Anda di halaman 1dari 1

Dalam dunia medis, Aborsi dikenal dengan istilah Abortus Provokatus, yaitu

menggugurkan kehamilan yang diartikan mengeluarkaan atau membuang embrio atau fetus
secara prematur ( sebelum waktunya ). Dilakukan secara sengaja. Dampak dari aborsi yaitu
infeksi rahim, kanker rahim, robeknya dinding rahim yang menyebabkan kemandulan,
menstruasi tidak teratur, kanker payudara dan kematian. Tetapi disisi lain aborsi sangat
dianjurkan oleh dokter apabila membahayakan nyawa bagi ibu yang mengandung. Upaya
pencegahan aborsi yaitu memberikan edukasi seks dikalangan remaja, menanamkan nilainilai moral sosial dan agama, menguatkan kembali kontrol sosial dimasyarakat. Para pelaku
yang telah melakukan aborsi jangan dipandang sebelah mata. Karena mereka mempunyai hak
untuk kita tolong dan memberikan pelayanan konseling serta dukungan sosial untuk dapat
bangkit kembali menjalani kehidupan secara normal.

In the medical world, Abortion is known as Abortus Provokatus, that is to terminate


the pregnancy which means is dispose of the embryo or fetus prematurely. Committed
intentionally. The impact of abortion is an infection of the uterus, uterine cancer, uterine wall
rupture that causes sterility, irregular menstruation, breast cancer and death. But on the other
hand abortion is highly recommended by doctors when endanger the life of the pregnant
mother. Prevention efforts of abortion is that provide sex education among adolescents,
instilling moral values and religious social, reinforces social control in the community. They
are who have had abortions do not be underestimated. Because they have a right to our help
and provide counseling and social support to be able to bounce back to living a normal life.