Anda di halaman 1dari 2

General exhaust ventilation

Dapat diartikan sebagai proses pembaharuan udara disuatu tempat kerja,


general exhaust ventilation dapat diselanggarakan menjadi 2 cara yaitu :
1. ventilasi alami
2. ventilasi mekanik/ ventilasi buatan
Ventilasi alami
1. Kekuatan gravity (gravitational force)
Kekuatan yang ditimbulkan oleh konveksi udara (Thermal force of convection)
atau timbul karena adanya perbedaan temperatur suhu udara didalam dan diluar
gedung.
2. Kekuatan angin ( Anemotive Force)
Kekuatan yang timbul karena adanya perbedaan tekanan angin.
Natural ventilation
Dalam merancang suatu ventilasi alami hal yang umum diperhatikan ialah efek
termis. Udara dalam suatu ruangan suhunya lebih tinggi dari suhu luar akan naik
keatas dan kemudian keluar melalu celah-celah dan lubang-lubang angin yang
terdapat pada dinding dan atap ruang tersebut.
Namun pada umumnya arah angin dan konveksi termis biasanya tidak menentu
dan sering pula tidak dapat ditentukan atau diramalkan sebelumnya, maka
pemanfaatan ventilasi alami untuk mengendalikan kontaminan dalam udara
lingkungan kerja dianggap kurang efektif.
Ventilasi mekanik atau ventilasi buatan
Komplek industri yang modern ditandai oleh struktur bangunannya yang rendah
dan kurang memperhatikan bentuk ventilasi alami.
Pada komplek industri ini banyak menggunakan ventilasi buatan atau mekanik.
Ventilasi mekanik akan mengeluarkan udara yang terkontaminasi (contaminated
air) dengan alat mekanis yaitu exhaust fan dan suplai udara bersih untuk
menggantikan exhaust air.