Anda di halaman 1dari 11

EKO 2

materi78.co.nr

Inflasi dan Indeks Harga


A.

PENDAHULUAN
Inflasi adalah suatu peristiwa naiknya hargaharga secara umum dan terus-menerus dan
mengakibatkan nilai uang turun.
Ciri-ciri inflasi:
1) Nilai uang menjadi turun.
2) Jumlah uang dengan jumlah barang tidak
seimbang.
3) Harga-harga barang naik secara umum.

B.

INFLASI
Berdasarkan tingkat keparahannya, inflasi
terbagi menjadi:
Inflasi
Ringan

Tingkat inflasi

<10% dalam setahun


(creeping inflation)
Sedang
10%-30% dalam setahun
Berat
30%-100% dalam setahun
Sangat berat
>100% dalam setahun
(hiperinflasi)
Berdasarkan
menjadi:

penyebabnya,

inflasi

terbagi

1) Demand full inflation, yaitu inflasi yang


disebabkan karena berlebihnya permintaan.

Berdasarkan kurva, permintaan tetap


sedangkan penawaran berubah. Hal ini
menyebabkan harga barang naik, dan jumlah
barang turun.
Berdasarkan asalnya, inflasi terbagi menjadi:
1) Imported inflation, yaitu inflasi yang
disebabkan karena kenaikan harga di luar
negeri, yang berimbas pada kenaikan harga
di dalam negeri.
Contoh: kenaikan harga minyak dunia.
2) Domestic inflation, yaitu inflasi yang
disebabkan faktor-faktor dari dalam negeri.
Contoh: defisit anggaran, kegagalan panen
massal, pembatasan kredit untuk produksi.
Pihak-pihak yang diuntungkan pada masa
inflasi antara lain:
1) Investor emas
2) Peminjam (debitur)
3) Pedagang besar (spekulan)
4) Orang yang dekat dengan pemerintah
5) Pedagang grosir
Pihak-pihak yang dirugikan pada masa inflasi
antara lain:
1) Orang yang menabung uang tunai
2) Pemberi pinjaman (kreditur)

3) Orang berpenghasilan tetap


4) Masyarakat awam

P1

5) Pedagang eceran
P
D1
D
Q

Q1

Berdasarkan kurva, permintaan berubah


sedangkan penawaran tetap. Hal ini
menyebabkan harga dan jumlah barang naik.

Inflationary gap adalah sebuah jurang yang


memisahkan pihak yang diuntungkan dan
dirugikan pada masa inflasi.
Spiral inflasi adalah lingkaran inflasi yang tidak
ada penyelesaiannya.
Bagan spiral inflasi:
biaya produksi
naik

2) Cost push inflation, yaitu inflasi yang


disebabkan karena naiknya biaya produksi.
S1
S

perusahaan
menurunkan
jumlah
produksi

pekerja
meminta
kenaikan gaji

P1
P
D
Q1

buruh harus
memenuhi
kebutuhan

harga barang
di pasar naik

INFLASI DAN INDEKS HARGA

EKO 2

materi78.co.nr
Teori-teori inflasi antara lain:

Kebijakan fiskal/pajak adalah kebijakan yang


mengatur
pengeluaran
pemerintah
dan
perpajakan, dilakukan dengan:

1) Teori kuantitas
Inflasi disebabkan karena jumlah uang lebih
banyak daripada jumlah barang.

1) Menaikkan pajak dari PPN, PPnBM, PBB,


PPh, dan lain-lain.

Inflasi terjadi karena prediksi harga naik dan


turun.

2) Mengurangi pengeluaran negara dengan


politik fiskal melalui APBN.

2) Teori strukturalitas

Kebijakan non-moneter dan non-fiskal adalah


kebijakan riil diluar kebijakan moneter dan fiskal.

Inflasi disebabkan karena struktur impor


tidak sama dengan struktur ekspor.

Kebijakan ini dilakukan dengan:

Inflasi terjadi karena permintaan barang lebih


dari penawaran barang.

1) Menaikkan hasil produksi, dengan tujuan


agar jumlah barang dan jumlah uang
seimbang, dan memenuhi permintaan
masyarakat.

3) Teori Keynes
Inflasi terjadi karena masyarakat ingin hidup
di luar batas kemampuannya.

C.

2) Kebijakan harga

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB INFLASI

a. Menentukan harga ekonomi tertinggi


(saat inflasi),

Faktor-faktor penyebab inflasi antara lain:


1) Kenaikan harga-harga barang.

b. Menentukan harga ekonomi terendah


(saat deflasi).

2) Kenaikan biaya produksi.


3) Jumlah uang yang beredar banyak.
4) Jumlah barang yang tersedia lebih sedikit
daripada jumlah uang.

Deflasi adalah kebalikan dari inflasi, yaitu suatu


keadaan dimana harga turun dan nilai uang naik,
dan jumlah uang yang beredar sedikit.

5) Permintaan bertambah.

Dampak-dampak yang disebabkan oleh inflasi:

6) Pendapatan bertambah.
7) Bencana alam dan musibah skala besar.

1) Investasi berkurang, sehingga harga-harga


naik.

8) Masyarakat ingin hidup diluar


kemampuannya (teori Keynes).

2) Mendorong tingkat bunga tinggi, sehingga


keinginan untuk membuka usaha berkurang.

batas

9) Imported inflation.

3) Mendorong tindakan spekulatif, para pemilik


modal menyimpan barangnya dan kemudian
menjualnya kembali.

10) Perubahan struktur perekonomian negara.

D.

PENYELESAIAN DAN DAMPAK INFLASI

4) Menimbulkan kegagalan pembangunan.

Inflasi dapat diatasi melalui kebijakan-kebijakan


moneter dan non-moneter.

5) Menimbulkan
ketidakpastian
ekonomi di masa depan.

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang


berasal dari pemerintah dan dijalankan oleh bank
sentral.

6) Menyebabkan daya saing produk nasional


berkurang.
7) Menimbulkan defisit neraca pembayaran,
dimana impor lebih banyak dari ekspor.

Tujuan utama kebijakan moneter adalah


mengatasi jumlah uang yang beredar.

8) Turunnya nilai mata uang dalam negeri.

Kebijakan moneter antara lain:

9) Menurunnya kesejahteraan masyarakat.

1) Open Market Policy (Operasi Pasar Terbuka)


Dilakukan dengan penjualan obligasi, SBI dan
SPBU.
2) Cash Ratio Policy
Dilakukan dengan menaikkan cadangan kas
minimum.
3) Discount Policy (Kebijakan Diskonto)
Dilakukan dengan menaikkan suku bunga
agar banyak masyarakat yang menabung.
4) Kredit selektif
Dilakukan dengan memberi kredit kepada
yang sifatnya produksi, bukan konsumsi.

keadaan

E.

INDEKS HARGA
Angka indeks adalah perbandingan dua angka
antara dua periode berbeda.
Jenis-jenis angka indeks contohnya antara lain
adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks
Harga Perdagangan Besar (IHPB).
Komponen indeks harga:
1) Bahan makanan
2) Makanan jadi
3) Perumahan
4) Sandang

INFLASI DAN INDEKS HARGA

EKO 2

materi78.co.nr
5) Kesehatan

Indeks Paasche dapat dirumuskan:

6) Pendidikan
7) Rekreasi dan olahraga

IP =

8) Transportasi dan komunikasi


Indeks
harga
dapat
digunakan
menghitung besar dan laju inflasi.

Indeks harga tidak tertimbang adalah rasio


antara penjumlahan harga komoditi suatu
kelompok pada tahun ke-n dengan penjumlahan
harga komoditi kelompok tersebut pada tahun
dasar, dapat dirumuskan:
IA =

Pn
100
Po

IA = indeks harga tahun ke-n


(agregatif)
Pn = harga tahun ke-n
P0 = harga tahun dasar

Indeks harga tertimbang terdiri dari indeks


Laspeyres dan indeks Paasche.
Indeks Laspeyres dapat dirumuskan:
IL =

(Pn ) Qo
100
(Po ) Qo

IL = indeks Laspeyres
Q0 = jumlah barang tahun dasar

IP = indeks Paasche
Qn = jumlah barang tahun ke-n

untuk

Indeks harga terbagi menjadi dua, yaitu indeks


harga tidak tertimbang dan indeks harga
tertimbang.

(Pn Qn )
100
(Po Qn )

F.

LAJU INFLASI
Laju inflasi adalah suatu ukuran yang
menentukan tingkat perubahan inflasi yang
terjadi pada suatu negara dalam kurun waktu
tertentu.
Laju inflasi dapat dihitung dari:
1) Membandingkan inflasi rata-rata tahunan,
2) Membandingkan inflasi bulan ini dengan
bulan yang sama tahun lalu,
3) Membandingkan inflasi bulan ini dengan
bulan lalu.
4) Indeks harga.
Laju inflasi berdasarkan indeks harga dapat
dihitung:
laju inf =

IHK2 - IHK1
IHK1

100%

IHK2 = indeks harga konsumen periode ini


IHK1 = indeks harga periode sebelumnya

INFLASI DAN INDEKS HARGA

EKO 3

materi78.co.nr

Kebijakan Fiskal
A.

3) Kebijakan stabilitas anggaran otomatis

PENDAHULUAN

Adalah kebijakan dimana pengeluaran


negara ditentukan berdasarkan perkiraan
manfaat dan biaya relatif berbagai program
dan pajak sehingga menimbulkan surplus.

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang


dilakukan pemerintah dengan cara mengubahubah pengeluaran dan penerimaan negara.
Tujuan kebijakan atau politik fiskal:

Pada saat deflasi, pengeluaran negara tidak


diubah, namun pajak diturunkan.

1) Menciptakan stabilitas ekonomi.


2) Menjaga stabilitas harga-harga.

Pada saat inflasi, pajak ditambah dan


pengeluaran negara dikurangi.

3) Mencegah pengangguran.
4) Meningkatkan kesempatan kerja.

4) Kebijakan anggaran belanja berimbang

5) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Adalah kebijakan dimana pengeluaran


negara dilakukan secara seimbang dalam
jangka panjang.

6) Pemerataan distribusi pendapatan.


7) Menyelesaikan masalah deflasi-inflasi.

B.

JENIS-JENIS KEBIJAKAN FISKAL

Kebijakan ini ditempuh melakukan anggaran


defisit pada masa deflasi dan anggaran
surplus pada masa inflasi.

Jenis-jenis kebijakan fiskal antara lain:


1) Kebijakan anggaran pembayaran fungsional
Adalah kebijakan dimana pengeluaran dan
penerimaan pemerintah ditentukan dengan
melihat akibat tidak langsung terhadap
pendapatan nasional.
Contoh dari kebijakan ini adalah kebijakan
perpajakan dan penarikan pinjaman paksa
dari masyarakat.
2) Kebijakan pengelolaan anggaran
Adalah kebijakan dimana pengeluaran
pemerintah, perpajakan dan pinjaman selalu
dikaitkan, guna memperkecil ketidakstabilan
ekonomi.
Macam-macam
anggaran:
a.

kebijakan

pengelolaan

Kebijakan anggaran defisit


Yaitu pengaturan pengeluaran yang
lebih besar daripada penerimaan negara,
dilakukan saat deflasi dimana:
- Harga-harga turun
- Jumlah uang yang beredar sedikit
- Produksi menurun

Kebijakan ini juga dapat dilakukan dengan


mempertahankan keseimbangan pengeluaran
dan pendapatan negara (anggaran).

C.

HUBUNGAN KEBIJAKAN FISKAL DENGAN


KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang
dibuat bank sentral untuk mengatur jumlah uang
yang beredar di masyarakat.
Kebijakan moneter antara lain:
Kebijakan
Operasi Pasar
Terbuka

Deflasi
Inflasi
membeli
menjual
obligasi
obligasi
menurunkan
menaikkan
Cash Ratio
cadangan kas cadangan kas
Policy
minimum
minimum
Kebijakan
menurunkan
menaikkan
Diskonto
suku bunga
suku bunga
melonggarkan menjalankan
Kredit selektif
kredit
kredit selektif
menambah
membatasi
Pencetakan
pencetakan
pencetakan
uang
uang
uang, sanering

- Perdagangan lesu

Kelebihan kebijakan moneter:

- Daya beli masyarakat menurun

1) Dapat mengatur uang yang beredar.

- Pengangguran meluas

2) Dapat mengatur suku bunga dan kredit bank.

b. Kebijakan anggaran surplus

3) Bersifat mudah diubah dengan cepat karena


tidak melewati birokrasi rumit.

Yaitu pengaturan pengeluaran yang


lebih kecil daripada penerimaan negara,
dilakukan saat inflasi dimana:
- Harga-harga naik
- Jumlah uang yang beredar banyak
- Nilai uang menurun

Kekurangan kebijakan moneter:


1) Tidak selalu dapat mempengaruhi tabungan
dan investasi masyarakat.
2) Menghilangkan
terhadap uang.

kepercayaan

KEBIJAKAN FISKAL

masyarakat

EKO 3

materi78.co.nr
Kebijakan fiskal berfungsi untuk menutupi
kekurangan kebijakan moneter dan bekerja
sebagai kombinasi untuk menyelesaikan masalah
deflasi-inflasi.
Kelebihan kebijakan fiskal:
1) Lebih mudah mengontrol pendapatan dan
pengeluaran negara.
2) Lebih efektif daripada kebijakan moneter.
Kekurangan kebijakan fiskal:
1) Bersifat kaku atau kurang fleksibel karena
melewati birokrasi rumit, yaitu APBN.
2) Menimbulkan pandangan negatif masyarakat
terhadap pemerintah mengenai kenaikan
jumlah pajak.

KEBIJAKAN FISKAL

EKO 2

materi78.co.nr

Kebijakan Moneter
A.

Mekanisme pengaturan peredaran uang:

PENDAHULUAN
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang
dilakukan pemerintah untuk mengatur jumlah
uang yang beredar dan tingkat suku bunga.
Tujuan kebijakan moneter:

a.

b. Jika ingin menambah jumlah uang yang


beredar, suku bunga akan diturunkan.
4) Kredit selektif

1) Menciptakan stabilitas ekonomi.


3) Mencegah pengangguran.

Dilakukan dengan mengatur pemberian kredit


pada yang sifatnya produksi, bukan konsumsi.

4) Meningkatkan kesempatan kerja.

Mekanisme pengaturan peredaran uang:

5) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

a.

2) Menjaga stabilitas harga-harga.

6) Pemerataan distribusi pendapatan.


7) Menyelesaikan masalah deflasi-inflasi.
Kebijakan moneter dikendalikan oleh pemerintah
melalui Dewan Moneter yang terdiri dari:
1) Menteri Keuangan sebagai ketua,
2) Menteri Perdagangan dan Industri dan
Gubernur Bank Indonesia sebagai anggota.

B.

Jika ingin mengurangi jumlah uang yang


beredar, suku bunga akan dinaikkan.

JENIS-JENIS KEBIJAKAN MONETER


Kebijakan moneter secara tidak langsung:
1) Open Market Policy (Operasi Pasar Terbuka)
Dilakukan dengan penjualan obligasi,
Sertifikat Bank Indonsia (SBI) dan Surat
Berharga Pasar Uang (SPBU).
Mekanisme pengaturan peredaran uang:
Faktor
Uang
Cadangan
bank
Jumlah
uang

Pembelian
obligasi

Penjualan
obligasi

uang disimpan
di bank-bank

uang ditarik
dari bankbank

meningkat

menurun

menambah
jumlah uang

mengurangi
jumlah uang

b. Jika ingin menambah jumlah uang yang


beredar,
pemberian
kredit
akan
dilonggarkan.
Kebijakan moneter secara tidak langsung secara
umum terdiri dari dua:
1) Tight money policy (kebijakan uang
ketat), yaitu kebijakan bank sentral
mengurangi jumlah uang beredar, dengan:
a.

Menjual obligasi

b. Menaikkan cadangan kas minimum


c.

Menaikkan suku bunga

d. Membatasi pemberian kredit


2) Easy money policy (kebijakan uang
longgar), yaitu kebijakan bank sentral
menambah jumlah uang beredar, dengan:
a.

Membeli obligasi

b. Menurunkan cadangan kas minimum


c.

Menurunkan suku bunga

d. Melonggarkan pemberian kredit

2) Cash Ratio Policy (Kebijakan Rasio Kas)


Dilakukan
dengan
menaikkan
menurunkan cadangan kas minimum.

Jika ingin mengurangi jumlah uang yang


beredar, pemberian kredit akan dibatasi.

dan

Cadangan
kas
minimum
adalah
perbandingan antara uang tunai yang
disimpan di bank dengan jumlah simpanan
masyarakat (giro wajib minimum).

Kebijakan moneter secara langsung antara lain:


1) Pencetakan uang, dapat dilakukan dengan
menambah atau membatasi pencetakan uang.
2) Sanering, pemotongan nilai mata uang yang
menurunkan nilai mata uang.
3) Redenominasi, pengurangan digit mata
uang namun tidak menurunkan nilainya.
4) Devaluasi, menurunkan nilai mata uang
asing untuk mendorong ekspor dan
menghambat impor.

Mekanisme pengaturan peredaran uang:

5) Revaluasi, menaikkan nilai mata uang sendiri.

a.

6) Kebijakan
dorongan
moral
(moral
persuasion), memberi imbauan kepada
pelaku ekonomi untuk berhati-hati dalam
mengambil keputusan yang bersifat makro.

Jika ingin mengurangi jumlah uang yang


beredar, cadangan kas akan dinaikkan.

b. Jika ingin menambah jumlah uang yang


beredar, cadangan kas akan diturunkan.
3) Discount Policy (Kebijakan Diskonto)
Dilakukan dengan menaik-turunkan suku
bunga yang mempengaruhi tabungan.

7) Likuidasi bank, pengambilalihan aktivitas


bank umum.

KEBIJAKAN MONETER

EKO 3

materi78.co.nr

Pasar Modal
A.

Pemberian jenis saham ini tidak


diimbangi dengan kewajiban menyetor dari pihak yang menerimanya.

PENDAHULUAN
Pasar modal (capital market) atau bursa efek
adalah pasar tempat bertemunya permintaan dan
penawaran dana-dana jangka panjang dalam
bentuk jual-beli surat berharga.

B.

Saham pendiri
Adalah saham yang diberikan kepada
mereka yang telah berjasa dalam
proses pendirian perusahaan dan
namanya tercantum dalam akta.

PRODUK PASAR MODAL


Surat berharga atau efek yang diperjualbelikan
di pasar modal antara lain:
1) Saham/ekuisi
Saham adalah tanda penyertaan atau
kepemilikan seseorang atau badan dalam
suatu perusahaan berupa selembar kertas
atau account.

Saham menurut cara penerbitannya terdiri


dari saham atas nama dan saham atas unjuk.
Perbedaan kedua saham diatas:
Saham Atas Nama

Saham Atas Unjuk

Atas nama pemilik

Tidak atas nama


pemilik

Ada kepastian pemilik

Tidak ada kepastian


pemilik

Tidak dapat
dipindahtangankan

Dapat
dipindahtangankan

Pengalihan ke pihak
lain harus dengan izin
perusahaan

Pengalihan ke pihak
lain tidak harus
dengan izin
perusahaan

Dapat terbit meski


jumlah penuh dari
sero belum disetor

Tidak dapat terbit jika


jumlah penuh dari
sero belum disetor

Saham secara umum terdiri dari:


a.

Saham biasa (common stock)


Saham yang paling banyak digunakan
perusahaan penerbit saham (emiten) untuk
memperoleh dana dari masyarakat.
Ciri saham biasa:
Hak klaim terakhir atas
perusahaan jika dilikuidasi.

aktiva

Hak
suara
proporsional
pada
penentuan keputusan dalam Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS).
Memperoleh dividen jika perusahaan
memperoleh laba dan disetujui pada
RUPS.
Hak memesan efek terlebih dahulu
sebelum ditawarkan pada masyarakat.
b. Saham khusus (preferred stock)
Adalah saham yang memberikan hak
khusus (preferensi) kepada pemiliknya.
Jenis-jenis saham khusus:
Saham preferen
Gabungan dari saham biasa dengan
obligasi.
Ciri saham preferen:
- Tidak
selamanya
memberi
penghasilan kepada pemilik.
- Jumlah pembayaran dividen tetap.
- Hak klaim lebih dahulu dibanding
saham biasa jika dilikuidasi.
- Dapat
dikonversikan
saham biasa.

menjadi

Saham bonus
Adalah saham yang diberikan kepada
pemegang saham lama.

2) Obligasi (bond)
Obligasi adalah surat berharga/utang yang
berupa sertifikat yang berisi kontrak antara
pemberi pinjaman (pemodal) dengan
penerima pinjaman (emiten).
3) Obligasi konvertibel (convertible bond)
Obligasi konvertibel adalah obligasi yang
dapat dikonversikan ke bentuk saham biasa
dengan syarat tertentu.
4) Reksa dana
Reksa dana adalah wadah yang menghimpun
dana dari masyarakat (pemodal) yang ingin
berinvestasi, namun hanya memiliki waktu
dan pengetahuan yang terbatas untuk
berinvestasi.
Reksa dana menurut tempat investasinya
terdiri atas reksa dana saham, obligasi, pasar
uang, dan reksa dana campuran.
Tipe reksa dana terdiri atas:
a.

Reksa dana perseroan


Adalah reksa dana berentuk perseroan
terbatas (PT).

PASAR MODAL

EKO 3

materi78.co.nr
b. Reksa dana kontrak investasi kolektif
Adalah kontrak antara manajer investasi
dan bank kustodian yang mewakili
investor, yang memberi kewenangan
bagi manajer investasi untuk mengelola
portfolio investasi kolektif, dan bagi bank
kustodian sebagai kustodi untuk dana
kolektif.

7) Sekuritas
Sekuritas adalah produk derivat efek yang
menunjukkan
hak
investor
untuk
mendapatkan bagian kekayaan perusahaan
yang mengeluarkan sekuritas tersebut.

C.

FUNGSI DAN FAKTOR YANG


MEMPENGARUHI PASAR MODAL

Kategori reksa dana terdiri atas:


a.

Fungsi pasar modal secara umum:


1) Sebagai penghimpun dana dari masyarakat

Reksa dana terbuka


Reksa dana dimana manajer investasi
selalu siap untuk membeli kembali unit
milik investor, sesuai dengan nilai aktiva
bersih per unit.

2) Sebagai alternatif investasi modal


3) Sebagai pendorong perkembangan investasi
4) Sebagai sarana penambahan modal bagi
perusahaan
5) Sebagai sarana pemerata pendapatan

b. Reksa dana tertutup


Reksa dana dimana investor dapat
langsung menjual unitnya ke bursa
sesuai dengan harga bursa.

6) Sebagai
negara

sarana

peningkat

pendapatan

7) Sebagai sarana peningkat kapasitas produksi


8) Sebagai sarana pencipta lapangan kerja

5) Right
Right adalah produk derivatif efek yang
memberikan hak kepada pemegang saham
lama untuk membeli saham baru dengan
proporsi dan harga tertentu.

9) Sebagai indikator kemajuan ekonomi

Hak ini disebut preemptive right, yaitu hak


untuk menjaga proporsi kepemilikan saham
pemegang saham lama suatu perusahaan
sehubungan dengan munculnya saham baru.

2) Permintaan masyarakat akan surat berharga

6) Waran (warrant)

Faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan


pasar modal suatu negara:
1) Jumlah surat berharga/efek yang tersedia
3) Keadaan politik dan ekonomi negara
4) Perangkat hukum dan peraturan
5) Partisipasi lembaga pendukung pasar modal

Waran adalah produk derivatif efek yang


memberikan hak kepada pemegangnya
untuk membeli saham atas nama dengan
harga dan waktu tertentu.

D.

MANFAAT DAN RESIKO PASAR MODAL


Surat Berharga/Efek

Saham

Manfaat

Resiko

1. Deviden (bagi hasil keuntungan)


1. Tidak adanya pembagian deviden
2. Capital gain (harga jual efek melebihi harga 2. Capital loss (harga beli efek melebihi harga
beli efek)
jual efek)
3. Resiko likuidasi
4. Delisting saham dari bursa

Obligasi dan
obligasi
konvertibel

1.
2.
3.
4.

Bunga obligasi
Capital gain
Hak klaim pertama
Hak konversi (obligasi konvertibel)

1. Default (gagal bayar)


2. Capital loss
3. Callability (hak emiten untuk menarik
obligasi yang telah diterbitkan)

High return (tingkat pengembalian tinggi)


Diversifikasi dana
Pengelolaan oleh manajer investasi
Likuiditas tinggi
Minimum investasi murah
Bunga tidak kena pajak 15%

1. High risk (kerugian potensial)


2. Resiko likuidasi

Reksa dana

1.
2.
3.
4.
5.
6.

PASAR MODAL

EKO 3

materi78.co.nr

E.

Right

1. Hak untuk membeli saham perusahaan


dengan harga tertentu dengan right
2. Capital gain

1. Kerugian akibat menyimpan right karena


jatuhnya harga saham
2. Capital loss

Waran

1. Hak untuk membeli saham perusahaan


dengan harga lebih rendah dengan waran
2. Capital gain

1. Kerugian akibat menyimpan waran karena


jatuhnya harga saham
2. Capital loss
9) Lembaga penunjang pasar modal

PASAR MODAL DI INDONESIA

Lembaga ini terdiri atas:

Lembaga-lembaga pendukung pasar modal di


Indonesia:

a.

1) Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)


Melakukan pembinaan, pengaturan, dan
pengawasan pasar modal di Indonesia
dibawah Departemen Keuangan.

b. Kustodian, memberi jasa penitipan efek.


c.

2) Bursa efek
Menyelenggarakan sarana kegiatan jual-beli
di pasar modal.

Profesi penunjang kelancaran pasar modal


antara lain:
a.

3) Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)


Menyelenggarakan
kegiatan
kustodian
sentral bagi perusahaan efek dan kustodian.
Contoh LPP di Indonesia adalah PT. KSEI (PT.
Kustodian Sentral Efek Indonesia).

5) Perusahaan sekuritas/efek
Mempunyai aktivitas sebagai:
a.

Penjamin emisi efek (underwriter),


melaksanakan
penawaran
umum
terhadap sisa efek yang belum terjual.

b. Perantara pedagang efek (pialang


/broker), melakukan usaha jual-beli
efek.
c.

Manajer investasi, mengelola portfolio


efek atau portfolio investasi kolektif.

6) Emiten
Perusahaan yang menawarkan efek di pasar
modal.
7) Investor
Individu atau perusahaan yang mempunyai
modal dan ingin berinvestasi di pasar modal.
8) Penasihat investasi
Pihak yang memberi nasihat kepada pihak
lain mengenai jual-beli efek.

Akuntan publik

b. Notaris

Menyelenggarakan
jasa
kliring
dan
penjaminan transaksi bursa agar terlaksana
dengan baik.

4)

Wali amanat (trustee), mewakili


kepentingan pemegang efek bersifat
utang.

10) Profesi penunjang pasar modal

Di Indonesia, saat ini terdapat Bursa Efek


Indonesia (BEI).

Contoh LKP di Indonesia adalah PT. KPEI (PT.


Kliring Penjaminan Efek Indonesia).

Biro administrasi efek, melaksanakan


pencatatan pemilikan dan pembagian
hak efek.

c.

Konsultan hukum

d. Perusahaan penilai (appraisal)

F.

MEKANISME BURSA EFEK


Perusahaan emiten yang ingin menjual efek
sebelumnya harus melakukan proses emisi efek
(go public).
Proses emisi efek di Indonesia:
1.

Rapat umum pemegang saham (RUPS).

2.

Pengajuan Letter of Intent kepada Bapepam..

3.

Penunjukkan penjamin emisi efek, akuntan


publik, konsultan hukum, dan perusahaan
penilai.

4.

Pengajuan pernyataan pendaftaran emisi efek.

5.

Penandatanganan
notaris.

6.

Dengar pendapat akhir (final hearing)

7.

Penawaran umum perdana (pasar perdana).

8.

Pencatatan di bursa efek (listing).

perjanjian

di

depan

Mekanisme penjualan efek di Indonesia:


1) Pasar perdana (primary market)
Adalah interaksi permintaan dan penawaran
efek yang baru diterbitkan secara langsung
antara emiten dan investor tanpa melalui
pasar modal.
emiten

agen penjual

investor

underwriter,
broker

PASAR MODAL

EKO 3

materi78.co.nr
Pada pasar perdana, efek ditawarkan melalui
penawaran umum perdana (Initial Public
Offering/IPO).

4) Memasukkan order ke sistem JATS-NextG


Order yang diterima floor trader kemudian di
input ke dalam sistem Jakarta Automated
Trading System (JATS-NextG).

Pasar perdana berlangsung dalam masa


tertentu dan efek-efek belum dicatatkan di
bursa.

Floor trader melakukan perubahan order


seperti harga penawaran, harga permintaan
dan lain-lain.

2) Pasar sekunder (secondary market)


Adalah interaksi permintaan dan penawaran
efek (sekuritas) yang sudah tercacat pada
bursa efek dan harga berfluktuasi sesuai
dengan mekanisme harga pasar.
investor
beli

5) Transaksi
Proses pencocokan (matching)
dilakukan oleh sistem sesuai:
a.

bursa efek

broker
jual

b. Prioritas waktu

Transaksi di pasar sekunder berlangsung


beberapa saat setelah transaksi di pasar
primer selesai dilakukan.
Perbedaan
sekunder:
Faktor

pasar

perdana

dengan

Prioritas harga
Order permintaan dengan harga beli (bid
price) tertinggi akan mendapat prioritas
utama untuk bertemu dengan order
penawaran dengan harga jual (offer
price) terendah.

investor
jual

broker
beli

order

Order beli atau jual yang masuk lebih


dahulu akan mendapat prioritas pertama
untuk dicocokkan oleh sistem.

pasar

Order kemudian bersatu dengan harga


keseimbangan yang sesuai dan tercatat
sebagai transaksi yang telah terjadi.

Pasar Perdana Pasar Sekunder

Harga
saham

tetap

sesuai harga
pasar

Jangka
waktu

terbatas

tidak terbatas

Order

hanya dapat
berupa
pembelian

dapat berupa
pembelian dan
penjualan

Order
melalui

agen penjual

anggota bursa
dalam bursa efek

Komisi

tidak
dikenakan

dikenakan

Pembelian atau penjualan efek pada pasar


sekunder
dilakukan
melalui
perusahaan
sekuritas/efek.

milik emiten

milik penjual
atau pemilik
sekuritas

Perusahaan
sekuritas
memiliki
seorang
perantara pedagang efek (pialang/broker) di
bursa efek yang akan melakukan transaksi.

Uang hasil
penjualan

Mekanisme pembelian efek di Indonesia:


1) Pendaftaran nasabah
Sebelum menjadi investor, seseorang
terlebih dahulu harus menjadi nasabah di
perusahaan efek atau broker.
2) Investor melakukan order
Order dapat dilakukan dengan mendatangi
kantor broker atau disampaikan melalui
media komunikasi lain.
3) Diteruskan ke floor trader
Order yang diterima broker kemudian
diteruskan ke floor trader yang ada di lantai
bursa.

6) Penyelesaian transaksi (settlement)


Investor harus menyelesaikan beberapa
proses untuk menyelesaikan transaksi,
seperti kliring, pemindahbukuan, dll.
Setelah selesai, investor kemudian menerima
hak-hak sebagai pemegang efek.

G.

INVESTASI PADA SEKURITAS

Investasi pada sekuritas harus memperhatikan:


1) Sekuritas pilihan investasi
2) Besar investasi
3) Waktu investasi
Langkah-langkah
mengambil
dalam investasi pada sekuritas:

keputusan

1) Menentukan kebijakan investasi


2) Analisis sekuritas
3) Penentuan portfolio
4) Revisi portfolio
5) Penilaian hasil portfolio
Transaksi dilakukan oleh pialang atas dasar
order yang diberikan investor, baik untuk menjual
atau membeli.

PASAR MODAL

EKO 3

materi78.co.nr
Order jual-beli saham investor berisi:
1) Nama investor/perusahaan
2) Jenis order (penjualan atau pembelian)
3) Jumlah order (nominal rupiah)
4) Masa berlaku order
5) Tipe order

4) Indeks Harga LQ45


Indeks harga LQ45 adalah indeks yang
berisikan 45 saham yang paling sering
diperdagangkan,
sangat
likuid,
dan
mempunyai kapitalisasi pasar yang sangat
besar.

Tipe order investasi pada sekuritas:


1) Open Order (Good Till Cancelled/GTC)
Investor meminta pialang untuk menjual dan
membeli sekuritas pada harga tertentu.
2) Market Order
Investor meminta pialang untuk menjual dan
membeli sekuritas pada harga saham.
3) Limit Order
Investor menentukan harga maksimum
dalam menjual sekuritas dan menentukan
harga minimum dalam membeli sekuritas.
4) Stop Order (Stop Lost Order)
Pialang menjual atau membeli sekuritas atau
efek lain pada harga tertentu.

H.

INDEKS HARGA SAHAM


Indeks harga saham adalah suatu angka yang
digunakan untuk membandingkan perubahan
harga saham dari waktu ke waktu.
Jenis-jenis indeks harga saham di Indonesia:
1) Indeks Harga Saham Individual (IHSI)
Indeks harga saham individual adalah indeks
yang menggambarkan pergerakan harga dari
masing-masing saham yang tercatat di BEI.
IHSI digunakan untuk menentukan saham
teraktif. Saham teraktif adalah saham yang
paling sering diperjualbelikan di bursa efek.
2) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indeks harga saham gabungan adalah indeks
yang digunakan sebagaiindikator pergerakan
harga saham yang tercatat di BEI.
3) Indeks Harga Sektoral
Indeks harga sektoral adalah semua saham di
BEI yang dikategorikan menjadi sembilan
sektor industri, yaitu:
a.

Pertanian dan perkebunan

b. Pertambangan
c.

Industri dasar dan kimia

d. Konsumsi
e.

Properti

f.

Transportasi

g. Keuangan
h.

Perdagangan, jasa dan investasi

i.

Industri lainnya.

PASAR MODAL