Anda di halaman 1dari 5

Asuhan Keperawatan Clavus

Minggu, 31 Januari 2010


KONSEP DASAR PENYAKIT CLAVUS
A. Pengertian
Clavus (klavus) adalah istilah kedokteran, di masyarakat awam biasanya disebut mata ikan.
Clavus bukanlah tumor, bukan pula tanda awal kanker, melainkan penebalan dari kulit. Mata
ikan adalah kelainan pada kaki berupa kulit yang menebal, tidak merata , tampak seperti
kerucut terbalik dengan alasnya ada pada permukaan kulit. Kalau dipegang akan terasa keras,
namun kalu dibawa berjalan akan terasa nyeri. Sumber lain mengatakan bahwa clavus ini
adalah semacam tumor jinak yang biasanya tumbuh pada kulit permukaan kaki. Bentuk mata
ikan itu sendiri biasanya bulat dan berwarna putih persisi seperti mata ikan beneran. Ada juga
yang berpendapat clavus merupakan pertumbuhan semacam kapalan dimana hanya
terlokasi hanya pada satu sisi dan menimbulkan rasa sakit tertekan yaitu pertumbuhan sel-sel
tanduk yang tidak normal. Biasanya ditelapak kaki dan pertumbuhannya yang pesat menekan
sel-sel sekitarnya termasuk jaringan dibawahnya ataupun sel-sel syaraf.
Penyakit seperti ini tidak bisa dibiarkan, disamping mengganggu aktivitas kita, juga akan
terus membesar dan melebar. Sehingga menjadi benjolan semacam tumor, bahayakan
lambung secara langsung. Bersamaan saat nyeri terjadi akan meningkatkan keasaman dari
lambung
Berbagai profesi akrab dengan clavus misalnya pemain gitar di jari-jari yang menekan senar
pada keher (neck) gitar, sepatu pada jari kaki, penjahit pada jari telunjul, dsb. Lokasi akan
menentukan apakah ia akan basah atau kering. Ia akan kering bila terjadi di permukaan kulit
dan basah bila terjadi disela jari. Bila terjadi demikian jangan menutup clavus dengan kapas
karena tidak menyerap air. Mata ikan biasa berubah menjadi borok terinfeksi.
B. Penyebab
Ada beberapa pendapat yang menyebutkan penyebab timbulnya mata ikan. Pendapat pertama
yaitu mata ikan timbul disebabkan oleh virus yang kemudian masuk diantara kulit dan daging
kemudian merusak jaringan bawah kulit, sehingga makin lama, makin mengeras, dan
membesar. Pendapat kedua adalah Mata ikan tidak disebabkan oleh kuman, tapi disebabkan
oleh gesekan atau tekanan dalam waktu yang lama, sehingga terjadi penebalan kulit.
Penyebab terjadinya penebalan dari kulit ini adalah tekanan dan gesekan terus-menerus pada
bagian kaki yang terkena. Misalnya, karena pemakaian sepatu yang terlalu sempit atau lama.
Oleh karena tekanan terbesar pada telapak kaki, maka biasanya clavus timbul pada telapak
kaki.
C. Tanda dan Gejala
Walaupun merupakan penyakit yang banyak terjadi,munculnya clavus kadang-kadang juga
dapat berhubungan dengan penyakit lain. Clavus dapat merupakan adanya gangguan saraf
tepi akibat kencing manis, atau pada penderita arthritis rematoid (salah satu jenis rematik)
menjadi tanda sudah ada perubahan sendi tulang-tulang kaki.
Jika clavus terjadi pada orang diabetes yang sudah mengalami gangguan saraf tepi kaki,
biasanya tidak terasa nyeri. Tetapi hal ini malah dapat berbahaya, karena dapat mmeluputkan
perhatian akan adanya luka/ borok yang dapat berakibat serius pada penderita diabetes
mellitus.

D. Pengobatan dan Perawatan


Bila tidak mengganggu biarkan saja, bila mengganggu pengobatannya adalah operasi. Hanya
clavus akan tumbuh kembali bila faktor tekanannya tidak dihilangkan.
Sebenarnya pengangkatan clavus dengan operasi kecil merupakan cara cepat untuk
menghilangkan nyeri yaitu dengan mengeluarkan inti mata ikan atau eksisi total.Tapi jika
ingin mencoba cara tanpa operasi, mungkin dapat dicoba dengan mengoleskan salep keratolik
pada mata ikan, memberikan obat-obat oles yang dapat menipiskan lapisan kulit yeng
menebal yaitu yang mengandung urea, asam glikolat/malat/salisilat.Untuk mengurangi nyeri,
sementara dapat ditempelkan plester tebal pada clavus.
Harus memperhatikan sepatu atau sandal yang dipakai selama ini. Apakah sudah nyaman atau
terlalu sempit. Jika perlu , gantilah alas kaki selama ini. Yang penting, hindari hak tinggi.
Jika clavus berulang kembali dan anda juga menderita rematik, mungkin perlu dirontgen
untuk melihat kondisi tulang-tulang kaki dan sendi-sendinya, karena dikhawatirkan sudah
terjadi perubahan pada tulang dan sendi. Bila hal ini terjadi ada baiknya konsultasi juga
dengan dokter spesialis penyakit dalam, konsultan rematologi. (Djoerban. Z,2008)
Selain dioperasi clavus dapat diobati dengan cara berikut :
1. Saat ini ada alat yang dapat menghilangkan kutil dengan cepat, yaitu dengan menggunakan
electric cauter. Electric cauter adalah sejenis alat yang cara kerjanya membakar kulit secara
electir dan dengan menggunakan metode tertentu sehingga kutil akan terbakar dan lepas
dengan sendirinya sampai keakar-akarnya. Dengan pengobatan ini kutil dapat langsung
dihilangkan tanpa mengeluarkan darah. Pengobatan ini bisa di dapatkan dari dokter spesialis
kulit dan kelamin (Sp.KK). Disana anda dapat bebas berkonsultasi tentang permasahannya
dan tentu saja dokter spesialis itu akan memberikan pengobatan yang terbaik buat kamu. Jadi
jangan ragu, untuk pergi ke dokter, semakin awal dalam mengobati penyakit itu semakin
baik.
2. Obat kutil dan mata ikan, yaitu dengan menggunakan salep herbal. Salep dioleskan pada
pagi dan malam hari , ditutup kapas, diplester dan dibiarkan meresap.
3. Pengobatan tradisional
Pengobatan tradisional kutil daun dewa juga dipercaya dapat menyembuhkan kutil. Daun
dewa (Gynura divaricata, gynura segetum (lour) Meer, atau gynura pseudochina) cukup lama
dikenal sebagai tanaman anti kanker. Dibeberapa daerah daun dewa dikenal dengan nama
beluntas cina, atau samsit. Menurut penelitian dari Fakultas Farmasi UGM dan Badan Tenaga
Nuklir Nasional ( BATAN), secara laboratoris ekstak etanol daun dewa mampu menghambat
pertumbuhan tumor paru pada mencit (tikus putih kecil). Ekstark ini juga mampu
menghambat pertumbuhan sel kanker.
Pada beberapa tulisannya menngenai tumbuhan berkhasiat obat Indonesia Prof HM Hembing
Wijayakusuma menyampaikan bahwa daun dewa memiliki banyak khasiat. Manfaat itu
banyak berasal dari daun dan umbinya. Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul,
melancarkan sirkulasi darah, menghentikan perdarahan, pembengkakan payudara,
melancarkan haid, dan lain-lain. Sementara umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan
darah, pembengkakan, perdarahan, tulang patah, dan lain-lain.
Daun dewa tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinnggian 0-100 meter diatas
permukaan laut. Tinggi tumbuhan ini bisa mencapai 50 cm. Daunnya tunggal bertangkai
pendek berbentuk bundar telur berujung lancip. Kedua permukaan daunnya berambut dengan
warna putih. Warna permukaan daun dibagian atas hijau tua, sedangkan dibawahnya
berwarna hijau muda. Bunganya terletak dibagian ujung batang, berwarna kuning berbentuk
bonggol.
Efek farmakologis daun dewa adalah anti kuagolan (koagulan=zat yang mempermudah dan
mempercepat pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi,

menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun. Daun dewa


mengandung zat saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tenin. Efek farmakologis didapatkan
dari seluruh tanaman.
E. Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan sebisa mungkin menghindari kaki dari tekanan yang
terus-menerus. Sebaiknya pilih alas kaki yang baik, waktu yang tepat untuk memilih alas kaki
adalah siang hari, karena saat itu kaki berada pada bentuk aslinya. Memakai alas kaki
(sepatu) yang cukup (tidak terlalu sempit) pastikan kaki nyaman memakainya, selal ganti
secara rutin kaos kaki, selalu jaga kebersihan kaki kalau perlu secara rutin dilakukan
perawatan yang lebih intensif lagi. Jangan dibiasakan berjalan tanpa alas kaki meskipun itu
didalam rumah, karena bisa beresiko kemasukan benda asing.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, B. Clavus. http://www.suaradokter.com/2009/01/clavus/. Akses tanggal 28 Desember
2009.
NN. Kesehatan Kito (Kaki kapalan). http://m.sripoku.com/view/13329/kesehatan-kito-kakikapalan. Akses tanggal 28 Desember 2009.
Uwinarno. Sakit mata ikan dan obatnya. http://uwinarno.wordpress.com/2008/10/29/sakitmata-ikan-dan-obatnya/. Akses tanggal 28 Desember 2009.
Yasta. All about mata ikan (clavus). http://yuni23.blogspot.com/2008/07/all- about-mataikan-clavus.html. Akses tanggal 28 Desember 2009.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Tn. M.R
DENGAN PRE. OP CLAVUS
DI POLIKLINIK BEDAH RSUD. RATU ZALECHA MARTAPURA
I. PENKAJIAN
A. Identitas klien
Nama : Tn. F.A
Umur : 17 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Alamat : martapura
Agama : Islam
Suku / Bangsa : Banjar / Indonesia
Tgl. Kunjungan : 18 Januari 2010
Diagnosa Medis : Clavus
No Register :194691
B. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Tn.R
Umur : 45 tahun
Alamat : Martapura
Jenis kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Swasta
Agama : Islam

II. RIWAYAT PENYAKIT


A. KELUHAN UTAMA
Nyeri di tengah telapak kaki kiri.
B. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien berkunjung ke poli bedah RSUD Ratu Zalecha Martapura pada tanggal 18 Januari
2010, pasien datang ditemani ayahnya, untuk mengetahui keadaan penyakit yang di deritanya
yaitu adanya sebuah benjolan berbentuk seperti mata ikan. Oleh dokter spesialis bedah yang
ada diruangan poliklinik bedah, pasien di diagnosa mengalami penyakit clavus, dan
direncanakan untuk di operasi pada kunjunngan selanjutnya.
C. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami sakit seperti sekarang ini. Biasanya pasien hanya
sakit batuk pilek, kemudian dibawa berobat ke Puskesmas atau praktek tenaga kesehatan.
D. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Pasien mengatakan sebelumnya tidak ada keluarganya yang menderita penyakit clavus, tetapi
tidak pernah ada keluarga yang menderita sakit menular ataupun keturunan seperti TB paru
dan DM.
III. PEMERIKSAAN FISIK
A. KEADAAN UMUM
Tanggal Pengkajian 18 Januari 2010.
1. Kesadaran pasien compos mentis.
2. Tanda-tanda vital
TD : 100/70 mmHg
Respirasi : 24 x/m
Nadi : 84 x//m
Suhu : 360C.
B. DATA FOKUS
1. Inspeksi : Terdapat benjolan / penebalan kulit yang menyerupai mata ikan pada telapak
kaki sebelah kiri. Bentuknya seperti koin dengan diameter 1 cm.
2. Palpasi : Kulit telapak kaki kiri pada daerah penebalan teraba kasar.
3. Perkusi : Tidak dilakukan.
4. Auskultasi : Tidak dilakukan.
C. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan.
D. PENGOBATAN
1. Paracetamol 500 mg 3x1.
E. ANALISA DATA
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
1. DS :
Pasien mengeluh nyeri pada telapak kaki kiri.
DO :
Terdapat penebalan kulit pada telapak kaki yang menyerupai mata ikan berbentuk seperti
koin dengan diameter 1 cm.
Kulit telapak kaki kiri pada daerah penebalan teraba kasar.
Pasien tampak meringis Penebalan lapisan kulit Nyeri

IV. ASUHAN KEPERAWATAN


NO DIAGNOSA
KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA
TINDAKAN RASIONALISASI IMPLEMENTASI EVALUASI
1. Nyeri berhubungan dengan adanya penebalan lapisan kulit yang ditandai dengan :
DS :
Pasien mengeluh nyeri pada telapak kaki kiri.
DO :
Terdapat penebalan kulit pada telapak kaki yang menyerupai mata ikan berbentuk seperti
koin dengan diameter 1 cm.
Kulit telapak kaki kiri pada daerah penebalan teraba kasar.
Pasien tampak meringis. Nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan
kriteria :
Skala nyeri menurun
Tanda-tanda vital dalam batas normal:
Nadi : 80 x/m
Temp : 36-37
Resp : 20-24 x/m
TD : 110/70 mmHg.
1)Ukur tanda-tanda vital
2)Kaji skala nyeri (0-10)
3)Atur posisi sesuai kebutuhan pasien
4)Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik.
5)Berikan sentuhan terapeutik,lakukan distraksi dan relaksasi
6)Ciptakan lingkungan yang nyaman (tenang)
1)Dapat mengindikasikan rasa sakit akut dan ketidaknyamanan.
2)Berguna untuk menentukan intervensi selanjutnya
3)Mengurangi rasa sakit dan meningkatkan sirkulasi
4)Analgesik akan membantu untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien.
5)Membantu melepaskan ketegangan emosional dan otot,meningkatkan perasaan kontrol
yang dapat meningkatkan koping
6)Kondisi lingkungan yang tidak mendukung/tidak nyaman akan meningkatkan persepsi
nyeri klien/meningkatkan rangsangan nyeri 1)Mengukur tanda-tanda vital : Nadi, temp dan
respirasi.
2)Mengkaji skala nyeri (0-10)
3)Mengatur posisi sesuai kebutuhan pasien
4)Memberitahu orang tua / pasien untuk meminum obat analgetik sesuai program
5)Memberikan sentuhan terapeutik,lakukan distraksi dan relaksasi
6)Menciptakan lingkungan yang nyaman (tenang S : Pasien mengeluh masih merasakan nyeri
pada telapak kaki kirinya.
O : Pasien mulai tampak tenang, tetapi. Tanda-tanda vital:
Nadi= 80 x/m, Temp=360C, dan Resp=20 x/m.
TD = 110/70 mmHg.
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan.