Anda di halaman 1dari 31

        

        
        Kelompok 9:
Benhard J.H (35139)
Akhmad Faizal Khabibi (35266)
Kevin Gausultan H. M (35103)
Luthfi Rizal Listyandi (35285)
Aginta Ramadhanu A. (35387)
Deret Taylor

• Deret Taylor adalah representasi 


fungsi matematika sebagai jumlahan tak
hingga dari suku-suku yang nilainya
dihitung dari turunan fungsi tersebut di
suatu titik.
• Deret Taylor menyediakan sarana untuk
menetukan nilai fungsi pada suatu titik
dalam bentuk nilai fungsi dan turunannya
pada titik yang lain. Sebelum memulai
dengan penggunaan deret Taylor untuk
menentukan nilai fungsi diingatkan
kembali dengan Teorema Taylor.
• Teorema Taylor akan disebut deret
Taylor untuk n mendekati tak berhingga
dengan yaitu :

• Dengan
f (x)
Deret Maclaurin
• Pada dasarnya rumus untuk deret maclaurin
sama dengan deret taylor hanya saja Deret
maclaurin berpusat pada x0=0 sedangkan
deret taylor x0=a . Jadi diawal kita
perkirakan x=0 untuk menentukan deret
maclaurin.
• Sehingga diperoleh Deret Maclaurin:

• Note: Deret Taylor dengan fungsi


f (x) saat
x=0 disebut Deret Maclaurin
Menentukan Nilai Pendekatan
dengan Metode Taylor
• menentukan nilai pendekatan suatu fungsi dengan
menggunakan deret Taylor, yaitu dengan
memperhatikan satu suku pertama yang disebut
dengan pendekatan orde nol, memperhatikan dua
suku pertama disebut dengan pendekatan orde
pertama dan seterusnya.
• Aproksimasi orde ke nol
f ( xi +1 ) ≈ f ( xi )

• Aproksimasi orde ke satu


∆x
f ( xi +1 ) ≈ f ( xi ) + f ′( xi )
1!

• Aproksimasi orde ke dua

∆x ∆x2
f ( xi +1 ) = f ( xi ) + f ′( xi ) + f ′′( xi )
1! 2!
Deret Taylor
Terpotong
• Karena suku-suku pada deret Taylor tidak berhingga
jumlahnya, maka untuk alasan kepraktisan, deret Taylor
dipotong sampai suku orde tertentu. (Dr. M. Sarosa, Dipl. Ing.
MT)

• Deret Taylor terpotong adalah deret Taylor yang dipotong


sampai suku orde ke-n.

( x − x0 ) i ( x − x0 )2 ii ( x − x0 ) n ( n )
f ( x ) = f ( x0 ) + f ( x0 ) + f ( x 0 ) + ... + f ( x0 ) + Rn ( x )
1! 2! n!

dengan
( x −x )
n +1
( n +1)
R n
=
( n +1)!
0
f (c ), dengan x 0
<c < x

disebut galat atau sisa (residu)


Deret Taylor Terpotong (lanjutan 1)

• Deret Taylor yang terpotong dapat dituliskan :

f ( x) = P n ( x) + R n ( x)

dengan
(x− x )
n
n
( x) = ∑
(n)
P n
n!
0
f ( x0)
n =1


n +1
( x x ) ( n +1)
R n
=
(n + 1)!
0
f (c), dengan x 0
<c< x
*Contoh Soal 1
1. The Taylor series for sin x at x=0.
Show that the Taylor series for sin
x at x=0 converges for all x.
( x −x0)
2 k +1
( 2 k +1)
R 2 k +1
=
(2k +1)!
f (c )

Since →0 as k→∞, whatever


the value of x, →0, and the
R 2 k +1( x )

Maclaurin series for sin x converges to


sin for every x. Thus,
Hukum Mean
• Jika f dan turunannya adalah kontinu pada [a,b]
dan terdapat (x), maka sedikitnya
terdapat c pada (a,b). Sehingga….
• Bila b diganti dengan x
Fungsi Rn(x) ditentukan oleh nilai dari
turunan

pada titik c diantara a dan x untuk


nilai n yang diinginkan.
• Ingat Kembali!!!

• Ini disebut rumus taylor dengan sisa

• Rn(x) disebut suku sisa dari deret n (error) untuk f mendekati


fungsi f(x) oleh P(n) melebihi interval I. Jika Rn(x) →0 dan n→∞
untuk semua kita katakan Deret Taylor dari fugsi f(x)
saat x=a konvergen ke f(x) pada interval I. Sehingga…
*Contoh Soal

1. Carilah deret Taylor dan Taylorf ( x) = cos x


x=0
polinomialnya dari
saat
Jawab
• Deret Taylornya:

• Taylor Polinomialnya:
Contoh Grafiknnya
• Grafikf ( x) = cos x
*Contoh Soal

Hitunglah nilai pendekatan cos(0,2)


dengan deret Maclaurin sampai orde n=6

cos(0,2)=1-0,22/2+0,24/24-
0,26/720=0,9800667
*Contoh Soal
1. Cari deret Taylor dari f(x) = sin x
untuk x= 0 !
Jawab
f ( x) = sin x
• Deret Taylornya:

• Taylor Polinomialnya:
*Contoh Soal

• Cari deret Taylor dari saat X=0


Jawab
• Deret Taylornya:

• Taylor Polinomialnya:
Grafik saat x=0 dengan
hampiran Taylor