang antar daerah dan
intra wilayah. Hasil dari perencanaan tata ruang salah satunya adalah Rencana Detail Tata
Ruang Kabupaten atau Kota. Dalam Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten atau Kota ada
enam substansi yang dijelaskan yaitu tujuan penataan kabupaten atau kota, rencana pola
ruang, rencana jaringan prasarana, penetapan Sub Bwp Prioritas, ketentuan pemanfaatan
ruang dan peraturan zonasi.
Dalam penyusunan RDTR BWP Kecamatan Kalisat ini digunakan beberapa analisis
seperti analisis yang lebih luas, analisis sosial budaya, analisis sumber daya alam dan fisik
lingkungan, analisis kependudukan, analisis sumber daya buatan, analisis penataan kawasan
dan bangunan dan analisis kelembagaan.
Kecamatan Kalisat merupakan salah satu dari 31 kecamatan yang ada di Kabupaten
Jember yang memiliki luas 53,48 Km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2013 sebanyak
74.962 jiwa dan berkepadatan penduduk 1.401,68 jiwa/Km2. Kecamatan Kalisat
merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam Pusat Kegiatan Lokal Promosi yaitu
PKLp Kabupaten Jember yang memiliki fungsi utama pengembangan kawasan yang
Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya

Kecamatan Kalisat
Kabupaten Jember
Studio Perencanaan Kota 2014

meliputi pemerintah kecamatan, perdagangan dan jasa, pendidikan menengah, jasa


pariwisata, pertanian, pelayanan sosial, pelayanan ekonomi skala regional, pengembangan
permukiman dan atau peruntukan industri.
Kecamatan Kalisat merupakan kawasan perdesaan yang berpotensi menjadi
kawasan perkotaan dan belum memiliki jaringan air bersih. Sumber air bersih yang dipakai
adalah mata air yang ada di Kecamatan Kalisat dan penggunaan sumur untuk tiap rumah
yang apabila tidak ada perencanaan dan pengelolaan yang baik akan menyebabkan
kerusakan lingkungan akibat tidak terkontrolnya penggunaan air bersih. Terdapatnya
stasiun kereta api, pasar serta terminal bayangan yang mempunyai lokasi yang berdekatan
sehingga perlunya untuk penataan sistem transportasi yang dapat mendukung aktivitas
pembangunan dalam sektor perekonomian Kecamatan Kalisat. Permukiman yang tidak
tersebar merata serta akses yang kurang baik dari segi kondisi jalan ataupun fasilitas
pelengkap jalan dan sulitnya mendapat pelayanan terhadap sarana-sarana.
Identifikasi masalah tersebut akan mempengaruhi perkembangan pertumbuhan
pembangunan Kecamatan Kalisat dari segi struktur ruang maupun pola ruang sehingga
dibutuhkan perencanaan tata ruang yang dapat diwujudkan dalam pembuatan RDTRK
Kecamatan Kalisat. Selain identifikasi masalah tersebut juga terdapat isu-isu lainnya seperti
pembangunan Kecamatan Kalisat sebagai pemekaran Jawa Timur. Sebagai langkah awal
untuk menyongsong pemekaran di Kabupaten Jember, Kecamatan Kalisat sebagai salah
satu Kecamatan yang memiliki pertumbuhan pesat, khususnya di bidang ekonomi, harus
memiliki sebuah dokumen rencana tata ruang agar pembangunan yang pesat di Kecamatan
Kalisat dapat tepat sasaran dan efektif pemanfaatannya.
Bagian Wilayah Perkotaan Kecamatan Kalisat terdiri dari 3 desa yaitu Desa Kalisat,
Desa Ajung dan Desa Glagahwero, ketiga desa tersebut nantinya yang akan direncanakan
berdasarkan 6 komponen dalam penyusunan RDTR Kecamatan. BWP Kecamatan Kalisat
tidak hanya menjadi pusat kegiatan perekonomian di Kecamatan Kalisat, tetapi juga
menjadi penggerak perekonomian bagi kecamatan sekitarnya, seperti Kecamatan
Ledokombo, Kecamatan Sukowono, Kecamatan Pakusari, dan Kecamatan Silo karena
terdapat pasar yang dapat melayani kecamatan-kecamatan sekitarnya. Selain itu pasar
Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya

Kecamatan Kalisat
Kabupaten Jember
Studio Perencanaan Kota 2014

Kecamatan Kalisat terletak di lokasi yang strategis sehingga memudahkan akses untuk
mencapai pasar tersebut. Desa-desa di Kecamatan Kalisat khususnya desa-desa di luar
BWP memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan, hal tersebut terlihat dari lahan
pertanian yang luas dan berbagai komoditi yang dapat dihasilkan. Sedangkan desa-desa
yang terdapat di BWP berpotensi sebagai penyalur hasil pertanian bagi desa-desa di luar
BWP. Selain isu-isu ekonomi, sebagai pusat kegiatan lokal, BWP Kecamatan Kalisat juga
direncanakan beberapa pembangunan fasilitas umum, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH)
serta berbagai fasilitas pelengkap jalan dan transportasi (rambu lalu lintas dan terminal
kendaraan umum).
Rumusan tujuan perencanaan menyesuaikan dengan kebijakan pembangunan kota
di wilayah perencanaaan untuk mewujudkan perencanaan yang sinergis dan sesuai dengan
acuan pengembangan yang ada serta visi misi Kecamatan Kalisat. Visi dari Kecamatan
Kalisat adalah menjadi perangkat yang berkualitas, kreatif, inovatif dan professional dalam
memberikan pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan dengan harapan akan
menimbulkan partisipasi masyarakat dam pembangunan Kecamatan Kalisat. Perencanaan
pembangunan Kecamatan Kalisat yang dijabarkan dalam RESTRA Kecamatan Kalisat
tahun 2010-2015 dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
Kecamatan Kalisat, meningkatkan pembangunan dan meningkatkan pemberdayaan
masyarakat dengan meningkatkan sarana dan prasarana aparatur pelayanan di Kecamatan
Kalisat dan partisipasi masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Selain hal tersebut
tujuan penataan BWP Kecamatan Kalisat adalah menjadikan BWP Kecamatan Kalisat
sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa sebagai pemenuhan kebutuhan Kecamatan Kalisat dan
Kecamatan yang berada di Kecamatan Kalisat. Berdasarkan Draft RTRW Kabupaten
Jember tahun 2011-2031 kecamatan Kalisat termasuk dalam Kawasan Pusat Kegiatan
Lokal Promosi (PKLp) untuk Kabupaten Jember yang berfungsi sebagai pengembangan
kawasan yang meliputi pemerintah kecamatan, perdagangan dan jasa, pendidikan
menengah, jasa pariwisata, pertanian, pelayanan sosial, pelayanan ekonomi skala regional,
pengembangan permukiman dan atau peruntukan industri. Kecamatan Kalisat juga
diperuntukan sebagai kawasan strategis untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi.
Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya

Kecamatan Kalisat
Kabupaten Jember
Studio Perencanaan Kota 2014

Komponen kedua dalam penyusunan RDTRK BWP Kecamatan Kalisat adalah


mengenai pola ruang, rencana pola ruang di BWP Kecamatan Kalisat terdiri dari rencana
kawasan lindung dan kawasan budidaya. Kawasan lindung terdiri dari zona perlindungan
setempat yang terdiri dari daerah sempadan dan lokasi sumber air, zona RTH yang terdiri
dari dua yaitu RTH publik dan RTH privat, dalam pengembangannya diarahkan agar RTH
yang terdapat di BWP Kecamatan Kalisat memenuhi peraturan yaitu 20% untuk RTH
publik dan 10% untuk RTH privat. Untuk RTH publik di BWP Kecamatan Kalisat sudah
memenuhi 20% dan untuk RTH privat yang diambil dari pekarangan rumah berkisar lebih
dari 10%. Selanjutnya zona kawasan lindung lainnya adalah zona rawan bencana, yaitu
yang terdapat pada permukiman padat dengan kemungkinan bencana kebakaran. Bagian
selanjutnya dari pola ruang adalah mengenai kawasan budidaya yang terdiri dari zona
perumahan, dimana berdasarkan hasil analisis BWP Kecamatan Kalisat sampai 20 tahun
mendatang mengalami penambahan rumah sebanyak 1277 unit rumah, selanjutnya yaitu
zona perdagangan dan jasa yang mengalami penambahan sebanyak 260 unit. Zona
pelayanan umur yang terdiri dari pendidikan, kesehatan, peribadatan, pemerintahan dan
keamanan memelukan penambahan hingga 20 tahun perencanaan mulai dari tahun 2014.
Zona industri yang menjadi salah satu isu strategis di BWP Kecamatan Kalisat mengalami
penambahan sebanyak 9 unit. Selain pola ruang, untuk struktur ruang di BWP Kecamatan
Kalisat didapatkan bahwa Desa Kalisat menjadi pusat BWP Kecamatan Kalisat dan Desa
Ajung dan Glagahwero menjadi Sub Pusat BWP Kecamatan Kalisat. Dari struktur ruang
tersebut akan memudahkan dalam memprioritaskan dalam perencanaan.
Komponen ketiga dalam penyusunan RDTR BWP Kecamatan Kalisat yaitu rencana
jaringan prasarana. Dalam perencanaan BWP

Kecamatan Kalisat

direncanakan

penambahan ataupun perbaikan pada masing-masing prasarana seperti pengembangan


sistem jaringan pergerakan yaitu penambahan jalan baru, peningkatan perkerasan jalan dan
sebagainya. Selain itu ada juga rencana peningkatan kualitas dan kuantitas angkutan umum
yang terdapat di BWP Kecamatan Kalisat. Peningkatan kualitas angkutan umum diarahkan
pada peningkatan pelayanan dari moda angkutan umum yang ada di wilayah perencanaan
dalam melayani penumpang serta meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana penunjang
Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya

Kecamatan Kalisat
Kabupaten Jember
Studio Perencanaan Kota 2014

transportasi. Selain itu juga terdapat rencana mengenai fasilitas pelengkap jalan berupa
prasarana untuk pejalan kaki, tempat penyeberangan, lampu penerangan jalan, papan nama
jalan dan tempat sampah. Untuk sistem jaringan utilitas seperti air bersih dilakukan
pembangunan reservoir dan jaringan perpipaan air bersih yang berasal dari sumber air
potensial yang berada di BWP Kecamatan Kalisat terdapat 15 sumber air yang berada di
BWP Kecamatan Kalisat, rencana sistem jaringan air limbah/sanitasi yaitu berupa
perawatan MCK umum yang sudah ada, pengadaan mck umum, septic Tank komunal dan
IPAl. Rencana sistem jaringan persampahan yaitu pengadaan tempat sampah komunal,
pengumpulan sampah dengan menggunakan gerobak, pengangkutan dan pengolahan
sampah. Rencana sistem jaringan telekomunikasi berupa pembangunan BTS dan
penggabungan beberapa BTS ke dalam satu BTS. Rencana sistem jaringan listrik dilakukan
perawatan prasarana jaringan listrik dan penambahan prasarana jaringan listrik untuk
bangunan-bangunan baru. Rencana sistem jaringan drainase berupa pembuatan sumur
resapan, rencana lubang resapan biopori, penambahan dimensi saluran drainase dan
penambahan saluran drainase baru. Selanjutnya yaitu rencana prasarana lain seperti
angkutan umum dan terminal.
Dari semua rencana-rencana tersebut terdapat satu lokasi yang menjadi prioritas
dalam penanganan di BWP Kecamatan Kalisat yaitu Desa Kalisat karena adanya isu
strategis di Kecamatan Kalisat yaitu sebagai Pusat Kegiatan Lokal promosi (PKLp) yang
untuk waktu mendatang akan ditetapkan sebagai PKL dan terdapatnya pasar yang letaknya
berada pada jalur strategis, yaitu pada persimpangan antara Jalan Diponegoro, Jalan
Patimura, dan Jalan Dr.Wahidin, yang merupakan penghubung dengan kecamatan
lainnya,serta adanya stasiun yang dapat menunjang perekonomian Kecamatan Kalisat.
Tema penanganan kawasan perdagangan dan jasa tersebut adalah pengembangan kawasan
strategis sebagai kawasan perdagangan dan jasa di sepanjang Jalan Diponegoro, Jalan
Patimura, dan Jalan Dr.Wahidin melalui peremajaan kawasan, rehabilitasi, dan
pengembangan koridor jalan utama sebagai kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan
Kalisat.

Perencanaan Wilayah dan Kota


Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya

Kecamatan Kalisat
Kabupaten Jember
Studio Perencanaan Kota 2014

Dari semua rencana sarana dan prasarana yang akan dijalankan akan dimasukkan
dalam satu buah program yang berisi tentang waktu pelaksanaan rencana-rencana tersebut
yang dimasukkan dalam tabel program pemanfaatan ruang BWP Kecamatan Kalisat.
Dalam tabel tersebut berisi tentang program-program yang akan dilaksanakan di BWP
Kecamatan Kalisat berdasarkan analisis kebutuhan sarana dan analisis proyeksi utulitas.
Program-program tersebut seperti yang sudah dijelaskan diatas, selain program-program
juga berisi tentang lokasi dimana program tersebut dilaksanakan, waktu pelaksanaan
dilakukan dalam kurun waktu 4 periode yaitu 2014-2018, 2019-2023, 2024-2028 dan 20292033, sumber pendanaan program tersebut biasanya bersumber dari APBD dan swadaya
masyarakat dan instansi pelaksana dilakukan oleh dinas/UPT yang berkaitan dengan
program tersebut dan juga masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program
tersebut.
Dalam perencanaan BWP Kecamatan Kalisat yang meliputi Desa Kalisat, Desa
Ajung dan Desa Glagahwero dibagi menjadi 6 blok perencanaan, dimana dalam penentuan
menjadi 6 blok tersebut didasari terhadap batas fisik, isu yang terdapat dalam blok tersebut
dan keberagaman tata guna lahan. Dari 6 blok tersebut terdapat 2 karakteristik yaitu blok
yang didominasi oleh tata guna lahan perumahan dan blok yang didominasi dengan tata
guna lahan perdagangan dan jasa. Dari 6 blok tersebut 3 blok didominasi dengan
perumahan dan 3 blok lainnya didominasi dengan perdagangan dan jasa. Setelah diketaui
dominasi blok tersebut dibuatlah zoning text untuk blok yang didominasi dengan
perumahan dan dominasi perdagangan dan jasa. Dalam zoning text berisikan ketentuan
kegiatan dan pemanfaata ruang dimana berisikan kegiatan-kegiatan apa saja yang diizinkan,
bersyarat tertentu secara terbatas, bersyarat tertenteu dan tidak diizinkan pada blok-blok
tersebut. Ketentuan intensitas pemanfaatan ruang yang berisikan batas minimum dan
maksimum KDB, KLB, KDH dan Kepadatan Bangunan atau unit maksimum. Ketentuan
tata masa bangunan berisikan GSB, ketinggian maksimum, jarak bebas antar bangunan
minimum dan tampilan bangunan. Ketentuan sarana dan prasarana minimum, dan
ketentuan khusus.

Perencanaan Wilayah dan Kota


Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya

Kecamatan Kalisat
Kabupaten Jember
Studio Perencanaan Kota 2014

Dalam pelaksanaan program-program tersebut terdapat ketentuan pelaksanaan


dimana dalam perencanaan BWP Kecamatan Kalisat dalam variansi pemanfaatan ruang
menggunakan Minor Variance adalah variansi izin untuk bebas dari aturan standar demi
menghilangkan kesulitan akibat kondisi fisik lahan dan Non-conforming dimension adalah
variansi kelonggaran berupa pengurangan ukuran dari yang ditetapkan seperti perubahan
koefisien dasar bangunan (KDB).
Selain dengan ketentuan pemanfaatan ruang BWP Kecamatan Kalisat juga
menggunakan cara insentif dan disinsentif. Salah satu pengaturan insentif di BWP
Kecamatan Kalisat yaitu Kemudahan pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) dan
Keringan pembayaran pajak untuk rumah yang sesuai dengan dengan peraturan zonasi dan
pengaturan disinsentif berupa Pajak tinggi untuk rumah yang melanggar peraturan zonasi,
denda/change untuk rumah yang melanggar peraturan zonasi dan pembatasan penggunaan
prasarana.
Semua hal tersebut juga harus menyelaraskan dengan partisipasti masyaraka di
BWP Kecamatan Kalisat. Rencana peningkatan partisipasi masyarakat merupakan salah
satu rencana yang akan dilaksanakan di BWP Kecamatan Kalisat agar suatu upaya
perencanaan pembangunan menjadi tepat sasaran. Upaya dalam mengajak masyarakat
secara penuh dalam Merumuskan dan menampung keinginan masyarakat dalam upaya
pembangunan adalah dengan pembuatan alternatif yang didampingi oleh pendamping,
narasumber, lembaga advokasi dalam perumusan dari berbagai keinginan masyarakat.
Merancang pertemuan dari pihak-pihak yang berkepentingan termasuk masyarakat untuk
membicarakan cost dan benefit dari pelaksanaan pembangunan. Memilih tokoh atau
perwakilan masyarakat untuk ikut dalam proses perencanaan selanjutnya.Tokoh atau wakil
masyarakat, besrsama DPRD, instansi dan pemeran pembangunan terkait melaksanakan
proses pembangunan dan pembiayaan pembangunan serta rencana pelaksanaan
pembangunan dilangsungkan beberapa kali. Menentukan keputusan yang telah disepakati
dan melaksanakan program pembangunan yang terus dipantau dan diawasi pelaksanaannya.
Masyarakat dapat ikut serta dalam proses pemantauan dan pengawasan serta dapat
menyampaiakan keluhan atau pengaduan kepeda penyelenggara pemerintahan di
Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya

Kecamatan Kalisat
Kabupaten Jember
Studio Perencanaan Kota 2014

daerahnya. Perlibatan masyarakat dari awal proses upaya pembangunan akan menimbulkan
rasa memiliki hasil pembangunan tersebut.

Kelompok: 13 Kecamatan Kalisat


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Nama Mahasiswa
Ni Nyoman Samitri P.
Rizki Pratomo
Annisa Zahra
Ilham Akbar S.
Tiara Faradina
Mia Ulfa J.
Dimas Cahyo Ariandi
Yusuf Maulana A. K.
Rahma Salasati A.

NIM
125060600111034
125060600111016
125060607111025
125060607111015
125060600111026
125060600111009
125060600111022
125060601111016
125060606111001

TERIMAKASIH

Perencanaan Wilayah dan Kota


Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya

Anda mungkin juga menyukai