Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN UMUM

KEADAAN UMUM
1. Ukur tinggi badan
2. Timbang berat badan
3. Ukur TTV

PEMERIKSAAN FISIK
INGAT MINTA IBU KENCING DAHULU SEBELUM MELAKUKAN PEMERIKSAAN FISIK
Tangan hangat, bersih
1. Kepala
Inspeksi
Rambut : bersih, tidak rontok
Palpasi : tidak ada benjolan
2. Mata
Inspeksi
Konjungtiva : merah muda (minta ibu lihat ke atas)
Sklera : putih
3. Pipi
Pip dan leher ada warna coklat kehitaman disebut cloasma gravidarum
bukan patologis nanti menghilang saat melahirkan.
4. Hidung
Inspeksi : Tidak ada serumen
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
5. Mulut
Mukosa lembab
Gigi tidak ada caries, tidak goyang (goyang = kurang kalsium)
Tidak ada stomatitis
6. Telinga
Tidak ada serumen
Bersih (kalo kotor kita anjurkan ibu untuk membersihkan)
7. Leher
Ada cloasma gravidarum/tidak
Kita minta ibu menelan, jika ada pembesaran kelenjar tyroid maka ibu
kekurangan yodium sehingga bisa menyebabkan bayi kretinisme
Miringkan kepala ibu kekanan ke kiri untuk melihat bendungan vena jugularis
(normal tidak ada)
8. Area dada (payudara)
Tangan ibu dipersilahkan ke atas
Inspeksi
Bentuk payudara : puting menonjol, datar, tenggelam
Hiperpigmentasi aerola mamae (normal)
Tidak ada benjolan
Palpasi
Tidak ada benjolan
Kalo diketiak ada benjolan disebut mamae aberan (payudara palsu akan
hilang saat melahirkan)
9. Perut
Inspeksi
Pembesaran perut simetris membujur

Ada strie gravidarum (primi = livide, ungu kebiruan ; multi = livide, albicans ,
biru putih)
Ada linea nigra (hitam) : dari pusat ke simpisis, dari pusat ke px
Palpasi
Posisi ibu dorsal recumben, ibu harus santai, pemeriksa menghadap ke ibu
Tangan menengahkan perut (kiri kanan), tangan kiri diatas fundus tangan
kanan diatas simpsis pubis
Lepold 1 :
- untuk mengetahui tinggi fundus uteri (menggambarkan usia kehamilan)
- untuk merasakan bagian yang ada difundus uteri ( bulat, lunak = bokong)
Leopold 2: tangan pindah kekanan kiri
-

untuk menentukan punggung bayi (tangan kanan teraba keras datar =


punggung (puki), tangan kiri tangan bayi)

Leopold 3: posisi seperti leopold 1 (konsentrasi ditangan kanan)


-

menentukan bagian terendah bayi itu apa (tangan kanan teraba bulat,
keras, melenting = kepala)
untuk menentukan bagian terendah masih bisa digoyangkan atau tidak
(masih bs digoyangkan blm masuk PAP klo tidak bs digoyangkan sdh
masuk PAP)

Leopold 4 : kaki ibu luruskan, pemeriksa menghadap ke kaki ibu dg


menggunakan dua tangan apakah konvergen atau divergen.
Bisa menggunakan per lima ( lima =
Mc Donald : menggunakan medline dari fundus uteri sampai pinggir atas simpisis
(misal ketemu 31 dan belum masuk PAP, maka TBJ = hasil 13 x 155gr)
Melakukan pemeriksaan DJJ (setelah ketemu jangan pegang, tangan kita
memengang tangan ibu untuk membedakan detak janin dengan ibu, bayi =120160 kali permenit)
5 detik pertama hitung, dijumlahkan dikalikan 4
10.Kaki
Tidak ada oedema ( pd trimester akhir pada sore dan malam hari karena
aktivitas ibu yang banyak)
Tidak ada varises : ibu suruh miring ( jika ibu punya bakat varises biasanya
muncul di trimester akhir)
11.Genetalia
Kita lihat jika ada indikasi keputihan dan blood show kita posisikan ibu
litotomi kita lakukan pemeriksaan dalam menggunakan handscoon
12.Pemeriksaan LILA (anjurkan ibu duduk)
Lihat di lengan kiri, baju dilepas, tangan ditekuk (ukur sampai ke siku)
Batas normal = 23,6 (nutrisi bagus)
13.Refleks platella (kanan kiri)
14.Kalo ibu pertama kali hamil, maka lanjutkan pemeriksaan panggul luar
Jika hamil kedua dan riwayat dulu spontan hidup, tinggi diatas 45 tidak usah
dilakukan pemeriksaan krn sudah jelas pinggulnya luas
Ajurkan ibu berdiri
Distantia spnarum : sias kiri kanan, normal
Distantia cristarum : belakang sias, nurmal

Bodelok : pinggir atas simpisis sama lumbal ke 5, normal 18


Linkar panggul : mulai pnggir atas simpisis, sias, cristarum, lumbal lima,
cristarum, sias, pinggir atas simpisis, normal 90
PERAWATAN PAYUDARA
1. Cuci tangan
2. Kita lihat kalo kotor kita ambil kapas celup dg baby oil, lalu kompres di
puting sekitar 3 menit, lalu putar supaya kalo ada kotoran bisa keluar
3. Kita bantu puting untuk dikeluarkan selama 20 kali
4. Kalau puting tidak keluar ambil spuit 10 cc yang sudah dipotong, kita
rangsang puting dengan spuit sampai sekuat ibu)
5. Kalau puting sudah menonjol kita rangsang supaya keluar ( putar puting
pakai tangan )
6. Guyur dengan air dingin air hangat untuk merangsang aliran darah
mengalir dengan baik
7. Rangsang dengan washlab kering digesek gesekkan supaya puting keluar