Anda di halaman 1dari 60

PENYAKIT MENULAR

SEKSUAL ( PMS )
Oleh
SRI WAHYUNI
9871112057
Pembimbing
DODI SUARDI dr, SpOG

PENDAHULUAN

Penyakit kelamin (Veneral Disease)


Sexually Transmitted Disease
(STD)
Penyakit Menular Seksual (PMS).

Yang termasuk PMS yaitu :


sifilis
gonore
ulkus mole
limfogranuloma venerum dan
granuloma inguinale
uretritis non gonore (UNG)
kondiloma akuminata
herpes genetalis

kandidosis
trikomoniasis
bacterial vaginosis
hepatitis
moluskum kontangiosum
scabies
pedikulosis dan lain- lain.

1. Anamnesis
Keluhan penyakit saat ini
Keadaan umum yang dirasakan
Pengobatan yang telah diberikan,
baik topical, sistemik

Riwayat seksual :
Kontak seksual berganti-ganti
pasangan
Kontak seksual dengan pasangan
setelah ada gejala PMS
Frekuensi dan jenis kontak seksual
Cara melakukan hubungan seksual

Riwayat penyakit dahulu yang


berhubungan dengan PMS
Riwayat penyakit berat lainnya
Riwayat keluarga

Keluhan lain yang berhubungan dengan


komplikasi PMS
Riwayat alergi obat

2. Pemeriksaan fisik
pria
wanita.
3. Pengambilan bahan
pemeriksaan laboratorium

DEFINISI

SIFILIS

Sifilis
sistemik
seluruh organ tubuh
dapat ditularkan kepada bayi
dalam kandungan
ETIOLOGI
Treponema palidum

MANIFESTASI KLINIK
1. Sifilis primer
tukak
lesi tunggal, multiple
MI :3-6 minggu-3 bulan

papul erosi indurasi permukaan


tertutup krusta & ulserasi pinggir meninggi
& keras
Pria pembesaran kelenjar limfe inguinal
medial unilateral/bilateral
Wanita pemeriksaan teliti lesi servikal
dan vagina khas

2. Sifilis skunder
Infeksi sistemik hematogen
Limfadenopati menyebar
Splenomegali >>
bilateral,simetris
lesi-lesi papuloskuamosa
Kulit, selaput lendir, dan organ tubuh
demam dan malaise +

Lesi vesikobulosa sifilis congenital


Kondilomata lata
Papul basah di daerah lembab
Lesi plakat :selaput lendir mulut,
kerongkongan dan serviks
Sifilis skunder 6 bulan

3. Sifilis laten
Tanpa gejala klinis
serologis reaktif.
selalu dilalui
bertahun-tahun
seumur hidup
sifilis lanjut
gumma
kelainan susunan syaraf pusat
kardiovaskuler

Potensial kekambuhan 2 tahun


> 4 tahun jarang menular
kecuali pada wanita hamil yang
tidak diberi pengobatan
menularkan sifilis kepada bayi
yang dikandungnya

4. Neurosifilis
Neurosifilis 3 jenis
(tipe dan tingkat kerusakanSSP) yaitu :
asimtomatik
meningovaskuler
parenkimatosa
Gangguan neurologis mata dan system
pendengaran ++

5. Sifilis dalam kehamilan dan sifilis


Kongenital
kehamilan 18-20 minggu
plasenta
Ibu sifilis dini infeksi >>

Sifilis kongenital dini


sebelum 2 thn
Lebih awal muncul
manifestasi klinis
prognosis jelek

Tanda- tanda tersebut adalah:


Lesi kulit
Lesi selaput lendir
Tulang
Anemi hemolitik
Hepatosplenomegali

Sifilis kongenital lanjut


Setelah umur 2 tahun
Stigmata
parut permanent atau
o/k kelainan sebelumnya
tidak menular

Tanda-tanda adalah :
Keratitis interstitialis
Gigi Hutchinson
Gigi Mulberry
Gangguan syaraf pusat VIII
Neurosifilis
Tulang
Kulit
Lesi kardiovaskular
Cluttons joint

DIAGNOSIS
1. Mikroskopis
Pada sifilis primer dan skunder
mikroskop lapangan gelap
mikroskop fluoresensi

2. Penentuan Antibodi serum


Tes antibodi non spesifik:
Tes Wasserman
Tes Kahn

Tes VDRL (Veneral Disease Research


Laboratory)
Tes RPR (Rapid plasma Reagin)
RCF( Reiter Complement Fixation )

Antibiodi spesifik yaitu:


Tes TPI (Treponema Pallidum
Immobilization)
Tes FTA-ABS (Fluorescent treponema
Absorbed)
Tes TPHA (Treponema pallidum
Haemagglutination Assay )
Tes ELISA (Enzyme Linked Immuno
Sorbent Assay)

PENATALAKSANAAN
1.Sifilis primer, skunder dan laten
(waktu kurang dari 1 tahun)
Benzathin Penisilin G
2,4 juta Unit IM sekali pemberian
Tetrasiklin hidroklorat 4x 500 mg
atau
doksisiklin 2x100 mg oral dalam 14
hari
Penisilin G prokain dalam aqua
600.000 unit IM 10 hari

2. Sifilis lanjut dan laten


Benzatin penisilinG 2,4 juta unit
IM/mgg
3 kali berturut-turut
Penisilin G prokain 600.000 unit /hari
selama 14 hari

GONORE
E/ :Neisseria gonorrhoeae
mukosa epitel kuboid
lapis gepeng
kronik interaksi komplek sistem imun

MANIFESTASI KLINIK
MI : 2-5 hari
Wanita asimtomatik Servisitis
Uretritis
Opthalmia neonatorum
profilaksis : perak nitrat

DIAGNOSIS
1. Laboratorium :
Sediaan langsung duh tubuh
2. Kultur (biakan)
Media transport
Media pertumbuhan
Tes Definitif
Tes Beta-Laktamase
Tes Thomson
3. Tes deteksi DNA dasar.

PENATALAKSANAAN
1. Penisilin G Prokain aqua
3- 4,8 juta unit + 1 gr probenesid
2. Ampisilin 3,5 gr + 1 gr probenesid dan
Amoksisilin 3 gr + 1 gr probenesid
3. Seftriakson 250 mg
Sefoperazon 0,5- 1 gr IM
4. Spektinomisin dosis 2 gr IM

5. Kanamisin dosis 2 gr IM.


6. Tiamfenikol dosis 2,5-3,5 gr oral
7. Kuinolon

Ofloksasin 400 mg, siprofloksasin 250-50


mg oral.
8. Gonokokus penyakit inflamasi pelvic
metronidazol

penisilin atau tetrasiklin setelah 2-3 hari

Opthalmika gonore
profilaksis.Eritromisin 1 %
atau
tetrasiklin salap mata.
Pengobatan neonatal:
Beta-laktam
Sefotaksim 100 mg/kgBB/hr dosis terbagi

HERPES
GENITALIS
E/ :Herpes Simplex Virus (HSV)
Khas: vesikel berkelompok dasar
eritema
rekurens
kontak dengan sekret,permukaan
mukosa
hubungan seksual

MANIFESTASI KLINIS

Prodromal :

rasa terbakar,gatal, erupsi vesicular


dasar eritem.
Lesi + gejala konstitusi :
malaise, demam dan nyeri otot.

Tanpa infeksi skunder 5-7 hari sembuh

Kelenjar limfe regional membesar


Nyeri pada perabaan.
Wanita introitus, labia mayora,
perineum,
vagina, dan serviks.
Uretra Disuria,gejala saluran kencing
lain,
retensi urin
Lesi sakral mielitis dan radikulitis
Penyembuhan 2-6 mgg,berikutnya lebih

Infeksi rekuren lambat/cepat,


Lebih ringan antibodi spesifik
Penyembuhan cepat
HSV-1 lebih jarang daripada HSV-2
Berlangsung 5-10 hari
Unilateral
Gejala prodromal timbul 1-2 hari
Trauma lokal rekurensi

Pria :

preputium, glans penis, batang pen


uretra dan anal (pada homoseks)
Wanita :

labia mayor/minor,klitoris,introitus v
dan serviks

kerusakan dan kematian janin


intrapartum atau pasca
partum.
Persalinan pervaginam
tidak ada gejala dan tanda
klinis.
Trimester I
Trimester III

abortus
prematuritas

DIAGNOSIS
Gambaran klinis
Hasil laboratorium
Pemeriksaan langsung dengan
mikroskop

elektron

Kultur jaringan
Pemeriksaan
imunologik,imunofluoresensi
Imunoperoksidase,ELISA.

PENATALAKSANAAN
1. Tindakan Profilaksis
2. Pengobatan non spesifik
3. Pengobatan spesifik

Pengobatan spesifik
Pajanan pertama :
Asiklovir,5 mg/kgBB IV/8 jam/hr.5-10 hr
+ Asiklovir oral 5 x 200mg 5-10 hr
Asiklovir,5 x 200mg selama 5-10 hr oral
+Kotrimoksazol 2 x 500mg oral ,7 hr
Famsiklovir, 3 x 500mg, 5 hr
Valasiklovir, 2 x 500-1000mg,10 hr

Rekuren
Asiklovir, 5 x 200mg oral, 5 hr
Famsiklovir, 3 x 500mg, 5 hr
Valasiklovir, 2 x 500-1000mg, 10 hr
Profilaksis
Asiklovir 2 x 400mg oral
Famsiklovir 2 x 250mg
Valasiklovir 1 x 500-1000mg

Pada kehamilan
Px virologik dan sitologik 32 & 36 mgg
kultur sekret serviks dan genital
eksterna/mgg
SC 6 minggu terakhir kehamilan atau
setelah 4 jam ketuban pecah
Asiklovir 5 x 200mg selama 7-10 hari
` episode awal dg gejala berat

Pada bayi baru lahir


Kultur, px fungsi hati dan cairan serebrospinal
Awasi bayi dalam 1 bulan
Profilaksis :
asiklovir 3 x 10mg/kgBB/hari IV,5-7 hr
Infeksi :
asiklovir 10mg/kgBB/8 jam IV, 10-21 hr
atau Ara-A 30mg/kgBB/hari

HEPATITIS
E/ :Hepatitis A,B,C,D,dan E
Hepatitis A fekal-oral bayi
Hepatitis B seksual janin
Hepatitis C seksual dan vertikal.
Hepatitis D replikasi kl ada hepatitis B.
Hepatitis E fekal-oral sembuh sendiri

MANIFESTASI KLINIK
sering tanpa gejala
akut tanpa gejala ikterik perjalanan peny.
lama
10% penderita dewasa imunokompeten yang
terinfeksi pembawa
penyakitmenularkan pada orang lain.
hepatitis berat & lama sirosis a/ karsinoma

DIAGNOSE
Pemeriksaan serologis yaitu :
HbsAg,
Anti HBs,
Anti Hbc
IgM.

PENATALAKSANAAN
HBsAg (-), anti HBs (-)vaksinasi
Interferon alfa cegah replikasi virus parsial
Indikasi pemberian vaksinasi adalah :
Semua paramedik beresiko tinggi
Penderita
Pencegahan pd bayi kontak dg hepatitis B
Kelompok lain.

AIDS ( AQUIRED IMMUNO


DEFICIENCY SYNDROME)
Sistem kekebalan tubuh
Infeksi HIV ( Human Immunodeficiency Virus )
HTLV-III ( Human T Lymphotropic Virus )
Menyerang antigen permukaan CD4
limfosit T4 mengatur dan
mempertahankan system kekebalan tubuh
Penyebaran darah, semen dan vagina

MANIFESTASI KLINIK
Klasifikasi memakai hitungan sel CD4 :
1.Infeksi Akut : CD4 : 750-1000
MI : 1-3 bulan
Gejala seperti influenza
Gejala kulit, gejala syaraf, ggg GI tract
Sangat menular viremia
Berlangsung kira-kira 1-2 minggu

2. Infeksi kronis asimtomatik : CD4 > 500/ml


Replikasi virus secara lambat
CD4 mulai menurun
Timbul penyakit- penyakit autoimun:
Idiopathic trombocytopeni purpura (ITP)
Sindrom Guillain Barre akut
Mononeuritis multipleks
Poliomyelitis idiopatik

3. Infeksi kronis simtomatik.


A. Pe imunitas sedang : CD4 200-500
Penyakit- penyakit lebih ringan
Sembuh spontan / hanya pengobatan
biasa
Keganasan fase lanjut
AIDS Related Complex (ARC).
Sarcoma Kaposi, limfoma non Hodgkin dll

B. Penurunan imunitas sedang :CD4 < 200


Infeksi oportunistik berat,
toksoplasma, tuberculosis, sitomegalo
Virus.
Viremia
Tubuh kehilanghan kekebalan

Gejala ginekologis wanita :


Gangguan menstruasi
Infeksi genital
Kehamilan tidak progresif
Perhatikan adalah dua hal yaitu
menjaga kesehatan ibu
mengurangi resiko transmisi pada janin

DIAGNOSIS

A. Diagnosis dini HIV


Laboratorium

Yang lazim dipakai yaitu :


ELISA
Western blot
PCR (Polymerase chain Reaction)
B. Diagnosis AIDS
Dengan pemeriksaan CD4

PENATALAKSAANAAN

Obat-obatan :

Zidovudin (ZDV)
Didanosin (DDI)
Dideoksisitidin (DDC, zalcitabine)
Terapi kombinasi :
Double
Tripel

KONDILOMA AKUMINATA
E/ Human Papiloma Virus (HPV)
MI : 3 bulan
Pria : glans penis, sulkus koronaria,
frenulum dan batang penis.
Wanita : vestibulum

MANIFESTASI KLINIS
Untuk kepentingan klinis dibagi:
1. Bentuk akuminata
2. Bentuk papul
3. Bentuk datar
DIAGNOSIS
Tes asam asetat
Kolposkopi
Histopatologi

PENATALAKSANAAN
1. Kemoterapi ;
Tingtur podofilin 15-25 %
Podofilotoksin 0,5%
Asam trikloroasetrat
Krim 5-fluorourasil 1-5 %

2. Tindakan Bedah
Bedah scalpel
Bedah listrik
Bedah beku (N23 cair. N2O cair)
Bedah laser (CO2)
3. Interferon
4. Imunoterapi