Anda di halaman 1dari 18

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

KAPAL LAYAR NELAYAN DENGAN ENERGI PANEL SURYA DAN TURBIN


ANGIN

Bidang Kegiatan:

PKM-GT

Diusulkan Oleh:

Fransiskus Xaverius Enrico 201411004 Angkatan 2014

SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN

JAKARTA

2015
PENGESAHAN PKM GAGASAN TERTULIS
1. Judul Kegiatan : Kapal Layar Nelayan Dengan Energi Panel
Surya dan Turbin Angin
2. Bidang Kegiatan : PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama lengkap : Fransiskus Xaverius Enrico
b. NIM : 201411004
c. Jurusan : Elektro
d. Universitas/Institut/Politeknik : Sekolah Tinggi Teknik PLN
e. Alamat Rumah dan No Telp./HP :
f. Alamat email : fxenrico658@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis :
5. Dosen Pendamping
. a. Nama Lengkap dan Gelar :
b. NIDN :
c. Alamat Rumah dan No Telp./HP :

Jakarta, 11 Maret 2015

Menyetujui Ketua Pelaksana Kegiatan


Wakil/Pembantu Dekan atau
Ketua Jurusan/Departemen/Program Studi/
Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa

( ) ( )
NIP/NIK. NIP/NIK.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan/ Dosen Pendamping

Direktur Politeknik/

Ketua Sekolah Tinggi,

( ) ( )
NIP/NIK. NIP/NIK.

ii
KATA PENGANTAR

Pertama-tama penulis mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan YME, yang selalu
melimpahkan rahmat dan karunia Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini
dengan baik dan tepat waktu.

Penulisan ini ditujukan untuk PKM – GT dengan judul: “Kapal Layar Nelayan dengan
Energi Panel Surya dan Turbin Angin” sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan
bahan bakar minyak pada nelayan, sehingga bisa merealisasikan proyek energi terbarukan
yang ramah lingkungan.

Penulis menyadari karya tulis ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, atas bantuan moral dan materiil
yang diberikan;

2. Bapak/Ibu para Dosen Teknik Elektro STT – PLN yang telah berkenan memberikan
ilmunya kepada penulis dengan tulus ikhlas;

3. Berbagai pihak yang telah membantu dalam proses terselesaikannya karya tulis ini.

Penulis menyadari karya tulis ini tidak luput dari berbagai kekurangan, untuk itu
penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan dan perbaikan
karya ilmiah ini.

Jakarta, 11 Maret 2015

Penulis

3
DAFTAR ISI

Halaman Judul...........................................................................................................................i

Halaman Pengesahan.................................................................................................................ii

Kata Pengantar ..........................................................................................................................iii

Daftar Isi ............................................................................................................................................. iv

Daftar Tabel ..............................................................................................................................v

Daftar Gambar...........................................................................................................................v

Ringkasan ..................................................................................................................................vi

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah. ...........................................................................................................1

Tujuan dan Manfaaat Penulisan. ...............................................................................................1

GAGASAN

Kondisi Kekinian ......................................................................................................................2

Solusi yang Pernah Dilakukan ..................................................................................................3

Gagasan Baru yang Ditawarkan ................................................................................................3

Pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan ..................................................................7

KESIMPULAN

Konsep Kapal Layar Nelayan Dengan Energi Panel Surya Dan Matahari...............................7

Langkah Strategis Implementasi Gagasan.................................................................................8

Prediksi keberhasilan Gagasan. .................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 9

LAMPIRAN.............................................................................................................................9

4
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Parameter Kelemahan Solusi yang Ditawarkan .......................................................3

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Rancangan kapal layar nelayan dengan energi panel surya dan turbin angin .......3

5
RINGKASAN

Dewasa ini harga bahan bakar minyak semakin mahal dan langka seiring dengan
semakin menipisnya produksi minyak mentah dunia dan meningkatnya kebutuhan akan
bahan bakar, termasuk di Indonesia. Kondisi ini, akan berdampak baik langsung maupun
tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Terutama bagi masyarakat nelayan yang
memang sangat tergantung kepada bahan bakar minyak untuk menangkap ikan.

Terdapat banyak faktor mengapa kebutuhan bakar minyak semakin sulit dan mahal
dewasa ini, antara lain faktor produksi minyak mentah yang makin menurun, faktor konsumsi
sebagai akibat meningkatnya kenderaan bermotor dan usaha lainnya, faktor ekonomi di mana
terdapat masyarakat yang menimbun bahan bakar minyak untuk dimanfaatkan pada saat
harga minyak naik serta faktor terbatasnya energi terbarukan sebagai subsitusi (pengganti)
bahan bakar minyak.

Untuk itu, pemerintah dan masyarakat perlu mencari alternatif dan terobosan baru
untuk mengatasi masalah minyak sebagai bahan bakar yang semakin mahal dan langka
dengan menciptakan berbagai energi terbarukan seperti Energi Panel Surya dan Matahari.
Gagasan terhadap penggunaan energi ini, selain bermanfaat mengurangi kebutuhan akan
bakar minyak yang semakin mahal dan langka juga dapat mengantisipasi keterbatasan
sumber daya ini dikemudian hari. Apalagi pemerintah Kabinet Kerja saat ini sedang
memprioritaskan pembangunan di sektor kemaritiman, di mana salah satu program prioritas
yang akan dikembangkan adalah di bidang perikanan dan kelautan, maka sudah saatnya ide
Energi Panel Surya dan Matahari perlu dikembangkan secara sistematis dan menyeluruh
(holistik) terutama bagi para Nelayan.

Pemerintah Indonesia sebelumnya tampak belum sungguh-sungguh mengembangkan


energy terbarukan bahkan cenderung “setengah hati”, walaupun kebijakan terkait dengan hal
ini sudah dimasukkan ke dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) namun di dalam pengembangan dan
implementasi tampak lebih banyak wacana dari pada tindakan nyata. Pemerintah hanya terus
berusaha untuk mensubsidi bensin, yang pada dasarnya termasuk merupakan energy yang
tidak terbarukan. Akibatnya masalah bahan bakar ini pun tidak akan pernah terselesaikan.

Kapal Layar Nelayan dengan Energi Panel Surya dan Matahari merupakan konsep
Kapal energi terbarukan yang menggunakan konsep “energi berkelanjutan dan ramah
lingkungan” Konsep ini menawarkan penggunaan beberapa energi yang pada dasarnya
melimpah, seperti energi angin, energi panel surya dan energi turbin angin. Energi terbarukan
ini memang sudah pernah direalisasikan pada kapal nelayan, hanya saja pada dasarnya masih
menggunakan satu energy, sehingga kapal nelayan energi terbarukan pun belum cukup
maksimal, karena kebutuhan energi yang tidak tercukupi.

Diharapkan dengan penggunaan konsep Kapal Layar Nelayan dengan Energi Panel
Surya dan Turbin Angin, solusi untuk menggantikan ketergantungan nelayan terhadap bahan
bakar minyak dapat segera terealisasi, sekaligus juga untuk menjaga kelestarian lingkungan
yang terbebas dari polusi.

6
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah negara maritim yang terletak di benua Asia bagian tenggara.
Indonesia memiliki beraneka ragam kekayaan dan sumber daya laut. Mulai dari wilayah
perairan yang membentang dari ujung barat sampai timur, sumber daya perikanan yang
sangat melimpah, dan potensi – potensi bahari yang tersebar di dalamnya. Banyak manfaat
yang diperoleh, mulai dari mata pencaharian masyarakat yang tinggal di pesisir pantai,
tempat – tempat wisata di berbagai pantai dan laut, sampai pabrik – pabrik industri yang
mengolah potensi bahari di seluruh Indonesia.

Ditinjau dari aspek geografis negara, potensi wilayah pesisir dan lautan Indonesia
yang terdiri atas wilayah perairan seluas 2,8 juta km2, laut teritorial seluas 0,3 juta km2, dan
perairan nasional seluas 3,1 juta km2 (Kusumastanto, Tridoyo, 2000), Indonesia dikenal
sebagai negara yang memiliki potensi kemaritiman yang cukup besar. Tidak mengherankan
jika sebagian besar masyarakat yang berada di wilayah kelautan dan pesisir berprofesi
sebagai nelayan.

Namun realitas yang terjadi di masyarakat kita menunjukkan bahwa terdapat warga
Negara asing dan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab justeru menikmati sumberdaya
ikan laut Indonesia secara illegal. Sementara masyarakat Indonesia yang berada di wilayah
pesisir justeru menjadi penonton di negerinya sendiri. Bahkan sering terjadi perusakan
terumbu karang akibat penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan system operasional
prosedur yang ditentukan.

Permasalahan dan tantangan lain yang dihadapi oleh nelayan Indonesia dewasa ini
adalah tingginya biaya operasional untuk melaut, dan masalah tersebut berimbas kepada
harga BBM yang semakin meningkat. Di sisi lain, BBM semakin langka dan terbatas,
sehingga nelayan semakin sulit menangkap ikan di laut, karena mereka sangat bergantung
pada Bahan Bakar Minyak.

Apabila pemerintah tidak memikirkan energi terbarukan sebagai alternatif dalam


mengatasi kehidupan nelayan Indonesia, maka kehidupan nelayan semakin sulit dan tingkat
kesejahteraan nelayan semakin menurun. Untuk itu, perlu dilakukan pengkajian terhadap
konsep energi terbarukan ini. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memadukan
energi angin, panel surya dengan turbin angin.

TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah inovasi Kapal Layar Nelayan
dengan Energi Panel Surya dan Turbin Angin yang menggunakan kekuatan angin, dan
memanfaatkan energi yang berasal dari panel surya dan turbin angin.

1
Manfaat

1. Mengembangkan energi terbarukan melalui energi angin, panel surya dan turbin angin.

2. Mempermudah akses nelayan dalam pemanfaatan energi terbarukan dengan biaya yang
terjangkau.

GAGASAN

Kondisi kekinian

Kondisi krisis energi saat ini sangat membutuhkan energi terbarukan untuk
dimanfaatkan sebagai pengganti (subsitusi) bahan bakar minyak oleh masyarakat terutama
para nelayan yang sebagian besar hidupnya tergantung kepada sumber daya energi ini.

Terjadinya krisis energi ini bahan bakar minyak, antara lain disebabkan semakin
berkurangnya sumber daya alam minyak yang sifatnya tidak dapat diperbaharuiserta makin
bertambahnya jumlah sarana industri yang membutuhkan pasokan energi dari sumber daya
alam tadi. Sementara minyak bumi semakin menipis, biaya produksi juga semakin meningkat
membuat harga minyak bumi makin mahal. Kondisi ini secara langsung berdampak terhadap
kehidupan nelayan yang merupakan faktor utama untuk melakukan aktivitasnya sebagai
nelayan atau pelaut.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh lembaga penelitian seperti BPTT dan LIPI,
pengembangan terhadap energi terbarukan sesungguhnya dapat dilakukan secara massif,
sepanjang pemerintah memiliki komitmen terhadap kebijakan energi terbarukan. Namun
hingga akhir pemerintahan SBY, komitmen pemerintah terhadap implementasi energi
terbarukan ini masih parsial dan kinerja pemerintahan masih rendah.

Pada aspek pengembangan energi alternatif untuk penggerak kapal telah dikenal
secara luas pemanfaatan energi angin dan surya. Energi angin ini telah dimanfaatkan sejak
dahulu sebelum ditemukannya motor kapal melalui penggunaan layar yang berfungsi
menangkap angin dan kemudian merubahnya menjadi resultan gaya yang mampu mendorong
kapal ke depan. Sekalipun penggunaan layar pada kapal telah banyak ditinggalkan nelayan,
namun karena kondisi harga bahan bakar yang terus melambung tinggi, akhirnya banyak
nelayan yang kembali menggunakan energi ini.

Selain itu, energi surya sebagai sumber energi juga sudah cukup lama dikembangkan
yaitu sejak dikenalnya sel surya yang bisa mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
Pemanfaatan energi surya yang dikonversikan menjadi energi listrik dengan menggunakan
photovoltaic (solar sel) ini dapat disimpan dalam battery sebagai sumber penggerak motor
dan memutar propeller sehingga kapal dapat bergerak maju. Kapal yang bergerak dengan
menggunakan tenaga surya ini dikenal dengan sebutan Solar Ship (Kapal Surya).

Banyak kapal nelayan yang telah memanfaatkan energi surya sebagai penggeraknya.
Akan tetapi, energi surya masih banyak memiliki kelemahan, yaitu sangat tergantung kepada
sumber cahaya matahari, sehingga masih belum begitu efektif jika kondisi cuaca di laut tidak
kondusif (dalam keadaan mendung).

2
Oleh karena itu, perlu dirancang sebuah kapal nelayan, selain menggunakan gabungan
dari energi alternatif di atas juga menambahkan energi alternatif berupa turbin angin untuk
memenuhi kebutuhan energi bagi kapal nelayan. Penerapan konsep yang demikian tentu juga
bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat polusi.

Solusi yang Pernah Dilakukan

Dalam pembuatan PKM yang berjudul “Kapal Layar Nelayan dengan Energi Panel
Surya dan Matahari”, kami memanfaatkan media internet sebagai salah satu sumber
informasi. Berdasarkan data yang diperoleh, banyak kapal nelayan yang memanfaatkan
energi angin pada penggunaan layar maupun energi matahari sebagai sumber tenaganya,
namun hasilnya belum optimal. Konsep yang ditawarkan dalam karya tulis ini adalah
memadukan energi turbin angin dengan energi angin dan energi matahari, sehingga
kebutuhan energi pada kapal nelayan berfungsi optimal.

Tabel 1. Parameter Kelemahan solusi yang pernah ditawarkan

Parameter Kapal bahan bakar Kapal bertenaga angin Kapal bertenaga surya
minyak

Perjalanan Bebas,tidak tergantung Tergantung angin Tergantung matahari


pada alam
Biaya Membeli Bahan Bakar Gratis Gratis

Dampak Ekologis Menimbulkan polusi Tidak ada Tidak ada

Gagasan Baru yang Ditawarkan

Tema yang kami angkat dalam karya tulis ini didasarkan pada data yang diperoleh
bahwa masih banyak kapal nelayan yang hanya bergantung pada satu energi saja, misalnya
energi angin sehingga kebutuhan energi pada kapal nelayan tidak tercukupi. Dengan
menambahkan turbin angin, dan menggabungkannya dengan energi alternatif lain yang telah
banyak digunakan pada kapal nelayan, maka diharapkan “Kapal Layar dengan Energi
Matahari dan Turbin Angin” mampu memecahkan solusi di atas, yaitu pemenuhan kebutuhan
energi bagi kapal nelayan.

3
Rancangan kapal :

Gambar 1. Rancangan kapal layar nelayan dengan energi panel surya dan turbin angin

Keterangan gambar

a. Layar
Kapal layar biasanya bergerak searah dengan angin, karena adanya dorongan
angin pada layarnya. Dengan adanya Hukum Bernoulli, Kapal dapat bergerak ke arah
yang berlawanan dengan arah angin, dengan menggunakan dua layar yang dapat
diatur – atur.

Kapal dapat bergerak berlawanan dengan arah angin, dua layar diatur
sedemikin rupa sehingga angin yang masuk ke ruang antara dua layar memiliki
kecepatan yang lebih besar. Lengkungan layar mirip dengan lengkungan sisi pesawat
terbang, sehingga kecepatan angin pada sisi lengkung (depan layar) lebih besar dari
kecepatan angin di belakang layar. Ada dua gaya yang bekerja pada kapal yaitu gaya
bernoulli pada layar kapal dan gaya air pada sirip kapal.

Cara kerja kapal layar adalah ketika angin datang dari arah belakang, angin
akan mendorong layar dan kapal akan bergerak ke depan. Tetapi jika angin datang
dari arah samping maka kapal akan bergerak ke samping. Dengan adanya "keel",
dapat menahan gaya dari samping. Keel harus dibentuk dengan baik untuk melawan
kekuatan angin dari samping.

4
Empat gaya yang terlibat dalam berlayar :

1. Angin berhembus ke dalam layar dan mendorong kapal.


2. Keel di bagian dasar kapal (hull) adalah bagian yang sangat berat yang mendorong
terhadap air dan memberikan pemberat kapal untuk melawan kekuatan dari layar
yang sedang mendorong dengan cara lain.
3. Pada kedua sisi layar ada tekanan yang berbeda. Tekanan tinggi pada permukaan
layar, dan tekanan rendah dibelakang.
4. Gesekan yang terjadi yaitu di permukaan kapal dan air.

b. Turbin angin
Turbin angin adalah pembangkit listrik yang menggunakan angin sebagai
sumber energi untuk menghasilkan energi listrik. Di dalam turbin angin terdapat
generator. Generator mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya
dapat dipelajari dengan menggunakan teori medan elektromagnetik. Singkatnya,
(mengacu pada salah satu cara kerja generator) poros pada generator dipasang dengan
material ferromagnetik permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang
bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika
poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang
akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik
tertentu.

Perhitungan daya yang dapat dihasilkan oleh sebuah turbin angin dengan
diameter kipas r adalah :

Dimana adalah kerapatan angin pada waktu tertentu dan adalah kecepatan
angin pada waktu tertentu.

c. Baling – baling (propeller)


Adalah sebuat alat untuk menghasilkan gaya dorong pada sebuah kapal laut.
Baling-baling diputar dengan poros yang digerakkan oleh penggerak utama dalam
kamar mesin. Setiap kapal yang digerakkaan dengan menggunakan tenaga listrik
(motor listrik ) besarnya daya yang digunakan tergantung dari beban atau hambatan
yang yang dialami kapal itu sendiri. Semakin kecil hambatan kapal tentu semakin
kecil pula daya motor listrik yang akan digunakan untuk kecepatan kapal yang
diinginkan.

d. Panel surya
Panel surya atau solar panel merupakan alat yang terdiri dari sel surya yang
mengubah cahaya menjadi listrik. Mereka disebut surya atas matahari atau “sol”
karena matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel
surya sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai cahaya

5
listrik. Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap
energi matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang
berlawanan.

Panel surya terdiri dari silikon, silikon mengubah sinar matahari menjadi
energi listrik, saat intensitas cahaya berkurang (berawan, mendung, hujan) energi
listrik yang dihasilkan juga akan berkurang. Dengan menambah panel surya
(memperluas) berarti menambah konversi tenaga surya. Sel silikon didalam panel
surya disinari matahari/surya, membuat photon bergerak menuju elektron dan
menghasilkan arus dan tegangan listrik. Sebuah sel silikon menghasilkan kurang lebih
tegangan 0,5 volt.

Kapasitas dari solar cell biasanya dinyatakan dalam WP (Watt Peak) dan
tersedia mulai 10 WP, 20 WP, 50WP, 80 WP, 100 WP dan seterusnya. Kapasitas 10
WP artinya menghasilkan 10 Watt dalam 1 jam apabila terjadi penyinaran matahari
dalam 5 jam dan menghasilkan arus DC 0,5 Ampere.

Umumnya kita menghitung maksimum sinar matahari (maksimum peak


intensitas matahari) yang diubah menjadi tenaga listriksepanjang hari adalah 5 jam.
Maka untuk menghitung jumlah panel solar sel sesuai kapasitas (WP) panel solar
yang kita butuhkan adalah :

jumlah panel solar sel = Total kebutuhan daya (Watt jam)/Kapasitas panel solar sel
(Watt)x Penyinaran matahari (Jam)

e. Motor Listrik
Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah
energi listrik menjadi energi mekanik. Enegi mekanik ini digunakan untuk misalnya
memutar impeller pada pompa, blower, menggerakkan compressor. Dalam hal ini
energi mekanik digunakan untuk menggerakkan propeller pada kapal.

Untuk penggerak motor 24,36 atau 48 Volt yang digunakan perlu


menghubungkan dua atau lebih baterai dalam rangkaian seri untuk memenuhi
tegangan yang diperlukan motor. Kemudian kecepatan rata – rata kapal yang
diinginkan tergantung pada daya motor, efisiensi propeller, efisiensi lambung serta
perlu menghubungkan satu atau lebih baterai secara parallel setiap seri untuk
memberikan daya yang cukup untuk memenuhi kecepatan yang diinginkan.

Dalam pengopersian motor tentu tidak memungkinkan untuk beroperasi pada


full power secara terus menerus, kita berharap beroperasi tidak lebih dari 50% dari
daya maksimum, sehingga banyak menyimpan cadangan daya untuk situasi darurat.

6
f. Baterry (Accu)
Adalah alat yang berfungsi sebagai penyimpan power yang dihasilkan oleh
panel surya maupun turbin angin. Dengan kata lain arus yang mengalir dari panel
surya maupun turbin angin akan disimpan ke dalam baterai atau accu, besar arus
pengisian tergantung kapasitasnya.

Jumlah baterai minimum = 2x Total daya yang dibutuhkan/Baterai yang digunakan


(Volt x Ah)

g. Battery Controller Unit (BCU)


Adalah peralatan elektronik yang berfungsi mengontrol tegangan dan arus
dari panel surya maupun turbin angin ke baterai serta dari baterai ke beban. Prinsip
kerja controller adalah berhenti bila arus ke baterai sudah penuh dan akan berhenti
mengalir ke beban bila tegangan baterai sudah lower voltage sekitar 10,9 Volt DC,
pada prinsipnya controller ini berfungsi agar sistem berjalan dengan baik dan aman.

h. Inverter
Adalah sebuah alat yang berfungsi untuk merubah arus DC ke AC jadi
tegangan baterai atau panel surya maupun turbin angin dirubah ke AC.

Pihak yang dapat mengimplementasikan konsep Kapal Layar dengan Energi


Matahari dan Turbin Angin

Agar konsep Konsep Kapal Layar dengan Energi Matahari dan Turbin Angin dapat
diimplementasikan, maka berbagai pihak (stakeholders) diharapkan dapat membantu, antara
lain :

- Perguruan Tinggi dan lembaga penelitian selaku perancang konsep;


- Pemerintah selaku pembina dan pembuat kebijakan;
- Investor;
- Dunia usaha/industri;
- Masyarakat nelayan selaku pengguna.

KESIMPULAN

Dengan pemaparan solusi dan teknik inovasi dan realisasi di atas terhadap masalah di
atas, maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa konsep Kapal Layar Nelayan
dengan Energi Panel Surya dan Matahari dapat menjadi salah satu alternatif dan solusi
atas permasalahan yang terjadi pada nelayan Indonesia

Penggunaan layar yang berfungsi menangkap angin, energi panel surya, dan energi
turbin angin dapat menjadi solusi pengganti bahan bakar konvensional yang masih

7
bergantung pada minyak bumi. Sehingga kebutuhan nelayan pada energi akan tercukupi, dan
kehidupan mereka tidak akan bergantung lagi pada bahan bakar minyak.

Langkah – langkah Strategis Implementasi Gagasan

Langkah strategis perlu direncanakan dengan matang agar konsep ini dapat terealisasi
dengan baik, diterima (acceptable), dan berkelanjutan.

- Membentuk Tim Penilai yang didalamnya terdiri para ahli yang berkompeten di
bidangnya, apakah konsep ini layak dikembangkan sebagai salah satu alternatif
pengganti BBM;
- Apabila layak, maka perlu dilanjutkan dengan validasi, unsur-unsur apa saja yang perlu
dilengkapi sehingga benar-benar dapat berfungsi dengan baik;
- Melakukan uji coba untuk mendalami kekurangan dan kelebihan yang dimiliki Kapal
Layar (Hybrid) ini;
- Memberikan hak paten terhadap innovator, atau penggagas sehingga mendapatkan
penghargaan berupa hak cipta dan mendaftarkannya di Kementerian Hukum dan HAM
RI;
- Mengundang para pihak terkait (stakeholder) seperti pemerintah, dunia usaha, dan
masyarakat untuk dapat mengembangkan Kapal Layar Hybrid ini;
- Mendorong pemerintah agar menyusun suatu kebijakan terkait dengan pemanfaatan
energi terbarukan ini, karena memadukan energi angin, panel surya dan matahari sebagai
alternatif subsitusi Bahan Bakar Minyak yang mudah, murah ramah lingkungan dan
efisien.
- Membangun Kapal Layar Nelayan dengan Energi Panel Surya dan Matahari.
- Memberdayakan Nelayan dengan memanfaatkan Kapal Layar Nelayan dengan Panel
Surya dan Matahari.

Prediksi keberhasilan Gagasan Kapal Layar Nelayan dengan Energi Panel Surya dan
Matahari.

Rencana untuk membuat gagasan ini akan berdampak pada pengurangan penggunaan
bahan bakar minyak bagi nelayan, serta dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas
dari polusi yang ditimbulkan oleh hasil pembakaran bahan bakar minyak.

Konsep Kapal Layar Nelayan dengan Energi Panel Surya dan Matahari ini dibuat
agar nelayan dapat melaut, dan tidak tergantung hanya pada satu sumber, namun dapat
memilih alternatif yang lebih mudah dan terjangkau sesuai dengan tingkat pendapatan
nelayan. Dengan penerapan konsep ini, usaha untuk mengurangi penggunaan bahan bakar
minyak dapat diwujudkan secara nyata dan maksimal dan pada gilirannya akan meningkatkan
kesejateraan masyarakat khususnya para nelayan Indonesia.

Diharapkan konsep ini dapat menjadi masukan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah
khususnya untuk membantu para nelayan Indonesia, yang sebagian besar masih hidup di
bawah garis kemiskinan.

8
Apabila pemerintah memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan
kesejahteraan para nelayan, maka sudah saatnya mengembangkan energi alternatif terutama
apabila konsep itu didasarkan pada suatu hasil riset baik yang dilakukan oleh lembaga
penelitian professional maupun oleh individu yang hasilnya dapat dipertanggung jawabkan
secara akademis. Apalagi saat ini visi misi Presiden Jokowi telah menetapkan sektor
kemaritiman menjadi salah satu agenda prioritas dalam Trisakti dan Nawa Cita, maka
peluang dan tantangannya akan semakin kondusif, karena tidak hanya didukung dari aspek
kebijakan pemerintah namun juga anggaran baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD

9
DAFTAR PUSTAKA

Yusuf, Zulkifly. 2011. Perancangan Kapal Wisata Dengan Tenaga Surya Sebagai Energi

Alternatif Penggerak Propeller. http:// journal.unhas.ac.id [ 3 Maret 2015 ]

Asrizal. 2013. Propeller Baling – Baling Kapal. http://asrizal18.blogspot.com/2013/10/pro

peller-baling-baling-kapal_19.html [ 3 Maret 2015 ]

Aliyudin, Nur. 2012. Prinsip Kerja PLTS dan Prinsip Kerja Panel Surya. http://anggitaliy

udin.blogspot.com/2014/03/prinsip-kerja-plts-dan-prinsip-kerja.html [ 3 Maret 2015 ]

Puspita, Wenny. 2011. Perahu layar. https://wennypuspita.wordpress.com/2011/03/09/pe


rahu layar/ [ 3 Maret 2015 ]

10
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Penyusun dan Pembagian Tugas

No Nama/NIM Program Bidang Ilmu Alokasi Uraian


Studi Waktu Tugas
1 Fransiskus Teknik Teknik 10 Mencari
Xaverius Elektro Elektro jam/minggu sumber
Enrico pustaka
pendukung
gagasan,
pembuatan
gambaran
dan
koordinator
tim

11
Lampiran 5. Surat Pernyataan Ketua Tim

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Fransiskus Xaverius Enrico

NIM : 201411004

Program Studi : Teknik Elektro

Jurusan : Teknik Elektro

Dengan ini menyatakan bahwa proposal (Isi sesuai dengan bidang PKM) saya dengan

judul:

............................................................................................................................. ......

......................................................................................................................... ..........

yang diusulkan untuk tahun anggaran ................ bersifat original dan belum pernah

dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya

bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan

seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

Jakarta, 11 Maret 2015

Mengetahui
Pembantu Rektor/Ketua Yang menyatakan,
Bidang kemahasiswaan,

( ) ( )

NPK/NIK NIM

12