Anda di halaman 1dari 49

KIM 4

materi78.co.nr

Hidrokarbon
A.

PENDAHULUAN
Hidrokarbon adalah senyawa organik yang
mengandung atom karbon (C) dan hidrogen (H).
Perbedaan senyawa organik dan anorganik:

Berdasarkan
bentuk
rantai
hidrokarbon terbagi menjadi:

karbon,

1) Hidrokarbon alifatik, bentuk rantai karbon


memanjang atau terbuka.

Senyawa organik

Senyawa anorganik

atom karbon sebagai


atom pusat

atom selain karbon


sebagai atom pusat

ikatan kovalen nonpolar

H H H
| | |
HCCCH
| | |
H H H

umumnya ikatan ion

Contoh: homolog alkana, alkena dan alkuna.

kurang reaktif (kecuali


pembakaran)

reaktif

mudah terbakar/
terurai (gosong)

tidak mudah
terbakar/terurai

larut dalam pelarut


non-polar dan organik

larut dalam pelarut


polar dan anorganik

titik cair dan didih


rendah

titik cair dan didih


tinggi

Contoh: C2H5OH,
C6H12O6, CH4, C2H6,
C2H2, C6H6, CCl4

Contoh: CO2, H2O,


CaCO3, KOH, NaCl,
LiMnO4

2) Hidrokarbon alisiklik, bentuk rantai karbon


cincin melingkar.

Keistimewaan atom karbon sebagai penyusun


utama senyawa organik:
1) Terletak pada golongan IVA sehingga
memiliki elektron valensi 4 yang dapat
membentuk 4 ikatan kovalen.
2) Terletak pada periode 2 sehingga memiliki
jari-jari atom yang relatif kecil, sehingga
memiliki ikatan kovalen yang kuat.
Berdasarkan homolog (keluarga), hidrokarbon
terbagi menjadi alkana, alkena dan alkuna.
Berdasarkan ikatan atom karbon, hidrokarbon
terbagi menjadi:
1) Hidrokarbon jenuh, atom karbonnya
seluruhnya adalah ikatan tunggal.
H H H
| | |
HCCCH
| | |
H H H

H H
| |
HCCH
| |
HCCH
| |
H H
Contoh: homolog sikloalkana.
3) Hidrokarbon aromatik,
karbon cincin konjugat.
H

bentuk

rantai

CC
HC

CH
C= C

Contoh: benzena (C6H6).


FUN FACT
Logo SMA Negeri 78 Jakarta berbentuk seperti
struktur benzena (C6H6) yang memiliki Mr (massa
molekul relatif) 78.

Pada rantai karbon, terdapat empat macam


atom karbon.
1o CH3

1o CH3

|
1
1o
4o
CH3 C CH2 CH CH3
2o
3o
|
1o CH3
o

Contoh: homolog alkana dan sikloalkana.

1) Atom C primer (1o), adalah atom karbon


yang berikatan dengan 1 atom karbon lain.

2) Hidrokarbon tak jenuh, atom karbonnya


memiliki setidaknya satu ikatan rangkap.

2) Atom C sekunder (2o), adalah atom karbon


yang berikatan dengan 2 atom karbon lain.

H
H
|
|
HCC=CCH
| |
| |
H H H H
Contoh: homolog
alkadiena.

alkena,

alkuna

3) Atom C tersier (3o), adalah atom karbon


yang berikatan dengan 3 atom karbon lain.
4) Atom C kuartener (4o), adalah atom karbon
yang berikatan dengan 4 atom karbon lain.
dan

HIDROKARBON

KIM 4

materi78.co.nr

B.

HIDROKARBON

a.

Hidrokarbon rantai lurus menurut aturan IUPAC:


Atom C

Nama

Atom C

Nama

met-

heks-

et-

hept-

prop-

okt-

but-

non-

pent-

10

dek-

Alkana adalah hidrokarbon alifatik jenuh dengan


rumus umum:

CnH2n+2

Jika terdapat >1 rantai utama, pilih rantai


utama dengan cabang terbanyak.
b.

Pada sikloalkana, rantai utama adalah


rantai alisikliknya.

2) Cabang diberinama dengan nama gugus


alkil, dan jika tidak dapat memenuhi aturan
IUPAC dapat menggunakan nama trivial.
3) Posisi cabang ditentukan dengan penomoran atom karbon rantai utama.
Ketentuan penomoran:

Rumus

Nama

Rumus

Nama

CH4

metana

C4H10

butana

C2H6

etana

C5H12

pentana

C3H8

propana

C6H14

heksana

Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh


dengan 1 ikatan rangkap dua dan rumus umum:

CnH2n
Rumus

Nama

Rumus

Nama

C4H8

butena

C2H4

etena

C5H10

pentena

C3H6

propena

C6H12

heksena

Alkuna adalah hidrokarbon alifatik tidak jenuh


dengan 1 ikatan rangkap tiga dan rumus umum:

CnH2n-2
Rumus

Nama

Rumus

Nama

C4H6

butuna

C2H2

etuna

C5H8

pentuna

C3H4

propuna

C6H10

heksuna

Bentuk lain dari ketiga homolog hidrokarbon:


1) Sikloalkana, alkana yang membentuk
hidrokarbon alisiklik jenuh, rumus umum:

CnH2n
2) Alkadiena, alkena yang memiliki 2 ikatan
rangkap dua, rumus umum:

CnH2n-2
C.

Pada alkena, alkuna dan alkadiena,


rantai utama harus mengandung ikatan
rangkap.

TATA NAMA HIDROKARBON


Aturan penamaan IUPAC hidrokarbon:
1) Penamaan didasarkan atas rantai utama/
induk. Rantai utama adalah rantai karbon
terpanjang yang dapat dibuat.

a.

Pada alkana, penomoran dilakukan


sedemikian rupa sehingga cabang
memiliki nomor kecil.
Jika tidak memiliki cabang, nama rantai
utama diberi n-.

b.

Pada alkena dan alkuna, penomoran


dimulai dari atom C yang paling dekat
dekat ikatan rangkap.

Jika penomoran dari kedua sisi sama saja,


maka penomoran dimulai dari sisi yang
cabangnya paling banyak.
c.

Pada sikloalkana, penomoran dilakukan


jika cabang berjumlah >1, dan dilakukan
searah jarum jam.

4) Posisi ikatan rangkap juga ditentukan


dengan angka.
5) Cabang sejenis yang jumlahnya >1 cukup
ditulis sekali, namun diberi indeks (di-, tri-,
tetra-, dst.).
6) Jika terdapat lebih dari satu macam jenis
cabang, maka urutan penamaan cabang
diurut berdasarkan abjad (sebelum diberi
indeks, sek-, ters-, dan neo-).
Gugus alkil adalah cabang dengan rumus umum:

CnH2n+1
Macam-macam gugus alkil (cabang):
Rumus
CH3
C2H5
C3H7
C4H9
C5H11
CHCH3
|
CH3
CH2CHCH3
|
CH3

HIDROKARBON

Nama
metil
etil
propil
butil
pentil/amil

metil
etil
n-propil
n-butil
n-pentil

isopropil

1-metiletil

isobutil

2-metilpropil

KIM 4

materi78.co.nr

D.

KEISOMERAN HIDROKARBON

CHCH2CH3
|
CH3

sekbutil

1-metilbutil

CH3
|
CHCH3
|
CH3

tersbutil

1,1-dimetiletil

Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki


rumus struktur/rumus bangun berbeda namun
rumus molekulnya sama.

3-metilbutil

1) Isomer struktur, isomer yang terjadi akibat


perbedaan struktur molekul.

1-metilbutil

2) Isomer ruang, isomer yang terjadi akibat


perbedaan sudut pandang/ruang molekul.

CH2CH2CHCH3
|
isoamil
CH3
CHCH2CH2CH3
|
sekamil
CH3
CH3
|
CCH2CH3
|
CH3
CH3
|
CH2CCH3
|
CH3

Isomer
1,1-dimetil
propil

tersamil

2,2-dimetil
propil

neoamil

Contoh:
CH3

C2H5

Keisomeran hidrokarbon terdiri dari:

|5

CH3 C CH CH CH2 CH2 CH3


3

CH3 CH CH3

Perbedaan

Struktur
Rantai/
rangka

beda rantai
utama/induk

Posisi

beda posisi ikatan


rangkap atau cabang

Fungsi

alkena-sikloalkana,
beda homolog, namun
alkuna-alkadiena,
sama rumus umum
turunan h.k.

4-tersbutil-5-etil-3-metiloktana
CH3

CH2 CH3
1
|4
CH CH2 C CH2 CH== CH2
|
|

|6

CH3

CH3

Geometri

beda posisi gugus di


sekitar ikatan rangkap

alkena

Optis

beda pemutar
polarimetri

turunan h.k.

Isomer suatu rumus molekul tidak memiliki


keteraturan atau pola, dan banyak diantaranya
belum tentu dapat terbentuk.
Jumlah isomer 10 suku pertama alkana:

4-etil-4,6-dimetil-1-heptena
1

seluruh
hidrokarbon

Ruang

CH2 CH3 1

Homolog

CH3 CH C C CH CH3

C2H5

Rumus

Isomer

Rumus

Isomer

CH4

C6H14

C2H6

C7H16

CH3
2,5-dimetil-3-oktuna

C3H8

C8H18

18

C4H10

C9H20

35

CH2 CH CH3

C5H12

C10H22

75

CH

C2H5
1-etil-3-metilsiklopropana
1

CH2 == C C == CH2

CH2 CH3

Pada isomer rantai, dua buah rumus bangun


memiliki rumus molekul yang sama namun rantai
utama yang berbeda.
Contoh isomer rantai:
Alkana, contoh: berikut ini isomer rantai C7H16,
1.

n-heptana
(rantai utama C7)

2.

2-metilheksana
(rantai utama C6)

3.

3-etilpentana
(rantai utama C5)

4.

2,2,3-trimetilbutana
(rantai utama C4)

2-etil-1,3-butadiena
Penulisan rumus bangun hidrokarbon dapat
dipersingkat menggunakan garis-garis.
1) Garis lurus mewakili 1 ikatan antara dua atom
karbon.
2) Ujung dan pangkal garis adalah atom karbon.
3) Atom karbon yang masih memiliki sisa ikatan
kovalen berarti mengikat atom H.

HIDROKARBON

KIM 4

materi78.co.nr
Alkena, contoh: berikut ini isomer rantai C6H12,

Berdasarkan cabang,

1.

1-heksena
(rantai utama C6)

1.

3.

2-etil-1-butena
(rantai utama C4)

2.

2-metil-1-pentena
(rantai utama C5)

1-heksuna
(rantai utama C6)

Berdasarkan ikatan rangkap,

2.

3-metil-1-pentuna
(rantai utama C5)

1.

1-heksuna

3.

3-heksuna

2.

3-metil-1-pentuna 2.

4-metil-1-pentuna

3,3-dimetil-1-butuna
(rantai utama C4)

Pada isomer posisi, dua buah rumus bangun


memiliki rantai utama yang sama namun posisi
atau jenis cabang yang berbeda.

Pada isomer fungsi, dua buah rumus bangun


memiliki rumus umum yang sama namun
homolog (keluarga) yang berbeda.
Contoh isomer fungsi:
Senyawa dengan rumus molekul C6H12, misalnya

Contoh isomer posisi:

atau

Alkana, contoh: berikut ini isomer posisi C7H16,


Pada rantai utama C6 (rantai heksana),
1.

2-heksuna

Berdasarkan cabang,
1.

3.

3-metil-1-pentena

Alkuna, contoh: berikut ini adalah isomer posisi


dari C6H10,

Alkuna, contoh: berikut ini isomer rantai C6H10,


1.

2-metil-1-pentena 2.

2-metilheksana

2.

3-metilheksana

3-metil-1pentena

1-heksena
dengan:

Pada rantai utama C5 (rantai pentana),


1.

3.

2,2-dimetilpentana 2.

3,3-dimetilpentana 4.

1.

sikloheksana

3.

etilsiklobutana

2.

1,2,3-trimetil
siklopropana

2,3-dimetilpentana

3-etilpentana

Senyawa dengan rumus molekul C6H8, misalnya


atau

Alkena, contoh: berikut ini isomer posisi C6H12,


Berdasarkan posisi ikatan rangkap,
1.

1-heksena

2.

1-heksuna

2-heksena

4-metil-2-pentuna

dengan:
1.
3.

1,2-heksadiena

2.

1,3-heksadiena

3-heksena

HIDROKARBON

KIM 4

materi78.co.nr
3.

4-metil-1,2pentadiena

4.

2,3-dimetil-1,3butadiena

Reaksi pembakaran terjadi pada homolog


alkana, alkena dan alkuna. Makin tinggi suku,
maka O2 yang dibutuhkan makin banyak.
Contoh reaksi pembakaran:

Pada isomer geometri, dua buah rumus bangun


memiliki nama yang sama. Hal ini disebabkan
oleh ikatan rangkap yang tidak dapat memutar
posisi gugus-gugus di sekitarnya.

b.

Pembakaran tidak sempurna, menghasilkan C (jelaga), CO, CO2 dan H2O.

2) Reaksi substitusi/halogenasi
Adalah reaksi penggantian 1 atom H dengan
unsur lain (biasanya halogen).

Untuk membedakannya, kedua rumus bangun


diberi notasi cis- dan trans-.

Reaksi substitusi terjadi pada homolog alkana.

3+2d4+1
Contoh reaksi substitusi:

1) Bentuk cis, gugus yang sama ada pada satu sisi.

CH4

2) Bentuk trans, gugus yang sama terletak


berseberangan.

H
|
HCH
|
H

2-butena (C4H8)
CH3

CH3
C == C

cis-2-butena
2-pentena (C5H10)

CH3
trans-2-butena

CH3 CH == CH C2H5
CH3

C2H5

CH3

C == C
H

cis-2-pentena

C2H5

trans-2-pentena

SIFAT-SIFAT FISIS HIDROKARBON


Sifat-sifat fisis hidrokarbon berbeda-beda
tergantung struktur molekulnya.
Sifat fisis
T.L. dan T.D.

Keterangan
>> jumlah atom C/Mr
<< jumlah cabang

Massa jenis

>> jumlah atom C/Mr

Volatilitas

<< jumlah atom C/Mr

Kepolaran

non-polar

Kelarutan

larut dalam pelarut non-polar

REAKSI-REAKSI HIDROKARBON
Hidrokarbon hanya reaktif terhadap senyawa
non-polar dan pada suhu tinggi.

H
|
H C Cl
|
H

HCl
H Cl

3) Reaksi adisi
Adalah reaksi penjenuhan/pemutusan ikatan
rangkap oleh H2, X2 (halogen) atau HX (asam
halida).
Reaksi adisi terjadi karena salah satu ikatan
pada ikatan rangkap (ikatan ) bersifat
lemah, mudah putus dan reaktif.
Reaksi adisi terjadi pada homolog alkena
dan alkuna. Homolog alkuna membutuhkan
pereaksi 2 kali lipat dari alkena.
Pada reaksi adisi dengan HX berlaku aturan
Markovnikov tentang arah adisi:
Atom H dari HX berikatan pada atom C
ikatan rangkap yang telah lebih banyak
mengikat atom H (kaya makin kaya).
Jika sama, maka atom X dari HX akan
berikatan pada atom C ikatan rangkap
yang sisinya telah lebih banyak mengikat
atom H (lebih positif).
Contoh reaksi adisi:
CH3 CH = CH2 + H2 d

Reaksi-reaksi hidrokarbon terdiri dari:

H H
|
|
CH3CHCH2

C2H5 CH = CH CH3 + HBr d

1) Reaksi pembakaran
Adalah reaksi redoks dengan
pembakaran menggunakan O2.

CH3Cl

3+2d5
H

C == C

Cl Cl

CH2Cl2 + 2F2 d CF2Cl2 + 2HF (freon)

C == C
H

Cl2

CH4 + 4Cl2 d CCl4 + 4HCl (tetraklorometana)

CH3

CH3Cl + Cl2 d CH2Cl2 + HCl

CH3 CH == CH CH3

F.

Pembakaran sempurna, menghasilkan


CO2 dan H2O.

Syarat isomer geometri adalah terdapat


minimal dan maksimal dua gugus yang sama di
sekitar ikatan rangkap.

Contoh isomer geometri:

E.

a.

Br H
|
|
C2H5 CH CH CH3

jalan

CxHy + O2 d CO2 + H2O

HIDROKARBON

KIM 4

materi78.co.nr
d

H H
|
|
CH3C == CH

+ 2H2 d

H H
|
|
CH3 C CH
|
|
H
H

CH3 C CH

CH3 C CH

+ H2

CH3 C CH + Br2 + F2 d

Reaksi isomerisasi terjadi pada homolog


alkana, alkena dan alkuna. Reaksi isomerisasi
terjadi pada suhu dan tekanan tinggi dengan
bantuan katalis.
7) Reaksi polimerisasi
Adalah reaksi penggabungan molekul kecil
(monomer) menjadi molekul besar (polimer).

Br Br
|
|
CH3 C CH
|
|
F
F

Reaksi polimerisasi terjadi pada homolog


alkena dan alkuna. Reaksi polimerisasi
memutuskan
ikatan
rangkap
dan
menghasilkan polimer.

4) Reaksi eliminasi
Adalah reaksi pembentukan ikatan rangkap
dengan melepas dua gugus di sekitar 2 atom
C yang berikatan, dan melepas H2, X2 atau HX.
Reaksi eliminasi menggunakan dehidrator
berupa H2SO4 pekat pada suhu 180oC.
5d3+2

(akan dipelajari di bagian Polimer)

G.

SUMBER DAN KEGUNAAN HIDROKARBON


Alkana bersumber dari minyak bumi dan batu
bara (seluruh suku) dan gas alam (suku rendah).
(akan dipelajari di bagian Bahan Bakar Fosil)

Kegunaan alkana antara lain:

Reaksi eliminasi terjadi pada homolog alkana.

1) Bahan bakar.

Pada reaksi eliminasi HX berlaku aturan


Saytzeff tentang arah eliminasi.

2) Bahan baku industri dan senyawa lain.

Atom H yang tereliminasi adalah yang


terikat pada atom C yang mengikat lebih
sedikit atom H (miskin makin miskin).
Contoh reaksi eliminasi:
CH3 CH2 CH3

dapat ditulis

H H
H2SO4
|
|
sssd CH3 CH = CH2 + H2
CH3 CHCH2

CH3 CHBr CH3

dapat ditulis

Br H
H2SO4
|
|
sssd CH3 CH = CH2 + HBr
CH3 CHCH2

5) Reaksi perengkahan (cracking)


Adalah reaksi pemutusan rantai karbon
menjadi rantai-rantai yang lebih pendek.
5d4+3+2+1
Reaksi perengkahan terjadi pada homolog
alkana.
Reaksi
perengkahan
alkana
menghasilkan alkena, alkuna, dan H2.

3) Sumber hidrogen.
4) Pelumas mesin.
5) Pencucian kering (dry cleaning).
6) Pelarut non-polar.
Alkena sangat sulit didapat dari alam dan
kebanyakan bersumber dari reaksi perengkahan
alkana.
Kegunaan alkena adalah untuk bahan baku
industri dan senyawa lain, misalnya plastik, karet
sintesis, alkohol, dan insektisida.
Alkuna dapat ditemukan di gas rawa, minyak
bumi, dan batu bara, dan kebanyakan bersumber
dari reaksi perengkahan alkana.
Kegunaan alkuna, antara lain:
1) Bahan bakar obor.
2) Las karbid dan pemotongan logam.
3) Bahan baku untuk senyawa lain, misalnya
etanol, asam asetat, dan vinilklorida.

Reaksi perengkahan terjadi melalui cara:


a.

Thermal cracking/pirolisis (suhu dan


tekanan tinggi tanpa O2).

b.

Catalytic cracking (katalis SiO2 atau Al2O3).

Contoh reaksi perengkahan:


C30H62 d C7H16 + C8H19 + C10H20 + C4H8
C10H22 d C8H18 + C2H4
C4H10 d C4H8 + H2
6) Reaksi isomerisasi (reforming)
Adalah reaksi penyusunan isomer rantai lurus
menjadi rantai bercabang.

HIDROKARBON

KIM 4

materi78.co.nr

Bahan Bakar Fosil


A.

PENDAHULUAN

Batu bara

Bahan bakar fosil adalah bahan bakar yang


berasal dari pelapukan sisa makhluk hidup yang
membentuk minyak bumi/batu bara/gas alam.

B.

Gas alam

Minyak bumi (petroleum) adalah hidrokarbon


cair yang berasal dari sisa tumbuhan dan hewan
di lautan dan di daratan.

C.

Proses pengambilan minyak bumi:


1) Minyak bumi diambil melalui sumur minyak
dengan kedalaman 3-4 km.
2) Minyak bumi mentah (crude oil) lalu ditampung atau dialirkan menuju kilang minyak.

Gas alam adalah hidrokarbon gas yang berasal


dari sisa tumbuhan dan hewan di lautan, dan
terbentuk bersamaan dengan minyak bumi.

3) Minyak bumi mentah selanjutnya akan diolah


sehingga dapat dimanfaatkan.
Pengolahan minyak bumi mentah dilakukan
melalui dua tahap, yaitu desalting dan destilasi
bertingkat (refining).

Komposisi bahan bakar fosil:


Komposisi
alkana (n-heptana, n-oktana
dan isooktana)

Desalting adalah proses penghilangan elektrolit


dan senyawa anorganik lainnya
penambahan air, asam dan basa.

sikloalkana (siklopentana dan


Minyak bumi
sikloheksana)
sedikit alkena, S, N dan O
20oC

C1 C5

C5 C7
o

150 C
C5 C12

LPG (Liquified Petroleum Gas)


sumber hidrogen
2 eter petroleum
pelarut organik
dry cleaning
3 bensin/gasolin

200 C

bahan bakar motor (BBM)


C12 C18

300oC
>C16
370oC
>C20
400oC
tungku
pembakaran

1 gas

30oC

400oC

>C25
menara
fraksionasi

dengan

Destilasi bertingkat adalah penyulingan minyak


bumi mentah yang memisahkan hidrokarbon
menjadi fraksi-fraksi berdasarkan titik didih.

benzena

minyak
bumi
mentah

alkana (metana, etana, propana


dan butana)

PENGOLAHAN MINYAK BUMI

Batu bara adalah hidrokarbon padat yang


berasal dari sisa tumbuhan yang membentuk
batuan sedimen yang dapat terbakar.

suku makin tinggi


titik didih makin tinggi
massa jenis, viskositas
dan densitas makin
tinggi
volatilitas makin turun
makin sulit mengalir
makin sulit terbakar

sedikit S

CO2, H2S, He

KOMPOSISI BAHAN BAKAR FOSIL

B.b. fosil

hidrokarbon suku tinggi

4 kerosin
bahan bakar diesel
bahan bakar industri
bahan baku cracking
minyak tanah
bahan
5 gel
petroleum/pelumas
pelumas kendaraan
6

parafin
lilin
korek api
seni pahat
7 residu
bahan baku industri dan senyawa lain
aspal

HIDROKARBON

KIM 4

materi78.co.nr
Cara kerja destilasi bertingkat:
1) Minyak bumi mentah dipanaskan pada suhu
350-400oC, lalu dimasukkan ke dalam
menara fraksionasi/kolom distilasi.
2) Di dalam menara fraksionasi, terbentuk
campuran yang mendidih pada jangka suhu
tertentu, akibat perbedaan jumlah atom C,
jumlah cabang, dll.
3) Fraksi-fraksi
hidrokarbon
dipindahkan
menuju pipa masing-masing untuk diolah.
Di Indonesia, sumur minyak banyak terdapat di
Aceh, Sumut, Jawa, Riau, Kalimantan dan Papua.

D.

FRAKSI BENSIN DAN RESIDU


Fraksi bensin (gasolin/petrol) adalah fraksi
minyak bumi beratom karbon C5 C12 dengan
titik didih 30 200oC.
Bensin adalah fraksi yang paling banyak
digunakan sebagai bahan bakar motor (BBM).
BBM paling banyak mengandung isomer dari
heptana (C7H16) dan oktana (C8H18).
Bensin didapat dari:
1) Distilasi bertingkat, hanya menghasilkan
6% fraksi bensin.
2) Reaksi cracking, yaitu perengkahan fraksi
kerosin untuk membentuk bensin.
Bensin memiliki tingkat mutu atau perilaku yang
ditentukan oleh nilai oktan.
Ketukan (knocking) adalah perilaku bensin
akibat tekanan piston berupa pembakaran yang
terlalu cepat dalam mesin. Ketukan mengurangi
efisiensi bahan bakar dan merusak mesin.
Nilai oktan adalah nilai yang menunjukkan
kemampuan bensin menghindari ketukan.
Isomer rantai bercabang memiliki nilai oktan
yang lebih tinggi daripada isomer rantai lurusnya.
Pembanding nilai oktan adalah:
1) Isomer C7H16 yaitu n-heptana dengan nilai
oktan 0 (ketukan paling banyak),

Contoh nilai oktan pada beberapa mutu bensin:


Jenis

Oktan

Jenis

Oktan

Bensin murni

70

Pertamax

91-92

Premium

88

Pertamax plus

94-95

Nilai oktan dapat dinaikkan dengan cara:


1) Reaksi isomerisasi, reaksi penyusunan
rantai lurus menjadi bercabang pada suhu
dan tekanan tinggi dengan bantuan katalis.
2) Proses blending, proses penambahan zat
berupa bensin hasil cracking dan zat
antiketukan.
Zat antiketukan adalah zat yang menyebabkan
reaksi isomerisasi, antara lain:
1) TEL/tetraethyl lead (Pb(C2H5)4)
C2H5
|
C2H5 PbC2H5
|
C2H5
Penambahan TEL membutuhkan etilen
bromida (C2H4Br2) agar Pb berubah menjadi gas.
Ketika terbakar bersama bensin, akan
terbentuk PbBr2 yang sangat berbahaya dan
merusak sistem saraf. Oleh karena itu,
penggunaan TEL sudah dilarang.
2) MTBE/metil tersbutil eter (C5H12O)
CH3
|

CH3 O C CH3
|
CH3
MTBE dapat meningkatkan jumlah O2 sehingga
pembakaran dapat terjadi lebih sempurna.
3) Etanol (C2H5OH)
Etanol dapat dihasilkan dari tumbuhan dan
zat antiketukan paling ramah lingkungan.
Etanol juga dapat meningkatkan jumlah O2
seperti MTBE.
Fraksi residu adalah fraksi minyak bumi yang
berada di dasar menara fraksionasi.
Fraksi residu digunakan untuk bahan baku
industri, produk petrokimia dan senyawa lain.

2) Isomer C8H18 yaitu isooktana (2,2,4-trimetil


pentana) dengan nilai oktan 100 (ketukan
paling sedikit).

Fraksi residu diolah menjadi:


1) Olefin (alkena dan alkadiena)
Residu diolah menjadi olefin berupa etilena
(etena), propilena (propena) dan butadiena.
2) Aromatik (benzena dan turunan benzena)

Nilai oktan menunjukkan presentase kadar


isooktana di dalam bensin.

Residu diolah menjadi aromatik berupa


benzena, toluena dan xilena.
3) Sin-gas (synthetic gas)
Residu diolah menjadi gas sintesis berupa
campuran CO dan H2.

HIDROKARBON

KIM 4

materi78.co.nr

E.

POLUSI AKIBAT BAHAN BAKAR FOSIL

Polutan

Asal

Ciri-ciri

CO2

pembakaran
sempurna

tidak berwarna

CO
pembakaran
tidak
sempurna

tidak berbau, tidak


berwarna, tidak berasa

Bahaya
meningkatkan pemanasan global dan perubahan iklim.
menyebabkan hujan asam.
menyebabkan iritasi mata, saluran pernapasan dan paru-paru, sakit
kepala pada kadar 100 ppm, kematian pada kadar 1000 ppm.
mengganggu pengikatan O2 oleh Hb dalam darah dengan:
1. berikatan dengan Hb sehingga O2 tidak dapat berikatan dengan Hb,
Hb4 + CO sd 4HbCO (reaksi tak dapat balik)

jelaga hitam

HbCO + O2 sd (reaksi tidak berjalan)


2. menyerang Hb yang telah berikatan dengan O2.
HbO2 + CO sd HbCO + O2

NOX

pengotor
bahan bakar

membentuk asbut (smog) yang menyebabkan iritasi mata, saluran


pernapasan dan paru-paru, dan daya pandang berkurang pada kadar 1
berwarna merah coklat,
ppm, dan kematian pada kadar 20 ppm.
berbau menyengat
menyebabkan hujan asam.
tidak berwarna, berbau dapat larut dalam tubuh membentuk asam sulfit atau asam sulfat.
menyengat
menyebabkan hujan asam.

SOX

terganggunya pertumbuhan fisik dan mental anak-anak.


PbBr2

zat aditif

keabu-abuan

kerusakan otak, hati dan ginjal.


penyimpangan perilaku, penurunan IQ, depresi dan mudah lelah.

Polusi dari pembakaran bahan bakar fosil


dihasilkan oleh pembakaran, pengotor pada
bahan bakar, dan zat aditif.

Hujan asam menyebabkan beberapa masalah:

Hujan asam adalah hujan yang didalamnya


terlarut oksida nitrogen dan belerang yang
menyebabkan pH hujan <5,7.

3) Kematian biota air.

Polutan CO2, SOX dan NOX larut dalam air hujan


membentuk asam.
Karbondioksida
CO2(g) + H2O(l) qe H2CO3(aq)
Oksida belerang
1) Pembakaran S dalam mesin
S(s) + O2(g) sd SO2(g)
2) Pembentukan belerang trioksida
2SO2(g) + O2(g) qe 2SO3(g)
3) Pembentukan asam sulfit
SO2(g) + H2O(l) qe H2SO3(aq)
4) Pembentukan asam sulfat
2SO3(g) + H2O(l) qe H2SO4(aq)
Oksida nitrogen
1) Pembakaran N2 dalam mesin
N2(g) + O2(g) sd 2NO(g)

1) Kerusakan hutan dan tanaman.


2) Kerusakan tanah.
4) Kerusakan bangunan, terutama
dibangun dari marmer dan beton.

yang

Pengubah katalitik (catalytic converter)


adalah alat pengubah polutan berbahaya
menjadi tidak berbahaya yang dipasang pada
knalpot kendaraan bermotor.
Pengubah katalitik tersusun atas silinder baja
yang mengandung katalis Ni.
Cara kerja pengubah katalitik:
1) Mengubah CO menjadi CO2
2CO(g) + O2(g) d 2CO2(g)
2) Mengubah NO menjadi N2
2NO(g) + 2CO(g) d 2CO2(g) + N2(g)
3) Mengubah NO2 menjadi N2
2NO2(g) d N2(g) + 2O2(g)
Pengubah katalitik tidak dapat digunakan
untuk mengubah partikel timah hitam menjadi
tidak berbahaya karena Pb meracuni katalis Ni.

2) Kontak NO dengan udara luar


2NO(g) + O2(g) qe 2NO2(g)
3) Pembentukan asam nitrit dan nitrat
2NO2(g) + H2O(l) qe HNO2(aq) + HNO3(aq)

HIDROKARBON

KIM 2

materi78.co.nr

Termokimia
A.

Dalam kedua reaksi, terjadi perubahan tingkat


energi yang disebut perubahan entalpi reaksi,
dapat dihitung:

PENDAHULUAN
Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang
memperhatikan aspek suhu dalam reaksi.
Dalam konsep termokimia dalam reaksi, terdapat
istilah sistem dan lingkungan.

H = H2 H1

Sistem adalah segala bentuk proses yang


menjadi pusat perhatian pengamat.

Perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm:

Contoh: keadaan zat, reaksi, perubahan zat.

Perbedaan

Sistem terdiri dari:


1) Sistem terbuka, yaitu sistem dapat
mengalami pertukaran energi dan materi
dengan lingkungan.

Energi (H)

2) Sistem tertutup, yaitu sistem dapat


mengalami pertukaran energi dengan
lingkungan, tidak dengan pertukaran materi.

Suhu
lingkungan
(T)

3) Sistem terisolasi, yaitu sistem tidak dapat


mengalami pertukaran energi dan materi
dengan lingkungan.

H reaksi

Reaksi
Eksoterm

Reaksi
Endoterm

dibebaskan/
dilepas sistem

diserap/
diterima sistem

H2 < H 1

H2 > H 1

naik/panas

turun/dingin

Takhir > Tawal

Takhir < Tawal

()

(+)

Diagram tingkat energi menunjukkan nilai


perubahan entalpi reaksi.

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada


di luar sistem, dan membantu kerja sistem.

1) Diagram tingkat energi reaksi eksoterm


H

Contoh: alat-alat, wadah, tabung reaksi, udara.

B.

H = perubahan entalpi reaksi (J)


H2 = energi produk (J)
H1 = energi reaktan (J)

REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM

H1

Dalam konsep termokimia, reaksi terbagi


menjadi dua, yaitu reaksi eksoterm dan reaksi
endoterm.
energi

H ()
H2

energi
2) Diagram tingkat energi reaksi endoterm

sistem

energi

energi

1) Reaksi eksoterm, yaitu reaksi yang


sistemnya membebaskan/melepas energi,
sehingga
lingkungan
menjadi
naik
temperaturnya.
Contoh:
reaksi
diatas
suhu
kamar
(pembakaran), pelarutan NaOH, reaksi Mg
dengan HCl.
energi

H1

C.

PERSAMAAN TERMOKIMIA
Perubahan entalpi reaksi adalah jumlah energi
yang dibutuhkan untuk membentuk atau
mengurai suatu zat dalam reaksi.

energi

Persamaan
reaksi
termokimia
adalah
persamaan reaksi yang dilengkapi dengan jumlah
energi (perubahan entalpi) yang digunakan
dalam reaksi.

2) Reaksi endoterm, yaitu reaksi yang


sistemnya
menyerap/menerima
energi,
sehingga
lingkungan
menjadi
turun
temperaturnya.
Contoh: reaksi Ba(OH)2
pemanasan CuCO3.

H (+)

energi
sistem

energi

H2

dengan

NH4Cl,

Contoh:
1 mol air dibentuk dari hidrogen dan oksigen
dengan membebaskan energi sebesar 286 kJ.
H2(g) + 1/2 O2(g) d H2O(l)

TERMOKIMIA

H = -286 kJ

KIM 2

materi78.co.nr

D.

ENTALPI STANDAR

Entalpi pembakaran standar (Hc) adalah


jumlah energi yang dilepaskan untuk membakar
1 mol zat.

Entalpi standar (molar) adalah perubahan


entalpi yang terjadi pada suhu 25 C (atau 298 K),
tekanan 1 atm, pada 1 mol suatu zat,
dilambangkan dengan H.

Nilai entalpi pembakaran standar ditentukan


menggunakan data entalpi pembakaran standar.

Entalpi standar secara umum terdiri dari:

Ciri utama dari reaksi pembakaran adalah:

1) Entalpi pembentukan standar (formasi)

1) Merupakan reaksi eksoterm.

2) Entalpi penguraian standar (disosiasi)

2) Melibatkan oksigen (O2) dalam reaksinya.

3) Entalpi pembakaran standar (combustion)

3) Karbon terbakar menjadi CO2, hidrogen


terbakar menjadi H2O, nitrogen terbakar
menjadi NO2, belerang terbakar menjadi SO2.

Entalpi pembentukan standar (Hf) adalah


energi yang diterima atau dilepas untuk
membentuk 1 mol zat dari unsur pembentuknya.

Contoh:

Nilai entalpi pembentukan standar ditentukan


menggunakan data entalpi pembentukan standar.

Tentukan
persamaan
termokimia
reaksi
pembakaran C3H6 jika nilai Hd= -2377 kJ!

Nilai-nilai entalpi pembentukan standar:

C3H6(s) + 9/2O2(g) 3CO2(g) + 3H2O(l)


H = -2377 kJ

1) Bernilai positif, jika menerima energi.


2) Bernilai negatif, jika melepas energi.

E.

3) Bernilai nol, jika unsur tersebut sudah


terdapat di alam secara alami.
Bentuk unsur-unsur yang sudah terdapat
alami di alam, dan nilai Hf nya nol:
Monoatomik

Poliatomik

ENTALPI STANDAR LAIN


Macam-macam entalpi standar lain:
1) Entalpi atomisasi standar (endoterm)
Yaitu energi yang digunakan untuk
membentuk 1 mol atom unsur, pada keadaan
standar.

Na(s)

Ca(s)

Al(s)

H2(g)

F2(g)

I2(s)

Contoh:

K(s)

C(s)

Fe(s)

N2(g) Cl2(g)

S8(s)

Mg(s)

S(s)

Zn(s) O2(g) Br2(l)

P4(s)

logam dan gas mulia

halogen dan gas


selain gas mulia

Contoh:
Pada pembentukan (NH4)2Cr2O7 dalam keadaan
standar, dibebaskan energi sebesar 2780,08
kJ/mol, tentukan persamaan reaksi pembentukan
termokimia!
Jawab:
7

N2(g) + 4H2(g) + 2Cr(s) + /2O2(g)


(NH4)2Cr2O7(aq)

Hf = -2780,08 kJ

Entalpi penguraian standar (Hd) adalah


energi yang diterima atau dilepas untuk mengurai 1 mol zat menjadi unsur pembentuknya.
Nilai entalpi penguraian standar berlawanan
dengan nilai entalpi pembentukan standar.
Pada reaksi penguraian, reaktan berpindah ke
kanan dan produk berpindah ke kiri.
Contoh:
Diketahui entalpi pembentukan standar natrium
klorida adalah -410,9 kJ, buatlah persamaan
reaksi penguraian termokimianya!
NaCl(s) Na(s) + 1/2 Cl2(g) Hd = +410,9 kJ

/2O2(g) O(g)

H = +249,16 kJ

2) Entalpi netralisasi standar (eksoterm)


Yaitu energi yang dihasilkan dari reaksi asambasa sehingga menghasilkan 1 mol air, pada
keadaan standar.
Contoh:
NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
H = -890,4 kJ
3) Entalpi peleburan standar (endoterm)
Yaitu energi yang digunakan untuk
meleburkan 1 mol zat padat menjadi zat cair
pada titik leburnya, pada keadaan standar.
Contoh:
H2O(s) H2O(l)

H = +6,01 kJ

4) Entalpi penguapan standar (endoterm)


Yaitu energi yang digunakan untuk
menguapkan 1 mol zat cair menjadi gas pada
titik uapnya, pada keadaan standar.
Contoh:
H2O(l) H2O(g)

H = +44,05 kJ

5) Entalpi penyubliman standar


Yaitu jumlah energi yang digunakan untuk
menyublimkan 1 mol zat padat menjadi gas,
pada keadaan standar.
Contoh:
C(s) C(g)

TERMOKIMIA

H = +716,6 kJ

KIM 2

materi78.co.nr

F.

PENENTUAN ENTALPI REAKSI


Entalpi reaksi ditentukan dengan:
1) Menggunakan kalorimetri.
2) Menggunakan hukum Hess (penjumlahan).
3) Menggunakan data entalpi pembentukan.

Berarti dalam reaksi, zat reaktan terurai terlebih


dahulu menjadi bentuk dasar, lalu bereaksi
kembali membentuk zat produk.
Bentuk reaksi umum:
AB + CD

4) Menggunakan data energi ikatan.

H1

Kalorimetri adalah cara penentuan energi kalor


reaksi dengan kalorimeter.
Kalorimeter adalah sistem terisolasi, sehingga
semua energi yang dibutuhkan atau dibebaskan
tetap berada dalam kalorimeter.
Dengan mengukur perubahan suhu, kita dapat
menentukan jumlah energi kalor reaksi dan
entalpi reaksi:
Qreaksi = m.c.t

H =

- Qreaksi
jumlah mol

Qreaksi = energi kalor reaksi (J)


m = massa zat (kg)
c = kalor jenis zat (J/kgC)
t = perubahan suhu (C)

AD + CB

HR

H2

(A + B) + (C + D)
HR = H1 + H2
HR = (Hf produk) - (Hf reaktan)
Contoh:
Tentukan entalpi reaksi berikut,
BaCl2(aq) + H2SO4(aq) BaSO4(s) + 2HCl(aq)
jika diketahui entalpi pembentukan standar dari
BaCl2, BaSO4, H2SO4 dan HCl berturut-turut
adalah -858,6 kJ/mol, -1473,3 kJ/mol, -909,27
kJ/mol, -167,1 kJ/mol.
Jawab:

Menurut hukum Hess, suatu reaksi dapat terjadi


melalui
beberapa
tahap
reaksi,
dan
bagaimanapun tahap atau jalan yang ditempuh
tidak akan mempengaruhi entalpi reaksi.

Reaksi dapat diubah menjadi:

Perubahan entalpi reaksi menurut hukum Hess:

HR = (Hf produk) - (Hf reaktan)

1) Hanya tergantung pada keadaan awal dan


akhir sistem, bukan tahap yang ditempuh.
2) Merupakan penjumlahan entalpi reaksi dari
setiap tahap.
Contoh:
Tentukan perubahan entalpi penguapan air dari
wujud padat jika diketahui reaksi-reaksi berikut:
H2(g) + 1/2O2(g) H2O(g)

H = -241,8 kJ

H2O(l)

H = -6,01 kJ

H2O(s)

H2(g) + 1/2O2(g) H2O(l)

H = -285,8 kJ

Reaksi yang diinginkan: H2O(s) H2O(g)


Berarti, seluruh H2O(s) diletakkan disebelah kiri
(reaktan), dan H2O(g) diletakkan disebelah kanan
(produk), sehingga ketiga reaksi diatas menjadi:
1

H2(g)+ /2O2(g) H2O(g)


H2O(l)

BaSO4(s) + 2HCl(aq)
Masukkan ke dalam rumus:
= (Hf BaSO4+2Hf HCl)-(Hf BaCl2+Hf H2SO4)
= (-1473,3 - 2 x 167,1) - (-858,6 - 909,27)
HR = -39,63 kJ/mol
Energi ikatan rata adalah energi rata-rata yang
dibutuhkan untuk memutuskan 1 ikatan kovalen
tertentu. Setiap ikatan membutuhkan energi yang
berbeda agar dapat terputus.
Reaksi berlangsung dalam dua tahap, yaitu
pemutusan ikatan reaktan dan pembentukan
ikatan produk.
Bentuk reaksi umum:

Jawab:

H2O(s)

Ba(s) + Cl2(g) + H2(g) + S(s) + 2O2(g)

H2O(l)

Contoh:
Ikatan Energi Ikatan Ikatan Energi Ikatan

H =-241,8 kJ

CH

413 kJ/mol

C=O

358 kJ/mol

H = 6,01 kJ

O=O

146 kJ/mol

OH

463 kJ/mol

H2(g) + /2O2(g) H = 285,8 kJ+

H2O(s) H2O(g)

HR = Eikatan putus Eikatan terbentuk

H = 50,01 kJ

Dari konsep hukum Hess, energi kalor suatu


reaksi berarti juga dapat ditentukan dari data
entalpi pembentukan reaktan dan produknya.

Tentukan perubahan entalpi


pembakaran CH2 dibawah ini!

reaksi

CH2(g) + 3/2O2(g) CO2(g) + H2O(g)

dari

H = ?

(HCH)+ /2(O=O)(O=C=O)+(HOH)
E.I. putus

: (2x413) + (3/2x146) = 1045 kJ

E.I. terbentuk :

(2x431) + (2x463) = 1788 kJ HR = -743 kJ

TERMOKIMIA

KIM 2

materi78.co.nr

Laju Reaksi
A.

Laju reaksi pada suatu reaksi yang terjadi melalui


beberapa tahap, tahap yang dijadikan acuan
sebagai laju reaksi adalah tahap yang berjalan
lambat (mudah diamati).

KEMOLARAN
Dalam laju reaksi, besaran yang digunakan
adalah kemolaran benda.
Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut
dari tiap liter larutan atau gas, menunjukkan
kekentalan atau kepekatan.
M=

Laju reaksi dicatat per interval waktu tertentu,


misalnya per menit.
Laju reaksi makin lama akan makin kecil nilainya,
karena:

M = kemolaran/molaritas (mol/L)
n = jumlah mol zat terlarut (mol)
V = volume larutan/ruangan gas (L)

n
V

1) Jumlah reaktan yang semakin berkurang, dan


pada akhirnya bernilai nol (reaksi selesai).

Kemolaran larutan juga dapat diketahui dari


kadar zat terlarut, dapat dirumuskan:
M=

K 10
mm

2) Jumlah produk yang semakin bertambah dan


pada akhirnya bernilai tetap (reaksi selesai).

= massa jenis larutan (kg/L)


K = persen kadar zat terlarut
mm = massa molar/Ar/Mr (kg)

Contoh:
Pada pembakaran suatu senyawa, tercatat gas X
yang dihasilkan pada tiap menitnya:

Kemolaran larutan dapat diubah dengan


ditambahkan zat terlarut sehingga pekat atau
ditambahkan zat pelarut sehingga encer, dan
berlaku rumus pengenceran:

Waktu (menit)

Volume X (cm3)

10

19

26

32

35

35

35

M1.V1 = M2.V2

B.

LAJU REAKSI
Laju reaksi adalah kecepatan proses terjadinya
suatu reaksi, sehingga reaktan habis dan berubah
menjadi produk reaksi.

Laju sesaat pada menit ke-1

Perbandingan laju reaksi suatu reaksi sama


dengan perbandingan koefisien reaksi.

v=

Laju reaksi merupakan perubahan jumlah molar


zat per satuan waktu.

v=

[x]
t

v=

v=

19-10
2-1

= 9 cm3/menit

26-19
3-2

= 7 cm3/menit

Laju reaksi rata-rata selama 3 menit

1) Pengurangan konsentrasi zat-zat reaktan


karena berubah menjadi produk per satuan
waktu.

v=

26
3

= 8,67 cm3/menit

Laju reaksi rata-rata (total)

2) Penambahan konsentrasi zat-zat produk


karena perubahan reaktan per satuan waktu.

2) Laju reaksi diamati dari laju pengendapan


zat, yaitu sampai bagian dasar tabung tidak
terlihat.

= 10 cm3/menit

Laju sesaat pada menit ke-3

Dalam laju reaksi, terjadi:

1) Laju reaksi diamati dari laju pembentukan


gas, dengan mengumpulkannya ke tempat
lain lalu diukur.

1-0

Laju sesaat pada menit ke-2

v = laju reaksi (M/s)


[x] = perubahan konsentrasi molar
zat (M)
t = perubahan waktu (s)

Urutan pengamatan dari yang termudah


dilakukan untuk mengamati laju reaksi.

10-0

v=

C.

35
5

= 7 cm3/menit

UNGKAPAN LAJU REAKSI


Laju reaksi dapat diungkapkan mengguna-kan
rumus dan perbandingan koefisien reaksi.
Laju pengurangan konsentrasi reaktan
dinyatakan dalam tanda negatif (hanya simbol).
Laju
penambahan
konsentrasi
produk
dinyatakan dalam tanda positif (hanya simbol).

3) Laju reaksi diamati sampai pereaksi padat


hilang (reaksi telah selesai).

LAJU REAKSI

KIM 2

materi78.co.nr
Contoh:
Menurut reaksi A + B C + D

Orde reaksi total adalah penjumlahan orde


reaksi seluruh zat reaktan.

Jawab:

Contoh:

Laju reaksi dapat diungkapkan:

Tentukan orde reaksi total dari persamaan laju


reaksi berikut!

a.

Laju pengurangan [A]


v=-

v = k[A][B]

[A]
t

b. Laju pengurangan [B]


v=c.

[B]

-2

Laju penambahan [C]


[C]

v = k[A] [B]

Orde total = -1

Macam-macam orde reaksi total umum:

[D]

konstan

Dalam perbandingan koefisien reaksi, maka


laju reaksi dapat dinyatakan:

vA =

Orde total = 3
1

1) Orde reaksi nol

d. Laju penambahan [D]


v=+

Orde total = 0

[B]

v = k[A]2[B]

v=+

v=k

Orde total = 2

[A]

koefisien A
koefisien B

v = k[x]0

x vB

Contoh:
Menurut reaksi 2N2O5 4NO + 3O2
Laju pembentukan NO adalah 5 M/s. Tentukan
laju penguraian N2O5 dan pembentukan O2!
Jawab:

[x]
Pada orde reaksi nol, laju reaksi tidak
dipengaruhi oleh konsentrasi zat (konstan).
2) Orde reaksi satu

v
v = [x]

Sesuai dengan perbandingan koefisien reaksi,


v N2O5 =

[N2 O5 ]
t

2 [NO]
4

v = k[x]

v N2O5 = 0,5 x 5 = -2,5 M/s


v O2 =

[O2 ]
t

3 [NO]
4

D.

PERSAMAAN LAJU REAKSI


Persamaan laju reaksi dikaitkan dengan laju
perubahan konsentrasi reaktan, dan dapat
dituliskan:
Pada reaksi

[x]

v O2 = 0,75 x 5 = +3,75 M/s

A+BC+D

Nilai persamaan laju reaksi:


v = k[A]x[B]y

Pada orde reaksi satu, pertambahan laju


reaksi sama dengan perubahan konsentrasi
zat.
Apabila konsentrasi reaktan reaksi orde satu
dikali faktor n, maka nilai laju reaksinya
adalah n1 lebih besar.
3) Orde reaksi dua

k = konstanta/tetapan laju reaksi


x = orde/tingkat reaksi terhadap A
y = orde/tingkat reaksi terhadap B
x + y = orde reaksi total

v = k[x]2

Orde reaksi adalah pangkat konsentrasi yang


menunjukkan tingkat reaksi suatu zat.
Orde reaksi tidak ditentukan dari koefisien
reaksi, tapi dari data eksperimen.
Orde reaksi biasanya merupakan bilangan bulat
positif, namun dapat bernilai pecahan, nol, atau
negatif.

[x]
Apabila konsentrasi reaktan reaksi orde satu
dikali faktor n, maka nilai laju reaksinya
adalah n2 lebih besar.

LAJU REAKSI

KIM 2

materi78.co.nr
Konstanta laju reaksi atau tetapan laju reaksi
adalah tetapan yang harganya bergantung pada
jenis pereaksi, suhu dan katalis.

V1

Harga konstanta laju reaksi:

20

1) Berbanding terbalik dengan perubahan


waktu. Makin cepat reaksi berlangsung, maka
harga k makin besar.

V2
10

[A]

M. s-1
1

v
[A]

M. s-1

12
1
4

k=

[A]2

M. s-1
M2

E.

v
3

[A]

M. s-1
M3

M-2. s-1

Persamaan laju reaksi dapat ditentukan melalui


minimal tiga eksperimen, dengan mengubah
konsentrasi.
Untuk mencari orde reaksi suatu senyawa harus
dibandingkan antar dua percobaan, dan senyawa
selain itu harus dibuat tetap.
Konstanta dicari setelah orde reaksi didapat.
Contoh:
dalam

reaksi

berikut,

=(

1 y

) . (2)
3

1 y

=(

3
12

(0,1)x .(0,1)y
(0,3)x .(0,2)y

1 y

=(

y=2

F.

1
t

TEORI TUMBUKAN
Teori tumbukan adalah teori yang menjelaskan
pengaruh faktor terhadap laju reaksi.
Menurut teori tumbukan, suatu reaksi
berlangsung sebagai hasil tumbukan antar
partikel pereaksi yang memiliki energi cukup
dan arah tumbukan yang tepat.
Berdasarkan teori tumbukan, laju reaksi akan
bergantung pada tiga hal utama berikut:
1) Frekuensi tumbukan
2) Energi partikel reaktan

2NO + Br2 2NOBr


[NO]

[Br2]

(M)

(M)

(M.s-1)

0,1

0,1

10

0,2

0,1

20

0,3

0,2

120

Eksperimen

20

v=

PENENTUAN PERSAMAAN LAJU REAKSI

Pada eksperimen
didapatkan data:

k. [NO]2 . [Br2 ]2

Jika data eksperimen berupa waktu, maka nilai


v adalah:

4) Reaksi orde tiga


k=

10

Orde reaksi ditentukan dengan logaritma jika


nilainya bukan hasil pangkat bilangan bulat.

M-1. s-1

k. [NO]1 x . [Br2 ]1 y

v = k[NO][Br2]2

3) Reaksi orde dua


v

Maka persamaan laju reaksinya adalah:

s-1

x=1

1 1

M. s-1

2) Reaksi orde satu


k=

(0,4)x
1 x
2

V3

(0,1)x

=(

V1

1) Reaksi orde nol


0

k. [NO]2 x . [Br2 ]2 y

Karena tidak ada, maka kita gunakan eksperimen


mana saja.

Satuan konstanta laju reaksi berbeda-beda tiap


orde.
v

k. [NO]1 x . [Br2 ]1 y

Untuk mencari orde reaksi Br2, gunakan data


eksperimen yang memuat konsentrasi NO
dengan nilai sama.

2) Berbanding lurus dengan perubahan suhu.


Makin tinggi suhu reaksi, maka harga k makin
besar.

k=

Tentukan persamaan laju reaksi diatas!


Jawab:
Untuk mencari orde reaksi NO, gunakan data
eksperimen yang memuat konsentrasi Br2
dengan nilai tetap (eksperimen 1 dan 2).

3) Arah tumbukan
Energi aktivasi/pengaktifan adalah energi
minimum yang harus dimiliki reaktan, yang
digunakan untuk mengaktifkan kemampuan
reaksi sehingga reaktan dapat bereaksi.
Makna energi aktivasi:
1) Jika bernilai rendah, berarti reaksi dapat
terjadi pada suhu rendah.
2) Jika bernilai tinggi, berarti reaksi dapat
terjadi pada suhu tinggi.
Energi
aktivasi
disebut
juga
energi
penghalang, karena reaktan harus didorong

LAJU REAKSI

KIM 2

materi78.co.nr
menuruni bukit energi aktivasi sehingga dapat
berubah menjadi produk.

memperbanyak jumlah tumbukan karena


menurunkan energi aktivasi.

Kurva energi aktivasi reaksi:

- Sifat-sifat katalis:

energi

1) Energi aktivasi reaksi eksoterm

1.

Terlibat dalam jalannya reaksi, namun


jumlahnya tidak berubah.

2.

Mempercepat laju reaksi, namun tidak


mengubah komposisi produk.

3.

Menurunkan energi aktivasi, tapi tidak


menurunkan perubahan entalpi.

4.

Hanya dapat mengkatalisis reaksi


tertentu.

5.

Dibutuhkan dalam jumlah sedikit.

6.

Dapat diracuni zat tertentu.

EA

- Kurva energi
dikatalisis:

jalan reaksi
2) Energi aktivasi reaksi endoterm

aktivasi

reaksi

yang

energi

energi

Energi aktivasi reaksi eksoterm

EA

EA
EA
R

P
E

jalan reaksi

jalan reaksi
mempengaruhi

Energi aktivasi reaksi endoterm


teori

energi

Faktor-faktor yang
tumbukan adalah:

1) Pengaruh konsentrasi dan luas permukaan


- Konsentrasi
berbanding
tumbukan.

dan
lurus

luas
permukaan
dengan frekuensi

jalan reaksi
tanpa katalis
dikatalisis

G.

- Suhu berbanding lurus dengan energi


kinetik rata-rata partikel reaktan.
- Peningkatan suhu meningkatkan energi
kinetik rata-rata molekul, sehingga jumlah
molekul yang mencapai energi aktivasi
(bertumbukan) bertambah.
3) Pengaruh katalis
dapat
Katalis

- Makin luas permukaan bidang, maka


makin luas pula bidang sentuh tumbukan,
sehingga akan terjadi tumbukan yang
lebih banyak.
2) Pengaruh suhu

EA

EA

- Makin besar konsentrasi reaktan, makin


banyak jumlah partikel, sehingga partikel
yang saling bertumbukan makin banyak.

- Katalis
adalah
zat
yang
mempercepat
laju
reaksi.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU


REAKSI
Dalam eksperimen untuk membuktikan faktorfaktor yang mempengaruhi laju reaksi, terdapat:
1) Variabel bebas/manipulasi, yaitu variabel
yang dapat diubah-ubah dalam eksperimen.
Contoh: ukuran keping pualam (faktor luas
permukaan),
konsentrasi
zat
(faktor
konsentrasi).

LAJU REAKSI

KIM 2

materi78.co.nr
2) Variabel terkontrol, yaitu variabel yang
dibuat tetap dalam seluruh eksperimen.
Contoh:
larutan
yang
diubah-ubah
konsentrasinya, walaupun konsentrasi-nya
berubah, jenis larutannya tetap.
3) Variabel terikat/respons, yaitu variabel
yang dihasilkan eksperimen.
Contoh: dari seluruh eksperimen terhadap
faktor-faktor yang mem-pengaruhi laju
reaksi, dihasilkan data berupa laju reaksi dan
lama reaksi (waktu).
Berdasarkan teori tumbukan, cepat lambatnya
laju reaksi dipengaruhi oleh luas permukaan,
konsentrasi reaktan, suhu dan katalis.

pertambahan jumlah produk

Luas permukaan adalah luas bidang sentuh


tempat terjadinya reaksi antara dua reaktan. Luas
permukaan berbanding lurus dengan laju reaksi.

v' = (n) X . v0
v' = laju reaksi akhir
n = kelipatan pertambahan laju tiap Xo suhu
T = T2 - T1 = perubahan suhu
X = perubahan suhu tiap kelipatan n
v0 = laju reaksi awal

Contoh:
Jika setiap 2C laju reaksi meningkat sebesar 2
kali, dan jika pada suhu 25C laju reaksi adalah 2,5
x 10-2 M/s, maka pada suhu 33C laju reaksi
nilainya menjadi?
Jawab:
n=2
X = 2oC
T = 33-25 = 8C
8

v' = (2) 2 . 2,5 x 10-2

kepingan halus, konsentrasi


tinggi

v = 24. 2,5 x 10-2


v = 4 x 10-1 M/s
Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju
reaksi.
Katalis menurunkan energi aktivasi, sehingga
jumlah tumbukan bertambah banyak dan reaksi
dapat diselesaikan lebih cepat.

waktu

Benda yang permukaannya luas/halus


mempercepat laju reaksi, karena bidang sentuh
lebih luas, sehingga lebih banyak tumbukan yang
dapat terjadi.
Benda yang permukaannya sempit/kasar
memperlambat laju reaksi, karena bidang sentuh
lebih sempit, sehingga lebih sedikit tumbukan
yang dapat terjadi.
Konsentrasi reaktan berbanding lurus dengan
laju reaksi.
Semakin besar konsentrasi reaktan, maka
semakin banyak jumlah partikel dalam suatu zat,
sehingga partikel yang saling bertumbukan
makin banyak, dan reaksi berlangsung lebih
cepat.
Suhu berbanding lurus dengan laju reaksi.
Semakin tinggi suhu, maka makin besar energi
kinetik rata-rata partikel reaktan, sehingga
banyak molekul yang mencapai energi aktivasi
(bertumbukan) bertambah, dan mempercepat
laju reaksi.
Pengaruh suhu terhadap laju reaksi dapat
dihitung:

LAJU REAKSI

KIM 2

materi78.co.nr

Kesetimbangan Kimia
PENDAHULUAN

setimbang

laju reaksi

Reaksi satu arah (irreversible) atau reaksi tidak


dapat balik adalah reaksi yang terjadi pada satu
arah, dan produknya tidak dapat kembali menjadi
reaktan.
Reaksi bolak-balik (reversible) atau reaksi dapat
balik adalah reaksi yang terjadi pada dua arah
yang berlawanan dalam waktu bersamaan.

Pada kesetimbangan kimia, ikatan akan


terputus atau terbentuk seiring dengan majumundurnya atom di antara molekul reaktan dan
produk.
Kesetimbangan kimia bersifat dinamis karena
walaupun keadaan sudah setimbang, reaksi tetap
berlangsung
pada
tingkat
mikroskopis
(molekul).

Reaksi bolak-balik dinyatakan dengan dua


panah yang berlawanan arah, menyatakan reaksi
maju (ke kanan) dan reaksi balik (ke kiri).

Reaksi mikroskopis tidak tampak karena v1


sama dengan v2, sehingga seakan-akan reaksi
sudah berhenti.

Contoh: Diketahui perubahan air menjadi uap air


dapat balik, sehingga reaksi dapat ditulis
H2O(g) H2O(l)

V1 = V2

waktu

Pada kesetimbangan kimia, hanya ada


penyebutan zat di sebelah kiri dan di sebelah
kanan.

H2O(l) H2O(g)

V1

V2

Dalam reaksi bolak-balik, produk dapat


berubah menjadi reaktan, dan reaktan dapat
berubah menjadi produk (menjadi reaksi yang
berlawanan).

H2O(l) qe H2O(g)

Kesetimbangan kimia dibagi menjadi dua:


1) Kesetimbangan homogen (satu wujud/fase)

Reaksi bolak-balik sempurna terjadi dalam


sistem tertutup, karena tidak terjadi penambahan
atau pengeluaran zat, keluarnya panas/kalor dari
sistem, hilangnya gas yang terbentuk, dan
sebagainya.

Contoh:
N2(g) + 3H2(g) qe 2NH3(g)

Gas

2SO2(g) + O2(g) qe 2SO3(g)


Larutan H2O(l) qe H+(aq) + OH-(aq)
NH4OH(aq) qe NH4+(aq) + OH-(aq)

Reaksi dikatakan setimbang atau mencapai


kesetimbangan apabila:

CH3COOH(aq) qe CH3COO-(aq)+ H+(aq)

1) Reaksi bolak-balik yang mengandung zat


berwujud gas terjadi dalam sistem tertutup.

2) Kesetimbangan heterogen (lebih dari satu


fase)

2) Ketika konsentrasi seluruh zat nilainya tetap.

Contoh:

3) Ketika laju reaksi maju (v1) sama dengan laju


reaksi balik (v2).

Dua fase CaCO3(s)qe CaO(s) + CO2(g)


Ag2CrO4(s)qe 2Ag+(aq)+CrO42-(aq)

Contoh:

BaSO4(s)qe Ba2+(aq) + SO42-(aq)

Pada reaksi kesetimbangan berikut,

Tiga fase Ca(HCO3)2(aq)qe

N2(g) + 3H2(g) qe 2NH3(g)

CaCO3(s)+ H2O(l) + CO2(g)

keadaan setimbang terjadi ketika:

B.

setimbang

konsentrasi

A.

H2
NH3

REAKSI KESETIMBANGAN
Kesetimbangan
disosiasi
adalah
reaksi
kesetimbangan yang menguraikan suatu zat
menjadi zat lain, dan reaksi baliknya adalah
kesetimbangan asosiasi/pembentukan.
Derajat disosiasi adalah perbandingan jumlah
mol terdisosiasi (bereaksi) dengan jumlah mol zat
sebelum terdisosiasi (mula-mula).

N2
waktu

jumlah zat terdisosiasi


jumlah zat awal

KESETIMBANGAN KIMIA

KIM 2

materi78.co.nr
Derajat disosiasi nilainya berkisar 0 1.
1) Jika nilai = 0, maka tidak ada penguraian.
2) Jika nilai = 1, maka zat terurai seluruhnya.
3) Jika nilai 0 < < 1, maka zat terurai
sebagian (setimbang).
Contoh:
Dalam reaksi kesetimbangan disosiasi N2O4
menjadi NO2, perbandingan mol N2O4 dengan
NO2 dalam keadaan setimbang berturut-turut 3 :
2. Berapakah derajat disosiasi N2O4?

Konstanta konsentrasi (Kc) dipengaruhi oleh


konsentrasi zat yang berwujud larutan dan gas.
Jika reaksi mengandung zat berwujud padat dan
cair, maka pangkat konsentrasi zatnya nol, karena
zat padat dan cair tidak memiliki konsentrasi.
Contoh:
Pada reaksi berikut, konstanta konsentrasinya:
BaSO4(s) qe Ba2+(aq) + SO42-(aq)
Kc =

[Ba2+ ] [SO4 2- ]
[BaSO4 ]0

Jawab:

Konstanta tekanan (Kp) dipengaruhi oleh


tekanan zat-zat yang berwujud gas.

N2O4(g) qe 2NO2(g)
Mula-mula
Reaksi
Setimbang

a St

St

St

St

Jika reaksi mengandung zat berwujud selain gas,


maka pangkat tekanan zatnya nol, karena zat
selain gas tidak memiliki tekanan.

Gunakan perbandingan koefisien reaksi,

Contoh:

N2O4(g) qe 2NO2(g)
Mula-mula

3x + x = 4x

Reaksi

2x

Setimbang

3x

2x

Pada reaksi berikut, konstanta tekanannya:


2SO2(g) + O2(g) qe 2SO3(g)
Kp =

Jadi, derajat disosiasi dapat dihitung:

=
C.

jumlah zat terurai


jumlah zat awal

x
4x

Px =

KONSTANTA KESETIMBANGAN
yang

Hasil kali konsentrasi zat-zat di sebelah


kanan yang dipangkatkan dengan
koefisiennya, dan dibagi dengan hasil kali
konsentrasi zat-zat di sebelah kiri yang
dipangkatkan dengan koefisiennya memiliki
harga tertentu pada suhu tetap.
Persamaan konstanta kesetimbangan yang
dapat dibentuk menurut hukum diatas:
Kc =

[C]y [D]z
[A]w [B]x

(P SO3 )2

(P SO2 )2 (P O2 )

Tekanan parsial gas dapat dihitung:

Menurut Guldberg dan Wange


menjelaskan hukum kesetimbangan:

= [Ba2+ ] [SO4 2- ]

wA + xB qe yC + zD

Konstanta kesetimbangan terdiri dari:


1) Konstanta
konsentrasi,
konstanta
kesetimbangan yang dipengaruhi konsentrasi.
2) Konstanta tekanan, konstanta kesetimbangan
yang dipengaruhi tekanan.
Konstanta kesetimbangan akan berubah bila
suhu diubah, dan tetap bila suhu tidak berubah.
1) Pada reaksi endoterm, nilai konstantanya
berbanding lurus dengan suhu.

mol gas X
mol gas total

x Ptot

Satuan konstanta dapat disesuaikan dengan


pangkat konsentrasi maupun pangkat tekanan.
Konstanta konsentrasi dengan konstanta
tekanan dapat dihubungkan melalui persamaan
gas ideal pada suhu sama, dapat dirumuskan:
Kp = Kc (R.T)n
R = tetapan gas ideal (0,082 atm/mol K)
T = suhu (K)
n = selisih jumlah koefisien zat di kanan dengan
jumlah koefisien zat di kiri

Contoh:
Pada reaksi kesetimbangan berikut:
2NO(g) + O2(g) qe 2NO2(g)
Mempunyai harga konstanta konsentrasi sebesar
0,25 pada suhu 17C. Berapa harga konstanta
tekanan reaksi tersebut pada suhu yang sama?
Jawab:
n = 2 3 = 1
Kp = 0,25.[0,082.(17+273)]-1
Kp = 0,25 : 23,78 = 0,010513 = 1,05 x 10-2

2) Pada reaksi eksoterm, nilai konstantanya


berbanding terbalik dengan suhu.

KESETIMBANGAN KIMIA

KIM 2

materi78.co.nr

D.

KONSTANTA REAKSI KESETIMBANGAN


ANTAR-REAKSI TERKAIT

Contoh:

Reaksi kesetimbangan yang berkaitan nilai


konstanta kesetimbangannya dapat berubah
menurut ketentuan-ketentuan berikut:
1) Jika reaksi kesetimbangan dibalik, maka
harga Kc juga dibalik.

2+

Ba

(aq)

K1 =

SO42-(aq)

qe BaSO4(s)

[Ba2+ ] [SO4 2- ]
[BaSO4 ]0

, K2 =

K2 =

Kc = K2

Contoh:
Kc = 8,0 x 10-17

[Ba2+ ] [SO4 2- ]

dapat dikatakan reaksi hanya menghasilkan


sedikit AB (A dan B jumlahnya banyak) sehingga
reaksi tidak tuntas, karena nilai Kc nya kecil.

1
K1

2SO2(g) + O2(g) qe 2SO3(g)

Kc = K1

4SO2(g) + 2O2(g) qe 4SO3(g)

Kc = K2

[SO2 ] [O2 ]

K2 =

, K2 =
[SO3 ]2

[SO3 ]4

Tetapan
kesetimbangan
meramalkan arah reaksi.

juga

dapat

Bila seluruh zat di kiri dan kanan


dicampurkan, maka reaksi harus berlangsung ke
kanan atau ke kiri untuk mencapai keadaan
setimbang, dan dapat dilakukan dengan
mengecek kuosien reaksi (Qc).
Kuosien reaksi (Qc) adalah nilai yang bentuk
persamaannya
sama
dengan
konstanta
kesetimbangan (Kc).

[SO2 ]4 [O2 ]2
2

[SO2 ]2 [O2 ]

Qc =

K2 = (K1)n
3) Jika reaksi-reaksi yang berkaitan dijumlah,
maka harga Kc total adalah hasil kali Kc dari
reaksi-reaksi yang dijumlah.

E.

A(g) + B(g)qe AB(g)

Pada reaksi

[BaSO4 ]0

Contoh:

[SO3 ]2

dapat dikatakan reaksi menghasilkan banyak XY


(X2 dan Y2 jumlahnya sedikit), sehingga
berlangsung tuntas, karena nilai Kc nya besar.

Kc = K1

2) Jika koefisien reaksi kesetimbangan dikali


faktor n, maka harga Kc dipangkat n.

K1 =

Kc = 1,0 x 1023

Nilai Kc dan Kp yang kecil menunjukkan reaksi


ke kanan berlangsung tidak berlangsung tuntas
(jumlah zat di kiri besar dan di kanan kecil).

Contoh:
BaSO4(s) qe Ba2+(aq) + SO42-(aq)

X2(g) + Y2(g) qe 2XY(g)

Pada reaksi

[C]y [D]z

wA + xB qe yC + zD

[A]w [B]x

Makna nilai kuosien reaksi:


1) Jika Qc = Kc, berarti reaksi setimbang.

Contoh:

2) Jika Qc < Kc, berarti reaksi spontan


berlangsung ke kanan sampai setimbang.

Nilai Kc reaksi A + B qe E + F yang melalui


tahap berikut adalah,

3) Jika Qc > Kc, berarti reaksi spontan


berlangsung ke kiri sampai setimbang.

A + B qe C + D

Kc = 3,5

Contoh:

C qe E

Kc = 2

D qe F

Kc = 1,5

A + B qe E + F

Kc = 3,5. 2. 1,5 = 10,5

MAKNA KONSTANTA KESETIMBANGAN


Tetapan kesetimbangan dapat menunjukkan
seberapa jauh suatu reaksi tuntas.
Nilai Kc dan Kp ditentukan dengan
konsentrasi/tekanan zat-zat disebelah kanan
sebagai pembilang, dan konsentrasi/tekanan zatzat disebelah kiri sebagai penyebut.
Nilai Kc dan Kp yang besar menunjukkan reaksi
ke kanan berlangsung hampir berlangsung
tuntas/sempurna (jumlah zat di kanan besar dan
di kiri kecil).

Diketahui reaksi X2(g) + Y2(g) qe 2XY(g) memiliki Kc


sebesar 1 x 10-2. Pada suatu percobaan,
dicampurkan 2 mol X2, 2 mol Y2, dan 3 mol XY
dalam ruang bervolume 10 L. Apakah campuran
itu setimbang? Bila tidak, ke arah mana reaksi
berlangsung spontan? Berapakah konsentrasi X2
dan XY setelah mencapai kesetimbangan?
Jawab:
Qc =

3 2
10
2
2
( )( )
10 10

( )

9
4

Ternyata Qc > Kc (tidak setimbang), maka agar


setimbang, zat di kiri harus bertambah atau zat di
kanan harus berkurang, sehingga reaksi spontan
berlangsung ke kiri sampai setimbang.

KESETIMBANGAN KIMIA

KIM 2

materi78.co.nr

F.

Keadaan reaksi:
X2(g)
Mula-mula
Reaksi

Y2(g) qe 2XY(g)

0,2 M

0,2 M

0,3 M

2a

0,2 + a

0,3 2a

Setimbang 0,2 + a

PERGESERAN KESETIMBANGAN
Azas Le Chatelier menjelaskan bagaimana
terjadinya pergeseran kesetimbangan.

Bila suatu kesetimbangan diberikan suatu


aksi/tindakan, maka sistem tersebut akan
mengadakan reaksi yang cenderung
mengurangi aksi tersebut.

Agar reaksi setimbang, berarti kita harus


membuat kuosien reaksi nilainya menjadi sama
dengan Kc, yaitu 1 x 10-2.

Pergeseran kesetimbangan tidak mengubah


nilai Kc dan Kp, kecuali suhu pada sistem
kesetimbangan berubah.

Kc2 = 1 x 10-2

(0,3-2a)2
= 1 x 10-2
(0,2+a)(0,2+a)
Konsep pergeseran kesetimbangan:
0,3-2a
= 1 x 10-1
1) Kesetimbangan dikatakan bergeser ke kiri
0,2+a
apabila zat di kiri bertambah atau zat di
0,02 + 0,1a = 0,3 - 2a
kanan berkurang.
2,1a = 0,28
2) Kesetimbangan dikatakan bergeser ke
a = 0,133 M
kanan apabila zat di kanan bertambah atau
Jadi, konsentrasi X2 dan XY adalah:
zat di kiri berkurang.
[X2] = 0,2 + a = 0,2 + 0,133 = 0,333 M
[XY] = 0,3 2a = 0,3 2(0,133) = 0,034 M
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan:
Faktor

Faktor Diperbesar

Faktor Diperkecil

Konsentrasi salah satu pereaksi

ke arah lawan (kanan)

ke diri sendiri (kiri)

Konsentrasi larutan dan


konsentrasi/tekanan gas total

ke arah ruas dengan jumlah koefisien


terkecil

ke arah ruas dengan jumlah koefisien


terbesar

Volume gas dan larutan

ke arah ruas dengan jumlah koefisien


terbesar

ke arah ruas dengan jumlah koefisien


terkecil

Suhu

ke arah reaksi endoterm

ke arah reaksi eksoterm

Konsentrasi larutan dan volume larutan saling


berbanding terbalik, konsentrasi dapat diperkecil
dengan menambah volume pelarut, dan
konsentrasi
dapat
diperbesar
dengan
mengurangi volume pelarut.
Konsentrasi pereaksi dapat diubah dengan:
1) Mengubah jumlah zat salah satu pereaksi
(parsial) atau seluruhnya.
2) Menambahkan zat yang dapat mengikat
pereaksi, sehingga pereaksi berkurang.
3) Menambahkan
air
penambah volume.

sebagai

pelarut/

Berdasarkan ketampakan zat pada reaksi,


kesetimbangan:
1) Bergeser ke kiri apabila warna zat di sebelah
kiri lebih dominan (jumlahnya banyak).
2) Bergeser ke kanan apabila warna zat di
sebelah kanan lebih dominan (jumlahnya
banyak).

Jika konsentrasi salah satu pereaksi/


larutan ditambah, reaksi sistem adalah
mengurangi komponen tersebut dan
kesetimbangan bergeser ke arah lawan.
Jika konsentrasi salah satu pereaksi/
larutan dikurang, reaksi sistem adalah
menambah
komponen
tersebut
kesetimbangan bergeser ke diri sendiri.
Jika konsentrasi larutan total ditambah
(volume
diperkecil),
kesetimbangan
bergeser ke ruas yang jumlah koefisiennya
lebih kecil.
Jika konsentrasi larutan total dikurang
(volume
diperbesar),
kesetimbangan
bergeser ke ruas yang jumlah koefisiennya
lebih besar.
Catatan: Koefisien yang dijumlah adalah koefisien
zat larutan saja (untuk sistem larutan).
Tekanan dan volume gas saling berbanding
terbalik, tekanan dapat diperkecil dengan
menambah volume gas, dan tekanan dapat
diperbesar dengan mengurangi volume gas.

KESETIMBANGAN KIMIA

KIM 2

materi78.co.nr
Jika tekanan gas diperbesar (volume gas
diperkecil), kesetimbangan bergeser ke
ruas yang jumlah koefisiennya lebih kecil.

3) Pelarutan belerang trioksida dalam asam


sulfat pekat menjadi asam pirosulfat

Jika tekanan gas diperkecil (volume gas


diperbesar), kesetimbangan bergeser ke
ruas yang jumlah koefisiennya lebih besar.

4) Asam pirosulfat direaksikan dengan air


menjadi asam sulfat pekat

Catatan: Koefisien yang dijumlah adalah koefisien


zat gas saja (untuk sistem gas).
Suhu menggeser kesetimbangan dengan:
Jika suhu dinaikkan, sistem akan
menurunkan suhu dan kesetimbangan
bergeser ke arah reaksi endoterm.
Jika suhu diturunkan, sistem akan
menaikkan suhu dan kesetimbangan
bergeser ke arah reaksi eksoterm.
Katalis mempercepat laju reaksi karena
menurunkan energi aktivasi reaksi. Oleh karena
itu, katalis mempercepat laju reaksi maju dan laju
reaksi balik, sehingga mempercepat keadaan
setimbang,
namun
tidak
menggeser/
mengubah komposisi kesetimbangan.

G.

PENERAPAN KESETIMBANGAN KIMIA


Dalam industri, reaksi kesetimbangan dibuat
sedemikian
rupa
sehingga
menggeser
kesetimbangan ke arah produk, dengan cara
sesederhana mungkin dan seefisien mungkin.

SO3(s) + H2SO4(aq) H2S2O7(l)

H2S2O7(l) + H2O(l) H2SO4(aq)


Tahapan yang utama adalah tahapan kedua
yang mengandung reaksi kesetimbangan.
Reaksi kesetimbangan pada pembuatan asam
sulfat menurut proses kontak yang optimum
setelah diteliti adalah dilakukan dalam suhu
sekitar 500C, tekanan normal (1 atm), dan
dengan katalis V2O5.
Alasan dari perlakuan diatas antara lain:
1) Seharusnya suhu dibuat rendah agar
menggeser ketimbangan ke kanan, namun
menurut proses ini dibuat tinggi.
Hal ini dilakukan karena reaksi berlangsung
dengan baik pada suhu tinggi dibanding
pada suhu rendah.
2) Selain itu, suhu tinggi dapat mengaktifkan
kerja katalis V2O5, sehingga mempercepat
keadaan setimbang.
3) Seharusnya tekanan diperbesar, namun
perbesaran tekanan tidak seimbang dengan
hasil yang memadai, sehingga tekanan
normal (1 atm) yang digunakan.

Pembuatan amonia menurut proses HaberBosch yang optimum dilakukan dengan menurut
reaksi:
N2(g) + 3H2(g) qe 2NH3(g)

H = -92,4 kJ

1) Katalis yang digunakan adalah serbuk Fe.


2) Suhu dibuat tinggi.
Sebenarnya, kesetimbangan akan bergeser
ke kanan bila suhu dibuat rendah. Akan
tetapi, katalis hanya bekerja pada suhu
tinggi, sehingga tidak dibuat rendah.
3) Tekanan dibuat tinggi.
Agar kesetimbangan bergeser ke kanan (NH3
bertambah), tekanan dibuat tinggi.
Selain itu, untuk mengurangi reaksi balik,
amonia yang terbentuk segera dipisahkan.
Pembuatan asam sulfat menurut proses kontak
dilakukan dengan tahapan:
1) Pembakaran belerang
S(s) + O2(g) SO2(g)
2) Oksidasi belerang
belerang trioksida

dioksida

2SO2(g) + O2(g) qe 2SO3(g)

menjadi

H = -197 kJ

KESETIMBANGAN KIMIA

KIM 3

materi78.co.nr

Larutan Asam-Basa
A.

Hubungan pH dan pOH dapat diturunkan dari


derajat asam-basa yang dimiliki air yang bersifat
netral (pH = pOH).

PENDAHULUAN
Larutan asam dan basa memiliki derajat atau
tingkat keasaman atau kebasaan yang diukur
dalam pH dan pOH.

B.

Ionisasi air adalah reaksi kesetimbangan yang


menghasilkan [H+] dan [OH-] dalam jumlah sama.

NILAI PH DAN POH


pH (puissance de H+) adalah derajat asam-basa

Hubungan [H+] dan [OH-] dengan Kw = 10-14:


[H+][OH] = 10-14

larutan yang diukur berdasarkan [H+] larutan.


Nilai pH dapat dirumuskan:

Hubungan pH dan pOH dengan pKw = 14:


pH + pOH = 14

pH = log [H+]
Kisaran umum nilai pH larutan:

C.

netral
asam
1
makin asam

Asam dan basa disebut kuat apabila:

basa
7
pH

ASAM-BASA KUAT DAN LEMAH

14
makin basa

1) Mudah terion karena ikatan antar atom


mudah lepas akibat jarak antar inti atom
pada molekul yang sangat jauh.
2) Memiliki = 1 atau terion sempurna.

Makna nilai pH larutan:


1) Semakin besar [H+] maka makin kecil nilai pH.
2) Keasaman berbanding terbalik dengan nilai pH,
kebasaan berbanding lurus dengan nilai pH.
3) Larutan dengan pH < 7 bersifat asam, pH = 7
bersifat netral, dengan pH > 7 bersifat basa.

Golongan asam dan basa kuat:


Asam kuat

Basa kuat

HCl

HNO3

NaOH

Mg(OH)2

HBr

HClO4

KOH

Ca(OH)2

HI

H2SO4

Sr(OH)2

pOH (puissance de OH ) adalah derajat asam-basa


larutan yang diukur berdasarkan [OH] larutan.

Nilai konsentrasi H+ dan OH- asam-basa kuat:

Nilai pOH dapat dirumuskan:

Asam monovalen kuat

[H+] = Ma

pOH = log [OH]

Basa monovalen kuat

Kisaran umum nilai pOH larutan:

[OH-] = Mb

netral
basa
1
makin basa

asam
7
pOH makin asam

Asam divalen kuat


[H+] = 2. Ma
Basa divalen kuat
[OH-] = 2. Mb

Pengenceran asam dan basa kuat:


14

Makna nilai pOH larutan:

1) Dua larutan asam atau basa kuat yang


berbeda konsentrasi sebesar 10n kali
memiliki beda pH sebesar n satuan.

1) Semakin besar [OH] maka makin kecil nilai


pOH.

2) Jika asam kuat diencerkan sebesar 10n kali,


maka pHnya naik n satuan.

2) Kebasaan berbanding terbalik dengan nilai


pOH, keasaman berbanding lurus dengan
nilai pOH.

3) Jika basa kuat diencerkan sebesar 10n kali,


maka pHnya turun n satuan.
Asam dan basa disebut lemah apabila:

3) Larutan dengan pOH < 7 bersifat basa, pOH = 7


bersifat netral, dengan pOH > 7 bersifat asam.

1) Sukar terion karena ikatan antar ion sulit


lepas akibat jarak antar inti atom pada
molekul yang sangat dekat.

NILAI pH DAN pOH


Jika [H+] atau [OH]:
1 x 10-n, maka pH atau pOH adalah n.
a x 10-n, maka pH atau pOH adalah n log a.
Jika pH atau pOH:
n, maka [H+] atau [OH] adalah 1 x 10-n.

2) Memiliki 0 < < 1 atau terion sebagian,


sehingga terjadi kesetimbangan.
Golongan asam dan basa lemah adalah selain
dari golongan asam dan basa kuat.

LARUTAN ASAM-BASA

KIM 3

materi78.co.nr
Reaksi ionisasi asam-basa lemah merupakan
reaksi kesetimbangan yang memiliki nilai
konstanta ionisasi asam-basa (Ka dan Kb).

Hubungan nilai tetapan ionisasi asam-basa


dan pasangan konjugasinya dengan Kw = 10-14:
Ka Kb = 10-14

Bentuk umum tetapan ionisasi asam:


Ka =

D.

[H+ ] [An- ]
[HAn]

Contoh:
Pada reaksi ionisasi CH3COOH, tetapan ionisasi
asam:
CH3COOH(aq) qe H+(aq) + CH3COO-(aq)
Ka =

[H+ ] [CH3 COO- ]

Indikator asam-basa adalah zat yang digunakan


untuk mengidentifikasi sifat asam-basa suatu
larutan/zat.
Indikator asam-basa merupakan asam lemah
atau basa lemah organik yang warna molekul
dengan warna ionnya berbeda.
Indikator asam-basa yang dapat digunakan:

[CH3 COOH]

Semakin besar nilai Ka, maka akan semakin


kuat sifat suatu asam.
Bentuk umum tetapan ionisasi basa:
Kb =

INDIKATOR ASAM-BASA

1) Mengalami perubahan warna yang jelas


ketika ditetesi asam atau basa.
2) Indikator alami berupa ekstrak warna dari
bunga berwarna terang/menyala.
Reaksi ionisasi indikator dari asam lemah organik:

[Kat+ ] [OH- ]

HInd(aq)

[KatOH]

warna 1

Contoh:

H+(aq)

qe

tak berwarna

warna 2

1) Setelah ditambahkan dengan asam:

Pada reaksi ionisasi Mg(OH)2, tetapan ionisasi basa:


Mg(OH)2(aq) qe Mg

2+

(aq)

+ 2OH (aq)

HInd(aq) qe
HAn(aq)

Kb =

[Mg2+ ] [OH- ]

Nilai konsentrasi H+ dan OH- asam-basa lemah:

[H+] = Ma.

Basa lemah
[OH-] = Mb .Kb

[OH-] = Mb.

Pengenceran asam dan basa kuat:


1) Jika asam lemah diencerkan sebesar 10n
kali, maka pHnya naik 1/2n satuan.
2) Jika basa lemah diencerkan sebesar 10n kali,
maka pHnya turun 1/2n satuan.
Hubungan derajat ionisasi dengan tetapan
ionisasi asam-basa:
Asam lemah

Basa lemah

Tetapan ionisasi
Ka
Ma

Kb
Mb

H+(aq)

+ An(aq)

2) Setelah ditambahkan dengan basa:


KatOH(aq) d

H+(aq)

+ Ind(aq)

OH (aq)

+ Kat+(aq)

berikatan
Kesetimbangan bergeser ke kanan karena
H+ berkurang, sehingga warna yang muncul
adalah warna 2 (warna anion).
Reaksi ionisasi indikator dari basa lemah organik:
IndOH(aq) qe Ind+(aq)
warna 1

warna 2

OH(aq)

tak berwarna

1) Setelah ditambahkan dengan asam:


IndOH(aq) qe Ind+(aq)

OH(aq)

An(aq)

H+(aq)

HAn(aq)

berikatan
Kesetimbangan bergeser ke kanan karena
OH- berkurang, sehingga warna yang muncul
adalah warna 2 (warna kation).
2) Setelah ditambahkan dengan basa:
IndOH(aq) qe Ind+(aq)

OH(aq)

Kat+(aq)

OH (aq)

KatOH(aq) d

Derajat ionisasi
Ka = Ma. 2

+ Ind(aq)

Kesetimbangan bergeser ke kiri karena H+


bertambah, sehingga warna yang muncul
adalah warna 1 (warna molekul).
HInd(aq) qe

Asam lemah
[H+] = Ma .Ka

H+(aq)
bertambah

[Mg(OH)2 ]

Semakin besar nilai Kb, maka akan semakin


kuat sifat suatu basa.

+ Ind(aq)

bertambah
Kb = Mb. 2

Asam-basa dan pasangan konjugasi memiliki


hubungan nilai tetapan ionisasi asam-basa.

Kesetimbangan bergeser ke kiri karena OHbertambah, sehingga warna yang muncul


adalah warna 1 (warna molekul).

LARUTAN ASAM-BASA

KIM 3

materi78.co.nr
Warna indikator asam-basa berubah secara
gradual dari pH ke pH dan memiliki trayek
perubahan warna.
Indikator

Trayek

Warna 1

Warna 2

Lakmus

5,5 8,0

merah

biru

Trayek perubahan warna adalah batas-batas pH


dimana indikator mengalami perubahan warna.
Macam-macam indikator asam-basa:

Campuran Indikator
ungu
Timol biru

Trayek

Warna 1

Warna 2

Campuran

1,2 2,8

merah

kuning

jingga

8,0 9,6

kuning

biru

hijau

Metil
jingga

3,1 4,4

merah

kuning

jingga

Metil
merah

4,2 6,3

merah

kuning

jingga

Bromtimol
6,0 7,6
biru

kuning

biru

hijau

Metil
kuning

2,9 4,0

merah

kuning

jingga

Bromkresol
5,2 6,8
ungu

kuning

ungu

coklat

Fenol
merah

6,8 8,4

kuning

merah

jingga

Bromkresol
3,8 5,4
hijau

kuning

biru

hijau

Fenolftalein 8,3 10,0

tak
berwarna

merah

merah
muda

Kresol
ungu

7,6 9,2

kuning

ungu

coklat

Timolftalein 9,3 10,5

tak
berwarna

biru

biru muda

Alizarin
kuning

10,0 12,0

kuning

ungu

coklat

Contoh:

Contoh:

Suatu larutan ketika dicelupkan/ditetesi indikator:

Suatu indikator memiliki trayek perubahan warna


kuning merah dengan pH 6,7 8,1. Tentukan
nilai Ka indikator tersebut!

a.

Lakmus biru berubah menjadi ungu,

b. Bromtimol biru menjadi hijau,


c.

Jawab:

Metil merah menjadi kuning,

d. Fenolftalein menjadi tak berwarna.

pH titik tengah =

Jawab:
Dari data diatas, maka pada masing-masing
indikator perkiraan pH larutan adalah:
a.

pH 5,5 8,0

c.

pH > 6,3

b. pH 6,0 7,6

d.

pH < 8,3

6,7+8,1

= 7,4
2
pKa = pH pada titik tengah
pKa = 7,4
pKa = log 10-7,4
Ka = [H+] pada titik tengah

Pilih nilai lebih dari yang terbesar, dan kurang


dari yang terkecil, sehingga perkiraan pH larutan
adalah 6,3 7,6.

[H+] = antilog(-7,4) = antilog(-8 + 0,6)


Ka = antilog(0,6) x 10-8 = 3,98 x 10-8

Warna campuran adalah gabungan warna 1 dan


warna 2, dan muncul ketika suatu larutan pHnya
berada dalam trayek perubahan warna.
Indikator asam-basa akan tepat pada warna
campuran ketika warna 1 sama dengan warna 2,
sehingga nilai tetapan ionisasi indikator:
Indikator asam-basa asam organik lemah:
-

[HInd] = [Ind-]

Ka =

[H+ ] [Ind ]
[HInd]

Ka Ind = [H+] pH titik tengah trayek


Indikator asam-basa basa organik lemah:
+

[IndOH] = [Ind+]

Kb =

[Ind ] [OH- ]
[IndOH]

Kb Ind = [OH-] pOH titik tengah trayek

LARUTAN ASAM-BASA

KIM 3

materi78.co.nr

Teori Asam-Basa
A.

Teori asam-basa Arrhenius merupakan teori


asam-basa yang pertama kali dapat diterima.

PENDAHULUAN
Konsep dasar mengenai asam dan basa:

Kekurangan teori asam-basa Arrhenius:

1) Asam adalah zat yang memiliki rasa masam


dan bersifat korosif (merusak).

1) Hanya dapat menjelaskan sifat asam-basa


apabila suatu zat dilarutkan dalam air.

2) Basa adalah zat yang memiliki rasa pahit,


melarutkan lemak, dan bersifat kaustik (licin).

2) Tidak dapat menjelaskan sifat basa amonia


dan
natrium
karbonat
yang
tidak

mengandung ion OH namun menghasilkan


ion OH ketika dilarutkan dalam air.

Konsep dasar lain mengenai asam dan basa


yang dikemukakan oleh para ilmuwan:
1) Menurut Lavoisier, zat yang menyebabkan
sifat asam adalah oksigen.

Kekuatan asam dan basa menurut teori


Arrhenius didasarkan atas [H+] dan [OH].

2) Menurut Sir H. Davy, zat yang


menyebabkan sifat asam adalah hidrogen.

1) Asam kuat memiliki [H+] yang besar, asam


lemah memiliki [H+] yang kecil.

3) Menurut Gay-Lussac, asam dan basa adalah


zat yang saling menetralkan satu sama lain.
Selanjutnya, muncul teori asam-basa yang paling
dapat diterima dan digunakan sampai sekarang.

B.

TEORI ASAM-BASA ARRHENIUS


Svante August Arrhenius mengemukakan teori
asam-basa tahun 1884.
Teori asam Arrhenius:

2) Basa kuat memiliki [OH] yang besar, basa


lemah memiliki [OH] yang kecil.

C.

TEORI ASAM-BASA BRONSTED-LOWRY


Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry
mengemukakan teori asam-basa tahun 1923.
Menurut Bronsted-Lowry, asam dan basa hanya
terionisasi dalam air karena:
1) Air menarik ion H+ sehingga membentuk ion
hidronium (H3O+),

Pembawa sifat asam adalah ion H+ dan asam


melepas ion H+ dalam air.

2) Air melepas ion H+ sehingga membentuk ion


hidroksida (OH).

Reaksi ionisasi asam dalam air:

Contoh:

H x A (aq) d xH + (aq) + A x (aq)

H+
asam

valensi asam ion sisa asam

HCl + H2O d Cl + H3O+


H+

Contoh:
HCl d H+ + Cl

Asam klorida

H2S qe 2H + S

Asam sulfida

Macam-macam asam menurut teori Arrhenius:

NH3 + H2Oqe NH4+ + OH

Teori asam-basa Bronsted-Lowry:


Asam adalah spesi atau zat yang merupakan
donor proton (H+).

1) Asam monovalen (satu valensi asam)


Contoh: HCl, HF, HBr.

Basa adalah spesi atau zat yang merupakan


akseptor proton (H+).

2) Asam polivalen (banyak valensi asam)


Contoh: H2SO4 (divalen), H3PO3 (trivalen)

Menurut teori asam-basa Bronsted-Lowry:

Teori basa Arrhenius:

1) Asam yang telah melepaskan satu proton


akan membentuk spesi atau zat yang disebut
basa konjugasi.

Pembawa sifat basa adalah ion OH dan


basa melepas ion OH dalam air.
Reaksi ionisasi basa dalam air:

Contoh:

B(OH) x (aq) d B x+ (aq) + xOH (aq)

asam

Contoh:
+

NaOH d Na + OH
2+

Magnesium hidroksida Mg(OH)2 qe Mg + 2OH

qe proton + basa konjugasi


qe

H+

Cl

H2SO4 qe

H+

HSO4

H3PO4 qe

H+

H2PO4

NH4+

H+

NH3

HCl

ion sisa basa valensi basa


Natrium hidroksida

basa

qe

LARUTAN ASAM-BASA

KIM 3

materi78.co.nr
2) Basa yang telah menerima satu proton akan
membentuk spesi atau zat yang disebut
asam konjugasi.

3) Kekuatan asam berbanding terbalik dengan


kekuatan basa konjugasinya.
4) Kekuatan basa berbanding terbalik dengan
kekuatan asam konjugasinya.

Contoh:
basa
O

+ proton qe asam konjugasi


+

qe

OH

qe

H2CO3

HCO3

Cl

H+

qe

HCl

qe

H2O

OH

Kekuatan asam dan basa menurut teori


Bronsted-Lowry bersifat relatif.

1) Jika dua larutan asam berbeda dicampurkan dengan suatu larutan basa secara
terpisah:
a.

Kelebihan teori asam-basa Bronsted-Lowry:

b. Pada asam 2, basa bersifat kuat,

1) Dapat menjelaskan sifat asam-basa zat pada


pelarut dan larutan selain air, bahkan tanpa
pelarut.

Maka asam 2 lebih kuat daripada asam 1.


2) Jika dua larutan basa berbeda dicampurkan dengan suatu larutan asam secara
terpisah:

Contoh:
H+
NH3

a.
+

basa

HCl

asam

NH4+

asam k.

Cl

Maka basa 2 lebih kuat daripada basa 1.

D.

` HNO3 + H2SO4 d H2NO3+ + HSO4


basa

asam

asam k.

basa k.

2) Dapat menjelaskan sifat asam-basa kation


dan anion.
Contoh:
H+
HClO4 + HCO3 d ClO4 + H2CO3
asam

basa

basa k.

Contoh:
Air dapat bersifat asam atau basa.
H+
+

asam

H2O
basa

NH3
basa k.

+ H3O+
asam k.

H+
HCO3 +

H2O

basa

asam

TEORI ASAM-BASA LEWIS


Gilbert N. Lewis mengemukakan teori asambasa tahun 1923.
Menurut Lewis, transfer proton terjadi karena
adanya pasangan elektron bebas pada basa, yang
kemudian akan membentuk ikatan kovalen
koordinasi dengan proton tersebut.
Teori asam-basa Lewis:
Asam adalah spesi atau zat akseptor
pasangan elektron.

asam k.

3) Dapat menjelaskan zat yang bersifat amfoter/


amfiprotik (dapat berupa asam atau basa).

d H2CO3 + OH

Pada basa 1, asam bersifat lemah,

b. Pada basa 2, asam bersifat kuat,

basa k.

H+

NH4+

Pada asam 1, basa bersifat lemah,

Basa adalah spesi atau zat donor pasangan


elektron.
Contoh:
HNO3
Asam : atom O
Basa : atom N
H2SO4
Asam : atom O

Kelemahan teori asam-basa Bronsted-Lowry


adalah tidak dapat menjelaskan sifat asam-basa
yang tidak melibatkan transfer proton.

Basa : atom S

Kekuatan asam dan basa menurut teori


Bronsted-Lowry didasarkan atas kemampuan zat
melepas dan menarik proton.

HClO4

1) Asam kuat mudah melepas proton, asam


lemah sukar melepas proton.
2) Basa kuat mudah menarik proton, basa
lemah sukar menarik proton.

Asam : atom O
Basa : atom S

..
:O:
..
.. ..
O=NOH
..
..
..
:O:
..
HOSOH
..
:O:
..
..
:O:
.. ..
H O Cl : O :
.. ..
:O:
..

LARUTAN ASAM-BASA

KIM 3

materi78.co.nr
NH3 + H+ d NH4

Kelebihan teori asam-basa Lewis:

Asam : ion H+
Basa

1) Dapat menjelaskan sifat asam-basa yang


tidak melibatkan transfer proton.

: atom N pada NH3

H
|
HN:
|
H

H+

H
|
HN: H
|
H

2) Dapat menjelaskan sifat asam-basa oksida


asam dan oksida basa.
3) Dapat menjelaskan sifat asam-basa senyawa
yang memiliki pasangan elektron bebas.

NH3 + BF3 d NH3BF3

4) Dapat menjelaskan sifat asam-basa senyawa


organik seperti protein dan DNA.

Asam : atom B pada BF3

Kekurangan teori asam-basa Lewis:

Basa

1) Hanya dapat menjelaskan sifat asam-basa zat


atau ion yang mencapai kaidah oktet.

: atom N pada NH3

H
|
HN:
|
H

F
|
+ BF
|
F

H F
| |
HN:BF
| |
H F

2) Hanya dapat menjelaskan sifat asam-basa


senyawa kovalen.

CaO + CO2 d CaCO3


Asam : atom C pada CO2
Basa

: atom O pada CaO

:O:

Ca : O : +

||

C
||

:O:

:O:
//

Ca O : C
\\
:O:

H2O + CO2 d H2CO3


Asam : atom C pada CO2
Basa

: atom O pada H2O

H
|
:O:
|
H

:O:
||
C
||
:O:

H
|
:O:
|
H

:O:
C
:O:

..
..
HOCOH
.. ..
.. ..
:O:
..

H :O:
|
/
: O :: C
\
|
:
O:
H
+

LARUTAN ASAM-BASA

KIM 3

materi78.co.nr

Titrasi Asam-Basa
A.

Jika larutan asam dan basa tepat habis bereaksi,


maka pH campuran = 7 (netral).

KEMOLARAN
Dalam asam-basa, besaran yang digunakan
adalah kemolaran benda.

Contoh:
Sebanyak 50 mL HCl 0,1 M dicampurkan dengan
50 ml NaOH 0,1 M. Tentukan pH campuran.

Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut


dari tiap liter larutan.
M=

n H+ pada HCl

M = kemolaran/molaritas (mol/L)
n = jumlah mol zat terlarut (mol)
V = volume larutan/ruangan gas (L)

n
V

n OH pada NaOH = 0,1 x 50 = 5 mmol


Jumlah mol sama, maka pH = 7.
Jika larutan asam bersisa, maka pH campuran
dihitung menggunakan [H+] sisa.

Kemolaran larutan jika kadar diketahui:


M=

= massa jenis larutan (kg/L)


K = persen kadar zat terlarut
mm = massa molar/Ar/Mr (kg)

K 10
mm

= 0,1 x 50 = 5 mmol

Contoh:
Sebanyak 50 mL HBr 0,2 M dicampurkan dengan
50 mL KOH 0,1 M. Tentukan pH campuran.

Rumus pengenceran larutan:

n H+ pada HBr

M1.V1 = M2.V2

= 0,2 x 50 = 10 mmol

n OH pada NaOH = 0,1 x 50 = 5 mmol


Jumlah mol H+ berlebih 5 mmol, maka:

B.

PH CAMPURAN

[H+] =

Konsentrasi H campuran dua larutan asam


kuat dengan pH berbeda adalah:
[H+] =

5 mmol
(50+50)mL

= 0,05 M

pH = log(5 x 10-2) = 2 log5

pH = 1,3

Jika larutan basa bersisa, maka pOH campuran


dihitung menggunakan [OH-] sisa.

n H+ total
V total

Contoh:

Contoh:

Tabung reaksi berisi 50 mL NaOH 0,48 M ditetesi


10 mL H2SO4 0,9 M. Tentukan pH campuran.

100 mL HCl pH = 4 ditetesi dengan 100 mL HCl


pH = 3. Tentukan pH campuran.
+

-1

-4

n H+ pada H2SO4

-5

= 2 x 0,9 x 10 = 18 mmol

n H pada HCl 1

= 10 x 10 = 10 mol

n OH- pada NaOH = 0,48 x 50 = 24 mmol

n H+ pada HCl 2

= 10-1 x 10-3 = 10-4 mol

Jumlah mol OH- berlebih 6 mmol, maka:

= 5,5 x 10-4 M

[OH-] =

[H+] =

-5

-4

-1

-1

(10 +10 )
(10 +10 )

pH = log(5,5 x 10-4) = 4 log5,5

[OH-] =

(50+10)mL

= 0,1 M

pOH = log(1 x 10-1) = 1

pH = 3,25

Konsentrasi OH campuran dua larutan basa


kuat dengan pH berbeda adalah:

6 mmol

pH = 14 - 1

C.

pH = 13

TITRASI ASAM-BASA
Titrasi asam-basa adalah prosedur yang
dilakukan untuk menentukan kemolaran/kadar
suatu asam/basa berdasarkan reaksi netralisasi.

n OH total
V total

Contoh:

Istilah dalam titrasi asam-basa:

10 mL NaOH 0,1 M dicampur dengan 20 mL


Ca(OH)2 0,8 M. Tentukan pH campuran.

1) Pentiter, zat yang mentitrasi suatu asambasa yang akan ditentukan kemolarannya.

n OH- pada NaOH = 0,1 x 10 = 1 mmol


n OH- pada Ca(OH)2 = 0,8 x 20 = 16 mmol
[OH-] =

15 mmol
(10 + 20)mL

= 0,5 M

3) Titik ekuivalen, titik dimana asam dan basa


tepat habis bereaksi.

-1

pOH = log(5 x 10 ) = 1 log5


pH = 14 1 + log5

2) Daerah perubahan pH drastis, daerah


dimana penambahan sedikit tetes pentiter
akan mengubah warna indikator asam-basa.

pH = 12,3

pH campuran larutan asam kuat dan basa kuat


dihitung dari jumlah ion H+ dan OH- akhir.

4) Titik akhir titrasi, titik dimana indikator


asam-basa mengalami perubahan warna.

LARUTAN ASAM-BASA

KIM 3

materi78.co.nr
Titrasi asam-basa dilakukan menggunakan
sebuah indikator asam-basa dan zat pentiter.

Prosedur titrasi (contohnya asam dengan basa):

Indikator asam-basa yang baik untuk titrasi:

1) Asam yang akan dititrasi ditetesi indikator


asam-basa secukupnya.

1) Punya trayek perubahan pH yang berada


pada atau sekitar titik ekuivalen.

2) Masukkan pentiter berupa basa setetes demi


setetes sambil menghitung.

2) Perubahan warna terlihat jelas dan tajam.

3) Ketika warna indikator berubah, hentikan


titrasi (titik akhir titrasi).

Titrasi

Kurva titrasi

Zat pentiter adalah basa kuat.

10
Asam kuat dengan
basa kuat

Keterangan

Daerah perubahan pH drastis 4 10.


pH TE = 7

pH titik ekuivalen 7.
Indikator yang dapat digunakan adalah
metil merah, bromtimol biru, dan
fenolftalein (lebih tajam).

4
pH
awal
volume basa kuat
pH
awal

Zat pentiter adalah asam kuat.

10
Basa kuat dengan
asam kuat

Daerah perubahan pH drastis 4 10.

pH TE = 7

pH titik ekuivalen 7.
Indikator yang dapat digunakan adalah
metil merah, bromtimol biru, dan
fenolftalein (lebih tajam).

volume asam kuat

7
Asam kuat dengan
basa lemah

Zat pentiter adalah basa lemah.


pH TE = 5 6

Daerah perubahan pH drastis 4 7.


pH titik ekuivalen 5 6.

Indikator yang dapat digunakan adalah


metil merah.

pH
awal
volume basa lemah
pH
awal
Basa lemah dengan
asam kuat

Zat pentiter adalah asam kuat.

Daerah perubahan pH drastis 4 7.


pH TE = 5 6

pH titik ekuivalen 5 6.
Indikator yang dapat digunakan adalah
metil merah.

volume asam kuat

LARUTAN ASAM-BASA

KIM 3

materi78.co.nr
pH
awal
10
Basa kuat dengan
asam lemah

Zat pentiter adalah asam lemah.


pH TE = 8 9

Daerah perubahan pH drastis 7 10.


pH titik ekuivalen 8 9.

Indikator yang dapat digunakan adalah


fenolftalein.
volume basa kuat

10
Asam lemah
dengan basa kuat

Zat pentiter adalah basa kuat.


pH TE = 8 9

Daerah perubahan pH drastis 7 10.


pH titik ekuivalen 8 9.

Indikator yang dapat digunakan adalah


fenolftalein.

pH
awal
volume basa kuat
Titrasi asam lemah menggunakan basa lemah
dan sebaliknya tidak dilakukan karena:
1) Perubahan pH drastis terjadi sangat singkat.
2) Tidak ada indikator yang cukup teliti untuk
mengamati perubahan.
3) Reaksi berlangsung lambat dan tidak tuntas.
Pada titrasi asam-basa, berlaku rumus titrasi:
Asam-basa monovalen dan asam-basa divalen
Ma. Va = Mb. Vb
Asam divalen-basa monovalen
2. Ma. Va = Mb. Vb
Basa divalen-asam monovalen
Ma. Va = 2. Mb. Vb

LARUTAN ASAM-BASA

KIM 3

materi78.co.nr

Reaksi dan Stoikiometri Larutan


A.

PERSAMAAN REAKSI ION


Persamaan reaksi ion adalah persamaan reaksi
yang menjelaskan bagaimana reaksi antar-ion
terjadi pada larutan elektrolit.

O. Basa +

Air

Basa

Kation

K2O

H2O

KOH

K+

Persamaan reaksi ion terdiri dari:

Li2O

H2O

LiOH

Li+

1) Persamaan reaksi ion lengkap, menjelaskan ionisasi larutan elektrolit.

Na2O

H2O

NaOH

Na+

MgO

H2O

d Mg(OH)2

Mg2+

2) Persamaan reaksi ion bersih, reaksi ion


lengkap yang tidak mengandung ion
penonton atau ion yang tidak berubah.

CaO

H2O

Ca(OH)2

Ca2+

BaO

H2O

Ba(OH)2

Ba2+

Contoh:

Contoh:

Reaksi molekul

Reaksi alumunium oksida padat dengan


asam perklorat menjadi alumunium perklorat
dan air.

Cl2O (g) + Ca(OH)2 (aq) d Ca(ClO)2 (aq) + H2O(l)


Reaksi ion lengkap
Cl2O (g) + Ca2+(aq) + 2OH (aq)
d Ca2+(aq) + 2ClO(aq) + 2H2O(l)
Reaksi ion bersih
Cl2O (g) + 2OH (aq) d 2ClO-(aq) + 2H2O(l)

B.

Contoh oksida basa (logam) dan kation yang


dibentuknya:

REAKSI LARUTAN
Reaksi larutan terjadi karena adanya molekulmolekul larutan yang terion.
Reaksi-reaksi larutan asam-basa:
1) Reaksi asam-basa (netralisasi)
Bentuk umum:

Reaksi molekul
Al2O3(s) + 6HClO4(aq) d 2Al(ClO4)3(aq) + 3H2O(l)
Reaksi ion lengkap
Al2O3(s) + 6H+(aq) + 6ClO4-(aq)
d 2Al3+(aq) + 6ClO4-(aq) + 3H2O(l)
Reaksi ion bersih
Al2O3(s) + 6H+(aq) d 2Al3+(aq) + 3H2O(l)
3) Reaksi oksida asam-basa
Bentuk umum:
Oksida Asam + Basa d Garam + Air

Asam + Basa d Garam + Air

(An)O2 + Kat+OH d Kat+An + H+OH

H+An + Kat+OH d Kat+An + H+OH

Contoh oksida asam (non-logam) dan anion


yang dibentuknya:

Asam dan basa saling meniadakan sifat dan


membentuk garam dan air yang bersifat
netral.

O. Asam +

Air

Asam

Anion

Asam monovalen (nitrogen dan halogen)


N2O3

H2O

HNO2

NO2

N2O5

H2O

HNO3

NO3

Cl2O

H2O

HClO

ClO

Reaksi molekul

Cl2O7

H2O

HClO4

ClO4

H2SO4(aq) + 2KOH(aq) d K2SO4(aq) + 2H2O(l)

Br2O3

H2O

HBrO2

BrO2

I2O5

H2O

HIO3

IO3

Contoh:
Reaksi asam sulfat dengan kalium hidroksida
membentuk kalium sulfat dan air.

Reaksi ion lengkap


2H+(aq) + SO42-(aq) + 2K+(aq) + 2OH (aq)

Asam divalen
CO2

H2O

H2CO3

CO32

Reaksi ion bersih

SO2

H2O

H2SO3

SO32

2H+(aq) + 2OH (aq) d 2H2O(l)

SO3

H2O

H2SO4

SO42

d 2K+(aq) + SO42-(aq) + 2H2O(l)

2) Reaksi oksida basa-asam


Bentuk umum:
Oksida Basa + Asam d Garam + Air
Kat+O2 + H+An d Kat+An + H+O2

Asam trivalen
P2O3

H2O

H3PO3

PO33

P2O5

H2O

H3PO4

PO43

As2O3

H2O

H3AsO3

AsO33

As2O5

H2O

H3AsO4

AsO43

REAKSI DAN STOIKIOMETRI LARUTAN

KIM 3

materi78.co.nr
Sb2O3
Sb2O5

+
+

H2O
H2O

d
d

H3SbO3

SbO33

H3SbO4

SbO43

6) Reaksi garam amonium dengan basa


menghasilkan NH3
Bentuk umum:

Contoh:
Reaksi gas dinitrogen pentaoksida dengan
kalsium hidroksida membentuk kalsium
nitrat dan air.
Reaksi molekul
N2O5(g) + Ca(OH)2 (aq) d Ca(NO3)2 (aq) + H2O(l)
Reaksi ion lengkap
N2O5(g) + Ca2+(aq) + 2OH-(aq)
d Ca2+(aq) + 2NO3-(aq) + H2O(l)

Garam Amonium + Basa


d Garam Lain + Air + NH3
NH4+An+Kat+OHdKat+An+H2O+NH3
Contoh:
Reaksi amonium klorida dengan litium
hidroksida menghasilkan larutan litium
klorida, air dan amonia.
Reaksi molekul

Reaksi ion bersih

NH4Cl (aq) + LiOH (aq) d LiCl (aq) + H2O(l) + NH3(g)

N2O5(g) + 2OH (aq) d 2NO3 (aq) + H2O(l)

Reaksi ion lengkap


NH4+(aq) + Cl (aq) + Li+(aq) + OH (aq)

4) Reaksi oksida asam-oksida basa

d Li+(aq) + Cl (aq) + H2O(l) + NH3(g)

Bentuk umum:

Reaksi ion bersih

O. Asam + O. Basa d Garam

NH4+(aq) + OH (aq) d H2O(l) + NH3(g)


7) Reaksi garam karbonat dengan asam
menghasilkan CO2

Kat+O2 + (An)O2 d Kat+An


Contoh:
Reaksi difosfor trioksida padat dengan
stronsium oksida padat menghasilkan
stronsium fosfit.
Reaksi molekul

Bentuk umum:
Garam Karbonat + Asam
d Garam Lain + Air + CO2
Kat+CO32+H+AndKat+An+H2O+CO2

P2O3 (s) + 3SrO(s) d Sr3(PO3)2 (s)


Reaksi ion lengkap
P2O3 (s) + 3SrO(s) d Sr3(PO3)2 (s)

(tetap)

Reaksi ion bersih


P2O3 (s) + 3SrO(s) d Sr3(PO3)2 (s)

(tetap)

5) Reaksi amonia dengan asam


Bentuk umum:
Amonia + Asam d Garam Amonium

Contoh:
Reaksi batu pualam (kapur) dengan asam
iodida menghasilkan kalsium iodida, air dan
karbondioksida.
Reaksi molekul
CaCO3 (s) + 2HI(aq) d CaI2 (aq) + H2O(l) + CO2(g)

NH3 + H+An d NH4+An

Reaksi ion lengkap

Contoh:

CaCO3 (s) + 2H+(aq) + 2I (aq)

Reaksi amonia dengan asam


menghasilkan amonium sulfat.

sulfat

d Ca2+(aq) + 2I (aq) + H2O(l) + CO2(g)


Reaksi ion bersih

Reaksi molekul

CaCO3 (s) + 2H+(aq) d Ca2+(aq) + H2O(l) + CO2(g)

2NH3 (g) + H2SO4 (aq) d (NH4)2SO4 (aq)

8) Reaksi garam sulfit


menghasilkan SO2

Reaksi ion lengkap


2NH3 (g) + 2H+(aq) + SO42- (aq)
d

2NH4+(aq)

dengan

asam

Bentuk umum:
+ SO4

2-

(aq)

Reaksi ion bersih


2NH3 (g) + 2H+(aq) d 2NH4+(aq)
Reaksi-reaksi
larutan
menghasilkan gas-gas:

H2CO3 d H2O+CO2
(tidak stabil)

asam-basa

yang

Garam Sulfit + Asam


d Garam Lain + Air + SO2
Kat+SO32+H+AndKat+An+H2O+SO2

H2SO3 d H2O+SO2
(tidak stabil)

REAKSI DAN STOIKIOMETRI LARUTAN

KIM 3

materi78.co.nr
Contoh:

Reaksi ion lengkap

Reaksi natrium sulfit dengan asam periodat


menghasilkan natrium periodat, air dan
belerang dioksida.

Fe(s) + 3H+(aq) + 3Cl(aq) + H+(aq) + NO3(aq)

Reaksi molekul

Fe(s) + 4H+(aq)+ NO3(aq)

d Fe3+(aq) + 3Cl(aq) + 2H2O(l) + NO (g)


Reaksi ion bersih

Na2SO3(aq) + 2HIO4(aq)

d Fe3+(aq) + 2H2O(l) + NO (g)

d 2NaIO4(aq) + H2O(l) + SO2(g)


Reaksi ion lengkap
2Na+(aq) + SO42(aq) + 2H+(aq) + 2IO4 (aq)
+

d 2Na

(aq)

2IO4 (aq)

Bentuk umum:

+ H2O(l) + SO2(g)

Reaksi ion bersih


SO42(aq) + 2H+(aq) d H2O(l) + SO2(g)
9) Reaksi garam sulfida
menghasilkan H2S

dengan

11) Reaksi logam dengan asam oksidator


menghasilkan NO atau NO2 atau SO2

asam

Logam + Asam Oksidator


d Garam + Air + Gas
Reaksi ini tergolong reaksi redoks karena
terjadi perubahan biloks.
Logam selain Pt dan Au akan membentuk
kation dengan biloks tertingginya.

Bentuk umum:
Garam Sulfida + Asam
d Garam Lain + H2S
Kat+ S2 + H+ An d Kat+ An + H+ S2
Contoh:
Reaksi besi (III) sulfida dengan asam nitrat
membentuk besi (III) nitrat dan gas hidrogen
sulfida.

Asam oksidator berupa HNO3 encer, HNO3


pekat atau H2SO4 pekat yang akan
membentuk gas:
Asam oksidator

Gas

HNO3 encer

NO

HNO3 pekat

NO2

H2SO4 pekat

SO2

Reaksi molekul

Contoh:

Fe2S3(s) + 6HNO3(aq) d 2Fe(NO3)3(aq) + 3H2S(g)

Reaksi tembaga dengan asam nitrat encer


menghasilkan tembaga (II) nitrat, air dan gas
nitrogen monoksida.

Reaksi ion lengkap


Fe2S3(s) + 6H+(aq) + 6NO3 (aq)
d 2Fe3+(aq) + 6NO3 (aq) + H2S(g)
Reaksi ion bersih
Fe2S3(s) + 6H+(aq) d 2Fe3+(aq) + H2S(g)
10) Reaksi
logam
menghasilkan NO

dengan

akuaregia

Bentuk umum:

Reaksi molekul
3Cu(s) + 8HNO3(aq)
d 3Cu(NO3)2(aq) + 4H2O(l) + 2NO(g)
Reaksi ion lengkap
3Cu(s) + 8H+(aq) + 8NO3 (aq)
d 3Cu2+(aq) + 6NO3 (aq) + 4H2O(l) + 2NO(g)
Reaksi ion bersih

Logam + Akuaregia
d Garam Klorida + Air + NO
Reaksi ini tergolong reaksi redoks karena
terjadi perubahan biloks.
Logam apapun akan membentuk kation
dengan biloks tertingginya.
Akuaregia adalah larutan yang merupakan
campuran antara HCl pekat dan HNO3 pekat
dengan perbandingan 3 : 1.
Contoh:
Reaksi besi dengan akuaregia membentuk
larutan besi (III) klorida, air dan gas nitrogen
oksida.
Reaksi molekul
Fe(s) + 3HCl(aq) + HNO3(aq)
d FeCl3(aq) + 2H2O(l) + NO (g)

3Cu(s) + 8H+(aq) + 2NO3 (aq)


d 3Cu2+(aq) + 4H2O(l) + 2NO(g)
12) Reaksi bukan logam mulia dengan asam
non-oksidator menghasilkan H2
Bentuk umum:
Bukan L. Mulia + A. Non-Oksidator
d Garam + H2
Reaksi ini tergolong reaksi redoks karena
terjadi perubahan biloks.
Logam selain logam mulia (selain Cu, Hg, Ag,
Pt, Au) akan membentuk kation dengan
biloks terendahnya.
Asam non-oksidator adalah asam selain
HNO3 encer, HNO3 pekat dan H2SO4 pekat,
biasanya berupa asam kuat encer (misalnya
HCl encer atau H2SO4 encer).

REAKSI DAN STOIKIOMETRI LARUTAN

KIM 3

materi78.co.nr
Contoh:

15) Reaksi garam dengan garam

Reaksi alumunium dengan asam sulfat encer


membentuk larutan alumunium sulfat dan
gas hidrogen.

Bentuk umum:
Garam 1 + Garam 2 d Garam 3 + Garam 4

Reaksi molekul

Garam 3 dan/atau basa 4 harus


mengendap.

2Al(s) + 3H2SO4(aq) d Al2(SO4)3(aq) + 3H2 (g)


Reaksi ion lengkap
2Al(s) + 6H+(aq) + 3SO42 (aq)
d 2Al3+(aq) + 3SO42 (aq)+ 3H2(g)
Reaksi ion bersih
2Al(s) + 6H+(aq) d 2Al3+(aq) + 3H2(g)
Reaksi-reaksi
larutan
asam-basa
yang
menghasilkan endapan, dan merupakan reaksi
dekomposisi rangkap:
13) Reaksi garam dengan asam
Bentuk umum:
Garam 1 + Asam 1 d Garam 2 + Asam 2
Garam 2 harus mengendap.

Contoh:
Reaksi timbal (II) nitrat dengan kalium iodida
menghasilkan timbal (II) iodida dan larutan
kalium nitrat.
Reaksi molekul
Pb(NO3)2 (aq) + 2KI(aq) d PbI2(s) + 2KNO3 (aq)
Reaksi ion lengkap
Pb2+(aq) + 2NO3 (aq) + 2K+(aq) + 2I (aq)
d PbI2 (s) + 2K+(aq) + 2NO3 (aq)
Reaksi ion bersih
Pb2+(aq) + 2I (aq) d PbI2 (s)
16) Reaksi pendesakan logam
Bentuk umum:

Contoh:

Logam 1 + Ion Logam 2


d Ion Logam 1 + Logam 2

Reaksi perak nitrat dengan asam bromida


menghasilkan perak bromida padat dan
asam nitrat.

Logam 1 harus lebih kuat mendesak


logam 2.

Reaksi molekul
AgNO3 (aq) + HBr(aq) d AgBr(s) + HNO3(aq)

Logam 1 harus berada di sebelah kiri


logam 2 pada deret Volta.

Reaksi ion lengkap


Ag+(aq) + NO3 (aq) + H+(aq) + Br (aq)
d AgBr(s) + H+(aq) + NO3 (aq)
Reaksi ion bersih
Ag+(aq) + Br (aq) d AgBr(s)
14) Reaksi garam dengan basa
Bentuk umum:

Contoh:
Reaksi logam magnesium dengan larutan
fero
klorida
menghasilkan
larutan
magnesium klorida dan logam besi.
Reaksi molekul
Mg (s) + FeCl2(aq) d MgCl2(aq) + Fe (s)

Garam 1 + Basa 1 d Garam 2 + Basa 2


Garam 2 dan/atau basa 2 harus
mengendap.
Contoh:

Reaksi ion lengkap


Mg (s) + Fe2+(aq) + 2Cl (aq)
d Mg2+(aq) + 2Cl (aq) + Fe (s)
Reaksi ion bersih
Mg (s) + Fe2+(aq) d Mg2+(aq) + Fe (s)

Reaksi tembaga (II) sulfat dengan stronsium


hidroksida menghasilkan tembaga (II)
hidroksida dan stronsium sulfat padat.
Reaksi molekul
CuSO4 (aq) + Sr(OH)2(aq) d Cu(OH)2(s) + SrSO4 (s)
Reaksi ion lengkap

Aturan kelarutan senyawa mudah larut:


Ion

Kelarutan

Pengecualian
pasangan ion

H+ (asam)

larut

larut

NO3 , ClO3 ,
ClO4, CH3COO,

larut

larut

ion gol IIA, Pb2+

Cl, Br, I

larut

Cu2+, Hg22+, Ag+

SO42

larut

Sr2+, Ba2+, Pb2+

Na , K ,

NH4+

Cu2+(aq) + SO42 (aq) + Sr2+(aq) + 2OH (aq)


d Cu(OH)2(s) + SrSO4 (s)
Reaksi ion bersih
Cu2+(aq) + SO42 (aq) + Sr2+(aq) + 2OH (aq)
d Cu(OH)2(s) + SrSO4 (s) (tetap)

REAKSI DAN STOIKIOMETRI LARUTAN

KIM 3

materi78.co.nr
Aturan kelarutan senyawa sukar larut:
Ion

Kelarutan

Pengecualian
pasangan ion

OH (basa)

sukar larut

ion gol IA, Ca2+,


Sr2+, Ba2+

O2, PO33, PO43,


CO32, CrO42,
sukar larut
2
C2O4

ion gol IA, NH4+

S2

C.

sukar larut

ion gol IA-IIA,


NH4+

STOIKIOMETRI LARUTAN
PARTIKEL

x mm

:V

MOLARITAS

:L

MOL

22,4 (STP)
24 (RTP)

: mm

MASSA

: 22,4 (STP)

c.

Maka pereaksi pembatasnya adalah NaCl, sedangkan


larutan bersisanya adalah Pb(NO3)2.
Pb(NO3)2 + 2NaCl d PbCl2 + 2NaNO3
M
0,02
0,02
R
0,01
0,02
0,01
0,01
S
0,01
0
0,01
0,01
m Pb(NO3)2 sisa = 0,01 x (207+2.14+6.16) = 3,31 gr
m PbCl2 = 0,01 x (207 + 35,5.2) = 2,78 gr
Reaksi antara cuplikan logam dengan larutan
10 gr cuplikan logam Al berkadar 54% habis bereaksi
dengan asam sulfat 2 M, tentukan:
a. Persamaan reaksi molekul yang setara
b. Jumlah mol Al murni
c. Volume asam sulfat
d. Massa garam yang terbentuk
e. Volume gas yang dihasilkan pada RTP
(Ar Al = 27, S = 32, O = 16)
Jawab:
a. 2Al(s) + 3H2SO4(aq) d Al2(SO4)3(aq) + 3H2(g)
b. n Al murni = 54%
c.

: 24 (RTP)
d.

VOLUME

10
27

= 0,2 mol

3
0,2 = 0,3 mol
2
0,3
V H2SO4 =
= 0,15 L = 150 mL
2
1
n Al2(SO4)3 = x 0,2 = 0,1 mol
2

n H2SO4 =

m Al2(SO4)3 = 0,1 (2.27 + 3.32 + 12.16) = 34,2 gr


3
2

Konsep dasar dalam stoikiometri larutan:

e.

1) Perbandingan koefisien adalah per-bandingan


jumlah mol zat dalam reaksi.

V H2 = 0,3 x 24 = 7,2 L
Reaksi antara cuplikan garam dengan larutan
Sampel pualam seberat x gr dilarutkan ke dalam HCl
1,5 M, dihasilkan 6 L gas yang diukur pada (p,t) dimana
massa 1,5 L amonia adalah 0,85 gr. Tentukan:
a. Persamaan reaksi molekul setara
b. Jumlah mol gas yang dihasilkan
c. Nilai x jika sampel pualam murni dan 80%
d. Massa garam yang terbentuk
(Ar Ca = 40, Cl = 35,5, C = 12)
Jawab:
a. CaCO3(s) + 2HCl(aq) d CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)

2) Segala satuan ukuran zat harus di-konversikan ke


dalam mol.
3) Kemolaran
larutan
adalah
angka
yang
menunjukkan banyaknya mol dalam 1 liter larutan.
Jumlah mol dalam larutan dapat dihitung dengan:
n = jumlah mol (mol)
V = volume (L)
M = kemolaran (M)

n = V.M

Beberapa contoh stoikiometri larutan:


Reaksi antar larutan
100 mL timbal (II) nitrat 0,2 M direaksikan dengan 100
mL natrium klorida 0,2 M, tentukan:
a. Persamaan reaksi molekul yang setara
b. Larutan yang bersisa dan jumlah sisanya
c. Massa garam yang mengendap
(Ar Pb = 207, N = 14, Na = 23, Cl = 35,5)
Jawab:
a. Pb(NO3)2(aq) + 2NaCl(aq)
d PbCl2(s) + 2NaNO3(aq)

b.

n Pb(NO3 )2
koef Pb(NO3 )2

n NaCl
koef NaCl

0,1 0,2 0,1 0,2


:
1
2

= 0,02 : 0,01

n H2 = x 0,2 = 0,3 mol

b.

n CO2
n NH3
=
V CO2
V NH3

c.

x murni = 0,2 x (40+12+3.16) = 20 gr


x 80% =

0,2 100
80%

n CO2
0,85/17
=
6
1,5

n CO2 = 0,2 mol

= 25 gr

d. m CaCl2 = 0,2 x 111 = 22,2 gr


Reaksi antara campuran logam dengan larutan
Soal 1: Campuran Al dan Cu seberat 10 gr dilarutkan
dengan larutan HI 0,75 M, dihasilkan 7,2 L gas pada
keadaan RTP, tentukan:
a. Persamaan reaksi molekul setara
b. Jumlah mol gas yang dihasilkan
c. Massa dan presentase tiap logam
(Ar Al = 27, Cu = 63,5, I = 127)

REAKSI DAN STOIKIOMETRI LARUTAN

KIM 3

materi78.co.nr
Jawab:
a. 6Cu(s) + 6HI(aq) sd
2Al(s) + 6HI(aq) d 2AlI3(aq) + 3H2(g)
b.

n H2 =

c.

n Al =

7,2
= 0,3
24
2
x 0,3 =
3

mol
0,2 mol

m Al = 0,2 x 27 = 5,4 gr
% Al =

5,4
10

x 100% = 54%

m Cu = 10 5,4 gr = 4,6 gr
% Cu = 100% - 54% = 46%
Soal 2: 10,2 gram campuran Al dan Mg habis bereaksi
dengan 250 mL larutan asam sulfat 2 M, tentukan:
a. Persamaan reaksi molekul setara
b. Total mol larutan asam sulfat
c. Massa dan presentase alumunium
d. Massa garam yang dihasilkan tiap logam
e. Volume gas yang dihasilkan pada 127oC dan 2 atm
(Ar Al = 27, Mg = 24, S = 32, O = 16)
Jawab:
a. Reaksi 1
2Al(s) + 3H2SO4(aq) d Al2(SO4)3(aq) + 3H2(g)
Reaksi 2
Mg(s) + H2SO4(aq) d MgSO4(aq) + H2(g)
m campuran = 10,2 gr
m Al = a gr
m Mg = 10,2 a gr
n Al =
b.
c.

a
27

mol

n Mg =

10,2 - a
24

mol

n H2SO4 = 0,25 x 2 = 0,5 mol


Nilai a dapat dihitung dari:
3
a
a
= mol
2 27
18
10,2 - a
mol
24

n H2SO4 R.1 = x
n H2SO4 R.2 =
Maka,
a
18

10,2 - a
24

= 0,5

Jadi,

m Al = a = 5,4 gr

d.

5,4
10,2

x 100% = 52,94%

n Al2(SO4)3 =

1
2

5,4
27

= 0,1 mol

m Al2(SO4)3 = 0,1 x (2.27+3.32+12.16)


= 0,1 x 342 = 34,2 gr
n MgSO4 =

4,8
24

= 0,2 mol

m MgSO4 = 0,2 x (24+32+4.16)


= 0,2 x 120 = 24 gr
e.

3
2

n H2 R.1 = x 0,2 = 0,3 mol


n H2 R.2 = 0,2 mol
V H2 =

0,5 0,082 400


2

n H2 total = 0,5 mol


= 8,2 L

a
104

n NaHSO3 =

mol

n Na2SO3 =

33,4 - a
126

mol

b. n HI = 0,2 x 2 = 0,4 mol


c. Nilai a dapat dihitung dari:
n HI R.1 =

a
104

n HI R.2 = 2 x

mol
33,4 - a
126

33,4 - a
63

mol

Maka,
a
104

33,4 - a
63

= 0,4

63a + 104(33,4 a) = 2620,8


63a + 3473,6 104a = 2620,8
41a = 852,8
a = 20,8
Jadi,
m NaHSO3 = a = 20,8 gr
% NaHSO3 =

20,8
33,4

x 100% = 62,27%

m Na2SO3 = 33,4 a = 12,6 gr


% Na2SO3 =

4a + 3(10,2 a) = 36
4a + 30,6 3a = 36
a = 36 30,6 = 5,4

% Al =

Reaksi antara campuran garam dengan larutan


Campuran NaHSO3 (Mr = 104) dan Na2SO3 (Mr = 126)
sebanyak 33,4 gr larut sempurna dalam 200 mL asam
iodida 2 M, tentukan:
a. Persamaan reaksi lengkap setara tiap garam
b. Total mol asam iodida
c. Massa tiap garam dalam campuran
d. Massa garam yang dihasilkan
Jawab:
a. Reaksi 1
NaHSO3(aq) + HI(aq) d NaI(aq) + H2O(l) + SO2(g)
Reaksi 2
Na2SO3(aq) + 2HI(aq) d 2NaI(aq) + H2O(l) + SO2(g)
m campuran = 33,4 gr
m NaHSO3 = a gr
m Na2SO3 = 33,4 a gr

12,6
33,4

x 100% = 37,73%

d. n NaI = n HI = 0,4 mol


m NaI = 0,4 x 150 = 60 gr
Reaksi antara garam dengan larutan
Ke dalam 200 mL larutan amonium fosfat 0,1 M
dimasukkan serbuk stronsium hidroksida sampai habis
seluruhnya.
Tentukan:
a. Persamaan reaksi lengkap setara
b. Jumlah mol amonium fosfat
c. Massa stronsium hidroksida
d. Volume gas yang dihasilkan pada 2 atm dan 100 K
Jawab:
a. 2(NH4)3PO4(aq) + 3Sr(OH)2(s)
d Sr3(PO4)2(s) + 6H2O(l) + 6NH3(g)
b. n (NH4)3PO4 = 0,2 x 0,1 = 0,02 mol
c. n Sr(OH)2 = 0,03 mol
m Sr(OH)2 = 0,03 x (88 + 16.2 + 2) = 3,75 gr
d. V NH3 =

0,06 0,082 100


2

= 0,246 L = 246 mL

REAKSI DAN STOIKIOMETRI LARUTAN

KIM 3

materi78.co.nr

Larutan Penyangga
A.

b. Jika ditambahkan HCl 0,1 M 2mL

PENDAHULUAN

Asam akan bereaksi dengan HS- (basa),

Larutan penyangga (buffer/dapar) adalah


larutan yang dapat mempertahankan nilai pH
tertentu walaupun diberi zat lain.

B.

HS-(aq) +

LARUTAN PENYANGGA ASAM


Larutan penyangga asam dapat mempertahankan pH < 7, tersusun atas campuran:

10 mmol

0,2 mmol

10 mmol

0,2 mmol

0,2 mmol

0,2 mmol

9,8 mmol

10,2 mmol

10,2
9,8

= 1,04 x 10-6

pH = log1,04 x 10-6

Contoh: CH3COOH dengan CH3COONa

c.

2) Asam lemah dan basa konjugasinya

pH = 5,98

Jika ditetesi KOH 0,1 M 3 mL


Basa akan bereaksi dengan H2S (asam),

Contoh: CH3COOH dengan CH3COO

H2S(aq)+ OH-(aq)d HS-(aq) + H2O(l)

Larutan penyangga asam dapat dibuat dengan


mereaksikan asam lemah dengan basa kuat.

M 10 mmol 0,3 mmol 10 mmol


R 0,3 mmol 0,3 mmol 0,3 mmol 0,3 mmol

Reaksi tersebut akan menghasilkan garam atau


basa konjugasi, menghabiskan basa kuat dan
menyisakan asam lemah.

S 9,7 mmol
[H+] = 10-6 x

Contoh:
Larutan penyangga dari 100 mL H2CO3 0,3 M dan
100 mL NaOH 0,1 M,
H2CO3 + NaOH qe NaHCO3 +

[H+] = 10-6 x

1) Asam lemah dan garamnya

H+(aq) d H2S(aq)

H2O

9,7
10,3

10,3 mmol 0,3 mmol

= 9,4 x 10-7

pH = log9,4 x 10-7

C.

pH = 6,02

LARUTAN PENYANGGA BASA


Larutan penyangga basa dapat mempertahankan pH > 7, tersusun atas campuran:

M 30 mmol

10 mmol

R 10 mmol

10 mmol

10 mmol

10 mmol

1) Basa lemah dan garamnya

St 20 mmol

10 mmol

10 mmol

Contoh: NH3 dengan NH4Cl.

Cara larutan penyangga asam menjaga pH:

2) Basa lemah dan asam konjugasinya


Contoh: NH3 dengan NH4+

1) Pada penambahan asam (penambahan H+),


kesetimbangan bergeser ke kiri, asam bereaksi dengan basa membentuk asam lemah.

Larutan penyangga basa dapat dibuat dengan


mereaksikan asam kuat dengan basa lemah.

2) Pada penambahan basa (penambahan OH-),


kesetimbangan bergeser ke kanan, basa
bereaksi dengan asam membentuk air.

Reaksi tersebut akan menghasilkan garam atau


asam konjugasi, menghabiskan asam kuat dan
menyisakan basa lemah.

Konsentrasi H+ dalam larutan penyangga asam:

Contoh:

Garam dari asam dan basa monovalen/divalen

Larutan penyangga dari 250 mL NH3 0,1 M dan


100 mL HCl 0,1 M,

[H+] = Ka.

Ma

[H+] = Ka.

Mg

na

NH3

ng

Garam dengan asam atau basa divalen


[H+] = Ka.

Ma

[H+] = Ka.

2. Mg

na
2. n g

Contoh:
100 mL larutan penyangga mengandung 10
mmol H2S dan HS-. (Ka H2S = 1 x 10-6).
Tentukan pH larutan:
a.

pH larutan penyangga
[H+] = 10-6 x

10
10

pH = log10-6

HCl

qe

NH4Cl

25 mmol

10 mmol

10 mmol

10 mmol

10 mmol

St

15 mmol

10 mmol

Cara larutan penyangga basa menjaga pH:


1) Pada penambahan asam (penambahan H+),
kesetimbangan bergeser ke kanan, asam bereaksi dengan basa membentuk asam lemah.
2) Pada penambahan basa (penambahan OH-),
kesetimbangan bergeser ke kiri, basa
bereaksi dengan asam membentuk air.

= 10-6
pH = 6

LARUTAN PENYANGGA

KIM 3

materi78.co.nr
Konsentrasi OH- dalam larutan penyangga basa:
Garam dari asam dan basa monovalen/divalen
-

[OH ] = Kb.

Mb

[OH ] = Kb.

Mg

Mb
2. Mg

3) Kultur jaringan
nb

2. n g

Contoh:
100 mL larutan penyangga mengandung NH3
dan NH4Cl yang keduanya 0,1 M. (Kb NH3 = 10-5).
Tentukan pH larutan:
a.

10
10

= 10-5

pOH = log10-5 = 5

pH = 9

b. Jika ditambahkan HCl 0,1 M 3 mL


Asam akan bereaksi dengan NH3 (basa),
NH3(aq) +
M

5) Cocok tanam hidroponik


Larutan penyangga terdapat dalam tubuh
manusia yang berfungsi menjadi keseimbangan
pH tubuh, terdapat pada cairan intrasel dan
cairan ekstrasel (misalnya darah dan air liur).
Macam-macam larutan penyangga dalam tubuh:

H (aq) d

NH4+(aq)

HPO4-(aq) + H+(aq) d H2PO4-(aq)


Pada kenaikan pH tubuh
H2PO4-(aq) + OH-(aq) d HPO4-(aq) + H2O(l)
2) Penyangga karbonat tersusun atas H2CO3
dan HCO3- dan berada pada darah.

0,3 mmol

0,3 mmol

0,3 mmol

0,3 mmol

Pada penurunan pH tubuh

9,7 mmol

10,3 mmol

HCO3-(aq) + H+(aq) d H2CO3(aq)

10,3
9,7

10 mmol

Pada penurunan pH tubuh

10 mmol

[OH-] = 10-5 x

= 1,06 x 10-5

pOH = log1,06 x 10-5 = 4,97


pH = 9,03
c.

4) Obat tablet dan cair

1) Penyangga fosfat tersusun atas H2PO4- dan


HPO42- dan berada pada seluruh cairan
tubuh.

pH larutan penyangga
[OH-] = 10-5 x

Larutan penyangga digunakan dalam:


2) Laboratorium bakteriologi

ng

[OH-] = Kb.

FUNGSI LARUTAN PENYANGGA


1) Analisis zat kimia dan biokimia

nb

Garam dengan asam atau basa divalen


[OH-] = Kb.

D.

Jika ditetesi KOH 0,1 M 4 mL


Basa akan bereaksi dengan NH4+ (asam),
NH4+(aq)+OH-(aq)d NH3(aq) + H2O(l)
M 10 mmol 0,4 mmol 10 mmol
R 0,4 mmol 0,4 mmol 0,4 mmol 0,4 mmol
S 9,6 mmol
[OH-] = 10-5 x

9,6
10,4

10,4 mmol 0,4 mmol

= 9,23 x 10-6

pOH = log9,23 x 10-6 = 5,03


pH = 8,97

Pada kenaikan pH tubuh


H2CO3(aq) + OH-(aq) d HCO3-(aq) + H2O(l)
3) Penyangga hemoglobin tersusun atas HHb
dan HbO2 dan berada pada darah.
Kesetimbangan hemoglobin
HHb(aq) + O2(aq) d HbO2(aq) + H+(aq)
Tanpa larutan penyangga, tubuh manusia
dapat mengalami asidosis dan alkalosis yang
menyebabkan kerusakan jaringan dan organ.
Asidosis adalah penurunan pH darah yang
disebabkan oleh metabolisme tubuh yang terlalu
tinggi karena diabetes mellitus, penyakit ginjal,
diare, dan konsumsi makanan berprotein
berlebihan.
Alkalosis adalah peningkatan pH darah yang
disebabkan hiperventilasi karena sedikitnya
kadar oksigen di lingkungan, dan gas
karbondioksida yang dilepas terlalu banyak.

LARUTAN PENYANGGA

KIM 3

materi78.co.nr

Larutan Garam dan Hidrolisis


A.

Contoh:

PENDAHULUAN

terhidrolisis

Garam adalah zat yang dihasilkan dari reaksi


netralisasi asam dan basa.

terion

NH4Cl(aq) + H2O(l) qe NH4OH(aq) +H+(aq) + Cl-(aq)

Hidrolisis garam adalah reaksi peruraian yang


terjadi antara kation dan anion garam dengan air
dalam suatu larutan.

Cl-(aq) + H2O(l) sd
NH4+(aq) + H2O(l) qe NH4OH(aq) + H+(aq)

Macam-macam garam:
1) Garam dari asam kuat dan basa kuat,
bersifat netral (pH = 7).

asam
Hidrolisis garam dari basa kuat dan asam lemah
terhidrolisis sebagian (anion), dan garam bersifat
basa.

Contoh: NaCl, KCl, K2SO4, Ca(NO3)2.


2) Garam dari asam kuat dan basa lemah,
bersifat asam (pH < 7).

Contoh:

Contoh: Zn(ClO4)2, NH4Cl, AlCl3, Fe(NO3)3.

terhidrolisis

3) Garam dari basa kuat dan asam lemah,


bersifat basa (pH > 7).

terion

HCOONa(aq)+H2O(l) qe HCOOH(aq)+Na+(aq)+OH-(aq)

Contoh: Na2SO3, KCN, Na2CO3, (CH3COO)2Ca.

Na+(aq) + H2O(l) sd

4) Garam dari asam lemah dan basa lemah,


sifat bergantung pada Ka dan Kb.

HCOO-(aq) + H2O(l) qe HCOOH(aq) + OH-(aq)

Contoh: Zn(NO2)2, CH3COONH4, Fe3(PO4)2.

B.

basa

HIDROLISIS GARAM

Hidrolisis garam dari asam lemah dan basa


lemah terhidrolisis sempurna/total, dan garam
sifatnya bergantung pada Ka dan Kb.

Hidrolisis garam adalah reaksi peruraian yang


terjadi antara kation dan anion garam dengan air
dalam suatu larutan.

Contoh:

Hidrolisis garam:

terhidrolisis terhidrolisis

1) Menghasilkan asam dan basa pembentuk


garam.

Zn(NO2)2(aq) + 2H2O(l) qe Zn(OH)2(aq) + 2HNO2(aq)

2) Kation dan anion dari asam-basa kuat tidak


dapat terhidrolisis karena terion sempurna.

1) Jika Ka = Kb, maka garam bersifat netral.

3) Garam tidak terhidrolisis jika tidak ada kation


maupun anion yang bereaksi.

3) Jika Kb > Ka, maka garam bersifat basa.

4) Garam terhidrolisis sebagian jika salah satu


kation atau anion bereaksi.
5) Garam terhidrolisis sempurna jika kation dan
anion bereaksi.
Hidrolisis garam dari asam kuat dan basa kuat
tidak terhidrolisis, dan garam bersifat netral.
Contoh:
terion
+

KCl(aq) + H2O(l) qe K

(aq)

+ OH (aq) +H

(aq)

C.

PH LARUTAN GARAM
pH larutan garam dari asam dan basa kuat yang
tepat habis bereaksi adalah pH = 7.
pH larutan garam dari asam dan basa bukan
kuat dihitung dengan tetapan hidrolisis (Kh), dan
tetapan ionisasi asam dan basa (Ka dan Kb).
Garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat
asam atau pH < 7.

terion
-

2) Jika Ka > Kb, maka garam bersifat asam.

+ Cl (aq)

Konsentrasi H+
[H+] = Kh Mg

netral
Cl (aq) + H2O(l) sd
-

K+(aq) + H2O(l) sd

[H+] =

Tetapan hidrolisis
Kh =

Kw
Kb

Kw Mg
Kb

Hidrolisis garam dari asam kuat dan basa lemah


terhidrolisis sebagian (kation), dan garam bersifat
asam.

LARUTAN GARAM

KIM 3

materi78.co.nr
Jika garam berasal dari kation atau anion yang
salah satunya bervalensi dua, maka:

[H ] = Kh 2. Mg

[H+] =

Kw 2. Mg
Kb

Garam dari basa kuat dan asam lemah bersifat


basa atau pH > 7.
Konsentrasi OH-

Tetapan hidrolisis

[OH-] = Kh Mg

[OH-] =

Kh =

Kw
Ka

Kw Mg
Ka

Jika garam berasal dari kation atau anion yang


salah satunya bervalensi dua, maka:

[OH ] = Kh 2. Mg

[OH-) =

Kw 2. Mg
Ka

Garam dari asam lemah dan basa lemah:


Jika Ka = Kb
Maka garam bersifat netral atau pH = 7.
Jika Ka > Kb
Maka garam bersifat asam atau pH < 7.
[H+] =

Kw Ka
Kb

Jika Kb > Ka
Maka garam bersifat basa atau pH > 7.
[OH-] =

Kw Kb
Ka

Derajat hidrolisis adalah derajat yang


menunjukkan tingkat kesempurnaan hidrolisis.

Kw
Ka Mg

Kw
Kb Mg

LARUTAN GARAM

KIM 3

materi78.co.nr

Kelarutan
A.

Contoh:

PENDAHULUAN
Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang
dapat larut dalam sejumlah pelarut tertentu.

Tentukan kelarutan AgCl jika diketahui Ksp AgCl


adalah 1 x 10-10!

Kelarutan dapat dihitung:

Jawab:

s=

n
V

Ksp AgCl = 10-10 = s2

s = kelarutan (M)
n = jumlah mol terlarut (mol)
V = volume pelarut (L)

Contoh:
Diketahui Ksp Fe(OH)2 adalah 1,08 x 10-13, maka
pH larutan jenuh Fe(OH)2 adalah?

Semakin besar nilai kelarutan suatu zat, maka


semakin mudah larut zat tersebut dalam pelarut
tertentu.

B.

Konstanta hasil kali kelarutan (Ksp) adalah


tetapan kesetimbangan yang terdapat pada basa
dan garam yang sukar larut.
Pelarutan zat tergolong reaksi kesetimbangan
yang terjadi antara zat padat dengan ionnya.
Bentuk umum konstanta hasil kali kelarutan:
Ksp = [Kat+][An]
Contoh:
Konstanta hasil kali kelarutan CaCO3 adalah:
CaCO3(aq) qe Ca2+(aq) + CO32-(aq)
Ksp CaCO3 = [Ca

][CO32-]

Konstanta hasil kali kelarutan akan berubah


bila suhu diubah, dan tetap bila suhu tidak
berubah.

C.

Jawab:
1,08 x 10-13 = 4s3

HUBUNGAN KELARUTAN DENGAN


KONSTANTA HASIL KALI KELARUTAN
Nilai
konstanta
hasil
kali
dipengaruhi oleh nilai kelarutan zat.

kelarutan

Hubungan kelarutan dengan Ksp dalam


berbagai jenis basa dan garam sukar larut:
Nilai Ksp

Reaksi pelarutan
AB(s) qe A+ + BAB(s) qe A2+ + B2-

Ksp = s2

AB(s) qe A2+ + B2Ksp = 4s3

Ksp = 27s

Ksp = 108s5

A2B(s) qe 2A+ + B2AB2(s) qe A2+ + 2B-

s = 3 x 10-5 M

[OH-] = 2s = 2 x 3 x 10-5 = 6 x 10-5 M

KONSTANTA HASIL KALI KELARUTAN

2+

s AgCl = 10-5 M

pOH = 5 log6
pH = 9 + log6

D.

pH = 9,7

HUBUNGAN KELARUTAN DENGAN ION


SENAMA DAN PH
Kelarutan zat dipengaruhi oleh ion penyusun
pelarut.
Kelarutan zat pada pelarut yang mengandung
ion senama dengan zat akan memperkecil
kelarutan karena menggeser kesetimbangan.
Contoh:
Kelarutan AgCl pada NaCl dipengaruhi ion Cl-,
AgCl(s)

qe

Ag+(aq)

Cl(aq)

NaCl(aq)

Na+(aq)

Cl(aq)
bertambah

Kesetimbangan bergeser ke kiri karena Clbertambah, sehingga lebih banyak AgCl yang
mengendap dalam NaCl dibanding dalam air.
Nilai kelarutan ion senama dari zat yang
dilarutkan diabaikan karena nilainya kecil, dan
yang digunakan adalah konsentrasi ion senama
dari pelarut.
Contoh:
Jika Ksp PbCl2 = 1,7 x 10-5, berapa kelarutan PbCl2
dalam HCl 0,1 M?
PbCl2(s) qe Pb2+(aq) + 2Cl-(aq)
s
s
2s
+
HCl(aq) sd H (aq) + Cl-(aq)
0,1 M
0,1 M 0,1 M
[Cl-] = 2s + 0,1 0,1 (nilai s sangat kecil)
Ksp = [Pb2+][Cl-]2

A3B(s) qe 3A+ + B3-

1,7 x 10-5 = s x (0,1)2

AB3(s) qe A3+ + 3B-

Kelarutan zat juga dipengaruhi oleh pH larutan,


yaitu dipengaruhi oleh ion OH-.

A2B3(s) qe 2A3+ + 3B2-

Zat-zat yang kelarutannya dipengaruhi oleh pH:

A3B2(s) qe 3A2+ + 2B3-

1) Basa mudah larut dalam larutan netral dan


asam.

KELARUTAN

s = 1,7 x 10-3 M

KIM 3

materi78.co.nr
2) Garam dari asam lemah mudah larut dalam
asam kuat.

Konstanta hasil kali kelarutan juga dapat


meramalkan pengendapan.

3) Garam dari basa lemah mudah larut dalam


basa kuat.

Bila dua larutan dicampurkan, maka akan


terbentuk
basa/garam
yang
akan
larut/mengendap yang dapat dicek dengan
kuosien reaksi (Qc).

Kelarutan basa pada


memperkecil kelarutan
kesetimbangan.

pelarut
karena

basa akan
menggeser

Kuosien reaksi (Qc) adalah nilai yang bentuk


persamaannya sama dengan tetapan hasil kali
kelarutan (Ksp).

Contoh:
Kelarutan Fe(OH)2 pada NaOH,
Fe(OH)2(s) qe
d

NaOH(aq)

Fe2+(aq)

2OH(aq)

Na+(aq)

OH(aq)

Qc = [Kat+][An-]

bertambah
-

Kesetimbangan bergeser ke kiri karena OH


bertambah, sehingga lebih banyak Fe(OH)2 yang
mengendap dalam NaOH dibanding dalam air.
Kelarutan garam pada pelarut basa akan
memperkecil kelarutan karena reaksi hidrolisis
garam menggeser kesetimbangan.
Contoh:
Kelarutan BaCO3 pada NaOH,
CO32-(aq) + H2O(l) qe HCO3-(aq) + OH(aq)
Na+(aq) + OH(aq)

NaOH(aq) d

bertambah
Kesetimbangan bergeser ke kiri karena OHbertambah, sehingga lebih banyak BaCO3 yang
mengendap dalam NaOH dibanding dalam air.
Nilai kelarutan OH- dari zat yang dilarutkan
diabaikan karena nilainya kecil, dan yang
digunakan adalah konsentrasi OH- dari pelarut.

Makna nilai kuosien reaksi:


1) Jika Qc = Ksp, berarti larutan tepat jenuh
(akan mengendap).
2) Jika Qc < Ksp, berarti larutan tidak/belum
mengendap.
3) Jika Qc > Ksp,
pengendapan.

berarti

telah

Contoh:
Basa Mg(OH)2 mempunyai Ksp = 10-15. Apakah
terbentuk endapan Mg(OH)2 jika 50 mL MgSO4
0,01 M dicampur dengan 50 mL NH4OH 0,1 M?
(Kb NH4OH = 10-5)
Jawab:
Reaksi 1:
MgSO4(aq) d Mg2+(aq) + SO42-(aq)
n Mg2+ = 50 x 0,01 = 0,5 mmol

Larutan jenuh Mg(OH)2 memiliki pH 10. Tentukan


kelarutannya dalam larutan dengan pH 12.

[Mg2+] = 0,5 : (50 + 50) = 5 x 10-3 M

2s

[OH-] Mg(OH)2 = 10-4 M


2s = 10

-4

s = 5 x 10 (pada air)
-5 3

Ksp Mg(OH)2 = 4s = 4 x (5 x 10 )
Ksp Mg(OH)2 = 5 x 10-13

[OH-] = 2s + 0,01 0,01 (nilai s sangat kecil)


- 2

Ksp = [Mg ][OH ]


5 x 10-13 = s x (0,01)2

NH4OH(aq) d NH4+(aq) + OH-(aq)


n OH- = 50 x 0,1 = 5 mmol
[OH-] = 510-2 10-5 = 7 x 10-4 M
Maka kuosien reaksi:
Qc = [Mg2+][OH-]2

[OH-] pelarut = 0,01 M


2+

Reaksi 2:

Mb = 5 : (50 + 50) = 0,05 M


-5

terjadi

Reaksi pengendapan dari dua larutan


merupakan
pengenceran,
sehingga
nilai
konsentrasi seluruh zat berubah.

Contoh:

Mg(OH)2(s) qe Mg2+(aq) + 2OH-(aq)

E.

AB(s) qe A+ + B-

s = 5 x 10-9 M (pada basa)

Qc = 5 x 10-3 x (7 x 10-4)2
Qc = 2,45 x 10-9
Ternyata Qc > Kc, maka telah terjadi endapan
Mg(OH)2.

PENGENDAPAN
Pengendapan terjadi pada suatu larutan yang
telah jenuh.
Larutan yang telah jenuh oleh suatu zat masih
mengalami pelarutan walau sudah ada endapan,
namun laju pelarutan zat tersebut sebanding
dengan laju pengendapan zat.

KELARUTAN

KIM 3

materi78.co.nr

Kimia Koloid
A.

Ciri-ciri sistem suspensi:

PENDAHULUAN

1) Dispersi kasar.

Koloid adalah suatu bentuk campuran yang


keadaannya antara larutan dan suspensi.

2) Sifat campuran heterogen.

Koloid tergolong sistem dua fase, yaitu:

3) Dimensi partikel lebih dari 100 nm.

1) Fase terdispersi (terlarut), adalah zat yang


didispersikan, bersifat diskontinu (terputusputus).

4) Sistem dua fase dan tidak stabil.

2) Medium dispersi (pelarut), adalah zat yang


menjadi medium untuk dispersi, bersifat
kontinu (berkelanjutan).

Ciri-ciri sistem koloid:

5) Dapat disaring.
Contoh: air keruh, air berpasir, kopi, air + minyak.
1) Dispersi koloid.
2) Sifat campuran homogen secara makroskopis, namun heterogen secara mikroskopis.

Koloid tergolong campuran heterogen walau


tampak homogen secara makroskopis, karena
perbedaan partikel kedua fase masih dapat
diamati secara mikroskopis.

3) Dimensi partikel antara 1 100 nm.


4) Sistem dua fase dan relatif stabil.
5) Tidak dapat disaring, kecuali menggunakan
penyaring ultra.

Ciri-ciri sistem larutan:


1) Dispersi molekuler.

Contoh: tinta, cat, darah, sabun, asap, jelly, susu,


santan, awan, kabut, busa, krim kocok, sitoplasma.

2) Sifat campuran homogen.


3) Dimensi partikel kurang dari 1 nm.

B.

4) Sistem satu fase dan relatif stabil.

Berdasarkan fase terdispersinya, koloid terdiri dari:

5) Tidak dapat disaring.

1) Sol, fase terdispersinya padat.

Contoh: larutan gula, larutan garam, alkohol,


cuka, spirtus, air laut, bensin, udara bersih.
Fase
Medium
terdispersi pendispersi
padat

cair

gas

JENIS-JENIS KOLOID

2) Emulsi, fase terdispersinya cair.


3) Buih, fase terdispersinya gas.

Jenis

Nama

Contoh

padat

sol padat

sol padat

kaca berwarna, intan hitam

cair

sol cair

sol

tinta, cat, darah, sabun, detergen, lumpur, lem

gas

sol gas

aerosol padat

asap, udara berdebu

padat

emulsi padat

gel

jelly, agar-agar, gelatin, mutiara

cair

emulsi cair

emulsi

susu, santan, mayonnaise, minyak ikan

gas

emulsi gas

aerosol cair

awan, kabut, obat nyamuk semprot, parfum

padat

buih padat

buih padat

aerogel, batu apung, styrofoam, roti, marshmallow

cair

buih cair

buih

buih sabun, krim kocok, krim cukur

Secara umum, koloid terdiri atas:

2) Sol

1) Aerosol

Aerosol adalah sebutan untuk koloid yang


medium pendispersinya adalah gas.
Aerosol
terbentuk
pendorong/propelan,
fluorokarbon dan CO2.

karena
misalnya

adanya
kloro-

Sol adalah sebutan untuk partikel padat yang


terdispersi dalam partikel cair.
Contoh: sol emas, sol belerang, sol kanji,
tinta, cat, darah, sabun, detergen, lem, kecap,
saus.

Contoh: asap, awan, kabut, obat nyamuk


semprot, parfum, hairspray, cat semprot.

KIMIA KOLOID

KIM 3

materi78.co.nr
3) Gel

Buih adalah sebutan untuk partikel gas yang


terdispersi dalam partikel cair.
Buih terbentuk karena adanya pembuih yang
menstabilkan campuran, misalnya sabun,
detergen dan protein.
Buih terbentuk dari zat cair yang
mengandung pembuih yang dialiri gas.

Gel adalah sebutan untuk partikel cair yang


terdispersi dalam partikel padat.
Gel terbentuk dari sol liofil yang zat
terdispersinya mengadsorpsi medium dispersi.
Gel disebut juga koloid setengah kaku,
karena sifatnya cair namun agak padat.
Contoh: jelly, agar-agar, gelatin, mutiara, gel
rambut, dan lain-lain.
4) Emulsi

Contoh: buih sabun, krim kocok, krim cukur.

C.

SIFAT-SIFAT KOLOID
Sifat-sifat koloid antara lain:
1) Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah efek penghamburan
cahaya oleh partikel koloid.
Campuran

Cahaya

Larutan

diteruskan

Koloid

dihamburkan, partikel
terdispersi tidak terlihat

Suspensi

dihamburkan, partikel
terdispersi terlihat

Emulsi adalah sebutan untuk partikel cair


yang terdispersi dalam partikel cair.
Emulsi terbentuk apabila partikel cair tidak
saling melarutkan. Emulsi terbentuk karena
adanya
emulgator/pengemulsi
yang
menstabilkan campuran.
Contoh pengemulsi:

Sabun membuat minyak dan air bercampur.

Kasein mengemulsikan susu.

Kuning
telur
mayonnaise.

mengemulsikan

Emulsi terbagi menjadi:


a.

larutan

koloid

suspensi

Contoh efek Tyndall:

Sorot lampu mobil ketika berkabut.

Sorot lampu proyektor


bioskop yang diberi asap.

Berkas sinar matahari melalui celah daun


pohon di pagi yang berkabut.

film

dalam

2) Gerak Brown

Emulsi minyak dalam air (M/A)


Emulsi dimana minyak (zat yang tidak
bercampur dengan air) terdispersi dalam air.
Contoh: santan, susu, lateks.

b. Emulsi air dalam minyak (A/M)


Emulsi dimana air terdispersi dalam
minyak (zat yang tidak bercampur
dengan air).
Contoh: mayonnaise,
minyak bumi, mentega.
5) Buih

minyak

ikan,

Gerak Brown adalah gerak acak zig-zag


partikel koloid yang disebabkan oleh
tumbukan tak setimbang antara partikel
terdispersi dengan pendispersi.
Gerak Brown menstabilkan koloid karena
mengimbangi gaya gravitasi yang dapat
menyebabkan pengendapan.
3) Muatan koloid
Muatan koloid terbentuk karena koloid
dapat mengalami adsorpsi, elektroforesis
dan koagulasi.

KIMIA KOLOID

KIM 3

materi78.co.nr
Muatan koloid menstabilkan koloid karena
partikel-partikel koloid bermuatan sama
sehingga saling tolak-menolak, sehingga
menghindari penggumpalan.

Contoh:
Koloid Fe(OH)3 (positif), mudah
terkoagulasi jika ditambahkan H2SO4
atau Na3PO4 dibanding HCl atau NaBr.

4) Adsorpsi (penyerapan pada permukaan)


3+
+
+

3+

Koloid As2S3 (negatif), mudah terkoagulasi jika ditambahkan BaCl2


dibanding NaCl.

3+
+

Fe(OH)3

+
+
3+

c.

Terjadi ketika koloid mencapai elektroda.

+ +

Koagulasi mekanik dapat terjadi dengan


cara menaik-turunkan suhu dan pengadukan
sistem koloid.

3+

Adsorpsi adalah sifat partikel koloid yang


dapat menyerap ion atau molekul netral
pada permukaannya.
a.

Contoh koagulasi:

b. Koloid negatif mengadsorpsi anion.


Contoh: sol emas, sol perak, sol fosfor,
sol As2S3, tepung, tanah liat.
Contoh adsorpsi:

Sol Fe(OH)3 bermuatan positif dan


mengadsorpsi ion H+ dan Fe3+.

Sol As2S3 bermuatan


mengadsorpsi ion S2-.

negatif

dan

Sol AgCl bermuatan positif bila


mengadsorpsi ion Ag+, bermuatan
negatif bila mengadsorpsi ion Cl-.

5) Elektroforesis
Elektroforesis adalah sifat partikel koloid
yang dapat bergerak dalam medan listrik.
Muatan koloid dapat ditentukan dengan
memberi medan listrik di sekitar koloid.
a.

Delta terbentuk akibat tanah liat terkoagulasi ketika bercampur dengan air laut.

Asap pabrik digumpalkan dengan alat


koagulasi listrik Cottrel.

Koloid positif mengadsorpsi kation.


Contoh: sol Fe(OH)3, sol Al(OH)3, pigmen
pewarna, hemoglobin.

Elektroforesis

Koloid positif akan bergerak ke katoda


atau elektroda negatif.

b. Koloid negatif akan bergerak ke anoda


atau elektroda positif.
6) Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan koloid
akibat hilangnya muatan koloid.

D.

KOLOID HIDROFIL, HIDROFOB DAN ASOSIASI


Koloid dengan medium dispersi cair dibedakan
menjadi koloid liofil (suka cairan) dan koloid
liofob (benci cairan). Jika medium dispersi air,
maka dibedakan menjadi koloid hidrofil (suka
air) dan koloid hidrofob (benci air).
Ciri-ciri koloid hidrofil:
1) Mengadsorpsi medium.
2) Gaya tarik-menarik antara zat terdispersi dan
pendispersi besar.
3) Efek Tyndall terlihat lemah.
4) Dapat kembali ke bentuk semula setelah
mengalami dehidrasi air (reversibel).
5) Stabil baik konsentrasi zat terdispersi kecil
maupun besar.
6) Tidak
mudah
mengendap
penambahan elektrolit.
7) Viskositas
medium.

koloid

lebih

besar

dengan
daripada

Contoh: sabun, detergen, gelatin, kanji, protein.


Ciri-ciri koloid hidrofil:
1) Tidak mengadsorpsi medium.

Koagulasi kimiawi dapat terjadi akibat:

2) Gaya tarik-menarik antara zat terdispersi dan


pendispersi kecil.

a.

Percampuran koloid beda muatan

3) Efek Tyndall terlihat jelas.

Menyebabkan koloid saling menetralkan satu sama lain dan menggumpal.

4) Tidak dapat kembali ke bentuk semula


setelah mengalami dehidrasi air (irreversibel).

b. Penambahan elektrolit

5) Stabil jika konsentrasi zat terdispersi kecil.

Elektrolit dapat menetralkan koloid dan


menyebabkan koagulasi.

6) Mudah mengendap dengan penambahan


elektrolit.

Koagulasi terjadi bila koloid positif


ditambah elektrolit yang lebih negatif,
dan koloid negatif ditambah elektrolit
yang lebih positif.

7) Viskositas
medium.

koloid

relatif

sama

dengan

Contoh: sol logam, sol belerang, sol sulfida, sol


Fe(OH)3, susu, mayonnaise.

KIMIA KOLOID

KIM 3

materi78.co.nr
Koloid asosiasi adalah koloid yang terbentuk
ketika dilarutkan dalam air.
Koloid asosiasi tersusun atas partikel yang
terdiri atas:
1) Gugus kepala, bersifat hidrofil dan polar.
2) Gugus ekor, bersifat hidrofob dan non-polar.
Sabun/detergen membentuk koloid asosiasi
dalam air yang terdiri atas ion stearat (C18H35O2).
gugus
ekor

Sabun dan detergen adalah pengemulsi


kotoran dan air pada pakaian yang membuat
bersih pakaian.
5) Industri makanan dan minuman

1) Sifat efek Tyndall

hidrofil

a.

Ketika dilarutkan dalam air, ekor asam stearat


(hidrofob) saling berkumpul ke arah dalam air,
dan kepala asam stearat (hidrofil) menghadap ke
air.
+

4) Industri sabun dan detergen

Koloid juga menggunakan sifat-sifat koloid yang


menguntungkan.

O
||
CH3 (CH2)16 C O
hidrofob

Obat-obatan banyak dibuat dalam bentuk


sol.

Makanan dan minuman seperti kecap, saus,


susu, mayonnaise, dan mentega dibuat
dalam berbagai bentuk koloid.

gugus
kepala

3) Industri farmasi

Sorot lampu proyektor film dalam


bioskop yang diberi asap di sekitarnya
agar gambar yang dihasilkan lebih jelas.
b. Kap lampu
Kap lampu dibuat dalam bentuk koloid
sehingga dapat menghamburkan cahaya.

2) Sifat elektroforesis

Koloid digunakan untuk identifikasi DNA


serta korban dan pelaku kejahatan.

ion
stearat
+

minyak

3) Sifat adsorpsi
a.

air
+

b. Penjernihan air

Penjernihan dilakukan
nambahkan air dengan:

Koloid asosiasi pada sabun dan detergen di air


membuatnya menjadi pengemulsi kotoran dalam
air. Gugus hidrofob akan menarik partikel
kotoran lalu mendispersikannya ke air.

E.

PENGGUNAAN KOLOID
Koloid banyak digunakan di industri karena:
1) Tidak melarutkan campuran secara homogen.
2) Keadaannya stabil.
3) Tidak mudah rusak.
Penggunaan koloid dalam industri:
1) Industri kosmetik
Banyak menggunakan emulsi dan buih,
misalnya foundation, shampoo, pembersih
wajah, deodoran, pelembap badan.
2) Industri tekstil
Pewarna tekstil dalam bentuk sol membuat
warna menyerap dengan baik.

Pemutihan gula tebu


Warna merah pada gula tebu diabsorpsi
oleh tanah diatom, caranya dengan
melarutkan gula pada air, lalu mengaliri
larutan melalui tanah diatom.

Bioskop

dengan

me-

Tawas atau alumunium sulfat


(Al2(SO4)3), terhidrolisis dalam air
membentuk koloid Al(OH)3 yang
menyerap polutan air.

Karbon aktif, apabila tingkat


pencemaran air sangat tinggi.

Pasir, sebagai penyaring.

Kaporit, sebagai disinfektan.

Kapur tohor, menaikkan nilai pH


akibat penggunaan tawas.

4) Sifat koagulasi
a.

Penggumpalan karet
Karet
dalam
lateks
digumpalkan
menggunakan asam format (HCOOH).

b. Penjernihan air
Lumpur
dalam
air
digumpalkan
menggunakan tawas (Al2(SO4)3).

KIMIA KOLOID

KIM 3

materi78.co.nr
c.

Pembuangan asap pabrik


Sebelum dibuang ke cerobong, asap
dialirkan menuju logam bermuatan dan
tegangan tinggi (20-75 kV) sehingga
molekul udara di sekitarnya terion.
Ion-ion lalu diadsorpsi oleh asap
sehingga asap memiliki muatan. Asap
lalu ditarik oleh elektroda lain sehingga
gas yang dibuang ke cerobong bebas
dari asap.
Koloid juga digunakan sebagai pelindung yang
disebut koloid pelindung.
Koloid pelindung menstabilkan koloid yang
dilindunginya dengan membungkus partikel
terdispersi agar tidak mengalami agregasi.
Koloid yang dapat menjadi koloid pelindung:

Zat-zat pengemulsi, misalnya sabun.

3) Sisa makanan atau hewan mati dalam air


berkumpul membentuk koloid yang tidak
dapat larut dalam air, sehingga meningkatkan penggunaan oksigen dalam air oleh
organisme air untuk mengurai koloid.

G. PEMBUATAN KOLOID
Koloid dapat dibuat dari sistem larutan atau dari
sistem suspensi.
Cara pembuatan koloid dibagi menjadi cara
kondensasi dan cara dispersi.
Cara kondensasi dilakukan dengan agregasi
partikel larutan menjadi koloid.
1) Reaksi redoks
Contoh:
Pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2.

2H2S(g) + SO2(aq) d 3S(koloid) + 2H2O(l)

a.

Pembuatan sol emas dari reaksi larutan


HAuCl4 dengan larutan K2CO3 dan larutan
formaldehida.

Koloid hidrofil, misalnya protein, kasein,


gelatin, kanji dan agar-agar.
Penerapan koloid pelindung:
Air susu dilindungi oleh kasein yang
mencegah penggumpalan lemak.
b. Mentega dilindungi oleh lesitin yang
mencegah penggumpalan lemak.
c. Es krim dilindungi gelatin yang mencegah
pembentukan kristal gula atau es batu.
d. Tinta dan cat dilindungi oleh minyak silikon
yang membuat tinta dan cat bertahan lama.

F. POLUSI KOLOID
Koloid selain bermanfaat juga menimbulkan
masalah lingkungan berupa polusi udara dan
polusi air.
Polusi udara yang disebabkan koloid:
1) Debu dapat membentuk koloid di udara
berupa aerosol padat yang menurunkan
kualitas udara, mengganggu kesehatan paruparu dan menyebabkan kebakaran hutan.
2) Asap dan kabut dapat membentuk koloid di
udara berupa aerosol cair yang dapat mengakumulasikan gas-gas beracun seperti SO2
dan NO yang dapat merusak lingkungan dan
menyebabkan hujan asam.
3) Asbut (smog), yaitu gabungan asap dan
kabut yang menyebabkan tertahannya
pergerakan naik asap. Asap yang tertahan
dapat terakumulasi di udara dan terhirup
oleh hewan dan manusia.
Polusi air yang disebabkan oleh koloid:
1) Pengendapan ion-ion mineral dalam air
oleh koloid yang menyebabkan pendangkalan dasar sungai atau danau.
2) Penyebaran mikroorganisme berbentuk
koloid dalam air.

2HAuCl4(aq) + 6K2CO3(aq) + 3HCHO(aq)


d 2Au(koloid) + 5CO2(g) + 8KCl(aq) + KHCO3(aq)
+ 2H2O(l)
2) Reaksi hidrolisis
Contoh:
Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis besi
(III) klorida dengan air mendidih.
FeCl3(aq) + 3H2O(l) d Fe(OH)3(koloid) +3HCl(aq)
3) Reaksi dekomposisi rangkap
Contoh:
Pembuatan sol As2S3 dari reaksi larutan
H3AsO3 dengan larutan H2S.
2H3AsO3(aq) + 3H2S(aq)
d As2S3(koloid) + 6H2O(l)
Pembuatan sol AgCl dari reaksi larutan
AgNO3 encer dengan larutan HCl encer.
AgNO3(aq) + HCl(aq) d AgCl(koloid) + HNO3(aq)
4) Penggantian pelarut
Contoh:
Pembuatan gel kalsium asetat semipadat dari
larutan jenuh (CH3COO)2Ca yang dicampur
dengan pelarut C2H5OH (alkohol) yang
menggantikan pelarut air.
Cara dispersi dilakukan dengan pemecahan
partikel kasar menjadi koloid.
1) Cara mekanik
Cara
mekanik
dilakukan
dengan
penggerusan butir-butir kasar dengan alat
penggerus, lalu diaduk dengan medium
pendispersi.

KIMIA KOLOID

KIM 3

materi78.co.nr
Contoh cara mekanik:

Busur Bredig digunakan untuk membuat sol


logam dan merupakan campuran cara
kondensasi dan dispersi.

Sol belerang dibuat dengan menggerus


serbuk belerang bersama dengan zat inert
(misalnya gula pasir), yang hasilnya
kemudian dicampur dengan air.

Logam yang akan dijadikan koloid dijadikan


elektroda dan dicelupkan dalam medium
pendispersi kemudian dialiri listrik.

2) Cara peptisasi

Atom-atom logam akan terlempar ke


medium pendispersi, mengalami kondensasi,
dan menjadi partikel koloid.

Cara peptisasi dilakukan dengan bantuan


zat pemecah/ pemeptisasi.
Contoh peptisasi:

Agar-agar dipeptisasi air.

Nitroselulosa dipeptisasi aseton.

Karet dipeptisasi bensin.

Endapan nikel sulfida dipeptisasi H2S.

Endapan Al(OH)3 dipeptisasi AlCl3.

3) Cara Busur Bredig (Bredigs Arc)

es

logam

logam

medium
pendispersi

Pembuatan koloid terkadang terganggu oleh


ion-ion yang mengganggu kestabilan koloid.
Dialisis adalah suatu proses penghilangan ionion pengganggu kestabilan koloid.
Proses dialisis:
1) Sistem koloid dimasukkan ke dalam kantong
koloid yang bersifat semipermeabel.
2) Kantong koloid lalu diberi atau dimasukkan
ke tempat yang terdapat air yang mengalir.
3) Air yang mengalir membawa ion-ion
pengganggu dan molekul sederhana namun
tidak membawa partikel-partikel koloid.
Contoh dialisis:

Proses filtrasi darah oleh ginjal yang


menyaring darah dengan tidak meloloskan
sel-sel darah dan protein darah.

Proses dialisis darah (cuci darah) bagi


penderita gagal ginjal.

KIMIA KOLOID